[Ficlet] Would You Like Some Tea?

Standard

Zz

Would You Like Some Tea?

Lovelyz’s JIN (as Park Myungeun) – Infinite’s Hoya (as Lee Howon)

Tumpukan buku adalah keksih Park Myungeun selama ini. Namun siapa sangka bahwa siswi tingkat akhir di salah satu SMA yang ada di Seoul ini akan mendua setelah bertemu dengan tetangga barunya?

><

><

><

  Pagi ini begitu cerah matahari bersinar memancarkan kehangatannya dan burung-burung berkicau dengan merdu. Namun cuaca cerah seperti ini tidak membuat hari seorang gadis ikut bersinar di buatnya. Di sebuah rumah sederhana yang suasanya kini sangat sepi seorang siswi SMA sedang merasa frustasi. Nama gadis itu adalah Park Myungeun siswi SMA kelas 3 yang kini sedang sibuk belajar untuk persiapan ujian akhir dan masuk ke universitas ternama di Korea.

“Hari libur saja aku masih sibuk seperti ini,”oceh Myungeun pada dirinya sendiri.

Myungeun merenggangkan otot tubuhnya yang kaku akibat terlalu duduk sejak pukul 7 pagi sampai jam 10 pagi ini. Myungeun bisa saja beristirahat di hari libur tetapi jika dia tidak bekerja keras untuk masa depannya bisa-bisa dia kalah dari Joy, teman sekelasnya yang juga rival Myungeun dalam belajar. Keduanya bersaing untuk bisa masuk Universitas Seoul dan menjadi nomor 1 di kelulusan nanti.

“Myungeun-ah kau belum sarapan makan dulu sarapanmu!”teriak ibu Myungeun dari luar kamarnya.

Perempuan itu mulai bangkit dari kursi belajarnya dan keluar kamar. Myungeun langsung menuju ruang makan. Di sana dia dapat melihat ibunya sedang memasak untuk makan siang dia dan ibunya sementara itu di meja sudah ada segelas susu vanila dan roti bakar kesukaannya.

“Kau butuh energi untuk belajar,”kata ibu Myungeun tanpa mengalihkan perhatiannya dari kompor.

“Aku tahu. Ibu kapan ayah dan kak Joeun pulang?”tanya Myungeun.

Myungeun dan ibunya tinggal di Korea sementara ayah dan kakaknya tinggal di Jepang. Ayah Myungeun bekerja di sana sejak 4 tahun yang lalu karena di tugaskan untuk mengurus kantor cabang yang ada di Tokyo sementara kakaknya Park Joeun, ia menempu pendidikan di Jepang dan menetap bersama ayahnya.

“Kakakmu akan libur bulan depan jadi ayahmu akan mengambil cuti bersamaan dengan Joeun agar kita bisa kumpul bersama,”jawab ibu Myungeun.

“Heol sama saja bukan berkumpul kalau kenyataannya bulan depan aku akan ujian,”ucapnya dongkol.

“kalau begitu ibu, ayah dan Joeun saja yang berkumpul. Kami mempersilakan kau untuk mengendap di dalam kamarmu,”canda ibu Myungeun.

“Ibu!”rengek Myeungeun.

Ibu Myungeun tertawa keras melihat anaknya menjadi kesal. Dia melepas celemeknya dan menghampiri Myungeun yang duduk di meja makan. Sementara Myungeun menghabiskan makanannya sang wanita cantik itu duduk tenang sambil memperhatikan anak bungsunya.

“Ngomong-ngomong rumah kosong di sebelah akan di huni oleh orang baru,”kata ibu Myungeun.

“Lalu ada apa?”tanya Myungeun.

“Itu artinya kita punya tetangga baru,”balasnya.

“Kalau itu aku juga tahu ibu. Maksudku memang kenapa kalau ada yang menempati apa itu ada untungnya untuk kita?”tanya Myungeun lagi.

