From Morning To Morning

from morning to morning poster

From Morning to Morning

Lee SeunghoonxYoo Jiae

ficlet (750w) | teen g | romance drama au

inspired by Teen Top’s song, Ah Ah (From morning to morning)

noranitas @2015

|

|

“Pasalnya, hanya wajah Jiae yang selalu terputar dikepalanya sepanjang hari. Dari pagi ke pagi.”

***

Lee Seunghoon lagi-lagi merutuki otak bodohnya.

Bisa-bisanya dirinya terlambat pergi bekerja hari ini. Dilihat dari jarum jam tangan yang kini dikenakannya, sudah dua puluh lima menit ia terlambat dari waktu absen yang telah ditentukan.

Bus menuju rute kantornya pun belum datang sedari tadi. Harusnya bus tersebut sudah menjemput Seunghoon di halte dua puluh menit yang lalu –mengurangi potensi Seunghoon dimarahi oleh bosnya sekitar beberapa persen- namun apa adanya, bahkan kaca depan bagian bus itu tidaklah nampak disepanjang jarak pandang Seunghoon.

Halte bus hanya diisi Seunghoon seorang. Maklum, ini sudah hampir pukul setengah sepuluh. Wajar saja halte –seharusnya- sepi karena siswa sekolah dan para pekerja kantoran sudah memulai aktifitas masing-masing ditempatnya, bukan seperti Seunghoon yang terlalu bersemangat begadang menamatkan seri film X-Man yang baru saja dibelinya dalam waktu semalam, sehingga membuat dirinya kesiangan untuk bangun dari tidur keesokan harinya.

“Permisi, anda mau kopi? Sebagai teman selagi menunggu bus datang?”

Suara seorang perempuan sontak mengejutkan Seunghoon dari segala rutukan yang tengah bergelut dikepalanya. Perempuan itu berseragam kerja –seragam pekerja kafe? Mungkin- datang membawa dua cup kopi mengepul. Melirik kebelakang, Seunghoon menemukan sebuah stall kopi terletak tidak jauh dari halte.

“Itu stall mu?” tanya Seunghoon belum berniat untuk mengambil cup kopi dari uluran tangan si perempuan.

“Bukan, itu milik pemerintah kota. Aku hanya bertugas untuk membayar jam publik *ku .” jawabnya santai sambil menyesap kopi dari cup yang berada ditangan kanannya.

Seunghoon kemudian menerima kopi dari perempuan bersurai panjang tersebut. “Jam publik? Kau berbuat apa sehingga mendapatkan jam pelayanan publik?”

“Parkir sembarangan dan juga menabrak fasilitas umum. Aku kena 45 jam pelayanan.” Lagi-lagi ia mengucapkan semua itu dengan entengnya, seolah-olah empat puluh lima jam pelayanan bukanlah hal yang besar baginya. Padahal bagi Seunghoon, waktu sebanyak itu setara dengan bekerja full lembur selama seminggu. Bisa-bisa bos Seunghoon memotong gajinya jika ia harus wajib mengerjakan jam pelayanannya –yang untungnya tidak terjadi pada Seunghoon-.

“Oh iya. Namaku Jiae. Bolehkah aku duduk disini? Aku bisa mati kebosanan jika hanya berdiri disana tanpa melakukan apapun.” Ujar perempuan itu –Jiae- sambil menunjuk kearah stall kopi.

Seunghoon mengangguk pelan. Daripada harus sendiri mungkin begini lebih baik, pikir Seunghoon.

“Lalu, kenapa jam segini kau masih disini?”

“Kesiangan.” Jawab Seunghoon sekenanya. Mood nya masih sensitif jika harus membicarakan perkara keterlambatannya itu.

“Nona!”

Suara seorang ahjumma dan beberapa wanita paruh baya yang lain ramai berkumpul didepan stall Jiae, bermaksud untuk mendapat beberapa kopi gratis dipagi hari.

“Aku pergi dulu ya. Ne ahjumma! Aku datang!!!”

