How To Love (Oneshoot)

how to love

Title    :  How To Love?

Story by : Megumi (@0729yes)

Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook (BTS), Ryu Sujeong, Jeong Yein (Lovelyz)

Genre : Romance, School Life, Drama

Length : Oneshoot

Rate : PG – 16

Disclaimer : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh utama, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. OH yaa maaf kalo kepanjangan hehe J

RCL

Summary :

Taehyung masih bergeming menangkap maksud ucapan sujeong

tentang berhenti sampai disini itu

.

.

.

 

***

Dalam hal perasaan, semua manusia memiliki hak yang sama. Baik itu untuk mencintai atau dicintai. Karena dua hal itu, manusia bisa menciptakan hubungan yang indah dan didambakan setiap orang. Namun, jika salah satu perasaan itu tidak dimiliki. Masih mampukah hubungan itu terjalin? Jika iya, lalu apa yang mendasari hubungan atas nama cinta itu?

Itulah yang akhir-akhir ini terus melekat dibenak seorang Ryu Sujeong. Ia merasa tidak adil dalam hal perasaan itu, karena ia tidak memiliki salah satunya.

Dicintai

Sudah hampir satu tahun lamanya ia menjalin kasih dengan kim taehyung. Tapi ia merasa ada yang salah dengan hubungan mereka, ia merasa hanya ia yang memiliki perasaan mencintai disini. Bahkan taehyung hanya mengatakan kalau ia menyukai sujeong saat ia meminta sujeong menjadi kekasihnya.

Lalu apa maksudnya menyukai? Bukan mencintai?

“yein-ah, apa kau ingin pulang bersama hari ini?”

Tanya sujeong yang kini tengah merapikan buku-bukunya kedalam tas.

“wae? Kau tidak pulang bersama taehyung ?” yein balik bertanya. Ini tidak seperti biasanya.

“tidak apa, aku hanya ingin pulang bersamamu saja hari ini, lagipula ada kabar, banyak orang aneh dan gengster yang sering berkeliaran akhir-akhir ini disekitar komplekku.. aku sedikit takut” ujar sujeong dengan wajah menunduk

“jinjjaa??? Kalau begitu kau pulang saja dengan taehyung. Lagipula akhir-akhir ini aku jarang melihat kalian bersama.. akan menyenangkan pulang bersama namjacingu” ujar yein

“sepertinya tidak, kau tidak bisa ya pulang bersamaku? Taehyung sedang sibuk” dan selalu sibuk… lanjut sujeong dalam hati.

Yein melihat gelagat sujeong yang sepertinya tengah menyembunyikan sesuatu. Sungguh ini membuatnya merasa tidak nyaman dan secepatnya ingin tahu apa yang membuat sujeong menjadi seperti ini.

Terjadi kebisuan diantara kedua yeoja itu untuk beberapa saat, sampai akhirnya sebuah suara menginterupsi mereka.

“YAAA.. Tidak bisakah kalian cepat sedikit, yein-ah pallii.. kita akan terlambat”

Jeon jungkook berdiri menyandar dipintu kelas sujeong dan yein.

Yein yang menyadari kehadiran jungkook pun bergegas memasukkan buku terakhirnya kedalam tas.

“sujeong-ah, mian .. aku sudah terlanjur ada janji dengan jungkook, aku akan menyuruh taehyung kesini dan pulang bersamamu okeeee” ujar yein

Sujeong yang mendengar itu, melirik sekilas jungkook dan menghela napas,

“anii, lebih baik aku pulang sendiri, kau bersenang-senang ya dengan jungkook. Setelah itu ceritakan padaku” ucap sujeong dengan senyumnya yang khas.

“tap—

Belum selesai yein bicara sujeong sudah menyela “ tidak apaa,, aku pulang”

Sujeong meraih tasnya dan melangkah lebih dulu meninggalkan kelas, yein hanya menatap punggung sujeong yang semakin menjauh dengan perasaan tak enak hati. Sementara jungkook mulai merasa ada yang aneh dalam situasi ini, ia pun berjalan menghampiri yeojanya. Jeong Yein.

“ada apa?”

Yein tak bergeming, ia masih terdiam mencoba memahami sikap sujeong. Matanya menyipit, dahinya berkerut dan bibirnya mengerucut. Jeongkook yang melihat ekspresi yeojanya saat berpikir itu tersenyum geli.

“yein-ah, kau cantik sekali hari ini” goda jungkook berbicara tepat ditelinga yein.

“Neee???”

tersentak mendengar ucapan jungkook barusan. yein menoleh dan mengedipkan matanya berkali-kali karena kaget.

“aigoooo… bagaimana bisa aku mempunyai kekasih seperti anak TK begini” ujar jungkook dengan tangannya yang membelai halus puncak kepala yein.

“mwoooooo?” yein memberengut mendengar ucapan jungkook barusan, segera ia menjauhkan tangan jungkook dari kepalanya dan menatap jungkook sebal.

Jungkook terkekeh geli sebelum akhirnya ia mengingat ada yang aneh dengan sujeong tadi.

“ada apa dengan temanmu tadi? Sepertinya ada yang aneh”

Yein menggigit bibir bawahnya dan menghela napas, gadis itu mengambil tas nya lalu memakainya. Tak lupa ia juga menggandeng lengan jungkook dan berjalan keluar kelas.

“entahlah,, aku juga tidak tahu pasti.. tapi aku yakin ini ada hubungannya dengan temanmu itu” ujar yein masih sambil terus berjalan menggandeng lengan jungkook sepanjang koridor sekolah

“taehyung?” tanya jungkook

“yapss.. siapa lagi” jawab yein

Jungkook mengangguk-angguk mengerti. Ia memandang lurus kedepan dan tanpa sadar mereka sudah hampir sampai didepan gerbang sekolah.

