Reset [Chapter 1]

Reset

RESET

Scripwriter : Fanita (woollimstan)

Babysoul as Lee Soojung – L as Kim Myungsoo

Romance – Sad – School Life – Hurt

PG17

[Pernah di publikasikan di sini dengan cast dan judul yang berbeda]

~~

Kisah ini terjadi disaat dia berumur 14 tahun. Gadis itu dapat merasakan hal aneh terjadi pada dirinya. Jantungnya terus berdegup kencang, suatu keindahan tersendiri dapat merasakannya… jatuh cinta.. cinta pertama.. bukankah suatu hal wajar untuk seorang gadis yang dalam masa pubertas? Disinilah awal terjadi kisahnya.. cinta pertama yang terbalaskan.. atau mungkin menyakitkan..

.

.

.

Hari pertama di SMP seorang gadis berambut ikal panjang itu sedang mengelilingi sekolah barunya untuk lebih mendekatkan diri kepada tempat ia menimbah ilmu 3 tahun kedepan. Gadis itu bernama Lee Soojung. Soojung yang sedang berjalan-jalan di koridor sekolah seorang diri itu tiba-tiba saja merasakan lapar. Perutnya terus berbunyi karena tidak dapat menahannya Soojung langsung berlari menuju kantin.

.

.

.

Sesampainya dikantin Soojung langsung mengantri untuk mengambil makanan dan saat gadis itu hendak mengambil nampan untuk meletakan makanannya tidak sengaja dia mengambilnya bersamaan dengan seseorang. Soojung masih diam dan menatap tangan orang tersebut namun tiba-tiba saja orang tersebut langsung menarik nampan itu dengan paksa dan Soojung membulatkan matanya. Siapa si orang yang beraninya mendahuluinya, pikir Soojung. Gadis tersebut langsung melihat orang tersebut untuk memastikan apa dia satu angkatan atau mungkin kakak jelas. Jika kakak kelas Soojung akan membuang pikirannya tadi dan segera meminta maaf karena Soojung adalah gadis yang sangat takut dengan seniornya dan lebih suka mengalah untuk orang lain. Saat gadis itu sudah melihat siapa orang yang tersebut pikirannya langsung kosong.

.

.

.

Deg..deg..deg..

Jantung Soojung tidak berdetak normal seperi biasanya. Mata sipit nan tajam itu, bibir tipis yang menggoda, hidung mancung dan yang terpenting adalah proporsi wajah yang sempurna. Seorang laki-laki yang ada di depannya kini sedang menatap Soojung dengan pandangan datar. Soojung yang sedang melamun ini langsung tersadar saat bunyi hentakan kaki terdengar.

Ya ppali lihat antreannya sudah panjang. Ambil milikmu!”kata laki-laki itu.

Soojung langsung mengalihkan perhatiannya pada nampan yang ada di atas meja. Ia mengangguk lemah dan langsung mengambil nampan untuknya sendiri dan segera  mengantri makanannya.

.

.

.

Semenjak hari itu pikiran Soojung terus terbayangkan kepada laki-laki yang dia temui di kantin. Soojung sedang duduk diam di tempat duduknya sambil meminum sekotak susu. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampirinya.

“Hei..”sapa orang itu.

Soojung langsung menolehkan kepalanya dan tersenyum dengan teman sekelasnya itu, “Hai ada apa Ara-ya?”Tanya Soojung.

“Tidak ada apa-apa. Aku sedang bosan. Soojung-ah bisa kau temani aku ke kantin?”pinta Ara.

Dengan senang hati Soojung langsung menganggukan kepalanya. Ara langsung berdiri dan tersenyum kepada Soojung.

.

.

.

Kini kedua orang tersebut langsung berjalan bersamaan menuju kantin sekolahannya. Sampainya di kantin Soojung terus mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin mana tahu dia dapat bertemu dengan laki-laki itu namun hasilnya nihil. Soojung menghela nafas dan Ara yang melihat Soojung sedang menekuk mukanya langsung bertanya.

