F4 – Holiday #6 [Chapter]

wpid-img1443787297871F4

 Holiday ♥

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu – Astro’s Cha Eunwoo

Cast : BTS’ Jungkook – Soloist’s Yoo Seungwoo – DIA’s Yebin – Gfriend’s Yuju – Etc

Genre : School Life – Friendship – Fluff – Romance

Type : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Terinspirasi dari drama populer seperti The Heirs dan Boys Before Flower, namun tetap alur dan cerita murni dari pemikiran author selaku penulis cerita ini!

..

Apa pilihanku salah untuk ikut berlibur bersama mereka?

Bisakah aku memutar waktu dan memilih untuk pergi ke tempat lain saja?!

.

.

.

“Sujeong!”

Aku melambaikan tangan ketika melihat Yebin yang baru saja datang langsung menyapaku. Kulirik sejenak ke tempat duduk Yuju untuk mengetahui ekspresinya dan kulihat dia terkejut mengetahui aku dan Yebin kembali berteman. Yebin langsung berjalan menghampiri Yuju.

Author POV

“Kau salah jika ingin mencari perkara denganku, Choi Yuju!”

Yuju berdiri dan mendorong tempat duduknya dengan kasar. Kemudian dia melihat Yebin dengan pandangan sinisnya namun tidak ada raut wajah penyesalan di dalam dirinya.

“Kau yang salah jika ingin menentangku,”angkuh Yuju.

“Kau boleh saja menyebarkan berita tentang ayahku tapi kau tidak akan bisa merusak pertemananku dan Sujeong,”

Setelah mengatakan hal itu Yebin langsung kembali ke tempat duduknya semula. Yebin dan Sujeong langsung melakukan high 5 ketika Yebin sampai di tempat duduknya. Yuju sendiri melihat mereka dengan pandangan tidak senang.

Author POV END

            Sudah 1 minggu ini ujian dilaksanakan. Setelah selesai ujian semua murid diberi libur selama 3 hari untuk menyegarkan pikiran mereka. Itulah keuntungan bersekolah di sekolah swasta seperti Woollim, kurikulum tidak sepenuhnya mengikuti yang diatur oleh pemerintah. Karena memiliki waktu 3 hari untuk liburan aku berfikir untuk mengunjungi Jepang. 3 hari juga waktu yang cukup untuk bertamu, kan?

“Sujeong-ah!”seru Yebin.

“Ada apa Yebin-ah?”tanyaku.

“Apa kau ikut berlayar? Maksudku ikut study tour yang diakan sekolah?”Tanya Yebin.

Study tour? Aku tidak mendengar apapun tentang hal itu. Apa di sekolah ini juga ada liburan seperti yang dimaksud oleh Yebin ya? Wah benar-benar menakjubkan sekolah ini.

“Kau ikut tidak? Karena ini tahun terakhir di SMA aku akan mengikutinya,”

Aduh bagaimana ini? Apa aku harus ikut liburan yang diadakan oleh sekolah atau pergi ke Jepang seperti keinginanku? Yebin terus meletakan kedua tanganya di depanku—menandakan kalau dia benar-benar berharap agar aku ikut bersamanya.

“Aku akan fikirkan dulu. Masih ada waktu 2 hari ‘kan untuk memikirkannya?”

“Aku harap kau membuat keputusan yang baik!”seru Yebin.

            Jam istirahat sedang berlangsung setelah selesai makan di kantin aku kembali masuk ke dalam kelas untuk beristirahat sejenak. Yebin ada urusan di perpustakaan jadi aku tidak ada teman. Saat sedang mendengarkan musik seseorang masuk ke dalam kelas dan itu adalah Cha Eunwoo. Dia berjalan menghampiri tempat duduknya yang ada di depanku. Setelah dia duduk Eunwoo membalikan posisi duduknya menghadapku. Aku langsung melepaskan earphone yang aku gunakan untuk mendengarkan lagu dan bertanya kepadanya.

“Ada apa?”tanyaku.

“Apa kau ikut liburan itu?”

“Memangnya kenapa?”

