[Ficlet] What Did You Say?

Standard

CBaruYxVAAA2Fzt

What Did You Say?

(sequel of CRUSH)

Lovelyz’s Jin – Got7’s Youngjae

Fluff – Romance

PG-15

.

.

Apa yang dia katakan? Apa itu gombal?

.

.

.

Gadis itu tergesah-gesah berlari sambil mendukung tas sekolahnya yang sangat berat. Dalam benaknya saat ini dia ia sangat takut untuk telat karena jam sudah menunjukan pukul 4 lewat. Sepanjang malam perkataan Youngjae terus membayangi pikirannya maka dari itu dia sangat panik saat tahu dia telah telat.

.

.

.

Myungeun sudah sampai di taman perumahannya namun dia tidak melihat satupun orang yang ada disana. Kembali Myungeun mengecek jam yang melingkar di tangannya. Betul ini sudah jam 4 lewat 15 menit namun kenapa laki-laki itu tidak ada disini? Kini pikiran Myungeun sudah dipenuhi oleh bayangan negatif bahwa Youngjae hanya ingin mengerjainnya saja.

“Dasar pembual bikin capek saja,”dumel Myungeun.

“Siapa bilang aku pembual?”celetuk seseorang dari belakang.

Myungeun membalikan badannya dan terkejut saat melihat ada Youngjae yang sedang memegang dua mangkuk es krim di tangannya. Melihat ekspresi kaget Myungeun laki-laki itu langsung tersenyum miring dan menghampiri Myungeun.

“Kau bilang aku pembual? Ya aku fikir kau yang tidak datang aku sudah menunggu dari tadi makanya aku sempatkan untuk beli es krim dulu,”oceh Youngjae.

Myungeun tersenyum tipis ternyata dugaannya salah. Youngjae menepatin ucapannya sendiri.

“Cepat ambil ini sebelum meleleh ditanganku!”titah Youngjae.

Gadis itu langsung menghampiri Youngjae dan mengambil es krim untuknya. Tidak lupa Myungeun mengucapkan terima kasih sambil bersenyum tipis pada Youngjae.

.

.

.

Sejak tadi keduanya saling diam tanpa berbicara. Masing-masing sibuk menghabiskan es krimnya. Myungeun tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Youngjae karena tiba-tiba saja dia merasa kikuk.

“Apa kau segitunya ingin bertemu denganku sampai berlari tanpa mengganti pakaianmu dulu?”tanya Youngjae mencairkan suasana.

“Siapa bilang aku ini tidak mau membuat orang menunggu makanya aku tergesah-gesah,”sangkal Myungeun.

“Tidak membuat orang menunggu? Kau bahkan telat 15 menit,”cibir Youngjae.

Myungeun mengerucutkan bibirnya karena kesal. Dia baru sadar akan satu hal bahwa Youngjae adalah laki-laki yang sangat cerewet, tidak seperti Howon. Myungeun menggelengkan kepalanya saat mengingat Howon lagi. Mulai hari ini dia akan melupakan orang itu, batin Myungeun.

Ya ada apa denganmu?”Tanya Youngjae.

Eung.. Tidak ada apa-apa,”jawab Myungeun kikuk.

“Ngomong-ngomong kau sekolah di Seoul Korea Arts High School? Memangnya kau suka musik?”tanya Youngjae lagi.

“Ya aku suka bernyanyi. Sekolahku terkenal ya sampai-sampai kau mengenalinya,”kata Myungeun.

“Biasa saja,”celetuk Youngjae.

Myungeun mengumpat dalam hatinya. Benar-benar cowok yang sangat menjengkelkan, batin Myungeun.

Ya ngomong-ngomong kenapa kau pindah kesini?”tanya Myungeun.

“Aku ingin menjadi idol,”jawab Youngjae dengan santainya.

Idol? Kau? Hahaha jangan bercanda!”tawa Myungeun.

“Aku akan menjadi idol dan kau pasti menjadi fangirl nomor 1-ku. Tenang saja karena kita bertemu dari awal aku akan memberikan kau fan service yang special nantinya,”

Karena geli dengan ucapan Myungeun dia terus tertawa dan menjulurkan lidahnya untuk Youngjae. Melihat reaksi Myungeun yang berlebihan membuat Youngjae kesal lalu dia pun berdiri menuju hadapan Myungeun. Myungeun tetap tertawa tanpa memperdulikan raut wajah Youngjae yang sangat kesal itu.

