F4 – What Should I Do? #7 [Chapter]

wpid-img1443787089171

F4

♥ What Should I Do ♥

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu – Astro’s Cha Eunwoo

Cast : BTS’ Jungkook – Soloist’s Yoo Seungwoo – DIA’s Yebin – Gfriend’s Yuju – Etc

Genre : School Life – Friendship – Fluff – Romance

Type : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Terinspirasi dari drama populer seperti The Heirs dan Boys Before Flower, namun tetap alur dan cerita murni dari pemikiran author selaku penulis cerita ini!

..

Apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?

.

.

.

Pagi harinya aku berjalan seorang diri di lorong. Tidak sengaja aku melihat Jungkook berjalan di depanku. Aku melangkahkan tungkaiku untuk segera sampai menghampiri Jungkook. Ketika kami berpapasan aku melambaikan tanganku kepadanya namun Jungkook mengabaikanku dan berjalan tanpa menoleh ke arahku lagi.

“Jeon Jungkook!”panggilku.

Jungkook tidak berhenti dan terus berjalan tanpa menghiraukan panggilanku. Ah, mungkin dia tidak dengar atau sedang terburu-buru. Atau mungkin dia tidak ingin berbicara dengan orang lain di tempat sepi seperti ini tanpa ada pengawasan. Dia ‘kan seorang idol, ya kan?

Ketika aku memasuki sebuah ruangan yang sedang di datangi oleh anak-anak lainnya aku tidak sengaja melihat Cha Eunwoo. Tatapan mata kami bertemu satu sama lain sehingga itu menimbulkan kekikuan di dalam diriku. Baru saja aku hendak tersenyum menyapanya Eunwoo malah memalingkan wajahnya. Aku menghembuskan nafas kalau seperti ini caranya hubungan pertemanan kami bisa rusak, kan?

Setelah mengambil segelas minuman aku mencari kursi kosong untuk duduk selagi menunggu Yebin yang mau menyusulku ke tempat ini. Baru saja aku mau duduk seseorang lewat di depanku. Kim Mingyu. Aku berlari untuk menghampirinya, setidaknya aku bisa berbicara dengannya selagi Yebin belum ada.

“Mingyu!”

Aku berada disampingnya. Langkah kakinya begitu besar sehingga aku kesusahan untuk menyamakannya. Tidak ada sapaan keluar dari bibir Mingyu. Ini bukan Kim Mingyu yang aku kenal.

“Ya Kim Mingyu apa kau mau ambil selfie bersama? Cuaca di luar sangat bagus loh!”kataku.

“Tidak berminat,”jawabnya singkat.

Kenapa tidak? Padahal dia yang mengajakku kemarin lalu kenapa sekarang dia yang menolak?

“Mingyu—“

“Sana pergi! Jika kau dekat denganku akan ada yang cemburu,”usirnya.

Entah kenapa tiba-tiba rasanya dadaku begitu terasa sangat sesak. Mendengar Mingyu mengusirku seperti tadi benar-benar membuatku bersedih. Langkah kakiku terhenti begitu saja sementara Mingyu terus berjalan tanpa melirik ke arahku lagi. Ini bukan Kim Mingyu yang aku kenal. Pandanganku kabur sambil diiringi oleh air mata yang keluar dari pelupuk mataku. Orang-orang bahkan memandangiku penuh pertanyaan, tapi aku tidak peduli karena pikiranku hanya tertuju pada Kim Mingyu saat ini.

“Mingyu..

Temui aku sekarang juga di tempat kemarin!”

Setelah mengirimkan pesan itu aku langsung memandang langit biru yang ada di depan mata. Matahari tampak malu-malu untuk menyinari bumi lebih terang. Setidaknya dengan begini sinar matahari tidak terlalu terik. Aku terus menunggu dan menunggu tapi 20 menit aku menanti Mingyu belum menampakan batang hidungnya. Kufikir Mingyu tidak akan datang maka dari itu aku membalikan badanku dan alangkah terkejutnya aku melihat Mingyu berdiri 5 meter di depanku.

“Mingyu.. sejak kapan kau ada di sana?”tanyaku kaget.

“10 menit yang lalu,”jawabnya.

“Tapi kenapa kau tidak memanggil—“

“Jadi kau menyuruhku ke sini untuk apa? Pamer?”tanyanya.

“Hah?”

“Ryu Sujeong aku tidak tahu kau sejahat ini,”katanya.

Aku jahat? Kenapa Mingyu berkata seperti itu? Apa dia tidak tahu kalau ucapannya baru saja melukai perasaanku?

“Aku sudah tahu kok apa yang mau kau tunjukan dari tempat ini. Selamat ya,”katanya dingin.

“Mingyu..”lirihku.

Dengan santainya Mingyu membalikan badannya dan pergi meninggalkan aku sendiri di tempat ini. Aku mengepalkan kedua telapak tanganku dengan erat. Aku tidak suka dengan perubahan Mingyu yang seperti itu dan aku lebih tidak suka menyadari bahwa orang yang aku sayangi pergi meninggalkan aku satu persatu.

Aku dan Yebin memasuki ruang makan karena sudah waktunya makan malam. Setelah mencari tempat yang kosong kami pergi untuk menganteri makanan. Karena Yebin tidak ingin memakan makanan berat dia memilih untuk memakan cemilan sehingga aku dan Yebin berjalan ke arah yang berbeda. Saat aku mengambil nampan makananku ada orang lain di belakangku. Aku terkejut saat mengetahi kalau orang itu adalah Cha Eunwoo.

