[My Boyfriend Series] Nerd

tumblr_nf0ehyYf121u0lweno2_1280

˪ My Boyfriend Series ˥

#2 Nerd

.

.

A fanfiction by Ayumu-Chaan

Lee Mijoo [Lovelyz] & Nam Woohyun [INFINITE] || Romance – School-Life || Oneshot (2384 words) || Teenager / Teen

Blog: http://ayumuchaan.wordpress.com

Disclaimer: This is my story and just in my imagination. I’m sorry if there same any title or character. Plot and story is mine. But, the cast(s) isn’t mine.

Previous: (Teaser) – (#1 Annoying) –

-ooo-ooo-

“Masih lama?”

Terdengar suara yang melontarkan pertanyaan dari seorang gadis yang sedari tadi duduk di kursi itu. Sementara, di samping kursinya terisi seseorang yang sibuk membaca sebuah buku terjemahan.

“Sepertinya masih. Kamu pulang duluan saja,” balas seorang laki-laki tanpa mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Laki-laki itu tampak fokus sekali membaca bukunya.

Gadis itu mendengus, “Kamu kan bisa meminjam buku itu lalu membawanya ke rumah. Untuk apa membacanya di sini?”

“Tidak bisa, Mijoo.” Kini lelaki itu menoleh menatap gadis di sampingnya. Gadis yang bernama Lee Mijoo.

Lelaki itu menaikkan kacamatanya yang sedikit turun dengan jari telunjuknya, “Selama seminggu ini, aku hampir meminjam lima buku sehari. Kini aku dibatasi oleh pustakawan untuk meminjam dua buku sehari. Buku yang kubaca ini sebentar selesai. Sabar saja.”

“Atau… Kalau kamu tidak mau menunggu, kamu bisa pulang duluan,” lanjut lelaki itu lalu kembali membaca bukunya.

Mijoo menatap lelaki itu yang kembali membaca bukunya. Ia menatap lelaki itu sebentar lalu menghela nafas.

Hening.

Perpustakaan. Tempat yang sekarang dipijaki oleh Mijoo ini benar-benar hening. Ada tiga hal yang membuat perpustakaan itu hening. Pertama, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, pasti banyak murid-murid sekolah yang sudah pulang. Kedua, di dalam perpustakaan itu kini tersisa hanya tiga orang saja yaitu, Mijoo, lelaki di sampingnya, dan seorang pustakawan yang asyik tidur di mejanya. Ketiga, perpustakaan memang tempat yang selalu tentram. Pasti kata ‘berisik’ saja sudah akan ditendang oleh perpustakaan itu.

Mijoo kembali melirik pemuda di sebelahnya. Pemuda bernama Nam Woohyun. Seorang pemuda yang dikenal nerd. Selalu memakai kacamata dan rompi kotak-kotak kuno. Tak heran, bila orang-orang yang melihatnya akan langsung menjuluki pemuda itu nerd.

Berbanding terbalik dengan Mijoo. Mijoo dikenal dengan julukan perempuan jadi-jadian. Kenapa? Itu karena Mijoo dikenal sebagai preman sekolah. Sering sekali melabrak adik kelas, meminta uang jajan mereka, bahkan pernah memukul kakak kelas juga. Mijoo tidak pernah takut dengan laki-laki yang berbadan besar ataupun lebih tua darinya. Pengecualian untuk ayahnya.

Sadis.

Ya, tapi itulah Lee Mijoo. Mungkin apabila kamu bertemu dengannya pasti akan menimbulkan kesan gadis yang manis karena Mijoo selalu menata rambut panjangnya dengan baik. Tetapi bila kamu sudah mencari masalah dengannya… Jangan harap dirimu selamat.

Plop!

Terdengar bunyi buku yang ditutup. Lelaki di samping Mijoo kini menutup buku tebal yang baru saja dibacanya.

“Aku sudah selesai. Ayo, kita pulang.”

