[An UFO] Naik ke Bulan

Naik ke Bulan - cover

Naik ke Bulan

by azeleza

Cast : Ryu Sujeong [Lovelyz] || Kim Taehyung [BTS]

Genre : Friendship – Romance? – Fluff

Rating : G

Length : ~2000 words

◊◊◊ NkB ◊◊◊

Sombong.”

Kesabaran Sujeong sudah mencapai titik 0 –bahkan nyaris minus, ketika indera pendengarannya kembali menangkap suara tersebut. Sudah lima hari berturut-turut kalimat itu dilontarkan dari bibir seorang Kim Taehyung ketika mereka berdua berpapasan di lorong depan perpustakaan lama.

Sujeong anak yang pintar, cantik, baik, sopan, dan santun. Ia siswi berprestasi yang disenangi banyak orang. Kata ‘sombong’ tidak sepatutnya disandingkan dengan dirinya. Lagipula, Sujeong sudah mengangguk kecil dan tersenyum untuk menyapa Taehyung –Kim Taehyung yang ‘itu’.

Sebenarnya maksudmu apa, sih, Taehyung sunbae?” tanya Sujeong. Tidak seperti kemarin-kemarin –mendumel sendiri lalu berjalan pergi agar tidak terlihat orang-orang bahwa dirinya sedang keki, kali ini Sujeong berbalik dan mengikuti langkah Taehyung.

Kau sombong,” kata Taehyung tanpa perubahan nada suara, apalagi raut muka. Laki-laki dengan kacamata berbingkai besar yang hampir menutupi setengah wajahnya itu hanya fokus menatap PSP di tangannya.

Sujeong berusaha keras menahan amarah. PSP milik Taehyung bahkan tidak menyala. Bukankah Taehyung yang sombong karena berbicara dengannya tanpa memperhatikan?

Mereka yang bilang,” ujar Taehyung lagi dengan tiba-tiba. Kali ini ia memasukkan PSP kesayangan ke dalam sarungnya yang berwarna hitam mengkilat.

Mulut Sujeong sudah terbuka setengah ketika Taehyung tiba-tiba berbalik dan menatap Sujeong tepat di mata. “Orang-orang yang kau sebut ‘teman’ yang bilang begitu.”

Dingin. Itu yang dirasakan Sujeong setelah telinganya menangkap kalimat tersebut dan mengirimnya kepada sang otak untuk dicerna. Bukan, bukan karena ditatap oleh sepasang mata Taehyung nan laksana sebeku coklat yang baru keluar dari lemari es. Melainkan karena kalimat laki-laki itu begitu menusuk sampai Sujeong rasanya lupa cara bernapas.

Sujeong seharusnya tidak percaya kepada Kim Taehyung –seniornya yang terkenal aneh dan suka menyendiri di pojokan bersama kumpulan artikel tentang kelinci di bulan, piring terbang, atau setidaknya yang paling normal adalah game tentang ‘alien’. Seharusnya.

Namun yang sekarang Sujeong lakukan malah 180 derajat sebaliknya. Ia percaya kepada laki-laki itu. Tanpa sama sekali memiliki keinginan untuk menuduhnya sedang berbohong ataupun mengada-ada. Seharusnya tidak seperti ini, kan?

Seharusnya Sujeong percaya kepada teman-temannya. Bukan kepada seorang laki-laki yang baru ia kenal minggu lalu karena Taehyung dengan sengaja menggambar sebuah design –yang kata Taehyung adalah sebuah design pesawat luar angkasa yang dapat menghancurkan bumi dengan sekali tembak – di tugas poster Sujeong yang ketinggalan di meja perpustakaan.

Teman-temannya tidak mungkin menjelek-jelekkan dirinya di belakang, kan? Mereka begitu baik kepadanya. Sujeong juga memperlakukan mereka dengan baik, bahkan jauh lebih baik. Berbagi buku catatan, belajar bersama, bercanda…

Naif?

Tidak.

Self-denial?

Ya.

Kenapa kau menangis?”

