F4 – Together #8 [Chapter]

wpid-img1443787629663

F4

 Together ♥

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu – Astro’s Cha Eunwoo

Cast : BTS’ Jungkook – Soloist’s Yoo Seungwoo – DIA’s Yebin – Gfriend’s Yuju – Etc

Genre : School Life – Friendship – Fluff – Romance

Type : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Terinspirasi dari drama populer seperti The Heirs dan Boys Before Flower, namun tetap alur dan cerita murni dari pemikiran author selaku penulis cerita ini!

..

Bersama jauh lebih baik dibanding sendiri.

.

.

.

“Mingyu terima kasih sudah mengantarkanku pulang,”

Aku tertunduk malu. Ini kedua kalinya Mingyu mengantarkanku pulang tapi hari ini dengan status yang berbeda.

“Tidak masalah,”ujarnya.

“Kalau begitu aku masuk duluan. Hati-hati di jalan, Mingyu..”

“Tentu Ryu!”

Aku membalikan badanku lalu berjalan dengan cepat untuk segera masuk ke dalam tapi ketika mendengar suara Mingyu memanggil namaku aku berhenti dan menoleh kebelakang. Oh My God, aku benar-benar terkejut saat Mingyu memberikanku tanda hati. Pipiku terasa memanas karena malu. Mingyu apa yang kau lakukan kepadaku? Urgh..

“Sujeong-ah saranghae!”seru Mingyu.

Y—ya cepat pulang sana!”usirku.

“Oke..oke.. Sampai jumpa besok Ryu!”

Setelah Mingyu benar-benar pergi dari lingkungan rumahku barulah aku masuk ke dalam rumah. Senyum di bibirku tidak bisa hilang sejak tadi. Mingyu aku juga mencintaimu kekeke.

Beberapa bulan kemudian..

            Ujian semakin dekat sehingga aku dan teman-teman yang lain begitu stres untuk menghadapinya. Selain ujian nasional aku juga harus melewati test untuk masuk ke perguruan tinggi yang aku idamkan. Aku harus bekerja keras untuk menghadapinya.

            Tidak terasa sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah. Kenapa waktu terasa cepat berlalu? Hubunganku dengan Mingyu juga semakin dekat, anak F4 juga lebih giat untuk belajar kecuali Jungkook yang sibuk untuk comeback sehingga dia kelimpungan untuk belajar dan tampil di waktu yang bersamaan. Yebin juga semakin mantap mempersiapkan diri untuk masuk sekolah fashion di Paris. Sedih mengingat aku dan dia akan berpisah jalur seperti ini.

“Ryu kau sedang belajar?”tanya Mingyu. Aku menoleh begitu Mingyu datang menghampiriku yang sedang duduk sendiri di dalam kelas. Mingyu menarik kursi milik Eunwoo yang ada di depan mejaku.

“Kau mau aku bawakan makanan?”tanyanya.

“Tidak usah Mingyu. Itu merepotkanmu,”jawabku.

“Sujeong-ah jangan terlalu stres belajar. Kau juga harus mementingkan kesehatanmu,”

Aku tersenyum tipis, “Iya tapi kau juga tetap harus belajar untuk ujian,”

Kini suasana kembali sunyi. Aku tetap membaca dan mengerjakan soal yang ada di buku tebal milikku sementara Mingyu duduk diam memperhatikanku. Ngomong-ngomong masalah lulus nanti Mingyu sama sekali belum memberitahu rencananya kepadaku mau lanjut kuliah di mana. Setiap aku bertanya dia hanya menjawab, “Ei itu urusan gampang!”, “Aku tetap di sini kok,”. Dia tidak memberikan kepastian dari jawabannya. Bukan hanya aku saja yang tidak diberitahu olehnya, anggota F4 juga tidak tahu sama sekali.

“Mingyu kau mau lanjut kuliah di mana si?”tanyaku.

“Hmm.. Entahlah,”jawabnya dengan datar.

Ya katakan di mana kau akan lanjut,”desakku.

“Kalau persyaratan yang diajukan ibuku sudah selesai barulah aku tahu jawabannya,”balasnya.

“Memangnya di mana? Di Seoul, kan?”tanyaku.

“Bukan, Ryu. Tapi itu di luar negeri,”

Deg!

Mingyu baru saja mengatakan luar negeri? Dia bercandakan?! Bagaimana bisa dia mau meninggalkanku sendiri di sini sementara dia melanjutkan pendidikannya di luar?

“Mingyu..”lirihku.

“Sujeong-ah maaf baru mengatakannya,”sesal Mingyu.

Aku langsung keluar dari kelas begitu saja tanpa merespon permintaan maaf Mingyu. LDR? Aku tidak mau! Mingyu, kenapa harus begini?

            Yebin memelukku dengan sangat erat setelah aku menceritakan tentang Mingyu. Setelah Yebin kini Mingyu juga mau pergi meninggalkanku sendiri. Yebin terus mengatakan kalau dia benar-benar menyesal untuk meninggalkan aku. Aku memaklumi, memangnya aku harus bagaimana lagi? Toh sejak dari awal aku mengenalnya Yebin bilang dia ingin menjadi seorang designer seperti ibunya.

