When I’m Afraid Part 4 [Chapter]

catsWhen I Afraid..

By Fanita (woollimstan)

Infinite’s Nam Woohyun – Lovelyz’ Lee Mijoo

Genre : Sad – Angst – Romance – Drama || Type : Chapter || Rating : PG-17

.

Masa lalu yang kelam membuatnya memilih menjauh dari apa yang namanya cinta. Tapi apakah bisa Lee Mijoo bangkit dari keterpurukan dan masa lalunya yang kelam setelah bertemu dengan Nam Woohyun?

A/N : Cetak tebal adalah flashback.

.

.

.

Mijoo dan Woohyun memasuki ruangan mereka dan Bora langsung menghampiri keduanya. Maksud Bora untuk menghampiri kedua orang itu ingin menanyakan kabar Sungjong.

“Bagaimana? Bagaimana kabar Sungjong-ssi?”tanya Bora.

“Maaf tadi kami tidak jadi kesana karena ban mobilku pecah ditengah jalan timjangnim,”jawab Woohyun. Woohyun melirik Mijoo dan gadis itu menatapnya dengan pandangan terima kasih.

Setelah selesai bertanya kini keduanya kembali duduk ditempatnya masing-masing. Ketika Woohyun baru saja merebahkan tubuhnya diatas kursi kerjanya Sungyeol langsung menarik kursi kerjanya mendekatkan diri dengan Woohyun dan bertanya.

“Kau tidak jadi mengunjungi Sungjong?”Tanya Sungyeol.

“Ya.. mobilku bermasalah tadi. Kenapa memangnya?”tanya balik Woohyun.

“Bagaimana kalau nanti malam kita pergi kesana bersama?”ajak Sungyeol.

“Baiklah…”

“Apa tadi saat didepan kau bertemu dengan Kim PD-nim?”

Woohyun yang tertarik mendengar perkataan Sungyeol mengenali kakaknya langsung melihatnya dengan pandangan intens.

“ada apa dengan PD-nim?”tanya Woohyun.

“Aku dengar dia pulang cepat untuk menemui orang spesial. Apa menurutmu itu kekasihnya?”

Kekasih? Woohyun mengeruskan keningnya heran setahunya Sunggyu sama sekali belum memiliki pacar jika ada pasti dia diberitahu oleh kakaknya itu.

“Kau membuatku menjadi penasaran Sungyeol-ah. Sudahlah aku mau menyelesaikan pekerjaanku,”kata Woohyun. Sungyeol pun kembali ketempatnya setelah Woohyun memintanya.

….

Keesokan harinya sekitar jam 11 siang semua pegawai kini dikumpulkan untuk menyambut sebuah tamu besar. Woohyun yang merasa malas pun terus menguap menandakan bahwa dia sangat bosan dan ingin sekali menikmati ac di ruangannya. Mijoo yang ada disampingnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Woohyun. 10 menit kemudian sebuah mobil berhenti dihadapan mereka. Seorang petugas keamanan membukakan pintu untuk orang besar tersebut dan seorang perempuan parubaya keluar sembari membuka kacamata hitamnya. Woohyun dan Mijoo yang ada dibarisan paling depan dapat melihat dengan jelas siapa perempuan tersebut. Mata Woohyun membulat kaget melihat sosok yang sudah lama dia tidak temui kini ada dihadapanya.

“Ibu..”bisik Woohyun.

“Ibu?”batin Mijoo.

Dia yang tidak sengaja mendengar bisikan Woohyun hanya bisa menatap lelaki yang tingginya 176 cm itu dengan heran. Semua pegawai kini membungkukan badannya untuk memberi hotmat kepada nyonya besar mereka yang sudah lama tidak ditemui sejak kematian mantan pimpinan perusahaan mereka. Tidak lain dan tak bukan wanita bernama lengkap Cha Ye Sung itu adalah ibu dari Woohyun dan Sunggyu. Sunggyu langsung menghampiri ibunya dan mengajaknya untuk segera masuk kedalam kantor. Didalam hati Woohyun kini menggerutu sebal bahwa sama sekali ibu dan kakaknya menatap dirinya yang kini berdiri dengan penuh harapan untuk dihampiri.

……

Setelah semua kerumungan bubar Woohyun masih tetap berdiri diposisinya tadi dengan Mijoo yang masih setia berada disampingnya. Mijoo menekan jari telunjuknya ke lengan Woohyun tuk membuat pria itu menoleh padanya.

