Chasing Love [Chapter 1]

Standard

Chasing Love copy

Chasing Love

Scripwriter : Fanita (woollimstan)

Lovelyz’s Lee Mijoo | Infinite’s Nam Woohyun

Infinite’s L | Lovelyz’s Seo Jisoo | et

PG-15

Siapa sangka bahwa kita akan dipertemukan takdir dengan cara seperti ini?

Berterimakasihlah pada takdir yang membuatku bertekat untuk memburu cintamu.

 

            Disebuah rumah megah yang baru saja selesai dibangun orang-orang sedang sibuk di sana karena hari ini adalah hari sang pemilik rumah akan pindah ke rumah tersebut. Rumah ini selesai dibangun setelah 1 tahun penuh di kerjakan oleh para arsitek ternama di Korea. ada 10 orang pekerja yang kini sedang sibuk memindahkan barang dari pemilik rumah ini.

“Tsk Woohyun-ah bagaimana bisa kau mengalahkan tunanganku. Kau masih sendiri tapi sudah punya rumah sebagus ini,”oceh seorang wanita bernama Nam Jihyun.

noona bilang pada Sungyeol itu untuk membangun rumah sendiri,”balas Woohyun, adik kandung Jihyun yang 1 tahun lebih tua darinya.

“apartemen sudah cukup untuk kami jika kami menikah nanti,”kata Jihyun.

“apartemen? Noona kalau kau menikah nanti pasti kau akan memiliki anak. Belum lagi aku akan sering-sering menginap dirumahmu itu dan juga kalau eomma dan appa datang bagaimana?”

“Aish diamlah. Lebih baik tinggal di apartemen berdua dengan orang yang aku cinta dibandingkan tinggal sendiri dirumah sebesar ini,”ledek Jihyun.

“heol noona jangan menghinaku!”kata Woohyun tidak terima.

“makanya mulai dari sekarang carilah kekasih. Kau itu sudah berumur 25 tahun, punya kerjaan yang menjanjikan, mapan dan tampangmu tidak buruk juga,”celetuk Jihyun.

“tenang saja pasti aku akan mendapatkan putri yang akan aku ajak tinggal bersama di rumah ini. Aku hanya butuh waktu untuk mencari yang terbaik untukku,”

“baguslah kalau begitu. Itu baru adikku!”

Woohyun hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Jihyun barusan dan ia pun kini bergerak untuk memberitahu posisi barang yang baru saja di turunkan dari mobil dimana barang itu akan di letakan.

 

 

“Terima kasih atas kerja samanya hari ini, Lee Mijoo-ssi.”

Gadis cantik yang baru saja menyelesaikan pemotretannya hari ini itu tersenyum manis kepada para staff yang baru saja mengajaknya berbicara. Hari ini dia tampak begitu lelah karena harus bergaya di depan kamera 2 jam tanpa henti. Namanya adalah Lee Mijoo dia adalah seorang gadis yang berprofesi sebagai model profesional. Ia memiliki paras yang cantik dan juga anggun. Di dalam dunianya ia memiliki nama yang begitu cemerlang.

“Kerja bagus untuk hari ini. Apa kau mau langsung pulang Mijoo-ya?”tanya Seo Jisoo, sahabat Mijoo yang juga bekerja sebagai managernya.

“Aku lapar. Aku ingin makan dulu Jisoo-ya,”jawab Mijoo.

“Baiklah! Aku yang akan menyetir nanti sepertinya kau sangat lelah. Sini kunci mobilmu!”pinta Jisoo.

Mijoo membuka tasnya dan mengambil kunci mobil miliknya lalu diapun melemparkan kunci itu pada sahabatnya. Jisoo tersenyum dan langsung berjalan terlebih dahulu untuk segera ke parkiran.

 

 

            Sampai di restauran Jepang –tempat favorit kedua gadis itu— mereka langsung mencari tempat yang sedikit sepi karena saat ini Mijoo butuh ketenangan. Pelayan datang menghampiri dua gadis tersebut dan mencatat pesanan mereka setelah itu ia pergi untuk segera menghidangkan pesanan. Selagi menunggu pesanan datang Mijoo dan Jisoo diam dalam kesunyian. Mijoo sibuk memainkan ponselnya sambil membuka SNS untuk membaca berita sementara Jisoo hanya memperhatikan Mijoo dengan bingung.

