[Freelance] Let’s Stop Her

PhotoGrid_1446310636832

Let’s Stop Here

Maybiga | Yoo Jiae, Kim Myungsoo, Infinite | 1685 words| PG-17 |

Story from my imagination (pernah dipost di tempat lain dalam versi b.Inggris)

Januari 2013

Awal tahun 2013..seorang gadis memulai kembali aktivitas seperti yang biasa ia lakukan. Debutnya sebagai penyanyi solo hanya tinggal beberapa bulan lagi. Ketika ia memasuki gedung woolim, ia langsung menuju ke lokernya. Ia terlihat begitu terkejut ketika ia menemukan sebuah kado di dalam lokernya.

 

Happy New Year ^^

Sorry if I’m late to say this, bcs I was so busy lately

I hope in this year we will be more close

And I also hope we can reach our dream n our goals

This album is our memory in last year

I hope u like it, elephant :p

(Still) love you

K.M.S

 

Gadis yang bernama Yoo Jiae itu hanya bisa tersenyum tak jelas membaca secarik kertas yang ada di tangannya. Secarik kertas dari seorang lelaki yang sudah lama ia kenal. Seorang lelaki yang sangat dekat dengannya tapi terasa jauh untuk menggapainya.

 

Yoo Jiae POV

“Myungso Oppa, kenapa kau masih melakukan ini.”

 

Kalimat itu terus berputar di batinku. Terasa menyenangkan mengetahui kenyataan bahwa dia (masih) menyimpan perasaan untukku, tapi ini lebih terasa menyakitkan. Aku terduduk di sudut ruangan latihan merasakan sesak dalam hatiku.

 

“Jiae-ya, Gwenchana?” Sunggyu oppa menghampiriku dengan pertanyaan yang tak tahu harus ku jawab apa.

 

“Soal dia lagi?” Ia bertanya lagi

 

“Oppa, ini sangat menyakitkan”

 

“Jiae-ya…..” dia mengelus rambutku

 

“Aku tau ini sangat berat untuk kalian. Kalian saling menyimpan perasaan sejak dahulu, tapi tak tau harus bagaimana karena keadaan. Tapi, coba pikirkanlah Jiae-ya, meresmikan hubungan kalian hanya akan memperburuk keadaan dan perasaan kalian. Debutmu sebentar lagi dan pikirkanlah tentang grupmu.”

 

“Aku tau oppa, aku  juga tidak memiliki rencana untuk meresmikan hubunganku dengannya, tapi berada di hubungan yang seperti ini terkadang juga berasa menyakitkan.”

 

“Bersabarlah Jiae-ya, aku yakin nanti kalian juga akan menemukan jalan keluar untuk semua ini”

 

“Thanks Oppa” aku tersenyum tulus di atas perasaan sakit ini.

 

“Wuah..mwoya.. kau bertingkah seakan kita baru saling mengenal.” Dia mengacak-acak rambutku.

 

“Aku hanya ingin dongsaeng-dongsaengku bisa bahagia. Kau dan Myungsoo harus bahagia, entah itu bersama atau dengan jalan kalian sendiri.” Sungkyu oppa menatap dalam mataku seakan memastikan bahwa semua akan baik-baik saja.

 

Hari-hari ku lewati dengan penuh kerja keras, debut soloku yang sebentar lagi akan dimulai membuatku harus bekerja lebih keras daripada yang lain. Hingga tengah malam aku berlatih secara pribadi dengan guru vokalku.

 

“Oke Jiae-ya, cukup untuk hari ini. Kau harus beristirahat.”

 

“Baiklah, terimakasih Unni untuk hari ini”

 

“Kau akan langsung pulang?’

 

“Sepertinya tidak Unni, aku masih ingin berlatih piano.”

 

“Baiklah kalau begitu, jangan pulang terlalu malam dan hati2 saat pulang. Bye Jiae-ya”

“Pasti Unni, Bye” aku melambaikan tangan dan berusaha tersenyum manis meski sangat lelah rasanya.

 

Aku menuju ruang latihan piano untuk melatih kemampuan pianoku, ketika aku menuju kesana aku bertemu dengan anggota Infinite.

 

“Jiae-ya, kau masih belum pulang?” Hoya oppa bertanya kepadaku

 

“Belum Oppa, aku masih ingin bermain piano.”

 

“Ini sudah malam Jiae-ya , pulanglah.” Sungjong menambahkan

 

“Gwenchana oppa, aku sudah terbiasa pulang malam. Oppa tidak pulang?”

 

“Sebentar lagi kami akan pulang. Kau mau pulang bersama kami?” Kali ini Woohyun oppa menawariku untuk pulang bersama

 

“Ani oppa, nanti aku bisa pulang sendiri.”

 

“Kau yakin? Pulanglah bersama kami, kami akan mengantarmu sampai dorm-mu.” Dongwoo oppa mulai angkat bicara

 

“Tidak oppa, aku bisa sendiri, aku sudah besar oppa.”

 

“Baiklah, hati-hati saat pulang Jiae-ya.”

