F4 – Graduation #9 Finale [Chapter]

wpid-img1443787252145

F4

 Graduation ♥

Main Cast : Lovelyz’ Sujeong – Seventeen’s Mingyu – Astro’s Cha Eunwoo

Cast : BTS’ Jungkook – Soloist’s Yoo Seungwoo – DIA’s Yebin – Gfriend’s Yuju – Etc

Genre : School Life – Friendship – Fluff – Romance

Type : Chapter

Rating : PG-15

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Terinspirasi dari drama populer seperti The Heirs dan Boys Before Flower, namun tetap alur dan cerita murni dari pemikiran author selaku penulis cerita ini!

..

Jangkauan hidup kita kini sudah luas. Ayo lakukan apa yang ingin kita lakukan sebagai orang dewasa bersama-sama!

.

.

.

            Semua orang bersorak-sorai karena telah menyelesaikan ujiannya. Iya hari ini adalah hari terakhir ujian akhir dan kami menyelesaikannya dengan baik. Aku dan Yebin berjalan bersama di koridor sekolah untuk segera pulang. Namun ketika berada di persimpangan aku di hadang oleh Mingyu. Bahkan pacarku itu memaksa Yebin untuk segera pergi menjauh dariku dan dia. Dasar Mingyu jahat!

“Ada apa?”tanyaku.

“Bagaimana ujiannya tadi?”tanya balik Mingyu.

“Baik dan sukses. Kau bagaimana?”

“Sama hehe,”

“Mingyu pasti ada yang ingin kau katakan. Apa coba?”

“Haha kau tahu saja. Sujeong-ah ayo kita……”

Kyaaaaa!!!!!

Para siswi berteriak dengan keras sehingga aku tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang Mingyu katakan. Setelah selesai bicara Mingyu langsung pergi begitu saja meninggalkan diriku sendiri di sini. Heh menyebalkan kalau tahu begitu dia tidak perlu mengusir Yebin. Aku kembali melangkahkan kakiku dan terkejut saat melihat sosok V alias Kim Taehyung ada di depan mataku! Iya, V anggota dari BTS yang berasal dari grup yang sama dengan Jungkook!

Haksaeng kau teman Jungkook yang pernah datang ke konser kami, kan?”tanyanya ketika berada di depanku.

Heol daebak! Dia masih mengingatku padahal saat itu aku bersikap malu-malu untuk mengambil gambar bersamanya! Mengetahui Taehyung mengenali aku anak-anak lain kembali berteriak dengan hebohnya.

“Ngomong-ngomong bisa kau berikan ini pada Jungkook? Dia bilang membutuhkannya tapi aku tidak tahu di mana anak itu sekarang, dia tidak menjawab panggilanku.”oceh Taehyung.

“Ba..baiklah aku akan memberikannya ke Jungkook, oppa.”balasku.

Taehyung terseyum manis di depanku! Ya Tuhan jantungku rasanya benar-benar akan loncat dari tempatnya!

            Aku masuk ke ruangan F4 dan mendapati Jungkook sedang tersenyum sambil melihat ke ponselnya. Huh.. dia bisa tersenyum lepas seperti itu? ini baru pertama kali aku melihatnya! Bahkan karena sibuk dengan dunianya sendiri dia tidak sadar kalau aku sudah berada di dekatnya.

“Jeon Jungkook,”tegurku.

Jungkook langsung menoleh dan buru-buru menyembunyikan ponselnya di balik bantal. Aku terkekeh melihat reaksinya yang begitu kaget. Kini aku lebih mendekat ke arahnya dan memberikan bungkusan dari Taehyung tadi.

“Ini dari Taehyung oppa tadi dia ke sini,”kataku.

“Hah dia yang datang? Aku fikir managerku yang akan ke sini,”gumamnya.

Ya Jungkook ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan? Ceritakan padaku,”godaku.

“Oppa.. oppa kenapa gelap?”

Samar-sama aku mendengar seseorang memanggil ‘oppa’. Apa Jungkook sedang melakukan video call dengan gadis bernama Jeong Yein itu ya?

“Itu Yein?”tanyaku.

“Eoh.. itu dia. Sujeong kemarilah aku akan memperkenalkan kau dengan Yein-ku,”

            Aku duduk di samping Jungkook dan di depan kami sudah ada laptop yang menghubungkan kami bersama Jeong Yein. Gadis itu dengan sopannya memperkenalkan dirinya di depanku. Melihat gayanya yang sangat rapi pasti dia juga anak dari kalangan berada.

