A Complicated Love Story [Chapter 3]

A Complicated Love Story 2

Dreaming Girl Present you…

Poster by flamintskle @ Poster Channel

A COMPLICATED LOVE STORY

Title A Complicated Love Story – Author Dreaming Girl – Leght Chaptered – Rating Teen – Summary Terkadang, kita harus menutupi semuanya demi kehidupan kita – Disclaimer I only own the story

Starring LOVELYZ’s Yein || BTS’s Jungkook || SONAMOO’s Minjae || BTS’s Jin

Romance – Sad – Hurt – School live – Family – Angst – Friendship – AU

“Sometimes, we have to cover it all for our live…”

Previous Story : Teaser || Chapter 1 || Chapter 2 :

Yein mengangatkat muka dan menatap Jungkook, lalu ia menghela napas pelan. “Jungkook-ah…” Gumamnya, Jungkook hanya membalas dengan lirikan.

“Seokjin memberi tahuku, sesuatu yang berhubungan denganmu.” Lanjut Yein, Jungkook hanya mengangguk. “Waeyeo?” Tanya Jungkook.

“Apa kau mengencani Minjae?”

Jungkook hanya diam mendengar pertanyaan Yein, ia menoleh dan menatap Yein datar. “Bukan urusanmu.” Jawabnya singkat.

“Oh, arasseo. Tak masalah jika kau tak mau memberi tahuku.” Ujar Yein lalu kembali merebahkan kepalanya di atas meja. “Apa kau sakit?” Tanya Jungkook tiba-tiba, Yein mendongak lalu menggeleng.

“Eh… Hanya sedikit sakit kepala saja, tidak lebih.” Jawab Yein, Jungkook hanya mengangguk. “Jika kau sakit, aku akan mengantarmu ke ruang kesehatan.” Usul Jungkook, Yein menggeleng.

“Sudah kubilang, aku hanya sakit kepala saja. Mungkin, aku kelelahan.” Tolak Yein, Jungkook hanya diam dan beranjak meninggalkan Yein sendirian di dalam kelas.

“Jungkook-ah…” Gumam Yein lirih.

~~~

“Apa kau mengencani Jungkook?” Tanya Seokjin pada Minjae. Yeoja yang ada dihadapannya itu hanya diam, lalu ia menggeleng.

“Jujur saja. Aku melihat Jungkook menyatakannya cintanya padamu kemarin, benar bukan?” Tanya Seokjin lagi, tapi Minjae hanya menggeleng.

“Kubilang, Jujur saja, Lee Minjae. Lagipula, aku tak akan pernah memberi tahu orang lain tentang hal ini.” Kilah Seokjin. Minjae hanya diam.

Seokjin mendekat dan menyentuh dagu Minjae lalu menariknya hingga jarak keduanya sudah tak begitu jauh lagi. “Baiklah kalau kau tidak mau memberi tahuku…” Ujar Seokjin, lalu ia merogoh sakunya.

Seokjin mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah rekaman suara. Suara Jungkook dan Minjae.

“Dengar, aku tahu ini sangat rumit dijelaskan. Keunde, Minjae-ya, aku mencintaimu.”

“Aku sangat mencintaimu, lebih dari apapun. Jadi, kau mau menjalin hubungan bersamaku, bukan?”

Arasseo. Nado Saranghae, Jungkook-ah.”

Rekaman itu berhenti sampai disitu, Seokjin mematikannya dan memasukan ponselnya kedalam sakunya kembali. Ia menatap Minjae dengan tatapan menantang dan mengangkat dagunya. “Eotteokhae?”

Wajah Minjae berubah pucat pasi. Ia tak menyangka Seokjin telah memata-matainya kemarin, terutama Seokjin telah merekam percakapannya dengan Jungkook.

“Ka… Kau… Kau tak akan menyebarkannya, bukan?” Tanya Minjae khawatir. Seokjin tersenyum remeh dan menatap yeoja itu datar.

“Oh, tentu tidak.” Ujar Seokjin. “Tapi jika kau mau memberi tahuku yang sebenarnya. Jika tidak, rekaman ini akan kupasang di aula sekolah.” Lanjut Seokjin dengan nada mengancam.

Nafas Minjae tercekat, ia hanya diam menatap Seokjin dengan wajah pucatnya. “Bu… bukankah sudah cukup dengan rekaman itu?” Tanya Minjae tergagap, tapi Seokjin menggeleng. “Aku hanya ingin memastikan.” Jawab Seokjin singkat.

Minjae menatap Seokjin khawatir dan takut, ia lalu menghela napas dan mengangguk. “Arasseo. Aku memang mengencani Jungkook.”

Seokjin menatap Minjae dan tersenyum puas. “Gomawo, Minjae-ya. Sekarang, tidak akan ada yang tahu rahasiamu.” Ujar Seokjin lalu meninggalkan Minjae dengan perasaan puas. Sementara Minjae hanya bisa menatap punggung namja itu dengan wajah pucat pasi.

