[Freelance] Unexpected Boy and I (Chapter 2)

TaeJeong-moment-17

Title : Unexpected Boy and I

Author : Nona Bell

Main Cast : Lovelyz’s Ryu Sujeong | BTS’s Kim Taehyung

Other Cast : Seventeen’s Wonwoo

Genre : Romance, School Life

Length : Chaptered

Rating : Teenager

Disclaimer : The Story is mine. Jangan nyontek ntar daku aduin ke daddy suho(?)

Also publish on my wp http://girlsinvasion.wordpress.com//

.

.

.

.

“Sujeong tidak pernah tahu, siapa sesungguhnya Taehyung.”

 

.

.

.

 

Chapter 2  :  Falling in Love

 

.

.

.

 

 

 

Langit sedikit mendung hari ini, seperti akan terjadi hujan. Sama persis seperti perasaan Sujeong hari ini yang mendung. Ia tidak bisa berhenti memikirkan Taehyung. Ia seperti merasa bersalah, tapi apa kesalahan yang ia perbuat pada pemuda itu?

Ia meletakan tasnya di atas meja dengan agak kasar, sedikit membanting, mencoba meluapkan perasaannya yang tengah tidak karuan itu.

“Hey! Santai sedikit Nona Ryu!” Canda Wonwoo sambil duduk di atas meja di sebelah Sujeong. Sujeong menatap tajam Wonwoo, salah satu pusat permasalahan antara dia dan Taehyung. Tapi Wonwoo kan tidak tahu apa-apa.

“Kenapa kau menatapku seperti itu, huh? Jangan-jangan kau jatuh cinta padaku, haha…” tawa Wonwoo menggelegar ketika Sujeong ingin melemparnya dengan sebuah buku tebal yang baru saja ia keluarkan dari tasnya.

Sujeong menaruh buku tebalnya di sembarang tempat lalu segera manjatuhkan tubuhnya di kursi. Mood-nya sangat jelek hari ini.

Wonwoo yang menyadari jika salah satu teman dekatnya itu sedang badmood segera mendekatinya. Ia duduk di kursi di depan meja Sujeong sambil melipat kedua tangannya di atas meja.

“Kau kenapa? Badmood?” Tanya Wonwoo to the point. Sujeong hanya mengangguk lemah sebagai jawaban.

“Kau sedang bulanan?”

“Sudah minggu kemarin.”

“Kau habis diceramahi Choi sonsaengnim?”

“Tidak. Aku sedang tidak ada masalah dengannya.”

Wonwoo terdiam sejenak. Mencoba menebak apa yang tengah temannya itu rasakan. “Kau bertengkar dengan kekasihmu?”

Napas Sujeong tercekat. Apa mungkin Wonwoo sudah mengetahuinya?

“Ah! Itu mana mungkin! Kau kan single.” Seru Wonwoo dengan cengiran lebarnya. Ia senang menjadi usil.

Sujeong bernapas lega. Dia belum mengetahuinya, baguslah!, batinnya.

“Apa aku terlihat seperti wanita tidak laku dimatamu?” Sungut Sujeong. Ia hanya mencoba membangun suasana, memperbaiki mood-nya.

“Tidak sih. Tapi terakhir kali kau berkencan kan sudah hampir setahun yang lalu. Setelah itu baik aku maupun yang lainnya tidak pernah melihat kau berkencan dengan laki-laki lagi.” Wonwoo mencoba mengingat siapa pria yang terakhir kali Sujeong kencani. Jika tidak salah, dia adalah mantan senior mereka di sekolah ini dan tahun lalu telah lulus. Sungjong sunbaenim.

“Kau belum bisa melupakan Sungjong sunbaenim?” Tanya Wonwoo tiba-tiba. Sujeong menatapnya heran.

“Tidak. Aku sudah tidak memiliki perasaan lagi dengannya. Dia pria yang kaku meskipun sangat baik dan aku dengar dia sudah punya kekasih lagi.”

“Baguslah. Aku kira kau mengalami susah move on.” Ujar Wonwoo dengan suara yang lemah.