“Mungkin Mingyu takut mengecewakanmu makanya dia baru bisa cerita sekarang,”ujar Yebin.

“Sepertinya tapi Yebin-ah aku tidak sanggup kalau harus pisah dari Mingyu,”isakku.

“Kalian kenapa?”

Saat suara Cha Eunwoo terdengar aku langsung melepas pelukan Yebin dan mengusap air mataku yang lengket di pipi. Melihat aku menangis membuat rasa penasaran Eunwoo semakin kuat.

Bbangdduck katakan padaku apa yang terjadi?!”

Author POV

            Eunwoo datang menghampiri rumah Mingyu untuk membicarakan sesuatu. Saat dia membuka pintu kamar laki-laki itu dapat dia lihat Mingyu sedang membaca sesuatu di atas tempat tidur. Eunwoo perlahan menghampiri Mingyu dan menghempaskan bokongnya di kasur Mingyu. Setelah merasakan ada duduk di dekatnya Mingyu—yang sejak tadi menggunakan headset baru sadar kalau ada yang masuk ke dalam kamarnya.

“Kenapa kau kemari?”tanya Mingyu.

Ia melepaskan headset yang dia pakai setelah itu ia duduk menghadap Eunwoo. Sebelum menjawab pertanyaan Mingyu, Eunwoo mengintip sebentar apa yang sedang Mingyu baca dan ternyata itu adalah buku panduan berbahasa Inggris.

“Memangnya tidak boleh aku ke rumahmu?”tanya balik Eunwoo.

“Eii akukan hanya bertanya saja kenapa kau jadi ketus sekali,”cibir Mingyu.

“Hmmm kenapa membaca buku Bahasa Inggris? Kau ‘kan paling malas berurusan dengan Bahasa Inggris, masuk klub saja hanya ingin dekat dengan Bbangdduck,”tanya Eunwoo berpura-pura tidak tahu keadaan.

“Ah.. memangnya tidak boleh hehe?”tawa Mingyu.

“Aku sudah tahu. Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal, Kim Mingyu?”

“Tahu…apa?”kikuk Mingyu.

“Aku tahu kau akan melanjutkan pendidikanmu ke luar negeri,”

            Di pinggir danau Mingyu dan Eunwoo duduk bersama untuk merasakan keindahan alam dan ketenangan di tempat ini. Tapi keduanya tidak ada yang membuka mulut untuk berbicara.

“Mingyu..”panggil Eunwoo.

“Baiklah aku akan menceritakannya. Ibuku memang sudah merencakan ini sema tanpa membicarakannya terlebih dahulu kepadaku. Apa kau fikir aku juga mau di jalan ini, Eunwoo? Aku tidak ingin berpisah dengan kalian dan terlebih.. aku tidak mau berpisah dengan Sujeong, Eunwoo-ya..”kata Mingyu mengeluarkan segala curahan hatinya.

Eunwoo menepuk pundak Mingyu berulang kali untuk menenangkan sahabatnya. Iya dia tahu kalau Mingyu tidak mau meninggalkan tempat ini apalagi Sujeong. Tapi Mingyu salah karena merahasiakan ini semua darinya.

“Jadi sekarang apa yang bisa kau lakukan?”Tanya Eunwoo.

“Entahlah.. Keputusannya ya tinggal menunggu pemberitahan aku bisa masuk ke universitas itu atau tidak. Dan itu diumumkan beberapa minggu lagi,”jawab Mingyu.

“Coba untuk menceritakannya kepada Seungwoo dan Jungkook. Mereka juga harus tahu tentang ini,”saran Eunwoo.

“Kita bisa menyuruh Seungwoo kemari tapi bagaimana dengan Jungkook? Dia kan sedang sibuk,”

“Hmm entahlah..”

            Setelah menunggu selama 30 menit akhirnya Seungwoo sudah sampai di danau itu. Tidak sulit untuk mencari tempat terpencil ini karena sejak kecil mereka sering mengunjunginya. Seungwoo mengeluarkan laptop miliknya yang di minta oleh Eunwoo untuk ia bawa. Walaupun tidak tahu mau dipakai untuk apa laptop itu Seungwoo tetap membawanya.

“Memangnya ada apa si? Lagian ini hanya kita bertiga,”tanya Seungwoo.

“Maka dari itu aku menyuruhmu untuk mambawa laptop. Kita akan melakukan video call dengan Jungkook,”jawab Eunwoo.

Ya apa yang mau kita bicarakan? Serius sekali ya?”heran Seungwoo.

“Nyalakan dulu laptopmu itu!”tegur Mingyu.

“Iya..iya,”rutuk Seungwoo.

            Setelah video call tersambung ketiga laki-laki itu dapat melihat Jungkook sedang berada di ruang tunggu. Jungkook bilang sebentar lagi dia akan melaksanakan fansign makanya dia tidak bisa berlama-lama untuk berbicara.

“Jadi kalian mau apa?”tanya Jungkook.

“Mingyu mau mengatakan sesuatu,”celetuk Seungwoo.

“Ah.. memangnya apa?”tanya Jungkook lagi.

“Hmm Eunwoo sudah mengetahui ini maka dari itu harus membicarakannya ke kalian juga. Jungkook-ah dan kau Seungwoo, aku sudah tahu kemana aku akan melanjutkan pendidikanku,”kata Mingyu.

