[Ah-Choo! Series] You’re My Healer

youre-my-healer.jpg

Tittle : [Ah-Choo! Series] You’re My Healer

Starring Lovelyz Yein and BTS Jungkook

Support cast : BTS V (Kim Taehyung)

Genre : fluff, romance, school life

Length : Ficlet or Oneshoot?

Rating : PG-15

Fanfiction by Kkyuzizi

also posted HERE

An Amazing Poster by Charisma Girl @ IFA

Sorry do typo(s). Don’t be a silent reader. Give me your feedback after you read this. Happy reading.

 

Prev : Ah-Choo!

 

“Pada akhirnya, kau sendiri lah yang menyembuhkanku.” –Yein

.

.

.

 

Yein mengusap hidungnya yang memerah. Kebiasaannya bersin di dekat Jungkook belum sembuh. Jungkook menggeleng “Apa kau akan terus seperti ini jika bersamaku, Yein-ah?” Yein menatap Jungkook lalu menggeleng cepat. “Tidak. Aku sudah minum obat tadi. Tenang saja, bersin ini akan segera hilang, kok.”

“Tapi sudah 1 jam kau terus bersin, Yein-ah.” Jungkook menghela napas.

“Iya, aku tahu. Sebentar lagi juga sembuh, kok.”

Jungkook menatap tajam Yein. “Kau selalu mengatakan hal yang sama. Tapi apa? Kau terus saja bersin, Yein-ah. Aku takut kalau kau terus-terusan begini, akan tambah parah.” Yein balik menatap lembut Jungkook dan menggenggam tangan Jungkook yang berada di sampingnya. “Tapi sampai sekarang aku baik-baik saja. Oppa lihat, kan?”

Jungkook melepaskan genggaman Yein pelan. “Aku menyayangimu. Tapi, aku takut melukaimu, Yein­-ah­. Aku takut jika kau terus menerus begini jika bersamaku akan menyakiti dirimu sendiri. Aku pikir, kita sudahi saja semuanya, Yein­-ah. Ini semua demi dirimu,”

Kemudian Jungkook berdiri dan meninggalkan Yein di taman belakang sekolah. Yein terpaku melihat punggung milik Jungkook perlahan menjauhinya. ia kesulitan mencerna perkataan Jungkook barusan.

 

Jadi, sekarang kita berakhir, Oppa?’

 

Pandangan Yein mulai kabur. Kemudian, setitik air mata jatuh dari pelupuk mata Yein.

 

==

Sudah 2 hari ini Yein tak masuk sekolah. Sore itu, setelah Jungkook memutuskannya, Yein pulang ke rumahnya dengan keadaan lemas. Setibanya dirumah, Yein langsung jatuh pingsan. Yein berpikir bahwa ia sangat menyayangi Jungkook sampai akhirnya ia sakit seperti ini.

 

apakah dia sakit? Kenapa aku belum melihatnya sama sekali sejak sore itu?

Jungkook terlihat gelisah ditempat duduknya. Sudah 2 hari ini ia tak melihat Yein di ruang musik. Biasanya Yein akan bermain piano saat jam istirahat. Taehyung menggeleng melihat teman sebangkuya itu. “Kalau kau merindukannya, temuilah dia. Kau tahu? Sekarang kau terlihat seperti orang yang sedang menahan buang air kecil,”

Jungkook menghela napas, “Aku tak bisa menemuinnya,”

“Lalu apa gunanya ponsel mu itu? Telepon saja dia. Ada banyak cara untuk menghubunginya. Kenapa kau bertindak seolah kau hidup di era Joseon?”

“Aku putus dengan Yein,”

“APA?!”

Kini seisi kelas terkejut dengan perkataan Jungkook barusan. ‘Kenapa mereka berlebihan sekali?’ batin Jungkook.

Ya! Kenapa? Kalian terlihat baik-baik saja. Apa jangan-jangan kau suka dengan gadis lain?” Taehyung angkat bicara.

“Bukan begitu, Taehyung-ah. Dia selau bersin saat bersamaku. Aku takut itu akan semakin parah. Aku tak mau menyakitinya,” Jelas Jungkook.

“Jadi karena itu kau memutuskanya?”

Jungkook mengangguk. Taehyung memutar matanya malas. Teman sebangkunya itu memang benar-benar bodoh dalam urusan asmara.

