[Freelance] Flu

Untitled-1

Flu

© burritown

Jeong Yein, Jeon Jungkook

Romance, General, Fluff?

Rating T

Ficlet (1.108 Words)

Warn! Typo(s), Weird, semi-plotless, (un) beta-ed, e.t.c

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I didn’t get any advantages from this fic

.

.

.

 “Kau lama sekali,”

Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada, sedikit mengerucutkan bibirnya, mencoba terlihat kesal di depan sosok tersebut; sangat kontras dengan kedua sudut bibirnya yang terangkat ke atas. Sementara anak laki-laki yang baru saja sampai itu berlutut untuk mengatur napasnya beberapa jenak, sebelum akhirnya kepalanya menengadah melihat sosok gadis di depannya.

“Maaf, ada sedikit urusan tadi.” Sedikit menyeka keringat di pelipisnya. Napasnya masih sedikit tersengal—anak laki-laki itu berlarian dari rumah demi sampai ke taman untuk menemui sang gadis—. Nada suaranya terdengar serak; benar-benar berbeda dari biasanya. Bibirnya tampak sedikit lebih pucat. Sebelah tangan anak laki-laki itu mengusap hidung yang tengah berubah kemerahan. Ah, sepertinya ia sedang terserang flu.

“Kau sakit.” Jeong Yein—nama gadis itu—langsung berucap ketus ketika mengetahui ada hal yang sedang tidak beres dengan teman tumbuh besarnya ini. Berteman semenjak menjadi embrio membuat Yein benar-benar mengerti luar-dalam sikap dan kepribadian anak laki-laki yang lebih tinggi beberapa senti darinya (walaupun secara teknis anak laki-laki itu lebih tua satu tahun darinya).

“Aku tidak apa-apa. Hanya flu ringan, Yein-aa.” Kembali mengusap hidungnya, “Ngomong-ngomong, apa yang ingin kau bicarakan?” Manik gelap itu menatap langsung sosok Yein yang sedang mengobservasi dirinya.

“Jeon Jungkook.” Suara cempreng itu terdengar tidak bersahabat. Jungkook menghembuskan napas berat. Seharusnya ia cukup jenius untuk menutupi kondisi tubuhnya yang sedang tidak baik hari ini (Jungkook bahkan sengaja memakai muffler merah marun kesayangannya untuk menutupi sebagian wajahnya yang memerah karena demam). Namun dia adalah seorang Jeong Yein. Gadis yang telah dikenalnya semenjak masih menjadi embrio. Sama sekali tidak ada gunanya menyembunyikan apapun.

“Kenapa tidak bilang padaku kalau kau kena flu?”

Angin musim gugur kembali berhembus dengan kencang. Membuat Jungkook harus merapatkan jaketnya senyaman mungkin, kecuali kalau ia ingin flunya semakin parah. Anak laki-laki itu menggosokkan kedua telapak tangannya di depan mulut, dan meniupnya perlahan. Seolah hal itu mampu menghilangkan hawa dingin yang menyergapnya ketika beranjak keluar rumah, walaupun hanya sebentar.

Jungkook membuka suaranya, “Aku tidak ingin membuatmu khawatir.” Alasan klise, memang. Namun memang benar adanya.

“Omong kosong.” Yein merotasikan kedua bola matanya. Sebelah punggung tangannya mencoba meraih dahi sosok yang lebih tinggi darinya. Panas.

“Kita pulang. Ayo.” Yein meraih sebelah tangan Jungkook yang masih menggantung bebas, menariknya untuk meninggalkan taman.

Jeong Yein akan menjadi overprotective jika terjadi sesuatu dengan Jeon Jungkook—

“Yein-aa.” Jungkook menghentikan langkahnya, membuat Yein turut berhenti dan memutar badan, menatap sosok laki-laki jangkung tersebut. Tangan mereka masih tertaut satu sama lain. Gadis itu menaikkan sebelah alisnya, menunggu sesuatu yang akan diucapkan selanjutnya.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”

—dan Jeon Jungkook selalu memiliki cara tersendiri untuk menghindari sisi Jeong Yein yang sedikit menyebalkan. Pengalihan pembicaraan. Jungkook sangat pandai dalam melakukan hal itu.