“Cha Eun—“

“Bisa cepat?”potongnya.

“Ye?”

“Apa kau tuli?”bentaknya.

“Eunwoo..”

“Ya Ryu Sujeong bisa cepat tidak? Aku ini lapar dan ingin segera makan jangan menghambatku!”pekik Eunwoo.

Teriak Eunwoo barusan sukses membuat orang lain melihat ke arahnya. Aku mengigit bibirku agar dapat menahan air mata yang hendak jatuh ke pipiku. Bukan bentakan Eunwoo yang membuatku ingin menangis melainkan sifatnya yang berbeda. Apa begini konsekuensinya pertemanan yang berubah jadi cinta?!

“Ambil ini,”

Aku menoleh ketika mendengar suara Mingyu. Dia memberikan nampan makanannya yang sudah terisi penuh. Aku menganggukan kepala lalu menukar nampan kosong punyaku dengan miliknya yang telah terisi setelah itu aku kembali ke mejaku. Senyum di bibirku tidak bisa aku tahan, apa Mingyu memperhatikanku?

Author POV

Selagi menunggu antrian Mingyu dan Eunwoo berdiri tanpa menyapa satu sama lain. Sampai akhirnya Eunwoo membuka suaranya, “Wah aku benar-benar kagum padamu karena membela gadis yang kau cintai saat ada yang marah kepadanya,”sindir Eunwoo. Mingyu merasa gerah dan kesal dengan ucapan Eunwoo barusan namun dia berusaha menahan diri.

“Aku bukannya orang yang suka membentak orang lain apalagi orang itu orang yang aku suka. Tidak seperti seseorang yang baru saja melakukannya,”sindir balik Mingyu.

“Hahaha kau lucu sekali Mingyu!”tawa Eunwoo berusaha meredam amarahnya.

“Hanya si pengecut yang membentak seorang perempuan,”lanjut Mingyu.

Prang!!

Eunwoo membanting nampan yang dia pegang ke lantai lalu tangannya menarik kerah baju Mingyu. Mingyu hanya tersenyum sinis melihat apa yang sedang diperbuat oleh Eunwoo.

“Ya kau mau mati?”bentak Eunwoo.

“Eoh, bunuh aku Cha Eunwoo agar aku bisa menghantui pagar makan tanaman,”cerocos Mingyu.

“Ya sial!”

Tak dapat menahan emosinya lagi Eunwoo langsung memberikan bogem mentah untuk Mingyu tepat di wajah tampan miliknya. Semua orang menjadi ricuh melihat perkelahian antara kedua sahabat itu. Jungkook dan Seungwoo langsung menghampiri kedua temannya itu untuk menghentikan perbuatan mereka.

“Ya kalian gila?!”pekik Seungwoo.

Seungwoo menahan Mingyu sementara Jungkook berusaha melerai Eunwoo yang tengah memberontak.

“Jeon Jungkook lepaskan aku biar aku bunuh si brengsek itu!”pekik Eunwoo.

“Ya kalau ada guru ke sini kita bisa kena masalah! Sudahlah Cha Eunwoo redahkan amarahmu,”kata Jungkook.

“Jungkook-ah biarkan orang itu aku mau lihat sehebat apa dia berkelahi. Memangnya dia bisa? Dia kan payah!”ledek Mingyu.

“Y—ya jangan memperkeruh suasana Mingyu-ya,”bisik Seungwoo.

Eunwoo memberontak dari Jungkook. Karena tidak dapat menahannya Jungkook melepaskan Eunwoo begitu saja setelah itu Eunwoo pergi meninggalkan ketiga temannya yang masih berada di tempat mereka masing-masing. Tanpa mereka sadari dari tempat duduknya Sujeong hanya bisa diam mematung melihat perkelahian itu.

Author POV END

“Sejak kedatanganmu F4 jadi berantakan!”

Mendengar suara barusan aku langsung menghentikan aktivitasku mengetik pesan untuk ibuku. Yuju yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung mengatakan hal itu. Apa dia baru saja menyalahkan aku sebagai dalang dari perkelahian Eunwoo dan Mingyu?

“Kenapa aku? Memangnya apa yang aku perbuat?”tanyaku.

“Karena kau mereka berkelahi. Aku tidak pernah melihat hal itu selama mengenal mereka. Lebih baik kau lenyap saja dari dunia ini Ryu Sujeong!”hardik Yuju.

“Kau juga lebih baik lenyap dari hadapanku, Choi Yuju..”kataku.

Mata Yuju membulat begitu mendengar ucapanku barusan. Dia langsung menghampiriku dan plak.. Tangan Yuju tepat mengenai pipiku. Aku memejamkan kedua mataku lalu menarik nafas sedalam-dalamnya berusaha untuk meredam emosinya kepada perempuan satu itu.

“Aku tidak pernah mencari masalah denganmu Yuju tapi kau selalu mengangguku. Tidak bisakah kau diam dan berhenti bersikap menyebalkan seperti ini?”Tanyaku.