Seorang laki-laki berbadan tegap dan bersetelan jas menghampiri keduanya. Jungkook menanggapi kedatangan laki-laki yang lebih tua darinya itu dengan senyum. Laki-laki itu segera membungkuk memberi hormat pada jungkook. Ya dia adalah bodyguard pribadi jungkook.

“kau parkir dimana mobil ku park ajussi?” tanya jungkook

“disana tuan” tunjuk park ajussi pada mobil jungkook yang terparkir manis diseberang sekolah.

Yein menggerakkan tangannya yang menggandeng jungkook seolah memberi tanda kalau ia ingin bicara dengan jungkook.

Jungkook pun menoleh pada yein,

“apa kita akan pergi dengan park ajussi juga?” tanya yein sedikit berbisik.

Jungkook tersenyum “aku akan menyuruhnya pergi jika sudah sampai” balas jungkook dengan senyum. Yeinpun juga tersenyum mendengarnya.

Keduanya kemudian berjalan menghampiri mobil dan memasukinya, begitu juga park ajussi yang siaga dikursi pengemudi.

Mobil hitam mewah itupun melaju mulus meninggalkan pekarangan sekolah.

Sujeong yang sebenarnya sedari tadi masih berdiri di sudut gerbang sekolah melihatnya. Melihat bagaimana jungkook dan yein pergi, sebenarnya bukan itu yang mengganggu pikiran sujeong. Tapi bagaimana cara mereka menjalin kasih. Itu yang membuat sujeong terganggu karena merasa iri.

Meskipun jungkook adalah anak pemilik yayasan sekolah dan seorang chaebol yang kemana-mana selalu ditemani bodyguard. Serta kebanyakan seorang chaebol itu akan tidak memiliki waktu banyak untuk sang kekasih karena kekangan orang tua, itu berbeda dengan jungkook.

Ia selalu bersikap manis dan perhatian pada yein, ia juga selalu menyempatkan pergi bersama yein meski lagi-lagi harus diawasi bodyguard. Perasaan saling mencintai dan merasa dicintai antara yein dan jungkook itulah yang membuat sujeong iri.

Ingatan bagaimana sikap taehyung yang tak pernah semanis jungkook memperlakukan yein membuatnya kesal iri dan sedih. sebenarnya ia sendiri juga heran kenapa taehyung bersikap seperti itu, awalnya ia merasa begitulah memang sikap taehyung, dan ia harus memahami itu. Namun lambat laun ia justru merasa taehyung seperti tak memiliki perasaan apapun padanya.

Seperti halnya hari ini, sebenarnya ia sudah memberitahu taehyung kalau ada sedikit hal tidak nyaman disekitar lingkungan komplek rumahnya, tapi bukannya menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. taehyung malah menyuruh sujeong pulang bersama yein atau jungkook dengan beralasan ia sedang ada urusan penting.

Sujeong menghela napas, ia mengerucutkan bibirnya dan mengembungkan kedua pipinya mengingat hal itu.

“gwencana, sujeong-ah. Yein memang beruntung” gumamnya .
“apanya yang beruntung?”

Suara seseorang membuat sujeong kaget dan menoleh.

“astaga”

sujeong mengelus dada menetralkan detak jantungnya yang kaget karena suara tadi dan ditambah mengetahui suara itu berasal dari kim taehyung yang entah sejak kapan sudah berdiri tegak disamping tempatnya kini.

Taehyung mengerutkan keningnya bingung, ia melihat sujeong yang masih menatap dirinya tanpa berkedip dan tangan yang masih mengelus dada.

Tangan taehyung terangkat menggapai puncak kepala sujeong dan mengacak lembut poni kuda gadis itu.

“kau baik-baik saja? Aku tanya apanya yang beruntung?”

Mendapat perlakuan sedikit manis dari taehyung membuat sujeong mampu menetralkan detakan jantungnya dengan cepat. Ia masih diam tanpa berniat menjawab pertanyaan taehyung. Tangan taehyung pun turun dan masuk kedalam saku celana.

Sujeong melihat taehyung dan mengerutkan kening

“mana tasmu?” tanya sujeong

“tas?”

“iya, tas. Kau tidak ingin pulang membawa tas mu?”

“ahh… tas ku masih didalam kelas. Aku masih ada beberapa artikel majalah sekolah yang harus diurus lagi pula sebentar lagi akan ada pengrekrutan redaksi sekolah untuk mengikuti reporter camp, dan aku ingin sekali terpilih. jadi tidak bisa langsung pulang. Bukankah aku sudah mengabarimu tentang hal itu?” jelas taehyung

“jadi karena artikel artikel itu kau tidak bisa mengantarku pulang? Kau tidak memberitahuku tentang itu. Kau hanya bilang sedang ada urusan penting!” selidik sujeong dengan sedikit ketus.

Taehyung berdehem mengerti maksud arah pembicaraan ini. Ia kemudian melihat sekeliling dan sepi. Hanya ada ia dan sujeong serta beberapa anak yang sedang bermain futsal dihalaman sekolah. Memang wajar karena ini sudah lewat jam pulang.

“jungkook yein?” tanya taehyung

Sujeong memelengoskan wajahya “mereka sudah pulang”

“kenapa kau tidak ikut pulang bersama mereka?” tanya taehyung

“apa aku orang gila? Yang mau pergi bersama dengan sepasang kekasih dan menjadi orang ketiga atau apalah itu. Aku akan terlihat seperti orang bodoh” lagi dan lagi sujeong melempar nada ketus pada taehyung.

Taehyung berdiam diri memandangi sujeong. Entah apa yang tengah dipikirkannya. Tidak ada yang tahu, kim taehyung selalu tidak bisa ditebak siapapun. Kala ia tiba-tiba menyatakan perasaannya pada sujeong pun itu sama sekali tidak terduga. Pasalnya, sujeong tengah dekat dengan Kim Seokjin saat itu, yang tidak lain adalah kakak sepupu taehyung.