“Aku hanya bertanya. Kau akan menyesal jika tidak mengikutinya. Ini pertama dan terakhir kalinya untukmu merasakan berlibur dengan teman seangkatan,”celetuk Eunwoo.

Ah.. benar juga si kata Eunwoo barusan. Jika aku mengikuti liburan itu, itu akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku merasakan. Lagian kapan lagi aku bisa berlibur bersama teman-teman?

“Kenapa melamun?”tegur Eunwoo.

Ye? Bukan apa-apa,”balasku.

Bbangdduck akan sangat menyenangkan kalau kau bisa ikut karena aku ingin mengatakan sesuatu,”celetuk Eunwoo.

Mengatakan sesuatu? Kalau mau mengatakan sesuatu kenapa harus saat liburan? Kenapa tidak sekarang saja?

Bbangdduck aku pinjam earphone-mu. Punyaku ketinggalan di loker,”

Eunwoo langsung mencabut earphone itu dari ponselku—yang aku letakan di atas meja sejak tadi. Aku hanya bisa cemberut karena Eunwoo mengangguku mendengarkan lagu yang baru saja aku unduh. Urgh..

            Aku mengetuk pintu kamar ibuku untuk membicarakan sesuatu. Setelah mendengar suara ibu mempersilakan aku masuk, aku langsung membuka pintu dan menghampiri ibu yang sedang memakai masker.

“Ada apa Sujeong-ah?”Tanya ibu.

“Bu sepertinya aku tidak jadi mau ke Jepang,”jawabku.

“Kenapa? Kau bilang rindu suasana di sana?”herannya.

“Ada acara study tour. Yebin berharap aku bisa ikut dengannya. Lagipula ini juga pertama dan terakhir kalinya untukku. Bagaimana menurut ibu?”

Ibu tampak berfikir. Aku mengambil mangkuk masker yang ibu pegang lalu membantunya untuk mengoleskan masker itu di wajahnya.

“Hmm kalau Sujeong benar mau ikut ya boleh saja. Kita ke Jepang bisa kapan-kapan, kan? Sementara ini hanya sekali saja kesempatannya,”kata ibu.

“Sungguh?”pekikku.

Ibuku tersenyum! Wah aku bisa pergi liburan bersama Yebin! Asik!!! Aku langsung memeluk ibuku tanpa takut kalau masket alpokatnya akan mengenai rambutku. Ckckc tidak apa kalau kena yang penting aku senang dan mendapatkan izin untuk pergi bersama Yebin.

            Bersusah payah aku mendorong koper kecil milikku setelah pak Jang menurunkan aku di sekolahan. Sudah banyak orang yang berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti study tour yang diadakan. Yebin bilang dia terjebak macet di persimpangan jalan maka dari itu aku menunggunya sendiri di sini sambil memegang ponselku untuk berjaga-jaga kalau Yebin sudah sampai dan menghubungiku.

“Ryu Sujeong!”seru seseorang.

Aku menoleh dan aku lihat seorang lelaki memakai kacamata hitam berjalan menghampiriku. Itu Mingyu. Kenapa dia bergaya seperti itu? Haha

“Bagaimana menurutmu, aku keren ‘kan?”tanyanya.

Kulihat Mingyu dari atas hingga bawah. Dia memakai poni hari ini dengan rambutnya yang berwarna hitam, lalu memakai kacamata, baju kaos yang dibalut dengan jaket hitam dan celana jeans khas anak muda. Aku memberikan ibu jariku kepadanya walaupun terasa aneh melihat Mingyu memakai kacamata seperti itu padahal matahari tidak bersinar dengan terang ckckck.

“Senangnya kau ikut. Ya ayo kita mengambil selfie bersama saat di atas kapal!”seru Mingyu.

“Malas ah..”tolakku.

Mingyu cemberut, “Pelit sekali toh ini pertama kalinya aku mengajakmu mengambil foto bersamama,”katanya.

“Iya nanti.. Mukamu sangat jelek kalau cemberut seperti itu,”ledekku.