“Soojung-ah kau baik-baik saja?”tanya Ara.

“Iya aku baik kok Ara-ya. Pesan saja makananmu,”jawab Soojung.

“Oke. Kalau begitu kau lebih baik cari tempat duduk saja dulu dan aku akan memesankan minum untukmu juga,”kata Ara.

“Baiklah terimakasih Ara-ya,”ucap Soojung.

Ara langsung pergi untuk mengantri membeli makan sementara Soojung langsung mencari tempat kosong. Disaat sedang menunggu Ara yang masih dalam proses mengantri tiba-tiba saja seorang perempuan duduk di hadapan Soojung dengan senyuman. Soojung membalas senyuman teman barunya itu atau lebih tepat mengatakannya teman sekelasnya.

“Soojung kau sendiri?”tanya Yura.

“tidak Yura-ya aku sedang menunggu Ara. Disana..”Soojung menunjuk Ara yang sedang tersenyum kepada petugas pembagi makanan.

“Oh..”

Yura menganggukan kepalanya mengerti, “aku duduk disini sebentar.. hanya ingin menghabiskan minumanku. Boleh?”

“Tentu kan kantin ini bukan punyaku hahaha,”

Yura terkekeh pelan dan dia menghisap teh kotak favoritnya tersebut. Tidak berapa lama kemudian Ara sudah datang dengan makanan dan minumanya. Ara meletakan nampan itu di atas meja dan memberikan Soojung minuman yang dia belikan itu.

“Terimakasih Ara-ya..”kata Soojung.

“Ya sama-sama..”

Di saat Soojung, Yura dan Ara sedang berbicara seorang laki-laki datang menghampiri meja mereka. Kembali efek itu dirasakan oleh Soojung. Jantungnya berdegup kencang dan matanya hanya terfokuskan kepada laki-laki itu. Tidak salah lagi laki-laki tersebut adalah orang yang dia temui dikantin tempo hari.

“Yura-ya aku pinjam uangmu, 3000 won,”sahut laki-laki itu.

Ya Kim Myungsoo kau ini mau buat aku bangkut eoh!”dumel Yura.

“jangan pelit denganku. Ppali!”

Laki-laki bernama Kim Myungsoo itu menadahkan telapak tangannya di hadapan Yura. Dengan muka yang sudah kusut layaknya pakaian yang belum di setrika Yura mengeluarkan beberapa lembar uang dan langsung memberinya kepada Myungsoo.

“Terimakasih.. aku pergi!”pamit Myungsoo.

Yura mendongkol sadar namun saat sadar sedang di tatap dengan pandangan tanda tanya besar oleh Soojung dan Ara dia pun tersenyum malu dan menjelaskan kepada mereka.

“Dia sepupuku namanya Myungsoo.. dia kelas 1A..”terang Yura.

Ara menganggukan kepalanya mengerti sementara Soojung berbeda. Gadis itu tersenyum tipis dan mulai mengingat-ingat nama laki-laki itu di dalam benaknya. Kim Myungsoo….

.

.

.

Setelah Soojung sadari hal yang dia rasakan adalah pertanda cinta kepada laki-laki itu. Sering kali setiap dia dan Ara sedang berjalan bersama Yura keduanya saling bertemu dengan laki-laki itu –Myungsoo bagi Soojung itu adalah suatu keuntungan namun Soojung terus menjaga perasannya dengan rapat tanpa di ketahui siapapun bahwa laki-laki tersebut adalah orang yang dia suka. Bahkan dia rela berbohong kepada sahabatnya –Ara yang selalu menanyakan kepadanya apakah ada orang yang dia suka dan Soojung selalu mengatakan tidak. Oh ayolah pasti Ara akan tertawa terbahak-bahak jika menengar pengakuan konyolnya. Soojung bukanlah perempuan seperti Ara yang disukai banyak orang termasuk senior karena Ara adalah anak yang cantik, manis dan juga terkenal, tidak dengan Soojung dia hanya gadis biasa yang memiliki lingkungan pertemanan hanya sebatas teman sebayanya atau bisa dibilang angkatannya saja.