“Heol.. sudah? Di mana? Seoul university sama sepertiku?”tanya Jungkook.

“Tidak. Aku akan pergi ke Jepang kalau sema syarat terpenuhi,”

“Je—jepang?”

Muka Jungkook berubah jadi dingin karena pengakuan Mingyu barusan sementara Seungwoo tidak bisa berkata-kata. Mingyu kembali mengatakan sesuatu.

“Hahaha jangan seperti inilah kenapa jadi canggung sekali?”

“Ya Kim Mingyu kalau kau berani meninggalkan kami aku akan membunuhmu!”ancam Jungkook.

“Bunuh saja biar aku tidak bisa pergi,”celetuk Mingyu.

“Arg sudahlah! Sampai jumpa!”

Video call terputus begitu saja karena Jungkook langsung mematikannya. Seungwoo tidak bisa berkata apapun saat ini dan Eunwoo berusaha menenangkannya.

Ya kenapa kau diam?”tegur Eunwoo.

“Kita sudah bersama-sama sejak kecil dan sekarang kita akan terpisah? Kuliah kan membutuhkan waktu lama,”oceh Seungwoo.

“Maaf maka dari itu kita hanya bisa menunggu bagaimana hasilnya,”sesal Mingyu.

“Ah kepalaku pusing. Aku mau pulang!”oceh Seungwoo.

Author POV END

            Sejak tadi aku memegang ponselku untuk berjaga-jaga kalau Mingyu akan menghubungiku. Tapi pada kenyataannya tidak ada pesan atau panggilan masuk dari Mingyu. Apa dia marah karena aku meninggalkannya begitu saja seperti tadi? Atau dia benar-benar ingin meninggalkanku?

Drtt..

Saat ponselku bergetar aku langsung membuka sms yang masuk. Aku fikir itu pesan dari Mingyu tetapi malah pesan singkat dari Yebin.

“Jangan lupa buku matematikanya ya!”

Aku betul-betul merutuk kesal. Urgh Mingyu kau di mana? Kenapa tidak menghubungiku? Apa kau benar berniat untuk meninggalkan aku?

            Di sekolah aku menunggu kedatangan Mingyu di depan pintu masuk. Biasanya jam segini Mingyu belum datang maka dari itu aku menunggunya. Tapi sudah 15 menit aku menunggu tak kungjung aku lihat batang hidungnya. Kringggg!! Bell tanda masuk pelajaran sudah berbunyi tapi aku tidak bertemu juga dengan Mingyu.

“Ryu?”

Seseorang memanggilku, ketika aku membalikan badanku aku tersentak saat menyadari itu Mingyu. Aku langsung melihatnya dari atas hingga bawah untuk memastikan kalau dia baik-baik saja. Aku begitu khawatir karena tidak ada kabar darinya sejak semalam.

“Mingyu apa kau baik-baik saja?”tanyaku panik.

“Apa? Aku baik-baik saja,”jawab Mingyu heran.

“Aku khawatir, bodoh. Aku fikir kau kenapa-kenapa karena tidak menghubungiku semalam,”rutukku.

Bukannya khawatir aku ikut bersedih karena aku mengkhawatirkan kabarnya Mingyu malah tertawa terbahak-bahak.

“Ryu sayangku aku baik-baik saja,”katanya dengan lantang.

“Heol daebak! Sayang? Mereka jadian?”

“Mereka sungguh pacaran?”

“Jadi saat ada yang bilang mereka kencan di mall itu benar beritanya?”

“Wah gila!”

“Mingyu..sunbae kenapa harus cewek itu sih,”

Oh tidak! Gara-gara Mingyu memanggilku sayang di depan umum semua orang tahu kalau aku dan dia benar-benar pacaran. Bersusah payah aku menutupinya selama berbulan-bulan ini tapi sekarang menyebar hanya karena Mingyu memanggilku sayang? Sungguh aku tidak tahu bagaimana hidupku di akhir masa-masa sekolah ini!

“Jangan khawatir! Aku akan mengantarkanmu sampai ke kelas,”

Mingyu menautkan kedua tangan kami lalu mengajakku untuk berjalan. Semua orang memandangi aku dan Mingyu dengan pandangan iri. Saatku lihat ke samping aku sadar bahwa orang-orang sedang mengutukku, hal itu tampak jelas dari pandangan sinis mereka kepadaku. Ah.. ini resiko berkencan dengan cowok populer di sekolahan.

            Mingyu memaksaku untuk makan siang bersama, maksudku berada di meja yang sama namun hanya ada aku dan dia. Biasanya aku akan makan bersama F4 dan Yebin tapi kali ini hanya aku dan Mingyu saja. Yebin awalnya tidak terima karena kalau aku makan siang bersama Mingyu itu artinya dia akan makan sendiri tapi setelah dibujuk oleh Jungkook dia mau begitu saja. Jungkook menjanjikan album grupnya dari awal debut sampai yang terbaru ditambah tanda tangan anggota dan juga polaroid untuknya secara eksklusif, maka dari itu dia luluh begitu saja. Urgh Yebin meninggalkanku begitu saja hanya untuk barang-barang itu. Dasar jahat!