Sujeong berdecak kesal. Ia memutar badannya menghadap taehyung.

“jadi untuk apa kau disini Jika tidak untuk pulang bersamaku? Sebaiknya kau masuk saja sana, urus saja urusan artikel kesayanganmu itu”  ketus sujeong dan mengalihkan lagi pandangannya.

“yaa ada apa denganmu?”

“tidak ada, kalau pun ada sesuatu juga tidak penting” ungkap sujeong dan mengambil langkah kasar meninggalkan taehyung yang masih bergeming ditempatnya.

Taehyung lagi dan lagi kembali terdiam, hatinya mencelos seketika mendapati sikap sujeong. Ia mengedipkan matanya berkali-kali memastikan kalau ini bukan mimpi. Sujeong dan segala sikap manis dan cerianya berubah begitu saja. Padahal ia ingat dengan jelas kalau tadi pagi ia masih baik-baik saja dengan sujeong saat bicara lewat telpon.

Laki-laki itupun memiringkan kepalanya sedikit berpikir. Lalu mengedikkan bahu seolah tak perduli dan berbalik kembali memasuki ruang sekolah.

Sujeong yang terus menerus mendumel sepanjang langkahnya. sikap taehyung yang selalu menganggap enteng hal kecil itu membuat dirinya kesal sendiri.

tiba-tiba sujeong menghentikan langkah ketika hampir sampai pintu gerbang sekolah. Ia menolehkan kepalanya hati-hati kembali kebelakang. Seketika matanya terbelalak dan menoleh dengan pasti.

Ia melihat taehyung yang sudah berjalan santai memasuki koridor dalam sekolah seakan tak ada apapun yang harus dipertanyakan akan sikap juteknya tadi.

Sujeong menghela napas

“dia benar-benar tidak perduli”

***

Ditengah malam dan lingkungan yang sepi. Sebuah mobil mewah hitam berkelas menepi kehalaman rumah yang juga cukup mewah.

tertera nama keluarga Ryu disana.

Jungkook terlihat keluar dari mobil itu dan berjalan memutar membuka pintu penumpang, yein dengan pakaian tidurnya turun dari mobil jungkook dan tak lupa boneka ayam besar yang ia bawa.

Tak lupa park ajussi yang juga turut ada disana dan memencet tombol intercom rumah tersebut.

Jungkook sedikit menahan tawa melihat penampilan yein.

“wae?” tanya yein menyadari sikap jungkook yang memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.

“ani, kau lucu sekali” ungkap jungkook sedikit terkekeh

Bagaimana tidak, dengan mamakai pakaian tidur dan rambut dikuncir dua , sendal tidur serta membawa boneka besar yein keluar dari rumahnya dan menuju rumah sujeong diantar jungkook tanpa mengganti pakaian.

“aishhh.. kalau tidak karena sujeong yang menangis-nangis dan memintaku datang, aku tidak akan datang kerumahnya malam-malam begini”

Gerutu yein dan berdecak sebal melihat rumah sujeong.

“untung ada kau, aku bisa memintamu mengantarku” lanjutnya lagi dan tersenyum manis pada jungkook.

Jungkook membalas senyum yein dengan senyum yang juga tak kalah meneduhkan.

“dengan senang hati, chagi. Kapanpun kau memintaku datang, aku akan datang” ujar jungkook lalu mengedipkan sebelah matanya.

“aigoo.. uri jungkook.. kapan kau belajar wing seperti itu? Membuat geli saja” ledek yein

Jungkook tertawa dan mengacak puncak kepala yein lembut. yein tersenyum manis mendapat perlakuan itu. Keduanya itupun saling menatap dengan senyuman tanpa menghiraukan park ajussi yang ada disamping mereka dan gadis yang baru saja membuka pintu pagar rumah itu.

“YAAAAAA!!! TIDAK BISAKAHH KALIAN TIDAK BERMESRAAN DI DEPAN RUMAHKU”

Teriak sujeong geram melihat tingkah kedua temannya itu. Sungguh ia meminta yein datang kerumahnya karena ia ingin berbagi cerita soal hubungan dan perasaannya bukan untuk melihat yein bermesraan dengan jungkook.

Sujeong menghentakkan kakinya kesal dan masuk kedalam rumah

Yein tersenyum canggung

“sepertinya aku harus masuk,, sebelum gadis itu akan bertambah liar” ngeri yein.

CUPP

Yein mengecup pipi jungkook sekilas, lalu dengan senyum mengembang melangkah masuk kedalam rumah sujeong.

Jungkook memegangi pipinya dengan senyum “hahhh,,, kau benar-benar jeong yein..aku menyukaimu”

Tiba-tiba ponsel jungkook bergetar menandakan pesan masuk. Jungkook segera merogoh saku celana jeansnya dan mengecek ponselnya.

Laki-laki manis itu mendengus sebal membaca pesan yang baru saja masuk

“mereka benar-benar pasangan serasi. Selalu menyusahkan orang lain”

***

 

Di hari minggu yang cerah namun gelap.

“huftt…… weekend yang menyebalkan” keluh yein

Sujeong dan yein kini tengah berjalan mengitari kawasan gangnam street. Entah ini sudah yang keberapa kali mereka mengitari tempat yang sama. Yein sebenarnya ingin protes, padahal ia akan lebih bisa memanfaatkan hari liburnya dengan baik mengingat cuaca sangat mendukung. namun melihat sujeong yang nampak murung dan seolah tak perduli dengan sekeliling membuatnya urung melakukan.

“sujeong-ah”

Sujeong berhenti melangkah dan menatap yein sendu. Mata nya yang tidak terlalu besar dan kantung mata yang menghitam seperti panda menambah buruk keadaannya.