“Aku? Menyebalkan? Memangnya kau siapa beraninya berbicara seperti itu. Ya ayahmu itu bukan siapa-siapa aku bisa saja menyuruh ayahku untuk—“

“Choi Yuju semakin kau berbicara semakin terlihat kalau hidupmu menyedihkan,”

Pusing menghadapinya aku memilih untuk keluar dari kamar ini. Aku sedang tidak ingin mencari masalah dengan siapapun. Aku sudah pusing menghadapi masalah yang aku dapatkan. Aku tidak ingin menambah masalah apalagi masalah dengan Yuju.

Lucu, dulu aku berharap F4 tidak ada dalam hidupku. Dulu aku tidak mau terlibat dengan mereka tapi entah kenapa sekarang tanpa mereka rasanya begitu hampa. Kau benar-benar tidak bisa memprediksi masa depan dan kau juga tidak bakalan tahu bagaimana hatimu kedepannya.

“Sujeong?”

Seseorang memanggil namaku dan itu Seungwoo. Ternyata masih ada orang di F4 yang mau menegurku. Kini Seungwoo sudah duduk disebelahku, ia juga memberikan secangkir kopi hangat untukku.

“Terima kasih Seungwoo-ya,”kataku.

“Hm sama-sama. Sedang apa di sini? Kenapa kau sendirian?”tanya Seungwoo.

“Aku sedang memikirkan masalahku,”jawabku.

“Eunwoo ya? Aku sudah dengar itu dari Jungkook,”katanya.

Aku tersenyum tipis lalu aku meminum kopi dari Seungwoo. Apa yang harus aku lakukan agar masalah ini segera berakhir dan kembali berteman dengan Cha Eunwoo seperti semula?

“Eunwoo memang begitu, dia akan marah tapi tidak lama kemudian dia akan kembali baik kok jadi tenang saja ya,”celetuk Seungwoo.

Kuanggukan kepalaku secara perlahan. Air mata tidak bisa kutahan ditambah angin bertiup begitu kencang.

“Sujeong.. jangan menangis ya?”bujuk Seungwoo.

Aku bisa mendengar suara Seungwoo terdengar begitu panik melihatku menangis. Tidak, aku tidak boleh menangis tapi air mata terus keluar. Kurasakan tangan Seungwoo mengusap punggungku dengan lembut. Terima kasih Seungwoo setidaknya diantara F4 masih ada yang bersikap baik padaku saat ini.

Ketika aku masuk ke dalam kamar aku lihat ada Yuju yang sedang memainkan ponselnya sementara Yebin telah terlelap. Mataku dan Yuju saling memandang satu sama lain sehingga menimbulkan kekikukan di antara kami. Ah, aku tidak ingin mempedulikan Yuju maka dari itu aku langsung menuju kasurku. Aku berbaring dan menyelimuti tubuhku dengan selimut tebal. Baru saja aku mau memejamkan mata suara Yuju membuatku membatalkan niatku.

“Bagaimana rasanya di sukai oleh Eunwoo?”tanya Yuju.

“Maksud pertanyaanmu itu apa?”tanya balikku.

“Aku membenci mengakui ini tapi kau adalah perempuan hebat yang bisa merebut hati Eunwoo. Bahkan aku yang mengenalnya sejak dulu tidak bisa melakukannya,”

“Oh.. terima kasih,”gumamku.

“Ngomong-ngomong aku senang karena hubunganmu dan Eunwoo memburuk karena kau menolaknya. Terima kasih Ryu Sujeong,”

“Terserah kau saja lah Yuju,”

Hoam… aku menguap lebar. Tadi dia marah-marah padaku sekarang malah memuji. Mendengar ucapan Yuju tadi bagaikan sebuah dongeng pengantar tidur. Tanpa sadar akupun terlelap dan kini masuk ke dalam alam mimpiku.

1 minggu telah berlalu dan kehidupanku di sekolah berubah total. Tidak ada lagi gangguan dari Mingyu dan aku juga tidak bertegur sapa dengan anggota F4 lainnya kecuali Seungwoo. Rasanya hampa. Iya hampa, karena diam-diam aku telah terbiasa dengan keberadaan mereka di dalam hidupku. Kini setelah pulang sekolah aku akan melaksanakan klub Bahasa Inggris.

Klub Bahasa Inggris. Aku jadi teringat dengan Mingyu apa dia datang ya? Aku membuka pintu ruang klub dan tidak melihat sosok Mingyu di sana. Rasanya begitu kecewa namun aku tetap memaksakan diri untuk masuk ke dalam kelas karena aku harus menjalani klub ini.

Pelajaran telah di mulai tapi tidak ada juga tanda-tanda Mingyu akan masuk ke dalam kelas. Jujur aku begitu sedih padahal aku berharap dengan datang ke klub aku bisa melihat dan berbicara dengannya.

“Ryu Sujeong-ssi can you answer the question no. 2?”

Aku begitu terkejut ketika guru langsung memintaku menjawab soal itu. Aku melihat soal yang ada di buku dan bibirku begitu kaku untuk menjawabnya. Ah aku kehilangan konsentrasiku!!

Karena terus termenung di kelas guru memintaku untuk mencuci muka terlebih dahulu. Setelah dari toilet aku berjalan-jalan sebentar untuk menyegarkan kepenatanku, toh aku bisa mencari alasan lain kenapa aku lama sekali kembali dari toilet. Ketika aku terus berjalan melewati ruang indoor olahraga aku mendengar ada suara dari dalam. Karena penasaran aku mengintip sejenak dan terkejut melihat siapa yang ada di dalam.