“untuk apa lagi kita disini? Ayo kita masuk. Bukannya tadi kau bosan setengah mati,”oceh Mijoo.

“Eoh? Baiklah,”kata Woohyun menurut.

…..

Ketika semua orang sibuk dengan tugas masing-masing namun tidak untuk lelaki bernama Nam Woohyun itu. Pria itu sibuk memegang dan menatap ponselnya dengan penuh penasaran dan keraguan.

“kirim.. tidak.. kirim.. tidak…”gumam Woohyun sambil mendekatkan ibu jari dengan tombol ‘send’

“Sunbae!”pekik Mijoo nyaring dari samping Woohyun.

Karena kaget Woohyun tidak sengaja menekan tombol kirim dan wajahnya pun kini menjadi panik.

Ya!”kesal Woohyun.

“Ada apa? Sejak tadi kau tidak menyadari keberadaanku, kau terlalu fokus pada ponsel. 5 menit aku berdiri disini,”gerutu Mijoo.

“Sungguh?”kaget Woohyun.

Mijoo menganggukan kepalanya kemudian dia meletakan sebuah kertas dihadapan Woohyun dan pria itu menatap Mijoo.

“ada apa?”tanya Woohyun.

“aku tidak mengerti. Mohon bantuannya senior Nam,”jawab Mijoo.

Kedua sudut bibir Woohyun membentuk sebuah senyuman manis. Ini pertama kalinya Mijoo meminta bantuan darinya dan kemudian dengan semangat iapun memberitahu Mijoo langkah-langkah yang benar untuk mengerjakan itu semua.

Kring…

Bunyi telpon berbunyi membuat Woohyun langsung mengambil ponselnya yang sempat dia letakan di atas meja.

Jahat? kau bilang ibu jahat Woohyun?

Dasar anak durhaka!

Dengan penuh rasa kesal Woohyun membalas pesan itu.

Ya, sangat jahat. Ibu tidak memberitahuku jika akan kembali ke Korea.

Heol pantas saja hyeong kemarin pergi untuk menjemput orang spesial, ternyata itu ibu~

Apa tadi ibu melihatku sedang kaget melihat kehadiramu? Pasti tidak.

 

Malas mendapatkan pesan balasan Woohyun langsung membuka baterai ponselnya dan mencabutnya. Mijoo yang masih berada disana mengerjapkan matanya terus menerus. Ia merasa aura Woohyun kini menggelap.

“Woohyun-ssi kau kenapa?”tanya Mijoo.

“tidak ada apa-apa,”jawab Woohyun. Saat melihat Mijoo menganggukan kepalanya mengerti dia pun menanyakan sesuatu pada Mijoo, “apa nanti malam kau sibuk Mijoo?”tanya Woohyun.

“Tidak, aku langsung pulang dan tidur. Ada apa?”

“Temani aku kesuatu tempat ya,”pinta Woohyun.

“Kemana?”heran Mijoo.

“Rahasia…”jawab Woohyun menyeringai.

…..

Malam hari.

night club? Untuk apa kita kesini Woohyun-ssi?”tanya Mijoo heran.

“Jangan bawel ikuti saja aku,”jawab Woohyun yang langsung menarik tangan Mijoo untuk segera masuk kedalam.

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Mijoo hanya sempat beristirahat selama 1 jam dirumah sebelum Woohyun menjemputnya untuk pergi ketempat ini. Klub malam yang dikunjungi oleh Woohyun dan Mijoo terkenal dikalangan selebriti bahkan G-Dragon pernah merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya ditempat bernama The A ini. Semua keamanan terjaga ketat apalagi Woohyun mengajak untuk masuk ke kelas VIP. Di dalam klub tersebut Woohyun tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Mijoo sejak mereka menginjakan kaki kedalam hiburan malam tersebut.

“Nam Woohyun! Apa kabarmu?”tanya Jang Dongwoo, salah satu barista yang bekerja ditempat ini.

“Aku baik hyeong. Terlalu sibuk setelah bekerja untuk ketempat ini,”jawab Woohyun.

“Siapa perempuan itu?”tanya Dongwoo sambil menunjuk Mijoo dengan dagunya. Merasa dibicarakan Mijoo pun mengalihkan pandangannya ketempat lain.

