F4 – Dear Friends #4 [Chapter]

Standard

wpid-img1443786719242

F4

 Dear Friends 

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu – Astro’s Cha Eunwoo

Cast : BTS’ Jungkook – Soloist’s Yoo Seungwoo – DIA’s Yebin – Gfriend’s Yuju – Etc

Genre : School Life – Friendship – Fluff – Romance

Type : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Terinspirasi dari drama populer seperti The Heirs dan Boys Before Flower, namun tetap alur dan cerita murni dari pemikiran author selaku penulis cerita ini!

..

Tetap semangat, temanku.

.

.

.

Author POV

Laki-laki itu hanya bisa terdiam lesu setelah mengetahui apa yang terjadi kepada temannya. Orang itu adalah Cha Eunwoo yang baru saja keluar dari ruangan dokter yang memeriksa keberadaan Mingyu. Tanpa Eunwoo sadari Mingyu yang sudah ada di belakangnya sejak tadi hanya bisa terdiam lesu karna mendengar penjelasan dokter barusan mengenai penyakitnya.

“Jangan memaksakan untuk bermain basket di saat Anda tahu kalau bahu Anda mengalami sakit yang luar biasa. Saya sarankan Anda untuk berhenti bermain basket Mingyu-ssi atau cidera Anda akan semakin parah,”

Mingyu tersenyum lirih lalu berjalan menghampiri sahabatnya, Eunwoo. Setelah berada disamping Eunwoo dia merangkul Eunwoo dengan santai seakan-akan tidak ada kejadian yang menimpanya.

“Ayo pulang!”ajak Mingyu.

Eunwoo melepaskan tangan Mingyu yang berada di pundaknya dengan kasar. Dia menatap tajam Mingyu karena menahan seluruh emosi yang ada di dalam dirinya.

“Kenapa kau tidak memberitahu kami? Kenapa kau begitu bodoh Kim Mingyu?!”pekik Eunwoo.

Semua orang memperhatikan Eunwoo dan Mingyu namun kedua laki-laki itu tidak peduli karena larut dalam emosi masing-masing.

“Maaf aku tidak ingin membuat siapapun khawatir jadi aku merahasiakannya,”sesal Mingyu.

“Lalu sekarang bagaimana? Cideramu begitu parah, apa kau fikir itu akan sembuh dengan sendirinya kalau kau terus keras kepala untuk mematulkan bola-bola itu?”tanya Eunwoo.

“Basket itu hidupku, Eunwoo. Aku menyukainya dan turnamen ini pertandingan yang akan aku lakukan terakhir di SMA. Kau tahu kalau aku gagal masuk ke final tahun la—“

“Kau berfikir masalah turnamen tanpa memikirkan kondisi tubuhmu? Kau gila Kim Mingyu!”

“Eunwoo-ya!”

“Dan kenapa kau tidak mengatakan ini kepadaku dan yang lain? Bahkan orangtuamu tidak tahu tentang masalah ini, kan?”

Eoh.. mereka tidak tahu dan aku tidak mau memberitahu kalian karena aku tahu kalian akan menghentikanku,”

“Kau gila,”gumam Eunwoo.

Eunwoo langsung pergi meninggalkan Mingyu yang diam mematung di tempatnya. Dari sini Mingyu hanya bisa memandang Eunwoo yang berjalan dengan tergesah-gesah. Eunwoo sulit dikendalikan jika dia marah, Mingyu menyesal sudah merahasiakan penyakitnya dari sahabatnya itu. Dia hanya takut kalau mereka akan mengkhawatirkan keadaannya dan memisahkan dirinya dari basket. Mingyu tidak mau membuat mereka kecewa dan juga tidak mau dijauhkan dari basket.

Author POV END

..

“Sujeong-ah apa kau sudah sarapan?”

Aku baru saja duduk di mejaku lalu sudah mendapatkan sebuah pertanyaan dari Yebin. Karena kaget aku tidak bisa mengeluarkan suaraku, jadinya aku membalas pertanyaan Yebin barusan dengan anggukan.

“Baguslah kalau sudah. Aku tidak mau kau sakit,”kata Yebin.

“Ke—kenapa? Kau aneh sekali?”heranku.

Kulihat raut wajah Yebin menjadi was-was. Dia mendekatkan bibirnya ketelingaku dan membisikan sesuatu, “Kau tidak memberitahu orang lain masalah kemarin, kan?”bisik Yebin.

Ah.. aku mengerti sekarang. Tentu saja aku tidak mengatakan kepada siapapun. Sudah aku bilang ini akan menjadi rahasia.

“Sujeong-ah jangan katakan kepada siapapun soal kemarin, ya. Tolong tutup saja mulutmu dan jangan mengatakan apapun mengenai hal itu,”mohon Yebin.

Aku menganggukan kepala dengan mantap dan tersenyum kepada Yebin. Melihat reaksiku barusan Yebin tampak lebih legah dan kini duduk di tempat duduknya sendiri.

Saat istirahat berlangsung aku dan Yebin langsung pergi ke kantin untuk segera makan siang. Semoga orang berteriak seperti biasanya, ya siapa lagi kalau bukan F4 yang membuat mereka seperti orang gila. Aku lihat dari sini Eunwoo berjalan sambil membawa nampan makananya dan pergi mencari tempat kosong sementara Mingyu, Seungwoo dan Jungkook memilih untuk duduk di tempat yang berbeda dengan Eunwoo.