“Annyeong Yein namaku Ryu Sujeong. Aku temannya Jungkook jangan salah sangka ya,”godaku.

“Hahaha tidak kok Sujeong eonnie,”kekeh Yein.

“Yein-ah dia ini pacarnya Mingyu jadi jangan berfikir yang tidak-tidak ya,”kata Jungkook.

Eonnie pacarnya Mingyu oppa? Whoa Mingyu oppa sangat beruntung memiliki pacar secantik eonnie!”puji Yein.

“Hahaha tidak Yein-ssi kau yang beruntung karena seorang idol menyukaimu,”kataku.

Mendengar ucapanku barusan mata Jungkook langsung membulat. Dia mendorongku untuk segera menyingkir dari depan laptop. Apa-apaan ini Jeon Jungkook!?

“Oppa apa maksud Sujeong eonnie?”tanya Yein.

“Bu-bukan apa-apa Yein-ah..”jawab Jungkook kikuk.

“Yein-ssi Jungkook menyukaimu! Oh ya aku pamit dulu ya Yein semoga kita bisa bertemu satu sama lain secara langsung!”teriakku.

Ya Ryu Sujeong!”pekik Jungkook.

Sebelum Jungkook benar-benar murka aku memilih untuk kabur dari ruangan F4. Hahaha.. jadi begitu seorang Jeon Jungkook kalau sudah salah tingkah? Lucu sekali.

“Sujeong di dalam ada siapa?”tanya Seungwoo.

Aku baru keluar dari ruangan F4 dan bertemu dengan Seungwoo di depan. Aku menjawab kalau aku baru saja bertemu dengan Jungkook untuk memberikannya titipan. Saat aku melangkahkan kaki untuk segera pergi, Seungwoo menahan lenganku.

“Su..Sujeong-ah apa kau sibuk?”tanya Seungwoo.

“Tidak juga. Ada apa?”heranku.

“Apa kau bisa menemai aku ke suatu tempat?”

            Kini aku dan Seungwoo berjalan-jalan di Myeongdeong untuk membeli barang-barang yang Seungwoo butuhkan. Dia bilang dia tidak terlalu pandai untuk memilih barang makanya Seungwoo mengajakku untuk ikut bersamanya. Seungwoo bilang dia ingin memberikan anak-anak di panti asuhan uang dengan hasil jerih payahnya selama ini. Ya kalian masih ingatkan kalau Seungwoo mengamen dan pernah mentraktirku es krim dengan uang hasil keringatnya sendiri?

“Seungwoo-ya ini bagaimana?”tanyaku.

Aku menunjukan kaos untuk anak laki-laki. Seungwoo melihat dengan jelas baju itu lalu dia memberikan komentar.

“Baju ini cocok di pakai dengan Myungjun tapi kita harus mencari ukuran XL,”kata Seungwoo.

“Kalau begitu aku akan bilang ke orangnya untuk mencarikan ukuran XL,”

            Kami keluar dari toko dengan barang belanjaan yang sangat banyak. Aku jadi penasaran berapa uang yang dihasilkan oleh Seungwoo sehingga dia bisa membeli barang-barang ini dengan uangnya sendiri? Dia betul-betul sosok yang mengagumkan!

“Sujeong kau laparkan? Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang?”ajak Seungwoo.

“Kalau kau traktir aku mau,”candaku.

“Hahaha karena kau sudah membantuku hari ini kau bisa makan sepuasmu!”kata Seungwoo.

Jinjja?!”pekikku.

Seungwoo mengangguk, “Ayo makan!”serunya.

            Kami sudah berada di sebuah restauran yang lumayan sepi pengunjungnya. Seungwoo bilang walaupun di sini sepi tapi makanan di sini sangat enak. Banyak orang yang terlalu gengsi untuk makan di sini, katanya Seungwoo. Saat makanan sudah dihidangkan aku ingin segera mencicipi makanan itu tapi Seungwoo melarangnya.

“Ya ya ya tunggu sebentar. Aku mau pamer ke Mingyu kalau aku sedang berkencan dengan kekasihnya,”kata Seungwoo.

