Crying On (Ficlet)

crying on

Title    :  Crying On

Story by : Megumi (@0729yes)

Cast : Park Chanyeol, (EXO), Ryu Sujeong (Lovelyz)

Support Cast : Kim Taehyung (BTS)

Genre : Romance, Sad.

Length : ficlet

Rate : PG – 17

Disclaimer : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh utama, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka tapi siapa tahu jadi milik author hahaa J . Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

RCL

.

.

.

.

Summary :

Ketika waktu memakan kisah kita, ketika bosan menjadi alibi didalamnya.

Dan ketika air mata menghantarmu pergi dariku.

.

.

.

.

***

Ketika waktu memakan kisah kita, ketika bosan menjadi alibi didalamnya.

Dan ketika air mata menghantarmu pergi dariku. Aku tidak tahu apa yang harus ku perbuat.

Ryu Sujeong terus melakukan perang batin dengan perasaanya sendiri. Dalam diamnya ia benar-benar tengah kacau. Hembusan angin yang menerpa halus rambutnya pun sama sekali tak mampu menenangkan jiwanya.

Dan, desiran-desiran ombak yang menyapu mulut pantai serta menyapa kaki telanjangnya juga turut tak ia hiraukan. Matanya menatap lurus lekat-lekat kedepan. Hamparan laut diujung sana benar-benar menarik perhatian. “apa sebaiknya aku kesana bersama ombak ? agar mereka menelanku dan membuatku pergi dari dunia selamanya?dan tidak merasakan sakit ini” pikirnya terus menerus.

“hiduplah dengan baik setelah ini sujeong.”

Suara khas seorang laki-laki menyapa telinganya. Matanya sedikit bergerak kaget. Ia menoleh perlahan,

“oppaaa..”

Lagi, satu tetes air mata mengalir dari pelupuk gadis itu. Entah sudah berapa bulir air mata yang ia keluarkan hari ini. Ia bahkan tak menyadari itu

Memejamkan mata, orang yang dipanggilnya oppa itu menghela napas berat.

“berhentilah menangis dan membuat dirimu Nampak buruk” tegas laki-laki itu

Seperti tertohok besi, sujeong tercekat mendapati nada itu terlontar dari laki-laki yang menjadi kekasihnya hampir satu tahun belakangan ini. Park Chanyeol.

Dan tanpa berniat menghapus laju air matanya sujeong justru mendekat kearah chanyeol. Mencoba meraih lengan laki-laki itu.

Tapi chanyeol mengelak. Laki-laki itu menjauhkan tubuhnya.

“oppa aku mohon, aku mencintaimu, jangan lakukan ini”

“mianhe sujeong-ah”

“oppaa”

“akan lebih baik jika kita seperti ini”

“tidak ini tidak baik untukku oppa, aku benci ini, aku benci perpisahan kau tahu itu” sujeong mulai bergetar tak kuat.

“mianhe, tapi ini baik untukku”

“chanyeol oppa”

“pergilah, taehyung menunggumu”

Mata sujeong melirik pada seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka. Laki-laki bernama kim taehyung. Laki-laki yang chanyeol anggap mampu menggantikan dirinya dihati sujeong.

Memutus kontak dengan taehyung, kepala sujeong memutar cepat kearah chanyeol.

“shireo.. aku tidak akan pergi,, aku tidak akan meninggalkanmu dan kembali padanya. Dia pernah menyakitiku oppa”

“aku bosan, dan aku ingin kau pergi”

“bosan bosan dan bosan. Itu tidak masuk akal oppa. Apa hanya karena sebuah rasa bosan mampu mengalahkan rasa cintamu padaku?”

Sujeong berteriak histeris. Sakit sangat sakit, ia benci perpisahan, ia tidak ingin kembali pada masa dimana taehyung juga melakukan hal yang sama padanya. Seharusnya chanyeol tidak melakukan ini. Seharusnya chanyeol menepati janjinya tidak akan membuat sujeong menangis dan menderita lagi.

“kurasa iya”

Jawaban chanyeol benar-benar mengiris hatinya sekarang.

“oppa” lirih gadis itu

“kalau kau tidak mau pergi, aku yang pergi lebih dulu. Selamat tinggal, chagiya”

Chanyeol memutar tubuhnya, hendak mendahului sujeong dan meninggalkan gadis itu.

Tapi tangan halus menahan lengannya dan menariknya kembali menhadap kebelakang.