“Hey! Sujeong!” Panggil Wonwoo. Sujeong pun memusatkan pandangannya pada Wonwoo. “Jika kau punya kekasih nanti, jangan jauhi aku ataupun yang lainnya, paham?”

Sujeong tertegun. Apa mungkin temannya ini telah memiliki firasat jika dia telah memiliki kekasih yang sangat posesif. Mengingat soal kekasih, ia jadi teringat pada Taehyung. Apa yang sekiranya pemuda itu tengah lakukan saat ini.

“Wonwoo, aku— ”

“Ryu Sujeong!” Panggil seseorang dari arah pintu kelas. Baik Sujeong dan Wonwoo pun menoleh ke arah asal suara. Betapa kagetnya Sujeong ketika mengetahui sosok yang memanggilnya.

“Taehyung sunbaenim,” lirih Sujeong. Ia segera melirik Wonwoo yang masih berada di depannya. Ia takut sifat posesif Taehyung akan kambuh lagi jika melihat Wonwoo didekatnya.

“Cepat sana pergi!” Bisik Sujeong sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Wonwoo. Wonwoo yang masih dalam keadaan bingung karena kedatangan Taehyung bertambah bingung karena Sujeong mencoba mengusirnya.

“Kau itu kenapa?” Tanya Wonwoo bingung. Sujeong menarik-narik lengan seragam Wonwoo.

“Sudah sana pergi!!” Sujeong berteriak tertahan. Ia menoleh ke arah Taehyung lagi yang ternyata sedang berjalan ke arahnya.

Matilah kau Sujeong!!” batin Sujeong kalut. Ia semakin kalut ketika Taehyung sudah berada dihadapannya dengan cengiran bodohnya. Tunggu! Kenapa dia memasang senyum bodohnya?

“Kau temannya Sujeong kan? Wonwoo?” Tiba-tiba Taehyung bertanya pada Wonwoo yang masih terheran atas kedatangannya.

“I.. Iya,” jawab Wonwoo. Ayolah! Dia benar-benar bingung saat ini. Kenapa seniornya mengenal Sujeong? Sementara Sujeong hanya berdoa dalam hati. Semoga Taehyung tidak mengamuk dalam kelasnya.

“Aku kekasihnya Sujeong.” Ujar Taehyung seraya tersenyum bangga. Sujeong melongo. Kenapa kekasihnya ini tidak bersikap posesif lagi? Kenapa Taehyung tidak mengamuk ketika melihat dia akrab dengan laki-laki lain? Apa dia salah makan?

Baik Wonwoo maupun siswa yang berada di dalam kelas itu kaget bukan main. Bagaimana tidak? Temanmu yang dikenal tidak pernah berkencan dengan pria lain, dikenal sebagai ratu single, dan selalu kabur setiap kali temannya mencoba untuk menjodohkannya, tiba-tiba memiliki seorang kekasih.

“Wah! Selamat, sunbaenim! Kalian memang cocok!” Seru Wonwoo yang telah bisa menguasai diri. “Aku tunggu pajak jadiannya!” Wonwoo menunjukan wajah berseri-serinya sambil membayangkan makanan apa yang akan ia minta pada pasangan baru itu.

Sementara itu, Sujeong masih tidak yakin melihat sifat Taehyung yang tiba-tiba berubah. Apa ia bermimpi? Mana ada orang yang bisa merubah sifatnya hanya dalam waktu kurang dari satu jam! Ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi!

Sujeong segera berdiri dari duduknya lalu menarik lengan Taehyung agak menjauh dari teman-temannya yang tengah membicarakan dia dan Taehyung.

“Apa kepalamu terbentur?” Sujeong berbisik pelan sambil mengusap pelan kepala bagian belakang Taehyung. Ia memeriksa apa ada luka atau benjolan disana. Ternyata tidak ada. Berarti dia benar-benar orang aneh!

 

Dengan gerakan cepat, Taehyung menarik tangan Sujeong yang tengah mengusap kepalanya. Lalu menarik gadisnya itu sedikit lebih dekat dengannya. Ia berbisik tepat di telinga kiri Sujeong, membuat Sujeong bisa merasakan deru napas pemuda itu di sekitar tengkuknya.