~~~

Langkah Jungkook terdengar tergesa-gesa, namja itu berjalan menuju Rooftop dengan cepatnya. Wajahnya memerah menahan amarah, tangannya terkepal dan langkahnya semakin lama semakin cepat.

Jungkook membuka pintu Rooftop dan menatap punggung namja yang sedang duduk membelakanginya. Jungkook menggeram dan berjalan mendekat, ia lalu menepuk bahu namja itu kasar.

Ya! Kim Seokjin! Apa yang kau lakukan, eoh?! Apa yang kau katakan kepada Yein tadi?! Cepat jawab!” Seru Jungkook penuh emosi, namja bernama Seokjin itu dengan santainya menoleh berdiri. Ia lalu menatap Jungkook dengan tatapan datar.

“Aku tahu semuanya, Jeon Jungkook. Aku tahu.” Ujar Seokjin sambil tersenyum remeh, Jungkook menggeram dan menatapnya dengan tatapan kesal.

“Aku hanya memberi tahu Yein bahwa kau dan Minjae memiliki hubungan khusus. Itu saja.” Ujar Seokjin santai. Mata Jungkook terbuka lebar, ia segera mengangkat tangannya dan mendaratkan tinjunya dipipi mulus Seokjin.

Bruk!

Seokjin jatuh terduduk sambil memegang pipinya yang sakit dan terlihat merah. Ia menoleh dan menatap Jungkook kesal. Namja itu lalu berdiri dan menatap Jungkook dengan wajah memerah menahan amarah.

“Kau benar-benar keterlaluan, Kim Seokjin!” Seru Jungkook. Seokjin hanya menatap Jungkook penuh emosi dan mendekatkan dirinya kearah Jungkook.

“Jadi kau mau bermain kasar sekarang? Hm?” Tanya Seokjin dengan nada mengejek.

Jungkook menatapnya dengan kesal, wajahnya semakin memerah karena emosinya semakin memuncak.

“Sialan kau…”

Buagh!

Satu tinjuan keras dari tangan Jungkook mendarat diperut Seokjin. Hal itu membuatnya mundur sambil memegangi perutnya dan meringis menahan sakit. Seokjin bangkit dan menatap Jungkook kesal. Tak mau kalah, namja itu juga mendaratkan tinjunya diperut Jungkook.

Jungkook mundur dan meringis, ia menatap Seokjin tajam dan bersiap untuk melayangkan tinjunya kembali sebelumnya lengannya digenggam erat oleh seseorang.

Jungkook terengah menoleh ke sampingnya dan mendapati Minjae kini menggenggam lengannya. Jungkook menghela napas kasar dan menepis lengan Minjae.

“Lepaskan aku, Lee Minjae!” Seru Jungkook, tapi Minjae tetap bertahan.

“Dengarkan aku, ada seseorang yang membutuhkanmu saat ini. Ayahmu, dia membutuhkanmu. Aku yakin ia akan sangat sedih jika ia melihat kau pulang dalam keadaan penuh dengan luka seperti ini.” Ujar Minjae berusaha mencari alasan.

Jungkook menatap Minjae dingin, “Siapa peduli padanya, dia bahkan bagai tidak mengenalku sama sekali.” Kilah Jungkook. Tapi Minjae semakin mempererat genggamannya.

“Aku bilang, Pulanglah! Tak ada gunanya kau menyerang Seokjin seperti ini. Dan sekali lagi, Ayahmu membutuhkanmu!” Seru Minjae, Jungkook menatapnya dingin.