“Makan yang banyak,”celetuk Mingyu.

“Tidak mau, aku sedang diet!”kataku.

“Hah? Diet? Kau diet karena Eunwoo selalu menyebutmu bbangdduck ya? Aish dia itu!”rutuk Mingyu.

“Tidak bukan karena Eunwoo, ah! Aku hanya sedang malas makan. Rasanya sudah kenyang mendengar ocehan orang-orang sepanjang jalan menuju kantin tadi,”kataku.

“Oh hahaha..”

Ya ampun aku tidak percaya kalau dia akan menertawakan situasi ini. Mingyu si enak karena dia tidak dirugikan, nah dia tidak tahu bagaimana orang memperlakukanku. Bahkan saat pelajaran Bahasa Inggris tadi ketika aku permisi ke toilet orang-orang yang ada di toilet juga melihatku dengan sinis sambil berbisik-bisik satu sama lain.

“Sujeong-ah..”panggil Mingyu.

“Ada apa lagi—Hahaha!”

Aku tidak dapat mengontrol tawaku yang meledak karena Mingyu. Dia bodoh atau bodoh? Kenapa dia makan seperti anak kecil? Mingyu memang selalu seperti ini. Aku langsung mengambil tisu yang ada di atas meja lalu membantunya untuk membersihkan noda mayones yang lengket di pipi dan dagunya.

Ya Kim Mingyu kau benar-benar keren!”teriak Seungwoo.

Keadaan kantin jadi begitu ricuh Seungwoo berteriak seperti tadi. Aku melihat ke kanan dan kiri untuk melihat apa yang terjadi dan yang sedang berlangsung ialah orang-orang terutama para gadis memperhatikanku dengan wajah kusutnya.

“Mingyu..”lirihku.

Mingyu mengambil tisu yang aku pegang lalu membersihkan noda itu dengan sendirinya sampai bersih. Tanpa kuduga Mingyu tiba-tiba saja berdiri dengan tegap lalu memperhatikan semua orang yang ada di kantin.

Ya jangan pernah lagi melihat pacarku dengan tatapan seperti itu, kalian mengerti? Memangnya kalian siapa yang sebisanya melihat Sujeong-ku dengan pandangan seram itu? Kalau kalian masih berani meliriknya kalian akan berhadapan denganku. Kalian mengerti?!”bentak Mingyu.

Krik..

Suasana menjadi sunyi seketika dan kemudian..

“Kalian juga berhadapan denganku kalau aku tahu kalian membicarakan Sujeong diam-diam,”celetuk Eunwoo.

Aku menoleh begitu Eunwoo mengatakan hal tadi. Kemudian..

“Aku juga! Awas saja kalau kalian mengintimidasinya lagi!”seru Seungwoo.

“Aku juga,”kata Jungkook.

F4 secara utuh membelaku di depan orang banyak. Rasanya benar-benar tidak dapat dipercaya. Aku begitu terharu, rasanya air mataku mau jatuh tapi kemudian seseorang kembali bersuara.

“Aku juga! Kalian jangan pernah menganggu sahabatku lagi. Kalau kalian menganggu Sujeong akan aku cakar wajah kalian!”ucap Yebin lantang.

Yebin juga. Aku melihat Yebin dan tersenyum kepadanya, gadis cantik itu memberikan tanda ‘oke’ kepadaku.

“Kalian juga berhadapan denganku apalagi kalau mereka sampai putus karena cibiran kalian,”celetuk seseorang yang tidak lain adalah Choi Yuju!

Aku, F4 dan Yebin melihat Yuju yang baru saja masuk ke kantin bersama Eunha, Sinbi dan Jiho. Heol daebak! Seorang Choi Yuju membelaku tapi aku rasa karena dia takut aku dan Mingyu putus lalu bisa saja—dia beranggapan—aku akan mendekati Cha Eunwoo.

“Terima kasih teman-teman kalian sudah membelaku,”

Di depanku sudah ada F4 dan Yebin. Kami berada di ruangan F4 untuk mencari ketenangan. Acara makan siang pun batal karena suasana kantin menjadi canggung dan kini gantinya kami akan makan siang dengan ramyeon ala Yoo Seungwoo!

Seungwoo dibantu dengan Jungkook dan Yebin sedang memasak di pantry sementara aku, Mingyu dan Eunwoo sedang duduk bersama menunggu ramyeon buatan Seungwoo matang. Selagi menunggu kami tidak ada yang membuka mulut sama sekali maka dari itu aku memutuskan untuk berterimakasih lagi.

“Terima kasih sudah membelaku tadi,”kataku.

“Hm bbangdduck kau sudah mengatakannya lebih dari 5 kali,”oceh Eunwoo.

“Hehe maaf,”sesalku.

“Ryu ngomong-ngomong aku keren ‘kan tadi saat memarahi mereka?”tanya Mingyu penuh percaya diri.

Aku dan Eunwoo saling memandang satu sama lain kemudian kami tertawa bersama. Mingyu menjadi heran dengan reaksiku dan Eunwoo yang tidak menjawab pertanyaannya.

Ya kenapa?”tanya Mingyu.