“huahhh kau benar-benar terlihat menyedihkan, bagaimana kau terlihat gelap dicuaca cerah seperti ini” ungkap yein hati-hati

Sujeong hanya menghembuskan napas pelan, “ya itu memang benar, yein-ah. Kau pulanglah saja dulu. Aku akan mampir ke cafe itu sebentar” ucap sujeong

Gadis itu menunjuk sebuah cafe berukuran sedang dibelakang yein. Yein pun menoleh mengikuti arah tangan sujeong. Dia pun mengangguk-angguk. Ia tahu disaat seperti ini sujeong memang sedang membutuhkan waktu sendirian, apalagi setelah perdebatan hebat nya dengan taehyung kemarin sebelum akhirnya ia jadi korban tempat curhatan sujeong yang membuatnya harus datang tengah malam kerumah sujeong demi mendengar keluhan dan cerita sujeong.

“baiklah, kalau begitu kau hati-hati, ah iya ini untukmu”

Yein memberikan sebuah buku catatan, sujeong mengernyit heran kenapa yein memberinya ini.

“paling tidak agar kau tidak terlihat terlalu menyedihkan, berpura-puralah membaca buku ku itu. Kau tahu kan aku suka membuat fanfiction infinite. Ada beberapa yang kutulis disitu hee” jelas yein dengan cengiran khasnya. Lalu ia sedikit mengusap pundak sujeong sekedar memberi kekuatan dan memberi tahu sujeong kalau dirinya peduli.

“gomawo” ucap sujeong

“cheonma”

Yein pun melangkah meninggalkan sujeong lebih dulu seraya melambaikan tangan. Sampai pada persimpangan yein sudah menghilang dari arah pandang sujeong.

Sujeong pun akhirnya melangkah kearah cafe tempat dimana menikmati racikan kopi terbaik diseoul, setidaknya begitu yang pernah taehyung ceritakan padanya.

TINGGG

Lonceng bel caffe berbunyi saat sujeong membuka pintu cafe dan memasukinya, seorang pelayan tersenyum kearahnya dan segera mendekati sujeong saat sujeong sudah mengambil posisi duduk dimeja cafe yang tepat disamping jendela yang memperlihatkan hirukpikuk gangnam street. Pelayan itu menanyakan apa yang ingin sujeong pesan.

“caramel macchiatt… ahhh ani, espresso satu” ujar sujeong

“espresso?” ulang sang pelayan

“ne,”

“baiklah, tunggu sebentar”

Pelayan itu pun menjauh dari tempat sujeong, dan selang beberapa lama pesanan sujeong sudah datang. Secangkir espresso hangat yang sebenarnya sama sekali tidak mengundang sujeong untuk meminumnya.

Lalu sebenarnya untuk apa ia memesan espresso?

Sujeong membungkuk mendekatkan wajahnya pada secangkir espresso itu yang masih terletak manis diatas meja. Gadis itu mengambil sendok kecil dan menyentuhkannya pada cangkir sehingga sedikit menimbulkan dentingan.

“hei espresso pahit” ujar sujeong pada cangkir itu.

“sebenarnya aku tidak ingin memesanmu, aku lebih suka macchiato dengan caramelnya yang lebih manis dan mengundang selera”

“tapi rasanya tidak pas jika dalam suasana seperti ini aku meminumnya, aku sedang merasa pahit, jadi aku harus meminum yang lebih pahit. Agar aku meyakinkan bahwa aku bukanlah satu-satunya yang mengalami kepahitan. Ohhh aku benar-benar gila”

Sujeong sedikit mengambil espresso itu dengan sendok lalu meminumnya..

Namun ekspresi sujeong berubah aneh… rasanya pahit.. dan ia benci espresso.

“yaa bagaimana bisa kau sepahit ini?? Tapi kenapa taehyung begitu menyukaimuu?????”

Sujeong terus bergumam sendiri pada cangkir yang sebetulnya pun tidak akan mengerti, apalagi menanggapai ucapan sujeong.

Entah kenapa tiba-tiba gadis itu merasa perih dibagian matanya. Matanya mulai meremang menahan genangan cairan yang ingin meloloskan diri.

Flashback

“YAAAA SEBENARNYAA APA YANG TERJADI DENGANMU RYU SUJEONG!!!” teriak taehyung penuh amarah pada sujeong melihat gadis itu dengan mudahnya menghancurkan artikel yang telah ia buat dan beberapa lembar foto hasil jepretannya untuk majalah sekolah.

Rupanya sujeong tidak langsung pulang, ia berjalan dengan kesal kekelas taehyung lalu menumpahkan kekesalannya pada barang-barang milik taehyung.

Sujeong bergetar memandang taehyung yang berteriak padanya. Air matanya menggenang menahan tangis. Ini pertama kalinya taehyung berteriak dihadapannya. Dan itu sungguh menakutkan

Lagi pula ini sebenarnya salah paham, taehyung kembali kekelas untuk mengemas tas nya, menyusul sujeong dan mengantarnya pulang. Tapi justru sujeong datang kekelas dan membuatnya terpancing emosi seperti sekarang.

“hahh setelah menghancurkan semua jerih payahku sekarang kau menangis? Sebenarnya apa masalahmu?” geram taehyung.

Sudah beberapa hari ini taehyung sibuk mengumpulkan beberapa berita dan artikel untuk majalah sekolahnya sekaligus untuk mengikuti seleksi perekrutan reporter sekolah yang diadakan SBS Tv. Dan menjadi reporter terkenal adalah keinginannya sejak dulu. Jadi ini adalah kesempatan emasnya,

Namun dengan tanpa alasan yang ia tahu, sujeong menghancurkan semua karyanya. Padahal sebagai kekasih seharusnya ia mensuport taehyung dan tidak seperti ini, pikir taehyung.

