Posted in azeleza, Friendship, General / G, LFI FANFICTION, School-Life, Vignette

[A Stepping Stone] Serakah

20151210_105647

Serakah

by azeleza

Cast : Yoo Jiae [Lovelyz] || Min Yoongi [BTS]

Genre : Friendship? – School Life – Romance

Rating : G

Length : Vignette

◊◊◊ S ◊◊◊

Jika kemarin ada yang bertanya pada Min Yoongi kapan terakhir kali ia membiarkan orang lain masuk ke apartemennya, maka Yoongi akan menjawab ‘sekitar enam bulan yang lalu’. Namun, jika pertanyaan itu dilemparkan hari ini, maka Yoongi terpaksa harus menjawab ‘satu menit yang lalu’. Kenyataan itu membuat Yoongi ingin mencaci tubuhnya yang terbelenggu penyakit bernama flu.

“Aku letakkan di sini tidak masalah?” tanya Yoo Jiae sambil meletakkan coat merah mudanya di atas meja. Tanpa permisi, ia masuk lebih dalam ke teritori pribadi Yoongi.

Flu dan kehadiran perempuan bernama Yoo Jiae di apartemennya? Petaka.

“Masalah,” balas Yoongi datar, masih menahan kesal.

Jiae langsung menoleh, merasa bersalah. “Serius? Aku taruh di lantai saja, deh,” katanya berbalik untuk meletakkan coatnya di lantai.  “Tidak apa-apa, kan?”

“Apa-apa.”

Jiae berjengit. Matanya membesar, jelas-jelas kebingungan. “Trus aku taruh dimana?”

“Jangan ditaruh dimana-mana. Kau pegang. Lalu bawa pulang. Sekarang,” kata Yoongi. Ia mengambil coat milik Yoo Jiae dari lantai, lalu menyodorkannya paksa kepada tangan sang pemilik.

Alih-alih menuruti perkataan Yoongi yang notabene selalu sepedas ramyeon yang dijual di kantin sekolah, Jiae malah lebih tertarik terhadap suhu tubuh Yoongi yang ia rasakan lewat tangan Yoongi yang tidak sengaja menyentuh lengannya. “Kau panas banget, Ketua. Sudah minum obat? Sudah makan? Aku bisa buatkan bubur. Apa kulkasmu ada isinya? Tenang saja aku sudah bawa persiapan.”

Emang panas, banget, Wakil Ketua. Belum. Belum. Tidak perlu. Kosong. Puas? Bisakah kau angkat kaki dari sini sekarang?”

Mulut Jiae sudah terbuka, namun tidak ada suara apalagi kata-kata keluar dari sana. Beberapa helaan napas, Jiae masih diam seperti patung di dekat gerbang utama. Yoongi akhirnya hilang kesabaran.

“Biarkan aku istirahat, Yoo Jiae. Pekan olahraga akan diadakan minggu depan. Daripada mengacaukan hibernasiku –dan membuatku semakin sakit, sebaiknya kau urus beberapa dokumen yang masih belum ditandatangani kepala sekolah karena permintaan dana dari kelas tiga yang besarnya kelewatan. Heran. Sudah mau lulus tapi masih bikin repot.” Yoongi menggerutu sambil mendorong bahu Jiae. Menyuruh wakilnya di organisasi siswa tertinggi di sekolah itu pergi dari apartemennya.

“Sudah selesai, kok,” balas Jiae dengan sedikit berteriak. Ia bergerak ke kiri, lalu menjauh dari Yoongi. “Kau pasti tidak percaya, kan?”

“Tidak percaya,” balas Yoongi singkat.

Jiae mendengus. Menyipit sinis kepada Min Yoongi yang selalu mempertanyakan –dan meremehkan– kompetensi yang dimiliki Yoo Jiae sebagai Wakil Ketua OSIS.

Memang harus Jiae akui, ia berhasil terpilih sebagai wakil ketua hanya karena kepopulerannya di kalangan para siswa. Jika beberapa orang yang memilih Yoo Jiae ditanya mengapa mereka memilih perempuan itu, Jiae tahu pasti jawabannya adalah “Dia cantik,” atau “Dia baik,” atau “Dia anak direktur YooungLife Corp itu, kan?” Ia juga bukan perempuan yang super pintar, teliti, lihai membagi waktu, apalagi bernegosiasi. Yoo Jiae populer. Sudah, itu saja alasannya.

Sedangkan Min Yoongi, walaupun memperoleh lebih sedikit suara daripada dirinya, berhasil mendaratkan diri sebagai Ketua OSIS karena kepercayaan komite guru dan kepala sekolah. Mereka percaya pada sosok Min Yoongi yang berwibawa, pintar akademis, salah satu shooter andalan klub basket, dan ramah.

Iya. Ramah. (Author tidak salah ketik ._.v)

“Aish, kau tidak mau pergi juga??” desis Yoongi sambil mengacak-acak rambutnya. Seketika itu juga ia merasa dunia seakan bergerak sepuluh derajat lebih condong ke kanan. Untungnya Yoongi berhasil menopang tubuhnya di sandaran bangku.

Lalu setelah beberapa belas menit kemudian yang hanya bisa samar-samar Yoongi ingat, tubuhnya sudah berada di atas kasur. Berada di bawah selimut sambil mengigil kedinginan. Bibirnya terasa pahit bersamaan dengan perutnya yang mulai lapar.