“gara-gara keseringan di dalam kamar rasa sosialmu menjadi kurang. Harusnya kau menyambut tetangga baru. Tadi ibu perhatikan banyak mobil pengangkut barang datang ke sebelah,”jawab si ibu.

“Ah.. aku tidak peduli bu,”cibir Myungeun.

“Mereka punya anak laki-laki yang sekolah di Universitas Seoul. Anak yang kerenkan?”

“Aish aku tidak tertarik,”

“Dia tampan kata orang-orang,”

“Cukup ibu!”

Myungeun langsung menyudahi sarapannya yang terlambat itu. Seperti biasa dia kembali ke dalam kamar untuk mempelajari rumus-rumus Kimia yang belum dia mengerti.

            Myungeun merasa badannya seperti nenek-nenek yang terkena patah pinggang karena terlalu lama duduk maka dari itu dia berinisiatif untuk lari santai di sore hari. Saat keluar rumah Myungeun melihat rumah yang dimaksudkan oleh ibunya tadi memang sangat ramai di datangi oleh para tetangga. Tetapi karena tidak peduli Myungeun langsung berlari kecil untuk mengelilingi komplek guna mengembalikan kebugaran tubuhnya lagi. Myungeun terus berlari tanpa memikirkan keadaan sekitar disaat dia sedang lari banyak laki-laki yang merupakan teman satu sekolah Myungeun yang juga tetangganya itu menyapanya namun gadis cuek ini hanya diam dan pura-pura tidak dengar. Myungeun memang gadis yang tidak peduli dengan keadan asmaranya menurutnya dia bisa mendapatkan kekasih kapanpun yang dia mau asalkan dia menjadi nomor 1 di segala bidang. Menurutnya siapa orang yang tidak mau menjadi kekasih dari seorang wanita hebat yang berpengetahuan luas?

            Di saat sedang asik berlari Myungeun tidak sadar bahwa tali sepatunya terlepas. Karena tidak menyadarinya dia tetap berlari bahkan kecepatannya lebih kencang saat ini. Dia ingin melepaskan seluruh penatnya selama ini namun tiba-tiba saja dia tersandung dan terjatuh.

“Auu..”

Myungeun merasa lututnya perih. Berani taruhan dia yakin pasti lututnya memar untungnya  dia memakai celana panjang jadi kemungkinan kakinya akan lecet menjadi kecil peluangnya.

“Apa kau baik-baik saja?”tanya seorang laki-laki dengan suara berat.

Myungeun menadahkan kepala menatap laki-laki yang berbicara padanya. Bibirnya tertutup rapat saat melihat penampilan orang tersebut. Mata Myungeun tidak dapat berhenti berkedip karena laki-laki itu.

“Nona apa kau baik-baik saja? Kau terluka atau kau tidak bisa berdiri sendiri?”tanyanya.

Dari gayanya laki-laki ini adalah tipe Myungeun selama ini. Penampilan hiphop yang terkesan imut membuat Myungeun tidak bisa berhenti menatapnya sampai-sampai dia tidak sadar bahwa orang itu sudah membantunya untuk berdiri.

“Apa lukanya parah? Apa kau bisa berjalan?”

“K-kau siapa?”ucap Myungeun terbata-bata.

“Namaku Lee Howon tapi apa nona baik-baik saja?”tanya Howon.

“Ah.. a-aku baik-baik saja,”

Di dalam hatinya Myungeun terus memuji laki-laki bernama lengkap Lee Howon itu. Ini pertama kalinya dia melihat Howon disini. Walaupun rasa sosialisasinya kurang Myungeun tetap hafal wajah tetangganya kecuali orang yang ada di depannya ini.

“Aku akan membantumu kembali ke rumahmu. Di blok mana kau tinggal?”tanya Howon lagi.

“AB nomor 6,”jawab Myungeun.

“Wah kau tetanggaku ternyata. Aku tinggal di nomor 5. Aku belum bilang ya kalau aku warga baru disini hehe?”ucap Howon cengengesan.

