[Freelance] Run For You (Chapter 1)

RUNFORYOU (1)

“Run For You”

Ryu Sujeong x Kim Taehyung

Cast lain tersimpan di dalam FF || Lightbts Lutfiatun|| Romance, Fantasy,  School Life and etc || PG-15 || TwoShoot ||Cast milik Tuhan, Agensi orang tua dan fans mereka. FF ini sepenuhnya milik saya, terinspirasi dari banyak hal, terutama lagu BTS-Run, Lovelyz-For You, Lovelyz-Sweet and Sour || Banyak Typo dan kata-kata belum sesuai EYD

 Leave your comment if have you finish read it :* chuuuu~

.

.

.

            Langit terlihat sangat memposona hari ini, terlebih saat sore telah tiba. Menikmati hari yang indah di pinggiran Sungai Han bukanlah ide yang buruk. Meski tanpa seorangpun menemani gadis itu untuk sekedar bertukar cerita tentang kejadian yang ia alami hari ini, tapi setidaknya senyumnya bisa mengutarakan semua kebahagiaan yang ia rasakan hari ini.

Memang tak ada tujuan pasti dia pergi kemari. Hanya sekedar membuang waktu luangnya dan merenungi kejadian membahagiakan hari ini.. Wajah cantiknya bahkan dapat menggambarkan dengan jelas seberapa indah hari yang ia lalui hari ini. Bisa jadi hari ini adalah hari yang paling membahagiakkan bagi gadis bernama Ryu Sujeong itu, hari istimewa dari hari-hari yang pernah ia lalui di sepanjang hidupnya sebagi manusia.

Mata indah Sujeong terpejam. Merasakan hembusan angin sore yang begitu membuainya. Sedikit membuka kembali memori beberapa jam lalu.

 

 

“Terimkasih, sunbae-nim. Sekali lagi saya berterimakasih.” Sujeong terus-terusan membungkuk sambil mengucapkan rasa terimakasihnya.

            Ya, Sujeong berterimakasih kepada lelaki yang merupakan seniornya di sekolah. Lelaki itu telah menolongnya dari segerombol lelaki yang menghadangnya di jalan setelah beberapa meter berjalan pulang dari sekolahnya.

            “Lain kali berhati-hatilah.” Kata lelaki itu sambil meletakkan tangannya di pundak Sujeong.

            “Kau tidak terluka karena mereka ‘kan ?” tanya lelaki itu.

            Sujeong hanya mengangguk pelan.

“Baguslah. Kalau begitu aku pulang duluan.”

 

 

Sujeong membuka matanya kasar. Menggelengkah kepalanya dan menepuk dahinya yang tertutup poni.

“Aku lupa menanyakan namanya. Sujeong kau bodoh.” Sesal Sujueong mengingat kejadian itu. Kemudian gadis itu memilih beranjak dan mulai melangkah pergi dari arena Sungai Han.

.

.

.

Gadis bermarga Ryu itu baru saja mendudukkan bokongnya di kursi bus.

“Sujeong.” Ucap seseorang setengah berbisik.

“Eh ada yang memanggilku ?” Sujeong celingukkan, ia merasakan bulu kuduknya merinding sekarang.

“Hei Sujeong!!!” Suara itu terdengar setengah berteriak dan Sujeong mendengar suara itu dengan jelas, bahkan sangat jelas, tapi kenapa seisi bus tidak ada yang menanggapi suara itu.

Sujeong membuang muka ke arah jendela, berusaha pura-pura tidak mendengar suara itu. Ya, karena Sujeong yakin itu bukan suara manusia.

“Sujeong. Aku di dalam tasmu.” Ucap suara itu.

Oh astaga, Sujeong lupa. Itu suara tongkat sihirnya. Tunggu dulu ? Tongkat sihir ? Maksudmu Ryu Sujeong itu penyihir ?

Sujeong membuka tasnya. Menatap tongkat kecoklatan yang terselip diantara buku-bukunya.

“Maaf aku selalu merepotkanmu. Tapi mereka mengejarku.” Ujar tongkat itu pada Sujeong.

‘Siapa yang kau maksud mereka ?’ tanya Sujeong dalam diam pada tongkatnya.

“Segerombol penjahat yang kau temui tadi siang.”

‘Jadi dia bukan penjahat biasa ?’

“Aku rasa begitu. Oleh karena itu, aku minta tolong sekali. Demi keselamatanmu dan seluruh dunia, kembalikan aku pada penyihir nomer 1.”

‘Tapi aku tidak tahu.’

“Aku akan menunjukan petunjuknya.”

‘Baiklah.’

 

-Run For You-

 

“APA ?!!!”