“aku tahu kau ingin membicarakan sesuatu padaku. Katakan padaku ada apa? Tapi jika kau ingin bilang mengundurkan diri jadi managerku lebih baik tidak usah bilang karena aku tidak akan mengizinkanmu untuk hal itu,”tanya Mijoo yang masih fokus pada ponselnya.

Daebak kau bisa tahu kalau aku ingin berbicara padamu! Tapi bukan itu maksudku. Ada yang ingin aku katakan padamu tapi aku tidak enak bilangnya,”ucap Jisoo kalut.

“Kau ingin pinjam uang?”kata Mijoo. Ia meletakan ponselnya diatas meja dan kini bertopang dagu sambil menatap sahabatnya yang ada didepannya itu. “kalau iya tidak apa,”lanjutnya.

“Hei aku baru saja menerima gajiku 2 hari yang lalu sembarangan saja. Yang aku ingin katakan itu hmmm aku ingin meminta bantuanmu Mijoo-ya,”

“Aku akan menolongmu selagi aku bisa,”

“Begitu.. kau tahu Soojung eonnie kan? Sepupuku itu..”

“Iya lalu ada apa dengan Soojung eonnie?”

“Diakan punya online shop saat ini dia sedang mencari model pengganti untuk dijadikan model pakaian terbarunya. Apa kau bisa menolongku untuk itu Mijoo-ya? Satu kali ini saja soalnya aku masih belum bisa mencari ulzzang yang cocok untuk itu,”oceh Jisoo panjang lebar.

“tentu saja aku bisa. Urus saja jadwalnya,”balas Mijoo.

Omo! Terimakasih Mijoo-ya aku akan mentraktirmu hari ini!”seru Jisoo.

Mijoo menganggukan kepalanya dengan senang. Tidak lama kemudian pelayan kini sudah datang sambil membawa hidangan pesanan mereka dan kini kedua gadis itu menikmati makan siang mereka yang tertunda dengan hidangan khas Jepang yang begitu menggoda selera.

 

 

1 Minggu Kemudian

“dasar bodoh kenapa kau membuat acara secara mendadak!”oceh Jihyun setelah mendengar bahwa adiknya akan mengadakan pesta selamatan rumah barunya.

“inikan tidak mendadak. 1 minggu aku sudah pindah wajar jika aku merayakannya,”ucap Woohyun tidak terima.

Woohyun pergi sebentar meninggalkan Jihyun karena akan mengambilkan majalah yang dipinta oleh kakaknya. Jihyun membuka laptopnya dan mencari artikel di pann tentang rekomendasi online shop yang bagus. Satu persatu dia membuka link yang sudah ditinggalkan orang di kolom komentar tapi tidak ada yang menurutnya menarik. Saat Jihyun hendak menyerah ia membatalkannya ketika Jihyun melihat komentar terakhir.

 

“aku baru saja memesan beberapa baju di www.lvlz8.com semua pakaian disana begitu indah. Barang baru banyak masuk hari ini. Aku memesannya pukul 8 pagi dan sudah sampai jam 12 siang. Dan model pakaiannya itu Lee Mijoo! Jjang!”

 

Jihyun berfikir sejenak setelah membawa nama Mijoo. Ia merasa familiar dengan nama itu. Tiba-tiba saja Woohyun datang menghampiri Jihyun sambil meletakan majalah edisi terbaru itu disamping laptop kakaknya.

noona itu pesananmu. Pak Jang butuh waktu untuk mencari majalah wanita seperti itu,”pesan Woohyun.

Jihyun mengambil majalah itu dan tersenyum senang. Ia mengucapkan terimakasih pada Woohyun dan melihat sampul majalah tersebut. Saat dia melihat nama yang tertera di majalah itu Jihyun berteriak.

“WOW DAEBAK!!!!!”

Sontak Woohyun menutup kedua telinganya karena suara Jihyun begitu melengking. Setelah teriakan Jihyun mereda dia bertanya pada kakaknya yang kini sibuk pada laptop miliknya dan menggeletakan majalah itu sembarangan.

“sebenarnya ada apa noona? Kau sedang melihat teroris atau Sungyeol selingkuh?”tanya Woohyun.

“bukan begitu. Hei Nam Woohyun mulai sekarang kau harus memanggil Sungyeol itu jae-hyeong. Kau mengerti?”oceh Jihyun.