“jangan berbohong, jujur denganku apa ada yang kau sukai?”tanya Ara.

“Tidak ada seorangpun..”dusta Soojung.

“kau berbohong.. ya ayo jujur dengan sahabatmu!”paksa Ara.

“Ih! Ya..ya aku memilikinya.. tapi kau tidak perlu tahu siapa pasti kau akan mentertawakanku.. aku tidak ingin hal itu terjadi maka dari itu aku akan diam saja tanpa memberitahumu..”aku Soojung.

“Is.. kau pelit Soojung-ah!”cibir gadis itu.

“Hahaha suka-suka.. kau sendiri apa sudah memiliki kekasih lagi setelah putus dari Woohyun sunbae?”

“Tentu saja ada.. sekarang aku berkencan dengan Sungyeol Oppa!”

“Ih kau playgirl.. wek..”

Soojung menjulurkan lidahnya ke Ara. Ara yang kesal langsung menjitak kepala Soojung dan langsung pergi meninggalkannya. Soojung langsung mengusap kepalanya yang dijitak oleh Ara dan hanya terkekeh pelan sambil melanjutkan aktivitasnya mengerjakan tugas dari guru sejarah itu.

.

.

.

Sementer satu sudah terselesaikan dengan legah bagi Soojung dan Ara. Selama 6 bulan itu pula Soojung terus mengagumi Myungsoo secara diam-diam walaupun sekarang mereka sudah saling berteman namun Soojung belum memberanikan dirinya untuk menekati Myungsoo lebih dalam. Terlebih Myungsoo juga pernah memiliki pacar yang berada di kelas yang sama dengannya. Walaupun hubungan mereka sudah berakhir tapi desas desusnya mereka masih saling menyukai. Soojung ingin sekali menanyakan itu kepada Yura namun dia tidak ingin membuat orang tersebut menaruh curiga padanya.

.

.

.

Soojung sedang duduk di kelas seorang diri. Sebenarnya dia cukup malas kembali kesekolah setelah libur namun apa boleh buat belajar adalah tugas utamanya sebagai pelajar maka dari itu Soojung harus menjalaninya. Saat sedang duduk sambil memainkan ponselnya Ara dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan langsung duduk di sebelah Soojung dan berbicara padanya.

“Ya apa kau sudah tahu kalau ada perombakan kelas?”tanya Ara.

Soojung langsung berhenti memainkan ponselnya dan menatap Ara dengan pandangan bingung. Secara tidak langsung dia menjawab bahwa dia belum mengetahui apa-apa.

“kelas unggul di ubah murid-muridnya jadi sebagian murid di kelasnya akan dipindahkan ke kelas reguler dan anak reguler sendiri akan masuk ke dalamnya.. ya walaupun hanya 3 besar si..”terang Ara.

“Kau bersungguh-sungguh? Apa sudah ada daftarnya?”tanya Soojung.

Ara tidak menjawab pertanyaan Soojung. Ia hanya melihat ke arah jenela tampak dari kaca dua arah itu bahwa orang-orang sedang berkumpul di depan untuk melihat daftar siswa terbaru itu.

“aku ingin lihat. Apa kau mau lihat?”tanya Soojung.

“Tidak.. disana ramai dan juga adalah Howon aku malu..”

Ara memegang kedua pipinya dengan tangannya sendiri. Soojung mengendus kesal pasalnya setiap membicarakan sesuatu dengan ara pasti akan terhubung dengan laki-laki. Dan kini.. Howon? Pacar baru Ara? Tidak dapat dipercaya bahkan Soojung selama bersekolah disini belum mendapatkan kekasih satu pun.

“kekasih baru lagi. Sudah berapa pacarmu?”Tanya Soojung.

“Entalah aku tidak menghitungnya..”

Soojung menggelengkan kepalanya dan langsung beranjak dari tempat duduk untuk melihat kertas yang tertempel di depan.