Ia menepis lengan Minjae lagi, lalu menatap Minjae tajam. “Dengarkan aku…” Ujarnya, lalu ia menghela napas.

“Aku tak peduli pada Ayahku, atau Ibuku, atau siapapun di dunia ini! Kau mengerti?! Dan juga, jangan pernah mencampuri urusanku lagi, Lee Minjae!” Lanjut Jungkook dingin, Minjae menatapnya takut dan cemas. Ia mundur selangkah dan membiarkan Jungkook berlalu meninggalkannya bersama Seokjin.

~~~

Yein menutup buku pelajarannya, lalu memasukannya ke dalam tasnya. Yein menghela napas sambil berbaring di ranjangnya. Ia menatap langit-langit kamarnya dan memijit pelipisnya, rasanya sakit sekali.

Yein bangkit untuk duduk, ia lalu menunduk sambil memainkan jemarinya. Yein bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya, sehaursnya ia tak usah merasa sedih dan takut seperti ini.

Yein tahu. Yein tahu bahwa Jungkook mengencani Minjae, sahabatnya sendiri. Yein tahu karena ia secara tidak sengaja menyaksikan pertemuan Seokjin dan Minjae tadi. Yein pun ikut mendengar rekaman yang direkam oleh Seokjin.

Dan itu membuat hatinya sakit.

“Ah, andwae!” Gumam Yein frustasi sambil memijit pelipisnya kembali. Yein tidak mau merasa cemburu atau sedih karena apa yang ia dengar tadi. Yein merasa bahwa ia tak mungkin merasa cemburu pada sahabatnya sendiri, juga kepada namja yang seakan-akan membencinya itu.

Tiba-tiba, Yein merasakan bahwa kepalanya semakin sakit. Sakitnya melebihi sakit kepala yang pernah ia rasakan sebelumnya, Yein tak tahu apa yang terjadi. Ia mendesah dan mengerang, lalu berjalan tertatih-tatih menuju meja riasnya.

Yein mendongak dan menatap cermin, betapa terkejutnya ia melihat hidungnya mengeluarkan darah. Nafas Yein terasa sesak, dengan cepat ia meraba-raba meja riasnya untuk mencari kotak tisu.

Yein akhirnya menemukannya. Dengan cepat, ia meraihnya dan berusaha menghilangkan darah yang mengalir dari hidungnya. Tetapi, darah itu tak mau berhenti. Malah, semakin deras dan membuat nafas Yein semakin sesak.

Tubuh Yein ambruk, ia tak mampu menopang berat tubuhnya kembali. Yein memegang kepalanya erat-erat dan memijitnya, berusaha menghilangkan rasa sakti dikepalanya.

Tangan Yein bergerak menuju meja riasnya dan meraba-raba semua isinya, membiarkan barang-barangnya jatuh berserakan di lantai. Yein membuka laci mejanya dan mencari-cari sebuah botol obat yang benar-benar dibutuhkannya sekarang.

Eomma! Aw… Appo…” Serunya. Yein tak berhasil menemukan botol obatnya sebelum pengelihatannya mendadak menjadi semakin buram dan akhirnya… gelap.

~~~

“Yein tidak masuk?” Tanya Sujeong yang duduk di samping Yein ketika ia melihat bangku Yein kosong. Tak ada yang tahu, sepertinya terjadi sesuatu pada Yein hari itu.

Jungkook yang mendengarnya merasa heran, tidak biasanya si anak kepala sekolah itu membolos sekolah. Jungkook mengernyit sambil melirik kearah bangku Yein yang kini kosong. Ia hanya mengangkat bahu dan kembali fokus dengan buku bacaannya.

Seokjin masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya. “Yein tidak masuk, eoh?” Tanya Seokjin mengulang pertanyaan Sujeong. Sujeong hanya menggeleng dan mengangkat bahu.

Seokjin menghela napas dan melirik kearah Jungkook. “Well, mungkin seseorang telah menyakiti hatinya.” Ujarnya dengan suara lantang dan tersenyum remeh kearah Jungkook. Jungkook melirik dan menatapnya kesal, lalu kembali membaca bukunya.