Ya aku ini laki-laki paling tampan di F4 dan seantero sekolah ini,”katanya.

“Masa?”

Mingyu..Mingyu menurutku Eunwoo lebih tampan. Dasar cowok dengan tingkat kepercayaan tinggi selangit.

Bbangdduck kau ikut?”

Aku dan Mingyu menoleh saat mendengar suara Eunwoo yang ada di belakang kami. Kuanggukan kepalaku menjawab pertanyaannya barusan. Lagian tanpa bertanya dia harusnya tahu alasan di sekolah saat ini.

“Eunwoo di mana Seungwoo dan Jungkook?”tanya Mingyu.

“Mereka sedang mengambil makanan untuk di makan saat ke pelabuhan,”jawab Eunwoo.

“Huh makan terus,”cibir Mingyu.

Author POV

            Semua murid bernyanyi di bus saat akan pergi ke pelabuhan. Atmostif di bus ini begitu ceria dan semuanya tampak semangat untuk mengikuti study tour kali ini. Sujeong sudah duduk bersama Yebin sementara Eunwoo dan Mingyu duduk bersama di belakang kedua gadis itu. Eunwoo memilih untuk beristirahat sejenak sebelum menjalankan liburan mereka selama 3 hari sementara ada Mingyu yang sedang memperhatikan gadis di depannya dengan seksama. Bus mengingatkan Mingyu pada kejadian itu, alhasil dia tidak bisa berhenti tertawa. Eunwoo merasa terusik langsung berbicara.

“Kau gila ya tertawa sendiri?”tanya Eunwoo dengan mata terpejam.

“Hahaha tidak kok. Aku ketawa ‘kan tetap ada alasannya,”jawab Mingyu.

“Alasan apa?”tanya Eunwoo lagi.

“Kau banyak tanya sekali Eunwoo-ya. Tidurlah jangan ganggu aku!”

“Kau yang mengangguku mending suruh Jungkook duduk denganku,”usir Eunwoo.

“Enak saja! Aku sudah betah duduk di sini!”

“Apa si kalian berdua ribut sekali?”tegur Sujeong.

Eunwoo membuka kedua matanya yang tertutup lalu menunjuk Mingyu. Karena tidak terima dengan tuduhan Eunwoo dia—Mingyu juga menunjuk Eunwoo. Sujeong hanya bisa menggelengkan kepala melihat kedua orang ini lalu dia memilih untuk kembali berbicara dengan Yebin dibandingkan terlihat dengan kedua orang itu.

Author POV END

            Udara bertiup sangat kencang ketika aku berada di atas kapal besar ini. Tidak dapat dipercaya kalau aku akan menghabiskan waktu berlayar di tempat ini bersama teman-teman! Lautan tampak begitu luas dan sangat biru. Air jernihnya membuatku ingin menyelam. Hehehe apa boleh ya?

            Aku meletakan semua barang bawaanku di kamar. 1 kamar terdiri dari 3 penghuni. Aku dan Yebin sudah sepakat untuk berada di kamar yang sama namun aku tidak tahu siapa lagi yang akan menghuni kamar ini.

“Yebin-ah apa kau bawa sabun cuci muka? Punyaku ketinggalan,”tanyaku.

Yebin yang kebetulan sedang membongkar kopernya langsung melemparkan sabun yang aku maksud. Aku mengambil sabun itu lalu pergi ke toilet untuk mencuci wajahku agar lebih segar.

“Yebin-ah terima kasih—“

Ucapanku seketika langsung terhenti ketika melihat apa yang ada di depan mataku saat ini. Sabun milik Yebin yang aku pegang jatuh ke lantai karena begitu kaget saat mengetahui di dalam ruangan ini ada Choi Yuju! Yebin duduk di kasurnya sambil melipat kedua tangannya di dada sementara Yuju tidak memperdulikan Yebin maupun aku. Dia bahkan dengan santainya merapikan barang bawaan miliknya.

Ya Choi Yuju tidak bisakah kau pindah kamar?”tanyaku spontan.