“Ada apa dengan F4?”tanya Yebin heran.

“Aku juga heran. Ya sudah lebih baik antri saja dulu,”ajakku.

Setelah mengantri tanpa aku kehendaki tubuhku bergerak sendiri menghampiri tempat duduk Eunwoo. Aku meletakan nampan makananku di atas meja lalu Eunwoo melihatku heran.

“Pergi sebelum aku menendang kursimu,”usir Eunwoo.

“Lakukan kalau itu yang kau mau,”kataku enteng.

Eunwoo memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas secara kasar. Sepertinya dia benar-benar marah dengan ucapanku barusan.

“Kenapa kau sendirian di sini? Tidak bergabung dengan yang lain?”tanyaku.

Brag!! Eunwoo menghentak meja makan sehingga orang-orang terkejut dan memperhatikannya. Setelah itu Eunwoo langsung pergi meninggalkan aku yang terkejut bukan main. Sepertinya dia mendapatkan sebuah masalah makanya dia marah seperti itu.

“Dia bukan marah denganmu jadi jangan khawatir,”celetuk seseorang.

Ternyata itu adalah Mingyu yang sudah menghampiriku. Dia menepuk pundakku lalu pergi lagi. Sepertinya dia ingin menyusul Eunwoo. Karena penasaran apa yang terjadi aku meninggalkan tempatku dan menghampiri Jungkook yang sedang makan bersama Seungwoo.

“Ada apa dengan Eunwoo?”

Aku melihat Seungwoo dan Jungkook mengangkat bahunya menandakan kalau mereka tidak tahu apapun. Aneh, aku fikir mereka tahu.

“Tapi kenapa sejak tadi Mingyu mengajak Eunwoo berbicara dia tidak menjawabnya ya?”heran Seungwoo.

“Entahlah,”kata Jungkook.

“Hmm apa mereka memiliki masalah?”tanyaku.

Jungkook mengerutkan keningnya. Lalu dia menggeleng pelan dan mengatakan sesuatu, “Tapi semalam mereka berdua jalan bersama. Apa sesuatu terjadi saat mereka sedang berdua?”heran Jungkook.

“Jungkook-ah ayo susul mereka. Kita tidak boleh diam melihat mereka seperti itu!”ajak Seungwoo.

Mereka berdua berdiri meninggalkanku sendiri. Karena tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di tempat ini aku menghampiri Yebin yang sedang makan bersama orang lain—yang tidak aku kenal siapa mereka.

Hari ini adalah upacara pembukaan turnamen basket. Semua siswa diperintahkan untuk memberikan dukungannya kepada anggota basket yang akan bermain siang hari ini. Aku bersama Yebin sudah beradi gedung olahraga, tempat di mana pertandingan akan di adakan. Kini kami sudah duduk di tempat stategis yang mana kami bisa melihat pertandingan dengan sangat jelas.

Di saat sedang menunggu acara berlangsung aku merasa di sampingku ada seseorang. Ternyata orang itu adalah Eunwoo dan disusul dengan Jungkook dan Seungwoo dibelakangnya.

“Kau datang?”tanyaku.

“Kau lihatkan aku disini?”tanya balik Eunwoo.

“Hmm aku fikir kau masih marah dengan Mingyu,”

“Memang aku masih marah,”

Aku hanya bisa tersenyum kecut karena sudah 3 hari namun tidak tahu juga apa masalah yang mereka hadapi. Bukan hanya aku saja yang tidak tahu, Jungkook maupun Seungwoo juga tidak tahu apapun.

Acara pembukaan sudah selesai dan kini pertandingan segera di mulai. Tim sekolahku dan SMA Sevit menjadi pembukaan dalam pertandingan ini. Aku lihat tim basket sekolahku sudah berada dilapangan termasuk Mingyu. Di lihat dari sini bahkan dia yang paling tinggi diantara pemain basket yang lainnya, benar-benar Kim Mingyu si jerapah. Kami semua bersorak ketika pembawa acara menyerukan nama sekolah kami kecuali Eunwoo yang hanya berdiam diri di tempatnya. Permainan telah di mulai dan kami semua memperhatikan permainan dengan seksama.

Selama permainan berlangsung Mingyu tampak begitu bersemangat. Rasa obsesinya terhadap basket membuatku jadi ingin mencari ekstrakulikuler yang cocok untukku dan menggelutinya seperti Mingyu. Dari sini terlihat kalau Mingyu sedang menguasai bola. Dengan lincah ia membawa bola itu untuk memasukannya ke dalam ring. Semoga saja dia bisa mencetak skor pertama untuk sekolah kita.

Author POV

Mingyu dengan lincahnya membawa bola itu untuk mendapatkan poin. Karena di depannya banyak sekali yang mengepung, Mingyu mengangkat kedua tangannya untuk melakukan triple point selagi ada kesempatan untuk melakukannya. Seluruh pendukung Mingyu berteriak kencang dan berdoa agar Mingyu dapat memasukan bola itu sampai akhirnya—

Brug!!

Suara teriakan itu mendadak hilang ketika orang-orang melihat Mingyu terkapar karena lawannya dengan sengaja menyenggol Mingyu dari belakang sewaktu dirinya sedang loncat. Mingyu terbaring di lapangan sambil memegang bahunya yang terasa begitu nyeri. Karena bahunya yang terlebih dahulu mendarat, sakit akibat cidera itu kembali Mingyu rasakan. Semua pemain kini mengerumuni Mingyu untuk membantunya berdiri. Di kursi penonton F4, Sujeong dan Yebin begitu kaget melihat apa yang terjadi pada Mingyu, terutama Eunwoo.

