A Complicated Love Story [Chapter 7]

A Complicated Love Story 2

Dreaming Girl Present you…

Poster by flamintskle @ Poster Channel

A COMPLICATED LOVE STORY

Title A Complicated Love Story – Author Dreaming Girl – Leght Chaptered – Rating Teen – Summary Terkadang, kita harus menutupi semuanya demi kehidupan kita – Disclaimer I only own the story

Starring LOVELYZ’s Yein || BTS’s Jungkook || SONAMOO’s Minjae || BTS’s Jin

Romance – Sad – Hurt – School live – Family – Angst – Friendship – AU

“Sometimes, we have to cover it all for our live…”

Previous Story : Teaser || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Yein, Jungkook menoleh dan menghela napas. “Janji tak akan marah?” Tanya Jungkook, Yein menoleh dan menahan tawa. “Kau seperti bocah saja!” Ujarnya sambil memukul pelan bahu Jungkook, Jungkook tersenyum tipis.

“Janji dulu!” Ujar Jungkook bersikeras.

Ara, ara, aku tak akan marah. Memangnya, ada apa?” Tanya Yein heran, Jungkook terdiam dan menginggit bibirnya. Ia menghela napas gugup.

“Yein-ah, aku…” Ujarnya gugup, Yein mengangkat alis dengan heran. “Hm?”

“Aku mencintaimu.”

Yein terkesiap, mengapa kalimat itu dengan mudahnya keluar dari bibir Jungkook? Yein menunduk, tak berani menatap wajah Jungkook. Pipinya memerah dan terasa panas, matanya terpejam. “Jangan bercanda!”

“Aku tidak bercanda.” Kilah Jungkook, Jungkook berdiri dan duduk di hadapan Yein. Ia menyentuh kedua pipi Yein dan mengangkat wajahnya, menatap yeoja itu dalam. “Aku serius, aku mencintaimu.”

Yein menatap Jungkook gugup, antara percaya dan tidak. Tetapi mata Jungkook memancarkan kejujuran, hal itu membuat hati Yein tersentuh.

Mianhe…” Yein menjauhkan kepalanya dari lengan Jungkook, Jungkook menatapnya heran. “Maafkan aku, Jungkook-ah. Aku rasa kita… kita menjadi teman saja.”

Alis Jungkook terangkat, ia duduk kembali di samping Yein. “Kau serius?”

“Aku serius.” Ujar Yein sambil mengangguk. “Berikan aku satu alasan.” Pinta Jungkook, Yein menghela napas. “Begini, Jungkook-ah. Terkadang, persahabatan itu lebih baik daripada cinta. Selain itu, cinta juga belum tentu akan abadi, sementara persahabatan pasti akan abadi. Jika sahabatmu sudah tiada, kau akan tetap menyayanginya. Karena dia adalah sahabatmu.” Jawab Yein.

“Tapi jika orang kau cintai sudah tidak ada…” Ucapan Yein terputus, lidahnya terasa kelu. Air matanya jatuh, Jungkook menyadarinya dan ia segera menggenggam tangan Yein. “Jika orang yang kau cintai sudah tidak ada, maka kau bisa mencintai orang lain.” Ujar mereka bersamaan, Yein menoleh dan menatap Jungkook. Jungkook tersenyum.

“Karena itulah aku… aku lebih ingin bersahabat. Bagiku… sahabat akan lebih berharga daripada… daripada cinta.” Bisik Yein. Jungkook menyadari keadaan Yein sekarang, ia membiarkan tubuh Yein mendarat di dadanya. Yein tak bergerak, bermaksud untuk menerima pelukan Jungkook. Entah kenapa, Yein mearasa tenang ketika mendengar detak jantung Jungkook yang teratur.

Ya, jangan menangis. Jika kau menangis, aku tak akan percaya bahwa kau ini Jeong Yein.” Bisik Jungkook lembut sambil membelai rambut Yein. Yein terisak pelan, “Aku takut…”

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kau akan baik-baik saja.” Bisik Jungkook, Yein mendongak dan Jungkook melepas pelukannya. Yein tersenyum, “Gomawo.”

“Aku tak keberatan jika kita hanya bisa menjadi sahabat. Dan aku juga harus minta maaf karena aku selalu membuatmu terluka.” Ujar Jungkook, Yein tersenyum tipis. “Gwaechanayeo. Tanpa kau memintaku, aku sudah memaafkanmu. Lagi pula, kita teman, bukan?” Ujar Yein, Jungkook mengangguk.

Ne, kita adalah teman.”

“Oh ya, aku ingin bertanya padamu. Appa berkata bahwa keluargaku memiliki semacam ‘hutang budi’ dengan keluargamu, jika aku boleh tahu, apakah hutang budi itu?” Tanya Yein, ekspresi Jungkook berubah.