Yein menarik napas berat dalam sekali tarikan. Jika ia mengetahui kondisi Jungkook jauh dari kata baik, seharusnya gadis itu tak usah memintanya untuk repot-repot bertemu di taman.

“Jeon Jungkook. Kau sedang sakit, dan masih sempat menanyakan hal itu?” Yein merotasikan kedua manik gelapnya, kembali menarik Jungkook untuk mengantarnya pulang (tentu aksinya gagal karena perbedaan tenaga di antara keduanya cukup jauh). Anak laki-laki itu menahannya.

“Jeong Yein.” Anak itu terbatuk sebentar, kemudian kembali melanjutkan kalimatnya, “Beritahu. Aku. Sekarang.” Lebih condong ke sebuah perintah, sebenarnya.

Lantas gadis brunette itu tak langsung menyerah. Sebelah tangannya yang bebas ikut menarik Jungkook, memaksanya untuk mengikuti keinginannya. Mengantar Jungkook pulang; dan mengadu pada nyonya Jeon bahwa anaknya sedang sakit.

“Aku akan memberitahumu.” Garis wajah Jungkook berubah cerah, “Tapi nanti. Kita pulang dulu.” Dan setindak kemudian kembali meredup. Sungguh, tidak bisakah Yein berbaik hati dan memberitahunya sekarang? Ia sudah mengorbankan rasa pening di kepalanya dan berlari sekian meter hanya untuk mendengarkan pembicaraan gadis itu—sialnya malah berakhir Yein yang mencicit soal flu yang dideritanya.

“Jeong Yein. Kau memang pandai membuat orang mati penasaran.” Anak laki-laki itu bergumam, menyipitkan kedua matanya, menatap curiga kepada sosok gadis yang berjalan beberapa senti di depannya; masih dengan menarik tangan Jungkook.

Tak mau repot menjawab, Yein hanya memamerkan sederetan gigi putihnya—tidak tahukah gadis itu bahwa Jungkook sedang bersungut-sungut tidak senang sekarang ini?

Kini mereka berdua telah sampai di depan kediaman keluarga Jeon (tak membutuhkan waktu yang lama untuk sekedar berjalan dari taman).

“Jungkook-aa, mau kuberitahu suatu rahasia?” gadis itu memasang senyum tiga jari di sela ucapannya. Terkadang Jungkook merasa seperti seorang idiot yang berteman degan sosok gadis bipolar. Jeong Yein mampu mengubah ekspresinya dari A sampai Z dalam waktu yang cukup singkat. Hingga beberapa jenak yang lalu, Jungkook hanya mampu melihat Jeong Yein yang overprotective padanya—dan sekarang berubah total.

Yein membalikkan badannya, masih dengan senyuman simetris yang menghiasi paras cantiknya; untuk sejenak membuat Jungkook mampu melupakan denyutan nyeri di kepalanya. Anak laki-laki itu menaikkan sebelah alisnya, tampak tertarik dengan ucapan Yein.

“Apa?”

Yein melangkah lebih dekat dengan Jungkook, menghapus sebagian jarak yang telah ia ciptakan. Manik gelapnya menatap lurus ke arah laki-laki yang lebih tinggi darinya—

“Aku menyukaimu.”

Jung Yein sedikit berjinjit untuk meraih pipi Jungkook, mengecupnya sekilas. Anak laki-laki itu sedikit terkejut dengan aksi tak terduga dari teman tumbuh besarnya; namun ia segera menutupinya. Bohong kalau frekuensi detak jantung Jungkook masih tampak normal seperti biasanya; ia merasa bahwa seluruh organ vitalnya sedang berada dalam batas ketidakwajaran sekarang. Otaknya sama sekali tak mampu untuk memproses apapun,paru-parunya seolah tak dapat menerima asupan oksigen, dan jantungnya—Jungkook merasa darahnya mengalir lebih cepat. Uh, mungkinkah ini salah satu efek flu yang dideritanya?