“Ramah apanya, cih,” dumel Jiae yang sedang memeras kain untuk diletakkan di atas kening Yoongi.

Sebenarnya Jiae ingin sekali berteriak kepada seisi sekolah, menyadarkan para siswa dan guru yang tertipu sikap ramah dan murah senyum Min Yoongi. Andaikan orang-orang tahu seberapa menyebalkan dan dinginnya Yoongi, pasti Jiae akan sedikit lebih lega. Salah apa Yoo Jiae di kehidupan sebelumnya hingga ia terpilih menjadi satu-satunya orang di sekolah yang mengetahui watak seorang Min Yoongi yang sesungguhnya?

“Dasar Ketua muka dua.”

“Aku mendengarmu, Wakil.”

“Hih, kau mengagetkanku!” Jiae diam sebentar, memperhatikan wajah putih Yoongi dan deru napas laki-laki itu yang berangsur normal. “Kau sudah kuat untuk bangun? Buburnya sudah jadi nih.”

“Tidak beracun?”

Jiae mendesis, lalu terpaksa memutuskan untuk menyalurkan kekesalannya dengan hanya memeras kain sekuat tenaga. “Kalau beracun, sekarang aku sudah ada di alam sana,” katanya sebelum berjalan menuju dapur.

◊◊◊

Sampai Yoongi berhasil menelan suapan bubur terakhirnya, lalu meminum air dan menelan obat, Jiae tidak mendengar satupun ucapan terima kasih terlontar dari mulut laki-laki itu. Batinnya meronta, namun ia tidak menyuarakannya ke dunia nyata. Toh ia lelah juga adu suara dengan si Ketua. Jujur saja, Jiae tahu siapa yang akan kalah jika perdebatan terjadi –dirinya.

“Aku tidak tahu kau seorang underground rapper,” ucap Jiae, berusaha tidak terdengar kaget ketika ia melihat piagam penghargaan di atas meja belajar Yoongi. Ia mengangkatnya untuk sekali lagi memastikan kenyataan yang ada. “Whoa, piagam yang ini untuk The Best Composer. Whoaaa.”

“Letakkan itu sekarang atau aku benar-benar akan menyeretmu keluar dari sini. Cepat pulang sana,” kata Yoongi tidak suka.

Sebuah bom meledak di hati Jiae. Ada batas di mana seseorang bisa bertindak keterlaluan. Dan menurut Jiae, Yoongi telah menembus batas itu saat ini. Ia berbalik dan berjalan cepat ke samping kasur Yoongi. Alisnya naik sebelah. Mulutnya bergerak tanpa suara –komat-kamit menahan amarah.

Kemana Min Yoongi yang selalu tersenyum kepada teman ataupun junior yang menyapanya? Kemana Min Yoongi yang selalu merendah ketika dipuji oleh guru karena berhasil membantu pekerjaan mereka? Kemana Min Yoongi yang selalu mendapatkan tepuk tangan meriah atas pidatonya yang berwibawa tiap upacara Senin pagi di aula? Kemana Min Yoongi yang selalu berterima kasih setiap hari kepada rekan OSISnya?

Entahlah kemana.

Karena bagi Yoo Jiae, Min Yoongi yang seperti itu tidak pernah sepenuhnya nyata. Min Yoongi yang ia kenal adalah laki-laki dingin, tukang marah, bermulut pedas, dan tidak suka diganggu.

“Apa? Kau mau mewek lagi?” tanya Yoongi. Jelas-jelas merujuk peristiwa di mana Jiae menangis ingin hengkang dari jabatan Wakil Ketua OSIS karena sudah tak tahan dengan semua ucapan pedas Yoongi yang tidak ada habisnya. Entalah, mungkin otak Yoongi memunyai pabrik cabai sendiri yang fokus memproduksi kalimat-kalimat pedas.

“TIDAK!” teriak Jiae. Ia menarik napas panjang-panjang. Jiae yang sekarang bukanlah Jiae yang dulu.

Memangnya ia boneka yang tidak tahu caranya menjadi dewasa? Memangnya ia sebodoh itu mau saja dimarahi terus menerus oleh ketuanya?

Iya, Min Yoongi yang selalu memarahi keteledorannya. Menyuruh Jiae mengoreksi satu per satu kesalahannya walaupun malam sudah terlalu larut bagi dua remaja delapan belas tahun berada di sekolah untuk membenahi laporan pertanggung jawaban sebuah acara. Memberi Jiae tugas survei keliling kelas demi mendapatkan ide pekan olahraga yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Atau memaksa Jiae belajar berbicara di depan orang banyak dengan benar dan tanpa grogi –lalu sengaja tidak masuk sekolah pada hari Senin sehingga Jiae harus menggantikan sang Ketua berpidato saat upacara.

“Kau. Menyebalkan. Sangat sangat sangat menyebalkan.” Jiae berhenti untuk menarik napas lagi dan berpikir apakah ia benar-benar akan mencurahkan semua isi hatinya kali ini…

Well, memangnya mau kapan lagi?