Sujeong rasanya ingin melempari Taehyung dengan batu kerikil ketika pertanyaan itu terlontar dengan nada datar dan lagi-lagi dengan ekspresi yang sama. Apakah laki-laki itu tidak sadar apa yang baru saja ia perbuat kepada Sujeong?

Sujeong sudah tahu bahwa ia terlalu ‘sempurna’. Sempurna sampai di titik dimana ia selalu kesulitan mencari bahkan satu orang saja yang benar-benar ingin menjadi ‘teman’nya. Ketika orang asing yang isi kepalanya hanya benda-benda luar angkasa –Kim Taehyung mengatakan sebuah kebenaran bahwa ‘teman-teman’ Sujeong menjelek-jelekkannya di belakang dengan jelas, Sujeong entah kenapa langsung tidak bisa menahan air mata untuk tetap berada pada muaranya.

Miris sekali semua ini, batinnya.

Ryu Sujeong berasal dari keluarga kaya? Ceklis.

Pintar akademis? Ceklis.

Cantik? Ceklis.

Atletis? Ceklis.

Memiliki suara yang merdu dan dapat memainkan berbagai macam instrumen? Ceklis.

Awalnya Sujeong memang naif. Ia tidak menyangka bahwa kelima hal itu ditambah bertingkah baik dan ceria malah menghadiahkannya dengan sorot mata iri serta perasaan cemburu dimana-mana.

Cih, dia pasti menghamburkan uang orang tuanya untuk operasi plastik.”

Aku dengar dulu dia obesitas. Pasti sedot lemak, tuh.”

Bukankah keluarga Ryu itu terkenal dekat dengan kepala sekolah? Mungkinkah ia mendapat bocoran tes kemarin?”

Dia cuma sok baik, well, selama dia masih mau meminjamkan catatan dan membantu kita mengerjakan PR sih tidak masalah.

Sujeong pernah dengar itu semua. Sering sekali ketika ia tidak sengaja lewat di lorong saat teman-temannya berkumpul tanpa mengundang dirinya, atau ketika ia sedang berada di kubikel toilet, atau ketika-

Kenapa nangisnya tambah keras, sih?”

Kecemburuan sosial membuat dirinya menjadi perempuan yang ‘pura-pura baik padahal hanya kasihan dengan orang yang tidak selevel dengannya’ dan ‘sombong karena mengatakan bahwa dirinya bukan apa-apa, tidak secantik itu, tidak sepintar itu, dan blablabla’.

Baiklah. Lalu sebenarnya Sujeong harus apa? Pura-pura bodoh? Pura-pura menjadi perempuan lemah? Mengubah style rambutnya menjadi hitam-lurus-berbentuk mangkuk lalu menggunakan kacamata super tebal? Atau menjadi Kim Taehyung versi perempuan yang selalu duduk di pojokkan sambil membaca buku setebal bantal berisi kisah-kisah supranatural?

Oke, yang terakhir membuat teriakan Sujeong semakin deras. Ia bahkan lupa menutup wajahnya yang sekarang sudah dibasahi oleh air dari mata dan hidung. Ia bahkan tidak mau peduli seberapa aneh suara tangisan –dan teriakannya. Ia terlalu sedih dan sakit hati untuk mau peduli tentang apa yang dipikirkan Kim Taehyung tentangnya saat ini.

Sujeong hanya ingin menyalurkan kesedihan, kemarahan, dan kepenatannya akan semua kebohongan yang selalu ia jalani. Di sela-sela itu iapun marah terhadap dirinya yang mau saja dibodoh-bodohi oleh konsep ‘pertemanan’ yang palsu. Lebih parahnya lagi, ia paham betul itu semua tidak ada yang asli, namun tetap ia jalani dengan menganggap bahwa semuanya baik-baik saja dan akan baik-baik saja.

Ya, Sujeong terlalu takut untuk sendiri.

Ia memiliki sifat ekstrovert yang lebih tinggi. Memikirkan dirinya tidak berbicara dengan satu orang saja dalam satu hari sudah bisa membuat Sujeong tegang, apalagi benar-benar mengalaminya. Mungkin Sujeong bisa gila.

