[Freelance] Unexpected Boy and I (Chapter 1)

TaeJeong-moment-17

Title                : Unexpected Boy and I

Author                        : Nona Bell

Main Cast      :

– Lovelyz’s Ryu Sujeong

– BTS’s Kim Taehyung

Genre             : Romance. School Life. Comedy (not sure, hehe)

Length                        : Chaptered

Rating             : PG-13

Disclaimer      :

Fanfic ini pure buatan aku sendiri. Hasil ketikan aku sendiri. Inspirasi memang datangnya darimana saja, tapi kalo sama persis berati nyontek karya orang lain dong. ¬_¬

And sorry buat yang gak suka TaeJeong couple. Semoga dengan adanya ff ini, kalian akan menyukai mereka /bhakk ¬_¬

Buat kalian yang suka sama TaeJeong couple, semoga suka dengan ff ini. Mari kita pertahankan TaeJeong Couple ¬_¬

and last, thanks buat admin yang udah mau posting ff aku, thanks juga buat readers. I love you bolong-bolong (?)

 

Warming(s)    : i’m just ordinary people. Typo mungkin saja bertebaran ¬_¬

Note                : also publish in my blog -> girlsinvasion.wordpress.com

“Sujeong tidak pernah tahu, siapa sesungguhnya Taehyung.”

.

.

.

 

 

 Chapter 1  :  Say Hi to Love

 

.

Temui aku sore ini di gudang belakang sekolah.

 

Sujeong melipat kembali secarik kertas yang tadi pagi ia temukan di kolong mejanya. Ia berfikir keras. Haruskah ia pergi ke gudang belakang sekolah dan menemui sosok yang mengirimkan surat tidak jelas ini padanya, atau pulang sebelum malam datang?

 

Ia melihat jam digital yang ada di ponselnya. Sudah jam enam sore, berarti ia sudah berada di kelas ini sekitar satu jam. Sujeong mendesah pelan.

 

“Kau gila jika benar-benar kesana, Ryu Sujeong!” Serunya pada diri sendiri. Katakan saja dia adalah gadis paling bodoh atau paling gila karena percaya begitu saja pada secarik kertas yang berisi surat tidak jelas yang bahkan siapa nama pengirimnya saja tidak tertera disana.

 

Jika ini memang surat cinta atau sesuatu seperti itu, setidaknya harus terkesan romantis bukan? Tidak seperti ini, tidak modal.

 

Sujeong bangun dari duduknya, ia bergegas menuju gudang belakang sekolah, rasa penasaran telah memenuhi pikirannya. Ia hanya ingin memastikan apa benar ada seseorang yang menunggunya atau ini hanya lelucon super tidak lucu yang dibuat oleh teman-temannya.

 

Saat ia tiba di depan pintu gudang belakang sekolah ia sempat merasa ragu kembali, pasalanya disana sangat sepi. Tidak ada tanda-tanda ada seseorang disana.

 

“Jika benar ini hanya tipuan Wonwoo atau yang lainnya, habislah mereka!” desis Sujeong berapi-api. Perlahan dia memutar kenop pintu gudang tersebut. Ia membuka pintu secara perlahan-lahan, lalu masuk ke dalamnya. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang ia dapati di dalam situ.

 

Seorang pemuda tengah berbaring diantara lilin kecil yang sengaja dibentuk seperti bentuk hati. Disekitar ruangan telah ditebar kelopak bunga mawar merah, ada juga beberapa kelopak bunga mawar yang ditempel di dinding dibagian belakang dan dibentuk menjadi tulisan ‘will you be my girl?’

 

Sujeong benar-benar shock! Apa yang sebenarnya terjadi?, batinnya bingung. Ia sedikit melangkah mundur hingga tidak sengaja menyenggol sebuah replika tulang manusia dibelakangnnya. Karena sudah rapuh, tengkorak replika itu jatuh begitu saja ke hadapan Sujeong, reflek Sujeong menangkapnya.

 

“Aaaaaa!” Teriak Sujeong sambil melempar tengkorak palsu itu kesembarang tempat. Teriakan Sujeong membangunkan pemuda yang tengah berbaring diantara lilin-lilin kecil. Ia segera berlari menghampiri Sujeong.

