[Freelance] Because I’m Your Oppa

Standard

Because I'm Your Oppa Cover

BECAUSE I’M YOUR OPPA (ONESHOOT)

Author             : Taevii

Cast                 : Jeon Jungkook [BTS] & Jung Yein [Lovelyz]

Genre              : Family, Sad Romance

Rating              : PG 14

Disclaimer       : FF ini baru saja aku buat, covernya pun juga dadakan, ini hadiah pertama untuk grup ‘FF Library of BTS’ yang anggotanya udah 1000 plus. Happy reading, no bash no war, OKE J

BECAUSE I’M YOUR OPPA (ONESHOOT)

“Eomma, aku berangkat dulu” Jungkook berpamitan pada ibunya, kemudian ia berlalu pergi meninggalkan seorang  gadis dibelakangnya.

“Oppa, tunggu aku!” Yein berteriak memanggil Jungkook, tapi tak ada respon sama sekali. “Aish!”

“Hahaha! Cepat kejar oppa-mu Yein-ah, nanti kau bisa terlambat” kata ibunya, Yein mengangguk.

“Baiklah eomma, aku berangkat dulu!” pamit Yein.

“Ne, hati-hati dijalan”

“Arraseo” Yein langsung melesat mengejar Jungkook yang telah terlebih dahulu meninggalkannya.

“Oppa kenapa kau meninggalkanku! Eomma menyuruh kita berangkat bersama” kini Yein telah menyamai langkah Jungkook.

Diam. Tak ada respon sama sekali.

“Ya! Kenapa kau diam saja!” Yein membentak Jungkook.

Signnn!!

Jungkook melirik Yein tajam seraya menghentikan langkah kakinya. Mau tak mau Yein juga ikut berhenti melangkah.

“Wae?” tanya Yein takut-takut.

“Jung Yein! Tidak bisakah kau ‘DIAM’ sebentar saja!” kata Jungkook yang tak kalah tajam dari tatapannya hingga membuat Yein bergidik ngeri ketika mendengarnya.

Jungkook kembali melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan Yein yang telah tersadar dan kembali mengoceh seperti sebelumnya.

“Salah sendiri, kenapa setiap aku bertanya kau mengabaikannya! Dasar otak udang! Apa kau pikir kau keren! Apa kau pikir kau tampan!  HAH! Jeon Jungkook sialan! Menyebalkan!” Yein terus mengoceh tapi Jungkook mengabaikannya.

Sebenarnya tanpa Yein sadari, saat ini Jungkook sedang tertawa puas dalam hati. Ia menertawakan tingkah laku adik tirinya itu. ‘Jung Yein, kau sangat lucu. Selain itu kau juga cerewet dan menyebalkan’

SKIP  TIME

“Oppa, aku mencintaimu. Bisakah jika kita menjadi sepasang kekasih?” Lee Halla (primadona sekolah) kini sedang menyatakan cintanya pada Jeon Jungkook yang notabene telah di-cap sebagai siswa terkeren di sekolahnya.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka. “Dasar sok keren! Menyebalkan!” ia mengusap air matanya yang terus mengalir.

SKIP TIME

Jam sekolah telah usai. Seperti biasa, Jungkook dan Yein berjalan pulang bersama menuju rumah mereka. Ya, ibu Jungkook dan ayah Yein telah memutuskan untuk menikah sekitar empat bulan yang lalu. Mau tidak mau Jungkook harus menerima Yein sebagai saudaranya. Yein sangat bahagia karena sekarang ia bisa memiliki keluarga yang lengkap lagi setelah sepeninggal ibunya tiga tahun yang lalu. Tapi menurut pemikiran Yein, Jungkook sangat tidak bahagia dengan pernikahan orang tua mereka, buktinya hingga saat ini Jungkook tetap bersikap dingin padanya.

