[Freelance] I’m Different

Different

“ I’m Different “

– gxgnn Present –

Min Yoongi (BTS) – Yoo Jiae (Lovelyz)

Fantasy, Romance – Teenager – Vignette (1465 words)

.

.

‘ Till the end, we just regret the chances we didn’t take ‘

.

.

“ Berhenti.”

“ Tidak.”

“ Berhenti!”

“ Tidak mau!”

“ BERHENTI KUBILANG!”

Suga mulai bersuara dengan sedikit keras membuat gadis yang sedari tadi mengikutinya itu merasa sedikit kaget, bukan hanya gadis itu sebenarnya, tapi hampir semua orang yang ada di sekitar mereka mulai memperhatikan suga dengan tatapan aneh. Melihat semua dampak dari teriakkan kecilnya tadi, suga pun sedikit menghembuskan nafasnya berat.

“ Yoo Jiae, berhentilah disini, aku tidak mau kau menggangguku didalam, mengerti ? “,

“ Tapi … “,

“ Tidak ada alasan! Apa kau mau aku di cap sebagai orang gila ? “, suga mencoba berbicara sehalus mungkin pada jiae, meski ia hanya membalasnya dengan sebuah tatapan memelas tapi suga tidak terlalu memperdulikannya dan menganggap hal itu sebagai sebuah persetujuan,

“ Tunggulah disini dan jangan ganggu orang lain, mengerti ?. Seperti dulu, aku akan keluar sekitar jam 9 “, suga pun segera masuk tanpa menunggu jawaban jiae karena sebenarnya ia sudah terlambat 15 menit. Untungnya ini hanya les private, jadi tak ada yang namanya tidak diizinkan masuk setelah 15 menit terlambat seperti di sekolah.

Suga pun masuk ke ruang itu dan memilih kursi paling belakang, bukan memilih sih sebenarnya tapi karena memang kursi yang tersisa tinggallah kursi-kursi yang ada di deretan paling belakang. Ia pun duduk dengan sedikit damai, mengambil beberapa alat tulis lalu sedikit memperhatikan guru didepan. Sebenarnya suga bukan jenis siswa yang selalu melayangkan pandangan tanpa mengedip sama sekali pada guru yang sedang mengajar, tapi ia juga bukan jenis siswa yang acuh tak acuh dengan guru yang ada didepan, bisa dibilang ia masuk kategori sedang, karena ia juga tidak terlalu memikirkan soal peringkat 1, menurutnya bisa masuk ke perguruan tinggi favorit saja itu sudah cukup dan beruntunglah dia karena memiliki orang tua yang pengertian, tidak seperti temannya sujeong, ia mati karena terus-terusan dipaksa orang tuanya untuk belajar. Mengenaskan bukan ?, dan karena itulah suga merasa sangat bersyukur dengan sifat orang tuanya yang tak pernah memaksanya untuk melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.

Tak terasa waktu terus berlalu dan jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam, sang guru dengan lekas menutup pertemuan kali ini dan segera meninggalkan ruangan, begitu juga dengan para siswa/i yang sepertinya sudah tidak sabar untuk mencicipi bagaimana rasanya pelukan kasur yang sedari tadi sudah memanggil-manggil nama mereka dari rumah.

Walau begitu, suga memilih menjadi siswa yang paling akhir meninggalkan ruangan, Ia sengaja keluar paling akhir karena tahu jiae pasti akan langsung mengajaknya bicara atau bahkan melakukan hal yang aneh jika sudah melihat dirinya dan suga tak menginginkan hal itu terjadi. Tapi ya memang karena jiae selalu cekatan secekatan kecoa terbang, ia sendirilah yang masuk ke kelas itu untuk bertemu suga.