“Kau pintar. Pandai olahraga. Handal berbicara. Berwibawa. Teliti. Cekatan. Jago berpura-pura ramah. Bisa membagi waktu dengan baik. Semua program kerjamu berlajan lancar dan selalu lebih keren dari sebelumnya. Kau Ketua OSIS yang dibanggakan. Lalu kau juga seorang rapper dan composer berbakat.

Oh, kau bisa hidup mandiri dan tinggal di apartemen mewah seorang diri. Awalnya kukira apartemenmu akan berantakan seperti kapal pecah. Tapi ternyata sangat bersih seakan kau sama sekali tidak punya celah. Memangnya seberapa banyak lagi kau ingin mengambil semua predikat baik yang ada di muka bumi ini untuk disandang, Min Yoongi?? Kau sangat serakah!”

Jiae mendengus, tanpa sadar kapan ia meletakkan telunjuknya di kening Yoongi. Tanpa mau peduli juga atas tidak-suka-tapi-suka-nya ia pada Min Yoongi. Laki-laki itu selalu berhasil mengacaukan emosi Jiae. Suatu waktu membuat Jiae keki setengah mati, namun suatu waktu lain membuat Jiae bangga telah menjadi salah satu tangan kanannya.

Yoongi menepis tangan Jiae, lalu bangun dari posisinya untuk mengernyit bingung atas perubahan sikap sang wakil yang begitu signifikan. “Kau ini ngomong ap-”

“Aku belum selesai!” sela Jiae.

“Dengar ya, aku adalah anak perempuan terakhir di keluargaku. Selalu dimanja. Tidak pernah susah dan repot. Pokoknya hidupku semudah membuat bubur di rice cooker dengan perbandingan beras dan airnya adalah satu banding tiga, lalu tinggal menunggunya selama tiga puluh menit, sebelumnya jangan lupa tambah bumbu sesuai selera. Kau harusnya bangga karena bubur yang kau makan adalah masakan pertamaku selama delapan belas tahun bernapas di dunia.“

“Yoo Jiae apa mak-“

“IIh, biarkan aku selesai bicara.” Jiae gregetan, seakan ia akan sangat sangat sangat kecewa jika tidak mengutarakan ini semua sekarang juga.

“Pokoknya karena ulahmu, aku jadi harus belajar ini itu. Mengerjakan ini itu. Membuang waktu senggangku di hari Minggu untuk membenahi laporan ini itu,” cibir Jiae dengan bibir mengerucut.

“Pokoknya semua. Bahkan Ayahku tidak pernah mau membangunkanku pagi-pagi saat weekend. Tapi kau malah mengancam akan membuang semua pernak-pernik kesayanganku di ruang OSIS kalau tidak mau rapat online jam enam pagi dengan calon siswa program pertukaran pelajar hari Minggu kemarin. Jam enam pagi. Dari dua puluh empat jam yang tersedia, kau memilih jam enam pagi, Min Yoongi. Apa kau gila?”

“Di negaranya sudah jam sembilan…” Yoongi berusaha memberikan alasan. Tubuhnya sudah menempel pada sandaran kasur. Mencoba menjauh dari tubuh Jiae yang terus mendekat sambil berapi-api berucap.

“Tidak peduli! Kenapa tidak habis dia makan siang saja?? Lalu ketika kita sedang sibuk-sibuknya mengurus pekan olahraga, kau malah sakit. Tidak ada yang salah dengan itu, sih. Yang menyebalkan itu adalah ternyata kau sudah mulai sakit sejak dua hari yang lalu, tapi kau tetap memaksa masuk dan mengurus ini itu sampai akhirnya kau pingsan saat pelajaran olahraga kemarin.

Setidakpercaya itukah kau kepada kemampuanku? Kalau saja kau mau memberikan tanggung jawabmu sedikit lebih banyak kepadaku, kau pasti sekarang tidak sedang tidur-tiduran di sini dengan wajah pucat seperti orang mau mati…Kau tidak akan sakit seperti ini. Lagipula kau bisa mengajariku kalau memang urusannya sulit. Aku kan wakilmu…kenapa…”

Kali ini bibir Jiae berhenti untuk menggigit mulut bagian dalamnya –menahan air mata yang mulai mendesak ingin keluar. Parahnya, otaknya tidak paham kenapa ia ingin menangis.

Kesal terhadap Min Yoongi?

Khawatir terhadap Min Yoongi?

Kesal dan khawatir karena di sekolah hari ini tidak ada Min Yoongi?

“Maaf…dan terima kasih, Yoo Jiae.”

Jiae berteriak tertahan mendengar kalimat itu. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Sayangnya tidak mempan. Perasaannya masih terlalu campur aduk untuk menerima deklarasi perdamaian.

“Maaf atas apa? Terima kasih atas apa? Kau menyebalkan!! Tapi aku tidak bisa membecimu, membuat poin menyebalkanmu jadi dikali dua pangkat seribu. Kau sudah terlanjur membuatku repot. Daripada setengah-setengah, kau harus terus membuatku repot sampai kepengurusan kita berakhir! Jangan pernah menyuruhku pergi, apalagi mengurus semuanya sendiri. Paham?”

“Hm.” Yoongi menggumam sambil mengangguk kecil.

“Jangan pernah memaksakan diri.”

“Hmm.”

“Jangan lupa makan dan menjaga kesehatan.”

“Hmmm.”

“Jangan lupa istirahat.”

“Hmmmm.”