“Bagaimana ini?”tanya Seungwoo.

Molla. Ayo kita semua turun!”ajak Jungkook.

Seungwoo dan Jungkook terlebih dahulu berlari untuk melihat keadaan Mingyu sementara Eunwoo, Sujeong dan Yebin masih berdiri di tempatnya. Saat Sujeong hendak menyusul kedua laki-laki itu dia melihat Eunwoo yang hanya diam mematung di tempatnya. Sujeong menegur Eunwoo dan mengajaknya untuk pergi bersama.

“Aku tahu kau masih marah dengan Mingyu tapi dia temanmu dan saat ini dia terluka. Ayo cepat susul dia!”ajak Sujeong.

“Aku.. aku hanya berfikir tentang suatu hal,”kata Eunwoo.

“Berfikir apa? Yang penting itu Mingyu jangan fikirkan hal lain!”

“Sujeong-ah ayo cepat turun sepertinya Mingyu masih belum bisa berdiri,”ajak Yebin yang melihat situasi di lapangan.

“Cepat!”desak Eunwoo.

Bbangdduck aku takut kalau terjadi sesuatu pada Mingyu,”lirih Eunwoo.

“Memang sesuatu sedang terjadi padanya—“

“Maksudku cideranya. Aku takut karena kejadian ini cideranya semakin parah,”celetuk Eunwoo.

“Cidera?!”pekik Sujeong dan Yebin.

Author POV END

Apa yang baru saja Eunwoo katakan? Mingyu cidera? Aku memaksa Eunwoo untuk memberitahuku apa yang terjadi dan pada akhirnya aku tahu alasan dibalik pertikaian Mingyu dan Eunwoo beberapa hari ini. Kim Mingyu, si bodoh itu ternyata punya masalah dengan bahunya tapi dia tidak pernah membicarakan kepada siapapun. Hah, aku memang baru mengenalnya—ah bukan, maksudku aku baru saja mulai menjadi temannya kembali tapi entah kenapa aku merasa kecewa saat mengetahui si jerapah itu menyembunyikan penyakitnya dari kami semua. Lalu bagaimana sekarang? Bahkan dari sini aku lihat Mingyu terus meringis dan kristal bening keluar dari matanya. Itu pasti sakit. Tim Medis sedang mengobati Mingyu di pinggir lapangan sementara lawan yang sengaja membuat Mingyu terluka diberikan sanksi. Aku menghela nafas lalu melangkahkan kakiku untuk menghampiri teman-temanku yang sudah mengecek keadaan Mingyu di bawah.

“Sudah aku bilang, kan?”

Dari belakang aku lihat Eunwoo dan Mingyu sedang berbicara. Aku dapat mendengar dengan jelas kalau saat ini Eunwoo berbicara kepada Mingyu dengan nada tinggi. Jungkook menahan Eunwoo agar tidak terbawa emosi sementara itu ada Seungwoo yang sedang duduk di samping Mingyu. Mingyu hanya bisa tertunduk lesu sambil meratapi nasibnya, entah kenapa aku jadi ikut bersedih dan ingin menangis.

Ya pabo-ya! Kau lihatkan sekarang apa akibatnya karena kau begitu keras kepala untuk bermain?!”pekik Eunwoo.

“Berhentilah berteriak kepada Mingyu, Eunwoo-ya!”celetukku.

Aku menghampiri F4 lalu melihat Mingyu yang tidak berkata apapun sejak tadi. Aku memegang pundaknya perlahan namun alangkah kagetnya aku saat Mingyu malah menghempaskan tanganku.

Y-ya Kim Mingyu!”panggilku.

Ya bicaralah! Kau hanya bisa diam sekarang?”tanya Eunwoo.

“Berbicaralah dengan tenang, Cha Eunwoo!”tegur Seungwoo.

“Maaf,”celetuk Mingyu.

“Maaf? Setelah kau membuat aku kaget setengah mati kau hanya bisa mengatakan maaf? Tempo hari dokter mengatakan hal mengerikan itu. Sekarang kemungkinan apa yang bisa terjadi hah?”kesal Eunwoo.

“Kau begitu kasar!”kataku.

Aku menarik tangan Eunwoo untuk keluar dari ruang ganti pakaian ini meninggalkan Mingyu, Seungwoo, Jungkook dan Yebin di dalam. Sepertinya aku harus membuat Eunwoo tenang terlebih dahulu. Kasihan Mingyu jika di bentak seperti itu ketika kondisinya sedang buruk.

Di luar aku dan Eunwoo sudah berhadapan. Ekspresi wajah Eunwoo begitu dingin saat ini. Aku menghembuskan nafasku secara perlahan kemudian barulah aku angkat bicara.

“Tidak bisakah kau berbicara lebih lembut kepada Mingyu?”tanyaku.

“Kau—kau tidak tahu seberapa frustasinya aku memikirkan kondisinya selama beberapa hari ini. Dan hari ini aku melihatnya jatuh seperti tadi di depan mataku! Kau fikir aku bisa tenang?”