“Tadi saat kau marah dengan orang-orang itu di hidungmu masih ada sisa mayones sehingga kau terlihat seperti badut dengan marah,”celetukku.

“Hah? Kalian mau mati?!”

Melihat Mingyu mengambil ancang-ancang untuk menyerangku aku langsung berdiri dan berlindung dibalik Cha Eunwoo.

Ya sudahlah Mingyu!”mohonku.

“Tidak. Kalian berdua benar-benar menyebalkan!”ocehnya.

Eunwoo tetap diam ditempatnya sambil tertawa melihat aku dan Mingyu seperti Tom and Jerry. Aku merasa bahagia berada disituasi hangat seperti saat ini. Aku bahagia memiliki pacar seperti Mingyu dan sahabat seperti F4 dan Yebin. Aku harap kebahagiaan ini akan terus berlanjut sampai kami lulus nanti.

Ya teman-teman bagaimana kalau kita kemah bersama?”

“Hah?!”

Semua orang tercenggang ketika mendengarkan ajakan Mingyu barusan. Berkemah bersama? Di detik-detik ujian akhir akan dilaksanakan? Memangnya bakalan diizinkan?

“Bagaimana? Kemah bersama pasti seru dan juga ada yang ingin aku katakan ke kalian semua,”

Mingyu, tanpa kau bicarakan kami tahu apa yang akan kau katakan. Pasti kau akan mengucapkan kata selamat tinggal kepada kami ‘kan karena kau akan lanjutkan pendidikanmu di luar, iya kan?

“Bagaimana apa setuju? Kita akan mengadakan kemah di hari sabtu sampai minggu!”ajak Mingyu.

“Hmm baiklah,”jawabku.

“Aku setuju!”seru Seungwoo.

“Kalau tidak ada jadwal aku akan ikut,”celetuk Jungkook.

“Karena Sujeong mau aku juga akan ikut,”balas Yebin.

“Hmm aku akan ikut tapi apa boleh mengajak orang lain?”tanya Eunwoo.

“Siapa?”tanyaku, Mingyu, Eunwoo, Jungkook dan Yebin serentak.

“Kalian aku tahu nanti. Yang jelas kau membolehkannya ‘kan Kim Mingyu?”

Walaupun bingung Mingyu tetap menganggukan kepalanya tanda mengizinkan ide Eunwoo barusan. Whoa aku penasaran siapa yang mau diajak oleh Eunwoo.

            Hari yang ditunggu telah tiba. Aku dan Yebin sudah tiba di tempat perkemahan yang akan menjadi lokasi kami berkemah. Mingyu juga sudah ada di tempat ini tapi dia sedang mencarikan minum untukku dan Yebin. Untung saja Jungkook bisa ikut sehingga formasi F4 akan lengkap.

“Kalian sudah sampai?”tanya Eunwoo yang baru saja tiba.

“Iya beberapa menit yang lalu,”jawabku.

“Di mana Seungwoo dan Jungkook? Bukannya mereka bilang sudah sampai?”tanya Yebin.

“Aku melihat mereka sedang mengangkat kayu bakar,”celetuk Eunwoo.

“Oo…”

            Semua telah berkumpul tapi ini masih belum lengkap. Orang yang Eunwoo undang belum menunjukan batang hidungnya. Padahal aku sudah tidak sabar untuk menikmati pemandangan sekitar. Kami menunggu selama 10 menit sampai akhirnnya seseorang datang sambil menyerukan nama Eunwoo dengan lantang.

“Cha Eunwoo!”teriaknya.

Oh..

Tuhan..

Orang itu adalah Choi Yuju! Jadi yang diajak oleh Cha Eunwoo adalah Yuju? Yang benar saja kenapa Cha Eunwoo mau mengundangnya? Di tempat ini yang terkejut bukan hanya aku, yang lain juga terkejut tidak menyangka dengan situasi ini terutama Yebin.

Ya Cha Eunwoo dia yang kau undang?”Tanya Yebin heran.

“Memangnya kenapa?”sewot Yuju.

“Bukan apa-apa hanya saja.. aku rasa ini akan menjadi acara yang menyebalkan,”ledek Yebin.

Ya!”

Kulihat Eunwoo menahan tangan Yuju yang hendak menghampiri Yebin—karena tak terima dengan ucapan Yebin barusan. Heol… apa Yuju mendapatkan lampu hijau dari Eunwoo?

“Sekarang sudah lengkap jadi lebih baik kita segera ke lokasi!”ajak Mingyu.

Dan kini kami semua berjalan menuju lokasi tenda kami berada. Semua sudah diatur oleh Mingyu jadi kami tinggal mengikutinya saja. Aku berjalan disamping Mingyu. Ia bahkan menolongku membawakan barang bawaanku. Such a gentleman~

Author POV

“Eunwoo-ya kemari!”

Eunwoo perlahan menghampiri Yuju yang memanggil namanya dan menyuruhnya untuk mendekat ke arahnya. Setelah berada di dekat gadis itu, Yuju langsung menarik tangan Eunwoo dan mengajaknya untuk pergi dari sana.

            Di depan mereka sudah ada aliran sungai yang begitu tenang. Airnya jernih sehingga Eunwoo tersenyum puas menyaksikan ciptaan Tuhan yang begitu mengagumkan.