“Rekan kerjaku. Namanya Le Mijoo. Ya Mijoo kenalkan dia Jang Dongwoo seniorku di SMA dulu,”kata Woohyun.

Dongwoo mengulurkan tangannya pada Mijoo mengerti maksud Dongwoo ia –Mijoo- langsung menjabat tangan Dongwoo. Cukup lama Dongwoo terus menggenggam tangan Mijoo membuat Woohyun yang melihatnya pun gerah. Woohyun lantas memukul kedua tangan perempuan itu sembari melirik Dongwoo dengan mata tajamnya. Sadar dengan tatapan sinis juniornya itu Dongwoo langsung menawarkan minuman pada Woohyun dan Woohyun memesan wine saja begitu pula Mijoo yang meminta untuk menyamakan pesanannya. Selagi menunggu Dongwoo menyiapkan semuanya Mijoo dan Woohyun saling berbicara satu sama lain.

“Woohyun-ssi kau sering kemari?”Tanya Mijoo.

“Tidak juga mungkin jika sedang bosan saja. Kau belum pernah ketempat seperti ini sebelumnya?”

“Sudah pernah. Aku pergi nightclub bersama Myungsoo oppa, Jisoo, Daeyeol oppa dan Kibum oppa. Myungsoo oppa pernah bilang bahwa aku tidak boleh sering ketempat ini karena disini begitu berbahaya,”

“Sepertinya Myungsoo itu sangat menyayangimu ya,”

Mijoo hanya bisa tersenyum tipis pada Woohyun. tidak lama menunggu akhirnya Dongwoo sudah menyiapkan pesanan mereka. Sebelum meminum pesanannya Woohyun mengajak Mijoo untuk bersulang terlebih dahulu. Baru tegukan pertama Mijoo permisi untuk ke wc.

“Woohyun-ah kau yakin hanya sebatas rekan kerja saja?”goda Dongwoo.

“apa yang kau fikirkan hyeong?”oceh Woohyun sambil meneguk wine-nya.

“kalau hanya rekan kerja kenapa kau marah padaku waktu aku menjabat tangannya begitu lama?”kata Dongwoo dengan pandangan menggoda.

“Aish.. aku memang menyukainya, lalu kenapa? Apa itu salah? dia gadis yang cantik dan juga menyenangkan. Tidak ada alasan untuk aku tidak menyukainya, bukan?”kata Woohyun.

“kenapa tidak berhubungan saja?”tanya Dongwoo penasaran.

Woohyun terdiam sejenak sambil memikirkan mengenai sosok Myungsoo yang begitu membekas dihati Mijoo.

“tidak bisa. Dia menyukai seseorang bahkan masih sering sedih karena mengingat orang itu,”lirih Woohyun.

“dia dan pacarnya sudah putus tapi Mijoo masih mencintainya, begitu?”

“Bukan tapi.. suaminya sudah meninggal dunia,”

“Heol? Suami? Masih muda tapi dia sudah menikah?!”pekik Dongwoo histeris.

“Eoh, biasa saja reaksimu itu. Tapi menurutmu hyeong, apa yang bisa aku lakukan?” Woohyun memandang Dongwoo penuh dengan harapan bahwa dia bisa menyelesaikan permasalahan hatinya saat ini namun ketika Dongwoo hendak mengeluarkan suaranya Mijoo sudah kembali menghampiri mereka.

“Maaf lama..”maaf Mijoo.

“Tidak apa,”kata Woohyun.

“Lain kali akan aku beritahu Woohyun-ah. Aku melanjutkan pekerjaanku dulu,”ujar Dongwoo.

…..

Mijoo menghabiskan waktu makan siangnya bersama dengan Jisoo yang tadi menjemputnya ke kantor. Jisoo bilang dia rindu pada Mijoo yang sudah beberapa hari ini tidak dia temui. Karena sedari tadi keduanya hanya diam dan saling berbicara tentang hal tidak penting Jisoo memilih untuk bertanya tentang suatu hal yang semakin membuatnya penasaran.

“kau semakin dekat dengan seniormu itu?”tanya Jisoo. Mijoo menganggukan kepalanya. “kau menyukainya?”

Uhuk…uhuk..

Mijoo langsung meraih minumannya karena saat hendak menelan makanannya dia tersedak mendengar pertanyaan konyol dari sahabatnya.