“Eunwoo-ya aku tahu kau pasti khawatir. Aku juga mengkhawatirkan Mingyu begitu pula anggota F4 yang lain. Teman satu sekolah juga khawatir kepada Mingyu namun jika kau memarahinya kau akan membuatnya tambah sedih,”

“Apa yang harus aku lakukan? Mingyu sangat menggilai basket kalau sesuatu terjadi sehingga dia tidak bisa bermain basket kembali.. apa yang harus aku lakukan untuk menghiburnya? Aku sangat tidak tahu,”lirih Eunwoo.

Mata Eunwoo mulai berkaca-kaca. Aku memberanikan diri untuk melangkah lebih dekat kepada Eunwoo. Baru saja tanganku bergerak untuk menepuk pundak Eunwoo aku dikaget oleh tindakannya yang tiba-tiba saja membawaku ke dalam pelukannya!

Tubuhku terasa begitu lemas. Eunwoo memelukku? Ini bukan mimpi, kan? aku berusaha melepaskan diriku dari pelukannya namun Eunwoo masih tetap menahanku di dalam posisi ini. Jujur saja, detak jantungku berdetak begitu kencang saat ini. Berharap saja kalau Eunwoo tidak merasakannya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?!”

Eunwoo baru melepaskanku saat seseorang menegur kami. Itu adalah Yuju yang baru saja datang. Dia melipat kedua tangannya di dada lalu menghampiri aku dan Eunwoo dengan muka yang begitu datar.

Heol Cha Eunwoo temanmu lagi sakit kau malah memeluk seorang perempuan di sini,”sindir Yuju.

Ya bukan seperti itu,”tegur Eunwoo.

Yuju memandangku saat ini. Ada yang aneh dari tatapannya kepadaku. Tanpa berbicara apapun Yuju langsung masuk ke dalam ruangan meninggalkan aku dan Eunwoo di luar. Aku melirik Eunwoo sejenak dan dapat kulihat kalau dia sedang salah tingkah. Karena tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi di sini aku memilih untuk masuk kembali ke dalam.

Author POV

“Kau baik-baik saja? Ibumu mengetahui masalah ini dan langsung menelponku untuk memastikannya,”ujar Yuju.

Ya Choi Yuju apa kau menceritakan kejadiannya?”tanya Seungwoo.

“Iya aku menceritakannya,”jawab Yuju.

“Kau bodoh?! Ibu Mingyu tidak tahu kalau Mingyu sakit kenapa kau malah mengatakannya?”oceh Seungwoo.

“Lalu kau mau aku berbohong, hm?”tanya Yuju malas.

“Sudahlah Seungwoo sebenarnya Yuju tidak salah jika menceritakannya,”celetuk Jungkook.

“Ngomong-ngomong ibumu bilang dia akan mendarat di Seoul pukul 8 malam. Aku hanya ingin mengatakan itu,”

Yuju langsung memutar badannya untuk segera keluar dari ruangan ini. Melihat Sujeong ada di depan matanya Yuju hanya bisa memutar matanya kemudian berjalan kembali. Saat dia berada di samping Sujeong dengan sengaja Yuju menyenggolnya sehingga gadis berpipi chubby itu terkejut.

Mwoya,”cibir Sujeong.

Author POV END

Kini aku berada di dalam ruangan ini hanya berdua dengan Mingyu. Jungkook dan Seungwoo sudah menyerah untuk mengajaknya bicara karena Mingyu tidak mau meresponnya. Aku duduk disamping Mingyu dengan penuh kekikukan. Sebenarnya aku tidak tahu harus melakukan apa, lagi pula aku sudah mengajaknya berbicara dari tadi namun dia tidak mau meresponku.

“Ryu..”

Aku langsung menoleh begitu Mingyu memanggil namaku. Kulihat dia sedang menghembuskan nafasnya kemudian kembali mengatakan sesuatu.

“Aku sangat menyesal sudah membuat mereka marah dan khawatir kepadaku. Apa menurutmu aku salah?”tanya Mingyu.

Eoh, kau salah.”celetukku.

Mingyu melihatku ketika mendengar jawaban yang aku katakan barusan. Kemudian aku kembali melanjutkan ucapanku, “Kau salah karena berbohong, kau salah karena membuat mereka khawatir, kau salah karena keras kepala dan juga salah karena membuatku sedih,”lanjutku. Manik mata Mingyu menatapku lekat setelah aku mengatakan itu semua. Aku membalas tatapannya lalu kembali angkat bicara, “Maka dari itu jangan buat mereka khawatir dan berbicaralah kepada mereka terutama Cha Eunwoo,”kataku. Mingyu menganggukan kepalanya namun raut wajahnya masih begitu murung. Apa lagi yang dia khawatirkan memangnya?

“Ada apa lagi?”tanyaku.

“Ibuku. Aku rasa aku akan dimakan hidup-hidup olehnya saat aku sampai rumah, heh..”

Mingyu menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi. Dia menatap langit-langit lalu kembali menghela nafas berulang kali. Melihat tingkahnya seperti ini aku hanya bisa tertawa kecil, ternyata seorang Kim Mingyu juga takut dimarahi oleh orangtuanya ckckck.

Karena F4 sudah mengantarkan Mingyu untuk pulang ke rumahnya aku dan Yebin memilih untuk segera pulang juga. Lagi pula apalagi yang membuat kami untuk tinggal di sini? Mingyu tidak bermain dan permainan basket sekolah kami juga sudah berakhir.

“Sujeong-ah bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? Aku malas di rumah,”kata Yebin.