Namun hari ini, Sujeong benar-benar sudah lelah dengan sindiran di balik senyum teman-temannya. Bukankah akan lebih baik jika Sujeong mengakhiri semua ini? Toh ia bisa belajar bahasa hewan atau bahasa arwah sekalian…

“…”

Sudah?” Taehyung menoleh pada Sujeong ketika suara tangisan tidak lagi terdengar olehnya.

Jam berapa sekarang?”

Tujuh lewat lima.”

Sujeong lalu menarik semua air yang masih menggantung. Menyeka semua bekas basah tersebut dengan lengan bajunya. Kakinya mulai pegal duduk di lantai lorong dan menangis selama…, tiga jam?

Jorok.”

Biarin.” Ia menatap Taehyung dengan mata merah dan sembab. Dalam hati, Sujeong bertanya-tanya sejak kapan Taehyung duduk di sebelahnya –menemaninya menangis tanpa sungguh-sungguh menginterupsi.

Sunbae, kenapa kau tidak punya te-…hm, tidak, kenapa kau selalu sendiri?” tanya Sujeong dengan segukan di sela-sela kalimat.

Taehyung menaikkan sedikit –yang maksudnya benar-benar sedikit, alis matanya. Perubahan ekspresi yang Sujeong anggap luar biasa walaupun hanya sekedar menaikkan sedikit alis.

Iya, kenapa kau selalu sendirian? Dan…kenapa kau baik-baik saja dengan semua itu?”

Setelah mengembalikan raut wajahnya, Taehyung kembali menyusun ranting kayu di dekat kakinya. Membuat suatu bentuk abstrak yang Sujeong tidak paham –dan tidak mau paham maksudnya.

Apakah ada jaminan bahwa aku akan senang jika bersama mereka?”

Sujeong selalu tidak suka pertanyaannya dibalas dengan pertanyaan baru. Namun, alih-alih mendebat, hati kecilnya menjawab pertanyaan Taehyung dengan sebuah teriakan ‘tidak’ yang kencang. Ya, Sujeong sering sekali merasa beban hidupnya malah bertambah ketika bersama teman-temannya.

Mengerutkan kening, Sujeong mempertanyakan diri sendiri.

Sebenarnya apa artinya senang? Apa artinya teman?

Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan,” kata Taehyung lagi setelah beberapa jeda, membuat Sujeong tiba-tiba merasa lega karena Taehyung kembali bicara.

Mereka yang tidak mengerti apa yang kau bicarakan, sunbae,” balas Sujeong. Namun ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Tapi benar, kan? Kelinci di bulan sudah terlalu kekanak-kanakkan…

Maaf,” Sujeong entah kenapa merasa bersalah, “eng…tapi itu bukan salahmu kalau mereka tidak mengerti, sunbae,” tambahnya dengan jujur.

Taehyung menatap Sujeong lebih lama dari sebelumnya. “Mungkin. Lalu bagaimana denganmu?”

Em…entahlah. Untuk kasusku, sepertinya aku selalu membuat teman-temanku iri.” Sujeong memeluk kedua lututnya. Matanya mulai mengantuk setelah tiga jam harus bekerja mengeluarkan air mata.

Teman-temanmu yang membuat diri mereka sendiri iri kepadamu. Itu bukan salahmu.”

Sujeong membutuhkan waktu semenit lebih untuk mencerna kalimat Taehyung. Entah karena ingin membalas ucapan Sujeong yang tadi atau karena maksud yang sesungguhnya –Sujeong enggan mencari tahu. Yang ia paham sekarang hanyalah dirinya yang menenggelamkan kepala di pelukan lututnya, mencoba mengistirahatkan diri serta menyembunyikan senyum yang terbentuk begitu saja di wajahnya.

Aku tidak punya teman. Lupakan saja ketika aku bilang orang-orang itu adalah ‘teman’ku,” kata Sujeong setelah ia terdiam agak lama.

Kalau begitu, mau jadi temanku?”

Angin malam bersuhu rendah mulai membelai Sujeong dengan kuat.