Yuju menghentikan aktivitasnya lalu menoleh kepadaku, “Pindah? Aku? Ya ibuku membayar banyak agar sekolah ini bisa pergi berlayar dengan kapal sebesar ini. Kalau ada harus pindah yaa itu kau dan temanmu,”jawab Yuju.

“Ah aku bisa gila! Sekelas denganmu saja sudah muak dan sekarang bakalan sekamar?”oceh Yebin.

Whatever,”kata Yuju.

Aku menghampiri Yebin lalu duduk di sampingnya. Kami memandang satu sama lain lalu menghela nafas. Ini takdir terburuk yang pernah aku alami harus sekamar dengan Choi Yuju urgh!

            Setelah makan malam murid-murid dibebaskan untuk beraktivitas. Ada yang ikut pesta yang diadakan, ada juga yang memilih untuk beristirahat. Sementara aku memilih untuk mencari udara terlebih dahulu. Aku berjalan seorang diri ke bagian luar kapal untuk menghirup udara segar, aku tahu udara malam tidak baik untuk kita tapi tetap saja aku ingin melakukannya. Saat kubuka pintu aku melihat seseorang sedang berdiri di pinggiran sambil berentangkan tangannya. Dari sini aku bisa tahu itu adalah Mingyu. Memangnya dia sedang berada di kapal titanic sehingga berlakon seperti itu ckck?

“Mingyu!”

Aku kini berada di sampingnya. Mingyu terkejut saat mendengar suaraku, dapat aku lihat dari ekspresi wajahnya saat ini.

“Ryu kau sedang apa di sini?”tanya Mingyu.

“Hanya mencari udara segar. Kau kenapa sendiri? Di mana yang lain?”

“Eunwoo tidak tahu kalau Jungkook dan Seungwoo ikut pesta,”balas Mingyu.

Aku mengangguk paham dan kini menikmati pemandangan yang ada dihadapanku. Walaupun gelap karena telah malam tetap saja ini menyenangkan. Aku tidak menyesal mengikuti acara ini!

Drtt….

Ponselku yang ada di saku celana berbunyi. Aku langsung mengeluarkan ponselku lalu menjawab panggilan yang masuk tanpa melihat siapa yang menghubungi karena aku fikir itu adalah ibuku yang mau bertanya bagaimana kabarku tapi—

“Halo bu—“

“Bbangdduck kau ada di mana sekarang?”

“Eh Cha Eunwoo?”

“Ya ini aku. Kau di mana?”

“Aku ada di luar hmm di lantai paling atas. Kenapa memangnya?”

“Tunggu aku!”

Eunwoo mematikan panggilan secara sepihak sehingga aku hanya bisa merutuk keheranan. Ternyata Mingyu sejak tadi memperhatikanku, apa dia mendengar percakapanku di telfon juga?

“Siapa?”tanyanya.

Tuh kan benar dia pasti mendengarnya maka dari itu Mingyu bertanya.

“Eunwoo. Dia bilang mau ke sini juga..sepertinya,”gumamku.

Bibir Mingyu membentuk huruf O setelah itu kami kembali memperhatikan lautan.

Author POV

            Tanpa Sujeong ketahui Mingyu sejak tadi tidak memperhatikan lautan yang ada di depannya, melainkan dirinya memperhatikan Sujeong yang ada di sampingnya. Senyum di bibir Mingyu terukir begitu manis melihat Sujeong yang tampak begitu menawan. Saat tangannya hendak merangkul Sujeong tiba-tiba saja—

Bbangdduck—“

Mingyu menoleh kebelakang begitu juga Sujeong. Eunwoo yang berdiri di depan pintu hanya bisa terdiam melihat ada orang lain di tempat ini. Iya, walaupun itu Mingyu tapi tetap saja dia orang lain ‘kan? Perlahan tapi pasti Eunwoo menghampiri Sujeong dan memilih memposisikan dirinya di tengah-tengah. Mingyu melihatnya sedikit risih karena dia ingin berada di samping Sujeong.

“Ah anginnya kencang sekali!”seru Eunwoo.

“Ya aku juga merasakannya tapi tidak sibuk seperti kau,”cibir Mingyu.