“sepenting itukah semua itu untukmu?” tanya sujeong dengan suara yang bergetar

“tentu saja, kau tahu itu. Lalu kenapa kau menghancurkannya hah??”

“karena kau juga menghancurkan hatiku, itu lebih sakit”

“mwoo??”

“kau jahat taehyung. Kau menyebalkan, kau bahkan tidak pernah memperdulikanku sampai seperti kau begitu peduli pada artikel mu itu, melihatku saja kau tidak pernah”

“sebenarnya apa maksudmu sujeong-ah?” tanya taehyung menggeram menahan emosinya

“aku menyesal, aku menyesal menerima mu menjadi kekasihku. Aku menyesal”

Air mata sujeong akhirnya lolos begitu saja.

Bahu taehyung merosot, hatinya mencelos mendengar ucapan sujeong. Sungguh ia tidak bermaksud kearah sana.

“apa maksudmu dengan menyesal?” nada bicara taehyung meluluh

“seharusnya jika kau tidak benar-benar menyukaiku jangan mendekatiku dan mengatakan hal lebih” ujar sujeong dengan sedikit sesegukan

“sebaiknya kita berhenti sampai disini, aku tidak mau membebankanmu” timpal sujeong lagi dan berbalik hendak pergi. Ia melangkah perlahan

Sementara taehyung masih bergeming menangkap maksud ucapan sujeong tentang berhenti sampai disini itu.

Sujeong menghentikan langkahnya dan menoleh sebentar “dan maaf untuk artikel itu” setelahnya sujeong berlari pergi dengan derasnya aliran airmata yang sudah tak terbendung.

Flashback off

***

Ditempat lain, yein melangkah dengan sedikit ragu. Sebenarnya ia tidak tega meninggalkan sujeong. Namun biar bagaimanapun sujeong akan mampu mengatasi permasalahannya sendiri dengan baik. Dia percaya itu.

Sesekali gadis berkuncir kuda itu berhenti lalu menoleh kebelakang. Namun ia akan kembali berjalan lagi.

“Yein-ahhh”

Teriak seseorang memanggil namanya. Ia sangat kenal suara itu, suara orang yang sangat berarti untuknya. Dan yang telah mencuri hatinya.

Yein menoleh tapi tidak melihat siapapun yang setidaknya bisa diduga memanggilnya. Ia menggeleng-gelengkan kepala menyangkal bahwa suara barusan hanyalah khayalannya saja.

“paboo.. sebegitunya kah aku merindukan jungkook, sampai berkhayal dia ada disini dan memanggilku”

Gerutunya pada diri sendiri dengan kepala menunduk seolah berbicara pada sepatunya.

Sepersekian detik kemudian sepasang sepatu laki-laki berada dihadapan sepatunya. Yein mengerutkan dahinya bingung. Namun gadis itu belum berhenti dari kegiatan menunduknya.

“wahhh…….. jadi kau merindukanku ya?”

Yein terbelalak, lagi-lagi ia mendengar suara jungkook, namun kali ini lebih jelas, ia langsung mendongak dan bertambah kaget karena kini jungkook benar-benar berada dihadapannya

Jungkook tersenyum manis dan mencubit pipi yein pelan “anyeong chagiyaa”

“jungkook?” yein berucap masih belum kembali kekesadarannya. Ia masih nampak shock dengan kehadiran junkook yang tiba-tiba.

“yaa berhenti menampilkan wajah terkejut mu itu? Kau tidak ingin aku menciummu disini kan?”

Seketika yein kembali pada alam sadarnya, ia langsung membolakan matanya

“YAAAA!!!!” teriaknya.

Jungkook terkekeh, yein mengurucutkan bibirnya menahan malu dan pipinya yang makin memerah melihat senyuman jungkook. Namun otaknya justru sedang mengajukan pertanyaan kenapa jungkook ada disini? Ditempat biasanya orang pergi berkencan atau bersenang-senang dengan keluarga saat hari libur.

“tapi kenapa kau bisa ada disini? Sendiri pula? Ditempat seperti ini? Apa kau berselingkuh?” tuduh yein

“mwoooo????????????????” tanya jungkook yang langsung menghentikan tawanya.

Yein tidak menjawab dan hanya menatap jungkook dengan tatapan menyelidik. Jungkook yang diberi tatapan seperti itu menelan air liurnya dan berdehem pelan.

“te.tenn..tu saja tidak,, yaaa bagaimana bisa kau berpikir seperti itu eohh?? Aak..akkkuu kesini dengan taehyung.. iya benar dengan taehyung” jelas jungkook sedikit gelagapan

“taehyung? Dia tidak ada disini” ujar yein.

“iyaa memang sekarang dia tidak ada, aku berpisah dengannya.. kau tau? aku bosan seharian berkeliling ditempat yang sama dengannya yang seperti mayat hidup.. dia bilang dia ingin ke cafe yang ada dekat air pancur sana” ungkap jungkook.

Yein mengangguk-angguk mengerti. Ia percaya pada jungkook, karena ia sudah sangat mengenal saat jungkook berbohong atau tidak, dan sekarang laki-laki itu bicara jujur padanya.

“aku juga, sujeong mengajakku kesini tapi tidak melakukan apapun” keluh yein pada kekasihnya itu.

Jungkook bersyukur yein percaya padanya, karena sebenarnya dia memang benar. Meskipun sebenarnya dan rahasia, jungkook pernah sekali berbohong pada yein. Dan itu sama sekali tidak diketahui gadis itu. Dan lebih jelas lagi, itu hanya satu kali.

“jadi sujeong ada disini juga?”

