[Drabble] Stranger With Memories

qupte

Stranger With Memories

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Jiae – Infinite’s Sungjong

Cast : MyName’s JunQ (as Kang Jungkyu) – etc..

Genre : Sad – Hurt || Type : Drabble || Rating : PG-13

.

.

“Terkadang aku memiliki dorongan untuk mengajakmu berbicara tetapi aku teringat kalau kau adalah orang yang berbeda sekarang. Itu menyedihkan karena aku sangat merindukanmu”

.

.

.

            Sudah 6 tahun lamanya Yoo Jiae lulus dari SMA. Kini dia sudah memiliki masa depannya. Mulai dari pekerjaan dan tempat tinggal, dia sudah dapat membelinya dengan uang hasil kerja kerasnya sendiri. Hari ini Jiae memiliki pertemuan untuk reuni bersama teman-teman SMA-nya di salah satu restauran milik teman SMA-nya dulu yang baru saja di resmikan. Jiae berjalan masuk ke dalam restauran tersebut. Banyak orang menyambutnya dengan senang.

“Hei Yoo Jiae! Kau tambah cantik,”puji Baro.

“Dasar gombal!”

“Aku serius. Apa kau sudah memiliki kekasih? Berikan aku nomormu,”pinta Baro.

“Jangan Jiae. Dia ini sekarang playboy. Dia hanya numpang hidup dengan kekasihnya. Jangan mau berpacaran dengan orang seperti dia,”celetuk Lee Daeyeol.

Jiae hanya bisa terkekeh mendengar pertikaian kecil kedua teman lamanya itu. Saat melihat seorang laki-laki yang duduk diam di tempatnya Jiae menghampiri orang itu dan duduk tepat disebelahnya.

“Jungkyu, kau datang..”sapa Jiae.

“Tidak banyak pekerjaan hari ini jadi aku bisa datang,”balas Jungkyu.

Tidak seperti yang lainnya, Jiae dan Jungkyu masih berteman baik sampai sekarang. Mereka memang terkenal dengan persahabatan mereka yang begitu kental sejak SMP. Tidak heran kalau setelah lulus SMA bahkan lulus kuliah keduanya masih bisa berteman baik.

“Senangnya bertemu teman lama,”gumam Jiae.

“Hmm betul sekali. Rasanya kembali di mana kita masih menjadi seorang siswa, kan?”

“Ya kau betul. Oh aku mau permisi ke toilet dulu. Tolong jagain tasku, Jungkyu.”

Jungkyu mengangguk lalu Jiae berdiri dari kursinya untuk segera bergegas ke toilet.

.

.

.

            Jiae baru saja selesai dengan urusannya di toilet. Ia berjalan sembari merapikan bajunya yang sedikit kusut agar terlihat lebih rapi. Brugg.. Jiae yang berjalan tanpa melihat ke depan tidak sengaja menyenggol seseorang. Dengan cepat Jiae meminta maaf pada orang itu lalu membungkukan badannnya 45°.

“Maafkan aku. Aku tidak sengaja tu…an…”

Suara Jiae melemah di akhir kata ketika melihat siapa orang yang tadi dia tabrak. Keduanya saling memandang satu sama lain tanpa mengucapkan sepata-katapun. Memori Jiae di masa lalu otomatis terputar kembali, membawanya ke masa-masa di saat dia masih menjadi anak SMA.

“Hei.. kau tidak akan pernah bisa menyelesaikan pekerjaanmu jika kau tidak konsentrasi,”

“Aku tahu.”

“Lalu kenapa kau masih kerjakan juga?”

“Karena aku tidak ingin menunda tugasku,”

“Dasar keras kepala,”

“Biarin weeee…”

Jiae menundukan kepalanya sekali lagi lalu pergi meninggalkan laki-laki itu sesegera mungkin. Namun baru beberapa langkah Jiae berhenti berjalan lalu membalikan badannya. Dia memanggil nama laki-laki yang dia tabrak tadi dengan cukup lantang.

“Lee Sungjong!”

Orang bernama Sungjong itu membalikan badannya dan memperhatikan Jiae. Tatapan matanya begitu dingin dan datar kepada Jiae. Hal itu membuat nyali Jiae menciut untuk kembali mengajaknya berbicara.