Aku tertawa mendengarnya. Aku sudah dapat membayangkan reaksi apa yang akan ditunjukan oleh Mingyu nantinya. Kini Seungwoo sudah mengarahkan kamera ponselnya untuk mengambil gambar. Aku memakai gaya V alias peace dan 1..2..3 selfie sudah diabadikan. Seungwoo langsung mengirimkan gambar itu ke kakaotalknya Mingyu dengan caption : Aku sedang berkencan dengan gadis cantik. Dan apa kalian tahu? Tidak butuh waktu lama kami sudah mendapatkan jawaban dari Kim Mingyu!

“Kau mau mati ya Yoo Seungwoo?!”

Aku dan Seungwoo tertawa terbahak-bahak membaca pesan itu. Biarlah dia cemburu atau marah karena hal ini, siapa suruh tadi langsung meninggalkan aku sendiri? Baru saja aku dan Seungwoo mau menyantap makanan kami, aku mendapatkan telfon dari Mingyu. Tanpa pikir panjang aku menolak panggilan itu.

“Mingyu ya?”Tanya Seungwoo.

“Iya,”jawabku.

“Apa kau yakin ini baik-baik saja?”

“Eii ini akan baik-baik saja kok. Kau bukan Cha Eunwoo yang bisa membuatnya cemburu. Lagipula aku sedang sebal dengannya karena meninggalkan aku sendiri setelah mengusir Yebin uh,”

“Haha baiklah kalau begitu. Selamat makan Ryu Sujeong!”seru Seungwoo.

“Selamat makan Seungwoo-ya!”

Beberapa Bulan Kemudian…

            Hari ini adalah hari kelulusan. Setelah beberapa minggu menunggu hasilnya akan diketahui hari ini. Semua siswa datang ke sekolah dengan pakaian rapinya, termasuk aku. Kami juga didampingi oleh orangtua masing-masing. Sementara orangtua duduk di depan, para siswa diberikan izin untuk duduk di bagian belakang.

            Ketua komite telah memberikan pidato penyambutan dan kini acara akan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan untuk para siswa berprestasi. Kepala sekolah mulai menyebutkan siapa-siapa saja orang yang memiliki prestasi baik di sekolah ini. Salah satunya adalah Jeon Jungkook, karena dia membuat sekolah ini semakin dikenal orang. Banyak sekali yang berteriak memberikan ucapan selamat kepada sang idola itu. Wajar saja bagiku karena dia adalah Jeon Jungkook yang menerima banyak cinta dari orang-orang.

            Setelah Jungkook kini kepala sekolah menyebutkan siswa berprestasi lainnya. Banyak sekali anak berprestasi di sekolah ini, sayang sekali aku tidak mendapatkan apapun selama bersekolah di sini. Ya setidaknya memiliki memori bersama teman-temanku di sekolah ini sudah menjadi suatu kebanggaan untukku.

“Ryu jangan lupa ya!”kata Mingyu tiba-tiba.

Kebetulan aku dan Mingyu memang duduk bersama tapi aku tidak mengerti dengan ucapannya barusan.

“Apa?”tanyaku.

“Eii kau pura-pura lupa. Jangan begitu!”kekehnya.

Hah.. apa maksudnya. Aku benar-benar tidak tahu tapi kenapa Mingyu terlihat begitu semangat?

            Aku menghampiri ibu dan ayahku yang sedang berbicara dengan seseorang yang tidak aku kenal. Ayahku memperkenalkan aku kepada orang itu, ternyata dia adalah tangan kanan ayah Yuju juga. Dia diutus untuk menghadiri hari kelulusan Yuju. Mendengarnya aku jadi merasa tidak enak kepada Yuju. Pasti sedih rasanya di hari penting seperti ini orangtuamu tidak bisa datang menghadiri acara pentingmu.

“Sujeong-ssi apa kau melihat Yuju?”tanya orang itu.

“Tadi saya melihatnya,”jawab Sujeong.

“Boleh panggilkan Yuju? Ada pesan dari ayahnya yang harus saya katakan,”lanjutnya.

Aku mengangguk dan tersenyum lalu segera pergi untuk mencari Yuju.

            Setelah berkeliling akhirnya aku menemukan di mana Choi Yuju berada. Dia ada di kelas sambil memandang ke luar jedela. Raut wajahnya begitu datar. Aku menghampirinya secara perlahan.