CHUUU~~~

Chanyeol mengatupkan bibirnya kaget mendapati sujeong baru saja mempertemukan bibir mereka.

Dalam diamnya sentuhan bibir mereka. Chanyeol melirik sujeong yang kembali menjatuhkan air mata sambil terpejam.

Laki-laki itu mengendurkan napasnya tenang, ia meraih pinggang sujeong dan menambah intens ciuman mereka.

Chanyel merasa lega sekarang. Dengan ciuman itu sujeong mengatakan bahwa ia rela jika chanyeol meninggalkannya.

Dan ciuman ini yang telah menghantarkanku pada kesedihan oppa”lirih sujeong dalam hatinya.

***

Kehilangan harapan dan cinta membuat sujeong seperti bukan manusia. Sudah tidak ada lagi sujeong yang ceria, pemarah, cerewet dan cengeng lagi. Yang tersisa hanya luka yang tak pernah sembuh hingga membuat sujeong seperti mayat hidup.

“maaf nona, sebentar lagi pesawat akan berangkat. Sebaiknya pakai sabuk pengaman anda” sapa seorang pramugari kepada sujeong dan membuyarkan lamunan gadis itu.

Sujeong menoleh dan mengangguk. “ne”

Kembali pada aktifitas sebelumnya, sujeong menoleh kearah jendela. Ia menghembuskan napas perlahan mencari ketenangan. Keputusannya meninggalkan seoul dan mencari ketenangan di paris sudah bulat. Taehyung melepasnya. laki-laki itu membiarkan sujeong pergi darinya.

Ia bisa bernafas lega setelah taehyung mau melepasnya. tapi kini ia harus melanjutkan hidupnya, melanjutkan kisahnya yang meski ia sendiri tidak yakin akan membuka kisah baru dengan yang lain. Didalam lubuk hatinya yang paling dalam. Dia tetap mengharapkan chanyeol kembali padanya.

“selamat tinggal seoul, selamat tinggal chanyeol oppa” lirih nya pelan.

***

Ditempat lain, dimana dekorasi serba putih begitu mendominasi. Chanyeol memejamkan matanya dan berbaring ditempat yang sudah disediakan petugas berpakaian putih-putih diruangan ini.

“kau sudah siap chanyeol?” Tanya seorang wanita yang terlihat jauh lebih tua dibanding chanyeol.

Wanita itu menggunakan jubah hijau dan mengenakan masker serta sarung tangan karet. Mata wanita itu menyaratkan kekhawatirannya pada chanyeol.

“aku siap noona” ucapnya pada wanita itu.

Mata mereka bertemu. Mata sendu chanyeol dan mata penuh kekhawatiran wanita yang ternyata adalah noonanya. Mereka saling menatap tanpa suara. Seolah tengah berbicara lewat mata mereka.

“dokter park. semua alat sudah siap”

Seru seseorang menginterupsi kegiatan saling tatap mereka.

Chanyeol memejamkan matanya ketika beberapa orang yang juga berpakaian sama dengan noonanya mendorong tempat tidurnya dan membawanya kesebuah ruangan yang amat tertutup dan penuh dengan alat-alat medis.

“jika aku diizinkan membuka mata setelah operasi ini, aku akan mencarimu dan Aku akan berusaha menepati janjiku padamu” do’a chanyeol dalam hatinya.

FIN

A/N : haloooo semua para readers.., aku kembali membawa fanfict gaje inih.. hehee… ohya fanfict ini pernah aku buat beberapa versi, seperti myungsoojung.. kali ini kubuat chanyeol sujeong dehh haha..  Semoga kalian sukaa.. dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Crying On (Ficlet)

  1. hikseu T.T

    Kesian sujeongT.T yang tabah ya/?
    chanyeol akting nya jago/?pura pura bosen padahal…cepet sembuh yaa/?
    taehyung kamu gapapa nak?sini mending sama aku aja^^*digamparin ARMY

    Buat sequel nya dong thor hihi^^keep writing^^

    Like

    • hohoo… namanya juga chanyeol, dia kan gak bisa ditebak hehe.. 🙂
      makasih udh baca ceritaku cingu ^^

      wahaha.. nanti diserbu army lohh,, termasuuk sayaaa hihii..

      sequel ya?? hmmm belum tahu deh mau dibuat sequel atau engga… hheeee.. 🙂

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s