“Memangnya kenapa ? Katanya kau menyukai sunbae yang kemarin. Makanya kau harus tampil lebih cantik.”

“Tapi itu berlebihan. Tidak lihat rokku sudah pendek ? masa harus ku pendekin sedikit lagi. Lagian ini sudah hampir jam 7, tidak mungkin ‘kan aku harus sedikit memotongnya dan menjahitnya agar terlihat rapi.”

“Aku tidak punya mata -_- aku tidak bisa melihat. Kenapa harus repot ? tinggal ayunkan diriku dan rokmu akan sempurna. Rok selutut itu buruk.”

“Kau tahu, aku masih tingkat satu. Kata eomma, rok seragam ini harus bertahan sampai lulus nanti. Bayangkan kalau aku terus tumbuh tinggi ?”

“Aku tidak bisa membayangkannya. Tapi kau tidak mungkin bertambah tinggi 20 cm ‘kan.”

“Hmmm, iya juga sih hehehe.”

“Jadi ?”

-Clinggggg- *sumpah suaranya absurd*

Dengan gerakaan kilat Sujeong mengayunkan tongkat itu pada roknya, dan seketika itu pula roknya yang memang lumayan kepanjangan terlihat lebih enak dipandang dan cocok untuknya.

“Jadi seperti ini. Ah cantiknya.”

Sujeong menatap kagum dirinya sendiri di cermin.

“Biasa aja.”

“Ih biarin.”

.

.

.

Seorang lelaki berjubah hitam memeriksa semua buku-buku yang sebelumnya tersusun rapih di dalam ruang perpustakaan pribadi. Lelaki itu tanpa lelah menyusuri puluhan rak yang berjejer disana dan memeriksa buku didalamnya satu persatu, kemudian dia membuka penutup kepalanya dan menyunggingkan senyum saat sebuah buku bewarna kebiruan telah berada di tangannya.

“V ?”

-Run For You-

“Halaman 72.”

“Banyak sekali, apa aku benar-benar harus merangkum semuanya ssaem ?”

“Tentu saja. Jika tak ingin ku hukum seperti ini, kau seharusnya tidak mencontek PR teman sebangkumu.”

“Arraseo ssaem, aku hanya mencontek 4 nomer saja.”

“Ya, bahkan soalnya hanya 5 nomer.”

“Baiklah, tapi aku sudah mengerjakan satu.”

“Sudahlah, cepat lakukan hukumanmu Nona Ryu.”

“Ayolah kak, kasihani adikmu.”

“Cepat kerjakan saja.”

“Aku tidak akan mengampunimu.”

 

 

Seperginya lelaki bertubuh tegap itu, Sujeong hanya bisa berdiam diri dan menggigit bibir bawahnya. Perasaan malas dan takut menyelumuti pikirannya sekarang.

Sujeong menghela nafas kasar. Sendirian di perpustakaan seluas ini terasa sangat mencekam baginya. Bayangkan saja, jika gadis itu biasanya selalu ditemani puluhan toples makanan dan barang-barang elektronik, sekarang dia harus ditemani ratusan buku yang bahkan melihatnya saja membuat Sujeong saki perut mendadak. Bahkan dengan music rock yang ia dengar sekarang, mungkin dari pada mati bosan dia akan memilih tidur tanpa merangkum tugasnya sedikitpun.

“Sujeong.” Panggil seseorang.

“Eh ?” Sujeong berbalik dan mendapati senior yang menolongnya kemarin.

“Taehy-eh maksudku sunbae. Apa kabar ?” Sujeong melempar senyum pada seniornya yang ia ketahui bernama Kim Taehyung.

“Baik. Apa yang kau lakukan di sini ?”

“Hehe. Aniyo. Hanya…me..membaca, ah ia membaca.” Sujeong memang gadis pemalas, tapi tidak mungkinkan ia berkata yang sebenarnya bahwa dia dihukum. Apa jadinya bila Taehyung mengetahui dia di hukum karena mencontek. Mungkin Taehyung akan segera perpikir untuk jauh-jauh dari gadis pemalas atau beriak agar Sujeong jauh-jauh darinya. Ah mungkin juga tidak. Jangan pedulikan pemikiran dangkal Sujeong.

“Benarkah ? tapi tadi Seok Jin ssaem berkata dia sedang menghukum seorang siswi di perpus. Apa itu bukan kau ?”

“Ah bukan. Aku hanya sedang ingin membaca. Oh iya, darimana sunbae tahu namaku ?”

“Dari itu.” Taehyung melirik name tag yang terpasang di seragam Sujeong, sambil duduk di kursi yang terletak di samping kursi yang Sujeong duduki.