.

.

.

Untung saja kerumungan orang sudah mulai berkurang sehingga Soojung dapat daftar nama itu dengan mudah.

Ahn Seo Ji

Lee Sae Na

Lee Bo Ra

Kim Jae Joon

Kim Myung Soo

Satu nama itu sukses membuat Soojung terbengong sendiri. Myungsoo berada di daftar nama murid 1D bukankah berarti dia akan sekelas dengan laki-laki itu. Bukankah ini kesempatan emas untuknya. Sebuah tangan menepuk pundaknya sukses membuat Soojung tersadar dari lamunanya dan menolehkan kebelakang.

DEG..

Reaksi itu lagi-lagi menyelimuti Soojung saat melihat laki-laki itu. Tidak lain orang itu adalah Myungsoo. Dengan perasaan kalut Myungsoo mengusap tengkuknya dan bertanya kepada Soojung.

“Aku masuk di kelas kalian bukan?”tanya Myungsoo.

Soojung tidak dapat mengeluarkan kata-kata dari bibirnya sehingga perempuan itu hanya menganggukan kepalanya.

“kalau begitu kita akan sekelas. Mohon bantuannya!”kata Myungsoo dengan senyuman.

Senyuman manis itu.. senyuman yang sukses membuat Soojung membeku.

“Hei ayo masuk ke kelas!”ajak Myungsoo.

“Oh? A..ah ne..”kata Soojung.

.

.

.

Saat keluar main Soojung berjalan bersama dengan Ara ke kantin seperti biasanya. Saat di kantin Soojung menikmati makannya tanpa memperdulikan Ara yang sedang berbicara dengan laki-laki di sampingnya, Howon. Soojung mengumpat di dalam hatinya. Hei ini sekolah dan kita masih berada di kelas 1 SMP kenapa hubungan kalian ingin terlihat sangat romantis sekali, dumel Soojung dalam benaknya.

“Soojung-ah kau harus cari pacar!”kata Ara.

Soojung berhenti menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Ia menatap Ara dan Howon secara bergantian setelah itu dia mengangkat kedua bahunya tak peduli dan melanjutkan aktivitas makannya. Ara mengendus kesal sementara Howon hanya terkekeh pelan.

“sepertinya temanmu masih polos.. seperti anak SD,”bisik Howon.

Ara menganggukan kepalanya semangat. Howon langsung tersenyum dan melanjutkan omongannya lagi.

“kalau begitu aku ke kelas dulu. Ara-ya pulang nanti jangan lupa sms aku,”kata Howon.

“baiklah aku akan menghubungimu nanti..”kata Ara.

“Soojung-ah aku ke kelas dulu.. annyeong!”pamit Howon.

“Oh ya Howon.. aku akan menjaga pacarmu agar tidak melihat ke orang lain,”

Tak.. sebuah jitakan sukses mendarat di kepala Soojung. Soojung menatap kesal Ara dan melanjutkan makannya kembali. Setelah Howon pergi Ara hanya duduk diam menunggu Soojung menghabiskan makannya.

“Ya kau harus cari pacar.. apa kau mau dengan mantanku? Nanti aku kenalkan.”kata Ara.

“mantanmu? Ih enak saja!”tolak Soojung.

“ya sudah kalau tidak mau,”kata Ara cuek.

“Kau benar-benar gila. Berteman denganmu membuatku gila,”

Ara hanya menatap datar Soojung dan mengangkat kedua bahunya lalu dia pun meletakan kepalanya di atas meja sambil melihat Soojung yang sibuk makan.

“Ya cepatlah berhenti makan.. kau tahu.. kau sangat gendut sekali pantas saja kau belum pernah memiliki pacar,”dumel Ara.

Bukannya menghentikan makannya Soojung yang kesal malah semakin menjadi-jadi. Tak tanggung-tanggung perempuan itu memasukan suapan yang sangat besar ke dalam mulutnya dan mengunyah makanan dengan kasar. Ara yang melihat Soojung hanya menatap jijik dan memejamkan matanya.

