[Oneshoot] The Dark Love Affair

llThe Dark Love Affair

Scripwriter : Fanita (woollimstan)

Lovelyz’ Yein – iKon’s Chanwoo – The Ark’s Halla

Genre : Sad – Romance – School Life – Angst |Type : Oneshoot | Rate : PG-17

.

Ketika cinta membutakan mata hatimu, apapun posisinya pasti akan kau terima.

.

.

.

Seperti biasa aku selalu memperhatikan namja itu siapa lagi kalau bukan Jeong Chanwoo. Heh betapa bodohnya aku memperhatikan dia yang yang sudah memiliki kekasih seorang ulzzang di sekolah ini siapa lagi kalau bukan Lee Halla si angkuh itu? Huft.. Betapa panasnya hatiku saat melihat Halla merangkul manis Chanwoo sementara Chanwoo dia masih sibuk dengan handphonenya. Eh? Kenapa setiap aku perhatikan Chanwoo tidak pernah tersenyum berada di dekat Halla?

.

.

.

Bukan telalu PD ataupun GR bahkan Chanwoo mau tersenyum kepadaku. Ketika tatapan mata kami bertemu saat aku sedang menatap cemburu dia yang sedang dirangkul manja oleh Halla itu pun tersenyum tipis kepadaku dan tentu saja aku membalasnya. Chanwoo selalu tersenyum saat melihatku selain itu jika aku bertemu dia selalu melambaikan tangannya kepadaku ya walaupun dia melakukan itu semua jika Halla tak ada di dekatnya. Ada apa? Apa arti semua ini? Aaah aku takut dia PHP!

.

.

.

Saat pulang sekolah hujan mengguyur Seoul, sialnya aku lupa membawa payungku. Saat aku sedang menunggu redahnya hujan di loby sekolah aku melihat Chanwoo yang sedang memayungkan Halla masuk ke dalam mobilnya sesudah itu dia berjalan… Berjalan ke arahku? Serius? Aish aku hanya kegeeran. Aku mengalihkan pandanganku ke langit dan tanpa ku sadari kini Chanwoo sudah berada di depanku.

“Butuh tumpangan payung?”tanyanya ramah.

“Hah?”

“Ayo pulang,”ajaknya.

Ia pun langsung merangkulku untuk merapat padanya karena payung yang dia kenakan lumayan kecil. Oh apa ini nyata? Aku merasa ini hanya khayalanku. Ku coba tuk mencubit tanganku sendiri.

“Auuu!”jeritku.

“Ada apa Yein-ah?”tanya Chanwoo dengan nada khawatir.

Huh? Khawatir?

“Bu..bukan apa-apa Chanwoo-ya.”

“Hmm baiklah aku kira kau kenapa-kenapa.”kata Chanwoo tersenyum.

Mohon jangan tersenyum kepadaku dalam jarak yang begitu dekat ini.

.

.

.

Aku dan Chanwoo pun berjalan menuju rumahku. Ke rumahku? Akukan tidak pernah menunjukan alamat rumahku padanya. Layaknya bisa membaca pikiranku Chanwoo pun langsung menjawab.

“Aku tahu semua tentangmu.”kata Chanwoo.

“Semua tentangku?”kagetku.

“Ya, lahir 4 Juni. Anak pertama dari dua saudara, pintar menari dan bernyanyi, gadis cantik berambut panjang yang di cintai banyak orang termasuk aku.”jawab Chanwoo.

Termasuk aku? Apa ini? Apa maksudnya…?

“Ma..maksud..mu Chanwoo-ah?”tanyaku tak percaya.

“Aku menyukai Jeong Yein,”jawabnya.

“Apa?”pekikku.

Chanwoo menerbangkan payung yang dia pegang lalu dia pun berhadapan denganku. Dia melihat mataku lekat aku pun terpanah dengannya, benar-benar terpanah.

“Jadilah pacarku,”kata Chanwoo dengan nada sangat serius.

“Tapi…”kataku.

Belum lagi aku selesai berbicara Chanwoo memotong omongan.

“Tapi aku masih dengan Halla? Abaikan dia karena aku mencintaimu! Dan kau juga mencintaiku bukan?”sahut Chanwoo.

“Tapi Chanwoo..”kataku.

“Aku mohon Yein-ah aku menyukaimu.. Sejak aku melihatmu pertama kali aku sudah jatuh hati padamu.”

“Aku juga menyukaimu, Chanwoo-ya. Kalau begitu kenapa kau berpacaran dengan Halla?”tanyaku lirih.