“Aku akan menculikmu!”

Sembrutan merah mewarnai kedua pipi chubby Sujeong. Ia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya, terasa mual, tetapi menyenangkan. Ia tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini, apalagi ketika suara berat milik Taehyung terdengar ditelinganya. Dia tidak pernah menyangka jika kekasihnya itu memiliki pesona yang luar biasa.

Taehyung segera menarik lengan Sujeong ketika bell tanda jam pelajaran pertama dimulai berbunyi. Ia tidak peduli pada puluhan pasang mata yang menatapnya dan Sujeong, ia tidak peduli pada hukuman yang mungkin saja ia akan terima jika membolos. Ia hanya ingin bersama gadisnya saat ini.

=o=

Aroma lavender tercium diseluruh ruangan itu. Ruangannya tidak terlalu besar, membuat aroma lavender itu tidak akan terbuang sia-sia. Meskipun ruangan itu tidak terlalu besar, namun suasananya tidak pengap karena ventilasi yang cukup ditambah pendingin ruangan yang segaja dinyalakan.

Sujeong menyenderkan punggungnya disebuah kursi putar dengan bantalan yang empuk. Ia mengenali ruangan itu sebagai ruang wakil ketua kesiswaan, yang saat ini diduduki oleh seniornya,      Min Yoongi.

“Bagaimana bisa kau mendapatkan kunci ruangan ini, sunbaenim?” Sujeong mendongakan wajahnya.             Menatap Taehyung yang tengah duduk di atas meja kerja wakil ketua kesiswaan dihadapannya.

“Hanya sebuah keberuntungan.” Jawab Taehyung sekenannya karena tengah fokus menggunting kuku kakinya. Sujeong mengerucutkan bibirnya sebal. Kenapa sifat aneh kekasihnya muncul lagi?

“Kenapa bibirmu begitu? Minta cium?” Goda Taehyung sambil tersenyum aneh kearah Sujeong. Refleks Sujeong mencubit pelan lengan Taehyung. “Aww!”

“Jangan mesum!” Seru Sujeong kesal. Ia melipat kedua tengannya di depan dada dan memperhatikan Taehyung yang tengah menggunting kuku kakinya di atas meja. Apa kekasihnya ini tidak tahu malu dan sopan santun? Mana ada pria yang menggunting kuku kakinya dihadapan kekasihnya? Di atas meja lagi!

Sunbaenim memotong kukunya tidak rapi.” Seru Sujeong ketika melihat hasil guntingan Taehyung dikukunya. Ia segera mengambil alih gunting kuku yang dipegang Taehyung dan meneruskan menggunting kuku kaki pemuda itu.

Sujeong menggunting kuku kaki Taehyung dengan hati-hati agar hasilnya bagus. Ia tidak suka melihat potongan kuku yang tidak rata, lagipula akan terasa sakit.

“Sudah selesai!” Serunya senang. Lalu menatap ke arah Taehyung yang tengah menatap kearahnya sambil tersenyum. “A… Ada apa?” Ia jadi gugup sendiri.

“Kau manis,” ujar Taehyung dengan suara rendah. “Jangan pernah mengurus pria lain! Cukup aku yang kau urus! Cukup aku yang merasakan sentuhan hangat dari jemarimu!”

Detik itu juga, Sujeong lupa cara bernapas. Sebenarnya Taehyung bukan pria yang sangat romantis baginya, tapi sikapnya sangat manis dan dia tahu cara membuat kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Dan tanpa ia sadari, ia menjadi kecanduan pada kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya itu.

Sunbaenim tidak cocok bersikap sok romantis seperti itu.” Sungut Sujeong. Ia tidak mau Taehyung menyadari jika dirinya salah tingkah. Ia menjauhkan wajahnya dari wajah Taehyung.

“Kenapa?”

“Karena Sunbaenim aneh!” Canda Sujeong.

“Jadi kau tidak suka aku karena aku aneh, begitu?”

“Tidak, aku suka Sunbaenim yang aneh.”

“Apa?” / “eoh?