Author POV

Dengan jiwa yang entah melayang ke mana entah Mingyu terus mendrabble bola basket yang dia mainkan. Dia merindukan basket tapi karena cidera yang dia alami Mingyu tidak bisa lagi bersahabat dengan bola basket. Tanpa Mingyu sadari seseorang sedang berjalan menghampirinya.

“Kim Mingyu..”panggil orang yang tidak lain adalah Sujeong.

Bola yang Mingyu pegang menggelinding begitu saja saat laki-laki itu terkejut melihat kehadiran Sujeong. Bukannya Sujeong harusnya sedang ada di klub Bahasa Inggris? Itu yang menjadi pertanyaan untuk Mingyu.

“Kenapa bolos dan malah di tempat ini? Kau bermain basket nanti kau sa—“

“Jangan mencoba untuk mencari perhatian denganku Sujeong-ah,”potong Mingyu.

“Ye?”ulang Sujeong.

“Cukup perhatikan Eunwoo karena kau miliknya, iya kan?”

“Mingyu-ya aku tidak mengerti maksudmu apa,”gumam Sujeong.

“Apa Eunwoo memperlakukanmu dengan baik? Dia pacar yang baik untukmu, iya kan?”tanya Mingyu.

“Hah? Pacar? Mingyu kau bicara apa..”

“Sujeong aku tahu kalau Eunwoo menyatakan perasaannya padamu saat liburan. Kau menerimanya, iya kan?!”

Mingyu menaikan nada suaranya sehingga Sujeong terkejut setengah mati. Dia menggeleng dengan cepat berulang kali untuk membantah ucapan Mingyu barusan. Mingyu melangkahkan kakinya mendekati Sujeong dan ketika dia sudah berada di depan gadis itu Mingyu secara kasar menarik tangannya.

“Mingyu..”kata Sujeong bergetar.

“Sujeong-ah apa kau menyukai Eunwoo?”tanya Mingyu.

Tersirat kesedihan dari pertanyaannya barusan. Dia berharap gadis itu mengatakan tidak dengan lantang dan—

“Aku sempat menyukainya tapi itu dulu sekarang semuanya telah berbeda,”jawab Sujeong.

“Berbeda? Maksudmu lebih mencintainya, begitu?”sindir Mingyu.

Sujeong berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh Mingyu tapi usahanya gagal malahan kedua tangannya ditarik oleh Mingyu dan dikunci olehnya.

“Aku menolaknya, kau tidak tahu?”tanya Sujeong.

“Me—menolak?”ulang Mingyu.

“Malam itu aku menolaknya karena.. karena aku menyukai orang lain,”balas Sujeong.

“Kau suka orang lain?”

“Mingyu aku ingin jujur. Aku menyukaimu bukan Eunwoo,”aku Sujeong.

Mata Mingyu terbuka lebar mendengar pengakuan Sujeong barusan. Dia tidak salah dengarkan kalau Ryu Sujeong mengatakan kalau dia menyukai dirinya bukan Cha Eunwoo?

“Y—ya bisa kau ulang lagi?”tanya Mingyu gagu.

“Aku menyukai Kim Min—“

Belum selesai menyebutkan nama Mingyu laki-laki itu langsung menempelkan bibirnya dengan bibir ranum milik Sujeong. Deg..deg..deg.. jantung Sujeong berdebar sangat kencang karena saat ini mereka benar-benar berciuman bukan seperti yang terjadi di bus! Mingyu perlahan melepaskan tangannya yang menahan Sujeong sejak tadi. Kini tangan kanannya berada di tengkuk Sujeong lalu menekan lebih dalam ciuman mereka sementara tangan kirinya memeluk Sujeong dengan erat. Dengan mata terpejam Sujeong menikmati itu. Dia begitu merindukan laki-laki yang sedang menciumnya saat ini. Sujeong berharap waktu dapat terhenti agar dia bisa merasakan ini lebih lama lagi.

Author POV END

“Mingyu—“

Mingyu memeluk tubuhku dengan sangat erat sampai-sampai aku tidak bisa bernafas. Aku memukul lengannya agar dia mau melepaskanku tapi Mingyu makin mempererat pelukannya dan membisikan sesuatu.

“Aku merindukanmu,”bisiknya.

Diam-diam aku tersenyum. Sama, aku juga merindukanmu Mingyu. Aku membalas pelukannya dan menghirup aroma tubuhnya. Sudah lama aku tidak mencium bau parfum yang sering dipakainya karena Mingyu menghindariku. Kini pelukan terlepas dan dia menatap mataku dengan intens. Aku menjadi kikuk lalu mengarahkan pandanganku ke tempat lain.

“Kau tidak pacaran dengan Eunwoo? Kau tidak bohong, kan?”tanyanya.

Aku mengangguk, “Iya aku tidak pacaran dengannya,”jawabku.

“Baguslah,”katanya dengan senyum yang mengembang dengan lebar. “Si brengsek itu berbohong denganku!”lanjutnya.

“Berbohong?”tanyaku.

“Eoh. Dia bilang kau menerimanya maka dari itu aku menjauhiku. Maaf harusnya aku bertanya kepadamu,”sesal Mingyu.

Tanganku terulur untuk mengusap pipinya. Kini tatap mataku tertuju pada mata Mingyu seorang.