“Kau ini bodoh atau apa? Kau malah membuatnya terluka saat kau memutuskannya! Tindakanmu itu malah membuatnya tersakiti. Jika kalian ada masalah, bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini, Jungkook-ah.”

“Aku hanya takut membuatnya bersinnya semakin parah,” ucap Jungkook lirih. Hampir seperti bisikan.

“Temui dia sekarang,”

Jungkook menatap Taehyung. Mata Jungkook seolah berkata ‘Bagaimana caranya?’

“Temui dia di rumahnya, Jeon Jungkook!”

“Tapi..”

“Sekarang!”

Jungkook terlihat sedang memikirkan sesuatu. Kemudian, ia mengambil tas nya dan berlari keluar kelas untuk menemui Yein. Taehyung tersenyum melihat sahabatnya itu.

 

==

Kini Jungkook sudah berdiri di depan rumah Yein. Tangannya bergetar saat memencet bel rumah Yein. Tak lama, pintu pun terbuka. Muncullah sosok wanita dengan celemek menggantung di lehernya. “Apa Yein ada dirumah, eomeoni?”

Wanita yang dipanggil eomeoni itu tersenyum, “Yein ada di kamarnya. Kau masuk saja, Jungkook.”

Jungkook membungkuk singkat kepada Ibu Yein dan berjalan memasuki rumah Yein. Seolah sudah menghafal isi rumah tersebut, kini kakinya berhenti di depan kamar sang gadis. Setelah mengetuk pintu dan menunggu cukup lama, pintu tak kunjung terbuka. Maka, Jungkook memutuskan untuk membuka sendiri pintu kamar Yein. Perlahan ,Jungkook membuka pintu kamar Yein dan menemukan sang gadis sedang tertidur dengan posisi membelakanginya.

Jungkook duduk di samping punggung Yein yang membelakanginya. Tangannya tergerak mengelus rambut panjang milik sang gadis. Jungkook baru menyadari bahwa dirinya sangat merindukan Yein. Sepertinya Yein merasa ada yang mengusik tidurnya. Yein berbalik dan mendapati Jungkook tengah duduk di tempat tidurnya. ‘Apa ini mimpi?’ batin Yein. Yein mencubit lengannya “Aw! Sakit. Jadi, ini bukan mimpi?”

Jungkook terkekeh, “Ini bukan mimpi, Yein-ah.”

Yein lalu menatap Jungkook datar dan kembali berbaring membelakangi Jungkook. “Pergi,”

Jungkook tersentak. Baru pertama kali ia mendengar Yein berbicara dengan nada ketus dan menyuruhnya pergi. “Yein-ah..”

“Pergi! Jangan temui aku lagi. Bukankah itu maumu?”

Hati Jungkook mencelos. Ia tak pernah membayangkan Yein akan berbicara padanya dengan gaya dingin dan ketus. Itu bukan Yein yang Jungkook kenal.

Jungkook menyentuh pundak Yein, “Maafkan aku, Yein-ah..”

Kemudian terdengar suara bersin dari Yein. Jungkook memejamkan matanya. Bagaimanapun juga, ia harus menyembuhkan gejala itu dari Yein. Jungkook menarik pundak Yein sehingga sang gadis kini berbalik menghadapnya. “Duduklah,” ucap Jungkook lembut.

Yein menurut saja apa perkataan Jungkook. Yein kemudian duduk dan menyandarkan punggungnya. Ia terlihat menghindari pandangan Jungkook. Jungkook menggenggam kedua tangan Yein lembut. Ibu jarinya mengusap-usap punggung tangan Yein. “Ah-Choo!”

“Kau bersin lagi, Yein-ah­,

Yein diam. Hidungnya terasa gatal dan sedikit memerah. “Ah-Choo!”

Jungkook menghela napas, “Tatap aku, Yein-ah. Hm?”

Perlahan wajah Yein terangkat untuk menatap Jungkook. Wajah Yein terlihat pucat. Tatapannya yang dulu ceria dan  lembut kini berubah menjadi lemah dan matanya terlihat sembab. Hidungnya juga memerah. Jungkook merasakan hatinya teriris melihat keadaan Yein.

Yein mulai membuka suara, “Kenapa Oppa kesini?”