Entah kalimat yang baru saja ia dengar atau kondisi cuaca saat ini yang membuat Sujeong rasanya seperti mengalami gejala-gejala hipotermia di kutub utara. Atau gejala dini kerusakan gendang telinga…

Tadi Taehyung bilang apa??

Mau gak?

Eng, maaf, sunbae…” Sujeong berhasil mengeluarkan suaranya. Dengan mata membulat ia memaku tatapannya pada Taehyung. Laki-laki itu masih asik memainkan ranting kayunya, kali ini menggoreskan ujungnya pada tanah.

Kalo gak mau, ya sudah.”

Bukan, bukan! Bukannya aku tidak mau. Eh, eng, aku mau kok. Cuma kaget saja. Kenapa sunbae mau berteman denganku?”

Dengan satu gerakan tiba-tiba, Taehyung kembali menatap Sujeong tepat di mata. “Karena aku senang bersamamu.”

Sedetik, dua detik, tiga detik. Sujeong masih mencoba menjawab pertanyaan dalam otaknya.

Apakah perasaan hangat yang sekarang ia rasakan adalah perasaan senang? Apakah memulai pertemanan memang semudah ini? Tanpa tekanan berat di hati karena harus memikirkan bagaimana bereaksi? Atau bagaimana sebaiknya bertindak agar tidak membuat orang lain -‘temannya’ merasa risih?

Kau kebanyakan bengong.”

Sujeong mengedipkan kedua matanya. “Oh, iya. Maafkan aku.”

Tanpa membalas, Taehyung bangun dari duduknya. Lalu menggumam ketika mengamati hasil keisengannya dengan ranting kayu. “Alien Victory sedang mengajak Rabbit Crystal untuk naik ke bulan. Eksplorasi di dunia manusia akan ditunda sampai pinguin di kutub utara mampu terbang ke angkasa.”

Mendengar gumaman Taehyung yang mirip dengan deklarasi sebuah kemenangan dari atlit di ajang olimpiade, Sujeong langsung tertarik untuk bangun dan melihat objek yang sedang Taehyung lihat.

Di bagian paling kanan terdapat ranting-ranting kayu berbentuk trapesium sembarang. Di sebelahnya merupakan manusia-yang-sama-sekali-tidak-mirip-manusia berkepala besar di tanah dengan tangan yang terbuat dari dedaunan. Di sebelahnya lagi merupakan kelinci dengan telinga dari helai daun.

Victory dan Crystal telah masuk. Army3012 Siap terbang dalam lima hitungan.”

Sejak beberapa detik yang lalu, kepala Sujeong terus bergerak bergantian mengamati Taehyung dan ‘hasil tangan’ laki-laki itu.

1…”

Alis mata Sujeong sudah bertaut sejak tadi.

2…”

Mulut Sujeong sudah setengah terbuka untuk menginterupsi.

3…”

Baiklah, Sujeong akan mencoba mengamati ‘hasil tangan’ Taehyung sekali lagi. Berharap untuk percobaan terakhir ini, Sujeong bisa memahami dan ikut merasakan euforia ‘detik-detik keberangkatan Victory dan Cyrstal naik ke bulan’.

4…”

Percobaan Sujeong gagal. Ia mulai merasa cemas apakah keputusannya untuk berteman dengan Kim Taehyung adalah hal yang benar.

5…Attack on The Mooon!”

.

..

Untuk beberapa lama, Sujeong sungguh-sungguh hanya mengamati Taehyung mengeluarkan suara gemuruh yang keras dari mulutnya -suara terbang pesawat luar angkasanya. Dan tanpa sungguh-sungguh mengerti apa yang terjadi, kedua sudut bibir Sujeong naik sampai batas maksimal.

Kenapa kau tertawa?” ujar Taehyung, langsung mengalihkan pandangannya pada Sujeong.

Sujeong tentu tidak membalas -tidak bisa, toh sekarang ia sedang tertawa kencang. Membiarkan suaranya membahana ke mana-mana. Mata tertutup dan melengkung sempurna.

Taehyung melambaikan tangannya di depan wajah Sujeong. “Kau tidak sedang berpikir bahwa keberangkatan mereka gagal, kan?”