“kau berbicara apa? Pertanyaan macam apa itu,”oceh Mijoo.

“Hei ayolah.. Woohyun-ssi itu orang yang tampan. Mana mungkin kau tidak menyukainya,”

“memangnya kalau dia tampan aku harus menyukainya gitu? Dia berbeda dari tipeku mana mungkin aku menyukainya,”

“siapa tipemu? Myungsoo oppa? Hei sudah aku bilang cari pria yang berbeda darinya,”

“aku tidak bisa..”

“kau harus bisa!”

“Dia dan Myungsoo oppa bertolak belakang sekali. Myungsoo oppa orangnya serius sementara senior Nam suka sekali iseng padaku dari situ saja kau sudah bisa melihat perbedaannya bukan?”

“heh kau ini Mijoo. aku sangat yakin bahwa antara Woohyun-ssi memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Myungsoo oppa,”

“sepertinya,”

**

Tok..tok..tok

Soeun membuka pintu rumahnya dengan keadaan yang sungguh berantakan karena semenjak pemakaman Myungsoo dia hidup dalam kekacauan. Mata Soeun melotot kaget ketika melihat sosok Mijoo dan Daeyeol yang mendatangi rumahnya.

“Eonnie..”kata Mijoo.

“kenapa kau ada disini pembunuh!!”bentak Soeun.

“eonnie aku sungguh-sungguh minta maaf.. Maafkan aku eonnie,”mohon Mijoo sambil menatap senduh Soeun.

Pergilah karena aku tidak mau melihatmu! Kau yang membuat Myungsoo sudah tidak ada lagi didunia ini. Aku membencimu! Kalau kau tidak membohongi Myungsoo-ku dia tidak akan mau menikah denganmu! Aku membencimu!”pekik Soeun.

“Eonnie-ya..”lirih Mijoo.

“Soeun noona Mijoo kemari untuk niat yang baik apa tidak bisa kau memaafkannya?”tanya Daeyeol.

“aku tidak butuh ocehanmu Daeyeol-ssi,”kesal Soeun.

Daeyeol membulatkan matanya ketika Mijoo berlutut dihadapan Soeun sambil menundukan kepalanya.

“Eonnie maaf…”kata Mijoo dengan air mata yang sudah keluar dari pelupuk matanya.

“Sampai aku mati aku tidak akan memaafkanmu!”ucap Soeun dingin.

“Mijoo berdirilah,”bisik Daeyeol. Mijoo menggelengkan kepalanya.

“PERGI!”usir Soeun.

Mijoo tetap diam ditempatnya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali namun itu tak membuat Soeun memaafkanya. Karena kesabaran Soeun yang sudah habis perempuan itu langsung berlari menuju dapurnya dan kembali dengan pisau dapur yang ada didepannya.

Pergi sana!”

Daeyeol membulatkan matanya dan langsung menyuruh Mijoo untuk segera berdiri. Soeun terus mengulurkan pisau itu kehadapan Mijoo dengan tangan bergetar sementara Daeyeol memegangi seseorang yang sudah dianggap adiknya itu dengan erat.

“pergi atau aku akan membunuhmu!”ancam Soeun.

“jika itu akan membuat eonnie memaafkanku lakukan saja,”kata Mijoo.

Lee Mijoo!”bentak Daeyeol.

Soeun yang hendak menancapkan pisau itu kebagian tubuh Mijoo tiba-tiba langsung dihentikan oleh Kibum yang baru saja datang tepat waktu.

“Daeyeol bawa Mijoo kabur!”titah Kibum.

Daeyeol menganggukan kepalanya kemudian langsung menarik paksa Mijoo untuk pergi dari tempat itu. di dalam mobil Mijoo tak kunjung berhenti menangis walaupun tanpa mengeluarkan suaranya. Daeyeol yang sedikit jengkel langsung mengambil beberapa lembar tisu dan menguap air mata Mijoo.

“pulang dan jangan pernah kemari lagi. Jangan bertemu dengannya, kau paham? Apalagi kalau kau pergi sendiri itu akan membuat aku dan Jisoo terluka. Kau ngerti?!”

Mijoo menganggukan kepalanya dengan terpaksa.

