When I’m Afraid Part 5 [Chapter]

catsWhen I Afraid..

By Fanita (woollimstan)

Infinite’s Nam Woohyun – Lovelyz’ Lee Mijoo

Genre : Sad – Angst – Romance – Drama || Type : Chapter || Rating : PG-17

.

Masa lalu yang kelam membuatnya memilih menjauh dari apa yang namanya cinta. Tapi apakah bisa Lee Mijoo bangkit dari keterpurukan dan masa lalunya yang kelam setelah bertemu dengan Nam Woohyun?

A/N : Cetak tebal adalah flashback.

.

.

.

Tanpa memperhatikan perubahan sikap dari kekasihnya seorang laki-laki terus saja memasang tampang bahagia dan menarik-natrk tangan kekasihnya itu sampai akhirnya sang gadis memberontak.

Oppa!”pekik Mijoo kesal.

Woohyun langsung melihat Mijoo dengan pandangan heran. Apa yang salah dengannya?

“Kenapa?”tanya Woohyun polos.

“Aku-bukan-anak-kecil!”

“Aku tahu. Kau sudah 24 tahun. Apa masalahnya?”tanya Woohyun. kini dia sungguh tidak mengerti.

“kenapa kau mengajak aku ke wahana permainan seperti ini?”rengut Mijoo.

Mijoo memandang sekelilingnya. Yang berada ditempat ini hanyalah anak-anak yang didampingi oleh orangtua mereka. Tidak ada orang berukuran seperti Woohyun atau Mijoo. Merasa salah dengan pilihannya Woohyun hanya bisa tertawa cengengesan dan berusaha membujuk pacarnya itu.

“Ayolah kali ini saja.. kan sayang aku sudah membeli banyak saldo,”mohon Woohyun. Bahkan laki-laki itu berani mengeluarkan aegyo-nya di tempat terbuka seperti ini sekarang!

Berpacaran dengan Woohyun selama 1 bulan ini sudah membuat dirinya menghapal semua sikapnya termasuk sisi manja Woohyun pada orang terdekatnya ini jadi dia sudah terbiasa jika melihat adegan itu ditampilkan oleh Woohyun secara mendadak.

“Baiklah.. huh..”ucap Mijoo terpaksa.

Woohyun memekik tertahan bahkan mengepalkan tangannya ke udara dengan wajah yang sumringah kini dia langsung menarik lengan Mijoo untuk bermain kesalah satu permaian kesukaannya, boom boom car.

**

Sehabis makan siang kini Mijoo dan Woohyun kembali melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi mall yang begitu besar ini. Sambil memakan eskrimnya Mijoo terus melihat-lihat toko yang ada mana tahu didalam toko tersebut ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Berbeda dengan gadisnya, Woohyun berjalan terus memandang ke depan dan tidak sengaja pula dia melihat sesuatu yang membuat matanya kini melotot kaget. Mijoo yang semulanya hendak masuk kedalam satu toko langsung kaget ketika tangannya ditarik paksa oleh Woohyun untung saja eskrimnya tidak tumpah ke lantai.

Oppa apa yang kau lakukan?”heran Mijoo.

“kita harus mengikuti sesuatu yang menarik,”jawab Woohyun.

“Apa?!”

Woohyun menghentikan langkah kakinya mendadak membuat Mijoo juga berhenti seketika berhubung ada waktu untuk menghabiskan cone eksrimnya dengan terburu-buru Mijoo memakannya.

Oppa ada apa si?”tanya Mijoo.

“Stt.. lihat itu,”tunjuk Woohyun.

Sama seperti Woohyun tadi mata Mijoo melotot melihat pemandangan dihadapannya. Melihat Sunggyu yang kini sedang bersama perempuan bahkan gadis itu melingkarkan tangannya mesra pada lengan Sunggyu.

“Sunggyu oppa?! Jadi itu perempuan rahasianya?”bisik Mijoo.

“ayo kita ikuti!”kata Woohyun saat melihat Sunggyu dan pacarnya melanjutkan perjalanan mereka.

Suasana sangat ramai di mall ini Mijoo tak henti-hentinya melepaskan tautan tangannya dengan Woohyun agar tidak terjatuh. Namun karena berjalan terlalu terburu-buru Mijoo pun tersandung.

“auu…”rintih Mijoo.

“Kau baik-baik saja?”tanya Woohyun. Dia ini berjongkok dan memperhatikan kaki perempuannya itu terluka atau tidak.

“Aku baik-baik saja oppa..”jawab Mijoo.

Woohyun menghela nafas legah dan kemudian dia berdiri.

