[Oneshoot] One Hand

catsOne Hand

Scripwriter : Fanita (woollimstan)

Lovelyz’ Sujeong (as me) – Seventeen’s Mingyu

Sad – School Life – Angst

PG-15

Oneshoot

.

Pernahkah kalian menyukai seseorang yang tidak kalian kenal? Menyukainya karena kalian selalu memperhatikannya? Melihat ekspresinya, senyuman, tawa, bahagia, cemberut, dan semacamnya dari kejauhan?

.

.

.

Lelaki itu, entah apa hebatnya dia bisa memikat hatiku. Untuk tahu namanya saja pada awalnya aku harus bertanya pada orang lain. Lelaki itu benar-benar type idealku. Tinggi, tampan, pintar, dan juga hebat, hebat tuk memikat hatiku. Dia adalah Kim Mingyu lelaki kelas 10-1 sementara aku? Aku berada di X3. Apa kalian ingin tahu bagaimana awalnya aku menyukainya? Beginilah cerita awalnya.

.

.

.

Hari ini hari pertama sekolah, awalnya aku begitu semangat untuk pergi melihat sekolah baruku, sekolah impianku tapi ketika di dalam kelas aku tidak bisa berbaur bersama teman-temanku, aku pun menjadi kesal dan malas. Pada saat keluar main aku yang belum memiliki teman pun hanya bisa duduk termenung di taman. Saat lagi mengamati pandangan ke lingkungan sekolah ini tak di sangka pandanganku tertuju pada seorang lelaki yang menarik.

“Hm siapa dia?”gumamku.

Ku terus pandangi dia yang sedang bermain dengan temannya, tanpa ku sadari bibirku kini sudah membentuk sebuah senyuman melihat dirinya sedang tertawa bersama teman-temannya.

.

.

.

Keesokan harinya aku yang masih belum memiliki teman kembali melakukan aktifitas seperti kemarin yaitu memandangi lingkungan sekolah di taman. Dan lagi-lagi pandanganku tertuju padanya yang sedang cemberut sambil memegangi ponsel miliknya dan dia pun sedang bersama seorang temannya yang tidak aku ketahui namanya.

“Imut sekali!”ucapku tanpa sadar.

Seseorang menepuk pundak ku. Aku tidak mengenal orang itu dan aku memasang tampang bingung sementara dia, gadis itu tersenyum padaku. Tak mau di bilang sombong aku membalas senyumannya walaupun kikuk.

Annyeong. Apa aku menganggumu?”tanyanya.

Annyeong. Aniyo, gwechana.”jawabku.

“Ah, Bae Yoobin imnida. Kau bisa memanggilku Yoobin. Kalau kau?”tanya gadis berambut pendek itu.

“Ryu Sujeong imnida. Panggil aku Sujeong.”balas Sujeong.

“Ah Sujeong, apa yang kau lakukan? Kenapa kau disini? Sendiri pula.”

“Aku tidak punya teman dan hanya memandang sekitar saja, Yoobin-ssi.”

“Ah baiklah aku temani.”

Aku tersenyum mendengarnya, bukankah dia gadis yang baik? Kami berbicara banyak hal, dan aku pun memberanikan diri tuk bertanya pada Yoobin.

“Yoobin-ssi, kau tau siapa dia?”kataku menujuk seseorang yang di sebelah lelaki yang ku amati.

“Dia? Dia Jeon Jungkook, mantan kekasihku.”Jawab Yoobin.

“Mantan kekasih? Kau pandai memilik cowok ya.”godaku.

“Hehe kenapa Sujeong-ssi? Kau menyukainya?”tanya Yoobin.

“Tidak, aku hanya bertanya. Kalau yang di sebelahnya?”tanyaku lagi.

“Namanya Kim Mingyu.”

Aku menganggukan kepalaku tanpa merespon pembicaraan Yoobin. Ah Kim Mingyu, akan ku ingat namanya.

.

.

.