.

..

Kenapa ketawanya tambah keras, sih?”

Ketika Sujeong sudah mulai bisa mengontrol diri, bibir bagian bawah Taehyung sudah naik beberapa senti, membuat bibir laki-laki itu melengkung ke bawah. Mata kirinya menyipit sedikit.

Maafkan aku, sunbae,” kata Sujeong. Ia menyeka sebulir air mata yang menempel di sudut matanya.

Ini terlalu lucu bagi Sujeong. Namun menyenangkan dan menenangkan di saat yang bersamaan.

Bukankah ia terlalu mengkritisi arti ‘senang’ dan ‘teman’? Ia tidak perlu mempertanyakan definisi dari keduanya. Ia tidak perlu logika untuk merasa senang ataupun menganggap orang lain sebagai temannya.

Baiklah, apalagi untuk kasus bersama Taehyung, Sujeong hanya perlu merasakannya.

Ia senang. Tidak terbebani. Itu yang penting sekarang.

Aku senang sekali bisa berteman denganmu, sunbae,” tambah Sujeong. Ialu memamerkan senyum serta kedua ibu jarinya ke arah Taehyung.

Sedangkan Taehyung lagi-lagi mengamati Sujeong dalam interval yang cukup lama bersama kesunyian. Sujeong merasa canggung mulai merasupi, namun tiba-tiba kinerja jantungnya malah harus meninggi saat seulas senyuman lebar terbentuk di wajah sang senior.

Alien Victory dan Rabbit Cyrstal sukses mendarat di bulan,” ujar Taehyung, mengikuti Sujeong, ia mengangkat kedua ibu jarinya. Tanpa lupa untuk menempelkan kedua ujungnya dengan miliki Sujeong.

Saatnya merencanakan kehidupan yang baru,” tambah Taehyung.

Lagi-lagi Sujeong nyaris lupa caranya bernapas. Kali ini tentu karena alasan yang berbeda. Meskipun karena orang yang sama.

Sedetik, dua detik, tiga detik. Sujeong masih mencoba menjawab pertanyaan dalam otaknya.

Apa artinya perasaan suka? Apakah perasaan hangat yang sekarang ia rasakan adalah perasaan suka? Tunggu…

Kau kebanyakan bengong.”

Ah, iya. Maaf.”

…dan minta maaf,” tambah Taehyung.

Sujeong tidak membalas. Ia menggelengkan kepalanya kencang-kencang. Mencoba membangunkan diri dari halusinasi yang entah kenapa dengan mudah mengelabui. Perasaan senang itu masih ada, malah bertambah kuat.

Apa Victory dan Cyrstal, eng, mereka teman?” tanya Sujeong gugup.

Iya,” balas Taehyung dengan cepat. Laki-laki itu mengangguk.

Ke-kenapa?” tanya Sujeong dengan nada agak bergetar.

Karena Victory menyukai senyum milik Crystal,” ujar Taehyung sambil memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi.

Demi Tuhan, Sujeong tidak tahu bahwa mengonsumsi senyum Taehyung bisa membuat kinerja tubuhnya menjadi tidak normal. Pipinya sekarang mulai panas. Sejak kapan ia bisa merasa sehangat ini di tengah-tengah dinginnya cuaca malam?

.

..

Sunbae,…sepertinya Crystal juga menyukai senyum milik Victory.”

◊◊◊ fin ◊◊◊

◊◊◊ A/N ◊◊◊

Halooo, maafkan ini aneh banget :”) Gak tau mau dibawa kemana sebenernya…mungkin di bawa naik ke bulan? Ehe, wkwkwk. Ini gak sefluffy sebelum2nya. Aku sendiri jg tiba-tiba bingung bgt gmn ngutarain ‘senang’ dan ‘teman’ dalam kata-kata, jadi, ya gitu :”D. Mungkin karena castnya Taehyung jadi kebawa anehnya dia jg iiiih.