“…Bumi kepada Jungkook. Halo? Kau masih disini?” Jungkook mengerjap begitu menyadari bahwa tangan Yein melambai tepat di depan matanya. Anak laki-laki itu lantas tersadar dari serangkaian spekulasi A-Z yang telah ia susun perihal aksi tak terduga Jeong Yein.

“Apa? Kau mengatakan sesuatu?”

Satu kata untuk menggambarkan garis wajah Jeon Jungkook yang sekarang. Idiot.

Yein menggelengkan kepalanya, “Beristirahatlah. Ingat, kau sedang flu. Aku pulang dulu~” Gadis itu membalikkan badannya, bersiap untuk meninggalkan Jungkook menuju rumahnya yang hanya terpisah oleh sebuah pagar (mereka berdua adalah tetangga, asal kau tahu).

“Yein-aa.”

Suara serak itu kembali menyapa, mau tak mau harus membuat Yein kembali membalikkan badannya menatap sang empu—

Cup!

Iris gelapnya membulat sempurna ketika merasakan sesuatu yang kenyal mengecup bibirnya. Hembusan napas hangat lawannnya terlalu nyata untuk disebut sebagai sebuah khayalan. Jeon Jungkook menciumnya. Di bibir. Ciuman pertamanya.

“Nah. Mulai besok kita tidak akan repot-repot bangun pagi untuk sekolah, kan?” Giliran Jungkook memamerkan senyum tiga jarinya. “Aku masuk dulu.”

Yein mengerjapkan mata beberapa kali, sebelum—

Ya! Jeon Jungkook idiot!”

“Aku juga menyukaimu, Yein-aa.”

Anak laki-laki itu melambaikan sebelah tangannya sebelum benar-benar menghilang di balik pintu.

.

.

.

FIN

.

.

.

Dengan anehnya…

Finally i’ve finished this fic with my (new) precious crack-pair, Jeong-In. Wooohoooo! /slap/

Entahlah, tiba-tiba saya merasa kalau dua orang ini lucu jika dipasangkan; semuanya berawal dari ketidaksengajaan dan rasa penasaran dengan LOVELYZ dan berujung ngeship dua ongok (?) maknae unyu-unyu ini (ditambah banyak orang yang mengatakan bahwa Jungkook dan Yein memiliki wajah yang cukup mirip .w.) dan tentunya semakin membuat saya gatel untuk segera menulis fic tentang mereka dan—walla! Jadilah fic dengan plot dan diksi amburegul ameseyu ini –w–

Eh, ngomong-ngomong ini adalah fanfiksi yang pertama kali berani saya posting di blog lain sebagai freelancer /gakadayangtanya/ (juga pernah saya posting di blog pribadi saya, sebenarnya) saya juga mau mengucapkan halo kepada seluruh penghuni fandom ini o/

Kemudian terimakasih saya tujukan kepada seluruh pembaca :”D baik itu silent readers ataupun bukan. Saya sangat berterimakasih karena kalian telah menyempatkan waktunya untuk membaca fanfiksi amburegul ameseyu ini :”D kritik, saran, komentar, dan flame yang masih dalam kategori sesuai etika akan Saya terima ‘w’/

Salam hangat,

burritown

Advertisements

15 thoughts on “[Freelance] Flu

  1. iya sama, berawal download mv CJL terus tersepona sama Sujeong. stalker about lvlz ketemu sama maknae lalu suka dan kebetulan aku ngebias Jungkook..

    banyak yg bilang mirip, baca ff JeongIn dan jadi ngeship mereka..

    Diksi kamu bagus banget, suka deha cerita sama genrenya juga pas sama pairing..

    boleh request? aku request ff yg pairingnya Suga sama Jiae. mereka jarang soalnya ~>_<~

    Like

    • orz, aku keracun lovelyz sama temen sekelas gegara ah-choo :’D dan akhirnya ngepoin mereka sampai sekarang jadi ngebiasin maknae line, wwwww
      terimakasih banyak :’D diksi saya masih perlu belajar lagi kok, efek kena WB selama berbulan2 u_u
      wah, kalao pairing suga-jiae mungkin saya masih belum bisa janji, soalnya mau struggle sama uas dulu, nanti kalau sudah uas mungkin bisa :’D

      ngomong2, terimakasih sudah mau baca :”D

      Like

  2. Yein yg bisa agresif ke Kuki, trus Kuki yg gak mau kalah-atau emang bareng2 besok gak mau masuk sekolah?? :”)

    Hue awalnya aku sempet “kenapa? Di taman ngapain? Kenapa gak telpon aja? Kenapa gak ketemuan di depan rumah aja?” trus si Kuki jg bikin “ih kenapa disembunyiin kalo lg sakit?” #tungguIniMaksudKomennyaApaDahZel… lupakan ._.