“Keren kan?”tanya Yuju.

“Iya. Kau tahu tempat ini ya?”tanya balik Eunwoo.

“Aku dulu pernah diajak ayahku untuk ikut berkemah dengan coleganya dan asisten ayahku mengajakku bermain di sungai ini. Ah~ sangat menyenangkan berada di sini! Terima kasih sudah mengundangku,”oceh Yuju panjang lebar.

“Tentu saja,”balas Eunwoo.

Tiba-tiba Yuju menadahkan tangannya di depan Eunwoo. Laki-laki itu mengerutkan keningnya heran karena dia tidak mengerti apa maksud dari Yuju barusan.

“Ponselmu. Kan sayang suasana bagus seperti ini tidak diabadikan. Ponselku tertinggal di tas jadi pakai punyamu saja,”pinta Yuju.

Dengan santai Eunwoo memberikan ponselnya ke Yuju dan kini gadis itu sedang mengotak-atik ponsel milik Cha Eunwoo. Aplikasi foto telah terbuka, Eunwoo merapatkan dirinya lebih dekat ke gadis itu dan kini keduanya sudah bergaya di depan kamera.

            Sudah lebih dari 20 foto yang mereka ambil, hasilnya juga sangat bagus dan memuaskan. Tapi diam-diam Yuju ingin mengambil sebuah gambar yang sejak lama dia impikan. Tangan Yuju sudah siap dalam posisi untuk mengambil gambar bahkan dia telah mengatur waktu kamera.

“Eunwoo-ya..”

Eunwoo menoleh ke Yuju dan Chu~~ kedua bibir mereka saling bertemu. Laki-laki itu membulatkan matanya karena terkejut dengan ‘serangan’ mendadak ini. Di sisi lain Yuju memejamkan kedua matanya padahal sejak tadi kamera sudah mengabadikan momen itu. Awalnya memang mengejutkan bagi Eunwoo namun perlahan dia memejamkan matanya juga dan kemudian benar-benar mencium Yuju. Ini yang pertama untuk mereka.

Ya Cha Eunwoo aku pinjam ponselmu!”

Eunwoo memberikan ponselnya begitu saja ke Mingyu karena dia begitu sibuk mengurus pemanggang daging untuk berpesta nanti malam. Mingyu membawa ponsel Eunwoo ke pinggir lalu ia membuka galeri foto untuk mengirim beberapa foto mereka saat berada di perjalanan tadi. Namun alangkah kagetnya laki-laki bertubuh jangkung itu melihat isi foto yang ada di galeri Cha Eunwoo.

“Apa ini!”pekiknya.

Author POV

Ah~

Rasanya begitu hangat saat tubuh ini terkena panas dari api unggun yang kami buat. Karena sudah malam itu tandanya pesta akan segera di mulai. Semua makanan sudah di siapkan, pemanggang juga sudah mulai dipanaskan. Kami semua berkumpul di dekat api unggun dan membuat formasi lingkaran. Di samping kananku ada Mingyu sementara di sebelah kiri ada Yebin. Kami bernyanyi bersama untuk meramaikan suasana bahkan kami dapat melihat tarian eksklusif dari Jungkook.

Ya jangan ada yang merekam menggunakan kamera. Kalau videonya leak bisa gawat aku,”kata Jungkook.

Ne!!”

Setelah mendapatkan pertunjukan gratis dari sang rising idol kami memikirkan hal lain yang akan dilakukan. Tidak ada yang memberikan ide sampai akhirnya Mingyu angkat bicara.

“Bagimana kalau kita bermain game kejujuran?”ajak Mingyu.

Heol.. ide bagus. Bagaimana menurut kalian?”seruku.

“Setuju!”kata Yebin.

“Aku si setuju saja,”celetuk Yuju.

Ya yang cowok apa kalian setuju?”tanya Mingyu.

Eunwoo, Seungwoo dan Jungkook menganggukan kepalanya bertanda kalau mereka setuju. Kini permainan pun di mulai!

“Seungwoo kenapa kau masih jomblo?”Tanyaku.

Semua orang kini memandangi Seungwoo untuk mendengarkan jawaban dari laki-laki itu. Seungwoo terkekeh mendengar pertanyaanku barusan, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kenapa ya? Mungkin karena aku menunggu seseorang,”jawabnya.

Heol siapa?”tanya kami semua.

“Kalian tidak tahu tapi Juniel noona, orang yang sering aku temui saat bermain di panti asuhan. Dia sungguh baik tapi karena dia jauh lebih tua dariku aku tidak bisa mengatakan perasaanku kepadanya jadi aku mencari orang lain saja yang sama sepertinya,”kata Seungwoo menjelaskan dengan panjang lebar.

Kami semua mengangguk paham. Kini giliran Seungwoo untuk bertanya kepada orang lain yang akan dia tunjuk.

“Jeon Jungkook kenapa kau tidak berkenalan dengan para idol si? Mereka kan cantik dan sexy kalau bisa si tolong carikan satu yang seperti Juniel noona untukku,”kata Sengwoo.

“Karena aku setia kepada Yein,”ucap Jungkook dengan lantang.