Begitulah singkat cerita aku dapat mengetahui namanya. Apa kalian tahu, apa kerjaanku ketika keluar main sementara yang lain bergosip ria atau ke kantin bersama teman-temannya? Kerjaanku ialah melihatinya. Siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu. Entah sadar atau tidak, aku rasa aku menyukainya.

.

.

.

Entah kenapa setiap kali rasa malas untuk pergi kesekolah ketika aku teringat akan Mingyu semangatku tuk kesekolah muncul lagi. Dia benar-benar vitamin penyemangatku. Tak kenal dengannya saja aku begini apalagi menjadi temannya?

.

.

.

Setiap pulang sekolah aku selalu berhadapan dengan komputer tercintaku dan juga beserta modem pastinya. Aku membuka semua akun jejaring sosial yang ku miliki. Mulai dari facebook, twitter, me2day, weibo dan lain-lain. Aku membuka itu semua hanya untuk mencari akun milik seseorang, siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu yang diam-diam sudah meluluhkan hati seorang Ryu Sujeong ini.

.

.

.

Dengan penuh perjuangan yang gigih, akhirnya aku menemukan akun facebook miliknya dengan nama ‘Mingyu Mingming Kim’. Tampilan nama yang lucu tetapi yang terpenting aku sudah menemukan Facebook miliknya. Tanpa banyak omong aku langsung menambahkan dia sebagai teman, dan alangkah terkejutnya aku tenyata 5 menit setelah aku menambahkannya sebagai teman dia mengkonfirmasi aku! Yuhu~ Ryu Sujeong you’re in love babe!

“Ah senangnya! Aku akan menjadi stalkermu! Kekeke..”gumamku.

Aku pun langsung membuka profilnya, ku amati satu persatu yang ada di dalam kronologinya. Tidak ada hal penting, dan aku membuka info di facebooknya. Alangkah senangnya aku ketika memasang status ‘lajang’ di profilnya. Toh berarti ada kesempatan untuk ku kan? Tanpa pikir panjang aku kembali ke kronologinya dan menyukai seluruh yang ada di kronologinya itu.

.

.

.

Hari ini, mungkin sudah 3 minggu ketiga aku jatuh cinta padanya. Rasanya sangat indah, sangat bahagia melihat senyumannya ingin tertawa melihat ekspresi lucu darinya. Kim Mingyu kau membuatku gila ya! Saat itu aku sedang menatapnya yang sedang duduk sendirian di depan kelasnya. Aku pun menatapnya tanpa berkedip. Menurutku sekali kedip saja itu sangat merugikanku. Saat sedang tersenyum melihatnya yang duduk dengan pandangan kosong, tiba-tiba pandangannya yang kosong itu pun langsung tertuju padaku. Aku menjadi gugup dan berusaha mengalihkan perhatianku ke arah lain, tetapi ketika aku melirik sejenak ku lihat dia tersenyum sinis melihatku. Kenapa? Ada yang salah denganku?

.

.

.

Malam harinya seperti biasa aku membuka jejaring sosialku tapi kali ini aku tidak membukanya dari komputer, melainkan dari smartphoneku. Entah kenapa tiba-tiba aku merindukan Mingyu, aku pun berinisiatif tuk membuka profilnya dan melihat fotonya yang ada di dalam akun facebooknya itu. Tapi ada yang aneh? Kenapa di pencarian tidak ada? Tak mau kehabisan akan aku pun meminjam akun adikku yang kebetulan sedang bermain internet di laptop pribadinya. Ku ketik ‘Mingyu Mingming Kim’ dan hasilnya ada.

.

.

.

Tunggu dulu!! Bukankah jika aku melihat akunnya dari facebook adikku harusnya ada bacaan ‘satu teman yang sama’ kenapa ini tidak ada? Oh? Apa aku di blokir olehnya? Tetapi salahku… apa??

.

.

.

Esok harinya, aku pergi ke sekolah. Dengan tampang kusut pastinya karena patah hati semalaman. Aku yang kebetulan bertemu dengan Yoobin di lobby sekolah pun langsung di kagetkan dengan teriakannya.