Yein mengangguk,, “sekarang dia sedang ada diii—“

Mata yein membola menyadari sesuatu “jungkook-ah, tadi kau bilang taehyung kemana?” tanya gadis itu serius

“cafe dekat air pancur”

Yein membekap mulutnya tak percaya, melihat ekspresi gadisnya seperti itu jungkook menjadi heran “ada apa?” tanya jungkook

Yein malah menatap jungkook seolah ini ada yang tidak beres.. ia langsung menarik lengan jungkook dan dengan sedikit berlari kearah ia dan sujeong berpisah jalan tadi.

“yaaa sebenarnya ada apaaa??” tanya jungkook disela langkah cepatnya dan yein

“sujeong juga ada disana”

“nee?????????” jungkook berhenti melangkah, ia memandang yein tak percaya

“iya jungkook-ah, dia ada disana, sujeong juga ada disana” panik yein

Jungkook justru tersenyum mendengar pernyataan tersebut.. yein bingung

“yaaa.. kenapa kau malah senyum-senyum.. ayo cepat menyusul mereka,, sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, aku takut taehyung akan menyakiti sujeong lagi”

“tidak akan, itu tidak akan terjadi.. justru aku bersyukur jika mereka benar-benar bertemu disana”

“waee???”

“itu berarti mereka akan dapat menyelesaikan urusan mereka, kau tenang saja.. taehyung tidak akan menyakiti sujeong.. dia terlalu mencintainya, dan lagipula dia sudah kuceramahi habis-habisan, jadi alien itu pasti akan melakukannya dengan benar”

“mencintai sujeong? Ceramahi?” tanya yein bingung

“iya,, apa kau merasa aneh dengan kalimat itu?” .

“tentu saja,, aku tidak percaya taehyung mencintai sujeong.. kalau dia mencintai sujeong kenapa dia selalu bersikap dingin pada sujeong?”

“semua orang memiliki caranya masing-masing dalam menyampaikan perasaan yein-ah”

“tappii….”

“sudahlah, lebih baik kita berkencan,, bukankah kau bilang kau merindukanku?”

Jungkook menarik yein dalam rangkulannya dan berjalan melawan arah dari arah cafe itu.

“aku tidak pernah bilang aku merindukanmu? Dan maksudmu menceramahi taehyung itu apa?” gerutu yein

“Lupakan soal menceramahi itu. Tapi, benarkah kau tidak merindukanku?” tanya jungkook dengan tatapan mata yang meminta kebenaran dari mulut yein,

Yein menggigit bibir bawahnya..

“baiklahh,, aku memang merindukanmu”

***

 

            Seperti sebuah siklus rantai makanan, cinta itu tidak akan ada habisnya.

            Semua orang memiliki perasaan itu, cinta.

            Namun setiap orang juga memiliki cerita dibalik kata cinta itu.

            Dan yang ku tahu, cerita itu tidak pernah sama.

            Untuk itu aku percaya pada ceritaku dan cintaku

            Tak perlu memikirkan apapun, asal aku mau menerima, maka aku akan bahagia

            Dengan cinta yang diberikan olehnya dengan caranya.

            Aku benar-benar mencintainya. Jeon jungkook.

Sujeong masih dengan setia membaca setiap kata perkata yang tertulis dibuku catatan yein, ia heran kenapa yein memberinya buku catatan yang ada tulisan kisah pribadinya. Namun setiap kata yang ditulis yein itu benar-benar membuat hatinya terhenyak,, ada banyak pertanyaan yang muncul dari kata-kata yang ditulis yein. Seperti asal aku menerima, maka aku akan bahagia , apa maksudnya itu? Apa hubungannya dan jungkook tidak semanis yang terlihat?

“apa maksudnya?? Bukankah dia baik-baik saja dengan jungkook” gumam sujeong.

“tidak juga”

Jawab seseorang yang tiba-tiba memposisikan dirinya duduk dihadapan sujeong. Gadis itu kaget bukan main sampai ia tidak mampu mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang ada dihadapannya

Karena dengan mendengar suaranya saja ia sudah tahu siapa itu, meskipun ia tak percaya.

“tidak semua hubungan yang terlihat manis diluar, manis juga didalam”

Lanjut orang itu dan kini dengan lancangnya mengambil espresso milik sujeong dan meminumnya.

Okee.. sujeong sudah bisa pastikan siapa orang dihadapannya itu,, dengan pelan ia mendongak dan melihat kehadapannya.. dan bingo, dugaannya benar.

“kim taehyung?” gumam sujeong pelan.

Taehyung masih fokus pada espresso milik sujeong yang diminumnya..

“ini sudah dingin,, berapa lama kau duduk disini tanpa meminumnya?” tanya taehyung biasa seolah tak ada apapun yang terjadi diantaranya dan sujeong.

Sujeong hanya diam dan masih belum mampu mengeluarkan suaranya, sebenarnya ia ingin berteriak histeris dan memeluk taehyung. Tapi itu rasanya mustahil.

Hening menyelimuti suasana keduanya beberapa saat. Sampai pada akhirnya helaan napas taehyung mengakhiri kebisuannya. Laki-laki itu mulai angkat bicara.

“aku merindukanmu, sujeong-ah”

Sujeong tak mampu berkata apapun, sebenarnya ia masih kecewa dengan sikap taehyung. Namun hatinya seolah bilang kalau rasa rindunya pada taehyung melebihi rasa kecewanya.

“aku minta maaf untuk semua kesalahanku,, akuu.. aku benar-benar menyukaimu sungguh.. aku sama sekali tidak pernah berpikir sekalipun untuk pergi darimu,, akuu… aku hanya tidak bisa bagaimana mengungkapkan perasaanku lewat tindakan.. aku sama sekali tidak tahu,, yaaa aku memang bodoh.. hampir setiap hari jungkook mengataiku seperti itu,, tapii akuu.. aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apaa.. aku terlalu gugup setiap dekat denganmu”

Tutur taehyung dengan panjang lebar, ia benar-benar menumpahkan semua perasaannya.. terlihat laki-laki itu tengah menahan buliran air mata nya yang ingin jatuh.