“…Seriusan?” Kali ini Jiae diam karena bingung atas sikap ‘manis’ Yoongi. “Kau tidak sedang setuju-setuju-saja supaya aku berhenti marah, kan?”

“Tidak,” balas Yoongi dengan cepat. “Aku serius. Aku benar-benar akan merepotkanmu setelah ini. Memberikanmu otoritas lebih banyak lagi untuk mengatur laporan pertanggung jawaban acara. Lalu laporan harian juga. Kau bisa mengurus relasi dengan beberapa OSIS SMA lain mulai besok. Lalu untuk komunikasi dengan setiap klub yang ada di sekolah, kau bisa ikut memban-“

“Em…tunggu, Ketua-”

“Iya, pidato rutin juga akan kuberikan kepadamu setiap dua minggu sekali.”

“Ha ha…yang itu tidak usah, sungguh.” Jiae mencengkram kepalanya, yakin bahwa setalah ini ia akan semakin kerja rodi.

“Tidak masalah. Maafkan aku yang tidak peka. Sepertinya kau sangat bersemangat mengurus ‘semuanya’.” Yoongi menarik sudut bibir kanannya, menghadiahkan Jiae dengan sebuah senyum miring dan memiliki arti yang jauh dari ‘kabar baik’.

“Semangat, ya, Wakil Ketua. Aku mengandalkanmu.”

“Min Yoongi…,” Jiae terkekeh sinis dan terpaksa, “kau memang menyebalkan,” tambahnya dengan penekanan di setiap kata.

.

..

“Tapi…terima kasih,” balas Yoongi. “Terima kasih telah menjadi wakilku. Dan atas semuanya.”

“Ho. Ya…em, terima kasih juga.” Jiae segera memalingkan wajah. Ia sudah sering mengharapkan kalimat itu terlontar dari bibir Min Yoongi. Tapi setelah penantian panjang ia mendapatkannya, Jiae malah merasa perutnya seakan sedang digelitiki oleh sensasi yang sarat arti.

“Sekarang, bisakah kau pergi dari apartemenku?” pinta Yoongi dengan nada serius.

“Apa sih? Kenapa kau malah mengusirku lagi??” Hati Jiae kembali meradang. Padahal baru semenit yang lalu ia kira hubungan mereka dapat menjadi lebih baik.

“Sebelum aku menjadi semakin serakah.”

“Ha?”

“Sebelum aku menuntut hubungan kita lebih dari sekedar Ketua dan Wakilnya.” Tangan Yoongi berhasil meraih ujung rambut Jiae, memainkan helaian itu di jemarinya. Lalu seakan sudah terbiasa, berpindah pada pipi Jiae yang mulai merona. “Sebelum aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku yang sesungguhnya kepadamu, Yoo Jiae.”

Panas. Telapak tangan Yoongi terasa panas di wajah Jiae. Entah kenapa malah membuat Jiae membeku di tempat. Paru-parunya sulit meraih oksigen di udara. Jantungnya memompa kencang seakan tidak akan ada hari lain setelah malam tiba. Jiae mulai bertanya, sebenarnya yang panas itu tangan Min Yoongi, atau wajahnya?

Mata mereka beradu tatap. Mencoba saling mengartikan maksud yang terpatri di dalam maniknya. Kebersamaan mereka sudah terlalu banyak untuk dijabarkan dalam satu –bahkan dua hingga tiga lembar kertas A4. Senang, sedih, panik, kesal, tawa, amarah. Ketika keduanya melihat ke dalam isi hati masing-masing, logika lagi-lagi berperan antagonis dan mengambil alih. Menghalangi jalan bagi kejujuran untuk menyatukan keduanya.

“Yoongi…kau, kau ma-masih demam.” Setelah keheningan yang terasa begitu lama, Jiae berhasil mengontrol diri. “Mungkin kau harus ,em, istirahat. A-aku akan pulang setelah merapikan dapur.”

Yoongi tidak bicara, matanya menatap wajah Jiae yang kebingungan. “Mungkin,” kata Yoongi dengan suara parau, lalu menghempaskan kepalanya kembali ke atas bantal setelah Jiae berlari keluar kamar.

Ia menutup kedua mata, tidak lupa meletakkan lengannya di atas muka. Dalam hati merutuki diri sendiri kenapa ia tidak mengusir Jiae sejak awal. Cepat atau lambat, Yoongi tahu bahwa hal ini akan terjadi jika ia membiarkan Jiae berkeliaran di apartemennya.

Bagaimana Yoongi  bisa tahan berduaan bersama Jiae dengan semua kualifikasi perempuan itu yang selalu menarik perhatiannya?

Lalu dengan semua titel membanggakan yang menempel pada dirinya, Jiae sudah bilang bahwa Yoongi serakah?

Yang benar saja.

Yoo Jiae bahkan belum tahu, seberapa besar Min Yoongi menginginkan perempuan itu menjadi miliknya.

 

◊◊◊ fin ◊◊◊

◊◊◊ A/N ◊◊◊

Untuk pertama kali enggak nyantumin ‘fluff’ di kolom kategori :”) Ini sama sekali tidak manis. Aku mulai meragukan diriku sebagai #pencintaGulaGula. Awalnya mau ngebuat Yoongi langsung aja nyium Jiae atau sebagainya #biarJadian #eh, tapi aku gak mau. Nanti Jiaenya ketularan sakit sedangkan mereka bakal sibuk ngurusin pekan olahraga… #alasanMacamApaIni.