“Kau… kau tidak perlu tahu. Ayahmu pasti menyuruhmu untuk membayarnya dengan bersikap baik kepadaku, bukan?” Tanya Jungkook, Yein mengernyit. “Eh, bagaimana kau bisa tahu?”

“Tidak penting. Sekarang, kau tak perlu memikirkan itu. Tak ada yang perlu dibayar olehmu, mengerti? Jangan memikirkannya lagi, tak baik bagi kesehatanmu.” Balas Jungkook, Yein mengangguk mengerti. “Ah, jadi begitu, ya. Arasseo, aku tak akan menanyakannya lagi.”

~~~

“Sesuatu terjadi?” Tanya Seokjin pada Minjae.

“Ah, anio. Tidak terjadi apapun.” Jawab Minjae sambil tersenyum tipis, tapi Seokjin tak semudah itu untuk dibohongi. “Anio, kau bohong!”

Minjae menghela napas dan menggeleng, Seokjin mengernyit. “Kukira kau menyuruh Jungkook untuk mencintai Yein.” Ujarnya, Minjae mendongak. “M… mwo?”

“Aku tahu bahwa Jungkook menyatakan cintanya pada Yein dan aku tahu kau mengetahuinya.” Ujar Seokjin, Minjae terdiam. “Kau masih mencintainya, bukan?”

Minjae hanya diam, tak berani menatap Seokjin. “Ini untuk Yein…”

“Jika kau tidak bisa merelakan Jungkook, seharusnya kau tidak melakukan ini.” Kilah Seokjin, Minjae menggeleng. “Aku memang masih mencintainya, tapi Yein lebih membutuhkannya!” Serunya.

“Dengarkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuat hati Yein terluka.” Ujar Seokjin. “Aku tahu kau adalah sahabat Yein dan aku senang kau bermaksud baik padanya. Tapi kau harus tahu, bahwa memaksa Jungkook mencintai Yein akan membuat hati Yein semakin terluka!”

“Aku tidak memaksanya!” Seru Minjae. “Aku… aku tak ingin Yein lebih terluka lagi. Aku berkata pada Jungkook bahwa ia tak perlu memaksakan semuanya.”

“Aku kagum kepadamu.” Ujar Seokjin yang membuat alis Minjae terangkat. “Eoh?”

“Ya, aku kagum. Kau dan Yein adalah sahabat dan kau merelakan cintamu hanya untuk Yein, itu semua kau lakukan agar sahabatmu tidak terluka. Sejauh yang kuketahui, tidak banyak orang sepertimu.” Lanjut Seokjin sambil mendaratkan tubuhnya di dinding kelas. “Kau lebih memilih persahabatan daripada cinta.”

Minjae menghela napas berat, ia kembali menuduk. “Yein adalah sahabat pertamaku…”

Mwo?”

“Yein adalah sahabat pertamaku, aku tak pernah mendapatkan sahabat sebelumnya.” Balas Minjae, Seokjin mengernyit heran. “Lalu, bagaimana dengan Jungkook?”

“Jungkook bukan sahabatku. Maksudku, aku ingin menjadi sahabatnya, tapi ia seakan-akan tak pernah menganggapku. Aku selalu di kurung, bahkan aku tak pernah bersekolah sebelumnya. Aku tahu orang tuaku menyayangiku, tetapi mereka seakan-akan melarangku mengenali siapapun. Lalu, aku bersekolah disini, untuk yang pertama kalinya. Aku menemukan Yein dan kami bersahabat, aku sangat menyayanginya hingga aku tak ingin membuatnya terluka. Yein membuatku merasakan kebahagiaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya…” Jelas Minjae panjang lebar.

Seokjin menatap yeoja itu. Ia tak terkejut, ia bisa mengerti. “Aku juga sepertimu, sekalipun aku sudah merasakan bersekolah sejak kecil. Tetapi, ayahku selalu membatasi apa yang ingin kulakukan. Ia menghalangi mimpiku, sama seperti yang kedua orang tuamu lakukan.”

“Jadi, jika apa yang kau katakan memang benar, kau seharusnya mengerti bahwa aku sangat menghargai dan menunggu-nunggu seorang sahabat seperti Yein. Kau pernah memiliki sahabat, Seokjin-ah?” Tanya Minjae sambil memainkan jemarinya, Seokjin menghela napas.

“Belum.”

“Apakah kau menyukai Yein?” Tanya Minjae yang membuat pupil Seokjin melebar, nafasnya tercekat. Tapi, Seokjin segera menggeleng. “Anio.”

“Bohong!” Seru Minjae tak percaya, Seokjin menggeleng lagi. “Aku tidak pernah menyukai Yein.”

“Lalu, mengapa kau selalu mencegah Jungkook bersama Yein? Kau seakan-akan cemburu dan tak mau Yein disakiti.” Komentar Minjae, Seokjin terdiam dan ia mengangguk. “Aku bukan mencintai Yein, aku menyayanginya. Sama seperti kau menyayangi Yein.”

Minjae melirik ke arah Seokjin tak percaya, “Menyayangi Yein?”

Ne, aku menyayanginya. Maksudku, ia juga selalu berbuat baik kepadaku. Begitu juga dengan kedua orang tuanya, dia dan keluarganya tak pernah membalas apa yang kulakukan padanya. Kau… mengerti maksudku, bukan?” Jelas Seokjin, Minjae mengangguk mengerti.

Seokjin menghela napas, beranjak dari posisinya yang menyadar pada dinding, ia segera keluar dari kelas dan meninggalkan Minjae sendiri.

