How To Be A Pretty Girl (Chapter 1)

Standard

1r

How To Be A Pretty Girl

EXO’Chanyeol | Lovelyz’Sujeong | Lovelyz’Kei | BTS’Taehyung

Romance,Friendship,Fluff

Oneshoot ( 1/3 )

Claralaluchaipark aka TianiEXO

How To Be A Pretty Girl

‘Bagaimana cara menjadi gadis yang cantik?’

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Kei, kacamatamu tidak lurus” ucap Sujeong sambil membenarkan posisi kacamata Kei yang memang merosot ke bawah bagian kanannya.

“Ah, terima kasih” Kei tersenyum tipis tapi tidak mengalihkan pandangannya pada seorang namja yang sedang membaca buku di depannya. Atau lebih tepatnya, Kei dan sahabatnya Sujeong berada di balik rak buku untuk mengintip namja itu.

Ya mau bagaimana lagi, mana mungkin Kei secara terang-terangan duduk berhadapan dengan namja itu kemudian menatapnya.

Itu tidak mungkin.

Namja yang sedang menjadi objek tatapan Kei, adalah namja yang bisa dikatakan terkenal di sekolah mereka. Setiap melewati kelas atau koridor, nama namja itu selalu disebut oleh para yeoja bahkan namja.

Yang membuat namja itu terkenal, bukan hanya ketampanan atau kekayaannya saja. Namja itu baik hati terhadap semua orang.

Sehingga tidak diragukan lagi, namja itu menjadi ‘criteria’ setiap yeoja di sekolah sebagai kekasih mereka sedangkan untuk sesama namja, namja itu merupakan teman yang sangat diidamkan.

Dan perlu diingat lagi,

Kei salah satu diantara para yoja itu yang menginginkan namja itu menjadi kekasihnya.

Bukan karena namja itu terkenal dan semacamnya, tapi hati Kei benar-benar sudah tercuri oleh namja itu semenjak kelas satu.

Dan bayangkan saja,

Sekarang mereka sudah kelas tiga.

Dan Kei bahkan tidak pernah membuat kemajuan apa-apa.

Sementara Sujeong sahabat Kei yang selalu berada di sampingnya mulai bosan dengan buku bacaannya.

“Kei, ayo kita ke kantin, aku lapar” ajak Sujeong namun tetap tidak tergubris oleh Kei.

“Kau ke sana saja dahulu, nanti aku akan menyusul”

Sujeong menghela nafas pasrah, “Kau mau kubelikan apa?”

“Hmm, mocco rasa oreo” ucap Kei yang disetujui dengan anggukan dari Sujeong yang langsung bangun.

“Aku pergi dulu”

 

Kei hanya melambaikan tangannya sebentar, tanpa melihat ke Sujeong yang sudah menjauh dari dirinya.

“Kenapa dia bisa setampan itu hari ini” Kei tersenyum menopang dagunya menatap namja itu.

Hampir saja lupa, Kei mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya kemudian mengambil beberapa gambar namja itu.

Kei sudah mempersiapkannya, ponselnya sengaja Ia nonaktifkan flash kameranya agar tidak ketahuan kalau memfoto namja itu.

^^^^^^^^^^^^^^^

Sujeong merasa ada yang begitu gatal di kepalanya, sedari tadi Ia terus menggaruk kepalanya.

“Jangan-jangan aku punya kutu?!” Sujeong meramas rambutnya, wajahnya terlihat khawatir dan panik.

“Tapi aku tidak merasa ada yang berjalan di rambutku” Sujeong kembali seperti semula.

“Kau terlalu banyak kepikiran hari ini Sujeong” Sujeong menggelengkan kepalanya. Kantin sudah sedikit lagi posisinya. Koridor kelas sepi, mungkin karena sudah sore jadi para murid sudah pulang.

Dan anehnya Sujeong belum pulang ke rumah, ya mau bagaimana lagi Ia harus menemani sahabatnya Kei untuk mengamati namja itu di perpustakaan hampir setiap hari sampai sore.

Sujeong heran sendiri, mengapa namja itu suka sekali membaca di perpustakaan padahal membaca di rumahnya juga bisa kan?