“Bisa diam tidak?”tanya Youngjae.

“Tidak hahahha,”jawab Myungeun terbahak-bahak.

Youngjae yang geram mendengar tawa Myungeun langsung mencubit kedua pipi Myungeun sehingga gadis itu berhenti tertawa. Myungeun memberontak dengan menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri namun Youngjae tak melepaskannya dan membalas Myungeun dengan menjulurkan lidahnya ke perempuan itu.

“Jangan melawanku,”kata Youngjae.

Ia melepaskan cubitannya dan tersenyum puas melihat ekspresi Myungeun yang begitu mendung.

“apa-apaan kau ini,”cibir Myungeun.

“Kau mentertawakanku,”balas Youngjae.

“Tapi tidak begitu juga,”

Youngjae mengulurkan tangannya kembali namun Myungeun langsung memegangin kedua pipinya dan menatap sinis Youngjae.

“Kau tampak mengerikan seperti itu. Aku tidak mau berteman denganmu jika begitu,”katanya.

“Siapa bilang aku mau menjadi temanmu?”oceh Myungeun.

“Kau harus menjadi temanku,”kata Youngjae memaksa.

“Tidak mau!”tolak Myungeun.

Ya kau sungguh tidak mau jadi temanku?”tanya Youngjae.

Saat Myungeun akan menjawab pertanyaan dari Youngjae tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk ke ponselnya dan Myungeun langsung membaca. Youngjae mencari cara untuk mengintip namun Myungeun menatapnya dengan pandangan ‘Dasar tidak sopan!’.

“Aku mendapatkan pesan kalau ada temanku ke rumah sepertinya sampai disini saja pertemuan kita,”ucap Myungeun.

“Ke-kenapa cepat sekali?”kaget Youngjae.

Myungeun langsung berdiri lalu dengan paksa menggeserkan tubuh Youngjae agar tidak menghalangi jalannya. Setelah berpamitan Myungeun langsung pergi meninggalkan Youngjae dengan berat hati. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya Myungeun masih ingin berbicara dengan Youngjae. Entah kenapa dia merasa berada didekat laki-laki itu membuatnya bahagia padahal mereka baru bertemu dua kali dan belum mengetahui seluk beluk dirinya.

.

.

.

Keesokan harinya Myungeun pergi ke sekolah seperti biasa. Myungeun menguncir rambut setinggi-tingginya karena jika disekolah dia akan merasa sangat gerah jika menggerai rambut panjangnya. Teman-temannya sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang sedang berbincang dan ada pula yang lagi memainkan biola.

Ting…nong…ting…nong…

Bell berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai. Semua murid langsung duduk ditempatnya masing-masing untuk menunggu guru mereka masuk. Pagi ini adalah pelajaran vokal guru yang mengajar terkenal disiplin namun setelah 5 menit ia belum masuk juga. Hal itu membuat murid-murid penasaran termasuk Myungeun.

“kenapa guru Kim belum masuk juga ya?”tanya seorang gadis.

“Aku dengar ada anak baru dikelas ini mungkin dia sedang sibuk mengurusnya,”sahut orang yang duduk disampingnya.

Myungeun yang mendengar bisikan itu menjadi heran mengapa bisa ada anak baru ditengah semester? Biasanya sekolah mereka tidak menerima murid baru disaat-saat seperti ini kecuali mereka dari golongan tertentu.

“Semuanya duduk!”seru guru Kim yang baru saja masuk dan di iringin oleh anak laki-laki dibelakangnya.

Mata gadis bernama lengkap Park Myungeun itu melebar saat tahu orang yang ada di depannya. Siapa lagi kalau bukan Youngjae. Sementara itu Youngjae yang melihat teman-teman barunya tersenyum saat menemukan sosok yang dia cari sejak pagi tadi.

“Choi Youngjae-ssi silakan perkenalkan dirimu!”titah guru Kim.

Youngjae tersenyum lalu berdiri dengan tegapnya di depan teman-teman dan tentunya mata Youngjae terus terfokuskan pada Park Myungeun.