Mijoo mengangguk sambil tersenyum senang dengan mata yang berbinar-binar. Ia terlihat seperti anak anjing yang mengikuti induknya. Gadis itu langsung berdiri dari tempat duduknya. Sementara, Woohyun menatap gadis itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Kenapa diam saja? Kamu seharusnya menaruh buku itu kembali ke tempatnya lagi, kan?” ujar Mijoo ketika lelaki itu menatapnya aneh.

Seketika Woohyun tersentak seperti orang yang tersadar dari lamunannya, “Ah, tidak apa-apa.” Woohyun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan Mijoo untuk menaruh kembali buku itu ke dalam tempat asalnya.

Setelah menunggu lama, akhirnya Mijoo terbebas dari tempat mengerikan ini (read: perpustakaan). Kini mereka berdua berjalan berdampingan di koridor sekolah yang sepi. Terlalu sepi malah.

Tiba-tiba, indra pendengaran Mijoo menangkap sesuatu. Ia seperti mendengar bunyi benda terjatuh dari arah barat. Gadis itu langsung menoleh kepada laki-laki yang bertubuh tinggi di sampingnya itu.

“Apa kau mendengar sesuatu?” tanya Mijoo.

Woohyun menoleh, “Ehm, ya. Aku mendengar sesuatu. Hm.. Seperti bunyi benda jatuh mungkin?”

Mijoo tersenyum. Dalam hatinya, ia bersyukur karena telinga Woohyun masih berfungsi normal. Padahal Woohyun sudah menghabiskan waktunya berjam-jam di perpustakaan yang terlalu hening itu. Saking heningnya mungkin kamu akan mendengar suara nafasmu sendiri.

“Ayo, kita ke sana!”

Mijoo menarik tangan Woohyun agar lelaki itu mengikutinya. Mijoo berjalan cepat menghampiri tempat yang sekiranya suara itu berasal. Kini Mijoo dan Woohyun berada di area belakang sekolah.

“Kenapa kau mengajakku ke sini, Mijoo? Bukannya tempat ini sudah ditutup oleh kepala sekolah?” tanya Woohyun sedikit bingung.

Mijoo mengintip ke dalam, lalu menoleh ke belakang, “Ssst! Lihat, pintu gerbangnya terbuka! Pasti ada orang yang masuk ke sana!”

“Kamu mau kita masuk ke dalam?” tanya Woohyun sambil menatap Mijoo aneh. Apakah Mijoo sudah gila? Tempat itu sudah ditutup oleh kepala sekolah. Area belakang sekolah ini ditutup karena adanya ular besar dan hewan-hewan berbahaya lainnya. Tempat itu juga pernah dijadikan tempat bunuh diri oleh murid sekolah ini yang stres karena tidak lulus ujian.

Makanya setelah kejadian bunuh diri itu, terdapat pagar tinggi yang diatasnya terdapat banyak kawat. Pagar ini dianggap sebagai batas antara sekolah dengan area belakang sekolah. Sehingga tidak ada lagi siswa-siswi, guru, dan karyawan di sekolah ini yang masuk ke sana.

“Tentunya kita harus masuk ke dalam, kan? Bagaimana kalau ternyata itu adalah pencuri?” ujar Mijoo.

Woohyun menggeleng, “Tidak. Kita tidak boleh masuk ke dalam. Bukannya kepala sekolah sudah melarang itu?”

Mijoo menatap Woohyun sebentar lalu tersenyum miring.

“Jangan bilang kamu takut, Woohyun?”

Woohyun menatap gadis yang lebih pendek darinya ini dengan tatapan datar, “Untuk apa aku takut. Lagipula kenyataannya memang seperti itu, kan? Lagipula untuk apa pencuri itu mencuri di area belakang sekolah? Disana hanya terdapat hewan-hewan menyeramkan.”

“Ah, bilang saja Woohyun takut!” ujar Mijoo yang masih keukeuh dengan pendiriannya. “Kalau Woohyun tidak mau masuk, biarkan aku saja yang masuk sendiri!” lanjut Mijoo disusul dengan langkahan kaki gadis yang mulai memasuki tempat itu.