“Sujeong-ssi” suara seorang namja mengagetkan Sujeong dari renungan singkatnya, Ia terlihat sedikit kaget. Tidak biasanya ada namja yang mengetahui namanya, kecuali keluarganya sendiri dan guru. Ya memang, Ia jarang sekali berkomunikasi dengan teman sekelasnya kecuali dengan Kei.

“Ah, iya?” Sujeong merasa gugup, ini pertama kali baginya berbicara dengan namja yangs eumuran dengannya.

“Kau menjatuhkan ini”

Namja ini! Namja yang berhasil membuat Kei menjadi penguntit selama 2 tahun!

“Terima kasih” Sujeong sedikit kasar menarik pensilnya dari tangan namja itu. Sungguh, Ia sangat kesal dengan namja yang ada di hadapannya ini. Apakah Ia tidak merasa bersalah membuat Kei menjadi gila hingga rela menunggu berjam-jam di balik rak buku hanya untuk menatapnya saja?

“Maaf merepotkan” ucap Sujeong kesal sambil berbalik meninggalkan namja yang terlihat kebingungan itu.

“Apakah dia marah padaku?” namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, tapi kemudian Ia menatap Sujeong yang masih bsia terlihat olehnya sedang menuju kantin.

“Aneh”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Sudah kubilang berapa kali Sujeong, kau jangan bertindak kasar terhadap Chanyeol” omel Kei sambil berjalan ke sana kemari, membuat Sujeong sedikit terganggu menghafal materi ulangan harian bahasa Jerman besok.

“Kan, aku baru sekali. Dan menurutku itu wajar” Kei menghembuskan nafasnya mendengar penuturan Sujeong.

“Dia itu adalah namja yang aku sukai Sujeong”

Sujeong mengangkat wajahnya menatap Kei yang kelihatan sedih, “Apa aku membuatmu sedih?”

“Tidak, aku hanya merasa pengecut. Tidak bisa menyatakan perasaanku terhadapnya. Aku sangat takut ditolak” Kei sedikit menunduk, Sujeong hanya menghembuskan nafasnya pelan.

“Kei, kau merasa penampilanmu tidak menarik?” Kei mengangkat wajahnya dan menatap Sujeong bingung, “Apa yang kau maksud?”

“Hmmm, biarkan Sujeong sahabatmu ini meriasmu” Sujeong segera mendekat ke Kei,

“Apa yang mau kau lakukan?!” Kei tampak sedikit panik, ketika SUjeong melepas kacamatanya.

“Jika kau tidak berpenampilan seperti ini, pasti Chanyeol itu akan menyukaimu” ucap SUjeong sambil tersenyum, sementara Kei Nampak kaget.

“Benarkah?” Tanya Kei yang dijawab dengan anggukan Sujeong.

“Kalau begitu, mari kita ubah penampilanmu!”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Joy murid yeoja yang bisa dibilang paling terkenal di sekolah, yang sering dipasangkan dengan Chanyeol, kini tengah berjalan menuju lokernya. Semua mata seperti biasa tertuju padanya, baik yeoja maupun namja merasa kagum dengan dirinya.

Itu adalah hal biasa bagi Joy,

 

Namun kali ini,
Semua perhatian tidak tertuju padanya, melainkan pada seorang pemilik loker disebelahnya. Joy hanya tersenyum remeh, “Apa yang mereka lihat dari Kei sih cupu itu?” Joy tertawa mengejek kemudian menutup lokernya bersamaan dengan Kei yang juga menutup lokernya.

“Annyeong Joy-ssi” sapa Kei, Joy hanya tersenyum tipis tanpa menoleh pada Kei, kemudian Ia berjalan sendiri tanpa memedulikan Kei yang berada di sampingnya.

Namun, baru beberapa langkah, Joy berhenti.

Ia kembali, melihat siapa yang menyapanya.

“ASTAGA! Apakah kau Kei?!” ucap Joy yang sangat tidak percaya, Kei hanya bisa tersenyum tipis.

“Aku adalah Kei, lalu siapa lagi?” jawab Kei sambil tersenyum, Joy hanya mengangah tak percaya.

Baginya Kei yang ada di hadapannya dapat segera menyaingi kecantikannya.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Sujeong Nampak bosan dengan novel berjudul ‘Secret Adminer’ yang baru saja Ia baca.

“Selalu saja jalan ceritanya seperti ini” Sujeong menghela nafas,

“Andai aku punya penggemar rahasia” gumam Sujeong pelan.