 

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir sambil memegang kedua bahu Sujeong. Sujeong menoleh ke arah pemuda itu.

 

“Siapa kau? Apa kau yang mengirim surat itu?” tanya Sujeong yang telah bisa menguasai diri. Rasa penasarannya memang selalu mengalahkan perasaan yang lainnya.

 

Pemuda itu hanya tersenyum lebar dan memamerkan gigi-giginya, membuat kedua matanya menghilang. Tersenyum seperti anak kecil. “Apa kau ke sini karena benar-benar membaca surat itu? Aku kira kau tidak akan menemukannya atau bahkan mengabaikannya.” Nada suara pemuda itu benar-benar terdengar sangat senang.

 

“Jadi itu benar kau?” Pemuda itu hanya mengangguk cepat.

 

Sujeong melirik ke arah nametag yang ada didada kanan blazer pemuda itu, Kim Taehyung. Sujeong merasa familiar dengan namanya.

 

“Kau senior ku, kan?” Tanya Sujeong memastikan.

 

“Kau mengenalku?” Taehyung —Pemuda itu, merasa kaget sekaligus senang. “Apa aku sangat populer?”

 

Sujeong sedikit mengerucutkan bibirnya dan menatap Taehyung kesal. “Jangan terlalu percaya diri, sunbaenim.”

 

Taehyung terkekeh kecil, “kau sungguh manis ketika bertingkah lucu seperti ini. Jangan pernah menunjukan ekspresi lucumu pada pria lain. Jangan pernah!” Seru Taehyung sungguh-sungguh. Sujeong hanya menatap heran seniornya itu.

 

“Aku bukan ‘siapa-siapa’ mu, sunbaenim. Kekasihmu saja bukan, adikmu juga bukan.”

 

“Kalau begitu, jadilah kekasihku!” Pinta Taehyung.

 

“Apa??” Sujeong kaget, ia tidak pernah mendapat pernyataan cinta yang aneh dan sangat memaksa seperti itu sebelumnya. Sebenarnya seniornya itu berasal darimana? Kenapa sangat aneh?!

 

“Kau tahu? Aku membuat semua ini untukmu. Aku dengar wanita menyukai hal-hal romantis dan mawar merah, jadi aku mendekorasi tempat ini untukmu seorang, Ryu Sujeong!”

 

Sujeong tidak tahu harus merasa tersanjung pada perjuangan Taehyung yang ingin melakukan hal romantis padanya atau merasa aneh karena tiba-tiba ada seorang senior yang menyatakan perasaan padanya dengan cara aneh dan agak memaksa, haruskah dia kabur dari temapat ini sekarag juga?

 

Tiba-tiba Taehyung berlutut dihadapan Sujeong. Ia meraih kedua telapak tangan Sujeong dan menggenggamnya erat. “Aku tahu aku bukan pria romantis, tapi setidaknya aku berjuang untukmu Ryu Sujeong, maukah kau menjadi gadisku?” tanya Taehyung sungguh-sungguh.

 

Sujeong menatap kedua mata Taehyung, ia menemukan sebuah ketulusan disana. Mungkin Taehyung benar-benar menyukainya atau dia jago akting? Sujeong menghela napas lemah, ada orang yang pernah mengatakan untuk menjalani saja sebuah hubungan, tapi itu kan terdengar aneh.

 

Ia menghela napas lemah, semoga keputusannya tidak salah dan tidak ada hal aneh yang menimpanya.

 

“Baiklah. Aku mau.” Jawab Sujeong lemah. Taehyung segera bangkit, ia manatap Sujeong dengan berbinar-binar.

 

“Kau serius? Yess!!” Teriak Taehyung girang. Ia mengepalkan tangannya dan meninju udara lalu sedikit berloncat-loncat girang menunjukan kegembirannya yang meluap-luap.

 

Sujeong tidak yakin kehidupannya akan baik-baik saja setelah ini. Ia menghela napas gusar.