“hufftt… bahkan aku terlihat cengeng didepanmu.. kau benar-benar bodoh kim taehyung” ungkap taehyung pada dirinya sendiri.

Sujeong masih senantiasa diam dan memandang dalam taehyung. Sebersit perasaan bersalah melintasi gadis itu, apa dia terlalu egois?

“mianhee.. aku mencintaimu” ujar taehyung.

Saat itu juga satu tetes air mata keluar dari pelupuk mata sujeong. ia terharu, sangat.

Hening lah kini yang mendominasi diantara mereka

“dasar bodoh”

gumam sujeong.

Namun taehyung masih mampu mendengar itu. Sujeong bahagiaa.. iya, dia bahagia mendengar ucapan taehyung. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa mencintai dan dicintai.

“aku lebih mencintaimu kim taehyung” lirihnya

Taehyung mendongakkan kepalanya menatap sujeong. Gadis itu, dengan air mata yang mengalir menatap sujeong hangat dan penuh haru “saranghae” ujar sujeong.

GREBBBB

Dengan cepat taehyung beranjak dari kursinya dan memeluk sujeong erat, ia benar-benar bahagia sekarang, tap perduli dengan tatapan orang. Yang pria itu butuhkan adalah memeluk sujeong saat ini.

Membiarkan sujeong tahu betapa jantungnya berdetak cepat lewat pelukan.

“saranghae” ungkap taehyung disela pelukan mereka.

Dengan pertengkaran ini sujeong tidak merasa menyesal, justru ia bersyukur, ia menjadi tahu bagiamana cinta sesungguhnya, dan yang pasti perasaan taehyung padanya.

** END **

EPILOG

“YAAAA,, untuk apa kau memintaku datang kemari malam-malam beginiii eohhh?” gerutu jungkook saat memasuki kamar taehyung. Ya, jungkook memang baru saja mendapat pesan singkat dari taehyung sesaat setelah ia mengantar yein kerumah sujeong. dan isinya taehyung yang meminta, oh tidak, memaksa lebih tepatnya untuk datang kerumahnya

Taehyung menoleh,, jungkook berdiam mendapati keadaan taehyung. Sungguh menyedihkan, rambut berantakan dan seragam sekolah yang masih melekat dan juga amat sangat berantakan.

“kau sudah datang? Cepat sekali.. syukurlah” taehyung langsung berdiri dan memeluk jungkook.

“YAA YAAA Hentikannn” gerutu jungkook.

“kau harus menolongku jungkook.. haruss,, kumohoonn” ujar taehyung.

“duduklah dan tenangkan dirimu, aku akan mendengarkanmu.. dan soal membantu aku tidak janji” cengir jungkook

Taehyung mengerucutkan bibirnya. Ia meronta-ronta manja pada jungkook.

“bantulah aku,, ini masalah hati jungkook-ah,, aku janji akan membelikanmu semuaa koleksi Album Girls day,, janjiii”

“aku bisa membelinya sendiri, aku punya banyak uang kau tahu itu” ujar jungkook menyombongkan diri.

“jungkook-ahh…” manja taehyung.. namun tiba-tiba wajah taehyung berubah menjadi cerah dan mengerling nakal pada jungkook

“bagaimana kalau aku akan merahasiakan rahasiamu dari yein?”

Jungkook bingung dan gelagapan, ia merasa tidak pernah menceritakan apapun soal rahasia pada taehyung.

“aku tahu… kalau yein sampai mendengar hal itu, dia pasti akan marah”

“yaaa sebenarnyaa apa maksudmu?? Aku yakin aku tidak pernah mengatakal hal rahasia apapun padamu” ucap jungkook bingung.

“kau memang tidak pernah cerita apapun, tapi aku melihatnya langsung”

“melihat apa?”

“kau pergi ke fanmeet girlsday dan melupakan harus membeli kado ulang tahun untuk yein. Dan lebih lagi, kau datang terlambat tanpa membawa kado dan beralasan kalau kau sedang mengikuti acara perusahaan keluargamu.. wahhh tidak kusangka kau benar-benar pandai berbohong sampai yein percaya padamu.. aku tidak bisa bayangkan bagaimana reaksinya jika mengatahui itu.”

Jungkook menegang mendengar ucapan taehyung barusan… bagaimana bisa taehyung mengetahui semua itu?? Kalau seperti ini, mau tidak mau dia harus mengabulkan permintaan taehyung.

“kalau sekarang, aku yakin kau mau membantuku dan mengajariku bagaimana menjelaskan semuanya pada sujeong”

Jungkook berdesis kesal , “jadi beginikah seorang kim taehyung yang asli?”

Taehyung tersenyum penuh kemenangan.

.

.

.

.

.

.

.

A/N : Gomawo semuanya,, sudah sempetin baca fanfict gaje ini hehe J semoga kalian suka sama fanfictionnya J , dan mian, kalo ceritanya kepanjangan dan banyak kata yang ngejlimet atau typo yang bertebaran. Maklum author Cuma manusia yang punya mata dua J salam semuanya,

.

                                                                           .

Advertisements

10 thoughts on “How To Love (Oneshoot)

  1. Hai Megumi 🙂 Intro bentar boleh kan ya. Aisya dari garis 00.
    Aku nemu ff kamu di dashboard wp (i’m following LFI, tho). Berhubung aku lagi senggang yodahlah aku sempetin baca xD

    Anyway, aku mau review nih, dear.

    Jujur aja nih, aku bukan Jeong-In maupun VJeong shipper (gak, gak ngebash kok) tapi aku cukup tertarik sama judulnya–dan summary-nya juga.