~~~

“Jungkook-ah!”

Jungkook menoleh ke arah suara yang memanggilnya, ia melihat Yein yang berdiri tak jauh darinya sedang melambaikan tangan ke arahnya. Jungkook tersenyum, lalu berjalan menuju yeoja itu.

“Apa kau menunggu lama?” Tanya Jungkook, Yein menggeleng. “Tidak juga. Sekarang, apa yang akan kita lakukan?”

“Ikut saja.” Ujar Jungkook, Yein mengangguk dan mengikuti Jungkook. Jungkook berjalan menuju kedai es krim yang tak jauh dari tempat berdiri, ia mengajak Yein untuk masuk dan duduk di salah satu tempat yang disediakan.

“Kau pernah kemari?” Tanya Yein sambil memandang berkeliling, Jungkook mengangguk. “Beberapa kali. Kau sendiri bagaimana?”

Yein menggeleng, “Belum. Ah, lagipula aku tidak begitu sering pergi ke taman.” Balas Yein, Jungkook mengangguk. Setelah itu, mereka segera memesan es krim dan menikmatinya bersama.

“Jungkook-ah.” Panggil Yein pelan, “Hm?”

“Bagaimana hubunganmu dengan Minjae?”

Jungkook terdiam. “Baik-baik saja.” Jawabnya singkat, Yein mengangguk mengerti. “Kau tidak membencinya, bukan?” Tanya Yein lagi, Jungkook mengangguk. “Waeyeo?”

Yein tersentak mendengar pertanyaan Jungkook, lalu ia menggeleng. “Ah, anio, aku hanya bertanya.”

“Kau pernah menyesali hidupmu?” Tanya Jungkook tiba-tiba, Yein tersentak kembali lalu ia mengangguk. “Yah, beberapa kali.”

Waeyeo?”

“Kukira kau sudah tahu.” Jawab Yein tandas, Jungkook mengangguk pelan. “Geurae.”

“Kenapa kau menanyakan itu?” Tanya Yein, Jungkook menghela napas. “Aku hanya, yah… kukira hanya aku sendiri yang pernah menyesali hidupku.” Jawab Jungkook, Yein menatap Jungkook bingung. “Kenapa kau menyesali hidupmu?”

“Ah, jadi kau tidak tahu, ya?” Tanya Jungkook sedikit kecewa, Yein menatapnya gugup. “Ah, anio, aku sudah tahu.” Jawab Yein gugup.

“Lalu, bagaimana keadaan keluargamu?” Tanya Yein hati-hati, Jungkook menggigit bibir. “Tidak begitu baik.”

“Eh, ja… jadi begitu, ya? Mianhe, Jungkook-ah, aku tidak bermaksud…”

“Sudah, lupakan saja.”

Yein akhirnya hanya diam sambil menikmati es krimnya, sama seperti yang Jungkook lakukan. Sekali lagi, hanya sunyi dan kedinginanlah yang menguasai mereka.

Y-ya, kau sudah selesai?” Tanya Jungkook pelan, Yein mendongak dan mengangguk pelan.