=O=

 

Langit mulai menggelap. Udara dingin mulai menusuk kulit. Malam telah tiba dan malam ini sama seperti biasanya, udara dingin, langit gelap, bintang yang bertaburan di langit tidak terlihat karena kalah oleh cahaya-cahaya lampu, kecuali satu hal bagi Sujeong. Malam ini tidak biasa baginya karena ia pulang diantar oleh kekasih barunya, Kim Taehyung.

 

Awalnya Sujeong menolak ketika Taehyung ingin mengantarkannya pulang, tapi Taehyung memaksa. Dia mengatakan jika ia ingin tahu dimana rumah kekasihnya. Ia ingin menjadi pria jantan yang mengantar pulang kekasihnya. Ia tidak mau Sujeong dilirik oleh pria lain. Sujeong menyerah dan akhirnya disinilah mereka sekarang. Berjalan bersama dipinggir jalan menuju halte bis. Lama-lama Sujeong merasa jika Taehyung adalah tipe pria posesif.

 

Mereka segera duduk di kursi tunggu ketika sampai di halte bis terdekat. Sujeong duduk diam sambil memainkan ponselnya. Ada beberapa pesan masuk dari teman-temannya. Tiba-tiba Taehyung merangkul tubuhnya dari samping, ia meletakan dagunya dibahu Sujeong sambil melihat ke arah layar ponsel gadis itu. Sujeong terdiam sejanak, ia bingung harus bereaksi seperti apa. Terutama ketika deru napas hangat Taehyung mengenai telinganya. Ia merasakan sensasi menggelitik.

 

“Sedang apa?” Tanya Taehyung. Sujeong segera tersadar.

 

“Membalas pesan teman-temanku.” Jawab Sujeong setenang mungkin. Ia segera mengetikan pesan balasan untuk temannya.

 

“Temanmu siapa? Laki-laki atau perempuan?” Nada suara Taehyung mulai terdengar tidak suka. Benar tebakan Sujeong, Taehyung tipe pria posesif.

 

“Yaaa… Semuanya.” Jawab Sujeong bingung. Ia tidak terlalu pandai berbohong apalagi berbohong dalam waktu singkat. Itu sangat sulit baginya. Dengan gerakan cepat Taehyung segera meraih ponsel Sujeong. Ia membaca salah satu pesan yang baru saja masuk.

 

Sujeong memperhatikan wajah Taehyung waswas. Ia semakin takut ketika mendapati guratan tidak suka terukir diwajah Taehyung.

 

“Wonwoo itu siapa?” Tanya Taehyung tidak suka.

 

“Dia teman baik ku,” jawab Sujeong cepat, karena memang itu faktanya. Wonwoo merupakan salah satu teman baiknya sekaligus teman sekelasnya. Taehyung kembali memfokuskan pandangannya pada layar ponsel Sujeong. Ia segera mengetik sesuatu disana, seperti pesan balasan.

 

“Aku tidak suka gadisku dekat dengan pria lain. Jauhi dia!” Seru Taehyung pelan namun penuh dengan penekanan. Ia mengembalikan ponsel Sujeong.

 

Sujeong segera membuka pesan balasan yang diketik oleh Taehyung untuk Wonwoo. Ia benar-benar kaget ketika membaca pesan balasan itu.

 

 

Jangan ganggu Sujeong. Dia sudah punya kekasih.

 

 

Bagus! Berita hubungannya dengan Taehyung akan tersebar luas besok. Padahal dia berniat untuk menutup-nutupinya. Tiba-tiba terlintas rasa menyesal dihati Sujeong karena telah menerima Taehyung. Seharusnya ia berpikir dua kali dulu sebelum melakukan sesuatu. Tapi apa iya dia meminta putus padahal hubungan mereka belum ada satu jam! Itu kan gila!

 

Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk diponselnya. Dari Wonwoo

 

 

Kau becanda kan Ryu Sujeong? Aku tahu kau single, tapi jangan mengkhayal terlalu tinggi seperti itu.

 

 

“Awas kau Wonwoo!” Jerit Sujeong dalam hati. Kenapa semua teman-temannya selalu ‘membully’ dirinya dengan kata-kata ‘single’?

 

Tiba-tiba sebuah tangan merangkul pinggang Sujeong. Ia menoleh kaget.