 

“Ne Sungkyu oppa.”

 

 

Kim Myungsoo POV

 

Jam 01.00, aku dengar dia masih bermain piano di ruang itu. Ya, aku tidak pulang bersama member infinte, aku memutuskan untuk menunggu Jiae hingga ia selesai latihan dan mengantarkannya pulang. Anggota Infinite tak bertanya apapun ketika aku memutuskan untuk menunggu Jiae, karena mereka telah mengerti semua tentang aku dan Jiae.

 

Yoo Ji Ae, aku mengenalnya 3 tahun lalu. Waktu itu adalah pertama kalinya aku bermain dalam sebuah drama (sayangnya semua adenganku dalam drama tersebut dicut), dan dia, Jiae, juga bermain dalam drama tersebut. Kami hanyalah cameo dalam drama yang saat itu sedang terkenal. Waktu itu, sebenarnya aku belum mengenalnya, tapi aku hanya mengingat wajahnya. Wajah cantik dan polos itu menarik untuk diperhatikan.

 

Beberapa hari kemudian, aku kembali bertemu dengannya. Bukan, bukan bertemu, tapi dia ke dormku dengan sebuah koper besar dan tas, dia berkata akan tinggal bersamaku dan member lainnya. Aku sangat senang dan terkejut bisa melihat dia lagi, tapi aku tak seterkejut member lain yang bertemu dia untuk pertama kalinya. Sejak saat itulah aku dan dia saling mengenal lewat lewat sebuah acara “You Are My Oppa”.

 

You Are My Oppa menjadikanku oppa untuk dia, aku senang dia memanggilku oppa, tapi entah mengapa aku tak bisa menganggap dia sebagai adik perempuan. Aku hanya bisa melihat dia sebagai seorang wanita yang menarik perhatianku.

 

Dia cantik, chubby, ceria, easy going, entahlah aku tak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan kenapa dia sangat menarik bagiku.

 

3 tahun berlangsung dengan cepat, kami memiliki hubungan yang sangat dekat,bukan sebagai pacar, teman, sahabat, atau kakak dan adik. Entah seperti apa kami ini, aku tau aku dan dia punya luka masing-masing karena hubungan ini.

 

“Myungsoo Oppa?” Suara Jiae membuyarkan lamunanku. “Sedang apa Oppa disini?”

 

“Aku sedang menunggumu”

 

“Menungguku?”

 

“Kau sudah selesai latihan piano?”

 

“Sudah Oppa.”

 

“Ayo kita pulang, aku akan mengantarmu sampai dormmu.”

 

“Tak usah oppa, aku bisa pulang sendiri.”

“Jiae-ya , aku sudah menunggumu selama 2 jam  dan kau masih menolak ajakanku?” Aku sedikit meradang mendengar kalimatnya. Bagaimana bisa dia bersikukuh pulang sendiri tengah malam seperti ini.

 

“Mian, baiklah antarkan aku pulang.” Dia meregangkan kedua tangannya seperti meminta sesuatu dariku

 

“Apa? Kenapa kau berpose seperti itu?”

 

“Oppa, aku sangat lelah , bisakah kau menggendongku, hanya sampai di sudut jalan itu.”

 

“Yah! Jiae-ya, aku juga lelah.”

 

“Ah,, oppaaaaa……… “ dia merengek mencoba bertingkah imut di depanku.

 

“Baiklah. Hanya sampai di sudut jalan itu.”

 

“Yeeeaaahhhh!!” Dia menaiki punggungku “Kajja Oppa!!!”

 

Yoo Jiae POV

 

Sangat nyaman rasanya bisa memeluknya.

Bau parfumnya, aku selalu mengingat bau ini.

 

“Oppa”

 

“Hmm…..”

“Kau bisa menurunkanku sekarang”

 

Myungsoo Oppa berjongkok untuk menurunkanku.

 

“Kau masih saja berat Yoo Ji Ae, meskipun kau terlihat kurus sekarang.”

 

Aku terseyum melihat dia berusaha memijat punggungnya

 

“Oppa, kau mau menemaniku ke sungai han?”

 

“Mwo? Sekarang?”

 

“Ehem..”

“Mau apa kau ke sana?”

 

“Aku hanya ingin………… “ aku menundukkan kepalaku agar dia tak melihat ekspresi sedihku

 

“…menghabiskan waktu lebih lama denganmu Oppa.”

 

Kim Myungsoo POV

 

“Yoo Jiae, jangan memasang wajah seperti itu. Aku juga sangat ingin selalu bersamamu.” Kalimat itu hanya bisa terucap dalam hatiku.

 

“Baiklah ayo kita ke sungai han!!!” Aku menggendongnya kembali

 

“Yah, oppa, kau tak perlu menggendongku!”

 

“Aku hanya akan menggendongmu sampai sudut jalan selanjutnya, aku tak akan menggendongmu sampai sungai han, kau sangat berat!”

 

“Aku sudah berusaha diet oppa.”

 

“Tapi bagiku kau tetap saja elephant jiae-ya.”