“Kenapa kau malas di rumah?”tanyaku.

“Ayahku sedang ada di rumah. Aku bertengkar dengan ayahku karena masalah perselingkuhannya. Hah malang sekali ibuku,”lirih Yebin.

Aku menepuk pundak Yebin untuk membuatnya tenang. Pasti ini masalah yang sangat berat untuk dipikul oleh anak seperti Yebin.

“Ayo kita jalan-jalan. Kau mau ke mana? Gangnam?”

“Terserah si yang penting kita bisa bersenang-senang,”

Aku langsung merangkul Yebin dan mengajaknya untuk segera meninggalkan gedung olahraga ini. Lebih baik kita bersenang-senang dibandingkan melihat Yebin bersedih seperti ini.

Author POV

“Apa Mingyu baik-baik saja?”

“Kenapa kau menanyakan masalah Mingyu? Kau tidak pernah peduli kepadanya,”

“Apa salah aku menghubungimu hanya untuk bertanya hal itu? Dia temanku juga,”

“Teman? Aku baru kali ini mendengarmu mengakui seseorang sebagai temanmu, Choi Yuju.”

“Baiklah kalau begitu aku tutup dulu telponnya. Selamat malam Eunwoo,”

Yuju langsung mematikan sambungan telfonnya. Dia membanting ponsel mahal miliknya itu ke lantai kemudian berbaring di kasurnya. Dia menatap langit-langit kamarnya yang berwarna merah jambu dengan pandangan kosong. Menyebalkan. Menyukai Cha Eunwoo benar-benar hal yang menyebalkan bagi Yuju karena dia tidak tahu harus berusaha apa agar menjadi lebih dekat. Setiap kali Yuju menghubungi Eunwoo laki-laki itu sama sekali tidak tertarik untuk berbicara dengannya. Tiba-tiba saja Yuju teringat dengan kejadian yang lihat sore tadi, di mana Eunwoo dan Sujeong berpelukan. Yuju meremas spreinya bahkan matanya kini memerah menahan tangis.

“Sialan kau Ryu Sujeong!”batinYuju.

Author POV END

Seperti biasa aku yang baru sampai ke sekolah langsung masuk ke dalam kelas. Namun ada yang berbeda dari teman-teman sekelasku. Mereka berbisik-bisik lalu saling melirik satu sama lain. Aku segera menghampiri Yebin yang duduk di tempatnya untuk bertanya apa yang terjadi.

“Yebin-ah—“

Plak!!

Aku begitu terkejut ketika Yebin langsung berdiri dan mendaratkan sebuah tamparan di pipiku. Tatapannya kini menusuk netraku. Kulihat matanya berkaca-kaca seperti menahan tangis. Orang lain kini juga memperhatikan aku dan Yebin.

“Kenapa kau menamparku?”

Plak!!

Yebin kembali menamparku. Tamparan itu sangat sakit tapi yang lebih menyakitkan melihat Yebin seperti ini. Aku langsung meraba pipi kananku dan berharap agar Yebin memberikan jawaban dari tamparannya ini.

“Kau yang menyebarkannya, kan? hanya kau yang tahu! Kau jahat Ryu Sujeong!”pekik Yebin.

“Menyebarkan apa?”tanyaku.

“Hanya kau yang tahu. Kau berjanji untuk tidak mengatakannya kepada orang lain. Kau sangat jahat Sujeong! Aku menyesal menjadi temanmu!”pekiknya.

Dia mendorongku sehingga keseimbangan tubuhku goyah setelah itu Yebin pergi meninggalkan kelas ini. Orang-orang pada mengelilingiku lalu memberikan pertanyaan yang tidak aku mengerti.

“Ya Sujeong apa kau yang menempelkannya di papan pengumuman?”

“Apa benar begitu?”

“Nasib Yebin benar-benar malang ya. Hahaha,”

Aku mengembuskan nafasku lalu menyingkir dari kerumunan. Pikiranku sedang kalut saat ini. Masalah apa yang aku dapatkan pagi ini, Tuhan?

Angin berhembus begitu kencang sehingga air mataku turun begitu saja. Entah karena aku benar-benar ingin menangis atau karena perihnya tiupan angin sehingga cairan bening itu keluar begitu saja dari pelupuk mataku. Aku sempat melihat papan pengumuman dan di sana ada sebuah kertas yang menyebarkan informasi perihal masalah perselingkuhan ayah Yebin. Aku bersumpah itu bukan diriku. Aku tidak pernah mengatakannya kepada siapapun.

“Sedang apa kau di sana?”

Aku menoleh begitu mendengar suara seseorang. Kulihat Mingyu sedang berjalan ke arahku. Hah, si bodoh ini masuk juga sekolah padahal dia sedang sakit. Kini Mingyu duduk di sampingku sementara aku berusaha menghapus air mata yang lengket di pipiku.

“Kalau mau menangis tidak perlu sungkan. Aku sering meluapkan kesedihanku di tempat ini juga,”katanya.

“Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau sekolah?”tanyaku.

“Ryu sebelum bertanya kepada orang apa dia baik-baik saja lebih baik kau bertanya dulu pada dirimu sendiri,”oceh Mingyu.

Aku tersenyum kecut, benar juga ucapannya. Tanpa kusadari aku menghela nafas begitu keras sehingga Mingyu melihatku dengan pandangan penasaran.

“Ada masalah apa si?”tanya Mingyu.