Heol daebak! Apa Yein itu kekasihnya Jungkook? Apa dia berbeda sekolah dengan kami ya makanya aku tidak mengenalnya? Tapi aku akui Jungkook terlihat begitu keren saat mengatakan dia setia dengan gadis itu. Siapapun dia, orang itu benar-benar gadis yang beruntung bisa mendapatkan kesetiaan dari Jungkook!

“Bukannya Yein dekat dengan si Jeong Chanwoo itu?”celetuk Mingyu.

“Kau mau mati?!”pekik Jungkook.

Kami semua tertawa mendengar teriakan Jungkook barusan. Hahaha dia begitu cemburu saat Mingyu berceletuk seperti tadi.

“Sekarang giliranku. Ryu Sujeong siapa cinta pertamamu?”Tanya Jungkook.

Ye? Kenapa Jungkook bertanya seperti itu kepadaku? Mingyu dan Eunwoo kini memperhatikanku dengan sunggh-sungguh.

“Ayo siapa? Apa mungkin Eunwoo atau itu Mingyu?”tanya Jungkook lagi.

“Ba..baiklah akan aku jawab. Cinta pertamaku itu.. Tooma Kikuchi-san,”jawabku.

Krik… Suasana begitu sepi kurasa karena jawabku tidak sesuai dengan ekspetasi mereka. Kulihat Mingyu sedang memandangiku penuh tanda tanya. Tak lama kemudian suaranya mulai terdengar dan itu begitu menyakitkan gendang telinga.

“Siapa Kuma Kikuk itu?”oceh Mingyu.

Ya namanya Tooma Kikuchi bukan Kuma Kikuk. Kau sudah dengarkan kalau dia itu cinta pertamaku,”dumelku.

“Eii mana boleh begitu. Harus aku cinta pertamamu!”kata Mingyu tidak terima.

Harus bagaimana aku menjawab ocehan Mingyu ini. Memangnya cinta bisa dipaksa? Lagi pula salah sendiri karena datang terakhiran. Ngomong-ngomong, Tooma adalah cinta pertamaku saat aku SMP. Kami teman baik dan dia tertarik dengan kebudayaan Korea maka dari itu hubungan kami bisa menjadi dekat. Tanpa sadar pula benih-benih cinta tumbuh di dalam hubungan ini. Sayangnya kami tidak pernah menjadi sepasang kekasih karena diam-diam Tooma sudah punya pacar. Sigh cinta pertama memang menyakitkan haha.

“Sekarang giliranku untuk bertanya. Ya Cha Eunwoo aku akan bertanya kepadamu,”kata Mingyu.

“Ya apa?”tanya Eunwoo.

“Apa kau dan Yuju pacaran?”tanya Mingyu.

Mataku membulat ketika mendengar pertanyaan Mingyu untuk Eunwoo. Kenapa dia tiba-tiba saja bertanya seperti itu? Bukan hanya aku yang penasaran jawaban apa yang akan keluar dari mulut Eunwoo, yang lain kecuali Yuju dan Mingyu berusaha menangkap isi dari perbincangan ini.

“Iya memang benar aku dan Yuju pacaran,”jawab Eunwoo.

Eunwoo langsung mengenggam tangan Yuju—kebetulan gadis itu ada disampingnya—kemudian Yuju ikut berbicara.

“Aku dan Eunwoo memang sudah berpacaran sejak sebulan yang lalu,”celetuk Yuju.

“Ah! Pantas saja bulan kemarin kau mengunggah fotomu berdua Eunwoo di taman bermain. Ya kalian jadian di sana, kan?”goda Yebin.

Ya Baek Yebin kita tidak saling mengikuti di instagram bagaimana kau tahu? Ah.. kau stalker, ya?”tanya Yuju.

Heol enak saja! Untuk apa aku stalking SNS-mu!”elak Yebin.

“Jujur saja,”kata Yuju.

“Sudah..sudah.. apa kalian mau bertengkar lagi malam ini?”rutukku.

            Kulihat sejak tadi Yebin menekuk wajahnya. Ada apa ya? Aku menegurnya dan bertanya apa yang terjadi. Lalu apa kalian tahu jawaban apa yang aku dapatkan? Yebin menjawab..

“Aku sendiri perempuan yang jomblo di tempat ini. Urgh!”ocehnya.

Hahahaha alasan macam apa itu? Memangnya kenapa kalau dia jomblo, toh itu tidak ada rugi.

“Seungwoo-ya.. Jungkook-ah kalian juga jomblo, kan? ayo kita berkumpul bersama!”rengek Yebin.

“Hah? Sudah aku bilang aku memiliki Yein,”tolak Jungkook.

“Aku punya Juniel noona,”balas Seungwoo.

Yebin menjadi tambah kesal mendengar jawaban keduanya. Sahabatku terlihat seperti anak kecil yang merengek tidak dibelikan boneka kesukaannya, kekekekeke.

Ya aku punya tujuan mengadakan acara ini,”kata Mingyu. Tujuan? Apa? Apa Mingyu sengaja membuat acara ini sebagai ucapan perpisahan? Ah.. aku jadi memikirkan masalah ini lagi. Aku mendadak murung dan lemas begitu saja. Mingyu kini berdiri sendiri sementara aku dan yang lain duduk di rerumputan. Kami siap untuk mendengar maksud dari tujuan Mingyu.

