Ugly Duckling become a Swan [Chapter 1]

Ugly Duckling become a Swan

Ugly Duckling become a Swan

Length : Chaptered || Rating : PG-17 || Author : Hyebaby

LOVELYZ’s Lee Mijoo || VIXX’s Lee Hongbin || INFINITE’s Nam Woohyun

Romance – School live – Sad – Hurt – (Little bit) Fantasy – AU!

Inspirited by a comic that named, “Ugly Duckling become a Swan” by Hwang Mi Ree, but all the plot is pure mine so please don’t be a plagiator!

No bash please, this is only my imagination!

Also published on my own wordpress

Sorry Of Typo’s

Please don’t Be silent reader!

Previous : Prolog

Sinar mentari masuk menembus jendela kaca masuk kedalam Kamar Mijoo, Mijoo menghela napas lalu menguap setelah itu menggeliar berniat untuk tidak bangun dari tidurnya.

Hari pertama masuk sekolah, Mijoo tetap tak ingin bangun dari ranjangnya. Ia yakin ia akan ditindas seperti saat ia masuk sekolah menengah pertama, jelas sekali ia masih menjadi ‘Itik buruk rupa’ sekarang.

Yeoja itu dengan gontai melangkah menuju ke Kamar mandi lalu membersihkan dirinya.

Ia berdiri dihadapan wastafel dan meraih sikat giginya, setelah menyikat gigi ia menghela napas lalu menatap kaca wastafel.

Matanya membulat seketika melihat pemandangan yang terpantul dari kaca wastafelnya. Ia tak percaya bahwa itu adalah dirinya sendiri.

OMO!Andwae!Bagaimana mungkin ini aku?!”Ujar Mijoo tersentak, ia tak percaya wujudnya sekarang.

Ia bukan lagi yeoja buruk rupa yang dibenci semua orang, kini ia melihat dirinya sebagai angsa cantik dan menakjubkan.

“Sudah kubilang aku akan menjadikanmu cantik.”

Mijoo menoleh, tidak ada siapapun. Siapa yang membisikinya hal itu?Entahlah, ia tidak tahu. Ia masih sibuk mengangumi wajahnya sendiri.

Mijoo menghela napas, ia mengingat apa yang terjadi sebelum ia mendapatkan ‘sisi lain’ dari dirinya ini.

Flashback*

Mijoo berjalan menuju Gudang dan membuka sebuah kotak besar berisi buku-buku lamanya. Ia mencari-cari buku tulis kosong lamanya yang ia simpan didalam kotak besar itu.

“Ugh!Dimana sih buku itu?!”Tanyanya pada diri sendiri, tangannya masih sibuk meneliti seitap buku-buku yang ada dikotak besar itu.

Ya…Lee Mijoo.”

Mijoo menoleh kekanan dan kekiri, entah mengapa ia menjadi sedikit takut, “Nuguya?Cepat keluar!”Seru Mijoo keras, “Ini hanya aku, kau tidak perlu takut.”

Mijoo menoleh dan menemukan sesosok namja yang eum…baginya sangat aneh, namja itu sudah sangat tua, berumur sekitar 60 atau 7o tahun, yang lebih aneh baginya, namja itu agak…transparan.

Nuguya?Apa Tuan tersesat?”Tanya Mijoo takut, namja itu mendecak.

“Bersikap sopan pada orang tua, Lee Mijoo!Terutama kepada kakekmu!”Seru namja itu tanpa menjawab pertanyaan Mijoo. Mata Mijoo membulat, namja itu…kakeknya?

Andwae!Kakekku sudah meninggal, tidak mungkin!Jangan-jangan…kau orang jahat!”Ujar Mijoo tak percaya, namja yang mengaku sebagai kakeknya itu hanya menggelengkan kepala.

“Kau ini cucuku bukan, sih?Mengapa kau begitu tidak sopan, Mijoo-ya?Aku ini kakekmu, lebih tepatnya ‘arwah kakekmu.’ Jadi, sopanlah sedikit!”Tukas namja itu kesal, Mijoo berdecak kagum.