‘Apa selama ini hanya aku yang menginginkan hal ini. Apa  selama ini hanya aku yang merasa bahagia dengan pernikahan mereka. Jungkook-oppa sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia bahagia. Dia selalu bersikap dingin padaku, tapi kenapa dia bersikap baik dan sopan dihadapan appa?’ saat ini Yein sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri. Ia masih memikirkan keluarga barunya yang menurutnya rumit, atau mungkin saja hanya dirinyalah yang berpikir seperti itu.

‘Tumben sekali dia diam seperti ini. Tidak biasanya? Tapi syukurlah! Lebih baik dia seperti itu daripada terus mengoceh tidak jelas hingga membuatku kesal’ Jungkook saat ini juga sedang memikirkan perubahan sikap Yein yang tidak seperti biasanya.

SKIP TIME

Sudah seharian Yein mengunci diri didalam kamarnya. Biasanya ia akan mengganggu tidur siang Jungkook, atau membantu ibu tirinya di dapur untuk menyiapkan makan siang. Tapi sejak pulang sekolah tadi, sikap Yein sangat berbeda dari biasanya.

Jungkook turun kebawah untuk makan siang, biasanya ia akan mendapati Yein tengah tersenyum aneh kearahnya, tapi pemandangan itu tidak ia lihat hari ini. ‘Ada apa sebenarnya’

“Eomma” Jungkook membantu ibunya menyiapkan makan siang. “Anak manja itu tidak membantumu?” tanya Jungkook.

“Namanya Yein, Jungkook-ah” eomma-nya membenarkan ucapan Jungkook yang sedikit tidak sopan tadi.

“Ya, itu maksudku. Yein tidak membantumu?”

“Eomma juga tidak tahu. Sejak pulang sekolah, ia belum keluar kamar sama sekali. Apa terjadi sesuatu?” tanya eomma-nya.

“Entahlah!” Jungkook mengangkat bahunya. “Setahuku dia baik-baik saja tadi” lanjutnya.

“Apa kalian bertengkar?”

“Kami selalu bertengkar setiap hari. Bukankah eomma sudah tahu hal itu. Tapi dia baik-baik saja walaupun kita bertengkar setiap hari” Jungkook berkata dengan santai.

“Berhentilah bertengkar. Kalian sudah besar”

“Dialah yang selalu memulai pertengkaran. Dia selalu mengoceh hal-hal tidak penting” Jungkook membela dirinya dengan muka masam, karena ia merasa disalahkan atas hal yang telah diperbuat oleh Yein.

“Dia hanya ingin diperhatikan olehmu” kata-kata ibunya sukses membuat Jungkook bungkam.

SKIP TIME

Hari sudah larut, tapi Yein belum keluar juga dari kamarnya. Kini Jungkook dan ibunya sedang bersiap untuk makan malam.

“Jungkook-ah, sejak tadi siang Yein tak kunjung keluar dari kamarnya. Jangan-jangan dia sakit. Cobalah kau datang ke kamarnya untuk mengecek. Mungkin saja telah terjadi sesuatu” kata ibunya.

“Kenapa bukan eomma saja yang melihat keadaannya” Jungkook melirik malas kearah ibunya.

“Jeon Jungkook” akhirnya Jungkook menyerah.

Jungkook berjalan ke lantai atas rumah mereka. Dengan sangat malas, ia menyeret kakinya menuju kamar Yein. ‘Dasar merepotkan’

TOK TOK TOK

Tak ada respon dari dalam sana. Jungkook mencoba sekali lagi.

TOK TOK TOK

Lagi. Tidak ada respon sama sekali. Jungkook masih bersabar, ia mencoba sekali lagi.

TOK TOK TOK

Satu dua tiga. Hening. Krik Krik Krik!

DOK DOK DOK. “Ya! Jung Yein! Apa kau tuli! Cepat buka pintunya!” Jungkook yang kehilangan kesabarannya pun berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Yein.  Tapi percuma saja, dari dalam sana tidak ada tanda-tanda respon sama sekali atas tindakan yang telah ia lakukan.

Jungkook merasa ada yang janggal.

Ckrikkk!