“Kalau itu ada!” sebuah suara namja menyahutinya, Sujeong segera mengedarkan pandangannya ke segala arah.

“Aku disini hei” Sujeong terkaget sendiri melihat seorang namja yang tengah tersenyum di hadapannya.

“Kau ini siapa? Muncul sembarangan” omel Sujeong sambil mengelus dadanya.

“Kau tidak mengenalku? Padahal aku ini penggemar rahasiamu” Namja itu tersenyum lagi, Sujeong menampakkan wajah datarnya.

“Tidak pernah ada seorang penggemar rahasia yang mengakui identitasnya secara terang-terangan” tutur Sujeong, namun itu membuat namja yang di hadapannya malah tertawa.

“Kau mungkin korban novel itu, sehingga kau berpikiran seperti itu. Aku ini berbeda Ryu Sujeong” Sujeong membelakan matanya kaget, “Kau mengenalku?!” Sujeong menunjuk dirinya kaget.

“Tidak pernah ada seorang penggemar rahasia yang tidak mengenal orang yang digemarinya” tutur namja tersebut kemudian mulai duduk di bangku yang ada di hadapan Sujeong, tangannya digunakan untuk menopang dagunya dan menatap Sujeong.

“Kalau dilihat dari dekat, kau manis sekali” Sujeong ingin sekali batuk serta bersin keras di depan namja ini. Dalam benaknya, Sujeong merasa sudah mendapat ejekan yang berat.

“Apa kau gila?” Sujeong mengambil bukunya dan beranjak pergi.

“Ingat Sujeong-ssi, namaku Taehyung!” Namja itu tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Sujeong yang tidak memedulikannya sama sekali.

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Hari ini sangat aneh” Sujeong menggelengkan kepalanya yang terasa agak pusing,

“Sujeong!” Sujeong segera berbalik ketika namanya dipanggil, dan tampak Joy. Seorang yeoja yang terkenal di sekolah mereka berlari denagn kecepatan penuh ke arahnya.

“Apa kau sudah melihat Kei?!” Joy langsung memegang kedua bahu Sujeong, yang dipegang bahunya hanya menghela nafas.

“Aku yang pertama kali melihatnya” jawab Sujeong sehingga membuat Joy membulatkan matanya.

“Dan aku yang mendandaninya seperti itu” sambung Sujeong lagi.

“Jadi, Kei melakukan operasi plastik?” Tanya Joy lagi sambil mengguncangkan bahu Sujeong.

“Dia tidak melakukan operasi plastik! Kau harus tahu, kalau seorang biasa berubah seperti putrid dalam sekejap haruskah Ia mengoperasi wajahnya? Kei itu sudah cantik dari lahir, dan Ia sebenarnya bisa melebihimu kalau ia mau dari dulu” tutur Sujeong panjang lebar sambil menepis tangan Joy di bahunya.

“Aku sangat tidak suka kau mengatakan sahabatku seperti itu tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu. Lain kali jaga ucapanmu!” kesal Sujeong sambil berlalu meninggalkan Joy yang menatapnya tidak percaya.

“Mengesalkan sekali” Sujeong terus menggerutu selama perjalanannya menuju kelas, kecamatanya sedikit terturun ke samping.

“Mentang-mentang putri sekolah” Sujeong masih terus menggerutu tanpa mengetahui bahwa tali sepatunya telah terlepas dan semua pasti tahu apa yang akan terjadi padanya,

 

BRUKKK

 

Sujeong terjatuh karena sepatunya tidak sengaja menginjak tali sepatunya sendiri, untung saja lorong sekolah sedang kosong saat itu.

“Haduh sakitnya!” kesal Sujeong, Ia melihat tangannya yang sudah lecet karena menahan tubuhnya.

“Kacamataku?!” Sujeong lebih terkejut lagi ketika melihat kacamatanya yang sudah tidak bisa dipakai lagi, kacanya pecah dan bingkainya patah.

“Apa sialku hari ini!” sambil meratap Sujeong mengambil kacamatanya itu, “Harus bagaimana ini, mataku sulit melihat dari jarak jauh” Sujeong memijat pelipisnya, kemudian memilih untuk duduk di bangku sebelah papan pengunguman yang tidak jauh darinya.