“Yebin. Yebin mengira aku yang menyebarkan rahasianya. Padahal itu bukan aku,”lirihku.

“Aku yakin bukan seorang Ryu Sujeong yang menyebarkannya,”celetuknya.

“Kau percaya denganku?”tanyaku.

“Aku sangat percaya padamu. Kau kan orang baik,”

Ucapan Mingyu sedikit menghibur hatiku namun tetap saja rasa sedih masih mendominasi. Aku menundukan kepalaku sehingga rambut panjangku menutupi wajahku. Air mata kembali berjatuhan, entah kenapa aku merasa menjadi perempuan yang cengeng saat ini.

Author POV

Mingyu menyelipkan rambut Sujeong ke belakang telinganya sehingga dia dapat melihat dengan jelas kalau Sujeong sedang menangis. Yang membuat Mingyu lebih terkejut saat dia melihat pipi Sujeong memerah akibat bekas tamparan dari Yebin tadi.

“Apa Yebin menamparmu?”tanya Mingyu.

Sujeong menganggukan kepalanya.

“Sakit sakit ya?”tanyanya lagi.

Lagi, Sujeong menganggukan kepalanya. Melihat jawaban Sujeong barusan Mingyu langsung mengusap rambut gadis itu namun lama kelamaan Mingyu malah mengacak rambutnya.

Ya apa yang kau lakukan?”tanya Sujeong kesal.

Hoh.. aku tidak pernah tahu kalau ekspresi marahmu akan jauh lebih baik daripada menangis seperti ini,”kekeh Mingyu.

“Apa si,”rutuk Sujeong.

“Ryu kalau kau mau menangis aku bisa meminjamkan bahuku untuk bersandar,”kata Mingyu.

“Pikirkan saja bahumu yang cidera itu, tidak perlu repot untuk meminjamkannya kepadaku,”kata Sujeong.

Mingyu tertawa pelan lalu dia membenahi rambut Sujeong yang semula dibuatnya berantakan. Tanpa mereka sadari sejak tadi ada orang yang menguping pembicaraan mereka di balik pintu.

Author POV END

Karena bolos pelajaran pertama guru BK memanggilku untuk berkumpul di lapangan. Bukan hanya aku, di tempat ini juga ada Mingyu, Yebin, Eunwoo dan Yuju. Aku tidak tahu bagaimana bisa Eunwoo dan Yuju keluar dari kelas. Karena semua yang bolos pelajaran sudah berkumpul di tempat ini guru BK memberikan sanki poin dan berupa hukuman lainnya yaitu menyiram tanaman di kebun sekolah dan juga mengelap kaca.

Di sinilah aku sekarang. Aku berada di taman untuk menyiram tamanan bersama Yuju dan juga Yebin. Sementara Eunwoo dan Mingyu bertugas untuk membersihkan kaca. Aku menghampiri Yebin yang memilih untuk menyiram tanaman di ujung namun baru saja aku hendak menyapanya Yebin terlebih dahulu membuka mulut.

“Jangan dekati aku! Aku benci kau Sujeong,”katanya datar namun begitu menusuk di dalam hatiku.

“Maaf kalau aku menganggumu,”

Aku langsung membalikan badanku dan menghela nafas. Sepertinya Yebin benar-benar marah kepadaku saat ini. Lalu bagaimana caranya agar aku bisa menjelaskan kepada Yebin kalau bukan aku yang menyebarkan berita itu?

“Ryu Sujeong kemarilah!”

Eh? Yuju baru saja memanggilku bahkan memanggilku dengan nama bukan embel-embel ‘anak baru’. Aku buru-buru menghampiri Yuju namun sesekali aku melirik kebelakang untuk melihat Yebin.

“Bantu aku saja di sini dibandingkan di sana atau sendirian,”kata Yuju.

Aku mengangguk, “Baiklah..”

Kini aku menyirami semua tanaman berwarna cantik yang ada di depanku. Begitu juga dengan Yuju walaupun dia sangat tidak iklas melakukannya. Aku mencuri pandang ke Yebin, kulihat raut wajah Yebin begitu sedih. Aku tidak tega dengannya namun aku bisa apa?

Author POV

“Kau masih marah karena masalah cideraku?”tanya Mingyu.

“Tidak,”jawab Eunwoo.

Eunwoo membersihkan kaca-kaca yang berdebu itu dengan tergesah-gesah. Tidak ada sama sekali niat untuk berhenti melakukannya dan berbicara dengan Mingyu. Karena tangannya masih terasa sakit Mingyu hanya bisa melakukannya di daerah bawah sementara Eunwoo membersihkan kaca di atas.

“Lalu kenapa kau masih mendiamkan aku seperti ini?”tanya Mingyu lagi.

“Entahlah aku hanya ingin diam saja saat ini,”jawabnya.

“Hmm kau aneh sekali,”gumam Mingyu.

Author POV END

Aku membawa nampan makan siangku dan melihat-lihat apakah ada bangku yang kosong atau tidak. Langkah kakiku terhenti ketika aku melihat Yebin sedang makan sendirian di pinggir. Aku berniat untuk menghampirinya namun seseorang memanggil namaku.

“Ryu Sujeong!”

Aku menoleh, ternyata yang memanggilku adalah Yuju. Dia melambaikan tangannya kepadaku—yang menandakan kalau dia ingin aku menghampirinya. Sebelum aku menghampiri meja Yuju aku sempat melirik ke arah Yebin yang ternyata sedang melihatku. Baru saja aku hendak menyapanya dia malah memalingkan pandangannya sehingga aku menjadi sedih.