Terima kasih buat semua yg udah meninggalkan jejak jadi aku tetep semangat nulis ❤ Maaf kalo aku belum memberikan kalian semangat yg sama :”) Btw, di MV baru, Kak dan Dik Lopelis cantik-cantik bgt aku gak kuat #oot.

Terima kasih sekali lagi, semoga terhibur :3

Advertisements

Author:

Don't stop. Just run!

46 thoughts on “[A Stepping Stone] Serakah

  1. tolong aku speechless….
    SERIUS KAMU BILANG INI GAK MANIS HAH TERUS YANG MANIS KAYAK GIMANA X’) aku baru aja pulang dari uas terus baca terus SENYUM-SENYUM NONSTOP SENDIRIAN TERUS JEJERITAN SENDIRIAN HUHU x’D
    gila aku suka banget sama deskripsi kegalakan Yoongi apalagi bagian ramah yang kamu kasih author note ya SERIUS RASANYA AKU PENGEN NANGIS. terus gara-gara kamu kayaknya abis ini aku bakalan ikut-ikutn ngestan Jiae-Yoongi huh tanggung jawab kamu!! (hah apaan). AAAAH keinget! aku sukaaaaaaaaa banget sinisnya Yoongi pas bagian Jiae mau geletakin coat ya ampun apalagi pas Jiae nanya gak pa-pa kan lah dijawab “Apa-apa.” YA AMPUN PENGEN NGAKAK X’D
    overall terima kasih banyak ya udah bikin ini HUHU bikoz this is really made my day you’re an amazing #pecintaGulaGula trust me!!!
    p.s. aku Meyda kelahiran 99. maafkan komentarku ya soalnya aku terlalu antusias x’3

    Like

    1. Huaaa halooo Meydaa, aku Azel anak 95 yg sudah tuaa >_< makasih udah mau baca :”)

      Hueee abisan endingnya gak bahagiaaaaa #gakSukaYangGakBahagia #tapiDibuatJuga :””

      Yoongi pokoknya gitu, tauladan abis di depan semua orang kecuali Jiae :” Yoongi Jiae tuh gemesh gitu kalo dijadiin menurut aku. Sampe skrng ngeliat Yoongi tuh kek cowo2 galak tp baik, trus setiap liat Jiae tuh keinget cewe anak mama tp sebenernya engga, jd kek kyaaaa lucu ajaaa. Ayok stanin mereka bareng wkwkwkwk xD

      Huaa makasih jg Mey udh terhibur >_< Aku mulai percaya diri lg nih sbg #pencintaGulaGula wkwkwk xD Sekali lg makasih waktunya buat baca dan komentar :3

      You’ve made my day, too, Mey ❤

      Like

      1. Hah masih muda kok, kak! masih se-taehyung kan xD huh malah kadang menurutku ending yang menggantung tapi menjurus (??) begitu lebih sweet kak (menurutmu doang mey wkwk).
        IYA BENER BANGET, abis penampakan Yoongi yang bad-ass abis kalo dipasangin sama Jiae yang calm abis kayaknya bakal bagus (??) AIH AIH beneran kan aku sukaa ❤ yoiii sama-sama kak xD

        Like

      2. Huf, iya siii, umur boleh 20, tp hati mah…30? #lah wkwkwkwkwk

        Hoooo, gitu ya? Wkwkwkwk ada jg yg mikir gitu yah xD

        Iya, kan kan? >_< Aku ingin mendukung kapal cinta mereka berlayar lebih jauh di samudra ihuiii ❤

        Btw, abis UAS yah? Masih kah? Semangat yaaa belajarnya hihihi, aku jg mau UAS nih minggu depan T.T

        Like

  2. KAKKKK😭😭😭😭😭😭😭 ini bikin aku ‘laper’ sama sequelnya astaga ㅠㅠ /sujud/ BUTUH SEQUEL KAKK😭😭 nilai ff ini begitu berharga sampe aku baperrrrrr😭 10000000000000000 thumbs up🙌🙌
    .
    .
    .
    Kakak baik… sequel ya?😋😂😍😍😍😍❤❤❤❤

    Like

    1. Tipiiiiil, makasih udah bacaaa. Sequel blm kepikiran gmn dong padahal aku jg gregetan mau mereka jadian T.T

      Ya ampun itu nolnya brp banyak? Makasih bgt bgt Tipiil ❤ Aku jg baper masa…gara2 gak kepikiran gmn caranya ngebuat mrk jadian #wayolo :”)

      Sequel2 mungkin bakal nongol akhir bulan #sokSpoiler wkwkwk doakan aku yah mau UAS duluu #curcolAbez :”)

      Sekali lagi makasih tipill :3

      Like

  3. Baru baca ini T.T
    Tanggung jawaaaaaaaaab ka azeeeel
    Aku kena diabetes T.T
    Ini cerita kemanisan
    Yoongi pengen aku geplak pake gagang panci..
    Aaaaaaaaak

    Bikin serial banglyz dums
    Jin jin kan udah, ryu tae udah, yoongi jiae udah, skarang… pairing siapaaa gt.. jimin kei? Baby monster? *xixixixi atau.. miju hoseok?
    Jebaaaaal ><

    Like

    1. Ini manis dimananya, Naaay? :”)
      Coba kamu baca cerita2 sedih sbg penetral…aku sll ampuh menetralisir #gulaGula yg tinggi dgn baca yg bikin baper2 narik tisu wkwkwkwk. Kesian kamu masih muda udh diabet :”

      Tuh kan, ini udh ngebuat Yoongk ditolak mulu sama Jiae, skrng mau digaplak pake panci…Kamu tuh yah…#lindunginYoongiPakeCinta #loh..

