[Ficlet] God always fair,right?

PicsArt_12-11-12.15.16

[Fictlet]

God always fair,right?

***

Author : misshin017

Cast :

Lee Mijoo (Lovelyz)

Kim Mingyu (Seventeen)

Genre :

Fluff,school-life,bit sad

Rating:

PG-13

Leght :

891 words

Disclamer :

Hello~ Yohoooo~~

Ini post pertama aku di sini,makasih banyak atas puji tuhan*tampar! Keburu beberapa hari terakhir aku kena insomnia dan merasa di hantui oleh belajar,entah bagaimana malah dapat ide untuk buat ff. Yah,cuma ficlet murahan sihXD . Tapi,enggak apa-apa. Untuk castnya,aku pakai mijoo dan mingyu. Biasanya mingyu di pasangin sama sujeong,nah karena suatu hidayah aku akhirnya masangin cowok aduhai ini sama mijoo. Ini enggak ada campur tangan masalah pribadi,tenang aja. Daripada kebanyakan ngomong,lebih baik kita mulai drama puitisnya— syalala…

DON’T COPAS AND BASH! YOUR COMMENT IS A SUPPORT FOR ME^•^

***

‘Tuhan memang selalu adil untuk mijoo.’

***

Koridor sekolah menyapa mijoo menyambut istirahat pertama di pagi senin oktober. Barisan kelas memenuhi jalannya menuju kantin sekolah. Kaki mijoo melangkah ringan melewati lantai marmer itu,kegiatan yang sulit untuk di lewatkan oleh kakak-kakak kelasnya.

Gadis itu tak mau bersikap sombong atau sebagainya,semua orang mengakui satu hal tentang seseorang bernama lee mijoo. Dia populer dengan ukuran siswi kelas dua sekolah menengah. Di sini kita tak perlu berbohong tentang fakta kalau mijoo pakai operasi plastik maupun dia menyogok guru demi sebuah nilai cemerlang. Membuang waktu melakukan hal bodoh seperti itu bukanlah mijoo.

Keriuhan selalu terjadi ketika dirinya menyampaikan kotak porselen terakhir sebelum memasuki daerah tempat penyedia makanan di sekolah. Beberapa teman seangkatan membisikkan kalimat cemooh ke arahnya. Itu sudah basi. Sekali pun mereka menghina mijoo dari belakang,gadis itu juga tak akan peduli.

Memangnya siapa yang mau menghiraukam omongan orang pengiri? Mijoo punya ratusan pengawal yang mau menjaganya kapanpun.

Pemilik kantin tersenyum ramah ke arah mijoo,sungguh hanya mijoo yang tahu arti tersembunyi di balik senyumnya. Berfikiran negatif melebihi batas adalah hal buruk.

“Jus mangga.”

Suara mijoo melayang di udara.

“Tunggu sebentar,mijoo-sshi.”

Anggukan dari mijoo membuat perempuan paruh baya itu segera mengerjakan tugasnya dengan berkutat bersama potongan buah mangga dan sekotak es batu.

Lama menunggu,mijoo membalikkan badannya. Netranya menangkap beberapa pengunjung kantin mengernyit tak senang akan keberadaannya. Haruskah mijoo teriak lalu mengatakan jika ayahnya punya saham tiga puluh tujuh persen di sini? Akalnya mijoo menahan melakukan itu.

Ketimbang berdiri seperti orang jahat yang terus-menerus mendapat tatapan menusuk dari sekumpulan manusia yang menyebut namanya teman,mijoo lebih memilih mencari bangku kosong untuknya bersandar. Setidaknya,berdiam cukup banyak membantu.

“Hei,gyu! Mau coba latihan besok?”

Sepuluh langkah dari mijoo ada segerombolan anak laki-laki. Hidung mijoo terasa sakit mencium aroma tubuh mereka. Anak basket memang seperti ini,kan?

“Nanti aku beri tahu.”

Laki-laki menjulang dengan handuk putih di tangannya melirik mijoo barang sedetik. Matanya bertabrakan dengan retina gadis itu. Seulas senyum di berikan secara cuma-cuma untuk mijoo.

“Ini minumannya mijoo-sshi.”

Jus mangga itu datang membawa secuil rasa bahagia. Tenggorokan mijoo dari tadi selalu berteriak,kata lainnya dia kehausan.

Angin sejuk menerba surai mijoo,membebaskan rambut gadis itu terbawa arusnya. Mijoo tak tahu-menahu lagi berapa banyak orang di sana yang mengucapkan ‘wow’ pada dirinya. Menjadi cantik bukanlah alasan untuk berbangga. Mulut-mulut lain tetap menyindirnya lewat sumpahan kecil.

Manik mijoo tersentak. Laki-laki yang lalu masih memfokuskan dirinya pada mijoo. Ayolah,dia bosan kalau di pandang lama-lama. Kalau mijoo mau mendatangi laki-laki itu dan mengebrak mejanya dia pasti sudah berbuat itu dari tadi. Sayangnya,laki-laki itu kelewat tampan untuk di gebrak mejanya. Lagipula punya pengagum tampan bukan masalah.

Ponsel mijoo memecah keheningan antara dia dan laki-laki asing itu. Di raihnya benda persegi panjang tipis tersebut dengan malas. Pesan dari seorang pengawal ayahnya tentang jadwal bimbingan belajar merupakan sebab mijoo selalu mematikan alat elektronik tersebut. Dia sudah besar demi mendengarkan rentetan aturan kolot ayahnya. Mijoo bukan anak pembangkang tapi anak yang susah di atur.