“Aku sangat senang memiliki sahabat seperti kalian semua. Ah rasanya mau mati kalau tidak main dengan kalian,”ujar Mingyu basa-basi.

Ya Kim Mingyu katakan secara langsung,”pintaku.

“Baik Ryu sayangku,”

“Eww..”

Semua orang bertindak seolah-olah mual mendengar ucapan Mingyu barusan. Aku ingin tertawa tapi rasa kekhawatiran di dalam diriku saat ini menahannya. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi.

“Jadi pagi tadi hasil testku sudah keluar. Saat aku melihat hasilnya aku benar-benar terkejut dan tidak percaya karena hasil test menyatakan kalau aku…”

“Kalau aku apa?”tanya Eunwoo.

.

.

.

.

.

“Aku tidak lulus karena nilai Bahasa Inggrisku kurang hahahaha,”

Ini berita benarankan? Mingyu tidak lulus? Bukannya aku senang diatas kegagalan orang lain tapi aku begitu bersyukur karena Mingyu tidak lolos seleksi. Itu artinya dia bisa kuliah di Seoul, Korea bersama kami! Untungnya pacarku sangat bodoh dipelajaran Bahasa Inggris huhu.

Hiks..”

Semua orang melihat ke arahku saat aku tida-tiba menangis. Mingyu yang panik langsung menghampiriku dan membawaku ke dalam pelukannya. Aku menangis haru di dada Mingyu yang bidang. Aku bersyukur, sangat bersyukur.

“Jangan menangis lagi karena aku tidak akan meninggalkanmu Ryu,”bisik Mingyu.

            Aku dan Mingyu memisahkan diri dari rombongan karena kami ingin berbicara empat mata. Mataku masih sembab karena menangis tadi sementara baju Mingyu basah karena air mataku. Mianhae, Mingyu.

“Kau sudah tenang?”Tanya Mingyu.

Aku menganggukan kepalaku. Iya, aku merasa lebih baikan dan tenang sekarang. Mingyu merangkulku sementara aku menyandarkan kepalaku di bajunya. Kami melihat bintang-bintang di langit yang begitu banyak bertebaran ditambah juga dengan cahaya bulan yang terang menerang.

“Terima kasih karena kau punya kesempatan untuk tetap di sini,”kataku.

“Ini yang namanya takdir, Ryu.”jawab Mingyu.

“Kau tahu aku rasa aku mau mati membayangkan kau akan pergi jauh dariku. Itu sungguh menyakitkan,”rutukku.

“Iya..iya aku juga begitu. Sekarang aku akan selalu ada di sampingmu jadi jangan memikirkan hal yang bukan-bukan ya,”pinta Mingyu.

Ne..”jawabku.

“Kau tidak mau memberikan aku hadiah? Aku akan berada disampingmu terus loh Ryu,”tanyanya.

“Hmm aku ada 1,”

Chu~~

Aku mengecup pipi Mingyu dengan lembut. Itu hadiah dariku untuknya. Kulihat Mingyu tersenyum karena hadiahku barusan. Tiba-tiba saja dia membawaku ke dalam pelukannya. Aku membalas pelukan Mingyu dengan erat.

Saranghae Ryu Sujeong,”

Nado saranghae Mingyu-ya,”bisikku.

.

.

.

TBC

;;

Bum~~~~~ Tinggal 1 part lagi!

Dan yang penasaran gimana ceritanya Eunwoo dan Yuju jadian yuk di cek di blog author (lovefinite.wordpress.com)

Thank you!

Advertisements

5 thoughts on “F4 – Together #8 [Chapter]

  1. Cupid kira end ._.

    Cia, ternyata Yebin jomblo 😂

    Baru tai masa kalo Seungwoo udah punya Juniel ¬_¬ *typo disengaja

    Yeeeeee Mingyu gak lulus 😂

    Eunwoo sama Yuju udah jadian? Waow, congrats yaw XD

    Penasaran, gimana sih mereka jadian .-.

    Mau baca special edition-nya, tapi males :”v

    Kak, Cupid mo nanya, kenapa si Yebin dibuat jomblo? Sedih hati Cupid nge liat bias ke dua Cupid menjomblo /abekan :”v

    Overall bikin ngakak wkwkwkwk

    Next yaw xixixixi

    Like

    • Wkwkwkw ada apa dengan juniel?
      End nya part 9><
      Ayo baca pleaseee ntar penasaran trus loh wkwkw :v
      Hmmm kenapa jomblo ya?? Nanti aja deh dibikin pacaran sama bule kan yebin mau sekolah di luar negeri wkwkw..
      Thank you komennya^^

      Like

  2. Haha Yebin satu-satunya yang jomblo, sabar aja ya :’)
    Jadi Eunwoo-Yuju itu udah pacaran?? wah wah kirain belum
    Ngakak ngebayangin Mingyu ngumumin dia gagal test karena nilai bahasa inggrisnya jelek XD Yang penting dia akhirnya tetap di Korea deh sama Sujeong ><
    1 part lagi menuju end?? Yaaah, ditunggu deh 🙂

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s