“Anak ini,”dumel Eunwoo.

“Dari tadi berkelahi terus,”celetuk Sujeong.

“Maaf!”kata Mingyu dan Eunwoo serentak.

Sujeong tersenyum tipis lalu ia kembali melihat ke depan. Karena angin terlalu kencang tanpa Sujeong duga ada partikel kecil yang masuk ke dalam matanya, spontan Sujeong mengucek matanya yang perih. Eunwoo yang kebetulan sedang melihat Sujeong otomatis menghadap ke gadis itu. Tangan Eunwoo bergerak menangkup kedua pipi Sujeong dan meniup mata Sujeong yang perih. Tanpa sadar Mingyu memperhatikan keduanya dan langsung pergi begitu saja.

            Di toilet Mingyu hanya bisa terdiam melihat apa yang Eunwoo lakukan kepadannya. Eunwoo mencium Sujeong? Atau apa? Entahlah, Mingyu tidak dapat melihat dengan jelas sebab dia sudah terlanjut cemburu buta melihat Eunwoo mendekatkan dirinya seperti tadi ke Sujeong. Mingyu memiliki perasaan yang buruk tentang Eunwoo. Seketika rasa takut berdatangangan menyerang Mingyu. Tangannya pun terkepal penuh emosi.

Author POV END

“Terima kasih Eunwoo-ya..”kataku setelah merasa mata ini terasa lebih baik. Kulihat Eunwoo menganggukan kepalanya sambil menatapku. Duh. Ditatap seperti itu oleh Eunwoo dan hanya ada kami berdua membuatku kikuk. Aku berusaha mengalihkan perhatian dengan cara berpura-pura menikmati suasana di tempat ini namun tiba-tiba ucapan Eunwoo menginterupsiku.

“Apa kau masih ingat dengan yang aku katakan? Saat aku bilang akan membicarakan sesuatu denganmu kalau kau ikut liburan,”kata Eunwoo.

Iya, tentu aku masih mengingat dengan jelas. Dan karena Eunwoo mengungkitnya aku kembali penasaran apa yang akan dia katakan kepadaku.

“Sujeong-ah apa aku boleh bicarakan itu sekarang?”tanyanya.

“Iya tentu sa—eh kau memanggilku Sujeong? Bukan Bbangdduck?!”pekikku.

Eunwoo kini menggosok hidungnya lalu memalingkan pandangannya dariku. Hahaha pasti dia malu karena telah melakukan kesalahan, iya kan? padahal dia bilang tidak akan mau memanggilku dengan nama asliku karena dia memilih bbangdduck daripada namaku.

Ya aku ingin membicarakan masalah serius ini,”kata Eunwoo.

“Iya tinggal katakan saja. Aku mendengarkan kok,”jawabku.

“Hmm baiklah..”

Ada keheningan di antara kami sebelum Eunwoo memulai untuk bicara. Aku begitu kaget ketika Eunwoo menarik tanganku dan menganggamnya. Eh? Kenapa dia begini?

“Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Tapi kau yang pertama,”

Ye?”

Bbangdduck—ah bukan maksudku Ryu Sujeong aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Yang ingin aku katakan adalah.. itu.. aku…aku menyukaimu,”

“Apa?”pekikku.

Cha Eunwoo….. Menyukai….. Aku????

Author POV

            Mingyu membulatkan matanya saat mendengar pengakuan Eunwoo barusan. Baru saja dia akan kembali menghampiri mereka namun kejadian ini membuat Mingyu mengurungkan niatnya. Dadanya terasa sesak mengetahui sahabatnya menyukai orang yang sama sepertinya. Mingyu langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan jejak suara agar tidak dicurigai. Setelah beberapa langkah dia berhenti berjalan dan memegang dadanya yang terasa begitu nyeri. Jadi ini yang namanya patah hati?

Author POV END

“Yebin-ah..”

Aku memanggil nama Yebin saat masuk ke dalam kamarku. Kulihat Yebin sedang mengeringkan rambutnya saat ini. Aku berjalan menghampiri Yebin dan memeluknya. Dapat kurasakan Yebin terkejut melihat perilakuku saat ini namun masa bodoh aku hanya ingin memeluknya saat ini.