 

 

Woohyun bertopang dagu sambil menatap Mijoo yang sejak tadi memandang layar komputernya dengan kosong. Sesekali Woohyun mengabadikan momen itu dengan memotret Mijoo menggunakan kamera ponselnya. Saat melihat sebuah gambar yang menurutnya cukup lucu Woohyun pun tertawa sendiri dari tempatnya.

“Kau memotret orang sembarangan. Kau bisa dituntut!”celetuk Sungyeol.

Woohyun lantas menoleh pada Sungyeol dan menghentikan tawanya.

“Stt.. diam-diam saja,”kata Woohyun sambil meletakan jari telunjuknya di bibir.

“heol.. kau menyukainya?”ucap Sungyeol berbisik.

Dengan mudahnya Woohyun langsung mengganggukan kepalanya dan kembali melihat ponselnya.

Ya aku bilang jika ada pegawai magang aku yang akan menggaetnya!”pekik Sungyeol.

Semua orang kini memandang kearah Sungyeol dengan pandangan kaget begitu juga Mijoo yang sudah tersadar dari lamunannya. Woohyun terkekeh pelan dan pura-pura tidak tahu tentang Sungyeol.

…..

Ketika semua pegawai sudah bergegas pulang ke rumah masing-masing berbeda dengan Mijoo yang kini sedang menunggu sebuah taksi. Ketika sebuah mobil hitam berhenti didepannya dan membuka kaca Mijoo langsung menoleh kepada supir yang sedang mengendara itu.

“kau belum pulang Mijoo?”tanya Woohyun, orang tersebut.

“Aku sedang menunggu taksi,”jawab Mijoo.

“Ayo aku antar pulang!”kata Woohyun.

Mijoo menggelengkan kepalanya menandakan menolak. Karena merasa kesal tawarannya ditolak Woohyun langsung keluar dari mobilnya dan memaksa Mijoo untuk masuk ke dalam mobil.

“Woohyun-ssi aku tidak mau!”tolak Mijoo.

“Kau harus!” Woohyun terus berusaha membuat Mijoo untuk masuk mobil tetapi tiba-tiba Mijoo berteriak dengan kencang.

“TOLONG AKU DICULIK!!”katanya.

“A..apa? Ya apa-apaan ini!”pekik Woohyun.

“Tolong!! Tolong ak—“

Badan Mijoo seketika melemas ketika merasakan bibirnya dikecup oleh Woohyun. Mata Mijoo bahkan terbuka lebar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Hanya 5 detik, Woohyun langsung menjauhkan wajahnya dari Mijoo dan menyeringai.

“Tsk.. jadi itu yang bisa membuatmu diam. Cepatlah masuk!”kata Woohyun. Mijoo tak bereaksi sedikitpun layaknya jiwanya kini sedang melayang entah kemana. Woohyun langsung membantu Mijoo untuk masuk kedalam mobil.

….

Sepn panjang jalan Mijoo hanya bisa memandang jalanan Seoul dengan jantung yang berdebar begitu kencang. Sementara Woohyun sesekali melirik Mijoo dengan perasaan kalut. Ketika mereka sudah sampai di depan rumah Mijoo ia langsung keluar dari mobil itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Woohyun buru-buru keluar dari mobilnya dan menahan lengan Mijoo.

“tunggu sebentar!”kata Woohyun.

“Apa?”tanya Mijoo.

Woohyun mengusap tengkuknya kemudian berdehem sebentar, “Untuk yang tadi ma..maaf. Aku hanya bingung saja harus melakukan apa untuk membuatmu diam. Sekali lagi maafkan aku Mijoo-ssi,”

“A..aku harus segera masuk,”

Mijoo melepaskan tangan Woohyun yang sejak tadi menahan lengannya itu kemudian berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumahnya. Mijoo langsung menutup rapat pintu rumahnya dan bersender disana. Tangannya bergerak naik keatas dan menyentuh bibirnya yang tadi di cium oleh Woohyun.

“Mijoo.. Kau bodoh!”gumam Mijoo.

….

Tin..tin..

Woohyun langsung menekan klakson mobilnya berulang kali ketika gerbang rumahnya tidak kunjung dibuka oleh satpam yang berjaga. Ketika gerbang sudah dibuka ia langsung masuk menjalankan kembali mobilnya. Woohyun mengerutkan keningnya heran ketika tidak ada satu pun pelayan yang memberikan hotmat untuknya. Tak seperti biasanya batin Woohyun. Namun karena dia bukan seseorang yang gila hormat Woohyun langsung mengabaikannya dan masuk kedalam rumah.