“enak saja. Sejak dulu aku memanggilnya nama saja bahkan dia lebih muda dariku,”kata Woohyun tidak terima.

Seketika keadaan hening karena Jihyun tidak membalas ocehan Woohyun. Kini Jihyun sibuk melihat website online shop yang baru saja dia kunjungi. Jihyun pun melihat satu persatu foto yang ada di web itu.

“Nam Woohyun coba lihat ini! Bagaimana menurutmu?”tanya Jihyun.

Woohyun memperhatikan gambar itu. Jihyun terus menunjuk pakaian yang dipakai model dalam gambar tersebut tapi Woohyun hanya fokus pada wajah cantik Lee Mijoo. Ia tersenyum tipis dan terus memperhatikan foto itu sampai akhirnya Jihyun memukul lengannya.

“Aish bagaimana menurutmu?”tanya Jihyun.

“cantik… modelnya,”jawab Woohyun tanpa dosa.

“kau ini aku menyuruhmu melihat bajunya bukan wajahnya!”oceh Jihyun.

noona kau ingin memakai baju terbuka seperti ini? Apa kata Sungyeol nanti aku jamin dia akan marah padamu setelah acara selesai lebih baik cari yang lebih tertutup. Sebagai adik yang baik aku memperingatimu untuk tidak memakainya!”nasehat Woohyun panjang lebar.

“baiklah aku mengalah aku cari pakaian yang lain tapi kau juga harus membantuku jangan hanya melihat wajahnya Lee Mijoo,”pesan Jihyun.

Saat Jihyun menyebut namanya Lee Mijoo si lelaki tampan itu menyimpan baik-baik nama perempuan di dalam otaknya. Kemudian dia langsung pergi meninggalkan Jihyun sendirian dan segera masuk kedalam kamarnya.

“Nam Woohyun kau mau kemana!”pekik Jihyun.

 

 

            Hal yang dilakukan Woohyun pertama kali dikamarnya adalah mengunci rapat pintu kamarnya. Setelah itu dia mengambil tablet miliknya dan membuka situs portal pencarian untuk mencari tahu mengenai gadis bernama Lee Mijoo itu. Ia sedikit terkejut saat tahu bahwa dia itu model terkenal di negerinya ini.

“gadis yang menarik dan juga cantik. Bagaimana bisa aku berkenalan dengannya?”gumam Woohyun.

 

 

            Mijoo dan Jisoo baru sampai di agensinya. Agensi naungan Mijoo cukup ternama di Korea. Agensinya bukan hanya mengontrak model tapi juga memiliki aktor bahkan idol. Dahulu sebelum masuk kedalam perusahaannya Mijoo ingin di kontrak sebagai idol tetapi dia tidak mau karena lebih memilih meneruskan bakatnya sejak kecil yaitu modeling. Sebelum sampai keruangan presdirnya tiba-tiba saja Mijoo ingin permisi ke toilet. Lalu dia pun menyuruh Jisoo untuk duluan pergi ke ruangan presdir mereka sementara ia berbelok ke toilet. Setelah buang air kecil Mijoo berkaca untuk merapikan rambutnya tetapi tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan seseorang yang membuka pintu toilet dengan kasar. Kekagetannya ditambah lagi ketika mengetahui yang masuk adalah Kim Myungsoo. Myungsoo adalah aktor naungan agensi yang sama dengan dia. Sejak lama laki-laki bernama Myungsoo untuk mendekati Mijoo namun gadis itu malah menjauhinya.

“Myungsoo ini toilet perempuan kenapa kau masuk ke sini?”tanya Mijoo.

“kau ini tidak sopan sekali dengan orang yang lebih tua darimu apalagi aku senior. Panggil aku Oppa!”oceh Myungsoo.

“Myungsoo sunbae kau kenapa masuk? Bagaimana kalau ada orang yang melihat?”tanya Mijoo tanpa menghiraukan ucapan Myungsoo barusan.

“Tidak ada yang melihat karena aku sudah berhati-hati. Aku disini untuk menemuimu, aku merindukanmu Mijoo-ya,”aku Myungsoo.

Sunbae berhentilah berbicara seperti itu dan cepat minggir karena aku sudah ditunggu oleh presdir,”kata Mijoo.