“Ada apa kok kau aneh seperti ini?”tanya Yebin.

“Yebin-ah apa yang harus aku lakukan?”lirih Sujeong.

Ya bicaralah yang jelas! Ada apa si?”

“Cha Eunwoo. Eunwoo bilang menyukaiku,”lirihku.

“AKU TIDAK SALAH DENGARKAN?”

Aku langsung melepaskan pelukanku dari Yebin saat mendengar suara Yuju berteriak. Yebin juga langsung meletakan hair dryer yang dia pakai. Yuju berjalan mendekatiku lalu menarik tanganku secara kasar.

Ya aku sudah memperingatkannya kan?”tanya Yuju.

Eoh..”jawabku.

“Terus kenapa bisa dia menyatakan perasaannya kepadamu, hah?!”teriak Yuju penuh emosi.

Aku menghembuskan nafasku, “Karena dia menyukaiku,”jawabku simple.

Tangan Yuju bergerak untuk menamparku namun Yebin menahannya. Mata Yebin begitu tajam menatap Yuju kurasa karena dia tidak senang melihat aku sebagai temannya diperlakukan semena-mena seperti tadi. Aku berusaha agar melerai pertikaian ini namun Yebin menghalangi aku.

“Sujeong-ah cewek ini harus diberi pelajaran agar tidak bertindak seenaknya saja!”kata Yebin.

Ya lepaskan tanganku! Sakit bodoh!”pekik Yuju.

Aku meringis saat melihat tangan Yuju dipelintir seperti itu oleh Yebin. Urgh pasti itu sakit. Kutarik tangan Yebin untuk berhenti menyiksa Yuju setelah berhasil memisahkan mereka Yuju bertanya padaku.

“Di mana Cha Eunwoo?”tanyanya.

“Tadi dia di…”

Author POV

Ya Mingyu kau habis dari mana si?”

Mingyu tidak memperdulikan pertanyaan Jungkook barusan dan memilih untuk berbaring di kasurnya. Wajahnya sengaja dia tutup menggunakan bantal agar tidak melihat siapapun yang ada di tempat ini.

“Kau tahu di mana Cha Eunwoo?”tanya Jungkook lagi.

“Dia mati,”jawab Mingyu.

“Hah? Ya jangan bercanda! Di mana Cha Eunwoo?”desak Jungkook.

“Aku tidak tahu!”bentak Mingyu.

Jungkook terdiam mendengar Mingyu berteriak kepadanya. Apa dia salah bicara sehingga Mingyu begitu marah? Mingyu membetulkan posisinya dan menatap Jungkook.

“Jangan ganggu aku dulu apalagi menyebut nama orang itu! Aku tidak suka,”kata Mingyu datar.

Mingyu kembali berbaring di kasur sementara Jungkook keluar dengan begitu banyak pertanyaan di dalam kepalanya.

“Eunwoo-ya..”

Yuju memeluk Eunwoo dari belakang sehingga yang dipeluk terkejut setengah mati. Saat Eunwoo memberontak agar terlepas dari pelukan Yuju, gadis itu malah mempererat pelukannya. Isak tangis keluar dari bibir Yuju sehingga Eunwoo menjadi heran.

“Kenapa kau menangis?”tanya Eunwoo.

“Kenapa harus Ryu Sujeong? Kenapa bukan aku?”

Eunwoo terdiam selama beberapa sekon, “Maafkan aku.”balasnya.

“Apa yang membuatnya begitu spesial di matamu? Aku mengenalmu lebih dulu tapi kau tidak pernah melirik ke araku. Kenapa Cha Eunwoo?”tanya Yuju penuh emosi.

“Yuju-ya maafkan aku. Itulah cinta, tidak bisa dipaksakan. Kau tidak akan tahu kepada siapa kau akan jatuh cinta dan kalau pun kau mencintainya belum tentu dia akan mencintaimu juga,”jawab Eunwoo.