“Tidak apa aku yang harusnya meminta maaf karena aku kau berkelahi dengan sahabatmu,”sesalku.

“Ini bukan salahmu Sujeong-ah,”

“Mingyu-ya apa kau mau melakukan sesuatu untukku?”Tanyaku.

“Aku akan melakukan apapun untukmu!”serunya.

Author POV

Gadis itu terus tersenyum lebar saat memandangi wajah laki-laki yang dia suka dari jarak sedekat ini. Choi Yuju begitu bahagia karena Cha Eunwoo mengajaknya untuk bolos klub hari ini dan jalan-jalan bersama di daerah Gangnam. Kini kedua siswa itu berada di kedai es krim untuk menikmati secangkir es krim di udara yang terasa panas terik seperti saat ini.

“Eunwoo kau tidak makan es krimmu?”Tanya Yuju.

“Ah aku makan,”

Eunwoo memasukan sesuap es krim ke dalam mulutnya dengan tidak niat sehingga noda es krim lengket di dagunya. Yuju yang melihat itu refleks mengeluarkan sehelai tisu dari tasnya lalu membersihkan noda es krim vanila yang ada di dagu Eunwoo. Lelaki itu tertegun lalu mengambil alih tisu yang Yuju pegang dan membersihkan noda itu dengan sendirinya.

“Terima kasih,”kikuk Eunwoo.

“Tidak masalah,”kata Yuju.

Suasana kembali sunyi di antara keduanya. Eunwoo masih memikirkan masalah Sujeong yang menolaknya sepekan yang lalu. Yuju sadar kalau Eunwoo masih merasa galau karena penolakan itu. Makanya dia berani berbicara.

“Move on!”celetuk Yuju.

“Ha?”heran Eunwoo.

“Aku bilang move on! Cari gadis lain—ah tidak cobalah untuk melihat ke arahku,”kata Yuju.

“Aku tidak bisa,”tolak Eunwoo.

Ekspresi wajah Yuju mendadak murung mendengar penolakan Eunwoo yang secepat kilat. Padahal dia berharap kalau Eunwoo bisa menyukainya juga atau mengatakan dia mau melihat ke arahnya.

“Tapi jika kau mengubah perilakumu aku akan mempertimbangkannya,”lanjut Eunwoo.

“Kau memberikanku kesempatan?!”pekik Yuju.

“Aku bilang aku mempertimbangkannya. Aku tidak suka dengan sikapmu yang begitu arogan Yuju-ya maka dari itu aku tidak pernah bisa melihat ke arahmu sebagai seorang wanita,”terang Eunwoo.

Akhirnya Yuju mengerti alasan kenapa Eunwoo tidak bisa menerimanya. Walaupun terasa begitu sesak mendengar kejujuran dari Eunwoo setidaknya Yuju sekarang tahu kenapa Eunwoo tidak pernah melihat ke arahnya. Dia juga menjadi tahu bagaimana caranya merebut hati orang yang dia sukai, yaitu dengan merubah sifatnya. Yuju kini tersenyum manis, senyum yang tidak pernah dia tampilkan ke orang lain kini diberikan hanya untuk Cha Eunwoo.

“Eunwoo-ya tunggu saja aku pasti akan bisa merebut hatimu yang telah di sia-siakan oleh Sujeong! Aku yakin aku bisa!”ucap Yuju penuh percaya diri.

Eunwoo membalas senyum Yuju lalu menganggukan kepalanya. Ya setidaknya Yuju berubah jadi gadis yang manis sore hari ini dan dia menyukai hal itu.

“Ya Cha Eunwoo tunggu aku!”pekik Yuju. Ucapan Yuju tidak digubris oleh Eunwoo sehingga terpaksa gadis itu berhenti sendiri. Dia jadi kesal lagi dengan laki-laki itu. Yuju membungkukan badannnya untuk mengikat tali sepatunya, kalau rok sekolahnya tidak terlalu pendek mungkin dia sudah berjongkok tapi sialnya rok itu hanya setengah paha.

“Aish!”geram Yuju.

Saat tangan Yuju bergerak untuk mengikat tali sepatunya yang berwarna ungu seseorang terlebih dahulu melakukan itu untuknya. Yuju melihat orang yang ada tepat di depan matanya itu dan terkesima saat tahu kalau itu adalah Cha Eunwoo.

“Eunwoo-ya..”gumam Yuju.

“Sudah selesai jadi jangan membuatku berjalan sendiri lagi,”kata Eunwoo.

Yuju tersenyum senang mendengarnya. Baru saja dia mau menggandeng tangan laki-laki itu Eunwoo sudah terlebih dahulu membalikan badannya. Dia menghentakan kakinya karena usahanya gagal sebelum di coba dan tiba-tiba saja—

“Ppali kau begitu lama Choi Yuju! Aku bilang tidak mau jalan sendiri, kan?!”teriak Eunwoo.

“Eunwoo tunggu aku!”seru Yuju.

Author POV END

“Loh kenapa kalian bisa berdua?”

Aku dan Mingyu hanya bisa cengengesan mendengar pertanyaan guru yang mengajar. Karena Mingyu menahanku untuk kembali ke kelas akhirnya aku kembali ke kelas 15 menit sebelum pulang. Mingyu yang mau bertanggung jawab jadi ikut denganku ke klub padahal dia sudah tidak masuk dari awal pelajaran di mulai. Kini aku dan Mingyu dipersilakan duduk oleh guru Han. Mingyu memilih untuk duduk sebangku denganku. Aku langsung mencatat tulisan yang ada di papan tulis karena aku tertinggal banyak sekali! Tapi tiba-tiba saja Mingyu menarik tangan kiriku yang aku gunakan untuk menulis, yap aku adalah si tangan kiri alias kidal makanya menulis menggunakan tangan kiriku.

