Ice Cream – Amusement Park Series [Kei Ver.]

2NroRdX

Xika Nisha || Kei (Lovelyz) || Jimin (BTS) || FICLET || romance || pg-13

Disclaimer : fanfiction milik saya! Jika ada kesamaan, mungkin faktor ketidaksengajaan!

Soulful magician | Baloon | The Calm Manager | Merry-Go-Round

..

“Kau sedingin es

Tapi selembut krim”

..

..

Kei tidak pernah menyangka ia bisa berkencan dengan Park Jimin. Lelaki aneh dengan kepribadian ganda yang menakjubkan. Jujur, Jimin benar-benar jauh dari tipenya. Bahkan ia tidak pernah membayangkan punya pacar dengan tampilan awut-awutan, hidup tidak teratur, pengangguran, dan super cuek.

Dan teganya lelaki itu membuat Kei yang manis menunggu di depan gerbang taman bermain. Padahal yang membuat janji dia. Harusnya Kei marah, atau minimal merajuk lah. Tapi dasar Kei, gadis itu tidak pernah tega untuk namanya ‘marah’.

“Halo!” seseorang melambaikan tangan kepadanya. Ia terlihat seperti berandalan dengan pakaiannya. Walau wajah tampannya tetap bercahaya. Itu park Jimin, pacar Kei.

“Terlambat, huh?” Kei mengangkat sebelah alisnya, meminta penjelasan.

“Jam wekerku tidak berfungsi. Ponselku mati karena lupa mengisi baterainya. Jalanan macet kalau sudah jam segini. Itu alasanku kenapa terlambat kemari.” Nampak keringat mengalir di dahi Jimin.

Dengan sigap, Kei membersihkan keringat lelaki itu dengan sapu tangan miliknya. “Kau sudah bekerja keras.” Gadis itu memberi hadiah sebuah senyuman. Jimin speechless. Gadis itu aneh hari ini. Tanpa disangka-sangka, Kei langsung menggandeng lengan Jimin. “Ayo masuk! Pokoknya hari ini aku tidak ingin mengeluarkan uang.”

Pelan-pelan Jimin melepaskan gandengan Kei. “Jangan seperti itu. malu, ah!” gadis itu hampir cemberut kalau ia tidak merasakan Jimin memegang pergelangan tangannya. “Nah, seperti ini.” ia menautkan tangan mereka. Kei tanpa ragu ikut menyatukan jari-jarinya. Mereka saling melemparkan senyum saat berjalan menuju gerbang taman bermain.

Ada banyak permainan di sini. Mulai dari yang ekstrim sampai yang aman. Tidak lupa stan-stan makanan manis yang menggoda. Penjual balon juga ikut berada di tempat ini. Ditambah para pengunjung yang memadatinya.

Roller couster jadi pilihan pertama Kei, tapi ditolak mentah-mentah oleh Jimin. “Tidak boleh. Nanti kau kena serangan jantung.” Ia memutar kedua bola matanya saat mendengar alasan tidak masuk akal Jimin. Saat mereka melewati komidi putar, Kei merengek ke Jimin untuk ke sana. Untuk kesekian kalinya lelaki itu menolak. “Kau bukan anak kecil lagi, Kei. Ingat umur.”

Begitu yang terjadi di wahana lainnya. Berkali-kali Jimin menolak dengan alasan yang aneh-aneh. Jika ada batu besar nan berat disekitar Kei, mungkin ia akan melemparkannya ke lelaki yang berstatuskan kekasihnya ini.

“Lalu aku boleh naik apa?” akhirnya Kei protes. Ia tidak tahan mendengar penolakan Jimin untuk masuk ke rumah hantu.

“Mau es krim?”

“Hah?” Kei melongo tidak percaya. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Jimin. Bisa-bisanya disaat seperti ini malah menawari es krim.

“Tunggu sebentar!”

“Jimin…” lelaki itu langsung memutar badannya dan lari menuju penjual es krim. Ia tidak percaya apa yang sedang dialaminya sekarang. Kepekaan Jimin sangat rendah, bahkan mendekati tidak ada.

Akhirnya Kei memutuskan menyerah dengan Jimin. Sudah terlalu sering lelaki itu melanggar janjinya. Ia pikir kencan kali ini akan baik-baik saja tanpa hambatan. Nyatanya, Jimin bersikap menyebalkan seperti biasa.