 

“Kenapa kau melamun? Ayo naik!” Seru Taehyung dengan senyum bodohnya seraya menarik tubuh Sujeong masuk ke dalam bus yang telah tiba. Sujeong hanya mengikuti Taehyung dalam gugup. Mereka duduk di kursi belakang sebelah kanan, dengan Taehyung yang duduk di dekat jendela bis.

 

“Kenapa kau gugup? Kau merasa tidak nyaman denganku?” tanya Taehyung seolah membaca gerak-gerik tubuh Sujeong. Raut wajahnya terlihat sedih. Sujeong menelan saliva-nya susah payah. Ia merasa bersalah.

 

“Bukan begitu, sunbaenim.”

 

“Lalu apa?” Sujeong terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang tepat.

 

“Jawablah!” Tuntut Taehyung.

 

“Aku tidak ingin pria posesif.” Jawab Sujeong takut-takut. Ia menatap kedua manik Taehyung yang tenang. Ia takut tenangnya Taehyung berarti marah.

 

“Itu mudah saja, tapi— “ Taehyung menggantung kalimatnya. Membuat Sujeong penasaran dibuatnya. Tiba-tiba Taehyung menyenderkan kepalanya dibahu Sujeong. Sujeong menahan napas seketika.

 

“ —berjanjilah padaku, kau hanya melihat ke arahku saja.”

 

“Lalu bagaimana dengan teman-temanku? Aku juga berteman dengan laki-laki.”

 

“Jaga jarak kalian,” jawab Taehyung singkat lalu memejamkan matanya. Sujeong melirik ke arah Taehyung. Ia tidak bisa memahami Taehyung. Terkadang ia bersikap aneh dan menyebalkan, dan terkadang menjadi sangat posesif padanya.
“Mungkin itu yang selalu dilakukan para pria pada kekasihnya. Mereka posesif karena tidak ingin kehilangan.” guman Sujeong berusaha berpikir positif. Ia rasa ia akan mulai menjalani kehidupannya sebagai kekasih dari Kim Taehyung. Jika ia merasa tidak nyaman, tinggal meminta putus saja dari Taehyung. Semua terasa mudah sekarang bagi Sujeong, hanya untuk saat ini.

=O=

Bias-bias cahaya masuk menembus tirai putih yang terpasang di jendela kaca kamar Sujeong. Sujeong mengerjapkan matanya perlahan. Ia meraih jam weker di meja nakasnya. Masih pukul enam pagi, masih ada waktu dua jam sebelum bel sekolah berbunyi.

 

Sujeong bangkit dari tidurnya sambil meregangkan otot-otot tubuhnya. Ia berjalan gontai menuju ponselnya yang tengah dicharger. Ia hampir tersedak udara yang ia hirup ketika melihat pesan masuk di ponselnya.

 

 

Selamat pagi, honey. Aku akan menjemputmu tepat pukul tujuh pagi.

 

From   : Tae Oppa

 

 

“Sebentar, sejak kapan aku punya nomor Taehyung sunbaenim?” Sujeong mencoba mengingat dengan keras. Jika ia tidak salah ingat, Taehyung terus meminjam ponselnya saat berjalan manuju ke rumahnya sampai baterai ponselnya habis. “Mungkin dia yang menyimpannya sendiri.”

 

Sujeong terdiam sejenak. Jika semalam Taehyung terus menerus memegang ponselnya, berarti ada sesuatu terjadi pada ponselnya! Dengan gerakan cepat dan penuh ketakutan, Sujeong memeriksa data-data diponselnya yang berhubungan dengan mahluk bernama pria.

 

Sujeong menahan teriakannya. Benar saja! Semua nomor-nomor teman prianya, foto-foto dia bersama teman-teman prianya, bahkan semua riwayat pesan singkat Sujeong dihapus semua oleh Taehyung.

 

“Apa-apaan ini?!” Jerit Sujeong tertahan. “Aku tidak tahan! Aku bisa gila! Baru kali ini aku berhubungan dengan pria kelewat posesif.”