“Kalau begitu, ayo kita pergi.” Ajak Jungkook sambil berdiri, Yein ikut berdiri dan tersenyum tipis.

~~~

“Terima kasih karena telah mengantarku, Jungkook-ah.” Ujar Yein ketika ia dan Jungkook telah sampai di rumahnya.

Jungkook hanya tersenyum dan mengangguk. “Ne, cheonmaneyeo.”

“Aku senang sekali hari ini. Tetapi, apakah aku tidak merepotkanmu?” Tanya Yein hati-hati, Jungkook menggeleng. “Tentu tidak.”

“Kalau begitu, aku masuk dulu. Kau yakin tidak akan masuk dulu?” Tanya Yein lagi, yang dibalas dengan anggukan Jungkook. Yein tersenyum tipis, “Ah, arasseo. Kalau begitu, terima kasih dan sampai jumpa di sekolah, Jungkook-ah!”

Setelah memastikan Yein masuk ke dalam rumahnya, Jungkook segera berbalik menuju mobil. Tetapi, ia melihat seorang Kim Seokjin sudah ada di hadapannya.

“Apa yang kau mau?”

Seokjin menatap Jungkook dingin, hampir sama dinginnya seperti cuaca malam ini. “Apa yang kau lakukan pada Yein?”

“Aku hanya mengajaknya jalan-jalan.” Jawab Jungkook datar.

Tatapan mata Seokjin semakin dingin dan tajam, ia mencengkram lengan Jungkook. “Kau! Kau bilang bahwa kau masih mencintai Minjae, lalu kau berkata pada Yein bahwa kau mencintainya. Kau ingin menjadikan mereka berdua boneka, hah?”

Jungkook tersenyum miring, “Aku tidak mencintai Minjae lagi.”

“Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai pembohong sepertimu, hah?!”

“Aku tidak mencintai Minjae lagi! Aku mencintai Yein, aku mencintainya!” Seru Jungkook. Seokjin menggeram, “Jadi kau mempermainkan Minjae?”

“Aku bilang, aku tidak mencintainya lagi. Aku sudah tidak mencintainya sejak Yein koma. Jadi jika aku bersikap seperti aku mencintainya, itu berarti aku…” Ucapan Jungkook terputus.

“Mempermainkanku?”

Seokjin melepaskan cengkramannya dan menoleh, ditatapnya si pemilik suara yang sudah berdiri di belakang mereka berdua. Nafas Jungkook tercekat, ia menatap yeoja itu gugup.

“M-Minjae?”

-TBC-

Anyeong 🙂

Akhirnya, disela-sela kuliah aku bisa posting Chapter 7 juga ^^. Buat yang udah nanya kapan Chapter ini dipublish di Twitter/E-mail, maafkan aku karena jawabnya lama yaaa…

Oke, ditunggu komen & like-nya ya 😀

Advertisements

24 thoughts on “A Complicated Love Story [Chapter 7]

  1. KENAPA JUNGKOOK JAHAT BGT DISINI???
    Setuju sama Seokjin, Jungkook memperlakukan Minjae sama Yein kayak boneka 😦
    Aku penasaran banget sama lanjutannya ><. Ditunggu ya

    Like

  2. Jungkook jahat 😦
    Aku penasaran, tapi makasih banyak ya karena moment Jeong-In nya banyak ^^
    Ditunggu lanjutannya thor, Fighthing!

    Like

  3. jungkook tega dirimu 😰…
    kasihan Yein dan Minjae…
    di tunggu chap selanjut.a ya^^…… jgn lma” ya..
    semangat >o<

    Like

  4. Kyaaaa.. Kenapa cepet banget TBC nya, author-nim?
    Gregetan serius. Lagi seru eh TBC :v
    Cocok dag sama judulnya. Disini kisah cinta Jungkook Minjae Yein rumit banget.

    Kalo bisa next chap panjangin dong author-nim. Jangan lama lama ya updatenya.
    Ditunggu!! ^^

    Like

    • Hehehe 😀
      Soalnya aku bingung nyari TBC-nya, jadinya pendek gini deh -_-

      Oke, kuusahain Chapter berikutnya dipanjangin dan gak lama-lama
      Ditunggu aja ya 🙂 Makasih udah baca & komen

      Like

  5. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 8] | Lovelyz Fanfiction Indo

  6. Hai, author aku telat bac dan komen-,- tahu-tahu aku udah kelewat satu chapter 😀
    Di chapter ini, entah kenapa aku kasihan sama Minjae. Dia sayang Yein tapi cinta Jungkook. Di akhir, dia juga tahu kenyataan itu. Itu pasti sakit banget. Well, entah tebakanku bener apa nggak, sepertinya Seokjin suka sama Minjae. Dia ngaku kalau hanya sayang sama Yein seperti Minjae, selain beberapa hal di benci Jungkook sepertinya alasan dia suka Minjae bikin kenyataan dia semakin benci Jungkook. Hah, apa ini–” aku langsung lanjut baca selanjutnya yaa?

    Like

  7. Andai aja aku punya sahabat kaya sosok Minjae, dia bener2 seorang sahabat 😦 , bahkan dia merelakan cintanya untuk sahabat yang dia sayangi, terharu banget aku thor 😥
    Suka banget sama perubahan sikap Jungkook ke Yein ^_^ Kookie jadi gak dingin lagi kaya dulu 😀
    Ah jadi gregett :3 😀

    Like

  8. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 9] | Lovelyz Fanfiction Indo

  9. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 10] | Lovelyz Fanfiction Indo

  10. jungkook, cintailah yang benar” kamu cintai. seperti layaknya kami mencintaikukaburrrrr haha maaf ya yg biasnya jungkook..

    bagus banget bikin hati langsung jleeep

    Like

  11. Pingback: A Complicated Love Story [Chapter 11 – END] | Lovelyz Fanfiction Indo

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s