[Lovelyz Series] Childhood Blues (JIN Ver)

[Lovelyz Series] Childhood Blues (JIN Ver)

CHILDHOOD BLUES

By Hyebaby

Lovelyz’s Park Myungeun/JIN || BTS’s Kim Seokjin

Romance, (Little bit) Sad, Friendship, School live, AU! || General || SongFic

Previous Story : Candy Jelly Love (JiAe Ver) || Good night like yesterday (Kei Ver) || Heat Haze Day (Yein Ver) || Last Romeo (Mijoo Ver)

“Back song”

GUMI’s Childhood Blues

“If you see the sunset, Fifty-One consecutive days. In the hills, your love will be real”

“CHILDHOOD BLUES”

Ada sebuah cerita lama di sekolah Myungeun, ceritanya tentang sebuah bukit di belakang sekolah. Konon, jika kita melihat matahari terbenam selama 51 hari berturut-turut di bukit itu, cintamu akan menjadi nyata.

Myungeun tidak begitu percaya dengan cerita lama itu. Apalagi ketika ia mengetahuinya dari Seokjin, teman dekatnya. Anak itu tidak mudah untuk dipercaya, terlalu sering membual! Bagi Myungeun, legenda seperti itu tidak ada. Mana mungkin sebuah bukit dapat mengabulkan cinta, tidak mungkin!

“Jadi kau tidak percaya padaku?” Seokjin merengut mendengar pendapat Myungeun sementara yeoja itu hanya mengangguk. “Pabo, semua orang tahu itu benar!” ujar Seokjin lagi, Myungeun menggeleng lagi.

“Kau yang bodoh, Kim Seokjin! Tidak mungkin ada rumor seperti itu! Kau ini sudah remaja, tak perlu percaya hal-hal seperti itu. Lagipula, itu hanya bukit biasa.” komentar Myungeun. Seokjin hanya mendengus, tak ada gunanya mengelak dari tanggapan Myungeun.

“Tapi, Jungkook telah membuktikannya! Lihatlah ia sekarang, berhubungan dengan Yein, kau tahu kenapa? Itu karena ia menatap setiap matahari yang tenggelama selama 51 hari berturut-turut!” bantah Seokjin.

“Ah, mungkin itu hanyalah keberuntungan Jungkook saja. Kau ‘kan tahu, Yein memang menyukai Jungkook sejak dulu. Jadi, itu tidak benar! Tidak masuk akal!” ujar Myungeun ikut membantah, Seokjin mendengus sekali lagi. Myungeun hanya membuang muka dan berjalan meninggalkan Seokjin yang menatapnya dengan perasaan kesal.

Dalam hati, Myungeun kaget juga mendengar cerita Seokjin. Walaupun Yein dan Jungkook sudah saling menyukai, tapi agak aneh mengingat Yein selalu menolak jika Jungkook menyatakan cintanya kepadanya… sebelum hari ke-51 Jungkook melihat matahari terbenam di bukit.

Ah, mungkinkah Myungeun bisa mencobanya? Tapi kenapa? Ia ‘kan, tidak menyukai siapapun.