“Kenapa?”tanyaku berbisik.

Mingyu hanya tersenyum manis tanpa menjawab pertanyaanku. Dia menggenggam erat tanganku dan meletakannya di bawah meja.

“Mingyu aku mau nulis,”bisikku.

Ia menggeser buku catatanku lalu melanjutkan apa yang belum aku catat menggunakan tangan kirinya. Mingyu juga kidal. Apa kami pasangan kidal—Ah! mengatakan pasangan adalah kata yang belum pantas karena Mingyu saja belum menyatakan perasaannya padaku. Moodku mendadak berubah menjadi buruk kembali karena memikirkan itu. Huh.. apa yang harus aku lakukan?

Keesokan harinya aku menunggu Mingyu di depan sebuah ruangan untuk menagih janjinya kepadaku. Kemarin dia bilang mau melakukan apapun yang aku katakan dan kini aku menagihnya. Dari depan pintu ini aku bisa melihat Mingyu sedang berlari untuk menghampiriku. Beberapa detik kemudian sosok laki-laki tinggi itu sudah berdiri di depanku sambil menarik nafas berulang kali.

“Aku—telah—ya? Ma—af..”kata Mingyu terbata-bata.

“Kau sangat telat!”kataku.

Ia langsung memasang raut wajah cemberut mendengar ucapanku barusan. Ekspresi yang aku rindukan dari Kim Mingyu hehehe.

“Ayo masuk!”ajakku.

“Se—sekarang?”Tanyanya.

“Iyalah sekarang. Memangnya kapan?”dumelku.

“Huh baiklah,”katanya terpaksa.

Aku membuka pintu ruangan itu, dari sini aku dan Mingyu bisa melihat kalau ada Jungkook dan Seungwoo yang sedang menyantap makanan sementara Cha Eunwoo lagi menonton televisi. Apa kalian bisa menebak kami ada di mana? Betul, kami ada di ruangan F4. Aku mendorong Mingyu untuk segera menghampiri Eunwoo. Permintaanku kepada Mingyu kemarin adalah menyuruhnya untuk berbaikan lagi dengan Eunwoo. Mingyu masih diam di tempatnya karena tidak ada cara lain aku memilih untuk menendang kakinya dan—

“Aww sakit Ryu! Iya, iya aku hampiri dia!”dumel Mingyu.

Seungwoo tertawa melihat reaksi Mingyu sementara Eunwoo dan Jungkook tetap diam memasang wajah datar mereka.

Author POV

Mingyu memilih untuk duduk di sebelah Eunwoo tapi karena keberatan Eunwoo langsung menggeser posisinya. Mingyu tidak mau kalah makanya dia ikut menggeser posisi duduknya. Mereka melakukan itu terus menerus sampai akhirnya Eunwoo berada di ujung sofa dan—

“Ya!”pekik Eunwoo.

Jungkook dan Seungwoo buru-buru membuat batas agar tidak ada perkelahian lagi diantara mereka. Sujeong sendiri hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh karena tidak ingin ikut campur.

“Cha Eunwoo apa kau mau makan jjangmyeon? Atau apa?”tanya Mingyu.

“Hah kau kenapa?”tanya Jungkook heran.

“Mingyu-ya aku mau!”seru Seungwoo.

“Beli sendiri kalau kalian mau. Saat ini aku sedang menawari Cha Eunwoo,”cibir Mingyu.

Seungwoo dan Jungkook saling menatap satu sama lain kemudian mereka menjauhi kedua orang itu. Kini mereka paham kalau Mingyu—tampaknya—ingin meminta maaf kepada Cha Eunwoo.

“Eunwoo-ya maaf,”sesal Mingyu.

“Maaf?”ulang Eunwoo.

“Eoh aku mau meminta maaf untuk segala kesalahan yang telah aku perbuat. Ya persahabatan kita terlalu penting untuk dibubarkan hanya karena amarah,”kata Mingyu.

“Omong kosong,”balas Eunwoo datar.

“Cha Eunwoo maaf karena hati perempuan yang kau sukai memilihku. Aku tidak tahu bagaimana cara menghindari situasi sulit ini. Setelah aku fikir bertengkar seperti ini tidak ada jalan keluarnya,”lanjut Eunwoo.

“Terserah kau saja,”acuh Eunwoo.

Mingyu menghela nafas karena Eunwoo tidak mau lunak juga dengan ucapannya. Akhirnya Mingyu memilih satu-satunya cara agar mendapatkan kata maaf dari sahabatnya yaitu dengan cara berlutut di hadapan Eunwoo.

“Eunwoo-ya aku akan mengatakan maaf 1000 kali ucapan permintaan maaf padamu agar kau mau memaafkan aku,”kata Mingyu.

“Lakukanlah!”tantang Eunwoo.

“Baik!”

Mingyu mempersiapkan mentalnya untuk mengatakan 100 kali ucapan itu karena sewaktu-waktu ucapannya bisa saja menjadi bumerang untuknya. Eunwoo, Sujeong, Jungkook dan Seungwoo menanti-nanti apa yang akan dilakukan oleh Mingyu. Kini setelah siap lahir dan batin Mingyu mulai mengatakannya.