“Makan yang cepat!”lirih Ara.

.

.

.

Sudah satu bulan berlalu. Soojung semakin dekat dengan Myungsoo terkadang mereka membahas soal bersama. Namun sering sekali Myungsoo mengerjainnya dan itu membuat Soojung kesal sekaligus senang. Mungkin dia akan berkata sebal dengan Myungsoo di mulutnya namun tidak di hatinya, perempuan itu akan selalu tersenyum mengingat momennya dengan Myungsoo. Soojung dan Myungsoo juga sering berjalan-jalan bersama sepulang sekolah. Apa itu hanya sekedar hang out atau mungkin belajar dan menghilangkan jenuh mereka. Terkadang berjalan berdua terkadang bersama Ara atau juga Yura. Pelajaran sedang berlangsung namun karena guru yang mengajar tidak masuk kelas pun menjadi bebas. Banyak orang yang memilih untuk bermain bersama namun tidak untuk Soojung. Dia lebih mementingkan mengerjakan PR yang belum dia selesaikan. Walaupun keadaan kelas sangat ribut ia tetap berusaha agar konsentrasi dan menjawab pertanyaan yang ada di buku tersebut.

Ya bagaimana bisa kau menyelesaikan soal itu di saat ribut. Berhentilah dan lebih baik mengobrol dengan yang lain,”kata Myungsoo.

Soojung menatap datar Myungsoo kali ini menurutnya laki-laki ini agak sinting. Bagaimana bisa seseorang yang sedang ingin belajar dia hasut untuk menghentikan aktivitas itu. Soojung hanya menggelengkan kepalanya dan kembali fokus mengerjakan soal itu.

“Soojung.. ayo kita jalan-jalan sepulang sekolah nanti,”ajak Myungsoo.

“kemana?”tanya Soojung yang masih sibuk dengan soal.

“aku tidak tahu. Yang penting pulang sekolah nanti kau harus pulang denganku. Kau mengerti?”kata Myungsoo.

Masih dengan aktivitas yang sama, Soojung hanya menjawab ajakan Myungsoo dengan anggukan kepala.

.

.

.

Soojung dan Myungsoo kini sedang makan es krim di sebuah kedai dekat sekolah mereka. Seperti perkataan Myungsoo tadi mereka ingin berjalan-jalan bersama. Soojung memakan lahap eskrim strawberry pesanannya begitu pula Myungsoo memakan es krim vanilanya.

“Soojung.. dagumu ada noda eskrim,”kata Myungsoo.

Ne?”

Soojung hanya bingung sambil menatap Myungsoo. Laki-laki itu tersenyum tipis dan dia pun mengulurkan tangannya untuk mengusap noda tersebut. Soojung mengerjapkan matanya. Dia merasa kini aliran listrik sedang menyambar tubuhnya. Tidak bisa di jelaskan lebih rinci pada intinya Soojung merasa bahagia dan semburat merah kini tampak jelas di pipi tembemnya. Myungsoo membulatkan matanya melihat wajah Soojung yang memerah. Ia lantas melepaskan uluran tangannya dan bertanya pada Soojung.

“Kau sakit? Kenapa mukamu merah? Soojung.. kau sakit ya?”tanya Myungsoo.

Mulut Soojung membentuk huruf O. Dia tidak menyadari hal itu yang dia rasakan hanya mukanya memanas namun dia tidak pernah berfikir bahwa itu tampak jelas oleh Myungsoo. Soojung lantas langsung menggelengkan kepalanya dan melanjutkan memakan eskrimnya.

Aniya.. cuaca sangat panas,”elak Soojung.

Myungsoo melihat ke arah luar. Benar matahari bersinar sangat terik. Ia menghela nafas legah dan kembali melanjutkan memakan eskrimya sebelum mencair.

.

.

.