OMO! Sujeong-ah, kenapa kau kusut sekali?”tanya Yoobin. Ya kami tidak memakai embel-embel formal lagi karena kini kami adalah teman dekat.

“Hanya masalah kecil. Hmm aku patah hati.”jawabku seadanya.

“Ceritakan Sujeong-ah!”pinta Yoobin.

“Di taman saja ya,”kataku.

Aku dan Yoobin sudah sampai di taman, dan aku pun mulai menceritakan semua yang ku alami dan juga menceritakan jika aku jatuh cinta kepada Mingyu! Yoobin memandangku sendu bak tahu apa rasa yang ada di hatiku. Dia pun akhirnya berbicara.

“Sujeong-ah, andai saja kau cerita dari awal. Hm, aku dan Mingyu dulu satu sekolah saat SMP, dia memang banyak di kagumi orang tapi dia belum pernah merasakan apa itu cinta semenjak seseorang pergi tuk selamanya. Dia tidak suka di cintai, dia benci orang yang menyukainya apalagi stalkernya. Pantasan saja ia memandangmu dengan kesinisan seperti itu, dia sudah menandaimu di buku hitamnya.”

Aku terkejut mendengarnya. Apa benar itu Kim Mingyu yang menurutku tampak ramah di luar? Yoobin melanjutkan ceritanya.

“Dia benci stalker dia benci orang yang menyukainya karena waktu SMP dia pernah berpacaran dengan seorang perempuan juara sekolah si, namanya Kim Jiho. Orang-orang yang tahu dia berpacaran dengan Jiho pun murka dan membenci Jiho, ada-ada saja perlakuan mereka ke Jiho terutama stalker! Mereka mengerjai Jiho terus-terusan sampai-sampai semua itu membawa petaka untuk Jiho.”

Petaka? Petaka apa? Aku meminta Yoobin untuk melanjutkan ceritanya.

“Jiho terjatuh dan kepalanya terbentur batu yang membuatnya di larikan oleh guru ke rumah sakit.”

Mendengar cerita Yoobin barusan membuatku bergedik ngeri. Pasti itu sangat sakit menjadi seorang Kim Jiho.

“Jiho tidak tertolong, Sujeong-ah. Itu membuat Mingyu kesal, bagaimana tidak Jiho itu cinta pertamanya dan ia harus kehilangan Jiho karena stalker gila itu. Semenjak itulah Mingyu tak suka melirik wanita, dan dia benci kepada fans dan juga stalker.”

Entah sadar atau tidak, buliran air mata jatuh dari pelupuk mataku. Hatiku sakit, apa salah aku menyukainya? Kenapa tak dari awal aku mengetahuinya? Sujeong bodoh ini rasanya sakit sekali!

Ya Sujeong-ah jangan menangis, ya.”kata Yoobin menenangkanku.

Aku menganggukan kepalaku dan aku pun bertekat pada diriku sendiri aku harus melupakan Kim Mingyu.

“Sujeong! Kau bisa, Mingyu bukan siapa-siapa kau! Kenal saja tidak kau hanya stalker yang tak di butuhkannya! Move On, Sujeong! Fighting!”ucapku dalam hati.

Ya, walaupun berat tuk berpindah hati tapi itu akan ku coba. Aku tak menyesal pernah mengagumi sosokmu. Walaupun karena dirimu aku mengalami satu tangan, ya satu tangan.. Cinta bertepuk sebelah tangan, lengkapnya. Terimakasih Mingyu tuk mengisi kosongnya hatiku beberapa saat ini, aku harap kau bisa tersadar dari ketepurukanmu dari masa lalu, Kim Mingyu.

.

.

.

THE END

Advertisements

11 thoughts on “[Oneshoot] One Hand

    • Hmmmm.. Nanti kalau ada ide aku coba 😀 sebenarnya ini berdasarkan kisah nyata, jadi aku tulis dalam bentuk cerita hahaha.

      Like

  1. Berakhir ngenes lah cerita ini, rasa nya kaya di iris-iris aja baca nya hm. Kenapa harus ngenes sih? Kasian tuh sujeong…Good job buat fanfict nya

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s