“ayo lanjut ja—“

Ucapan Woohyun terhenti saat sadar bahwa Sunggyu sudah tidak ada lagi dari pandangannya. Kini ia menatap garang Mijoo sambil menujuk wajah Mijoo menggunakan jari telunjuk.

“Kau!! Aish,”oceh Woohyun. Wajahnya kini merengut antara kesal dan kecewa

“Woohyun.. Mijoo…”

Keduanya langsung menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya Woohyun melihat orang yang dia cari itu ada dihadapannya.

“Hyeong..”

Oppa…”

Sunggyu menatap tajam Woohyun begitu pula Mijoo sementara perempuan yang ada disebelah Sunggyu hanya bisa terdiam heran dengan situasi Sunggyu, Woohyun dan Mijoo.

**

Dalam suasana yang cukup canggung Sunggyu berusaha bersikap tenang walaupun rahasianya kini secara tidak sengaja terbongkar oleh adiknya. Sebelum mengeluarkan suaranya untuk mengklarifikasi semuanya terdengar helahan nafas kakak kandung Woohyun tersebut.

“kenalkan dirimu padanya. Dia Woohyun, adikku yang sering aku ceritakan padamu. yang disebelahnya itu Mijoo, kekasih Woohyun.”kata Sunggyu.

Pacar Sunggyu itu tersenyum dan menggangguk mengerti. Ia kini mengajak Mijoo atau Woohyun untuk berjabat tangan.

“Jung So Min imnida,”katanya. Somin –gadis itu—tersenyum tulus pada mereka.

“Lee Mijoo imnida,”ucap Mijoo. dia menjabat tangan Somin setelah itu bergantian dengan Woohyun.

“Geure.. kenapa kau menyembunyikannya dari kami semua, eoh? Eomma pasti akan senang sekali kalau tahu pacarmu begitu cantik tidak sebanding denganmu,”celetuk Woohyun.

AU!!

Terdengar suara jeritan dari bibir Woohyun akibat Sunggyu menendang tulang keringnya. Mijoo dan Somin menahan tawanya.

“Appo hyeong..”rengek Woohyun.

“jangan mentang-mentang kau tampan merendahkan wajahku. Begini juga banyak yang suka dan semua orang akan menerimaku…”cibir Sunggyu.

“jinjjayo? Bukannya saat kau mengungkapkan perasaanku kau bilang sebelumnya kau ditolak lebih dari 5x dengan perempuan yang sama ya?”tanya Somin polos.

Muka Sunggyu kini langsung merah padam. Dia tidak habis fikir kenapa perempuannya malah membantunya dipermalukan oleh Woohyun. Mijoo yang sejak tadi tidak dapat menahan tawanya lagi kini pun sudah tertawa lebar.

“YA berhenti tertawa Mijoo-ya!”kata Sunggyu dengan sinis.

**

Keesokan hariya mereka kembali menjalankan aktivitas seperti biasa yaitu pergi ke kantor. Di kantor sendiri yang mengetahui hubungan antara Woohyun dan Mijoo hanyalah Sungyeol dan Sunggyu tentunya. Sungjong yang notabene kini sangat dekat dengan Mijoo saja tidak diberitahu oleh gadis itu.

“Mijoo-ssi kau mau tidak menemaniku kesuatu tempat? Aku ingin membelikan kado untuk adik perempuanku karena kau perempuan mungkin kau dapat membantu untuk memberikan selera anak muda,”tanya Sungjong.

Woohyun yang sedang berada didekat mereka langsung mendadak seperti cacing kepanasan. Dia tidak akan membiarkan kekasihnya pergi dengan laki-laki lain sekalipun laki-laki itu adalah Sungjong.

“Mian Sungjong-ssi tapi Mijoo akan menemaniku untuk ke perusahaan Kim. Jadi kaku tidak bisa mengajaknya pergi,”celetuk Woohyun.

Mijoo yang hendak membuka mulutnya langsung menutup rapat kembali dan menatap Woohyun sinis. Walaupun tahu kini Mijoo sedang menatapnya tajam namun Woohyun berpura-pura tidak tahu dan malah mengalihkan pandanganya kearah lain.

“Ah begitu.. ya sudah aku minta karyawan lain saja,”gumam Sungjong.

Puas mendengar jawaban Sungjong dia –Woohyun—langsung kembali ke mejanya dan baru saja duduk dikursinya dia mendapatkan sebuah pesan dari Mijoo dengan antusias Woohyun langsung membacanya.

Neo… kau benar-benar keterlaluan, Oppa!!

