[ONESHOOT] ESSAI

Essai

[ONESHOOT] ESSAI

Author : Jeevisc

Genre : little bit Comedy, school-life, friendship, little bit Fluff (?)

Rating : G

Length : Oneshoot

Main Cast :

  • Jeong Yein
  • Jeon Jungkook

 

Note : Disini Yein berumur 8 tahun dan Jungkook 8 tahun. Mereka kelas 2 SD. Disini, aku buat mereka sekelas.Tapi, mereka lebih pintar dari anak 8 tahun umumnya.

“Anak-anak, keluarkan kertas dan pensil. Hari ini ada tugas baru untuk kalian,”Im Saem berdiri di depan kelas dengan wajah ceria sambil mengatupkan kedua tangannya.

Jeon Jungkook mendengus kesal, tapi dia tetap menarik sehelai kertas dari bukunya dan mengeluarkan pensilnya dari kotak pensil. Jeong Yein yang duduk di sampingnya mengikutinya.

“Kita akan membuat essai yang pasti akan sangat menarik. Tujuan essai ini adalah supaya kita bisa menentukan cita-cita kita dari sekarang. Temanya adalah suatu hari di kehidupan 20-25 tahun dari sekarang. Waktu kalian semua sudah dewasa. Contohnya, Kim Taehyung. Taehyung-ah, apa cita-citamu nanti kalau sudah besar?”

Yang ditanya tersenyum lebar dengan riang, “Aku akan menjadi Superman dan menyelamatkan dunia dari serbuan Godzilla dan monster. Aku akan masuk TV, Saem!”

Im Saem tertawa garing, “Bagus. Kau juga harus menyelamatkan saem nantinya,”

“Tentu saja, Saem!”balas Taehyung dengan berseri-seri.

“Nah, jadi Taehyung-ah­ akan menulis essai satu halaman tentang apa yang akan dilakukannya untuk menyelamatkan dunia. Ada yang masih belum mengerti?”

Jungkook mendengus dan memutar bola matanya.

“Bagaimana denganmu, Hwanhee-ah? Kau ingin menjadi apa dalam 20 tahun mendatang?”Tanya Im Saem.

Yang ditanya rupanya sedang mimpi di siang bolong. Dilihat dari wajahnya yang memerah dan mulutnya yang sedikit terbuka plus tatapan matanya kearah gadis berambut cokelat di seberangnya, kita bisa berasumsi apa yang ada di pikiran cowok kecil itu.

“A –aku akan mennjadi detektif terkenal dan FBI akan meminta bantuanku.”

Tentu saja kalimat itu belum sepenuhnya selesai karena masih ada yang menggantung di bibirna tapi tak mampu diucapkannya. Matanya mengerling kearah Jeong Yein.

“Aku akan menjadi koki dan menyelamatkan dunia dari serangan monster pemakan nasi belut.”sambar Choi Sooyoung yang duduk di sebelah Hwanhee.

“HA-HA. Sangat menarik, Sooyoung-ah. Jadi kalian mengerti bukan? Sekarang mari tulis keinginan dan cita-cita kalian di kertas dan serahkan pada saem besok pagi.”

Lee Halla,sahabat Jungkook sedari kecil, menatap Jeon Jungkook sambil berseri-seri dan kita sepertinya bisa menebak apa yang hendak ditulisnya nanti.

TING TONG

Yein membuka pintu dan menaikkan alisnya dengan bosan melihat Jungkook yang datang.

“Ada apa, Kook?”

“Tidak apa-apa.” Dia masuk ke dalam dan duduk disalah satu sofa.

Jungkook melihat sekeliling dan melihat kertas tugas dari Im saem diatas meja. Ia melihat bahwa kertas tersebut kosong.

 

“Hei, kau tak punya cita-cita ya dalam 20 tahun kedepan?”

 

“Entah, aku belum memikirkannya,”jawab Yein sambil duduk di karpet menghadap kearah kertasnya yang belum terisi satu katapun.

“Tentu saja kau akan menjadi dokter dalam 20 tahun ke depan. Aku akan memastikan kalau kau akan mecapai impian itu. Kita sudah berjanji bukan?”

“Oh, jadi apa yang akan dilakukan Jeon Jungkook dalam 20 tahun mendatang? Menikahi Lee Halla dan memiliki lima anak?”

Wajah Jungkook memerah dan dia merengut, “Aku saja tidak tahu apa yang akan kulakukan dalam duapuluh tahun lagi, tapi yang pasti aku akan tetap menjadi penyanyi.”

“Membosankan sekali hidupmu, Jeon Jungkook,”

“Ha-ha. Kupikir hidupmu lebih membosankan sebagai dokter nantinya.”

“KAU yang lebih membosankan. Hanya bernyanyi setiap hari nantinya,”

“Justru KAU lah yang jauh lebih membosankan. Kau akan bersamaku mengurusku setiap hari.”

Yein berhenti dan menatap Jungkook dengan wajah heran. Jungkook tergagap-gagap dan cepat mengalihkan pembicaraan.

“Kau tak punya imajinasi. Pasti nanti essaimu akan berisi kehidupan sehari-hari seorang dokter yang membosankan.”

Yein mengacuhkan kalimat Jungkook dan mengambil pensil untuk menulis sambil mengatupkan bibirnya tipis-tipis. Jungkook yang tidak ada perkerjaan pun mengintip kertas milik Yein.