Lonceng sekolah berbunyi nyaring,memanggil mijoo untuk segera menjauh dari tempat neraka itu. Mijoo menyebutnya neraka karena banyak orang berbuat dosa melalui kata-kata di sana.

Tubuh rampingnya berjalan enggan. Bisa tidak jangan melewati meja yang di pintu masuk itu? Anak laki-laki tadi masih memandangnya. Perasaan canggung mijoo berkumpul di rongga dada. Sebelumnya dia tak pernah sekikuk ini kepada lawan jenis. Atau ini efek hormon?

Mau tak mau mijoo terpaksa menopang badannya melewati meja tersebut dengan hati berat. Kalau saja dia bisa berteleportasi,mungkin semuanya akan lebih mudah.

“Nunna?”

Bariton lembut menusuk ke indera pendengaran mijoo. Anak laki-laki itu berdiri dari duduknya saat mijoo hampir menyelesaikan gerakannya keluar dari kantin.

“Ya?”

“Siapa namamu?”

Ini akan terjadi. Mijoo dapat memperkirakannya dari tadi.

“Lee mijoo. Kenapa?”

“Aku mingyu,kim mingyu.”

Uluran tangan itu membuat tawa mijoo hampir pecah. Semua laki-laki mengawali nya dengan kejadian norak ini.

“Salam kenal mingyu.”

Maka mijoo menyambutnya dengan suka cita. Menolak perkenalan dari laki-laki tampan itu tindakan bodoh. Mijoo tak mau menyia-nyiakannya.

“Nunna kelas 11-a kan?”

“Iya,ada apa?”

Mingyu mengulum senyumnya.

“Aku kelas 10-a,yang waktu itu satu jam olahraga dengan nunna.”

Oh,ternyata begitu. Mijoo merasa dunia memag sangat adil dengannya. Cantik,pintar,anakk orang kaya,dan kini incaran laki-laki. Buang saja orang-orang yang membencinya ke tempat sampah,mijoo tak memerlukan mereka.

“Lalu?”

“Bisa minta nomor nunna?”

“Untuk?”

Gengsi masih tersimpan rapat di hati mijoo. Murahan bukanlah arti dari nama mijoo.

“Bertukar pesan.”

Jawaban yang manis dari seorang adik kelas.

Buru-buru mijoo mengeluarkam ponselnya. Hei,ponsel mijoo tak pernah sepenting ini waktu dulu. Tentu,karena mingyu yang membuatnya jadi penting.

“Ini nomorku.”

“Oke,ku simpan.”

Jam dinding kantin membuat mijoo kembali ke alam bawah sadarnya. Bersama mingyu rupanya berbahaya. Dua puluh menit menjadi secepat ini. Bisakah mijoo mendefinisikan jantungnya? Katakan apa maksud ini.

“Aku masuk kelas dulu.”

Raut kecewa mingyu menghantarkan sensasi menggelitik di perut mijoo. Gurunya akan marah kalau mijoo terlambat masuk kelas. Namun mijoo harus apa? Pesona kim mingyu sedikit gawat.

“Kalau begitu,sampai jumpa.”

Mingyu melambaikan tangannya kepada mijoo yang berjalan menjauh.

“Telfon aku malam ini,nunna!”

Pipi mijoo memerah sekon itu juga.

Namun rasa berdebar itu padam di tengah jalan.

Malam ini jadwal lesnya akan berantakan,seberantakan hati mijoo ketika mendengar kalimat menyakitkan dari mingyu di belakangnya.

Laki-laki memang sama semua,mijoo lupa itu.

“Mijoo nunna sebangku dengan sujeong nunna,kan? Yes!”

Mingyu hanya memanfaatkannya.

Tuhan memang selalu adil untuk mijoo.

***

END

Bagimana? Bagaimana? Untuk pembaca sekalian,terimasih sudah meluangkan waktu demi melihat ff kamseupay ini T,,T Dan,oh ya! Untuk yang mau lihat-lihat ff aku yang alay lainnya mari jelajahi wp pribadiku*eakkk. Promosi sih,enggak apalah sekali-kali.>>http://misshin017.wordpress.com/

Kalau gitu—-Bye,sampai jumpaaa~~~ *kiss*tebar tisu.

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] God always fair,right?

  1. Kasian mijoo, miss. Kasian;(…..kenapa si mingyu ga nyadar sekalian aja gitu, sujeong mah nanti aja, dia kan sama si bang 4d alias taehyung. Udah cocok ko sama mingyu walaupun umur nya bedaaa jaaauuuh, pair yang bakal masuk list aku nih. Great buat ff nya….

    Like

  2. Halooo, Misshiiiin~ Akhirnya post ff di sini juga >_<

    Suka deh, gaya bahasa kamu sarkas2, ‘berandal’ gimana gitu menurut aku wkwkwk xD. Trus jd malah sedih sama Mijoo dan semua ‘keadilan’ yg dia terima :”)

    Next ff ditunggu, Missh. Maaf ya aku gk mau sok ngasih tau, cuma kalo EYDnya diperbaiki lg pasti jd lebih bagus. Huee aku suka sama gaya Misshin ceritaaa, tp kadang suka keganggu sama koma yg nempel sama kata ato nama mrk yg gak dikapital.

    Nice job, Missh >_<

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s