 

Aku tidak mau kekasihku pergi dengan yang lain, chagi kkkk~

Woohyun melirik Mijoo yang kini sedang berakting seolah-olah muntah membaca bahwa Woohyun memanggilnya ‘chagi’ dia pun hanya tersenyum tanpa dosa kemudia Woohyun melanjutkan pekerjaannya.

**

Mijoo baru saja datang untuk bekerja dan langsung menerima undangan diatas mejanya. Tidak salah lagi bahwa itu adalah undangan dari rekan kerjanya, Park Sojin yang akan mengadakan pernikahan beberapa hari lagi bahkan ia sudah mengajukan cuti dari lusa kemarin. Seketika pikiran Mijoo melayang kepada pengalamnnya lagi setelah beberapa minggu tidak memikirkan sama sekali yang berhubungan dengan masa lalu apalagi Woohyun.

“ada apa denganmu Mijoo-ya..”batinnya.

**

Oppa untuk apa kau mengajak ku ke butik ini?”tanya Mijoo heran. Jam makan siang ini bukannya langsung pergi untuk makan Woohyun malah mengajak Mijoo kesalah satu butik temannya dulu.

“tentu saja untuk mencari pakaian ke pernikahan Sojin-ssi,”jawab Woohyun.

Seorang gadis berkulit putih bersih saat melihat kehadiran Woohyun dibutiknya langsung menghampiri pelanggannya tersebut. Tanpa aba-aba gadis itu bahkan memeluk Woohyun senang pasalnya mereka sudah lama tidak bertemu.

“Aku kira kau hanya bohongan untuk ke butikku. Woohyun-ya bogoshipo,”katanya.

“Aish Dasom-ah hentikan kau akan membuat calon nyonya Kim marah nanti,”oceh Woohyun.

Dasom, gadis itu baru sadar bahwa Woohyun kemari bersama seorang perempuan yang tidak lain adalah pacarnya.

“Ah mian.. jongsonghamnida,”ucap Dasom pada Mijoo sembari membungkukan badannya.

“Gwechanayo,”kata Szy tersenyum tipis. Entah kenapa melihat Dasom memeluk Woohyun tadi begitu gerah padahal AC di butik ini begitu dingin.

“apa yang mau kau cari? Ayo aku akan bantu kalian mencarikan bajunya,”ajak Dasom.

Sementara Woohyun pergi mencari jas untuk dirinya sendiri kini Dasom dan Mijoo melihat-lihat gaun yang ada. Sesekali Dasom memberikan Mijoo rekomendasi atas gaun yang cocok untuknya. Saat melihat ada sebuah mini dress berwarna hitam yang begitu indah Dasom langsung mengambilnya dan menunjukan pada Mijoo.

“bagaimana kalau ini? kau suka?”tanya Dasom.

“apa bagus warna hitam untukku, Dasom-ssi?”Tanya balik Mijoo.

“tentunya. Apalagi Woohyun pasti dia akan suka. Kau pasti tahu dia manik hitam, bukan?” Mijoo mengangguk dan tersenyum tipis. “apa lagi? Kau tidak ingin mencobanya?”tawar Dasom.

“baiklah akan aku coba..”

Ketika Mijoo sedang mencoba pakaiannya Woohyun menghampiri Dasom yang kini ada didepan ruang ganti Mijoo. sambil membawa dua buah jas pilihannya laki-laki itu langsung memperlihatkan pada Dasom.

“yang mana yang cocok untukku?”tanya Woohyun meminta saran.

“yang itu.. karena itu sangat cocok dengan gaun Mijoo,”jawab Dasom.

“baiklah kalau begitu aku akan mencoba setelah melihat Mijoo bagaimana,”

“kau tenang saja aku yakin bahwa pacarmu akan cantik dengan semua pakaian rancanganku,”balas Dasom berbangga hati.

“Tsk! Jangan begitu sombong Dasom-ah.. ternyata ada gunanya juga kau selalu menghabiskan buku-buku catatanmu dengan coretan baju-baju tidak jelas itu. aku bahkan masih ingat kalau buku catatanmu selalu habis bukan untuk mencatat pelajaran tapi karena gambar-gambarmu,”oceh Woohyun panjang lebar.

“YA! Hahaha…”tawa Dasom malu.

Srak…

Gorden penutup ruang ganti baju itu terbuka. Woohyun dan juga Dasom melongok tak percaya melihat Mijoo yang begitu cantik menggunakan baju tersebut. Badannya terlihat begitu seksi apalagi kaki jenjangnya yang begitu indah untuk dipandang.