“ Yoongi-ya! Kenapa lama sekali ?, aku sudah sangat ngantuk tau “, ucap jiae manja yang tak digubris sedikitpun oleh pria  itu, maklum masih banyak orang yang sedang antri keluar, suga hanya tak mau jika orang-orang mengatainya gila lagi jika berbicara dengan jiae, gadis itu pun langsung mengerucutkan bibirnya. Tapi beberapa detik kemudian senyuman kembali muncul diwajahnya ketika suga menggenggam tangannya erat. Baiklah, untuk kali ini saja, jiae akan berusaha mengerti dengan situasi saat itu.

——–

Mereka sepertinya sudah keluar dari gedung les dan sedang berjalan pulang, seperti biasa jiae selalu berbicara banyak mengenai apa yang sudah ia lalui hari ini, dan suga juga selalu menjadi pendengar yang baik..

“ Dan yang terakhir tadi aku melihat Mijoo, kau ingat Mijoo ?, teman SD kita dulu yang sering traktir kita nonton film itu loh “, jiae bicara dengan antusias dan menerima anggukan serta senyuman tipis dari suga,

“ Benarkah ?, lalu bagaimana dia sekarang ?, Aku yakin dia pasti jadi tambah lebih cantik darimu “.

“ Apa ?, mana mungkin begitu, dia memang jadi lebih cantik, tapi aku tetap jadi yang tercantik dari semua yang cantik “,

Suga hanya sedikit tertawa mendengar celotehannya,

“ Jiae-yah, kau ngantuk ? “, jiae mengangguk pelan, matanya terlihat sedikit merah memang

“ Kalau begitu naiklah “, dengan cepat suga langsung memposisikan dirinya sedikit membungkuk di depan jiae setelah sebelumnya sudah meletakkan tasnya di depan,

“ Kau mau menggendongku ?, benarkah ? “,

“ Iya iya, cepatlah naik sebelum aku berubah pikiran “,

Tentu saja jiae takkan menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera naik kepundak suga. Ringan, itulah yang dirasakan suga, keberadaan jiae saat ini memang hanya seperti hologram, dapat dlihat tapi tak ada apa-apa saat kau menyentuhnya, hanya seperti udara kosong yang hampa,kurang lebih seperti itu.

Suga pun kembali melanjutkan langkah kakinya, beberapa menit kemudian ia berhenti disebuah taman lalu mendudukkan jiae secara perlahan ke kursi, ia sedikit berhati-hati karena tak mau mengganggu tidur jiae yang sudah lelap, ia pun segera duduk di samping dan meletakkan kepala jiae di pundaknya. Sesekali, ia menatap wajah polos gadis itu sambil sedikit melukiskan senyum dibibirnya,

“ Yoongi-ya “, suga sedikit kaget, ia baru ingat kalau dari dulu jiae memang punya kebiasaan berbicara sambil tidur, orang biasa menyebutnya sleep talking mungkin ?

“ Ya ? “, pria itu pun mencoba menjawabnya dengan suara lirih meski ia tahu jiae takkan mendengarnya,

“ Yoongi-ya~ Kenapa tuhan sangat tidak adil padaku ?, aku—aku masih sangat ingin hidup, aku masih ingin menghirup udara segar di pagi hari, aku masih ingin mempunyai banyak teman seperti dulu, dan juga—aku masih ingin bisa bersama denganmu lebih lama lagi…… bukan———bukan dalam wujud seperti ini, tapi  dalam wujud manusia “,

Suga tertegun sejenak, entah kenapa kata-kata jiae barusan benar-benar menusuk hatinya, ia hanya tak menyangka bahwa ternyata jiae masih merasakan kepedihan seperti itu, karena jiae dalam wujud hantu yang selama ini ia kenal hanya selalu berbuat usil dan bertingkah lucu serta konyol. Hal ini juga entah kenapa langsung membuat suga merasa berdosa, bagaimana bisa ia tak menyadari penderitaan dan rasa sakit yang selama ini jiae derita ?, ia hanya mengira bahwa jiae sudah melupakan semua itu, melupakan semua kenangan saat ia masih hidup dulu.