“Ya, terserah kamu saja,” ujar Woohyun tidak peduli. Padahal dalam hatinya sih dia cemas bila gadisnya itu masuk ke tempat yang berbahaya itu sendirian.

Tetapi, Woohyun berusaha untuk berpikir positif. Mijoo bukanlah gadis yang lemah. Gadis itu kuat bahkan bisa mengalahan  lima preman sekaligus. Jadi, untuk hal seperti ini seharusnya Woohyun tidak terlalu mengkhawatirkannya, kan?

Drrt.. Drrtt..

Tiba-tiba Woohyun merasa kantung celananya bergetar. Sepertinya ponsel jadul miliknya berbunyi. Lelaki itu mengambil ponselnya. Ternyata, ada sebuah pesan masuk.

From: Nam Mijoo

Woohyun-ah! Kamu pulang duluan saja. Tenanglah, jangan khawatirkan aku, oke? Aku sekarang sedang berada di dalam. Tidak ada hal mencurigakan tetapi ada sesuatu hal yang harus aku bereskan.

Lelaki itu mengangguk-ngangguk saat membaca pesan itu. Akhirnya, Woohyun memutuskan untuk pulang duluan.  Sebelum ia berjalan meninggalkan area belakang sekolah, Woohyun sedikit mengintip ke dalam pagar.

Ehm, sepi.