Sujeong menoleh kearah Seokjin dan menatapnya heran. “Apa maksudmu?” Tanyanya, Seokjin hanya menggeleng. “Mungkin Yein baru saja mendengar sesuatu yang membuatnya merasa tertekan.” Jawab Seokjin sambil tersenyum remeh.

Jungkook berdiri dan menatap Seokjin tajam. Ditutupnya bukunya dan dengan segera ia berlari keluar dari kelas. Seokjin hanya tersenyum puas melihatnya.

~~~

Yein membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sakit. “Argh…” Erangnya sambil meregangkan tubuhnya.

“Yein-ah, kau sudah sadar?” Tanya Nyonya Jeong yang sedari tadi duduk di samping ranjangnya. Yein terdiam dan menatap berkeliling, menerka-nerka dimanakah ia sekarang.

Eomma? A… aku dimana?” Tanya Yein balik. “Kau ada di rumah sakit.” Jawab Nyonya Jeong, Yein terkejut mendengarnya.

“A… apa yang terjadi?” Tanya Yein lagi, Nyonya Jeong menghela napas. “Kau akan baik-baik saja, Yein-ah. Bertahanlah.” Jawab Nyonya Jeong.

Yein mengernyit heran, “Apa maksud Eomma? Sebenarnya, apa yang terjadi denganku?” Tanya Yein lagi dengan perasaan heran.

“Yein-ah… karena penyakit penyakitmu, kau harus… menajalani Kemoterapi.”

Nafas Yein tercekat, ia tidak bisa mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Ibunya. “A… Andwae! Andwae!” Seru Yein tak terima.

Eomma, aku tidak mau! Aku tidak mau dikemoterapi seperti dulu lagi, sihreo!” Seru Yein lagi sambil menggeleng. Air mata yeoja itu mulai mengalir dari pelupuk matanya, ia menatap Ibunya nanar.

“Yein-ah, Mianhe. Tidak ada cara lain, jika kau tidak menjalani Kemoterapi-mu… mungkin kau takkan bisa selamat.” Ujar Nyonya Jeong. Seketika itu juga, tangis Yein pecah.

Andwae! Andwae! Hiks… Eomma, katakan padaku bahwa, hiks… ini tidak mungkin…” Tangis Yein, ia menggenggam erat lengan Ibunya sambil terus terisak. Nyonya Jeong memeluk putri tunggalnya dan membelai rambut indah milik Yein.

“Tenanglah, Eomma tahu kau yeoja yang kuat. Bertahanlah, Jeong Yein.”

~~~

Namja bernama Jungkook itu kini sedang terdiam di atas sekolahnya sambil menyesap sebatang rokok. Pandangan mata namja itu memancarkan kekosongan dan penderitaan, sudah lama sekali ia berdiam disana tanpa ada keinginan untuk pulang.

“Jungkook-ah…” Panggil seorang yeoja, Jungkook menoleh dan menatap wajah yeoja itu dingin.

“Mau apa kau kemari?” Tanya Jungkook dingin, yeoja itu mendekat dan duduk di samping Jungkook. Ia terdiam dan menatap Jungkook cemas.

Gwaechanayeo?” Tanya yeoja itu, Jungkook hanya mengangguk tanpa membuka mulut sedikit pun. “Kau belum menjawabku, Minjae-ya. Mau apa kau kemari?” Tanya Jungkook, mengulang pertanyaannya.

Minjae hanya menggeleng, “Aku hanya… menemanimu.” Jawab Minjae asal, Jungkook menoleh dan menatapnya tajam. “Aku ingin sendiri, pergilah.” Ujar Jungkook sambil mengalihkan pandangannya dari wajah Minjae.

“Jungkook-ah, aku…”

“Kubilang pergi. Aku tak perlu ditemani seperti ini, Lee Minjae. Pergi sekarang juga!” Potong Jungkook sambil menatap Minjae dingin.

Minjae menatap Jungkook cemas. “Kau serius? A… aku hanya takut terjadi sesuatu padamu.” Ujar Minjae, Jungkook hanya diam.

“Pergilah.” Pintanya singkat.

Minjae bangkit dan menatap Jungkook takut, lalu ia menghela napas. “Arasseo.” Ujarnya, Jungkook menoleh dan menatap wajah Minjae.