“Ahahaha, oh iya.” Sujeong tertawa hambar.

‘-_-Miris benar hidupku. Jadi tahu dari name tag. Bukan karena dia menyukaiku dan mengetahui segala hal tentangku ? huaaaa kenapa tidak seperti di drama korea yang kemarin kutonton.’

Sujeong menggelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya tanpa sadar.

“Eh Sujeong ?” Taehyung melambaikan tangannya di depan wajah cantik Sujeong.

“Eh, em i-iya sunbae kenapa ?” Sujeong gelagapan sendiri, gadis itu segera membuang jauh-jauh pikiran anehnya.

“Benar bukan kau yang sedang dihukum ?”

“Eummm, iya. Aku sedang ingin membaca di sini.”

“Baiklah, kalau begitu aku akan mencari siswi itu dulu yah. Seok Jin ssaem memitaku membantunya.” Taehyung bangkit dari duduknya dan bersiap melangkah keluar.

“Eh..itu, sebenarnya aku yang sedang dihukum hehe.” Tanpa sadar Sujeong menggengam tangan Taehyung agar lelaki itu tidak pergi.

“Eh maaf.” Sujeong menyengir dan melepaskan tautan tangannya.

“Jadi kau berbohong padaku ?”

“Aku tidak bermaksud begitu kok. Mian.”

“Hahaha tidak apa-apa. Kesan pertama itu penting bukan.”

“Ngg-maksud sunbae ? aku tidak mengerti.”

“Lupakan saja. Mana tugasnya ?”

“Oh ini, halaman 72.”

-skip time-

Sujeong terus mengamati seluruh wajah Taehyung yang sangat tampan. Dia benar-benar menyukai seniornya itu. Wajah seriusnya terlihat sangat berkharisma, senyumnya terlihat begitu menpesona, tawanya terdengar sangat membius di telinga Sujeong. Ah Sujeong hampir jantungan berlama-lama dengan Taehyung di sini.

“Sunbae, apa kau tipe orang yang serius tapi santai ?”

“Kau berfikir seperti itu ?”

“Hmm.”

“Tebakanmu tidak terlalu tepat, aku tipe orang yang serius tapi selalu bercanda hahahahaaa.”

“Sunbae bisa saja.”

“Hahahaha. Oh iya, kau terlihat berbeda hari ini ? em maksudku kemarin penampilanmu tidak seperti ini, apa kau merubahnya.”

“Iya sedikit hehe.”

“Kenapa ? tapi ini terlihat cocok untukmu. Jujur saja kau cantik.”

-blushhh-

Semburat merah menghiasi pipi tembem Sujeong,  gadis itu menundukan kepalnya malu dan tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan dari seniornya.

“Apa itu karena kau menyukai seseorang ?” tebak Taehyung.

Sujeong mengangguk malu-malu.

“Jadi siapa orangnya ? apa aku boleh tahu ? hm..”

‘Eishh..sunbae itu dirimu.’ Geram Sujeong dalam hati.

“I-itu, di..a senior ku.”

“Kau tipe orang yang menyukai seseorang yang lebih tua darimu ?”

“Em, bisa dibilang begitu.”

“Aku juga pernah berhubungan dengan gadis seusiamu, dulu sekitar kelas 2 sekolah menengah. Tapi jujur saja aku lebih menyukai para gadis senior hahaha.”

‘A-apa ? jadi dia menyukai gadis yang lebih tua darinya ? jadi aku bukan tipenya, begitu ?’

“Ah iya, apa kau percaya sihir ?”

“Eh sihir ?”

-TBC-

 

Huaaaa.. sengaja dibuat pendek :v karena pembuatannya pas masih UAS. -_- ini aja hayati kagak belajar IPS sama Seni Bidaya loh hhha. Hebat ‘kan ?? semoga aja nilainya kagak absurd amat hehe. Doain dapet nilai yang bagus.. emuaaaahh :* civokk yang pada mau komen .. uaa thankseu

Advertisements

4 thoughts on “[Freelance] Run For You (Chapter 1)

    • makasih sudah baca dan meninggalkan jejak(?) .. eumm iya bukan yahh ?? hhahaaa .. nanti dipart 2 bakal dijelasin semua .. siap2 mata karena part 2 bakal panjang bgt insya allah heheheee .. kunjungi jga blog saya armyinspirit22.wordpress.com .. disitu tersedia fanfic all about BangtanLyz~~

      Like

  1. Yang nanya “Ah iya, apa kau percaya sihir ?” itu Taehyung kan? Berarti dia penyihir ya?
    Wah Sujeong, sabar aja kalo Tae-nya sukanya sama sunbae

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s