“Sujeong-ah cepat!”

Kulangkahkan kakiku menghampiri meja Yuju dengan cepat. Setelah sampai Yuju menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Di depanku sudah ada 3 orang yang belum aku kenal. Yuju mengenalkan aku kepada mereka.

“Dia ini Ryu Sujeong. Anak baru di kelasku. Ayahnya adalah tangan kanan ayahku,”kata Yuju.

“Jung Eunha imnida!”

“Hwang Sinbi imnida! Salam kenal sunbae,”

Gadis terakhir hanya diam tak berniat memperkenalkan dirinya kepadaku. Kulihat Yuju memperhatikannya lalu tersenyum, “Jiho kau tidak mau mengenalkan dirimu kepada Sujeong?”tegur Yuju. Gadis bernama Jiho itu langsung menundukan kepalanya lalu memperkenalkan dirinya kepadaku, “Namaku Jiho.”katanya. Ah! Aku ingat dia gadis yang tempo hari mencuri perhatianku. Maksudku gadis yang membuatku terheran-heran kenapa dia mengantri untuk mengambil makanan lagi setelah meletakan sebuah nampan di meja.

“Semuanya sudah berkenalan, kalau begitu lanjut makan!”ajak Yuju.

Aku memakan sesuap nasi dengan tidak berselera. Biasanya aku makan bersama Yebin. Kulihat Yebin di tempatnya hanya diam sambil memandangi makanan yang ada di depannya. Aku menghela nafas lalu menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutku tanpa ada niat sama sekali untuk menelannya.

Hari ini pengambilan nilai vokal grup. Masing-masing kelompok sudah duduk bersama selagi menunggu giliran untuk tampil. Aku duduk di samping Yuju sementara Yebin berada di depan bersama dengan Eunwoo. Sejak tadi aku tidak bertegur sapa dengan Yebin.

“Sujeong-ah apa boleh aku menyanyikan nada tinggi di lagu ini? Kau bisa ambil bagianku,”tanya Yuju.

Ye?! Yuju meminta untuk bertukar posisi di saat seperti ini? Yebin bahkan menoleh kebelakang dan memberikan pandangan tidak senang kepada Yuju.

“Kenapa?”tanya Yuju ke Yebin.

“Kau.. itukan bagianku!”kata Yebin tidak terima.

“Kau sudah bertukar posisi dengan Sujeong, kan? jadi sekarang itu bukan bagianmu,”

Ya!”seru Yebin.

“Sujeong-ah bolehkan?”tanya Yuju.

Yebin dan Yuju memandangku sehingga aku jadi kebingungan. Apa aku harus memberikan bagianku atau tetap memilikinya atau mungkin saja mengembalikan bagian itu kepada Yebin—

“Aku saja yang menyanyikannya,”celetuk Eunwoo.

Ya Cha Eunwoo—“

Belum lagi Yuju menyelesaikan ucapannya Eunwoo kembali berbicara.

Bbangdduck kau nyanyikan bagianku. Aku pusing melihat kalian kembali bertengkar hanya karena lagu,”lanjut Eunwoo.

Raut wajah Yebin begitu legah karena Yuju tidak menyanyikan bagian itu sementara Yuju tampak meredam amarahnya karena Eunwoo. Ahh untung saja ada Eunwoo kalau tidak aku kan bisa pusing harus memilih buah simalakama ini.

Karena besok adalah jadwal piketku aku membersihkan kelas sepulang sekolah. Hanya ada beberapa orang di sini karena banyak orang yang tidak mau melakukannya. Pertama-tama aku membersihkan papan tulis. Aku dan Yebin memiliki jadwal piket yang sama. Aku lihat dia sedang menyapu lantai dengan penuh keterpaksaan.

“Sujeong-ah!”

Oh? Yuju memanggilku. Dia menghampiriku lalu melihat Yebin yang berhenti menyapu ketika mendengar suara Yuju memanggil namaku. Kulihat Yuju menyunggingkan senyumnya lalu kembali mengalihkan perhatiannya kepadaku.

“Apa kau sibuk? Ayahku bilang aku harus lebih sering bermain denganmu jadi bagaimana kalau kita hangout sepulang sekolah?”

Ye? Hangout bersamamu?”pekikku.

Eoh! Kau mau, kan? Jalan-jalan dengan teman itu asik loh dibandingkan memusuhi teman sendiri,”

Aku rasa ucapan Yuju tadi berniat untuk menyindir Yebin. Kulihat Yebin sudah pergi meninggalkan kelas bahkan meninggalkan sapu di lantai. Aku jadi tidak bersemangat untuk melaksanakan piket kelas. Dan aku mengangguk begitu saja untuk menerima tawaran Yuju hangout bersamanya.

Author POV

“Himnae! Aku tahu kau pasti capek habis mengadakan fansign di Busan!”

“Terima kasih Yein-ah,”

“Jungkook oppa kalau ada waktu mainlah ke rumahku. Tapi hati-hati ya aku takut kalau ada yang tahu aku menjadi amukan fans beratmu,”

“Eoh… Aku akan menghubungimu kalau ada waktu untuk pergi ke rumahmu,”

“Kalau begitu sampai jumpa. Aku mau masuk les dulu,”

“Sampai jumpa lagi,”

Video call terputus. Senyum di wajah Jungkook terus mengembang setelah berkomunikasi sama gadis yang dia suka. Gadis itu Jeong Yein, teman masa kecilnya. Seungwoo yang baru saja membuat ramyeon andalannya menghampiri Jungkook dan menggodanya.