Akhirnya, Woohyun sedikit menutup pintu pagar. Itu dilakukan agar penjaga sekolah yang melihat pagar itu dari jauh mengira bila pagar itu tetap terkunci. Bahaya bila penjaga sekolah melihat pagar itu terbuka lebar lalu menguncinya. Kasihan, Mijoo, nanti gadis itu tidak bisa keluar (walaupun gadis itu bisa memanjat sih). Nah, kini Woohyun yakin bila Mijoo akan baik-baik saja.

~~~MBSn~~~

Esoknya.

Sungguh Woohyun merasa aneh sekarang.

Entah kenapa, saat lelaki itu memasuki sekolah, ia mulai menjadi pusat perhatian.

Padahal Woohyun merasa dirinya biasa saja. Ia hanya mengenakan seragam sekolah, rompi kotak-kotak kuno, dan kacamata tebal seperti biasa. Bahkan ia juga membawa sebuah buku tebal yang selalu ia bawa setiap hari.

Tetapi, kenapa kini orang-orang mulai menatapnya sinis?

Akhirnya, lelaki itu berusaha untuk tidak peduli dan kembali melanjutkan langkahan kakinya. Kini Woohyun berjalan di koridor sekolah. Entah kenapa, koridor sekolah kali ini terlalu sepi dan hening (sehingga Woohyun bisa mendengar langkah kakinya sendiri). Padahal bel masuk masih sekitar dua puluh lima menit lagi untuk berbunyi.

“Hoi, nerd.”

Woohyun menoleh ke belakang saat ada seseorang yang memanggil julukannya. Lelaki itu yakin pasti panggilan itu ditujukan untuknya.

“Hei, nerd. Untuk apa kau datang ke sekolah ini?” tanya seorang lelaki yang bertubuh lebih tinggi darinya yang kini mulai menghampiri Woohyun.

 “Tentunya untuk belajar.”

Mwo? HAHAHA…”

Lelaki itu tertawa. Woohyun menatap lelaki itu dengan aneh.

“Memangnya kenapa?” tanya Woohyun.

“Kau tidak berniat ke sekolah untuk bertemu dengan kekasih berandalmu itu? Ah ya, aku lupa. Nam Woohyun adalah seorang pemuda nerd yang sibuknya hanya belajar dan membaca buku kuno.”

Ah.. Mijoo ya.. batin Woohyun. Kemarin saat dia mendapatkan pesan dari Mijoo untuk pulang duluan. Woohyun sudah lupa dengan gadis itu (katakanlah bahwa Woohyun adalah kekasih yang jahat).  Apakah Mijoo baik-baik saja?

“Memangnya ada apa dengannya?” tanya Woohyun.

“Haha, tidak usah pura-pura tidak tahu, Woohyun! Selama ini aku tidak menyangka bahwa pemuda nerd sepertimu itu ternyata bermuka dua.”

“Hah?”

Kini Woohyun semakin tidak mengerti.

“Kau mengunci Mijoo di belakang sekolah, kan?”

“Tu-tunggu… Me-mengunci?” ujar Woohyun bingung. Mengunci? Tunggu. Jadi,  Mijoo terkunci di belakang sekolah?

“Sudah aku bilang, kau ini tidak usah pura-pura tidak tahu, Woohyun. Kasihan sekali gadis berandal itu. Mijoo si gadis berandal bisa jatuh dalam pesona aneh yang dimiliki pemuda nerd sepertimu.”

“Aku tidak mengerti. Jelaskan padaku, apa yang terjadi dengan Mijoo?” tanya Woohyun bingung.

Lelaki di hadapan Woohyun kini tertawa. “Kalau kau masih ingin berpura-pura. Silahkan liat mading sekolah. Lama-lama aku jadi malas berbicara dengan orang bermuka dua sepertimu.”

Lelaki itu berjalan meninggalkan Woohyun. Sementara Woohyun sendiri tidak memperdulikannya lalu segera berjalan menuju tempat mading sekolah yang letaknya tetap berada di koridor sekolah.

Ehm, ramai sekali. Kini Woohyun berada di tempat mading sekolah berada. Sayangnya mading sekolah tampak ramai sekali. Banyak siswa-siswi yang mengerubungi tempat itu layaknya semut.

“Permisi, aku ingin lihat.”

“Hei, lihat! Itu dia si muka dua!”

“Untuk apa kau ke sini, nerd? Sudah nerd, ternyata muka dua lagi,”

“Ehm, ayo, kita beri jalan kepada pemuda nerd ini. Setelah ini, ayo, kita habisi dia.”

Woohyun menghela nafas. Banyak orang-orang yang memberinya jalan tetapi sambil memberikannya tatapan aneh dan menusuk. Tetapi, lelaki itu berusaha untuk tidak memperdulikannya. Ia berjalan pelan dan melihat isi mading sekolah itu.

Terdapat kertas karton besar berwarna putih yang tertempel di mading itu. Disitu terdapat judul yang bertuliskan “SEORANG PEMUDA NERD TERNYATA TEGA MENGUNCI KEKASIHNYA DI BELAKANG SEKOLAH!”. Setelah itu, dibawahnya terdapat beberapa foto yang diantara ada foto Mijoo memasuki tempat belakang sekolah itu, foto Woohyun tersenyum saat melihat Mijoo memasuki tempat itu (Padahal saat itu Woohyun sedang cemas. Ekspresi wajahya cemas. Apa orang-orang tidak bisa membedakan ekspresi tersenyum dengan cemas?), dan foto Woohyun terlihat mengunci pagar belakang sekolah itu (Padahal Woohyun saat itu hanya menutup pagarnya sedikit. Tidak menguncinya).

Woohyun menghela nafas. Hhh, ini namanya fitnah! Kenapa masalah ini menimpa dirinya? Ah ya, Mijoo. Woohyun belum melihat gadis itu sedari tadi. Apakah gadis itu tidak masuk sekolah dan percaya kepada berita bohong ini?

“Hhh..”

Woohyun lagi-lagi menghela nafas. Lalu, ia menatap ke sekelilingnya. Orang-orang masih memperhatikan dengan tatapan sinis dan menusuk. Ehm, satu.. dua.. tiga..

Tap! Tap! Tap! Tap!

Woohyun segera mengambil langkah seribu dan berjalan meninggalkan tempat mading itu. Tujuannya sekarang adalah ke rumah Mijoo. Masa bodoh dengan sekolah dan pelajaran yang akan ditinggalkannya. Pokoknya, Woohyun harus meluruskan masalah ini.