      Huaaa makasih semangatnya Nay buat bikin seriaal. Aku orangnya susah mengakhiri sesuatu (baca: karena malas dan kadang feelnya abis) #curhatMulu jd ngeri kalo ngepost duluan sblm bener2 selesai :”). Jimin Kei sama Jungkook Yein ada di Karena Buku Teks Biologi loh, Nay #promosiTerselubung wkkwkwk.

      Buat Jisoo, Mijoo, Baby Soul, Hoseok, RapMon, masih blm dapet ilhamnya niih, mungkin aku harus bertapa dulu di toilet kampus :”) Tapi buat mereka…nantika surprisenya yah #sokSpoilerMulu #awasAjaSampeWacana

      Sekali lagi makasih Nayaaa udh baca, komen, dan bikin aku tambah semangat ❤ Kamu jg jgn lupa selesain Odaeng yaah (dan buat Jiae sadar kalo ada cowo kece namanya Min Yoongi yg lg kesemsem sama dirinya) wkwkwkwk :3

      Like

    1. Halo, Bel >__<
      Iya aku jg gak tau nama kapal cinta mereka apa… SuAe? YonJi? Hem…

      Makasih Bella udh mampir dan komentar :3 Ini lucu…eng, dimananya? :”) Aku kok ya baper ngebuat ini hiks, karena aku tau mrk gak bakal jadian di sini kali yah #gakSukaYangGakBahagia #tapiDibuatJuga =_=”

      Huaa makasih Bellaaaa. Tapi ini masih banyak yg logic miss kok…kayak…padahal Yoongi nyaris pingsan sampe Jiae bilang buburnya udh jadi baru terjadi beberapa belas menit, tp Jiae bilang ngebuat bubur itu 30 menit #baruNyadarSendiri ._.v

      Sekali lagi makasih Bella ❤

      Like

  4. uuuhhhhh diksinya bagus banget.. jadi semakin merasuki pembaca lebih dalam lebih dalam dan berakhir dengan senyum-senyum gajeku ..

    imajinasiku menerima ini lebih dari yg diharapkan author dan mungkin setelah ini aku bakal mimpiin ini hahaha..

    btw iya di mv lovelis yg for you cantik-cantik banget
    ..

    Like

    1. Huaaaa makasih adel udah nyempetin baca dan komentaaar, dan suka jugaa. Hiks banyak yg lebih keren, Del. Tapi makasih udh bisa mendalami kisah mereka yg terhambat tanggung jawab sbg petinggi OSIS sekolah ini :”)

      Kalo di mimpi kamu mereka berdua berakhir jadian, tolong kasih tau aku dong gmn caranya… Belum kepikiran gmn ngebuat mrk jadian hikz T.T

      Iya iiih, aku sampe capek muter MVnya mulu :”3

      Sekali lg makasih, Adel hihihi ❤

      Like

      1. huahaha ini lucu banget author azeleza, setelah kemarin malem baca ff ini ternyata aku mimpiin beneran tauu hahaha (^-^)..

        ceritanya itu persis kayak ini tapi ga detail sih pas Jiae protes dan bilang puanjang banget itu.
        author kan tanya ya? di mimpiku itu Jiae sama Suga lebih ke sekolah gitu dan semakin deket tapi si Suga(r) ini masih saja dingin tapi greget.. bikin kelanjutannya ya author cantik •﹏•

        huehehe suka banget part Kak Sujeong nyanyinya hehehe

        Like

      2. Whoaaaaa, mau jg mimpiin Suga(r) dan Jiae wkwkwkwkwk. Hueee parah si, Del, kok bisa sampe kebawa mimpi :”) Makasih yaah ❤

        Tunggu sequelnya akhir bulan ini, Del hihihi #semogaGakWacana. Kayaknya bakal kayak mimpi kamu deh. Di sekolah2 gitu latarnya >__<

        Makasih sekali lagi Adel ❤

        Like

  5. Hai kak,Aku nabilah ,hehe aku hanya reader biasa,Penikmat/? FF BTSxLovelyz huhu😘

    Sukadeh FF nya,manis banget mau Diabetes nih haha😀
    Aku bayangin pan ini kenyataan wihh keren 😊
    Suga-Jiae couple aku suka banget😀

    Udah deh aku klo komen absurd gini,intinya FF author selalu bikin diabetes💚 Keep Writing (^^)9

    Like

    1. Hai, Nabilaaah >__< Kyaa mari mari sini pendukung kapal cinta BTSxLovelyz :3

      Huaa makasih, Nabilaah. Yaaas SuAe /YonJi bertambah lagi (?) wkwkkwkw xD

      Wkwkwk gpp komennya gak jelas iih, akunya jg gak jelas kok #loh xD Iyaa, makasih sekali lagi Nabilaah atas semangatnya ❤