“Aku akan menjadi ilmuwan untuk CERN, menemukan Particle of God, menemukan obat untuk penyakit AIDS dan kanker, menjadi ilmuwan pertama yang menemukan sumber energy terbarukan yang murah untuk dunia”ujar Jungkook sambil membaca apa yang ditulis Yein di kertasnya. Dia tertawa, “Apa kau kira Im Yoona Saem akan percaya kalau itu ditulis anak kelas 2 SD? Bisa-bisa Im Saem mengira Hakase yang mengerjakannya. Kita semua tahu walaupun kau termasuk golongan yang cerdas, Im Saem tak akan percaya kalau kau yang mnulis itu,”

Yein melemparkan tatapan kenapa-kau-membaca-isi-kertasku-cepat-urusi-pekerjaanmu-dan-jangan-ganggu-privasiku-dasar-tidak-menghargai-privasi-wanita-sama-sekali. Fiyuhh, panjang sekali.

Tatapan tersebut berefek ampuh untuk menyiutkan sedikit nyali Jungkook. Yein meremas kertas yang barusan ia tulis. Lalu,ia merobek kertas baru dari tengah bukunya dan mulai menulis lagi. Kali ini, tangan kirinya menutupi kertasnya dari mata  Jungkook. Jungkook yang rasa penasarannya setengah mati, mencoba untuk mengintip apa yang ditulis oleh Yein.

Beberapa menit kemudian, Yein telah selesai menulis. Ia memasukkan kertasnya kedalam ransel merahnya. Lalu, ia menatap Jungkook dengan death-glare-nya.

 

“Aku ingin pergi ke toilet. Mau pipis,”ucap Yein,”Kalau kau berani mengintip tulisanku, kupastikan kau tidak bisa pipis besok,”

 

Jungkook bergidik mendengar ancaman Yein. Beberapa saat kemudian, Yein pergi dari hadapan Jungkook. Dengan nyali yang ciut dan rasa penasaran yang tinggi, ia melihat-lihat ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa lokasi aman dan tidak ada Yein di sana.

Ia membuka ransel merah milik Yein dan membacanya. Tulisan Yein sangat rapi, luar bisa rapi untuk ukuran seorang anak kelas 2 SD. Tapi, Ia mengerutkan kening saat melihat tulisan Yein pada kertas itu.

 

Essai Yein sangat pendek. Hanya beberapa kalimat saja.

 

Jeong Yein. Umur 26 tahun . bekerja full-time di FUSAE pada bagian divisi perkembangan produk baru dan bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit ternama di Korea. Kadang-kadang memberi bantuan professional untuk seorang penyanyi yang tak ahli dalam mengurusi ita suaranya dengan baik. Tentu saja bantuan dari Jeong Yein tidak gratis, karena Jeong Yein memerlukan tas Fusae terbaru dari setiap musim atau mungkin dompet Hermes, kacamata Dolce Gabbana, dan hanphone Prada tercanggih.

 

Jungkook memutar bola matanya setelah membaca essai Yein. Gadis cilik itu benar-benar ingin menguras dompetnya 20 tahun ke depan. Hmmm… kenapa Jungkook begitu yakin kalau penyanyi yang tertulis di essai itu adalah dirinya ya?

Jungkook buru-buru menyimpan essai itu kembali ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.

“Jungkook-ah, apa yang sedang kau lakukan disini?”Tanya Ibu Yein saat melihatnya.

“Um… tidak apa-apa, ahjumma. Sampai jumpa,Jeong ahjumma,”Jungkook berlari meninggalkannya dan berlari menuju rumahnya.

Keesokan paginya Im Saem mengumpulkan essai dari anak-anak dengan wajah berseri-seri.

Pelajaran berjalan dengan cepat. Ketika lonceng berbunyi, anak-anak semua berebutan keluar kelas. Im saem yang masih berdiri di dalam kelas, mengeluarkan tumpukan essai dan mulai membacanya. Ketika sampai pada essai Yein, dia sedikit tersenyum membayangkan bagaimana bisa gadis cilik seusia Yein bisa mengetahui banyak tentang barang-barang bermerk? Matanya membesar ketika sampai pada essai Jungkook yang jauh lebih pendek dari punya Yein.

 

Jeon Jungkook. 27 tahun. Penyanyi professional. Terpaksa bekerja keras setiap hari melaksanakan jadwal manggung supaya bisa membayar tagihan tas Fusae, dompet Hermes, kacamata Dolce Gabbana, dan handphone Prada.

 

Im Saem tertawa. Dia tak tau apakah Jungkook dan Yein saling berjanji untuk menulis essai yang luar biasa miripnya tapi dia akan menyimpan essai itu untuk diperlihatkan pada mereka kelak siapa tau suatu saat nanti mereka akan berakhir bersama? Dan tentu saja ini akan tetap menjadi rahasia karena dia tak berniat untuk membocorkannya kepada siapapun.

 

Dia tertawa lagi.

 

FIN.

Ini aslinya cast-nya itu Jessica ama Baekhyun. Agak aneh ya/?>< belum aku post di wp sebelah:3 Maknya disini Yein tau banyak tentang barang bermerk>< inilah fic ku yg sangat gaje e.e

Advertisements

6 thoughts on “[ONESHOOT] ESSAI

  1. sedikit kurang paham sih sama alurnya kemana. tapi bagus untuk kamu yg notabenya adik aku nih ..

    sukses ya di bidang tulis menulis, dan selamat datang di lovelyz fanfiction indo ^^

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s