~~~MBSn~~~

“Hosh… Hosh…”

Kini Woohyun sudah sampai di depan rumah Mijoo. Ia berdiri sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah. Lelaki itu berlari dari sekolah sampai rumah hanya untuk Mijoo.

Ting Tong!

Jari tangan Woohyun menekan bel yang berada di tembok rumah Mijoo itu. Setelah ia menekan bel itu selama tiga kali, kini keluarlah seseorang yang keluar dari pintu rumah itu. Seseorang yang sangat dikenali Woohyun.

Lee Mijoo.

“Mijoo!” seru Woohyun.

Gadis itu sedikit berjinjit untuk mengintip ke luar pagar. Lalu, tersenyum. “Hai, Woohyun! Kamu tidak sekolah? Kenapa nafasmu terengah-engah seperti itu?” sapa Mijoo sekaligus bertanya bingung.

“Mijoo? Ini beneran Mijoo?” tanya Woohyun sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

Gadis itu membuka pintu pagar, “Kau ini bicara apa sih, Woohyun? Ini beneran aku. Memangnya kenapa?”

“A-aa…” Woohyun kehabisan kata-kata.

Mijoo tertawa kecil, “Sepertinya kamu benar-benar capek. Ayo, masuk dulu. Aku buatkan minum.”

Nah. Kini Woohyun sudah memasuki rumah Mijoo. Setelah, gadis itu menyiapkan minuman berupa teh hangat. Woohyun bisa bernafas sedikit lega.

“Jadi, ada apa?” tanya Mijoo.

Woohyun menatap Mijoo sebentar. Lalu, mulai menceritakannya hal yang pemuda itu alami kemarin sampai hari ini. Mijoo mengangguk-ngangguk mendengar cerita Woohyun.

“Ooh, begitu ya. Sebenarnya sih aku sudah tahu. Aku percaya denganmu kok, Woohyun.” Ujar Mijoo.

Woohyun menatap gadis itu dengan tatapan dalam, “Serius? Lalu, kemarin hal apa yang harus kamu bereskan?”

“Ternyata yang kemarin kita obrolkan itu ternyata benar, lho! Ada pencuri yang memasuki lewat belakang sekolah. Nah, aku mengurus pencuri itu dulu. Aku belum memberitahu guru-guru dan penjaga sekolah tentang itu. Ehm, kemarin aku tidak terkunci. Saat aku keluar dari tempat itu, aku sempat melihat ada seseorang yang memegang kamera dari kejauhan. Tetapi orang itu langsung kabur begitu saja,” balas Mijoo.

Woohyun mendesah lega, “Ah, kau membuatku takut saja, Mijoo. Lalu, kenapa hari ini kamu tidak masuk?”

“Bolos.”

Woohyun menatap gadis itu dengan tatapan datar. Sementara, Mijoo menatapnya sambil tersenyum nyengir.

“Hhh.. Dasar kamu ini!” gerutu Woohyun sambil mengambil minuman yang tadi disiapkan Mijoo lalu meminumnya.

“Hehe.. Besok aku masuk sekolah kok. Setelah itu, kita luruskan masalah ini pada orang-orang yang percaya pada berita itu. Sekaligus mencari siapa dalang dibalik masalah ini,” ujar Mijoo berapi-api. Woohyun hanya mengangguk-ngangguk sambil menaruh minuman itu di meja.

“Woohyun-ah.”

Woohyun menoleh ke arah Mijoo. “Hm? Apa?”

“Banyak orang-orang yang mengatakan bahwa kita merupakan pasangan yang aneh. Si gadis berandalan dengan pemuda yang nerd. Apakah menurutmu itu aneh?”

“Tidak.”

“Kenapa begitu?” tanya Mijoo sambil menatap Woohyun dengan tatapan ‘ayo-jelaskan-kepadaku’.

“Memangnya salah kalau seorang gadis berandalan berpacaran dengan pemuda nerd? Menurutku tidak. Bukannya setiap orang memiliki pasangan dan kisah cintanya masing-masing?” balas Woohyun.