“Omona.. kau begitu cantik Mijoo-ssi,”kaget Dasom. Mijoo tersenyum tipis dan kini pandangannya melihat kekasihnya itu dengan malu.

“A-aku tidak bisa berkomentar apa-apa,”gumam Woohyun.

“apa ini cocok untuk aku? Kalau tidak aku akan mencari yang lain saja,”kata Mijoo.

“Andwaeyo! Kau sungguh bagus menggunakan itu. changkaman!”ujar Woohyun.

Dasom dan Mijoo mengerutkan keningnya heran ketika Woohyun mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Woohyun kini sibuk membuka sesuatu dari ponselnya ketika selesai dia langsung mendekatkan diri pada Mijoo dan mengarahkan kamera ponsel dihadapan mereka.

“mwoya? Selca?”cibir Dasom.

Klik…

Woohyun tersenyum puas dengan selcanya yang tampak alami karena Mijoo terbengong heran sementara Woohyun menatap Mijoo dengan senyuman bahagianya.

“YA! Kau bahkan belum membayar sepersenpun baju itu padaku tapi sudah memfotonya,”oceh Dasom.

“tenang saja aku akan membayarnya,”kata Woohyun. “aku mau coba pakaianku dulu dan Mijoo lebih baik kau juga ganti bajumu setelah ini kita makan siang,”lanjutnya.

**

Suasana cukup ramai dipesta pernikahan Sojin karena calon suaminya itu merupakan salah satu anak keluarga terpandang di Korea. Mijoo dan Woohyun kini sudah duduk di salah satu kursi untuk segera meyaksikan pernikahan antara Sojin dan pasangannya. Perasaan Mijoo begitu gelisah saat ini, sudah lama sekali dia tidak pernah ke pesta pernikahan seseorang semenjak kejadian itu. Mijoo memejamkan matanya sesekali dan menghembuskan nafasnya untuk membuat dirinya sedikit santai.

Ketika pengucapkan ikrar sehidup semati semua tamu bersorak bahagia. Setelah memasangkan cincin kejari masing-masing sepasang suami istri baru itu saling menautkan bibirnya dihadapan hadirin. Sekelebat bayangan masa lalu menghampiri Mijoo kepalanya kini bahkan terasa berat. Ingin menangis namun apa yang dipikirkan orang jika dia menangis saat ini? bisa-bisa orang berfikir bahwa Mijoo adalah mantan kekasih dari suami Sojin sekarang. Woohyun melirik kesamping dan menatap Mijoo datar ketika mengetahui bahwa gadisnya sedang gusar. Woohyun langsung menggenggam tangan Mijoo yang sudah dingin itu sementara Mijoo sendiri pun kaget ketika merasakan tangan Woohyun menggenggamya. Ia berusaha untuk santai…

“Chukae Sojin-ssi. Apa kau tetap akan bekerja diperusahaan?”Tanya Woohyun saat sesi memberikan selamat untuk pengantin baru itu.

“aku masih bekerja untuk 1 bulan kedepan setelahnya aku akau resign karena aku ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik,”jawab Sojin.

“Chukae Sojin-ssi semoga pernikahanmu akan bertahan sampai akhir,”ucap Mijoo dengan tulus.

“gomawo Mijoo-ssi,”balas Sojin.

“kalau begitu kami duluan tidak enak begitu lama mengajakmu berbicara. Yang lain sedang mengantre untuk memberimu salam,”ujar Woohyun.

**

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Woohyun membawa Mijoo untuk mengunjungi apartemennya terlebih dahulu karena sejak berhubungan dia yang lebih sering mengunjungi rumah Mijoo dibandingkan Mijoo datang ke apartemennya. Mijoo merebahkan tubuhnya diatas sofa empuk. Hari ini begitu melelahkan apalagi dia berjam-jam lamanya harus memakai high heels yang begitu tinggi dari biasanya.

Oppa.. kau mau aku masakan sesuatu?”Tanya Mijoo.

Woohyun yang baru saja kembali dari dapur untuk minum langsung menghampiri Mijoo dan menganggukan kepalanya dengan semangat. Mijoo lantas langsung bangkit lagi dan berlari kecil menuju dapur Woohyun. ia mengeluarkan semua macam bahan yang ada dikulkas Woohyun dan yang dia dapatkan hanyalah bahan untuk membuat nasi goreng saja. Saat sedang sibuk memasak Mijoo yang mendengar langkah kaki Woohyun akan mendekat padanya langsung berbicara.

“jangan mendekatiku! Aku akan berhenti memasak jika kau berani melangkahkan kakimu lebih dekat!”ancam Mijoo.