Eaaaa kau habis video call dengan Yein, benarkan?”tanya Seungwoo.

Jungkook menganggukan kepalanya, “Aku sangat sibuk. Ingin sekali bertemu dengannya,”kata Jungkook.

“Sibuk kepalamu! Yang kau lakukan hanyalah berkumpul dengan kami. Kau punya banyak waktu luang tapi tidak pernah membaginya untuk Yein,”cibir Seungwoo.

Jungkook mengendus kesal. Mingyu yang baru saja datang langsung bergabung diantara kedua temannya itu.

“Ada apa?”Tanya Mingyu.

“Jungkook mau bertemu Yein tapi dia tidak bisa karena sibuk. Sibuk apanya, dia saja sedang santai di sini,”celetuk Seungwoo.

Ya selagi ada waktu mending temui saja Yein. Dia pasti merindukanmu, setelah kau debut kau begitu sibuk.”oceh Mingyu.

“Hmm nanti aku menemuinya,”gumam Jungkook.

“Ngomong-ngomong di mana Eunwoo?”

“Eunwoo? Dia—“

Baru saja dibicarakan Eunwoo muncul dari balik pintu. Dengan santai dia berjalan untuk menghampiri teman-temannya dan langsung duduk di sebelah Seungwoo.

Ya Cha Eunwoo apa Yebin benar-benar marah dengan Sujeong? Aku kasihan melihat Ryu menangis seperti itu,”celetuk Mingyu.

“Memangnya aku peduli dengan urusan mereka?”kata Eunwoo datar.

“Kau benar-benar berhati dingin,”cibir Seungwoo.

“Tidak usah peduli dengan Eunwoo berhati dingin. Lebih gawat kalau ramyeon buatan Seungwoo dingin. Ayo makan!!”seru Jungkook.

Mingyu, Seungwoo dan Seungwoo sudah mengambil sumpir masing-masing lalu membelanya menjadi dua bagian. Mereka memakan ramyeon yang masih panas itu dengan lahap sementara Eunwoo hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabat-sahabatnya seperti orang kerakusan, mereka selalu melupakan table manner ketika menyantap ramyeon ala Seungwoo. Saat Eunwoo melihat Mingyu yang sedang kepedasan dia kembali terfikirkan dengan kejadian di atas atap tadi saat dia tidak sengaja menguping pembicaraan Mingyu dan Sujeong. Entah kenapa Eunwoo merasa Mingyu memiliki rasa ketertarikan kepada Sujeong dan dia tidak suka karena pikirannya tentang perasaan Mingyu membuatnya jadi resah seperti ini.

.

.

TBC

6 thoughts on “F4 – Dear Friends #4 [Chapter]

  1. Cupid

    Wedeh wedeh ._. Makin rame aja ni FF .-.
    Heran ama si Yuju, kok dia tiba2 jadi pengen temenan ama Sujeong .-.
    Tuh kan si Yuju naksir Eunwoo >.<
    Jadi penasaran siapa yg nyebarin rahasia Yebin, apa jangan2 si Yuju ya? Kalo emang si Yuju, darimana dia tau? o.O
    Eunwoo ama Sujeong pelukan? Yuju aja udah cemburu apalagi si Mingyu *eh
    CIEEEEEEH SI KOOKIE MAU KETEMU AMA DEDEK YEIN XD CEPETAN BANG, NTAR DEDEK YEINNYA DIAMBIL HOLANG WKWKWKWK XD
    .
    I can’t wait for next chapter e.e

    Like

  2. HUWA… LAMA NGGAK MAMPIR KE SITE INI DAN AKHIRNYA FF UPDATE-AN SUJEONG BERTAMBAH… TERHARU DEH #alay
    Maaf aku baru tahu kalo ff ini udah kepost sampe 4 chapter, soalnya jarang nge-blogging dan jarang buka internet…
    please banyakin lagi moment MingyuXSujeong nya ya?
    Nge-ship banget sama mereka, yang sama-sama tiangnya…
    aku paling suka dichap ke-2 soalnya seru gitu Mingyu pas ngomong sama Sujeong tentang apalah, terus suka banget sama moment Mingyu X Sujeong yang di ruang basket,
    Ngebayangin moment-nya mereka itu kayak masuk kie drama-nya beneran, jadi aku sampe nge-fly sendiri…
    Maaf ya kalo aku baru bisa comment di chap ini, soalnya aku nggak bisa comment satu-persatu karena udah telat update…
    Fighting yah…
    ini merupakan ff favorit aku loh sekarang ini…
    pokoknya ini harus dilanjut deh…
    Penasaran banget sama difatnya Yuju yang tiba-tiba berubah baik. terus mau tahu gimana perasaan Eunwoo & Mingyu yang sebenarnya ke Sujeong…
    Keep writing ya…
    Maaf kepanjangan :3

    Liked by 1 person

  3. Aihara

    konflik pertemanan o.o /lirik sujeong-yebin
    mulai tuh…
    ternyata bener ya yuju suka sama eunwoo haha, tapi eunwoo suka sama sujeong, mingyu suka sama sujeong, dan sujeong ga tau suka sama siapa._.

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s