Ditunggu jejaknya ya dan semoga terhibur 🙂

◊◊◊ A/N (lagi??) ◊◊◊

Semoga ketika sudah sampai penghujung cerita jadi engga bingung yah sama maksud kalimat-kalimatnya Taehyung, ehe XD

Advertisements

19 thoughts on “[An UFO] Naik ke Bulan

  1. *klepek-klepek

    selalu suka sama cerita tae – ryu. apapun genrenya ^^
    karakter asli mereka kuat, jadi selalu pas aja kalau dituangin ke cerita..

    suka gaya bahasnya ka azel ><
    dapet banget deg-degannya ryuuu

    mau dibikinin yang gini lagi duuung.. yang pendek-pendek tapi uwit dan unik.. kekekeke.. tapi tokohnya yoongi jiae *haha teuteup

    Like

    • Huee makasih udah klepek-klepek :”) Kukira ini gak menarik soalnya gak ada yang komen wkwkwk #salahinTaehyung. Iyaa sii, aku juga, asal main castnya udah bias sih jd suka2 aja wkwkwk XD

      Huaa, makasih Naya~ Aku masih dalam masa mencari identitas tulisan kok :”) Aku ngebayangin senyum lebarnya Taehyung pas nulis ini, kek, nular banget senyumnya >.< Sama halnya kayak senyumnya Sujeong hueee nular bangeet. Aaaah cinta sama mereka berdua ❤

      Yoongi Jiae dalam proses #eaaak, tunggu yah ❤
      Makasih sekali lagi Naya :3

      Like

      • Hahaha.. kenapa jadi salahin taehyung coba -,-

        Iya, senyum mereka tuh nular.. Tumpeh2 gitu kalau udah senyum. Sama-sama ceria dan kayanya.. ryu itu bisa ‘ngimbangin’ alien tae gitu. haha. tiba-tiba pengen mereka MC bareng lagi

        Like

      • Huaaa iya sama bangeet. Mau liat mrk MC bareng lagiii…tp nanti kalo Sujeongie dibash lagi jg ku tak mau, huft sedi :”(

        Like

  2. Kak Azeeeeeeel ah kiyowo banget ini fanficnya huhu
    Aku suka aku suka! Genre sama pembawaan kakak itu loh yang bikin seneng bacanya abisan school-life tapi yah gitu nggak yg romance menye menye kayak gitu tapi yg keseharian dan ngena banget aduuuuuh mau bikin FF gini juga rasanya hahahaXD
    Terus terus bahasanya kak Azel tuh udah teope ngalir aja, seringan anak sekolahan tapi pas udah narasi sepuitis novel luaran sana. Ajarin aku bikin FF kayak gini kak, kayaknya stuck aja tulisanku._.
    Apalagi ya….. Segitu aja deh cuap cuap Ines hehehehe sering sering bikin FF TaeJeong ya kak! ((Teteup)) Semangat nulisnya kak Azel!^^

    Like

    • Ineeee~ huee ini gak sekiyowo Karena Buku Teks Biologi sama Ayunan menurutkuu (soalnya gak ada adegan ciuman…LOH?!) :V

      Kamu harus tau kalo FF ini terinspirasi dari Kemunafikan, Bosan, dan Cinta punyamuuu! Huee lupa aku cantumin di AN iih >.< Entah kenapa dari sana jadi ngerasa kok Sujeong enak bgt kalo dijadiin tokoh yg bisa ngerelate masalah2 kek gini wkwkwk XD. Buat dong Nes mumpung lagi libur nih hari ini (eh iya kan pada libur?) wkwkwk :3

      Huee, masalah Bahasa aku mah bukan apa2. Masih banyak yg lebih bagus iiih. Yang diksinya keren banget itu, hue aku keknya gak bisa sampe sana :”) Keknya bukan style aku jg mungkin #ea #pembelaaan wkwkwk. Buat narasi jg aku masih suka kelebihan kok Nes, jd kadang suka ngelantur XD Hue, aku ngeri ah ngajarin apa gak ahli, tapi yuk belajar bareng dgn terus menulis dan memberi feedback satu sama lain ❤