“Apa…yang kakek inginkan?”Tanya Mijoo masih dengan rasa takutnya. “Mengubahmu. Aku akan mengubahmu menjadi cantik seperti dulu, asalkan kau percaya bahwa aku kakekmu.”Jawab kakek Mijoo sambil tersenyum bangga.

A…arasseo, aku percaya padamu. Aku percaya eung…kakek.”

Flashback End*

Omeona!Itu pasti…Kakek!”Ujar Mijoo terlonjak.

“Aku ‘kan sudah bilang, Mijoo-ya. Aku akan mengubahmu kalau kau percaya padaku.”

Mijoo menoleh dan mendapati arwah kakeknya yang ia temui kemarin sedang ada dihadapannya. Mijoo menunduk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia lalu duduk bertumpu pada lututnya sambil menghadap kearah kakeknya.

Jeongmal ghamsahamnida, aku sudah bilang aku percaya padamu kakek, tapi terima kasih.”Ujar Mijoo.

“Ya sudahlah, ayo berangkatlah kesekolah. Kau ini bukan hanya tidak sopan tapi juga pemalas!”Ujar sang kakek, Mijoo berdiri dan agak mendengus lalu masuk kembali kedalam kamarnya.

~~~

Mijoo turun dari taksi yang ia naiki menuju ke sekolah, ia menatap gedung sekolah barunya lalu menghela napas.

“Yah…saatnya memulai hidup sebagai Mijoo yang baru.”Gumam Mijoo lalu masuk kedalam Gedung Sekolah.

“Eh..apa Woohyun bersekolah disini juga?”Gumam Mijoo pada dirinya sendiri, Mijoo tidak terlalu memikirkan hal itu, ia hanya memikirkan apa yang akan ia lakukan pada Hongbin.

Ya, Lee Hongbin. Namja yang menindasnya sejak dulu, ia dengan Hongbin juga bersekolah di sekolah yang sama dengannya sekarang. Mijoo tersenyum sinis, ia merasa harus membalas dendamnya kepada Hongbin, Hongbin tentu tidak akan mengenalinya karena Mijoo kini telah…berubah.

Mijoo masuk kedalam kelasnya dan ia mencari tempat duduk yang ia sukai, didekat jendela dan ia yakin Hongbin dan teman-temannya akan duduk tak jauh dari situ.

Mijoo melihat pintu kelas terbuka dan ia melihat 4 orang yeoja yang dikenalinya, lebih tepatnya mereka adalah anggota-anggota dari Gank terkenal di sekolah Mijoo dulu.

“Ah…Itu JiAe. Dia pasti ingin duduk disini, eotteokhae?”Gumam Mijoo. Mijoo menoleh kearah jendela, pura-pura tidak melihat JiAe dan ketiga temannya.

“Ya…”

Mijoo menoleh takut lalu melihat seorang Yoo JiAe sedang berdiri didepannya menatapnya dengan ekspresi datar.

“Eh, mianhe. Duduklah, duduklah disini.”Ujar Mijoo sambil berdiri bermaksud membiarkan JiAe duduk ditempatnya.

Namun, JiAe malah menatapnya heran. “Sudahlah, mana mungkin aku membiarkan yeoja secantik dirimu merelakan kursimu hanya untumu. Lagipula, masih ada tempat duduk disebelahmu, jadi kau duduk saja.”Ujar JiAe sambil tersenyum lalu duduk disebelah Mijoo, Mijoo hanya tersenyum tipis lalu duduk kembali dikursinya.

Mijoo meraih ponselnya dan memainkannya, sesekali matanya melirik kearah pintu kelas mencari-cari Hongbin tentunya.

“Kemana sih anak itu…”Batin Mijoo.

BRAAKK!!!

Pintu kelas terbuka dengan keras, jika dugaan Mijoo tak salah maka itu…

“Mana Lee Mijoo?!”Seru Hongbin sambil menatap keseluruh penjuru kelas. Mijoo tersenyum sinis, ia yakin Hongbin telah membaca data murid-murid diluar kelas tadi, sebab itulah ia mencari Mijoo. Tapi, bukan Mijoo yang ini, melainkan ‘Mijoo si buruk rupa.’

“Aku Lee Mijoo…”

Pandangan mata semua murid di kelas itu tertuju kepada Mijoo, Hongbin mendongak dan menatap Mijoo agak kaget.

Hongbin menghela napas pelan lalu berjalan menuju kearah Mijoo, ia lalu menatap Mijoo tajam.

“Jadi kau Lee Mijoo.”Ujar Hongbin, Mijoo mengangguk. “Ne, aku Lee Mijoo. Apa yang kau mau dariku?”Tanya Hongbin.

Hongbin menghela napas lalu tertawa, “Huh, Aku tak butuh kau. Aku butuh Lee Mijoo si buruk rupa, bukan kau, mengerti?!”Ujar Hongbin setengah menggertak. Mijoo hanya menatap Hongbin mengejek.

“Aku mengerti.”Jawab Mijoo sambil menyeringai.

Hongbin memalingkan wajahnya dari Mijoo lalu duduk tak jauh dari Mijoo seperti yang telah ia duga. Sesekali, mata namja itu melirik kearah Mijoo. Mijoo tahu kemana iris mata Hongbin mengarah, diam-diam dia menyeringai tipis melihat Hongbin yang menatap heran kearahnya.