      Liked by 1 person

  6. AAAAAAAAAAAA
    Ga kuat, ga kuat, ga kuat, ga kuat /stop/
    Fanfic ini bikin melayang! terlalu manis, bikin kebawa suasana, selama baca ini pun sering senyam senyum sendiri, dan rasanya bisa ngerasain gimana jadi Jiae haha
    awalnya kesel banget sama Suga, kenapa dia gitu banget sama Jiae, meskipun kayanya ada sesuatu
    Ehm
    tapi setelah sampai di “Sebelum aku menjadi semakin serakah.” udah makin curiga, ini pasti ngarah ke situ ini pasti beneran ngarah ke situ
    dan ternyata, BETUL! ><
    prok prok prok
    /Mengharapkan sequel 😄

    Like

    1. AAAAAAA, halo Aihara >.< Makasih udah mau baca dan komentar juga heuheu.

      Huee jgn melayang nanti kamu kejedot atep :”) Bete gak si kalo jadi Jiae? -_-” Bete-bete suka #EH gmn gitu >.<

      Heeu dari semua member Bangtan, aku tuh selalu ngebayangin kalo yg paling nyebelin ya…si Suga. Entah karena dianya yg emng karismatik, punya pendirian sendiri, ato semacam itu lah #iniMulaiNgelanturIni

      Wkwkwk iyaaa Ai #ikutTepukTangan 😄
      Tipe2 cowo yg kalo deket2 cewe yg ditaksir jd gak bisa ngendaliin diri gitu dia. Trus jd bawaannya marah2…engga deng emng sebenernya Suga gampang marah cuma biasa…penipu ulung mah gitu -.-”

      Sequel ditunggu saja yaa heuheu, walopun keknya baru bisa akhir bulan nih heuheu. Gpp lah ya temen baca sambil dengerin petasan anak tetangga :”) #jomvloMahDiRumahAja #samaOppaDiLayarLaptop :””)

      Sekali lagi makasih Ai >.<

      Like

      1. hehe sama-sama 😀
        Iya ya lupa kalo di atas ada atap :’)
        Hmm betul sekali, bete tapi suka dan bikin dadigdug greget deh pokoknya:3
        Nah! Tapi masih ngakak kalo nginget Suga waktu nyanyi pas switch partnya I Need U, sumpah itu tuh sukses bikin ketawa terpingkal-pingkal 😄 ga kuat banget nahannya><”
        Ok, aku akan selalu menunggu kak :’D Meskipun udah ngga sabar buat ketemu Jiae-Yoongi lagi, tapi sekali lagi, aku bakal tetap menunggu kok kak :’D
        Gapapa lah tahun baruan bareng laptop ditemani suara bising petasan dimana-mana, asal bisa ngeliat bias di layar laptop juga udah jadi malam tahun baru yang bahagia /eh ini kok ngenes banget

        Liked by 1 person

  7. Huaa
    Makin suka sm Jiae 🙂 :*
    Eonnie, bkin sekuelnya dongg
    Pairing mrk berdua yaaa…ga nyangka klo Suga cocok sm Jiae 😀

    Eonnie semangat !!
    Salam kenal yaaa :*

    Like

    1. Haloo, Kaze kah di sana? Iyaa, salam kenaal >.< Makasih udah mau mampir :3

      Wkwkwk aku malah sempet bete2 gmn gitu sama Jiae pas jaman YAMO 😄 tapi ngeliat dia srkng gregetan mulu bawaannya, huee apalagi kalo dia disuruh berkali2 aegyo yg selalu gagal itu…wkwkwk #MbJiaeILavYu

      Sequel coming soon yaah hehehe, tp aku gak bisa janjiin bakal bagus sih hiks :” Hayuk hayuk, mari menjelajah lautan dengan kapal cinta Suga Jiae >.<

      Kyaa iyaaa makasih sekali lagi atas semangatnya, Kaze ❤

      Like

    1. Huee makasih, Kezaa.

      Hem…aku suka VIXX tp blm sampe mendalam gitu :”) Aku gak janji Kez huee maafkan tapi nantikan saja yaah. Mungkin ilham muncul ketika aku melihat ke dalam mata Mz Ravi yg begitu unyu, dan hidungnya jg yg kayak perosotan taman raya itu heum >_<

      Like

  8. Halo kak zel, eh, kak zel kan ya? Aku ’97 soalnya, seumuran Kookie #ck ;’
    Pas baca ini, (yg udah ke 20280010101938 kalinya:’)) masih gapercaya kalo ff ini menggantung, kaya aku digantungin terus sama bang v ;””
    Kak. Sequel. #bersujud fix kalo ada sequelnya, kaka akan menggantikan posisi jk Dan v dihatiku~ #duilah
    Comment gamutu, gapenting, tp aku berharap di notice kak:””’) ku pens mu ka, penz mu;”’)
    Zekuel ya kaaaaa;””’)