 

“Yak!!” Dia memukul pundakku dengan lembut.

 

Sesampainya di sungai han, aku dan Jiae memakan ice cream yang telah kami beli.

“Hm….ini sangat enak.”

 

“Semua makanan terasa enak untukmu Jiae.”

 

“Kekekeke, kau benar oppa, apalagi jika makanan itu gratis.” Dia tersenyum dengan menampakkan gigi putihnya hingga matanya hampir tak terlihat.

 

“Aigoo, Jiae-ya, kenapa kau masih seperti anak kecil?”

 

“Hem? Wae-yo?”

 

“Makan ice cream saja masih belepotan, seperti anak kecil saja.”

 

“Hah? Belepotan dimana?” Dia mengusap sudut bibir kirinya, sedangkan ice cream itu ada di sudut bibir kanannya dan bibir atasnya.

 

Aku terus memandangnya dengan tatapan terdalamku dan senyum simpulku.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?”

 

Yoo Jiae POV

 

Aku melihat wajahnya semakin mendekat ke wajahku,

 

………………………..

 

Dia melumat bibirku. Ani, dia melumat ice cream yang ada di bibirku. Ani, Omo, dia menciumku!!!

 

Myungsoo oppa menciumku.

 

Hanya sebentar, lalu dia kembali memandangku.

 

Aku hanya bisa terpaku memandangnya.

 

Dia memegang pipiku, kembali mendekatkan wajahnya kepadaku, dan……….

………..dia menciumku, sekilas, lalu kami saling berpandangan dengan jarak yang sangat dekat.

 

Dan dia kembali menciumku, aku pun berusaha membalas ciumannya.

We kiss. For the first time.

 

Kim Myungsoo POV

 

Aku merasakan ada yang membasahi tanganku ketika kami berciuman.

 

Dia menangis. Ada air matanya di antara ciuman pertama kami hingga akhirnya dia menjauhkan wajahnya dan berkata…..

 

“Oppa, jebal! Geumanhe.

 

We can’t do this oppa. We can’t be like this.

It just will hurt us now or later.

I don’t wanna ruin your career and my career, and of course I must think about my members in my group first.

How long we can handle it. For 2 years we are like this. Til when we can like this?

It just hurt ourself.”

 

Aku melihat airmatanya tak berhenti menetes di pipinya.

 

Aku tau ini akan terjadi, hari dimana aku dan dia akan merasa lelah dengan semua yang telah kita jalani semua ini. Aku dan dia saling menyimpan rasa selama  ini. Kami sudah saling mengetahui perasaan kami. Tapi kami tidak bisa. Sekalipun kami menyembunyikan ini semua dari public dan sekalipun bos kami tidak melarang kami untuk menjalin hubungan kasih tapi tetap saja kami tidak bisa.

 

Masih banyak hal yang harus kami pikirkan. Apalagi dia, dia baru saja akan memulai karirnya. Aku ingin dia sukses, dan hubungan yang tidak jelas ini ku rasa hanya akan menambah beban pikirannya. Sekalipun kami tidak pernah meresmikan hubungan kami karena image kami sebagai kakak-adik dan ketidakpantasan dan ketidakenakan di mata orang-orang di sekitar kami, tapi aku sudah menganggapnya sebagai kekasihku. Dan saat ini, kulihat dia, kekasihku, ingin mengakhiri hubungan ini.

 

“Mianhe Oppa, mianhe…” Tangisan itu semakin keras dan penuh isakan.

Aku menariknya dalam pelukanku.

 

“Gwenchana Jiae-ya, gwenchana… aku mengerti perasaan dan posisimu. Arasso, let’s stop in here!” Aku menghembuskan nafas panjang sebelum mengucapkan kata-kata itu.

 

I’ll be just your Oppa Jiae-ya, your forever oppa n your friend. aku masih bisa terus memperhatikanmu dan melihatmu. Tidak ada yang berubah bukan sekalipun kita menjadi saudara?”

 

“Ehem,, tidak akan ada yang berubah. Menjadi saudara akan terasa lebih baik dari apapun. Just believe it!” Dia tersenyum manis namun aku tau perasaannya perih.

 

“Gomawo Jiae-ya, for everything.”

 

“Na do, gomawo oppa, saranghae.”

 

“Na do, saranghae.”

 

Myungsoo mencium kening Jiae, cukup lama. Mereka meresapi keputusan mereka. Ini benar, ini yang terbaik untuk mereka. Hanya itu yang mereka tanamkan dalam hati mereka. 2 tahun menjadi sepasang mepati yang terbang bersama memadu kasih namun tak tahu harus berhenti di mana. Maka inilah keputusan mereka. Sakit memang, tapi ada sedikit kelegaan dalam hati mereka. Mereka yakin mereka akan bisa bahagia dengan jalan yang mereka pilih saat ini. Tak akan ada yang berubah, tetap ada cinta di antara mereka. Meski cinta sebagai saudara. Mereka akan terus berusaha menanamkan cinta sebagai saudara.

 

Advertisements

One thought on “[Freelance] Let’s Stop Her

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s