Jiae kemudian berlalu dari hadapan Seunghoon. Seiring Jiae melakukan kegiatannya, kedua manik Seunghoon seolah tak bisa lepas dari perempuan itu.

Dari awal Jiae menyeduh kopi hingga menghidangkannya kehadapan para ahjumma tersebut seluruh atensi Seunghoon hanya tertuju padanya. Ada sedikit rasa keingin tahu an muncul dibenak Seunghoon. Apa ini yang disebut ketertarikan pada lawan jenis? Walaupun hanya beberapa menit dirinya juga Jiae memulai perbincangan?

Bunyi berisik mengganggu Seunghoon sejenak. Bus yang ia tunggu telah datang. Ia ragu, apakah harus pamit terlebih dahulu sekaligus mengucapkan terima kasih pada Jiae atas kopi yang ia minum atau langsung menuju bus.

Seunghoon memilih opsi kedua.

Toh aku masih bisa berterima kasih padanya besok pagi sedangkan bus tidak bisa menunggu acara pamitanku terhadap Jiae, gumam Seunghoon.

Dengan hati dan sebagian pikirannya tertinggal di halte, Seunghoon berangkat menuju kantornya. Masih dengan sesosok perempuan bernama Jiae menempel di otaknya.

***

Selang dua puluh dua jam, kini Seunghoon kembali berada di halte, tepat diposisinya kemarin berada. Setelah berlari hingga nafasnya tersengal, matanya menangkap stall kopi dibelakang halte dipenuhi oleh beberapa salaryman yang menyesap kopi masing-masing selagi menunggu bus datang.

Perempuan yang menyajikan kopi pun tak terlihat, tenggelam diantara kelilingan orang-orang yang mengantri kopi. Seunghoon mulai merasa gugup.

Pasalnya, hanya wajah Jiae yang selalu terputar dikepalanya sepanjang hari. Walaupun Seunghoon tidak menginginkan nya secara langsung, wajah cantik perempuan it uterus saja hinggap dipikirannya. Membuat sedikit rona merah bertengger dikedua belah pipi laki-laki tinggi tersebut.

Seunghoon menunggu antrian kopi tersebut hingga reda dan terkejutnya ia bahwa sang penyaji kopi bukanlah Jiae, tetapi seorang ahjumma dengan topi lebar menghiasi kepalanya.

“Permisi, ahjumma apa kau tahu kemana perempuan yang sering menyajikan kopi disini setiap pagi? Perempuan berambut panjang?” tanya Seunghoon penuh harap.

“Oh, kemarin adalah jam pelayanan terakhirnya. Jadi mulai hari ini akulah yang menggantikan posisinya.” Jawab si ahjumma santai sembari menyeduh lagi beberapa kopi dengan air panas.

Seunghoon terdiam ditempatnya.

Lagi-lagi ia merutuki otaknya yang kelewat bodoh ini.

Bagaimana bisa ia melepas kesempatan untuk paling tidak bisa kenal lebih dekat dengan perempuan itu dengan meninggalkannya begitu saja kemarin? Bahkan gadis itu menghantui pikirannya dari pagi ke pagi.

“Kau idiot, Lee Seunghoon!”

End

 

Nita/n comeback Noranitas setelah lama banget gak muncul disini lololololol. maaf endingnya maksa karena wb tiba-tiba datang uheuheuheuheu T_T

Review+komen+kritik+dan saran dari kalian ditunggu <3<3<3

 

Advertisements

4 thoughts on “From Morning To Morning

  1. kasihan ya seunghoon, udah menanti-nanti dari sebelumnya tapi eh ternyata jiae sudah nggak ada besoknya. Ceritanya bagus, simple dan sedikit fluff. Bahasa dan cara penulisanmu rapi dan cocok sama ceritanya. ditunggu kelanjutan(?)nya atau mungkin ff lainnya, keep writing~

    Liked by 1 person

    • Heyya magnaegihyun!!

      Thanks ya udah baca+komen di ff aku 💜💜💜
      Omo kelanjutan? belum terealisasikan sih cuma udah ada plan kok buat bikin sequel dr FMTM ini hehe ^^ stay tune yaaa

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s