    Liked by 1 person

    1. Haai, Kiaa~
      Huee kamu gak bosen apaa :”) Aku aja bosen ngeliat tingkah Yoongi yg sakit aja belagu #digaplakYoongi wkwkwk. Sequel akan ada kok mudah2an. Nantikan kehadiran mereka pas akhir tahun yaah :”) Sebenernya ini gantung ga gantung. Hueee di sini mereka udh keliatan gitu gak si saling suka? #iniSpoiler? Cuma ya gitu iih sebel jg sama Yoongi kenapa gak langsung ditarik aja Jiaenya trus dicium gitu kan jadi =__=” #digaplakLagiSekarangPakePanci
      Huaaa, pasti dinotice ya ampuuun. Aku mah apaa sih ya ampun butiran debu…Pens apa sih pens huee Kiaa aku mah apa aku mah apa. Masih labil jg dalam hal tulis menulis inii. Huee tapi makasih yaa aku jd makin semangat nulis heuheu. Maafin skrng lagi UAS #mintaAjarinSamaYoongi #ditendang
      Sekali lagi makasih, Kia ❤

      Like

  9. Ketawa ketawa sendiri saya bacanya wkwkwk
    Seru banget sumpah ceritanya >_< Ternyata bener kalau Jiae ama Suga itu cocok :* Heheheh

    Like

    1. HaI, Michelle? Makasih banyak udah mau baca dan komentar :3
      Ehehehe, mereka cocok iih walo keliatannya kayak minyak sama air yah gitu wkwkwk 😄

      Sekali lagi makasih udah mampir ❤

      Like

  10. Baca ni ff berkali-kali gak bosyeeeennn duh 😄 cinta moment sweet-ributnya YoonAe 😢
    Ngebayangin pas Yoongi makan bubur pertama buatan Jiae selama 18 tahun hidup di dunia. Antara bangga, bahagia, ngarep, tapi tetep stay cool malu sama Jiae kalo keliatan ngefans wkwk mas Yoongi nih 😆
    Btw aku baru koment setelh hampir 7(?) Kali baca ff ini.. soriiii yaaaaaahhh 😯

    Keep writing Zel. Imiss u somacc muaaahhhh *kecupbasah(?)

    Liked by 1 person

    1. Hai, Imel~ Makasih udah mau mampir ke mari untuk yang hampir ketujuh kalinya huhuhu kok kamu gak bosen sih aku harus bilang apaaa T~T

      Itu untungnya enak sih…walo Jiae sempet bingung mana gula mana garem kan ya /loh!/

      WALA! IYA IYA! Mas Yoongi ini tuh pokoknya nge-ninja /?/ gitu deh perlakuannya minta bikin diunyel :”)

      HUHUHU GAPAPA KOK~ MAKASIH AKHIRNYA UDAH MAU KOMEN :”D

      Makasih banyak Imel semangatnya ❤
      Ugggh, kangaen aku ato kangen Mas Yoonginya sih ini aku curiga wkwkwk 😄 /TRUS AZEL JOGET2 NGEDENGERIN TEASER FIRE, TRUS LAMBAI2 TANGAN NGEDENGERIN DESTINY, TRUS FIRE, TRUS DESTINY, TRUS FIRE, GAK BERENTI2 TOLONG SAYAAA/

      Like

      1. Yoonginya sih AKU KANGEN MAS YOONGINYA AMPUN 😢 HAHAHA

        dikasih Fire langsung pengen jadi bapa2(?) yg salaman samaa Yoongi. Trus pelukan(?) *apabanget
        Kangen mba Jiaenya yang makin MIRIP MAKNAE UNYU BERPONI wkwkwk

        Dikasih destiny jadi muter2 sendiri. Pengen jadi kelereng(?)nya

        Kangen kamu juga zel . Siusaann kangen Seven Sins uhuk sama A ship juga uhuk lagi samaa Yang chained itu uhukterussampesubuh
        Cepat kembali~ aku galau abis sama berita2 kak dan dik lopelis ahir2 ini. Butuh ff yg merelax(?)kan pikiran 😄

        Sehar selalu Zel 😗💕

        Liked by 1 person

      2. Hai lagi, Imel :”)

        Makasih udah kangen sama mereka2 ini…dan UGH, FIRE DAN DESTINY BENER2 DEH GAK PAHAM AKU!! :””D SLAY!

        UGH, ADA YANG NGANGENIN SEVEN SINS LAGI YA AMPUN TERHARUU T_T MAKASIH UDAH BACA ITU JUGAAA ❤

        tbh, aku lagi semacam kena badai tugas yg membahana trus ngerembet jd kena wb :”) tapi makasih udah ngangenin jd semangat2 gimana gituu akunya :3

        ugh, kenapa kak dan dik lopelis? liat berita yg bagus2nya aja gak usah ngeliatin haters mah /lah?/ wkwkwk

        Makasih Imel~ sehat2 juga di sana yah :3 ❤

        Like

  11. hai kak azel! kenalin namaku caca, hanyalah reader ff biasa yang suka gula gula dan banglyz! xD dan juga penggemar ff ff nya kak azel ((terutama yang 94z asfdfhjkl)) huehehe

    aku cuma mau bilang, INI MANIS BANGET TOLONG

    SUKA BANGET LAH POKOKNYA HUHUHU;;;

    kisah ketos dan waketos ini menggemaskan sekali ya, bisa bisa diabetes baca nya :”) /lebay

    tapi seriusan suka banget sama yoongi nya disini. bener bener mirip yoongi asli (sama persis malah?!) to the point dan pedes banget omongan nya HAHAHA

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s