Ternyata pintu kamar Yein tidak dikunci. Akhirnya Jungkook memutuskan untuk masuk kedalam kamar Yein. Betapa terkejutnya ia,

“YEIN-AH!” Jungkook menghampiri Yein yang telah tergeletak pucat di lantai dekat tempat tidurnya.

SKIP TIME

“Uisa, katakan pada saya. Apakah terjadi sesuatu pada anak saya?” ibu Jungkook telah mepersiapkan dirinya untuk mendengar segala kemungkinan terburuk yang bisa saja disampaikan oleh dokter padanya.

Jungkook yang berdiri disamping ibunya juga merasa was-was. Ia jadi merasa bersalah karena tadi siang dirinya telah menolak untuk mengajak Yein makan siang.

FLASHBACK

“Pergilah ke kamar Yein, ajaklah dia makan siang!” ibunya menyuruh untuk memanggil adik manjanya agar bergabung untuk makan siang hari ini.

“Dia bukan anak kecil, bu! Dia akan datang sendiri nanti jika merasa lapar” Jungkook menolak perintah ibunya, lalu melanjutkan makan siangnya.

“Ya, kau benar juga. Mungkin saja dia belum lapar” balas ibunya santai. Mereka tidak tahu jika telah terjadi sesuatu pada Yein.

FLASHBACK END

‘Bagaimana mungkin aku bisa menikmati makan siang ketika Yein sedang merasakan sakit. Aku memang kakak yang tidak berguna sama sekali’ Jungkook menyesali perbuatannya yang tanpa sengaja telah mencelakai Yein.

“Yein hanya mengalami kelelahan. Sepertinya dia habis menangis dalam waktu yang lama. Matanya terlihat sangat bengkak. Dia akan baik-baik saja. Saat ini dia masih ada dalam pengaruh obat bius. Bila pengaruh obatnya sudah hilang, dia akan sadar kembali. Kalian jangan khawatir” kata dokter sambil tersenyum ramah pada Jungkook dan ibunya.

“Syukurlah” kata Jungkook dan ibunya.

SKIP TIME

“Jung_kook op_pa” suara lirih itu membangunkan seseorang yang tengah tertidur disampingnya.

Mata itu terbelalak. “Yein-ah! kau sudah sadar? Syukurlah!” tanpa sadar Jungkook mencium punggung tangan Yein dengan raut wajah khawatirnya yang belum bisa hilang semenjak beberapa waktu lalu.

“Oppa, ini dimana?” tanya Yein polos. Wajahnya masih sedikit menunjukkan semburat merah akibat perlakuan Jungkook barusan.

“Kita sedang berada dirumah sakit. Tadi kau pingsan. Uisa bilang kau kelelahan. Selain itu beliau juga bilang, mungkin saja kau kelelahan karena menangis seharian hingga membuat kepalamu pening” jelas Jungkook.

Yein terkejut. “Bagaimana uisa tahu kalau aku habis menangis seharian?”

“Matamu bengkak bodoh. Uisa bilang padaku dan eomma kalau kau habis menangis. Selain itu kau juga tak makan sejak tadi siang. Jadi wajar saja kalau kau pingsan”

Yein hanya terdiam mendengar perkataan Jungkook.

“Tapi kenapa kau menangis dan tidak keluar kamar seharian?” tanya Jungkook penasaran.

“Oppa, kau cerewet sekali hari ini. Kau banyak bicara, tidak seperti biasanya” Yein berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku sedang bertanya padamu bodoh!” Jungkook kesal karena merasa terabaikan.

Lagi-lagi Yein hanya diam. Ia tidak berani mengatakannya pada Jungkook.

“Dimana appa? Aku ingin bertemu appa” air mata telah mengalir dari mata indah Jung Yein.

Jungkook diam membisu ketika mendapati wajah adik manjanya telah dibanjiri oleh air mata. Wajah lucu itu, wajah ceria itu, ia tak lagi melihatnya. Yang ia lihat saat ini hanya wajah rapuh tak berdaya.