Aish! Seokjin hanya membual, itu ‘kan sudah menjadi kebiasaannya.” gumam Myungeun sambil menggeleng pelan. Namun, diam-diam Myungeun penasaran juga. Siapa tahu rumor itu benar adanya… lagipula, tak selamanya Seokjin bisa berbohong ‘kan?

~~~

Myungeun akhirnya menyerah, ia memilih untuk mencari tahu sendiri apakah rumor itu benar adanya ataukah tidak. Tapi, bagaimana? Ia bahkan tak punya seorangpun yang harus disukai. Ah, mungkin sekadar melihat matahari tenggelam saja sudah cukup.

Pulang sekolah, Myungeun segera berlari menuju ke bukit di belakang sekolahnya. Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang ia kenali sedang berdiri menunggu matahari tenggelam.

Ya!” seru Myungeun keras, sosok itu menoleh dan mukanya segera merah padam. “Jadi, kau disini? Ada seseorang yang kau sukai?” tanya Myungeun.

Sosok yang bernama Kim Seokjin itu menggeleng. “Hanya… melihat pemandangan saja. Kau sendiri bagaimana? Kau kehabisan akal ‘kan, sehingga percaya padaku? Atau… ada seseorang yang kamu sukai?” tanya Seokjin, Myungeun balas menggeleng.

Anio, hanya iseng saja.” jawab Myungeun santai lalu meletakan tas sekolahnya di bangku. Sesaat, keduanya terdiam. Menunggu tenggelamnya matahari yang sudah tinggal beberapa menit lagi. 10 menit kemudian, matahari tenggelam. Hari pun menjadi semakin gelap.

“Aku harus pulang.” gumam Myungeun sambil menarik tasnya, “Sungguh matahari yang indah, bukan?” Myungeun menatap Seokjin, Seokjin hanya mengangguk. Myungeun menghela napas lalu berjalan membelakangi Seokjin,

“Ayo pulang bersama.” ajak Seokjin, Myungeun menoleh dan berbalik sambil menatap Seokjin penuh arti. “Hari sudah malam, berbahaya jika seorang yeoja pulang sendirian.” ujar Seokjin lagi. Myungeun segera menggeleng.

“Aku bisa pulang sendiri.” balas Myungeun sambil memainkan liontin kalungnya, Seokjin menatapnya dengan tatapan aneh. Myungeun mendongak, “Kau ini kenapa? Berhentilah menatapku seperti itu!” tukas Myungeun sambil berbalik membelakangi Seokjin.

Seokjin tertawa lalu berjalan untuk meyamakan langkahnya dengan Myungeun. Ia memegang lengan Myungeun dan menatapnya penuh arti, ia lalu mengacak-acak rambut Myungeun. Myungeun mendengus tanda tak suka, “Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil! Aku ini sudah remaja! Dan kenapa kau melihatku dengan tatapan aneh seperti itu, hah?” seru Myungeun kesal.

Seokjin kembali tertawa, “Berhentilah berbicara. Ayolah, kita harus pulang bersama. Dan, apakah kau selalu memakai kalung itu?” tanya Seokjin sambil menunjuk liontin kalung Myungeun, Myungeun menunduk dan mengangguk. “Ah, ini tidak penting. Baiklah, ayo pulang bersama!”

~~~

Myungeun menatap matahari yang tenggelam dari bukit yang sama seperti kemarin, bersama dengan Seokjin tentunya. Sudah hari ke-2 dan Myungeun masih sedikit tidak percaya dengan legenda tersebut. Ia lalu menatap Seokjin sekilas dan duduk di bangku.

Myungeun tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sejak kemarin, ia menjadi begitu sensitif berada di dekat Seokjin. Apalagi jika ada yeoja lain yang menyinggung-nyinggung tentang Seokjin, rasanya Myungeun ingin berlari sekencang mungkin menjauhi hal itu!

“Apa mungkin?” hatinya berkata-kata, namun Myungeun segera menggeleng. Kembali ia melihat Seokjin yang masih berdiri dihadapannya. Terlihat agak aneh, sepertinya ia sedang kesal.

“Ada apa denganmu? Seharian ini diam saja, tidak seperti biasanya. Apa terjadi sesuatu?” tanya Myungeun pelan, Seokjin tak menoleh dan hanya menggeleng. Myungeun mengetuk-ngetukan ibu jarinya di bangku dengan tak sabar sambil menggigit bibirnya, lantas berdiri dan menarik tas sekolahnya.

“Kalau kau tidak mau pulang bersama setiap hari, bilang saja! Tidak usah berbohong seperti itu!” seru Myungeun tak sabar lalu segera berbalik meninggalkan Seokjin. Namun, tangan Seokjin segera menggenggam lengannya.

“Hari sudah malam, berbahaya jika seorang yeoja pulang sendirian.” ujar Seokjin mengulangi perkataan yang sama dengan kemarin, Myungeun menghela napas tidak sabar. “Huh! Aku akan pulang, berhenti memperlakukanku seperti anak kecil!” ujar Myungeun lalu berlari meninggalkan Seokjin.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan cepat, yang pasti kini keduanya telah tumbuh dewasa. Dan hubungan antara keduanya semakin jauh saja, seakan-akan mereka tak saling mengenal.