    Iiih pokoknya ini maniiz #pencintaGulaGula ><
    Whoaa ayooo ayoo ongokan maknae ini emang cocok bgt gak sk dinistakan?? >
    <

    Semangat burritown (?), aku Azel btw. Salam kenal :3

    Like

    • tetot! silahkan anda tebak sendiri :’D /kemudian ditabok/

      kenapa settingnya di taman? karena yein bosen ketemuan di depan rumah, takut di’ciye’in sama mama-papa nya :’D /gagitu

      ah, terimakasih :”D sebenernya ada sedikit niatan buat menistakan mereka berdua, sih, tapi mungkin nunggu habis uas lalu beraksi lagi :”D /apaanlah

      yeeee~ terimakasih (lagi) panggil saya burritown o/ salam kenal juga :’3

      Liked by 1 person

    • silahkan bayangkan umur mereka di fic ini sesuai imajinasi anda 😀 wkwk. tapi emang sikap mereka masih kayak anak smp sih /kemudian ditendang/

      ngomong2 terimakasih sudah mau baca :”D

      Like

  3. Ngebayangin anak smp yang cinlok terus ada ada adegan jujur-jujuran itu gimana gitu, walaupun mereka udah gak muda lagi alias udah mulai tua//dilemparkelaut// ko kayanya mereka cocok jadi anak baru gede alias abg ya, kesan nya kopel yang satu ini paling cocok setelah wajah mereka samaan. Kenapa ga sekalian aja kejadian nih di dunia nyata, di Seoul gitu? Ah pokoknya top empat jempol buat author dan kata-kata//yangbikinmuntahbarusanitu//asli dari kepala, dan jujur tapak kuda punya sayao.O

    Like

    • wkwk, jungkook-yein emang tampilan2nya anak smp banget T-T dan agak sedih juga pas tau kalo jungkook udah legal /jduk/
      saya juga berharap mereka beneran deket di realitanya :’D atau sekedar kenal gitu, kan…lucu :’3 apalagi sekarang bangtan sama lovelyz comebacknya barengan, kan? /udah/
      terimakasih banyak sudah mau baca :”D

      Like

  4. Nyaman baca tulisan author(atau panggilannya apa?) ><
    Iya sih meskipun ga ngeship siapa pun, cuma sekedar suka baca-baca aja, tapi ngerasa kalo muka mereka berdua mirip gitu

    Like

  5. Huwaaa~ jiwa jeong-in shipper membara pas baca ini ff… pas banget sama sikap asli mereka *sok tau deh, padahal cuma liat video²x aja di youtube 😁 yein yg rada cerewet sama jungkook yg cowok innocent >.< aaa kan jadi gemes sma mereka, burritown makasih udh nyiptain(?) ff jeong-in 😄 semoga aja bakal ada moment² jeong-in di kemudian hari 😁
    Ditunggu karya terbarunya…. 🙂 keep writing and fighting 😄

    Like

  6. haii burritown (?) heol, aku baru baca ff ini sekarang masa? pdahal udah lama ada ya kan. tadi buka2 library LFI ini sih soalnya. ya ampun mereka so sweet bgt sih, unyu2 dasar! temenan dr kecil eh sekarang jadian lagi udh mah pacar 5 langkah 😀 itu si Kuki modus bgt ya kiss2 Yein biar gak masuk sekolah bareng2, tapi ksian dek Yein nya jdi flu /lah emang judulnya juga flu kok :”D/ ya udah gitu aja deh, salam kenal 🙂

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s