“Ibu! Hyeong! Aku pulang!”teriak Woohyun.

Tidak ada satu pun dari orang yang dia panggil menyaut teriakannya padahal jam masih bertengger diangka 9. Woohyun berjalan lagi kedalam rumah mewahnya itu dan menemukan bahwa ibu dan abangnya sedang bercanda gurau diruang keluarga.

“Aku pulang!”pekik Woohyun ketika berada didekat mereka.

Yesung dan Sunggyu memandang Woohyun sejenak kemudian kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Woohyun membulatkan matanya tak percaya saat merasa tak dianggap oleh keluarganya. Ia berjalan lagi kedepan ibu dan kakaknya itu.

“Ibu! Hyeong! Kenapa kalian melakukan ini padaku?”rengek Woohyun.

“Aish kau menganggu aku menonton drama saja!”kesal Sunggyu sambil melemparkan bantal kepada Woohyun. Tak terima Woohyun balik melemparkan batal itu ke Sunggyu.

“Ibu.. aku merindukanmu,”kata Woohyun dengan aegyo-nya.

“Sunggyu-ya orang ini siapa?”tanya Yesung.

Sunggyu terkekeh sebelum menjawab pertanyaan ibunya, “orang yang sudah 1,5 tahun bekerja tapi tidak memiliki perkembangan ibu,”celetuk Sunggyu.

“Apa? Kalian mengasingkanku hanya karena itu saja?”pekik Woohyun tak terima.

Walaupun memasang tampang memelas pada Yesung tetap saja wanita itu enggan menoleh pada Woohyun. Terpaksa Woohyun langsung berjongkok dan memegang tangan ibunya.

“ibu.. akukan masih ingin mengenal kantor dulu lagi pula Sunggyu hyeong jika bekerja dari bawah juga tidak akan bisa maju. Diakan hanya menggantikan posisi abeoji waktu itu,”sindir Woohyun.

Ya!”kesal Sunggyu.

“ibu kau tidak merindukan anakmu yang tampan ini, eoh?”tanya Woohyun sambil mengedipkan matanya.

Yesung menatap Woohyun setelah berusaha untuk mengabaikannya. Tangannya yang mengepal itu ia dekatkan ke kepala Woohyun dengan raut wajah ketus.

“ibu kau akan menjitaknya ka—“

Ucapan Sunggyu langsung terhenti ketika melihat ibunya kini sedang mengelus rambut Woohyun dengan penuh kerinduan.

“Ibu katanya kau tidak akan menegur anak ini sebelum dia maju!”protes Sunggyu.

“aku juga merindukan anak bungsuku ini Sunggyu-ya,”oceh Yesung.

Woohyun langsung memeluk ibunya itu dengan hangat begitu pula Yesung. Setelah melepaskan pelukannya Yesung menepuk-nepuk pipi Woohyun awalnya begitu lembut namun lama kelamaan menjadi kencang.

“Sa..sakit!”rutuk Woohyun sembari mengusap pipinya.

“Aish bodoh.. bagaimana bisa kau tidak menunjukan kinerjamu yang baik?”oceh Yesung.

“Maaf ibu. Aku berjanji akan bekerja lebih keras!”kata Woohyun bersumpah.

“Sungguh?” Woohyun menganggukan kepalanya dengan yakin.

“ibu percaya padamu. Lebih baik sekarang kau mandi. Kau berkeringat!”

Woohyun berdiri dan memberikan hotmat kepada ibunya kemudian dia langsung bergegas ke kamarnya. Sunggyu sejak tadi hanya bisa menggerutu karena ibunya melanggar perjanjian mereka untuk mengerjai Woohyun.

“Ibu.. aish,”oceh Sunggyu.

“ibu terlalu merindukannya Sunggyu-ya haha,”kata Yesung tak berdosa

.

.

.

TBC

Advertisements

2 thoughts on “When I’m Afraid Part 4 [Chapter]

  1. uwooooww…
    mrk ciuman. hahahha.
    cieciecie….

    gw kurang ngerti sama bagian awal part ini deh. seakan2 ada yg kepotong.

    dan nama ibunya yesung? hahaha aneh aj. visualisasi gw masa langsung yeaung suju. wkwkwkwk

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s