Berlawan arah dari Jimin pergi tadi, Kei melanjutkan langkahnya. Ia tidak tahu mau kemana. Yang penting bisa pergi jauh dari Jimin, itu sudah cukup. Sambil berjalan, gadis itu mengumpati Jimin tanpa henti. Mengatai betapa tidak pekanya lelaki itu. betapa ia benci Jimin!

Lelah berjalan, Kei menemukan bangku kososng. Segera ia menempelkan pantatnya. Langit sudah berubah warna menjadi oranye. Taman bermain semakin ramai. Ia jadi pusing melihat orang-orang berlalu lalang, tapi Kei tidak bisa menghentikannya. Ia bosan. Mungkin ini cara melampiaskan rasa kesalnya.

“Rupanya kau di sini!” Kei menoleh. Di sana, Jimin terengah-engah dengan nafas memburu. Dadanya naik turun tak beraturan. Keringat juga membasahi wajah serta bajunya. Di kedua tangan lelaki itu ada es krim coklat dan vanila yang sudah meleleh dan mengotori tangan Jimin. Bentuknya sudah tidak nampak lagi. Menyedihkan sekali.

“Astaga! Apa yang kau lakukan?!” Kei melotot ke dua es krim itu. Jimin juga ikut-ikutan memandang es krim yang ia pegang. “Oh, maaf. Tadi bentuknya tidak seperti…”

“Jangan ceroboh, dong! Hiks, kau membuatku takut.”

“…Ini.” perkataan Jimin terpotong karena tangis dan sentuhan gadis itu. Kei memegang tangannya dengan erat, membuat tangannya jadi ikut-ikutan kotor. Krim lengket itu sudah tidak dipedulikannya.

“Astaga Kei, jangan menangis! Aku tidak apa-apa, kok!” Jimin semakin panik. Kei menambah volume tangisannya, hingga orang-orang yang lewat menatap Jimin dengan penuh curiga. Lelaki itu menggeleng tidak terima, menolak setiap tatapan penuh tuduhan itu.

Jimin ingin mengajukan banyak pertanyaan tentang kenapa gadis ini menangis. Tapi ia harus menahan sabar, ini bukan situasi yang tepat untuk bertanya. Jadinya Jimin membawa Kei untuk duduk lagi, membiarkan gadis itu menangis di dadanya.

Saat dirasa Kei mulai tenang, hati-hati Jimin bertanya. “Okay, tell me what happen with you.”

“I am fine.Dengan suara serak Kei berkilah. Ia masih betah menempelkan pipinya di dada Jimin. Perasaan hangat menjalar dan melingkupi tubuh Kei. Membuatnya betah berada dipelukan Jimin. Ia tidak membantah akan perasaan ini. pelukan Jimin adalah yang terbaik.

“Mendadak hilang dan tiba-tiba menangis. Apakah itu yang disebut ‘baik-baik saja’. Otakmu rumit sekali.” keluh Jimin. Kei cemberut, tidak terima dengan vonis tak berdasar itu. “Otakmu yang lebih rumit!” balas Kei.

“Benar. Otakku memang rumit.” Jimin mengakuinya. Bukankah gadis itu selalu benar tentang dirinya.

Kei melepaskan diri dari pelukan Jimin. Matanya berbinar takjub. Terheran-heran tentang sikap Jimin kali ini. tapi sedetik kemudian, ia baru ingat tentang sesuatu. “Es krimnya!”

Pekikan Kei membuat Jimin ingat tentang dua benda yang dipegangnya. “Oh my, es krimnya hancur!!” Jimin ikut-ikutan memekik. Es krim yang tadi hanya meleleh diatasnya, telah menghilang sampai di ujung cup-nya. kenapa ia tidak sadar jika lelehannya sampai ke tangan. “Aku akan membelikannya lagi.”

Sebelum Jimin benar-benar berdiri, Kei sudah lebih dulu menarik lengannya. Kei menggeleng pelan, “Tidak usah. Itu pemborosan.”

“Tapi, aku ingin membelikanmu es krim!” Jimin bersikeras.

“Aku akan memakan yang itu.” Kei menunjuk dengan dagu. “Berikan yang vanila.”

“Tidak Kei! Ini sudah tidak layak makan.”

“Siapa bilang?”

“Aku yang bilang!”

“Jangan membantah Jimin!” lelaki itu tidak membalas, ia sudah merasa kalah sekarang. Kei mengembangkan senyumnya. Tanpa diduga, gadis itu langsung mengambil es krim vanila dari tangan Jimin. Menjilatnya dengan ekspresi berlebihan. Seakan-akan itu adalah es krim paling enak di dunia. “Lihat! Masih bisa dimakan.”