Sujeong meruntuki dirinya yang kelepasan bicara. Malulah aku! Ia tidak berani menunjukan wajahnya didepan Taehyung, ia terlanjur malu.

“Berdirilah!” Pinta Taehyung tiba-tiba. Sujeong menoleh kaget dan hanya mengikuti perintah Taehyung untuk berdiri di hadapannya. Sujeong yang bediri dan Taehyung yang duduk di atas meja, membuat mereka mudah untuk bertatap muka.

Taehyung menarik pergelangan tangan Sujeong, membuat ia menjadi sangat dekat dengannya. Taehyung memeluk pinggang Sujeong dan membuat jarak diantara mereka semakin habis. Sujeong hanya terdiam. Tiba-tiba saja tubuh dan otaknya lumpuh. Ia hanya bisa menuruti saja apa yang Taehyung lakukan padanya.

Taehyung menempelkan bibirnya di bibir Sujeong, hanya sekedar menempelkan bibirnya saja, dan mulai berbicara dengan keadaan seperti itu.

“Aku akan belajar menjadi pria idamanmu, katakan saja seperti apa pria yang kau sukai. Aku akan menjadi seperti apa yang kau inginkan.” Ucap Taehyung tulus. Ia sangat menyayangi Sujeong. Sangat. Dan ia rela menjadi apapun yang Sujeong inginkan, apapun itu.

Sujeong hanya berdiam, tidak bereaksi. Ia bingung harus berkata apa. Jujur saja, Taehyung buka tipe pria idamannya. Tapi dia telah jatuh hati pada perjuangan Taehyung untuknya. Ia lebih menyukai pria seperti itu, yang mengungkapkan rasa sayangnya bukan hanya mengucapkannya saja.

Ia mulai jatuh hati pada Kim Taehyung.

.

 

To Be Continue

 .

.

.

Side story.

Lorong kelas pagi itu sudah cukup ramai. Diantara keramaian itu, Yoongi berjalan cepat menuju kelasnya, 3-2. Ia mengedarkan pandangannya, mencari sosok sahabatnya yang tiba-tiba saja mengirimkan sebuah pesan singkat padanya, padahal dia harus menghadap wali kelasnnya saat itu juga.

 

Ia mendengus kesal ketika mendapati sahabatnya, Kim Taehyung, tengah membaca komik One Piece di tempat duduknya. Ia menghampiri pemuda bersurai hitam tersebut, lalu meletakan sebuah kunci di atas meja di hadapannya.

 

Kim Taehyung menutup komik yang tengah ia baca, lalu segera mengambil kunci yang tadi diletakan Yoongi di atas meja. Ia memasukan kunci itu ke dalam saku celannya, dan segera bangun dari duduknya.

 

“Thanks, bro!” Seru Taehyung seraya menepuk pelan bahu Yoongi.

 

“Apa yang akan kau lakukan di ruangan ku?” Tanya Yoongi, ia merasa heran karena tiba-tiba saja sahabatnya itu ingin menggunakan ruang wakil ketua kesiswaan yang sekaligus ruangan kerjanya juga. Taehyung hanya tersenyum tipis terlihat seperti menyeringai kecil sebenarnya mendengar pertanyaan pemuda bermata sipit itu.

 

“Ada seorang gadis yang ingin aku tawan disana.”

.

.

.

Hollaaaa ‘_’)/

Ada yang masih inget ff ini? engga? yowes rapopo

Maaf kalo alurnya agak kecepetan. Soalnya daku ga suka sama alur yang terlalu lama ¬_¬

Semoga kalian suka sama chapter kali ini.

Sebenernya ff ini udah selesai aku ketik sejak lamaaaa banget. tapi masih mendem di lappy. Hue he he ¬_¬

At last. Thanks for admin yang udah publish ff aku ini

Thanks juga buat reader yang udah mau baca

Advertisements

16 thoughts on “[Freelance] Unexpected Boy and I (Chapter 2)

  1. apapun genrenya kalo pairingnya Taejeong aku sukaaaa… apalagi ceritanya manis banget bayangin si V yg rada aneh dan si Ryu yg manis jadi pengen tau kelanjutannya…

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s