Mijoo pun menerobos keluar tanpa pamit lagi pada Myungsoo sementara laki-laki itu hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Mijoo. Gadis itu tidak pernah bersikap ramah lagi padanya setelah Myungsoo mengakui semua yang dia rasakan terhadap Mijoo.

 

 

“kenapa kau menjadi muse dari online shop tidak memberitahuku terlebih dahulu!”bentak presdir Kim.

Jisoo menggenggam erat tangannya karena ketakutan. Ini adalah salahnya tapi malah Mijoo yang dibentak oleh atasan mereka. Si manager itu melirik Mijoo yang tampak tenang menghadapi masalah ini.

“presdir Kim apa salahnya jika aku membantu seorang teman? Aku kan tidak pernah memilih pekerjaan yang kau kasih kali ini biarkan aku memilih pekerjaanku sendiri,”kata Mijoo.

Aigoo masalahnya jika ada sesuatu yang terjadi denganmu bagaimana? Gimana jika repotasi online shop itu buruk,”celetuk presdir bernama lengkap Kim Sunggyu itu. Ucapannya barusan membuat mata Jisoo melebar.

“Presdir online shop itu milik keluarganya Jisoo apa salah aku membantunya? Tidak kan?”ujar Mijoo.

“Hei Seo Jisoo kenapa tidak memberitahunya padaku dulu,”oceh Sunggyu pada Jisoo.

“Bagaimana jika aku menandatangani kontrak dengan kakaknya Jisoo itu untuk menjadi model permanennya?”tanya Mijoo tiba-tiba.

“Tidak bisa begi—“

“aku baru kali ini meminta suatu permintaan padamu. Biarkan aku lakukan ini jika kau tidak mau menuruti permintaanku aku akan mencari agensi lain. 2 bulan lagi kontrakku akan habis bukan?”potong Mijoo.

“Baiklah baiklah kau boleh melakukan itu bisa-bisa aku digantung ayahku karena kau keluar dari agensinya,”rutuk Sunggyu sambil menatap sinis pada Mijoo. “Suruh pemilik itu datang padaku!”lanjut Sunggyu yang sudah mengalah.

Mijoo tersenyum senang saat kemenangan mendatanginya. Lalu ia membungkukan badannya menghormati Sunggyu setelah itu Mijoo menarik tangan Jisoo untuk segera keluar dari ruangan Sunggyu. Di luar Mijoo berjalan dengan tenang tanpa merasa ada beban sedikit pun Jisoo yang ada dibelakangnya langsung memukul kepala Mijoo dari belakang.

“kau ini bodoh sekali kenapa sebegitunya untuk membelaku. Ini kesalahanku bukan kau,”oceh Jisoo.

“sakit!”kesal Mijoo sambil mengusap kepalanya yang dipukul Jisoo barusan, “biarkan saja aku sudah banyak berhutang padamu atas semua yang kau lakukan untukku. Ini satu-satunya cara agar aku bisa membalasmu,”lanjut Mijoo.

“tapi tidak seperti ini juga,”oceh Jisoo.

“sudahlah lebih baik kita ke lokasi pemotretan sebelum terlambat,”ajak Mijoo.

“dasar keras kepala,”sindir Jisoo.

 

           Sepulang dari kantor Woohyun yang sedang mengendari mobil itu tiba-tiba saja keroncongan. Perutnya berbunyi karena sejak tadi siang dia tidak makan karena terlalu sibuk ditambah ada 2 rapat pertemuan yang dia lakukan tadi. Ia pun memutuskan untuk makan malam di restauran terdekat. Setelah sampai Woohyun langsung mencari tempat paling ujung dan memesan makanannya. 10 menit ia menunggu pesanannya namun belum juga datang tiba-tiba ponselnya berdering dan Woohyun mengangkatnya.

“siapa ini?”

“Hei Woohyun! Kau melupakan kakak kandungmu?”

“aish aku tidak melihat ID penelfonnya. Ada apa noona?”

“aku ada dirumahmu sekarang! Aku membawa bahan untuk kita makan malam bersama,”

“makan apa memangnya?”

“bulgogi kesukaanmu! Tadi siang paket dari ibu baru sampai dia juga menyelipkan bumbu bulgogi buatannya. Cepatlah pulang!”

“ya aku akan pulang tunggu aku!”