“Oke, you win Kei!”

“Yeah,  I always the winner.”

Mereka saling menikmati es krimnya masing-masing. Tertawa dan bercanda, seakan-akan tidak ada kesal dan tangis yang mampir. Mereka memang pasangan yang aneh. Dan Kei suka dengan keanehan itu.

Makin lama tawa yang tadi ada, perlahan terhenti. Rasa canggung menguasai sekitar mereka. Kei tetap menikmati es krimnya dengan khidmat, tidak mempedulikan Jimin yang tengah menatap langit. “Aku memang bajingan.” Kei sedikit tersentak, tapi tetap diam.

Kau baru menyadarinya sekarang?

“Membiarkanmu menunggu, membuatmu kesal, dan hanya memberi es krim yang sudah cair untuk segala pengorbananmu…” ia menghela nafas, setelah itu melanjutkan perkataannya. “Dan seharusnya kau meminta putus.”

“Lalu… intinya apa?”

“Maaf karena tidak bisa jadi cowok ‘normal’.”

“Memangnya, selama ini kau tidak normal?”

“Aku pikir, iya.”

Kei tersenyum, menahan tawa untuk jawaban Jimin. Dari atas hingga bawah, lelaki itu tidak bisa disebut orang normal. “Sedikit aneh memang aku bisa bertahan denganmu. Menolerir segala perbuatan burukmu, tidak pernah marah sedikitpun, atau merajuk seperti cewek pada umumnya.” Kei menjilat es krimnya lagi. “Untuk kasus ini, aku juga sama-sama tidak normal.”

“Kita memang pasangan yang sempurna,” ucap Jimin bangga. Kei memukul lengan Jimin main-main. “Tapi setidaknya kau harus belajar peka, agar cewek limited edision sepertiku tidak pergi meninggalkanmu.” Jimin dan Kei menertawakan pembicaraan mereka yang semakin ngawur. Ini sering terjadi, dan sungguh menyenangkan.

Disaat tawa masih melingkupi mereka, Kei teringat mengenai pertanyaan di otaknya sejak Jimin mengajaknya kencan. “Jimin-a…” lelaki itu menoleh, alisnya terangkat, mewakili respon dari panggilan Kei. “Apa tujuanmu mengajakku kencan kemari?”

“Ah, itu…” Jimin menggaruk tengkuknya, agak malu untuk menjelaskannya. “Aku sekarang bukan pengangguran lagi. Jadi… aku mengajakmu kemari untuk merayakannya.” Senyum malu-malu hadir begitu saja. “Akhirnya aku jadi manusia berguna juga.”

Tanpa diduga-duga, Kei memeluk Jimin dengan erat. Seluruh sendi lelaki itu seakan melemah. Pelukan Kei mampu membuatnya lumpuh. “Selamat, ya! Akhirnya ijazahmu itu berguna. Tidak membusuk dimakan tikus.”

“Astaga Kei! Sebegitu buruknya aku hingga kau menghinaku seperti itu.” Kei melepas pelukannya dan menggeleng ribut. “Tidak! Aku memujimu.”

“Terserahlah.” Ia merajuk, tapi tidak dihiraukan Kei.

“Aku bangga padamu, Jimin. Sungguh!” lelaki itu tesipu malu dalam menanggapi pujian Kei. “Dan kau mampu membuatku mencintaimu berkali-kali lagi.”

“Ya, Kei. Aku selalu mampu menjadi cowok sempurna untukmu. Hanya untukmu.”

“Es pun akan mencair

Dengan kehangatanmu”

END


Sorry lama update 😀

yuk, buruan tinggalin komentar c:

Advertisements

11 thoughts on “Ice Cream – Amusement Park Series [Kei Ver.]

  1. Ah, mereka benar-benar cute dan manis seperti es krim(?)nya 😀 Sangat melegakan sekali, aku bisa menemukan ff kei-jimin disini, jujur, di asianfanfic aku jarang banget nemu ff kei-jimin padahal mereka pasti jadi couple yang unik kayak di ff ini nih. Btw, aku kangen nih sama ff author. lanjutin lagi ff fluff yang manisnya~ keep writing!

    Like

  2. Pingback: Beautiful Song – Amusement Park Series [Sujeong ver.] | Lovelyz Fanfiction Indonesia

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s