      TAEJEONG! TAEJEONG! TAEJEONG! MAU TAEJEONG! #HEBOH
      Makasih sekali lagi Ines, kamu jg semangat yaah. Ditunggu karyamu selanjutnya :3

      Like

  3. Ihh lucu bgt ceritanya wkwkkw suka deh sama sujeong-taehyung..
    Aduhhh.. gatau mau bilang apalagi ugh>< ini ff daebak banget…
    Yampun.. aku benar-benar membayangkan diriku jadi Sujeong wkwkwkwk #plak
    Okeehh.. keep writing and fighting, Azel!! 😀

    Like

    • Huaa makasih, Shel (Shela? Nah mulai sok tau deh, Zel ..v) udh nyempetin baca dan komentar~ Makasih jg ‘daebak’nya huee ><

      Huee mau jg yah lg ada masalah sama temen trus dicupcupinnya sama tingkah laku Taehyung yg gaje? Hihihihi ku jg mau wkwkkwkwk

      Iyaaah, makasih banyak Shel semangatnya ❤ Nantikan yg lain yah ehehehhe xD.

      Like

  4. hallo author azeell, aku kembali setelah baca ff ‘SERAKAH’ yg langsung masuk ke duniaku hehehe…

    aku gatau kenapa author pinter banget bikin diksi yg bagus sih? minta ajarin boleh ekm hehehe ∩__∩.

    aku mau cerita dikit nih.. aku juga punya temen macem si Tae-tae yg disini nih, tapi beda kasus ini lebih ke alien kalo temenku tujunya ke manga. kalo diajak bicara ngelantur kemana-mana tapi setelah kenal lebih jauh ternyata dia pinter loh hahaha jatuhnyacurhatnih

    bagus banget bikin pairing TaeJeong yg jadi banyak shipper karena ngeMC bareng.. dan masuk banget pas di imajinasikan hehehe

    tetep buat ff BTS×Lovelyz yah,Bangtan-Lovelyz harus dipertahankan . kalo ada yg pairingnya Jimin sama Kei ya ? see you di next karyanya author ^∇^

    Like

    • Halooo, Adeeel >____< Kamu udh selesai mimpiin gmn Yoongi Jiae jadian yaah? HUEE makasih udh mampir lagii :3

      Huee menurutku diksiku masih cupu, Del :”) Cuma aku emng nyoba sebisa mungkin penyusunan kalimatnya make kata2 yg beragam dan gmn gitu. …eh gak tau jg deng aku jg masih belajar kok :”). Hueee ayo belajar bareng >__<

      Wkwkwkwkwk manga lover berat ya diaa? XD Yg kek gitu greget2 gmn gak sii? Kadang kita lg gak serius2 amat, dibawa ngelantur malah seneng gak siii wkwkkw. Tp kalo lg bete…trus…lg serius…eh…ngelantur…heum… #iniKnpBanyakTitiknya…

      TaeJeong tuh…agh, aku tidak bs deskripsikan dengan kata2 :”) Suka bgt sama mrk, soalnya sama2 punya senyum yg nulaaaaar huaaa gak kuaaat. Aku pernah spazzing foto Sujeong trus senyum2 gituuu ih parah gara2 foto dia senyum2 semuaa >_<

      Aku adalah nahkoda sejati kapal cinta BTS dan Lovelyz wkwkwkwkwk. Jimin Kei ada loh di Karena Buku Teks Biologi hihihi #promosiTerselubung >__<

      Sekali lagi makasih Adeeel ❤

      Like

  5. ah author mah banyak terimaksih 🙂 sudah kewajiban kalo habis baca harus ninggalin jejak biar ga jadi pembaca gelap huehehehe dan biar authornya ga kecewa kan ??

    aku suka banget sama karya-karyanya author azel, post lebih banyak lagi ya? aku menunggumu hehehe ..

    iya temenku itu gitu kak! kadang bikin emosi kadang seru juga kalo di buat seneng hehehecurhatmulu

    selamat berkarya kakak o(^▽^)o

    Like

    • Hehehehe, iyaa sii. Tapi kadang aku sendiri cuma ngelikes #wadu eh tapi ngelikes udah jejak si wkwkwk >.< Pokoknya makasih sih buat semua yg udah baca, komen, dan ngelike ❤ Huee, iya, dengan dikomentarin gitu aku jd tau sih sebenernya cerita yg aku buat itu kek mana :”)