Kemudian Eunwoo menghembuskan nafasnya secara perlahan. Dia membalikan badannya dan memeluk Yuju dengan erat. Yuju membalas pelukan Eunwoo dan kini ia menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Eunwoo. Begitu pula Cha Eunwoo yang diam-diam mengeluarkan cairan beningnya.

“Eunwoo kau habis dari mana? Ya ada yang aneh dengan Mingyu,”bisik Jungkook. Namun yang di ajak bicara tidak memperdulikannya dan memilih untuk duduk di kasurnya. Jungkook tidak tahu situasi apa yang sedang dia hadapi saat ini, kenapa dua orang yang ada di depannya saat ini menjadi manusia paling cuek mengalahkan dirinya?

Ya kalian ini kenapa si?”bentak Jungkook.

Barulah Eunwoo dan Mingyu mengalihkan pandangannya ke Jungkook. Mingyu spontan menunjuk Eunwoo.

“Tanyakan saja pada pagar makan tanaman,”celetuk Eunwoo.

Ya!”pekik Eunwoo tak terima.

“Kali ini apa lagi yang membuat kalian berkelahi?”tanya Jungkook.

Ya Cha Eunwoo kau.. kau menyukai Sujeong?”tanya Mingyu mengabaikan Jungkook.

“Kau cemburu? Kalau aku menyukainya kenapa?”tantang Eunwoo.

“Sujeong? Kalian meributkan tentang Sujeong? Solma—kalian terlibat cinta segitiga?!”pekik Jungkook histeris.

“Selamat karena kau berhasil jadian dengan Sujeong,”ucap Mingyu datar.

“Hah?”heran Jungkook.

Author POV END

“Apa kau menyesal sudah menolak Eunwoo?”tanya Yebin. Aku menggelengkan kepalaku. Tidak, aku tidak menyesalinya hanya saja membayangkan hal itu membuatku menjadi lesu seperti ini.

Flashback

“Bbangdduck—ah bukan maksudku Ryu Sujeong aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Yang ingin aku katakan adalah.. itu.. aku…aku menyukaimu,”

“Apa?”pekikku.

“Sujeong-ah apa juga menyukaiku?”tanya Eunwoo.

“Cha Eunwoo pertanyaanmu itu hahaha pertanyaan apa si?”kikuk Sujeong.

Gadis itu berusaha tertawa untuk mencairkan suasana namun sepertinya itu gagal karena Eunwoo terus menatapnya lekat dan meminta keseriusan di pembicaraan ini. Kini tawa Sujeong terhenti dan raut wajah Sujeong berubah menjadi tidak dapat di artikan.

“Sujeong apa kau mau jadi pacarku?”tanya Eunwoo.

Sujeong terus mengalihkan pandangannya, sebisa mungkin tidak melihat kedua bola mata Eunwoo. Dia tidak pernah merasakan suasana seperti ini sebelumnya. Membayangkannya saja dia tidak pernah.

“Aku butuh jawabanmu,”mohon Eunwoo.

“Eunwoo-ya terima kasih sudah menyukaiku,”balas Sujeong kemudian dia melanjutkan lagi ucapannya, “Tapi.. aku tidak pernah menyangka kau akan memiliki perasaan padaku juga,”lanjutnya.

“Sujeong.. apa kau menyukai orang lain?”tanya Eunwoo.

Sujeong mengangguk, “Eoh.. aku suka laki-laki lain jadi maafkan aku karena tidak bisa menjadi pacarmu. Maaf Eunwoo-ya,”lirih Sujeong.

“Siapa?”tanya Eunwoo dingin.

Tidak terdengar sebuah jawaban dari bibir Sujeong dan itu membuat Cha Eunwoo menjadi geram.

“Aku tanya siapa yang kau suka?!”bentaknya.

“Mingyu.. Aku menyukai Mingyu,”balas Sujeong.

Eunwoo tertawa mendengar jawaban Sujeong barusan. Tidak heran jika Sujeong menyukai Mingyu karena dia begitu dekat dengan sahabatnya itu. Tapi tawa Eunwoo berubah menjadi amarah karena tidak terima dengan segala kenyataan pahit yang dia rasakan.