“Yuju ada orang yang mencarimu,”kataku.

“Ah.. aku malas bertemu dengannya. Dia tidak penting,”balas Yuju datar.

Himnae, Yuju.”

Yuju memandangiku dengan heran, “Apa?”tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku. Biar saja dia mencerna sendiri arti ucapanku apa.

“Kau tidak bertemu dengan Cha Eunwoo?”tanyaku berusaha mencairkan suasana.

“Ah.. aku sedang berkelahi dengannya,”rutuk Yuju.

“Kenapa?”tanyaku.

“Ryu Sujeong aku sedang tidak ingin diganggu. Bisa kan kalau kau keluar dari sini?”

Aku mengangguk. Kalau tuan putri Choi Yuju sudah mengatakan perintahnya kau harus turuti itu. Kalau tidak dia akan murka dan menerkammu!

            Orangtuaku sudah pulang duluan. Aku masih ingin di sekolah berbicara dengan teman-temanku. Saat sedang berbicara dengan orang lain tidak sengaja aku melihat Cha Eunwoo lewat. Aku memanggil namanya dan Cha Eunwoo berhenti, “Ada apa Bbangdduck?”tanya Eunwoo. Aku menghampiri Eunwoo dan mengajaknya untuk pergi dari sana.

“Kau sedang berkelahi dengan Yuju?”tanyaku. Cha Eunwoo dengan mudahnya menganggukan kepala. Aku tercenggang, mudah sekali dia mengakui permasalahannya.

“Ada apa?”tanyaku lagi.

“Hah.. Dia sangat sensitif hari ini. Tiba-tiba saja marah ya aku juga ikut marah,”rutuk Cha Eunwoo.

Pabo-ya dia itu sedang sedih tahu,”cibirku.

“Sedih? Kenapa?”

Aku menceritakan keadaan Yuju—yang aku duga-duga sendiri—setelah mendengarnya Eunwoo berfikir sejenak. Tak lama kemudian dia menghela nafas dan kembali berbicara.

“Ah iya orangtuanya sibuk jadi tidak pernah bisa hadir di acara sekolah sejak kami TK,”gumam Cha Eunwoo.

Menjadi orang kaya memang enak tapi lihatlah kenyataannya, kau tidak bisa berkumpul bersama keluargamu walaupun itu di acara yang sangat penting seperti kelulusan. Eunwoo tampak berfikir sebelum melanjutkan ucapannya.

Bbangdduck aku harus menghiburnya,”kata Eunwoo.

“Tentu!”seruku.

“Aku butuh bantuanmu!”celetuk Eunwoo.

“Heh? Memangnya kau mau apa?”heranku.

            Ternyata Cha Eunwoo mengajakku untuk pergi ke toko cokelat. Di sini banyak berbagai macam cokelat tersedia. Huaaa sangat menggiurkan! Rasanya aku ingin membeli segala macam cokelat yang ada di sini. Cha Eunwoo sendiri sedang melihat-lihat cokelat yang ada. Dia bilang ingin meminta maaf kepada Yuju dan memberikannya cokelat—karena Choi Yuju adalah maniak cokelat.

“Ah.. tidak ada yang menarik di mataku,”rutuk Eunwoo.

“Ye? Sebanyak ini tidak menarik?”pekikku.

Seorang pelayan datang menghampiri kami dengan senyuman. Ia bertanya kepada kami apa yang kami butuhkan dan Eunwoo bertanya.

“Apa tidak ada cokelat bentuk lain? Aku ingin yang sempurna untuk seseorang yang sempurna,”

Heol.. mendengar ucapan Eunwoo membuat pipiku memerah. Walaupun bukan untukku tapi tetap saja rasanya melting mendengarkan kata-kata seperti itu. Yuju beruntung memiliki Eunwoo. Dan apakah aku yang terlalu bodoh untuk melepaskannya? Hehe sudahlah karena saat ini aku sudah memiliki kekasih hatiku sendiri, Kim Mingyu.

“Kami memiliki paket spesial yang ingin kami tawarkan kepada kalian haksaeng,”celetuk pelayan.

“Apa itu?”tanyaku dan Eunwoo.