      Huee iyaaa makasih udah mau nunggu :” Semoga aku bs ngasih yg lebih baik ehehehehe XD

      Gpp gpp XD siapa tau aku jd dpt ide kalo dicurhatin sama kamu >.< #timSukaCurcol

      Siaap, Deel. Makasiiih yaah ❤

      Like

  6. Kebanyakan senyum-senyum nih baca ff ini =D
    Mereka tuh sepasang teman yang lucu sekali :’D Sujeong-nya jadi baper kan tuh
    apalagi pas “Sunbae,…sepertinya Crystal juga menyukai senyum milik Victory.”
    Duh /lambaikan tangan ke arah kamera /woy ini acara apaan
    good job, author
    Ini bagus banget, suka sama Taehyung yang aneh gitu tapi di depan Sujeong bisa nunjukin senyumannya (Y)

    Like

    • Huaaa, makasih Aihara udah nyempetin baca dan komentar ini juga :”)
      ‘Lucu’ dan ‘Ga jelas’ beda tipis deh kalo udah ada Taehyungnya wkwkwkwk.

      Itu salah satu gejala kalo Sujeong udh mulai ngelantur kek Taehyung >.< Wkwkwk cari aja Ai, mungkin di sekeliling kamu emang ada kamera…CCTV, mungkin? XD

      Huee Taehyung emang gak jelas, aku jg gak ngerti kenapa dia senyum… #EH

      Sekali lagi makasih Ai udah bikin aku tambah semangat nulis hehehehe ❤

      Like

  7. Aku, orang paling telat baca ini kayanya. Kak azel, coba bikin genre comedy/ih maksa banget/. Kaya nya pasti berhasil deh, soalnya aku baca fluff ka azel bawaan nya ketawa mulu/diih/ ga tau tuh kenapa entah otak ku yang geser atau ada kesalaham teknis otak/sama aja deh kayanya/
    diksi nya kak azel selalu memukau ya, ga kaya aku. Ajarin dong kak…..yang jelas INI MANIS KAYA GULA LEBIH DARI TAKARAN KUE YANG BISA BIKIN DIABETES…..sekian^^
    #nyeburkelaut

    Liked by 1 person

  8. Aku, orang paling telat baca ini kayanya. Kak azel, coba bikin genre comedy/ih maksa banget/. Kaya nya pasti berhasil deh, soalnya aku baca fluff ka azel bawaan nya ketawa mulu/diih/ ga tau tuh kenapa entah otak ku yang geser atau ada kesalahan teknis otak/sama aja deh kayanya/
    diksi nya kak azel selalu memukau ya, ga kaya aku. Ajarin dong kak…..yang jelas INI MANIS KAYA GULA LEBIH DARI TAKARAN KUE YANG BISA BIKIN DIABETES…..sekian^^
    #nyeburkelaut

    Like

    • Huaaa, kaget ada notif yg ngomen ini ff gak jelas wkwkwk XD
      Waduh, waduuuuu, aku mah orangnya gak humoris, Ni, cuma gaje garing kayak keripik tuh baru iya :”) Keknya otak kamu deh yg gimana gitu wkwkwk /plaaaak/

      Diksi…engga, engga :”) Gak tau pas aku lagi bales komen ini aku lagi WB gimana gitu, jadi menurutku diksi aku masih labil gitu kok, kadang alay kadang -menurutmu- bagus :”)

      HUE IYA AKU NAIK KE BULAN JUGA DEH MAU KETEMU VICTORY SAMA CRYSTAL SINI IKUT #apaLagiIni wkwkwk

      Makasih Ani udah baca Naik ke Bulan jugak heuheu ❤

      Like

  9. Pingback: [TEASER?] Love is… | Lovelyz Fanfiction Indonesia

  10. Pingback: [An UFO] Hanya Satu Kata – Lovelyz Fanfiction Indonesia

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s