“1.. Sahabatku yang ganteng tapi tidak seganteng diriku, aku minta maaf,”

“2.. Sahabatku Cha Eunwoo yang pemarah dan tidak mau memaafkanku, aku minta maaf,”

“3.. Sahabatku yang menyukai perempuan yang sama denganku sehingga kau terluka, aku minta maaf,”

“4.. Cha Eunwoo yang suka sekali membuang gas sembarangan, aku minta maa—“

“YA!!”

Eunwoo langsung berteriak kencang saat Mingyu menyebutkan permintaan maaf yang keempat. Betapa malunya dia karena di sini ada Ryu Sujeong yang tertawa karena rahasianya terbongkar. Jungkook dan Seungwoo juga tertawa terbahak-bahak karena Mingyu.

“5.. Cha Eunwoo yang diam-diam sangat jorok suka membuang upilnya di bawah me—“

“YA BERHENTI!”pekik Eunwoo.

“6.. Sahabatku yang berhenti meminum susu dari botol dot saat kelas 5 SD, aku minta—“

“Iya aku memaafkanmu ah!”potong Eunwoo lagi.

Yes!! Mingyu langsung berdiri dan meloncat tidak jelas mendengar Eunwoo memaafkannya. Setelah puas berlompat Mingyu langsung memeluk Eunwoo dengan sangat erat. Eunwoo yang tidak terima dipeluk dengan Mingyu langsung mendorongnya begitu saja.

“Ya aku memaafkanmu tapi jangan sentuh aku!”oceh Eunwoo.

“Siap laksanakan! Aku tidak akan menyentuhmu dulu,”kata Mingyu.

Sujeong tersenyum legah mengetahui kalau mereka tidak berkelahi lagi dan kini adalah saatnya untuk meminta maaf kepada Eunwoo.

Sujeong sudah berada di antara Mingyu dan Eunwoo. Suasana kembali menjadi lebih tegang dari sebelumnya. Mingyu memberikan sinyal kepada Sujeong untuk segera mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada Eunwoo. Sementara Eunwoo hanya bisa diam tak tahu harus bereaksi seperti apa.

“Eunwoo-ya aku minta maaf. Kau tahukan kalau cinta itu hal yang tidak bisa dipaksakan. Bagiku kau adalah teman yang baik, aku sangat senang menjadi temanmu Eunwoo jadi aku mohon maafkan aku dan kembalilah menjadi temanku seperti semula,”kata Sujeong.

Eunwoo membungkam mulutnya dengan rapat. Mingyu mencolek tangan Eunwoo untuk memintanya merespon permohonan maaf Sujeong. Sebelum menjawab ucapan Sujeong dia berdehem sejenak kemudian barulah angkat bicara.

“Aku yang harusnya minta maaf karena telah membentakmu. Maafkan aku bbangdduck,”sesal Eunwoo.

Baru kali ini Sujeong merasa sangat bahagia mendengar Eunwoo memanggilnya bbangdduck. Bukankah itu artinya Eunwoo benaran tidak marah lagi dengannya?

“Eunwoo-ya terima kasih,”kata Sujeong.

“Tidak masalah,”

Eunwoo memberikan Sujeong sebuah senyuman dan Sujeong membalas senyuman itu denga manisnya. Namun tidak lama kemudian seseorang membuat keributan karena merasa cemburu Sujeong memberikan Cha Eunwoo senyum manis seperti tadi.

“Bla..bla..bla..bla!!”oceh Mingyu.

“Berisik!”seru Sujeong, Eunwoo, Jungkook dan Seungwoo serentak.

Author POV END

Sudah 15 menit aku menunggu jemputan tapi tidak kunjung datang. Apa ada masalah dengan mobil atau ada macet di jalan ya? Aku merutuk kesal padahal aku ingin segera sampai di rumah. Pelajaran matematika hari ini membuatku jadi kesal, soalnya begitu sulit!

“Pak Jang di mana si—“

Aku terkejut ketika seseorang menarik tanganku begitu saja. Saat menyadari siapa orang menarik tanganku seperti ini aku langsung meneriaki namanya.

“Ya Kim Mingyu lepaskan aku! Aku harus menunggu jemputan!”pekikku.

“Jemputanmu tidak akan datang,”celetuknya.

Hah kenapa Pak Jang tidak akan datang?

Mingyu berhenti berjalan namun tangannya masih memegang tanganku yang dia tarik, “Tadi aku suruh supirmu untuk pulang aku bilang kau ada tugas bersamaku dan harus dikerjakan sepulang sekolah,”kata Mingyu tanpa berdosa!

Bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu kepada Pak Jang? Bagaimana aku pulang jadinya kalau seperti ini. Aish Kim Mingyu menyebalkan!

“Ya aku pulang dengan siapa? Dompetku ketinggalan di kamar bagaimana bisa aku pulang dengan angkutan umum,”rengekku.

“Aku,”jawabnya.

“Ye?”

“Aku menyuruh supirmu pulang karena ingin mengantarkanmu pulang ke rumah,”lanjutnya.

“Hah Mingyu kau—“

“Stttt jangan protes!”

Mingyu meletakan jari telunjuknya di bibirku agar aku tidak banyak berbicara. Urgh Kim Mingyu..