 

Sujeong menghela napas kasar. Keputusannya sudah bulat. Ia tidak peduli dianggap gadis jahat atau semacam lainnya oleh seniornya itu. Ia tidak suka pria posesif!

 

=o=

Sujeong mengikat tali sepatu sebelah kirinya. Ia melirik ke arah jam dinding, tepat pukul tujuh pagi. Apa Taehyung sudah tiba sesuai janjinya tadi? Sujeong menggendikan bahunya. Ia segera berjalan keluar rumah.

 

Ia terkejut ketika mendapati seorang pria dengan seragam yang mirip dengannya —dan sangat ia yakini sebagai Taehyung, tengah berdiri membelakanginya. Ia menepati janjinya.

 

Sujeong bersikap tak acuh pada kedatangan Taehyung. Ia berjalan melalui Taehyung begitu saja. Ia tidak peduli dianggap tidak sopan oleh seniornya sendiri. Ia terlampau kesal pada kekasihnya itu.

 

“Sujeong!” Panggil Taehyung penuh semangat seraya berjalan mengikuti langkah gadis itu. Ia menyamakan langkahnya.

 

“Selamat pagi, honey.” Sapa Taehyung dengan senyum bodohnya.

 

“Pagi, sunbaenim.” Balas Sujeong sekenannya. Ia ingin menunjukan pada Taehyung jika ia sedang marah.

 

“Kau kenapa? Apa kau marah padaku?” Tanya Taehyung seolah bisa membaca hati Sujeong. Sujeong segera menghentikan langkahnya lalu menatap kesal Taehyung.

 

Sunbaenim, kan, yang menghapus data-data diponselku. Nomor teman-temanku, foto-foto kami juga kau hapus!?” Pertanyaan Sujeong lebih terdengar seperti pernyataan karena fakta yang ada.

 

“Iya, aku yang melakukannya.” Jawab Taehyung santai. “Aku hanya— “

 

“Kau hanya tidak suka aku dekat dengan pria lain kan?” potong Sujeong. Taehyung masngangguk mantap.

 

“Tapi kau harus tau sunbaenim—” Sujeong menahan ucapannya. Ia menatap lekat kedua manik mata kekasih barunya itu.

 

“ —aku tidak suka pria po-se-sif!” Ujar Sujeong penuh penekanan. Ia segera berjalan meninggalkan Taehyung yang tengah terdiam karena mendengar penuturan Sujeong tadi.

 

“Biarlah.” batin Sujeong meyakinkan hatinya. Ia merasa sedikit lega sekarang karena hal yang mengganjal dihatinya sejak tadi telah ia ungkapkan. Tapi ia juga merasa takut. Takut pada kemarahan Taehyung.

 

To Be Continue

Advertisements

7 thoughts on “[Freelance] Unexpected Boy and I (Chapter 1)

  1. Ne ^^
    Pertahankan TaeJeong couple!! Karena TaeJeong couple udah tertutup sama TaeJoy couple, apalagi mereka di rumorkan pacaran. Hiks 😥
    Pokoknya Taehyung bolehnya sama Sujeong!

    Like

  2. bener.. taejeong couple harus di pertanankan!! aku suka banget sama couple ini >o<…

    untuk ffnya .. cepet di next ya author hehehe bagus tau, dan yg bikin greget pas tbcnya gantung

    Like

    • hai, terimakasih udah mau baca dan komen ^^

      mari kita pertahankan bersama ‘_’)9 /kibarin bendera TaeJeong
      wah, wah, aku ga nyangka ada yang suka xD
      aku anaknya emang seneng ngegantungin perasaan orang (?)

      Like

    • hai, kita bertemu lagi ‘_’)/

      makasih udah mau baca dan komen ^^
      ff TaeJeong emang mulai jarang :’
      mau ga mau harus ngubek-ngubek wattpad sama asianfanfiction. Tapi masalahnya ga ngerti bahasa inggris :’

      mbak Sujeong pasti sabar. pacarnya ganteng gitu kok (?) haha

      Liked by 1 person

  3. Huwaaa seneng banget sama TaeJeong…. akhirnya nemu juga ff yaa…..

    Banglyz Shipper heree….

    eonni…. Adakah lanjutannya…. ?????

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s