“Karena aku merindukanmu,”

“Bohong. Kalau kau merindukanku, kenapa kau kemarin memutuskan begitu saja hubungan kita begitu saja?”

“Soal itu.. aku minta maaf. Aku menyesal. Seharusnya aku membantumu menyembuhkan gejala mu. Tapi aku malah semakin menyakitimu. Bukan maksudku seperti itu, Yein-ah. I’m sorry..” Jungkook menarik Yein ke pelukannya. Membiarkan sang gadis merasakan hangat tubuhnya. Jungkook bisa merasakan Yein bersin dalam pelukannya. Jungkook tersenyum dan melepaskan pelukannya.

“Aku harap, ini bisa menyembuhkan gejala mu, Yein-ah,” Jungkook memajukan wajahnya dan perlahan memejamkan matanya. Mendekatkan bibirnya dengan bibir Yein. Yein ikut memejamkan matanya dan merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.

Tak lama, Jungkook melepaskan tautannya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Yein. Yein membuka matanya dan melihat Jungkook sedang tersenyum kepadanya. Yein menatap Jungkook selama lebih dari 5 menit dan merasakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Jungkook tersenyum semakin lebar hingga deretan giginya terlihat.

Oppa..

“Hm?”

“Kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh, ya?”

“Kau tak lagi bersin, Yein-ah.” Ujar Jungkook.

Yein perlahan tersenyum, “Iya! Aku juga tak merasakan hidungku gatal. Oppa! Kau menyembuhkanku!” ujar Yein senang dan menghambur memeluk Jungkook erat. Jungkook membalas pelukan Yein tak kalah erat. “Ini semua berkat ciumanku. Iya, kan?”

Yein melepaskan pelukannya dan menatap Jungkook sebal. “Oppa kalau mau menciumku, bilang-bilang, dong!”

Jungkook terbahak, “Hey! Mana ada lelaki yang mau mencium gadisnya bilang-bilang dulu? Kau itu lucu sekali, Yein-ah,”

Jungkook kembali tertawa. Yein hanya menatap Jungkook tanpa ekspresi. “Ada apa?” ujar Jungkook.

“Jadi?”

“Jadi apa?”

“Kita masih putus atau tidak?”

Jungkook tersenyum melihat tingkah polos Yein. “Kau mau putus atau tidak?”

Yein menggeleng cepat. “Tidak! Aku tidak mau putus lagi dengan Oppa,”

Jungkook mengacak rambut Yein. “Oppa juga tidak mau putus dengan gadis cerewet satu ini,”

Oppa! Aku bukan cerewet. Aku cuma.. agak banyak bicara..” ujar Yein lirih dan mengerucutkan bibirnya. Jungkook tertawa geli melihat tingkah polos gadisnya. Jungkook kemudian membawa Yein kedalam pelukannya, “Semoga cepat sembuh, Yein­-ah. Besok kau harus masuk sekolah. Kau tahu? Sekolah jadi membosankan tanpa ada kau,” bisik Jungkook.

Yein memukul pelan punggung Jungkook. “Oppa bisa saja. Aku sudah sembuh, kok. Kan Oppa itu penyembuhku. You’re my healer, Oppa.

Keduanya tersenyum. ‘Terimakasih telah menyembuhkanku, Oppa.’  batin Yein

 

FIN

Selamat pagi semua~ Yang lagi UAS semangat yaa. Aku juga lagi UAS #ga nanya. Gimana? Ini lanjutan dari Fanficku sebelumnya yang Judulnya ‘Ah-Choo!’ Sebenernya ini pengen aku buat series tapi kok.. kehabisan ide(?). Mind to review, guys?

Advertisements

16 thoughts on “[Ah-Choo! Series] You’re My Healer

  1. Jadi obat penyembuhnya ialah…. o.O

    KUKI APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA SAUDARA KEMBARKU HAH /? /todong pisau ke kuki #plak ._.

    Anjir :””v ini fanfic bikin Cupid senyam senyum deh aaaahhhhhhhhh ><-

    Like

  2. Ampun daahh kookie abis ngapain smpe punya ide nyembuhin yein dgn cara spt itu >.< greget sendiri klo baca ff jeongin. Sweet cute klo dibayangin ^3^

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s