“Ayo pulang!”ajaknya.

Beberapa detik kemudian kurasakan telapak tanganku dan Mingyu sudah bersentuhan. Mingyu menggenggam erat tanganku lalu mengajakku untuk berjalan bersamanya. Kepalaku mengangguk begitu saja saat dia menyuruhku begitu. Apa dia menyihirku sehingga aku nurut begitu saja kepadanya?

Sepanjang jalan menuju halte bus terdekat kami terus berjalan sambil bergandeng tangan namun tidak ada satupun dari kami yang mengeluarkan suara. Aku mengalihkan pandanganku ke arah jalan dan kembali memikirkan masalah statusku bersamanya. Kami bertindak seperti sepasang kekasih tapi Mingyu belum menyatakan hal itu sejak kemarin. Apa ini hubungan tanpa status atau teman tapi mesra? Tidak! Aku tidak mau hubungan seperti itu karena aku butuh kepastian. Tapi mau bagaimana mengatakannya, aku tidak sanggup lagi untuk mengeluarkan segala keluh kesalku kepadanya. Dapat mengakui kalau aku menyukainya kemarin saja sudah bersyukur.

“Kau sudah makan?”tanya Mingyu.

“Sudahlah aku tadi makan bersamamu dan F4 di kantin. Kau lupa?”

“Oh iya hehe,”

“Hmm Mingyu kenapa kau mengantarku pulang bahkan bergandeng tangan seperti ini memangnya kita apa?”tanyaku.

Aku berusaha memancingnya untuk menjawab pertanyaan yang ada di benakku. Semoga saja dia memakan umpanku.

“Memangnya salah kalau sepasang kekasih pulang bersama dan bergandeng tangan seperti ini?”tanya Mingyu.

“Kekasih.. Hah sepasang kekasih?”teriakku.

Aku tidak salah dengarkan kalau Mingyu mengatakan kami adalah sepasang kekasih??!

“Iya sepasang kekasih. Ada yang salah?”tanyanya heran.

“Eh kapan kau menjadi kekasihku? Kau tidak pernah mengatakannya,”kataku dengan nada yang sedih sedih dan kecewa.

“Hmm sejak kapan ya? Kemarin? Atau haruskah kita menghitungnya dari kejadian di bus itu?”tanya Mingyu dengan polosnya.

“Mingyu-ya..”

“Ryu dengarkan aku, bagiku cinta itu tidak selamanya harus di ucapkan dengan kata-kata dengan membuktikannya melalui tindakan bukankah itu sudah bisa menjelas semua keadaan?”kata Mingyu.

Nada suara Mingyu berubah menjadi lebih serius dari sebelumnya. Yang Mingyu katakan itu tidak salah tapi tetap saja karena tidak ada ‘ucapan’ itu aku menjadi tidak mengerti apa yang terjadi di antara kami.

“Mulai sekarang kau adalah milikku. Jadi jangan coba-coba melihat ke yang lain, mengerti?!”

Aku menganggukan kepalaku berulang kali. Tentunya aku tidak akan melihat ke arah lain di saat aku adalah miliknya seorang. Mingyu-ya akhirnya aku mendapatkan kepastian hubungan kita. Menjadi milikmu adalah hal terindah yang pernah aku rasakan. Mingyu-ya Saranghae..

.

.

TBC

.

.


Halo~~~~~

Hmm mau numpang iklan. 

Author ada buat projek ff baru yang akan di posting setelah ff ini tamat. Kabar sedih atau mungkin bahagia karena ff ini akan tamat dalam 2 part lagi? Ya kalau sesuai dengan rancangan author dari awal ff ini akan habis dalam 2 episode lagi.

Hmm T___T

Karena itu author sudah punya projek baru untuk penggantinya. Yang mau tahu silakan klik di bawah

Wanna Be Idol

Oh iya author lupa ngasih tahu kalau sudah ada Special Editionnya Yebin dan Jiho silakan klik link di bawah ini ya kalau mau baca..

[Special Edition] Yebin & Jiho’s Day – Why Do We Seperate?

Terima kasih semuanya. Kalau iklas dan mau tolong komentarnya ya ❤

Advertisements

5 thoughts on “F4 – What Should I Do? #7 [Chapter]

  1. Keluar juga nih chapter yang ditunggu-tunggu ini^^
    Akhirnya eunwoo mingyu dan juga sujeong udah baikan, bahkan sekarang mingyu-sujeong udah punya status tuh ya 😀
    baca chapter ini berasa ada kupu-kupu yang terbang di perut, udah gitu bikin senyum-senyum sendiri, dan juga ngakak waktu baca mingyu yang ngucapin maaf tapi diselipin kebiasaan jeleknya eunwoo gitu LOL XD
    ayo yuju ubah sifatmu biar disukain eunwoo haha

    Ditunggu ya kelanjutannya~

    Like

  2. Bukan minta maap namanya tapi bongkar2 aib orang .-.
    Ganteng2 kok suka ngentut wkwkwkwk XD
    Cupid kira ini chapter terakhir ternyata gak o.O
    Apa jangan2 nanti ada PHO di chapt selanjutnya?
    Kalo ada siapa? Apa si Jiho? Ato jan jangan si Yebin?
    Next yaaaa XD
    Eunwoo sama Yuju mulai ada perkembangan nih XD

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s