Setelah pergi makan eskrim bersama kini mereka berjalan ke toko buku sekedar untuk melihat terbitan novel terbaru atau juga komik. Myungsoo sangat mengagumi komik begitu juga Soojung yang suka membaca novel. Disaat Myungsoo sedang menemani Soojung mencari novel terbaru Myungsoo yang iseng pun ikut-ikutan mencari novel dan membaca sinopsisnya. Saat menemukan sebuah buku yang sangat menarik menuruutnya Myungsoo langsung menepuk pundak Soojung dan memperlihatkan novel itu kepadanya.

Ya baca novel ini!”kata Myungsoo.

Soojung lantas langsung mengambil novel yang ada di tangan Myungsoo lalu membacanya. Happy ending. Bukankah kebanyakan novel begitu akhirnya? Peran utama akan selalu mendapatkan kebahagiaan. Soojung berharap dirinya akan menjadi pemeran utama di novel kehidupannya sendiri, pikirnya setelah membaca sinopsis novel itu. Tidak salah lagi novel tersebut menceritakan tentang cinta pertama yang tidak terduga. Bukankah sama sepertinya? Bukankah dia menyukai myungsoo dengan cara tidak terduga? Tapi akankah kisahnya berakhir bahagia juga persis seperti di novel-novel yang beredar dimana saja itu?

“bagaimana apa rekomendasiku bagus?”tanya Myungsoo.

“Ya ini sangat bagus. Aku akan membelinya,”jawab Soojung.

.

.

.

Setelah selesai membayar buku yang mereka beli keduanya pun berjalan pulang. Myungsoo yang ingin bertanggung jawab karena sudah mengajak Soojung jalan pun mengantarkannya walaupun mereka berjalan ke rumah Soojung menaiki bus. Selagi menunggu bus tiba Soojung dan Myungsoo pun berbicara. Untung saja halte sangat sepi sehingga pembicaraan mereka tidak perlu dikhawatirkan jika menganggu orang-orang.

“Soojung… kau.. apa kau sudah memiliki pacar?”Tanya Myungsoo.

Soojung menelan salivanya dengan gagap dia pun menjawab, “ti-tidak.. aku tidak pernah punya pacar,”jawab Soojung kikuk.

“apa kau sedang menyukai seseorang?”tanya Myungsoo lagi.

“I-itu…”

Omongan Soojung terhenti saat bus kini sudah menekat ke halte sehingga perempuan itu mengalihkan pembicaraannya.

“Myungsoo.. ayo!”ajak Soojung.

Myungsoo hanya menganggukan kepalanya dan berdiri untuk menyambut bus itu datang ke mereka.

.

.

.

Kini mereka sudah berada di depan rumah Soojung. Saat Soojung hendak pamit masuk ke dalam Myungsoo menahan lengan Soojung dan menatap perempuan itu lekat. Soojung yang di tatap oleh Myungsoo hanya megalihkan perhatiannya karena gugup. Myungsoo pun mengeluaran suaranya,

“Soojung..”sahut Myungsoo.

“Kenapa?”tanya Soojung.

“Apa boleh aku.. aku.. menyukaimu?”tanya balik Myungsoo.

DEG!! Jantung Soojung berdegup kencang rasanya jantung tersebut akan meledak. Soojung meremas rok sekolahnya dan menatap Myungsoo dengan gugup dan tidak percaya.

“Aku menyukaimu. Ini konyol tapi aku suka denganmu. Apa kau mau jadi pacarku?”tanya Myungsoo sambil menatap Soojung dengan sayu.

Dengan refleks kepala Soojung langsung mengatakan iya dengan cara mengangguk. Mulai detik ini Soojung dan Myungsoo adalah sepasang kekasih. Namun kisah ini belum berakhir. Ini semua baru saja di mulai. Mulai sekarang Soojung akan menempuh perjalanan hidup yang lebih bahagia atau mungkin lebih rumit dibandingkan sekarang..

.

.

.

TBC

Advertisements

6 thoughts on “Reset [Chapter 1]

  1. Pingback: Chapter / Series | Secret Journey

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s