“Aku mengerti, aku mengerti jika kau ingin pergi sekarang. Tapi bukan berarti kau dapat memperlakukanku seperti ini!” Seru Minjae, hampir menangis.

“Apa maksudmu?” Tanya Jungkook bingung.

“Sebenarnya kau mencintaiku atau tidak? Aku tahu kau menyukai Yein, aku tahu itu, Jungkook-ah! Tapi aku tak bisa melihat Yein menderita jika aku cemburu padanya, kau takkan mengerti apa yang dirasakan oleh Yein sekarang!” Jawab Minjae sedikit terengah.

“Minjae-ya, aku…”

“Aku tahu Jeon Jungkook, aku tahu dan aku mengerti. Aku tak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku, tapi aku hanya ingin kejujuran. Jika kau memang tak menyukaiku, maka aku akan menerimanya. Kita hentikan saja hubungan kita.” Ujar Minjae sambil menatap Jungkook lemah.

Jungkook menggeleng, tanda tak terima. “Minjae-ya, dengarkan aku dulu…”

“Aku tak butuh penjelasanmu!” Seru Minjae. “Dengarkan aku, apakah aku merasa sakit hati sekarang? Tentu, rasanya benar-benar sakit. Apakah aku pernah memiliki firasat untuk menyingkirkan Yein agar aku dapat memilikimu sepenuhnya? Tidak! Aku tak mungkin melakukan itu, dia sahabatku! Jeon Jungkook, selama ini aku berusaha untuk mengerti bagaimana kondisimu dan Yein. Tapi untuk kali ini, aku sudah tidak tahan.” Lanjut Minjae panjang lebar.

“Tidakkah kau tahu bahwa aku melakukan ini semua demi Yein? Kau bahkan tidak tahu apa yang terjadi padanya, kau tak akan pernah mengerti bagaimana perasaannya selama ini!” Ujar Minjae lagi.

“Aku tahu Yein mencintaimu. Karena itulah aku berusaha untuk tidak jatuh cinta kepadamu, aku tak ingin ia lebih menderita hanya karena aku! Dan kau, bahkan kau tak tahu dimana Yein sekarang. Aku tak peduli apakah kau mencintainya ataukah tidak, aku hanya ingin menghentikan ini sekarang. Aku lelah untuk membohongi Yein terus menerus, Jungkook-ah.” Ujar Minjae sambil terisak.

Jungkook menatapnya cemas dan bangkit, berjalan mendekat kearah Minjae. Tapi Minjae segera mundur, “Sudah cukup, Jungkook-ah…”