Myungeun masih sama, selalu menatap matahari tenggelam di bukit, tinggal beberapa hari lagi hingga ia mencapai hari ke-51. Dan hari-hari setelahnya, ia sadar bahwa ia mulai… menyukai Seokjin? Entahlah, Myungeun beranggapan seperti itu.

Myungeun menjadi semakin sensitif, pemalu dan pendiam. Terutama ketika datang seorang Yoon Mirae, murid baru di kelasnya. Yang kabarnya, dekat dengan Seokjin.

Setiap melihat mereka berdua bersama-sama, ingin sekali Myungeun memukul pipi mulus Mirae dengan kepalan tangannya. Namun, ia hanya bisa tak berkata-kata. Dan Myungeun juga menyadari, menjadi teman masa kecil…

Tidaklah semudah itu…

Tidaklah senyaman itu…

Dan sedikit memalukan, bukan?

Mungkin, Myungeun cukup menjadi teman masa kecil Seokjin saja. Teman masa kecil yang terlupakan, walau bagaimanapun tak ada yang bisa Myungeun lakukan selain menerima kenyataan dengan lapang dada.

Di hari saat matahari itu terbenam untuk ke-51 kalinya, Myungeun dan Seokjin bersama-sama berdiri di bukit yang sama seperti dulu. Myungeun menghela napas lega saat Seokjin datang sendiri, tanpa Mirae yang biasanya selalu menganggunya.

“Myungeun-ah…” Seokjin bergumam. “Kau sedang menyukai siapa sekarang? Aku akan membantumu.”

Nafas Myungeun tercekat, ia tak mampu berkata apapun. “Seokjin-ah, dengar… aku memang membutuhkan bantuanmu, tapi…” Myungeun tak melanjutkan kata-katanya saat Seokjin menatapnya dalam. “Aku mencintaimu.”

Untuk beberapa saat, keduanya terdiam. Seokjin terkejut mendengarnya dan pipinya mulai bersemu merah, tanda bahwa ia sedang menyembunyikan rasa malunya. Sungguh tak pernah berubah. Namun diam-diam, Myungeun menyukai kebiasaan itu.

“Sungguh… membutuhkan waktu yang lama bagiku untuk menunggumu mengucapkan hal itu.”

“CHILDHOOD BLUES”

Anyeong 🙂

Setelah sekian lama aku gak Update, akhirnya aku bisa lanjutin series ini juga^^
Jelekkah? Maaf ya, soalnya aku kehabisan ide sekarang 😦

Lagi suka banget sama Vocaloid, jadinya aku ambil lagu ini deh 😀 BTW, buat penggemar Jin BTS No Bash please… itu aku ngasal banget bikin pairingnya, cuma terinspirasi karena nama mereka sama-sama Jin gitu, wkwkwk…

Berikutnya siapa nih? Kalian mau Request lagu + member?Silahkan!Dikomentar ya 🙂
Rencanya sih aku mau bikin Sujeong x V tapi gak tau lagunya apa -___-

Don’t forget to give me your review by your like/comment, thank you~

Advertisements

9 thoughts on “[Lovelyz Series] Childhood Blues (JIN Ver)

  1. Suka banget sama FF-nya, keren & feel-nya kerasa 🙂 suka juga sama lagunya, hehehe…
    Jin x Jin cocok juga 🙂 keep writing! Nunggu Sujeong nih!

    Like

  2. Cocok banget ya, Jin x Jin 🙂 jadi, Seokjin suka sama Myungeun juga? Wkwkwk… sempet nyesek pas baca bagian mereka tumbuh dewasa itu, kacian banget Myungeuniee~
    Jisoo & Baby Soul mana nih? Hohoho… keep writing!

    Like

    • Halo, makasih sudah membaca dan memberikan komentar 🙂
      Maaf ya, tapi Sujeong mau kupasangin sama V.. Soalnya aku juga bukan Rxo-L huhuhu…

      Maaf ya, makasih usul dan komentarnya 😀

      Like

  3. Pingback: [Lovelyz Series] Lost Time Memory (Sujeong Ver) | Lovelyz Fanfiction Indo

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s