“Apa aku telah menyakitimu? Apa sikap dinginku ini telah membuatmu kesal. Apa karena itu kau tidak lagi suka tinggal bersamaku. Apa karena itu kau begitu merindukan appa-mu?” tanya Jungkook bertubi-tubi.

Yein tidak menjawabnya. Justru saat ini air matanya semakin deras mengalir hingga menganak sungai di kedua pipinya.

“Katakan padaku apa masalahmu” Jungkook semakin mendesaknya.

“Dimana eomma?”

“Eomma baru saja pulang untuk mengambil beberapa baju ganti untukmu. Jawab pertanyaanku, aku tidak suka pengalihan pembicaraan seperti ini” Jungkook menatap tajam mata Yein.

Yein yang masih berurai air mata mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Jungkook yang setajam elang itu.

Jungkook menangkup wajah Yein dengan kedua telapak tangannya. Memaksa Yein untuk menatap matanya. “Katakan padaku”

Walau sedikit ragu, akhirnya Yein mengatakannya. “Kau selalu berkata bahwa aku menyebalkan. Kau juga bilang kalau aku ini cerewet, jelek, merepotkan, dan hal-hal buruk lainnya. Padahal aku sangat bahagia karena pada akhirnya aku bisa memiliki keluarga lagi selengkap dulu. Aku bahagia karena saat ini aku memiliki seorang kakak, tapi ternyata dia sama sekali tidak menginginkan ini. Aku tahu kau sangat membenciku. Membenci segala hal yang berhubungan denganku. Tapi kenapa kau hanya membenciku? Bahkan kau bersikap baik pada yang lainnya. Kau juga bersikap baik pada temanku, Halla. Tapi kenapa tidak padaku? WAE?” Yein lepas kontrol hingga membuatnya berteriak pada Jungkook.

Jungkook tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia tidak bisa menyangkal seluruh tuduhan yang diberikan Yein padanya, karena dirinya memang selalu bersikap demikian pada Yein.

“Mianhae” hanya kata itulah yang mampu ia keluarkan dari bibirnya seolah tak mau tahu mengenai dosa-dosa yang telah ia perbuat selama ini. ‘Bukan. Bukan seperti itu. Aku tidak membencimu. Tidak! Itu tidak benar!’

“Kenapa minta maaf?”

“Maafkan aku karena selama ini aku selalu bersikap buruk padamu. Tapi mulai sekarang aku berjanji. Aku akan selalu menjagamu. Aku tidak akan mengecewakanmu, karena aku sangat menyayangimu” akhirnya Jungkook hanya bisa mengatakan hingga batasnya saja. Ia tidak bisa mengatakan semuanya. ‘Ya. Sekarang aku hanya boleh menyayangimu saja’

“Kenapa?” Yein terkejut setelah mendengar ucapan Jungkook. ‘Kenapa kau menyayangiku’

Jungkook tahu apa maksud dari pertanyaan Yein. “Karena aku adalah oppa-mu” Jungkook mengatakannya dengan sangat miris. ‘Ya. Karena sekarang aku adalah oppa-mu. Tidak lebih, karena itu tidak boleh’

Air mata mengalir lagi dari sudut mata Yein. Entah dirinya harus senang atau sedih. Disisi lain ia sangat senang karena perubahan sikap Jungkook padanya yang menjadi lebih baik. Tapi didalam hati kecilnya, ia merasa sangat sedih karena suatu hal yang tak boleh ia rasakan.

GREP.

Jungkook memeluknya, mencoba menenangkannya. Sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitinya. Lagi. Seperti sebelum-sebelumnya. ‘Karena aku tidak boleh mencintaimu. Itulah alasan kenapa aku membenci pernikahan orang tua kita. Aku sama sekali tidak berniat untuk membencimu atau bersikap dingin padamu. Sama sekali tidak. Mungkin Tuhan sudah menakdirkan seperti ini. Mungkin Tuhan sengaja mengirimku sebagai seorang kakak yang menyayangimu, bukan laki-laki yang mencintaimu. Ya, Tuhan menginginkan itu’ sayangnya Jungkook tidak bisa berkata terus terang pada Yein mengenai perasaan yang sesungguhnya ia miliki.