“Bu..bukan apa-apa. Maaf menganggu,”

Buru-buru Jiae pergi meninggalkan Sungjong. Jiae betul-betul lupa kalau dia pergi ke tempat ini dia memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mantannya lagi. Ya, Lee Sungjong adalah mantan kekasih Jiae ketika mereka masih SMA. Dan kini Sungjong yang dia kenal sudahlah berubah menjadi orang baru.

“Jiae-ya apa kau tahu di mana alamat hatiku berada? Aku bertanya pada ketua RT mereka bilang hanya kau yang dapat menjawabnya,”

“Apa yang sedang kau katakan, huh?”

“Eish. Kau tidak merespon ucapanku,”

“Hahaha memangnya kenapa? Aku tidak tahu harus menjawab apa,”

“Kenapa tidak?”

“Menurutmu kenapa?”

“Entahlah,”

.

.

.

            Saat Jiae kembali Jungkyu merasakan ada hal yang berbeda dari sahabatnya itu. Ia sedikit mencolek tangan Jiae yang tengah melamun, “Jiae ada apa?”. Jiae menggelengkan kepalanya dengan cepat karena dia tidak ingin Jungkyu mengetahui isi hatinya saat ini. Tidak lama kemudian Sungjong kembali dan duduk tepat di hadapan Jiae. Kedua orang yang pernah menjadi ‘kita’ itu hanya bisa terdiam dan saling memandangi satu sama lain. Jungkyu mengerti saat ini kenapa Jiae bersikap seperti itu.

“Dia bukan siapa-siapa lagi untukmu. Kejadian itu 7 tahun yang lalu, kan?”

“Aku tahu,”balas Jiae.

“Lalu kenapa kau bersikap seperti ini sekarang?”

“Apa aku salah jika aku mengatakan kalau aku merindukannya?”

Jiae manatap manik mata sahabatnya itu dengan lekat. Berharap kalau dia mendapatkan jawaban dari Jungkyu agar membuat hatinya sedikit tenang.

“Aku rasa hanya sampai disini. Maafkan aku Jiae. Kita bisa menjadi teman, bukan?”

“……. baiklah,”

“Terima kasih, Yoo Jiae.”

“Bukan masalah, Sungjong.”

Sebelum menjawab pertanyaan Jiae barusan Jungkyu menghela nafasnya, “Kenapa kau merindukan orang asing? Dia bukan temanmu. Jika teman dia tidak akan pernah mengabaikanmu setelah kalian menjadi bukan siapa-siapa lagi. Dia hanya orang asing yang memiliki memori bersamamu, Yoo Jiae..”ujar Jungkyu. Dia berusaha mengontrol volume suaranya agar orang lain terutama Sungjong tidak mendengarkannya.

“Teman-teman tiba-tiba perutku sakit. Aku pamit untuk pulang,”

Semua orang yang berada di sana terkejut kecuali Sungjong. Jiae tersenyum tipis pada teman-temannya lalu mengambil tas miliknya dan pergi dari restauran tersebut. Ya, menurut Jiae sahabatnya–Jungkyu benar kalau Sungjong hanyalah orang asing yang memiliki beberapa memori bersamanya. Memori yang membuatnya merasakan indah, kagum, sedih dan juga sakit. Yoo Jiae juga sadar kalau dia adalah tipe gadis yang membosankan untuk di ajak kencan, mungkin itu adalah alasan Sungjong memutuskan hubungan mereka. Sekalipun sudah menjadi orang asing, apa salah jika Jiae merindukan seorang Lee Sungjong? Mereka memang bukan teman namun mereka bukanlah musuh. Jiae tidak memiliki perasaan lagi pada Sungjong, tetapi tetap saja rasa cinta yang pernah tumbuh di antara keduanya membuat Jiae tidak mudah untuk melupakan segala tentang mereka yang pernah terjadi di masa lalu. Karena Sungjong adalah bagian dari hidupnya, begitu pula Jiae yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Sungjong di masa remaja mereka.

.

.

.

END

 

Advertisements

One thought on “[Drabble] Stranger With Memories

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s