“Aku sudah lelah, kita hentikan sampai disini saja. Jika kau ingin membuatku bahagia, maka tetaplah disamping Yein untukku.” Ujar Minjae lalu berlari meninggalkan Jungkook dari Rooftop.

~~~

Jungkook melangkah memasuki ruang kerja pamannya. “Ahjussi…”

Lee Ahjussi mendongak dan tersenyum kepadanya, “Duduklah.” Pintanya, Jungkook mengangguk dan duduk di bangku yang sudah disediakan.

“Aku ingin bertanya pada Ahjussi.” Ujar Jungkook. “Kau ingin menanyakan apa?” Tanya Lee Ahjussi.

Ahjussi menangani pasien bernama Jeong Yein, bukan?” Tanya Jungkook, pamannya hanya mengangguk. “Waeyeo?”

“Sebenarnya, dia mengidap penyakit apa?” Tanya Jungkook. Lee Ahjussi mendongak dan tersenyum, ia lalu membuka beberapa berkas miliknya.

“Dia mengidap penyakit Leukemia.”

-TBC-

Fast Update 🙂

Maaf kalau pendek dan gak nyambung, plus aku minta maaf karena moment Jeong-In-nya kurang 😦 aku tambahin di Chapter berikutnya kok.

Oh iya, aku mungkin gak bisa posting lanjutannya secepatnya ya, soalnya aku lagi sibuk dan Internetku error 😦 ditunggu komen & like-nya~

Advertisements

23 thoughts on “A Complicated Love Story [Chapter 3]

  1. Jungkook kasian, ternyata Minjae beneran pacaran sama Kookie? Wuaaaa… terus nasib Yein gmn dong?
    Yein juga kasian, ternyata dia mengidap Leukemia y? Minjae sama Jungkook putus? Penasaran nih Thor, ditunggu lanjutannya 🙂

    Like

  2. Jungkook sama Minjae putus? Kasian Yein, punya Leukemia 😦 oh ya Thor, Jin itu kenapa benci baget sama Jungkook siiih??? Ditunggu lanjutannya y ><

    Like

  3. KEREEEEEENNNNNNNNNNN >< aku penasaran sama Yein, kasian banget dia 😦 Jin kenapa benci banget sama Jungkook y? Terus Minjae sama Jungkook putus? Aduh, Jungkook tuh sukanya sama siapa???

    Maaf banyakan nanya Thor, abis, FF-nya keren dan bikin penasaran sih 😀 ditunggu lanjutannya yaaaa

    Like

    • Huaaaaa… masa sih? Hehehe… makasih ya~
      Yap, Minjae sama Jungkook putus. Kenapa Jin benci sama Jungkook? Rahasia#Plak!
      Jungkook suka sama siapa? Nanti akan ketahuan kok^^

      Ditunggu aja Chapter berikutnya ya 🙂 makasih udah baca & komen

      Like

  4. Jadi, Jungkook sama Minjae cuma pacaran tanpa Jungkook suka sama Minjae? ya beruntung sih mereka udah putus. Jujur, kasian Yein. Dia lagi sakit terus tahu berita pacaran sahabatnya dengan orang yang disukainya lagi. keep strong, Yein-a! Dugaanku sih, sepertinya setelah Jungkook tahu penyakit Yein, mungkin dia akan sedikit lebih peduli sama Yein. tapi cuma dugaan sih, belum tentu bener juga. Nah terus, si Seokjin dendam banget sama Jungkook yaa, kenapa sih? Seokjin kayak pengadu domba gitu deh, karakter antagonis sekali. padahal dia biasku, tapi aku benci banget karakternya-,- apasih
    well, ditunggu kelanjutannya, fighting and keep writing~

    Like

    • Halo, aduh komen kamu panjang banget 🙂 tapi makasih banyak lho, hehehe…

      Jungkook masih suka sama Minjae, tapi mereka udah putus. Hmm… Soal dugaanmu, kamu tunggu aja ya dichapter berikutnya 🙂
      Ditunggu aja Chapter berikutnya 😀 makasih udah baca & komen

      Like

  5. Hadooh.. maaf ya baru komen sekarang, soalnya lagi ngebut baca. Tapi ff ini seru banget deh. Bahasa yang dipakenya ringan, jadi nggak bikin pusing. Jalan ceritanya juga menarik . Bikin penasaran gitu. Nanti updatenya yang cepet ya.. terus panjangin dikit laah #plak fighting lah buat author kece yang satu ini biar semangat nulisnya. Penasaran banget reaksi jungkook setelah tau yein punya penyakit berat .

    Like

  6. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 4] | Lovelyz Fanfiction Indo

  7. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 5] | Lovelyz Fanfiction Indo

  8. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 6] | Lovelyz Fanfiction Indo

  9. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 7] | Lovelyz Fanfiction Indo

  10. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 8] | Lovelyz Fanfiction Indo

  11. Nah udah aku duga dari awal Yein menderita Leukimia ternyata bener T____T
    Kata-katanya Minjae nyentuh banget 😦
    Jadi Jungkook itu suka sama Yein juga atau engga thor?
    Jin ama Jungkook kaya punya dendam pribadi yah… xD

    Like

  12. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 9] | Lovelyz Fanfiction Indo

  13. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 10] | Lovelyz Fanfiction Indo

  14. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 11 – END] | Lovelyz Fanfiction Indo

  15. Yaaaakk… Seokjin, jungkook, mreka berdua menyesap rokok :”((
    Kereennn… Tpi aku masih belom ngerti knp jungkook pacaran sma minjae klo g mencintainya? Terus minjae bilang dia tau yein cinta sma jungkook dan msih nerima jungkook.. Eiisshhh ini rumit :3 baiklah aku bacaa chapter selanjutnya biar g kepo xD

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s