“Ehm, begitu ya.. Kamu merasa terganggu tidak sih berpacaran dengan aku? Walaupun aku ini adalah gadis yang berandalan?”

“Aku tidak peduli bagaimana dirimu sebenarnya. Walaupun kau adalah gadis dengan tingkahnya yang berandalan. Selama itu adalah gadisku, aku tidak masalah.”

Kedua mata Mijoo terbelalak lalu gadis itu segera menoleh kepada laki-laki di sampingnya. Terlihat Woohyun yang sedang tersenyum menatap Mijoo sambil memegang tangan gadis itu lalu meremasnya pelan.

“Kenapa menatapku seperti itu?”

Mijoo memalingkan mukanya ke arah kiri. Gadis itu tidak ingin Woohyun tahu bila muncul semburat merah di kedua pipinya. Mijoo kan gadis yang tomboy, bisa hancur eksistensinya di hadapan kekasihnya sendiri bila ketahuan sedang seperti itu.

“Haha, tidak usah disembunyikan seperti itu. Aku tahu kamu sedang blushing sekarang. Iya, kan?” Woohyun tertawa.

“Ah, tidak kok!” ujar Mijoo sambil melemparkan sebuah bantal kecil ke arah Woohyun.

“Hahaha… Kau tahu Mijoo…” Woohyun menggantungkan ucapannya lalu menatap langit-langit kamar Mijoo sambil tersenyum.

“Ehm?”

“Menurutku kau ini bukanlah gadis yang berandalan. Tetapi, kamu adalah seseorang berkepribadian laki-laki yang menyamar pada tubuh wanita.”

“Hah? Apa maksudmu?” tanya Mijoo sambil menatap Woohyun datar.

Woohyun tersenyum, “Haha, aku hanya bercanda. Ehm, menurutku kamu itu hebat.”

Mijoo semakin menatap Woohyun aneh. Ada apa dengan pemuda ini? Kenapa nada bicaranya semakin melantur kemana-mana? Apakah ada alien yang sedang mengambil alih tubuhnya?

“Woohyun, ada apa denganmu? Aku sama sekali tidak mengerti maksud ucapanmu.”

“Hhh.. Abaikan saja perkataanku tadi..” ujar Woohyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tetapi ia kembali melanjutan ucapannya, “Walaupun kamu adalah gadis yang berandalan selalu berada di peringkat paling bawah, berisik, terlalu frontal, dan tidak bisa diam. Tetapi menurutku kamu itu hebat.”

“Kenapa hebat?”

“Iya, hebat karena sudah mengambil hati seorang pemuda nerd yang berada di peringkat satu dan pendiam ini. Saranghae Mijoo-ah.”

.

.

-E N D-

Berakhir dengan anehnya-_-

.

.

Haloo ‘-‘/)

Sudah muncul kan pairing kedua di series ini? 😀

Aku tahu ini aneh.__. Alurnya tidak jelas. Jadi, jangan lupa siapkan kantong muntah, oke? Seperti yang kubilang di atas, fict ini berakhir dengan anehnya-_- Serta berawal dengan tidak jelasnya/?

Well, aku enggak pasangin Mijoo sama anggota BTS. Jadi, tolong jangan sakit hati ya /? Oh ya, anggap aja disini Woohyun sama Mijoo itu lahir di tahun yang sama .___.  Terus, maaf kalau disini Woohyun enggak terlihat seperti nerd -_-

Oh ya, makasih banyak buat yang udah komen di fic bagian JIN kemarin. Maaf nggak bisa balas satu-satu. Tapi aku baca semua kok 😀

Btw, ini pertamakalinya ane bikin oneshot ‘-‘/)

Bye! ^(.__.)^

Advertisements

9 thoughts on “[My Boyfriend Series] Nerd

  1. Ini aku ngira nya dia di bunuh dengan sadis,terus badan-badan nya dia di potong-potong//elah ngeri amat// eh tau nya engga. Udah ngebayangin muka nya woohyun bakal kaget eh tau nya, aku melongo aja. Keren ko, lanjut😊

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s