“Aku tidak bisa kembali ke kelas kalau seperti ini”

 

TAKKKKK

 

Sebuah benda jatuh tepat dihadapannya, dan Sujeong tahu pasti benda apa itu.

 

“Apa ini?” Sujeong mengerutkan keningnya, benda di hadapannya ini adalah kotak kacamata.

“Kau tidak bisa ke kelas anpa kacamata kan?” suara berat yang khas langsung menyadarkan Sujeong, dan Ia tahu siapa yang mempunyai suara itu.

 

Park Chanyeol.

 

“Maksudmu?” Sujeong mengangkat wajahnya menatap Chanyeol yang kini sudah ada di hadapannya.
Bisa Sujeong tahu, ataukah Ia yang salah lihat.

Saat itu Chanyeol,

Saat itu Chanyeol,

Wajahnya sudah merah seperti buah delima.

Yang merupakan buah kesukaannya.

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Kei, bagaimana hari ini?” Sujeong bersemangat sekali ketika melontarkan pertanyaan ini kepada Kei.

“Sujeong, hari ini Chanyeol tidak masuk sekolah” lesuh Kei, sementara Sujeong terlihat kaget.

“Dia tidak masuk sekolah?!”

“Ia” Kei tampak kehilangan tenaga.

“Ah, aku ingin minum secangkir kopi dan macaroon sekarang” ucap Kei tepat saat Ia dan Sujeong berhenti di depan ‘Fluffy Donut Velvet Café’.

“Belikan aku, coklat panas dan sculer ya? Ditambah jelly cake” Kei menatap Sujeong lemas.

“Baiklah, akan ku traktir kau hari ini” apa yang diucapkan Kei sontak membuat Sujeong membentuk pose yeah seperti yang biasa dilakukan para bola.

“apa aku boleh tambah nantinya?” tanya Sujeong lagi, Kei hanya mengangguk sambil membuka pintu café.

“Biar aku yang pesan” Sujeong dengan semangat menuju kasir, sementara Kei sudah duduk di tempat yang sudah dipilihnya.

Hari ini pengunjung café sepi.

“Secangkir kopi dengan coklat, satu macaroon, satu sculer, satu jelly cake, satu red velvet, dua es krim, ditambah 4 choco banana donut sama…” Sujeong tampak bingung Ia ingin memesan donat bakar yang merupakan menu baru tapi Ia merasa tidak enak karena menghabiskan uang Kei.

“Kei, apa aku boleh memesan donat bakar?” Tanya Sujeong kepada Kei yang tengah duduk di tempat duduk café itu.

“Terserah”

 

“Baiklah sama donat bakar!”

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Kau betul-betul menghabiskan uangku Sujeong” Kei meringis melihat dompetnya yang hanya ada 5000 won dalamnya.

“Maafkan aku, aku ingin sekali mencoba menu-menu di sana. Selama ini aku hanya lewat saja di depannya” sesal Sujeong.

“Tunggu, kau memakai kacamata baru?” Kei tampak asing dengan kacamata yang Sujeong pakai, dan Ia baru menyadarinya.

“Ah itu, aku sudah membelinya dari dulu tapi baru sempat aku pakai tadi” Sujeong tampak gugup.

“Ini kan merek mahal Sujeong, meskipun kau menabung kau tidak mampu membelinya”

“Ah itu, aku menabung sudah lama sekali”

“Kacamata ini harganya 10 juta won, kau harus tahu itu”

“Ah iya aku tahu”

“Kalau kau tahu, bagaimana kau mendapatkan kacamata ini?”

Sujeong tidak mampu menjawab apa yang ditanyakan Kei, Ia tidak bisa mengatakan kalau Ia mendapatanya dari Chanyeol. Astaga!

 

“Aku dahulu ya!” Sujeong dengan secepat kilat berlari meninggalkan Kei, yang masih bingug.

 

 

“Kacamata itu bukankah sama dengan kacamata yang biasa Chanyeol pakai?”

 

 

 

 

TBC…

Advertisements

3 thoughts on “How To Be A Pretty Girl (Chapter 1)

  1. azeleza

    Hm…ini bakal ada cinta segitiga (atau empat?) kah? Hue, Chanyeol suka sama Sujeong ya? Huee, kasiah Kei kalo gituuuuu.

    Huf, baiklah aku mah apa hanya bisa menunggu kelanjutannya, thor :”)

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s