“Huh…”kata Woohyun pasrah.

Setelah semuanya siap Mijoo langsung membawa dua piring nasi goreng itu ke meja makan. Woohyun yang sejak tadi sudah siap untuk melahap makanan itu bahkan memegang sendok dan garpu sejak tadi. Laki-laki itu langsung menyendokan nasi goreng itu dan memakannya namun karena masih panas ditambah pedas Woohyun pun langsung mengipas lidahnya yang terasa seperti terbakar tersebut.

“Huh.. Mijoo-ya ambil susu di kulkas. Ppali!”titah Woohyun.

Dengan tergesah-gesah Mijoo langsung menuju dapur dan mengambil sebuah susu kotak yang selalu tersediah di kulkas kekasihnya itu. Woohyun meneguk susu kotak itu dengan cepat karena saking terburu-buru susu itupun lengket didagu Woohyun. Mijoo berinisiatif mengambil tisu dan mengelapnya.

“kau seperti anak kecil,”oceh Mijoo.

Tangan Woohyun langsung menyentuh punggung tangan Mijoo bahkan menggenggamnya. Dia menatap intens Mijoo kemudian tersenyum, “gomawo…”ucap Woohyun tulus.

“Ne oppa..”balas Mijoo dengan lembut.

Setelah selesai makan malam kini Mijoo dan Woohyun menonton televisi bersama diruang tengah. Sesekali terdengar tawa dari mereka berdua yang sedang menonton sitkom. Ketika acara sedang iklan Woohyun menoleh pada Mijoo yang ada disampingnya sibuk masih menyaksikan televisi.

“Mijoo-ya..”panggil Woohyun.

Mijoo otomatis langsung memalingkan wajahnya pada Woohyun. Mijoo sedikit memundurkan kepalanya ketika Woohyun memajukan wajahnya semakin dekat dengannya.

Oppa..”gumam Mijoo.

“kau terlalu cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini, Mijoo-ya..”bisik Woohyun.

“kau terlalu cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini, Mijoo-ya..”

 

Jantung Mijoo terasa berhenti berdetak. Ucapan yang dikatakan Woohyun begitu sama seperti apa yang dikatakan oleh Woohyun dimasa lalu. Mijoo meremas dress-nya ketika hidung Woohyun dan dia saling bersentuhan bahkan Woohyun sudah memejamkan matanya.

“Woohyun oppa…”lirih Mijoo.

DEG!!

Sontak Woohyun langsung menjauhkan wajahnya dari Mijoo. Dadanya begitu sesak mendengar Mijoo menyebutkan nama lelaki lain padanya dengan jarak sedekat itu. Apa kini Mijoo sedang membayangkan laki-laki lain ketika mereka hendak berciuman, batin Woohyun.

“O-oppa mianhae..”kata Mijoo.

Mijoo mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Woohyun namun laki-laki itu langsung berdiri dan menatap Mijoo dingin.

“kau pasti lelah lebih baik kau pulang kerumahmu,”kata Woohyun.

Oppa…”lirih Mijoo.

Mijoo ikut berdiri dan hendak mendekat pada Woohyun namun lagi dan lagi Woohyun mundur untuk menghindarinya.

“pulanglah. Segera!”kata Woohyun tegas.

Sakit.. Mijoo merasakan sakit di hatinya. Kenapa melihat Woohyun marah padanya begitu membuatnya terluka? Apa yang harus dia lakukan sekarang?

“pulang! aku bilang pulang sekarang!”bentak Woohyun.

Suara isakan mulai terdengar , Mijoo langsung mengusap kasar airmatanya lalu memakai sendalnya terburu-buru dan juga mengambil tasnya kemudian barulah dia berlari keluar dari apartemen Woohyun. ketika mendengar suara pintu tertutup dengan keras Woohyun pun semakin bergetar.

“kau masih tidak bisa melupakannya Mijoo-ya?”lirih Woohyun.

.

.

.

TBC

Advertisements

2 thoughts on “When I’m Afraid Part 5 [Chapter]

  1. waaa… bac bagian akhirnya menyedihkan.
    tapi sayang banyak salah nama. harusnya ada nama myungsoo yg ditulis tapi malah nama woohyun.

    trus lagi dibagian awal gw ngerasa itu ky kepotong. klo emg ku gitu alurnya menurut gw kurang pas aja trlalu cepet dan seakan2 itu kepotong ceritanya. itu beeran begitu kan ceritabagian awalnya. bukan krn gw yg salah baca? atau emg gw yg salah?

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s