    Taehyung masih bergeming menangkap maksud ucapan sujeong

    tentang berhenti sampai disini itu

    (aku baper karena summary-nya, maafin aku)

    Terus, aku mau ngasih tau kalau nulis nama orang/tokoh itu biasain pake huruf kapital di depannya 🙂 Yes, I know, ini cuma fanfiksi dan gak bakal dikasih ke guru Bahasa. Tapi menurutku penggunaan huruf kecil itu cukup mengganggu. Next time, diperbaikin ya.

    Kalau masalah storyline, aku gak berani ngomong banyak (soalnya fanfiksiku juga masih kurang dalam masalah storyline dan plotting). Aku rasa ini udah cukup menarik kok. Dan, kalau masalah gaya penulisan, udah cukup bagus juga. Aku suka gaya bahasa kamu yang ringan, apa adanya dan gak berlebihan. Meskipun ada beberapa kalimat yang harus diperbaiki susunan, penempatan, dan tanda bacanya.

    Misal:

    “itu berarti mereka akan dapat menyelesaikan urusan mereka, kau tenang saja.. taehyung tidak akan menyakiti sujeong.. dia terlalu mencintainya, dan lagipula dia sudah kuceramahi habis-habisan, jadi alien itu pasti akan melakukannya dengan benar”

    bisa diperbaiki jadi:

    “Taehyung dan Sujeong bisa menyelesaikan urusan mereka sendiri. Kau tenang saja. Taehyung tidak akan menyakiti Sujeong–dia terlalu mencintainya. Lagipula, dia sudah kuceramahi habis-habisan. Alien itu pasti bisa melakukannya dengan benar.”

    Simpulannya sih; ff kamu udah bagus dalam soal plot tapi penulisannya harus dirapiin lagi. Aku bukannya sok menggurui atau apa sih, cuma ngasih review aja. Dan maaf kalo kamu tersinggung atau apa. Kamu boleh hapus komentar ini, kok.

    Aku yakin kalo kemampuan kita bakal terus berkembang. Jadi, semangat dan terus nulis ya, Megumi :). Dan maaf, aku gak tau kamu line berapa. Kalo ternyata kamu lebih tua dari aku–maafin, deh, haha.

    Regards,
    Istri Oh Sehun. /tabok/

    (omong-omong ini komen aku panjang bener ya. but your fic deserve to get this long comment since it’s a super-long-oneshot)

    byeeeee~

    Like

  2. halo juga aisya 🙂

    wahhhh makasih banyak yaaa udh baca sama komentarr hihiiii…

    gapapa kok gapapa… justru aku seneng kalo ada yang komentar kritik yang membangun.. 🙂 karena kan dengan kritikan karya kita akan lebih bagus lagi nantinya.. okeyyy siapppp kedepannya bakal aku lebih perhatiin lagi cingu soal penulisan…

    dan aku seneng ada yang perhatiin ff aku heheheeeeeee 😀

    btw emang kamu line brapa cingu ?

    wahhhh apa itu istri suho… kok chanyeol ku gak pernah bilang yaaa wkwkwkkwkwk

    Like

  3. Gw bacanya mewek massa:” bahasanya enak eon, ringan– apalagi sm diselip in jeong-in gywhaha, jd ga teerlalu nyesek dah:p beteweh jungkook yein manis bet yak:3

    Like

  4. halo 29megumi/? ‘-‘)/

    aku udah baca fict-nya, dan well, it’s good! plotnya enteng, gampang diikutin, walaupun masalah penulisan sama tanda baca (seperti komentar di atas) juga menurutku mengganggu hehe.

    aku juga suka kombinasi cast-nya, apalagi ada bumbu jeong-in dan mereka di sini manis banget wkwkw. ditunggu ff selanjutnya~!

    Like

  5. Hi megumi^^

    Suka banget sama ffnya^^ castnta bias lagi wkwk makin suka dehh wkwk.
    Well.. disini sifat taehyung keren bangett wkwkw.. feelnya dpt bngt…
    Keep writing^^ fighting^^

    Liked by 1 person

  6. Hai kakak! Aku Revi 02 Line! Salam kenal!
    Karena nggak tahu kakak line berapa, jadi kupanggil kakak aja ya.
    Yang di komentarnya kakak Aisya itu aku setuju. Tapi menurutku masih ada yang kurang di komennya itu. Oke, aku mau review ulang ya kak.
    pertama, “gwencana, sujeong-ah. Yein memang beruntung” gumamnya . menurutku lebih baik kata yang selain bahasa Indo di italic. aku lebih nyaman bacanya gitu. kalau di sini biasanya ga di italic juga gapapa.
    kedua, “yapss.. siapa lagi” jawab yein. Selain untuk nama dibiasain pake huruf kapital, setelah tanda ” pertama (aku lupa namanya tanda apa) lebih baik dipake huruf besar. Karena akunya kurang nyaman. Dan sekali lagi kalo misalnya disini ga biasa gitu juga gapapa.
    Untuk masalah ceritanya, bagus kok kak. Cuma 2 yang diatas itu aja yang rada ganggu. Dan aku juga ga maksud buat menggurui karena aku yakin kakak itu pintar bikin FF.
    Dan aku suka FF-nya. Apalagi V sama Sujeong nya itu. Kan kasian kalo artikelnya dirusakin. V nya jadi nggak jadi reporter? Semoga aja jadi. Jungkook pake acara bohong sama Yein. Tapi syukur cuma sekali.
    Akhir kata, semoga kakak ga tersinggung sama komentarku. Makasih udah mau baca komentar panjang ini. Btw, ini FF udah lama, ya? Oke, maaf baru baca. Kalo kakak ga respon komentarku juga gapapa.
    Sampai jumpa di FF lain kak… Bye….

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s