Saat makanan Woohyun baru saja diantarkan ia langsung meminta bill-nya. Walaupun pelayannya bingung dia langsung memberikan bill yang di minta Woohyun. Setelah melihat billnya Woohyun langsung menuju ke kasir. Ketika ia ingin membayar makanannya yang tidak sempat ia makan itu Woohyun melihat kesamping. Seorang perempuan sedang menundukan kepalanya sambil meminta maaf pada petugas kasir dihadapannya.

“nona jika tidak bisa membayar lebih baik tidak usah makan di restauran ini,”oceh salah satu pegawai.

“maaf aku lupa membawa dompetku. Dompetku tertinggal di mobil aku sedang berusaha menghubungi temanku ia tertidur di dalam mobil tapi tidak bisa,”kata gadis itu masih menundukan kepalanya.

Woohyun melirik gadis itu dan menghela nafas. Ia mengeluarkan kartu kreditnya dan memberikan bill pesanannya pada kasir.

“sekalian bayar untuk nona itu,”kata Woohyun.

Gadis tersebut langsung mengangkat kepalanya dan kaget mendengar ucapannya barusan. Kasir yang melayani Woohyun sudah selesai melakukan transaksi pembayaran dan mengembalikan kartu milik Woohyun. Setelah selesai Woohyun langsung memasukan kembali kartu kreditnya kedalam dompet lalu pergi meninggalkan restauran itu.

 

 

            Dengan tergesah-gesah Woohyun menuju parkirannya namun langkah kakinya terhenti saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Woohyun pun membalikan badannya.

“Tuan bisakah kau ikut denganku ke parkiran mobilku? Aku harus membayar pesanan milikku yang kau bayar tadi,”ujar gadis itu.

“maaf nona aku sedang terburu-buru. Bagaimana jika kau membayarnya lewat ATM saja? Berikan nomor ponselmu nanti aku akan mengirimkan nomor rekeningku dan saldo pesananmu itu,”ujar Woohyun sambil mengeluarkan ponselnya.

Perempuan itu mendiktekan nomor ponselnya lalu saat Woohyun hendak menyimpan nomor itu dia menanyakan nama gadis itu tanpa memandangnya.

“siapa namamu nona?”tanya Woohyun.

“Mijoo. Lee Mijoo itu namaku,”jawab perempuan yang tidak lain adalah Mijoo.

Woohyun langsung mengalihkan pandangannya dan memandang gadis yang ada dihadapannya begitu juga Mijoo yang saat ini sedang menatap Woohyun. Debar jantung Woohyun berdetak sangat kencang. Ia melihat wajah gadis itu dengan jelas dan ternyata wanita itu benar Lee Mijoo yang dilihatnya di foto.

“kalau begitu aku akan menghubungimu nanti Mijoo-ssi karena saat ini aku sedang terburu-buru. Sampai jumpa lagi Mijoo-ssi,”pamit Woohyun.

Laki-laki itu langsung membalikan badannya dan berlari ke parkiran mobilnya meninggalkan Mijoo yang kebingungan mendengar kalimat ‘Sampai jumpa lagi’.

 

 

            Woohyun buru-buru masuk kedalam mobilnya. Ia memasang sabuk pengaman dan segera menancam gas untuk segera pulang. Di sepanjang jalan iya terus kepikiran dengan Mijoo yang baru saja dia temui. Saat lampu lalu lintas berwarna merah ia mengerem mobilnya. Tangan kanannya langsung meraba jantungnya yang kini berdetak sangat kencang. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis impiannya secepat ini tanpa di rencanakan. Woohyun pun juga membayangkan kembali pertemuan mereka di parkiran tadi. Walaupun jalanan begitu gelap tapi Woohyun dapat melihat wajah Mijoo memancarkan kecantikan dirinya.

“Untung saja noona menghubungiku,”gumam Woohyun pada dirinya.

Titt..titt…

Lamunan Woohyun menjadi buyar ketika orang-orang membunyikan klakson mereka. Woohyun spontan melihat lampu lalu lintas yang ternyata sudah berganti warna menjadi hijau. Takut membuat jalanan macet Woohyun pun kembali menancamkan gasnya untuk cepat sampai rumahnya.

TBC

Dont forget to leave your comment 🙂

2 thoughts on “Chasing Love [Chapter 1]

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s