‘Aku mencintaimu oppa. Tapi kenapa seperti ini? Kau tahu, ini sakit sekali’ Yein pun tak bisa terus terang pada Jungkook. Sungguh kisah yang sangat rumit. ‘Walaupun kau hadir bukan sebagai seseorang yang kucintai, tapi aku cukup bahagia dengan kehadiranmu disampingku sebagai seorang kakak yang menyayangiku’

Jungkook melepaskan pelukannya pada Yein. Ia menghapus air mata adik manjanya itu. “Nah, mulai sekarang kau tidak boleh sedih lagi. Karena aku ingin adik manjaku kembali lagi seperti dulu” mendengar ucapan Jungkook, Yein pun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau jelek sekali. Aku ingin melihatmu tersenyum, bukan merengut”

“Shirreo-yo!” Yein menolak permintaan Jungkook.

“Tersenyum!”

“Shirreo!” Yein masih bersikukuh dengan pendiriannya.

Akhirnya Jungkook menarik kedua sudut bibir adiknya itu hingga membentuk sebuah lengkungan keatas. “Kau sangat cantik Yein-ah! Pertahankan ne!” kata-kata Jungkook sukses membuat pipi Yein memanas.

‘Hal yang paling membuatku bahagia adalah ketika melihatmu tersenyum Jung Yein. Teruslah berbahagia Yein-ah’

‘Mungkin ini tak seperti yang kuharapkan. Tapi aku sangat bahagia dengan kehadiranmu disisiku oppa. Walaupun hanya sebagai seorang kakak’

END

FLASHBACK

“Oppa, aku mencintaimu. Bisakah jika kita menjadi sepasang kekasih?” Lee Halla (primadona sekolah) kini sedang menyatakan cintanya pada Jeon Jungkook yang notabene telah di-cap sebagai siswa terkeren di sekolahnya.

“Mianhae, tapi aku tidak bisa” balas Jungkook dengan halus. Ia tak mau menyakiti hati gadis didepannya itu.

“Wae oppa? Apa kau sudah memiliki kekasih?” tanya Halla sedih.

“Bukan seperti itu”

“Lalu apa? Kenapa kau menolakku. Apa alasanmu?”

“Aku belum bisa melupakan seseorang yang sangat aku cintai” kata-kata Jungkook membuat Halla sedikit terkejut.

“Nugu?” tanya Halla ragu.

Jungkook hanya diam. Dia tak mampu menjawabnya.

“Oh! Baiklah! Aku tak bisa memaksamu untuk mengatakannya. Semoga kalian bisa bahagia bersama” Halla terlihat pasrah setelah menerima penolakan dari seorang Jeon Jungkook.

“Bahagia? Bersama? Sayangnya itu sangat mustahil” Jungkook tersenyum miris.

“Kenapa tidak?” tanya Halla semakin penasaran dengan topik pembicaraan Jungkook saat ini.

“Karena orang yang sangat aku cintai itu adalah adikku. Adik tiriku. Dia adalah Jung Yein” terkejut. Ya, itulah yang Halla rasakan saat ini. Ternyata selama ini orang yang Jungkook cintai adalah Yein, yang tak lain adalah sahabat baiknya sekaligus adik tiri Jungkook.

FLASHBACK END

Note: Fiuhhhh! Akhirnya selesai juga. Tadi Vii sempat menemukan kebuntuan di pertengahan. Bingung! Bakal gimana ya cerita selanjutnya. Sempet bingung bikin full family atau ada slight romance-nya. Dan di endingnya Vii juga bingung bakal bikin Yein sama Kookie jadian atau tetep jadi saudara. Akhirnya, Vii tersadar dari kebuntuan ide itu, dan lahirlah fict ini. Hehe 😀

Mian kalo jelek

Advertisements

One thought on “[Freelance] Because I’m Your Oppa

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s