~~~

“JiAe-ya…”Gumam Mijoo kearah JiAe saat bel pulang sekolah berbunyi, JiAe mendongak dan menatap Mijoo.

“Mau pulang bersama?”Tanya JiAe, Mijoo mengangguk pelan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. JiAe mengangguk sambil tersenyum, “Kajja. Kita bisa pulang berlima.”Ajak JiAe sambil meraih lengan Mijoo, Mijoo tersenyum.

“JiAe-ya.”Seru Myungeun sambil menepuk bahu JiAe dan Mijoo.

“Eh, kita akan pulang dengan Mijoo?”Tanya Sujeong yang sudah ada dibelakang ketiganya bersama Ji Yeon. JiAe mengangguk, “Tak masalah bukan?Kajja, kita pulang bersama.”Jawab JiAe sambil menarik lengan Myungeun diikuti oleh Sujeong dan Ji Yeon.

“Dimana Rumahmu?”Tanya Ji Yeon sambil berusaha menyamakan langkahnya dengan Mijoo.

“Tak jauh dari sini kok, cukup naik taksi sekitar 7-8 menit saja.”Jawab Mijoo sambil tersenyum, “Mau naik Bus dengan kami?Biasanya kami begitu.”Ujar Myungeun mengikuti Ji Yeon dan Mijoo.

Mijoo hanya mengangguk, “Aku ikut saja. Asalkan aku bisa pulang, hehehe…”Ujar Mijoo diikuti oleh tawa keempat temannya itu.

Kelimanya duduk di Halte tak jauh dari Gedung sekolah, menunggu Bus yang akan mengantar mereka menuju ke Rumah.

“Eung…Mijoo-ya.”Ujar Sujeong sambil menyentuh lengan Mijoo pelan. “Hm?”

“Apa kau kenal…Lee Mijoo?”Tanya Sujeong.

Mijoo terdiam, ia tahu arah pembicaraan Sujeong kemana, ia yakin ‘Lee Mijoo’ yang dimaksud Sujeong adalah Mijoo si buruk rupa, bukan Mijoo yang sekarang.

“Eh, itu aku ‘kan?Namaku Lee Mijoo.”Jawab Mijoo asal, Sujeong agak kaget mendengarnya.

“Bukan…bukan kau. Maksudku…Maksudku adalah Mijoo yang lain.”Kilah Sujeong berusaha agar Mijoo tidak salah paham. “Maksudmu?”

“Ada seorang yeoja yang sekelas dengan kami sewaktu kami berempat masih sekolah menengah pertama. Namanya Mijoo, lebih tepatnya Lee Mijoo. Namanya sama sepertimu, tapi ia sangat berbeda denganmu, kau cantik dan sempurna tapi ia…eung…kebalikannya.”Jelas Sujeong, Mijoo hanya mengangguk.

“Lalu?Dimana dia sekarang?”Tanya Mijoo.

Sujeong hanya mengangkat bahu, “Molla. Sejak lulus sekolah menengah pertama, ia menghilang dan tak ada satu pun anak yang seangkatan dengannya yang berhasil menemuinya, bahkan kami telah menelpon dan mendatangi Rumahnya, tetapi ia tidak ada.”Jawab Sujeong.