“Kenapa harus Kim Mingyu? Kenapa Sujeong-ah? Kenapa dia, kenapa bukan aku?”ujar Eunwoo frustasi.

“Maafkan aku,”

“Aku tidak butuh kata maaf darimu. Pergilah aku tidak mau melihatmu saat ini!”

Sujeong menganggukan kepalanya kemudian membalikan badan untuk keluar dari tempat ini. Sesekali dia melirik kebelakang untuk memastikan apa Eunwoo baik-baik saja. Yang dia lihat Eunwoo sedang menendang barang-barang yang ada di dekatnya karena Eunwoo terlalu kesal dengan semua ini. Sungguh, Sujeong tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Mungkin meninggalkan Eunwoo sendiri dapat membuat perasaan laki-laki dapat membaik.

Flashback END

 

“Kenapa selama ini kau tidak pernah cerita kalau kau menyukai Mingyu? Kau jahat,”rengek Yebin.

Aku tersenyum kikuk kepada Yebin. Bagaimana aku mau menceritakan semuanya kepada Yebin kalau waktu itu kami sedang berkelahi. Kini Yebin memelukku dengan erat dan berusaha menenangkan hatiku.

“Eunwoo pasti akan mengerti jadi kau sabar saja ya. Semua akan baik-baik saja kok,”ujar Yebin.

Aku menganggukan kepalaku dan memeluk Yebin dengan sangat erat. Aku sangat butuh ketenangan saat ini. Apa pilihanku benar untuk menolak Eunwoo?

.

.

TBC..

.

Aaaa.. Garing? Kependekan? Maaf :((

Lagi gak fokus nulis ff si karena sibuk tugas, uts, tugas, uts, tugas, uts, remedial /eh

Padahal mau lebih panjang tapi kalau didiamin lebih lama takut gak ke post x”D

Advertisements

6 thoughts on “F4 – Holiday #6 [Chapter]

  1. Eeeh eeh kirain sujeong suka sama eunwoo, ternyata dia suka sama mingyu hehe XD
    nahlo itu sahabat jadi berantem gara-gara cinta segitiga
    apalagi mingyu-nya salah paham._. padahal malah dia yang disukain sujeong tapi ngiranya sujeong milih eunwoo._.
    dan kayanya eunwoo bakal sama yuju kah/? eh ngga tau deh haha-_-
    makin seru aja nih><
    ditunggu banget next chapternya 😀

    Liked by 1 person

  2. Ngakak masa 😂

    Masa dedek kuki jadian ama dedek ujong /? 😂

    Mingyu cemburu cieeee padahal Eunwoo cuman niup mata /? Ujong doang 😂

    Eunwoo biasa aja kali ah ><

    Gegara Teteh Yuju meluk Eunwoo masa Eunwoo kaget setengah mati :’v kek ngeliat setan aja /nda :’3

    Yebin sahabat yang baik ya :’)

    Semoga Yebin suka sama Seungwoo /? 😂
    ato gak si Seungwoo yang suka sama Yebin /apaan sih :”v

    Ini FF makin rumit aja masalahnya .-.

    Apa di next chapt, Ujong mulai suka Eunwoo? Ato malah makin suka sama Mingyu? Ato jan jangan malah suka Jungkook ato Seungwoo /? 😂

    Lanjutkan karyamu hehehe XD

    Like

  3. HALO KAK FANNY!!!!
    MAAFKAN AKU KARENA SELALU KUDET
    Kak maafkan aku baru bisa baca dan komen sekarang, di chap ini nggak garing kok…
    aku suka banget malah sama momentnya Sujeong – Eunwoo
    Mingyu bilang pagar makan tanaman? Duh…. dia kan nggak tahu yang sebenarnya,
    aku suka banget sama chap ini.
    Fighting kak buat next chap,
    kalo bisa jangan sampe ending #waduh
    Maaf aku nggak bisa komen sepanjang biasanya…
    Keep writing kak….

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s