“ Yoongi-ya, dadaku benar-benar selalu terasa sesak, masih ada banyak hal yang belum aku lakukan di dunia ini, salah satunya—————menyatakan perasaanku padamu “,

Deg! Jantung suga berdetak makin cepat dan tak karuan, entah kenapa setiap kata-kata yang dilontarkan jiae berubah menjadi bom atom dihatinya, tidak—ia tak ingin mendengar jiae bicara lebih banyak lagi, karena semakin jiae bicara seperti itu akan semakin membuatnya merasa bersalah dan perih,

“ Aku mencintaimu yoongi-ya! Tapi kau tak perlu khawatir, aku takkan mengganggumu lebih banyak lagi karena aku cukup tahu diri kalau kita berada di dunia yang berbeda sekarang “, tanpa sadar, setetes cairan mulai terlihat keluar dari ujung mata jiae,

“ Jiae-yah, maafkan aku, sekali lagi maafkan aku yang terlalu bodoh ini. Aku juga memiliki satu kesalahan yang sangat ku sesali di dunia, kesalahan karena aku selalu menunda untuk bisa mengatakan hal ini padamu. Yaitu—bahwa aku mencintaimu, aku juga sangat mencintaimu yoo jiae, jadi kumohon—jangan pernah mengungkit soal perbedaan lagi, karena bagaimana pun dirimu, entah kau hantu atau bahkan alien sekalipun, aku akan tetap mencintaimu.. “,

Malam itu tiba-tiba saja menjadi malam penuh penyesalan untuk mereka, kenyataan yang terlontar dimulut masing-masing entah kenapa  malah berubah menjadi bom rasa sakit untuk diri mereka sendiri. Karena sesungguhnya nasi telah menjadi bubur dan daun sudah terlanjur gugur dari rantainya, satu-satunya hal yang tersisa tinggallah penyesalan.

Suka memang bisa menjadi duka, harapan jadi penyesalan. Tetapi cinta tetap menjadi cinta seberapa pun duka dan penyesalan yang dirasa. Bukankah benar begitu ?

Tiba-tiba saja jiae langsung mengangkat kepalanya dari bahu suga, ternyata ia tidak benar-benar tidur dari tadi, dan juga matanya terlihat sedikit sembab sekarang,

“ Yoongi-ya! Aku—aku………… “,

Jiae langsung terdiam, terdiam karena saat ini bibir suga sudah sangat rapat menempel di bibirnya, entah sejak kapan ia pun tak tahu, suga pun begitu, ia memang tak merasakan apapun selain hanya seperti mencium udara kosong tapi walau begitu, hati mereka terasa saling terhubung dan tanpa ia sadari, perlahan-lahan tubuh jiae seperti mulai menghilang sedikit demi sedikit, baiklah, ia cukup sadar bahwa sekarang mereka memang berada di dunia yang berbeda sehingga mereka tak akan bisa bersama selamanya, tapi suga tak ingin berhenti, setidaknya sampai jiae benar-benar pergi ia tak mau melepas tautan ini. Aliran air yang dari tadi memang menetes di pipi jiae pun mulai menderas, sampai pada akhirnya ia benar-benar menghilang. Ini adalah hari ke-40 semenjak kematiannya, dimana itu berarti hari ini adalah hari terakhir ia bisa berkeliaran di bumi dan sekaligus hari terakhir ia bisa menunjukkan wujudnya pada suga. Sesungguhnya, hal yang benar-benar ia sesali adalah satu fakta bahwa ternyata hantu juga masih bisa merasakan sakit.

.

‘ Jangan lagi kau sesali semuanya. Aku tak ingin kau semakin terluka. Yakinlah bahwa kau akan menemukan Cinta sejatimu walaupun bukan denganku ‘ – Yoo Jiae

 

‘ Maafkan pria bodoh ini, yang hanya bisa memberikanmu tetesan air mata “ – Min Suga

.

.

Till the end, we just regret the chances we didn’t take

.

.

.

-FIN-

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] I’m Different

  1. huehehehe 😥 nangis nih.. tanggung jawab author, selain genre fluf dan romance ternyata Sujiae juga bisa hurt..

    omaigat bagus banget suer deh ..

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s