Mijoo terkejut, mendatangi Rumahnya?Itu berarti selama liburan ini-yang ia habiskan di Rumah orangtuanya-JiAe dan seluruh teman lamanya mendatangi Rumahnya. Itu berarti mereka tahu Rumahnya, bisa ketahuan bila mereka melihat Rumah Mijoo sekarang.

“Oh, begitu.”Tanggap Mijoo singkat, Sujeong hanya mengangguk.

Tak berapa lama, Bus yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga, segera kelimanya masuk kedalam Bus.

~~~

Mijoo, JiAe, Myungeun, Sujeong dan Ji Yeon turun dari Bus di Halte selanjutnya, Rumah Mijoo sudah tidak begitu jauh, hanya dengan berjalan kaki sekitar 4 sampai 5 menit saja ia sudah sampai di Apartement-nya.

“Eh, kau tinggal disini?”Tanya JiAe agak kaget, Mijoo mengangguk. “Kalian mau kedalam?Mau temani aku sebentar?”Tanya Mijoo, keempatnya mengangguk.

Mereka berlima masuk kedalam Apartement mewah itu lalu mengikuti Mijoo menuju ke Kamarnya.

“Ini Rumahku.”Ujar Mijoo sambil tersenyum, keempat mata temannya membulat.

Chakaman, Kamar nomor 194…Ini ‘kan Kamar Mijoo!”Seru Myungeun kaget, Mijoo menatap Myungeun intens. Ia tahu kemana arah pembicaraan Myungeun dan ketiga temannya sekarang, ia lalu hanya tersenyum.

“Mijoo yang ‘itu’ maksudmu?Mijoo teman lamamu?Sepertinya ia sudah pindah, karena aku tinggal sendiri.”Ujar Mijoo, keempat temannya hanya mengangguk.

 “Ayo masuk dulu.”Ajak Mijoo lalu menarik lengan JiAe diikuti oleh ketiga temannya. Keempatnya lalu masuk kedalam kamar Mijoo.

“Mau minum?”Tanya Mijoo sambil meraih 4 buah gelas, Ji Yeon segera mengangguk cepat.

“Aku mau!Apa ada teh?Atau sesuatu yang manis?”Tanya Ji Yeon, Myungeun menyikut Ji Yeon sementara Ji Yeon meringis. “Sopanlah sedikit.”Komentar JiAe, Ji Yeon hanya tersenyum tanpa ada rasa bersalah.

Gwaechana, aku ada teh. Akan kuambilkan, tunggu sebentar.”Jawab Mijoo lalu membuat Ji Yeon teh.

“Aku ingin melihat-lihat Rumahmu dulu ya.”Ujar Sujeong, Mijoo hanya mengangguk.

Sujeong berjalan meninggalkan Ruang tamu lalu pergi menuju Kamar Mijoo, ia memerhatikan isi kamar Mijoo yang kini tertata rapih. “Ah…ternyata ia juga suka Woohyun.”Gumam Sujeong sambil tersenyum, ia lalu keluar dari Kamar Mijoo sambil membawa majalah yang tergeletak di ranjang.

“Mijoo-ya!Kau beli ini dimana?”Tanya Sujeong, Mijoo menoleh dan terkejut melihat majalah yang ditunjuk Sujeong. “Eh, di Toko Majalah langanan. Waeyeo?”Tanya Mijoo balik, Sujeong tersenyum.

“Kau tahu, Woohyun sekarang akan pindah ke Sekolah yang sama dengan kita.”Celetuk JiAe saat melihat sampul majalah yang dibawa Sujeong.

Mata Mijoo membulat, “Jinjja?Woohyun akan masuk Sekolah yang sama dengan kita?!”

-END-

Hai…akhirnya Chapter 1-nya jadi juga, semoga kalian suka 🙂

Maaf kalau ceritanya kurang nyambung, maaf juga kalau Typo tapi semoga suka. Comment or Like after reading this post please 😀

Advertisements

2 thoughts on “Ugly Duckling become a Swan [Chapter 1]

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s