“Perkenalkan namaku Choi Youngjae aku berasal dari Busan. Beberapa hari lalu aku pindah ke kota ini untuk menjadi trainee di salah satu agensi besar di Korea,”ucap Youngjae memperkenalkan dirinya.

heol daebak pantas saja bisa masuk kesini dengan mudahnya disaat-saat seperti ini!”seru Jaesuk.

“Youngjae-ssi apa sebelum debut kau ingin mencari pacar dulu?”tanya Jenny, gadis centil yang suka mendekati semua pria. Tampaknya Jenny tertarik dengan Youngjae.

“Tentu saja dan Myungeun orangnya!”jawab Youngjae dengan lantang.

Seisi kelas menjadi ricuh mendengarnya termasuk guru Kim yang kaget dengan keberanian Youngjae. Semua orang melihat ke arah Myungeun dengan pandangan kagum dan cemburu. Myungeun menjadi kikuk dan ia menutupi wajahnya dengan buku pelajaran.

“Sudah hentikan semuanya dan Youngjae silahkan duduk di bangku kosong yang ada dibelakang Myungeun,”kata guru Kim.

Dengan santainya Youngjae berjalan menuju tempat duduknya. Saat berpapasan dengan Myungeun gadis itu melihat Youngjae dengan tatapan membunuhnya namun Youngjae menanggapinya dengan enteng dan tersenyum miring. Saat Youngjae sudah duduk ditempatnya dia berbicara dengan pelan kepada Myungeun.

“Karena kita satu kelas dan lingkungan tempat tinggal kita berdekatan itu tandanya kita akan mudah untuk bertemu. Kalau begitu aku memiliki banyak peluang untuk dekat denganmu, kan?”tanya Youngjae dengan suara pelan.

“Omong kosong apa yang katakan barusan,”dongkol Myungeun.

“Ya aku serius. Myungeun kau mau memberikanku kesempatan, kan?”kata Youngjae.

Karena tidak bisa mengeluarkan kata-kata Myungeun hanya diam dan berusaha untuk tidak mendengar ucapan Youngjae barusan tetapi Youngjae masih saja mengajaknya berbicara.

“Ngomong-ngomong kau sangat cantik jika rambutmu seperti itu. Kau harus lebih sering menunjukannya di depanku. Aku mohon bantuanmu disekolah ini,”bisik Youngjae.

Blush..

Pipi Myungeun memerah mendengar ucapan Youngjae barusan. Dia berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak mendengar ucapan Youngjae barusan namun hatinya tidak bisa berbohong. Selain pipinya yang kini bersemu merah detak jantungnya juga berdebar sangat kencang. Untung saja dia duduk di depan laki-laki itu jadi Youngjae tidak bisa tahu bagaimana reaksinya saat ini. Walaupun Myungeun sangat yakin ini adalah gombalan tetapi Youngjae sudah sukses membuat hati seorang Park Myungeun menjadi kelepek-kelepek karena ucapan lebaynya barusan.

.

.

.

END

.

.

Ini sequel gak jelasnya hahaha. Aku gak tau mau gimana lagi nulisnya yang terbayangkan dibenak cuma begini. Thanks untuk yang sudah baca dan komen *bow*

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] What Did You Say?

  1. ciedah ciedah ada kemajuan juga diantara kalian berdua :3 kirain myungeun bakal jual mahal parah pas diajakin ketemuan lagi ternyata nggak. beneran udah move on ini anak xD /anak siapa?!/

    fluffnya dapet banget duh youngjaeeee lupa ada jin tiba-tiba dikutuk masuk ke botol sama jin imut banget pas tiba-tiba youngjae muncul di kelas dan langsung nembak jin dengan enaknya. gampar aja pake papan tulis bu guru :((

    apa ada lanjutannya lagi? penasaran ini dua anak bisa debut bareng apa nggak/? xD

    Like

  2. Black Lemons

    baru nemu blog ini,kebetulan suka jin,ehh nemu cast jin sama youngjae,wahhah mau juga dong kayak gitu xD,uoungjae terang2an banget ya,bandel anak baru udh bikin ulahxD.
    yeayyy akhirnya jin bisa moveon dari howon,hahaha walapun sempet patah hati sih xD

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s