“Aku terpaksa.. Dia temanku dari kecil dia begitu menyukaiku dan dia duluanlah yang menyatakan perasaannya padaku. Jebal terima aku Yein-ah,”terang Chanwoo.

“Tapi bagaimana dengan Halla, Chanwoo-ya?”tanyaku dengan airmata yang keluar dan pastinya Chanwoo tak akan tahu aku menangis.

“Dia tidak membutuhkanku lagi Yein-ah bahkan secara tak sengaja aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia berciuman dengan cowok lain. Terima cintaku Yein-ah jebal. Aku mencintaimu,”

Aku diam dan menundukan kepala, jujur aku bingung. Aku juga mencintainya tapi bagaimana dengan Halla? Apa aku egois jika menerima cinta Chanwoo dan menjadi yang kedua? Chanwoo yang tampak tahu aku lagi berfikir pun langsung tersenyum.

“Jangan terlalu dipikirkan sekarang. Aku menunggu jawabanmu besok. Besok pulang sekolah kita bertemu di kelasmu dan aku mau mendengar jawabanmu semoga itu jawaban yang bagus.”katanya masih tersenyum.

Aku menganggukan kepalaku tanda setuju. Bukankah dia laki-laki yang lembut? Chanwoo, aku tidak salah mencintaimu.

.

.

.

Chanwoo menggandeng tanganku tuk melanjutkan perjalanan tanpa menggunakan payung lagi yaaa karena kami memang sudah terlanjut basah tuk apa lagi memakai payung. Aku dan Chanwoo sudah sampai di depan rumahku. Dia begitu kedinginan sama sepertiku. Aku yang tak tega tuk membiarkan dia pulang dengan kondisi basah dan hujan yang masih lebat pun mengajaknya masuk ke rumahku.

“Chanwoo-ya masuklah dulu. Dan nanti ganti pakaianmu dengan baju adikku.”

Chanwoo menganggukan kepalanya. Kini aku dan Chanwoo pun sudah berada di dalam rumahku. Ibu membuatkan air hangat untuk aku dan Chanwoo membilas badan.

.

.

.

Aku dan Chanwoo sudah membilas badan dan tentunya berganti pakaian. Ah untunglah ukuran baju adikku sangat pas di badan kekar Chanwoo.

“Yein-ah ajak temanmu makan sup hangat dulu. Kalian kedinginan bukan,”teriak ibuku dari dapur.

“Ya ibu,”balasku dengan berteriak juga.

Aku pun langsung mengalihkan pandanganku ke Chanwoo dan berbicara padanya.

“Ayo!”

Aku dan dia pun langsung berdiri dari posisi duduk ku. Dan kami pun berjalan menuju dapur berdampingan. Aku dan Chanwoo kini sudah duduk di meja makan dan saling berhadapan. Ku pandangi laki-laki tampan yang sedang mencicipi sup buatan ibuku dia pun memasang tampang senang saat pertama kali mencicipinya.

“Bibi ini sungguh enak.”puji Chanwoo.

Aigoo kau ini pandai sekali memuji. Sup ini akan lebih enak jika Yein yang masak. Bibi tahu resep ini dari Yein.”terang Ibu.

Huh aku bisa merasakan pipiku memanas mendengar ibu memujiku.

“Sungguh? Aigoo Yein memang calon istri idamanku.”canda Chanwoo.

Aihh Chanwoo kau membuatku malu..

“Pipimu memerah Yein-ah haha..”ejek Chanwoo.

Ya Kau Jeong Chanwoo!”kataku pura-pura kesal.

“Maaf.. Hahaha. Tapi aku serius.”

Aku pun hanya memanyunkan bibirku. Sementara ibu yang melihat perdebatan kecilku dan Chanwoo hanya tertawa renyah.

.

.

.

Hujan pun sudah redah, Chanwoo pamit pulang kepadaku. Sebelum dia melangkahkan kakinya berjalan keluar dari perkarangan rumah dia pun membisikan sesuatu kepadaku.

“Aku butuh jawaban, jangan mengecewakan. Mengerti?”

Aku menganggukan kepalaku sambil menyunggingkan senyuman. Chanwoo melambaikan tangannya dan punggungnya pun sudah jauh terlihat oleh pandangan mataku.

.

.

.

Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah entah sengaja atau tidak aku pun bertemu dengan Chanwoo di gerbang. Dia melambaikan tangannya dan tersenyum padaku, aku pun membalas senyumannya. Aku melanjutkan langkah kakiku memasuki gedung sekolahan sementara Chanwoo mengekor di belakangku. Tiba-tiba saja Halla muncul di hadapanku, ia pun tersenyum yang pastinya senyuman untuk Chanwoo yang ada di belakangku. Aku menghela nafas panjang, cemburu pastinya. Ku lirik ke belakang Halla lagi merangkul manja Chanwoo sementara Chanwoo ia melihat ke arahku dan memasang tampang menyesal, aku yang melihatnya begitu pun hanya tersenyum tuk memastikan aku baik-baik saja. Dengan cepat aku melangkahkan kaki-ku menuju kelas agar tak melihat pemandangan menyakitkan di belakangku.

.

.

.

Bell pulang sekolah sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Aku sendiri di dalam kelas menunggu Chanwoo datang. Tak lama kemudian Chanwoo pun datang dengan nafas tersengal-sengal.

“Kenapa kau?”tanyaku.

“Biasa. Aku berlari kemari.”terangnya.

Aku tersenyum padanya. Sekitar 5 menit kami berdiam diri akhirnya Chanwoo pun angkat bicara.

“Yein-ah apa jawabannya?”tanyanya.

Aku menghembuskan nafas perlahanan setelah itu aku langsung menjawab pertanyaannya.

“Ya, aku menerimamu Chanwoo-ya.”jawabku.

Jeongmal?”kata Chanwoo sumringah.

Aku menganggukan kepalaku sambil tersenyum. Chanwoo langsung saja mendekat padaku, iapun memelukku sangat kencang sehingga aku sulit bernafas.

“Chan..woo,”kataku.

“Hehe maaf aku sangat senang Yein-ah, terima kasih.”kata Chanwoo dengan mata yang berbinar-binar.

“Sama-sama.”jawabku.

Tiba-tiba saja Chanwoo merengkuh kedua pipiku dan dia pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aigoo apa yang mau dia lakukan.. Cup~~ Tiba-tiba saja bibir kami sudah bertautan. Chanwoo mengecup bibirku dengan penuh perasaan dan lembut tentunya. Aku yang menikmati suasana pun memejamkan mataku dan membalas ciumannya. Tak lama kemudian tautan bibir kami pun terlepas, Chanwoo merapikan poniku yang sedikit berantakan.

“Ayo pulang,”katanya sambil menggengam tanganku.

.

.

.

Untungnya keadaan sekolah sudah sepi sehingga aku dan Chanwoo bisa berjalan berduaan sambil bergandengan tangan dengan mesranya. Apa aku salah menjalani hubungan dengan orang yang sudah memiliki kekasih? Oh Tuhan maafkan hamba-Mu ini. Saat di perjalanan menuju rumahku seperti kemarin kami berjalan kaki. Aku dan Chanwoo saling bercerita tentang diri kami masing. Saat lagi bercerita aku pun memberanikan diri tuk bertanya pada Chanwoo.

“Chanwoo-ya, sampai kapan kita begini?”tanyaku lirih.

“Sampai aku bisa mencari alasan tuk memutuskan Halla, Yein-ah.”jawabnya dengan nada sesal.

“Baiklah.”kataku tersenyum kecut.

“Maafkan aku. Namun kau harus tahu kaulah yang utama dihatiku Yein-ah.”

Aku menitihkan airmata tak tahu airmata kesedihan atau senang. Sedih karena aku menjadi simpanan dan senang karena dia mengutamakanku.

“Jangan menangis..”katanya sambil mengusap airmata yang berjatuhan dari pelupuk mataku.

“Iya, Chanwoo-ya.”jawabku sambil menatap matanya.

Chanwoo mengecup kedua mataku setelah itu dia pun langsung memegang pundakku dan berkata.

“Aku sangat mencintai Yein,”

“Aku… juga mencintaimu Chanwoo-ya,”

Chanwoo pun kembali mengecup bibirku dan airmata ini kembali mengalir.

.

.

.

-END-

Advertisements

6 thoughts on “[Oneshoot] The Dark Love Affair

  1. karakter chanwoo disini wow juga ya, chanwoo-ya jadilah cowok tegas, mana boleh kayak gitu>< kamu harus pilih salah satu nggak boleh keduanya, kasihan yein TT apakah ini ada sequelnya? maksudku endingnya gitu aja, agak gantung soalnya. ya minimal chanwoo harus pilih salah satu, meskipun sad ending gpp, ya minimal jangan jadi playboy, chanwoo~ ya sudah, ini bagus, ditunggu ff lainnya, keep writing~

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s