Mata Myungeun terbuka lebar dan membulat. Jadi laki-laki yang di bicarakan ibunya tadi adalah Lee Howon. Dia sungguh tidak mempercayai hal ini dan kini Myungeun menyesal telah membantah omongan ibunya tadi pagi. Howon berjongkok di hadapannya dan menyuruh Myungeun untuk naik ke punggungnya. Walaupun canggung Myungeun perlahan naik ke atas pundak Howon dan debar jantung Myungeun menjadi tidak beraturan.

“ngomong-ngomong siapa namamu nona manis?”tanya Howon.

Pipi Myungeun memerah saat Howon memanggilnya manis lalu malu-malu dia menjawab pertanyaan Howon barusan, “Park Myungeun. Kau bisa memanggilku Myungeun.”jawab Myungeun.

“Apa kau seorang siswi SMA? Kalau iya kau kelas berapa?”

“Aku sekolah di Woollim High School dan sekarang kelas 3,”

“sebentar lagi kau akan lulus. Kau akan melanjutkan sekolah dimana?”

“Universitas Seoul!”balas Myungeun dengan penuh semangat.

“Heol kau bersungguh-sungguh? Aku juga sedang kuliah disana. Semoga kau bisa masuk ke Unversitas Seoul tetapi seperti yang kau tahu masuk disana tidaklah mudah,”kata Howon

“Iya aku tahu maka dari itu aku sedang berusaha,”gumam Myungeun.

“Tapi aku yakin gadis sepertimu bisa lulus disana. Kau orang yang fokus,”ucap Howon.

“Bagaimana kau tahu aku seorang yang fokus?”tanya Myungeun kaget.

“Karena kau berlari dengan penuh semangat sampai-sampai kau terjatuh hehe,”canda Howon.

Tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah mereka lebih tepatnya rumah Myungeun. Myungeun perlahan turun dari gendongan Howon dan berdiri dengan hati-hati.

“terimakasih sudah mengantarkan aku sampai rumah Howon-ssi,”ucap Myungeun sambil membungkukan badannya.

“Haha kau tidak perlu berbicara formal seperti itu padaku. Panggil saja aku oppa kitakan tetangga,”ujar Howon.

Oppa??”ulang Myungeun.

“Ya.. masuklah ke dalam kau perlu istirahat dan mengobati lukamu,”titah Howon.

“Apa Howon oppa tidak mau mampir ke rumahku?”tanya Myungeun.

“Sepertinya tidak memungkinkan disaat kau terluka seperti itu. Lain kali aku yang akan mengajakmu minum teh bersama di rumahku,”jawab Howon.

“Minum teh bersama?”bisik Myungeun.

“Iya minum teh bersama. Masuklah Myungeun-ssi dan semoga cepat sembuh,”

Perlahan Myungeun membalikan badannya dan berjalan masuk ke dalam rumah. Wajahnya kini sudah semerah tomat mendengar ajakan Howon barusan. Minum teh bersama? Dia tidak menyangka hal itu bisa terjadi bahkan saat Howon menyuruhnya untuk memanggilnya dengan sebutan kakak laki-laki jantung Myungeun terasa akan copot. Sepertinya gadis cuek ini sudah jatuh cinta dengan tetangga barunya. Kini Myungeun tidak sadar untuk menanti hari dimana dia dan Howon akan minum teh bersama. Dan Myungeun semakin bersemangat untuk bertempur masuk ke universitas impiannya itu.

END

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Would You Like Some Tea?

  1. BlackLemons

    wahh awas geun ntar malah gal fokus sama belajarnya gara2 howon xD,tapi semoga aja sih bisa masuk universitas yg sama yaxD kan biar bisa makin deket xD,lucu ceritanya seperti biasa,bahasanya asik buat dibaca,authornim aku nunggu sequel ya,pokoknya ini harus ada sequel nya ehehhej

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s