            Ini benar-benar keren! Sumpah aku tidak tahu kalau di tempat ini kita bisa membuat cokelat sendiri. Aku dan Eunwoo kini sedang sibuk meracik cokelat ala kami. Tentu saja Eunwoo membuat cokelat untuk Yuju sementara aku membuat cokelat untuk diriku sendiri.

“Kau sudah selesai?”tanyaku.

“Belum, aku harus mempercantik lagi mana tahu dia akan luluh dalam waktu singkat,”balas Eunwoo. Aku tertawa mendengarnya. “Bagaimana denganmu? Apa cokelat untuk Mingyu sudah selesai?”

Eh? Aku tidak membuat cokelat untuk Mingyu.

“Aku tidak membuat cokelat untuknya,”celetukku.

Ya pacar macam apa kau ini kenapa tidak membuatkan untuknya? Untung saja aku tidak jadi mengencanimu,”oceh Eunwoo.

Kenapa dia membawa masa lalu? Aku jadi sebal mendengarnya. Kini aku mengambil satu wadah lagi untuk membuatkan cokelat spesial untuk Mingyu. Sebenarnya tidak masalah si membuatkan cokelat untuknya toh hitung-hitung ini hadiah kelulusan dariku untuknya.

“Aku sudah selesai!”seru Cha Eunwoo.

Ya Eunwoo tunggu aku!”ocehku.

            Kami keluar dari toko cokelat sambil membawa bungkusan hasil jerih payah kami. Rasanya begitu puas membuat cokelat dari tangan sendiri. Memang si cokelat itu sangat mudah untuk dibuat tapi tetap saja aku bangga hehehe. Keadaan di luar sudah sangat gelap, wajar karena ini sudah jam 7 malam. Waktu berlalu sangat cepat jika kita menikmatinya. Ketika berdiri aku merasakan sesuatu jatuh di atas kepalaku. Kalian tahu apa itu? itu adalah salju!

“Ah salju sudah mulai turun. Cha Eunwoo apa yang mau kau lakukan lagi?”tanyaku.

“Aku mau menemui Yuju. Ya Bbangdduck sejak tadi aku ingin menanyakan sesuatu padamu,”katanya.

“Bertanya apa?”heranku.

“Bukannya kau ada janji dengan Mingyu? Kenapa kau terlihat begitu santai?”tanya Eunwoo.

“Janji… apa?”

Tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak. Ada apa ini? Apa maksud ucapan Eunwoo barusan.

“Aku tidak tahu si yang jelas Mingyu bilang katanya dia ingin menghabiskan waktu denganmu. Apa kau ada acara dengannya malam ini? Apa kau akan menemuinya setelah ini?”

Y-ya Cha Eunwoo aku tidak mengerti. Apa lagi yang Mingyu katakan padamu?”desakku.

“Eh? Dia bilang ingin menghabiskan waktu bersamamu di tempat pertama kali kalian bertemu. Apa tempat saat kalian masih kecil?”

Mendengar jawaban Eunwoo barusan aku langsung berlari meninggalkannya. Sungguh aku jadi khawatir sesuatu akan terjadi pada Mingyu. Ada yang tidak beres. Eunwoo berteriak memanggil namaku tapi aku tidak peduli. Yang aku tahu aku ingin segera datang menemui Mingyu di tempat yang aku fikirkan saat ini!

            Tempat ini begitu sepi bahkan beberapa ruangan lampunya tidak menyala. Aku tidak peduli tentang itu karena aku harus segera naik ke atas dan memastikan keadaan Mingyu. Saat sudah berada di tempat itu aku langsung membuka pintu dan deg!! Rasanya jantungku mau berhenti berdetak di detik itu juga.

“Kim.. Mingyu…”lirihku.

Aku lihat Mingyu sedang meringkuk di tempatnya dan badannya bergetar hebat. Air mata langsung jatuh begitu saja. Kakiku yang kaku bergerak mendekati Mingyu. Aku duduk dan menyentuh punggungnya. Apa kau tahu apa yang dilakukan Mingyu? Dia tersenyum dan menyebut namaku.

“Ryu kau datang..”lirihnya.

“Eoh aku datang. Mingyu kau sudah lama di tempat ini?”tanyaku.

“Iya aku menunggumu dari jam 3 sore tadi. Bagaimana dengan semua ini? Apa kau suka?”

Aku melihat keadaan sekitar. Mingyu menyulap tempat ini dengan sangat menarik. Dia memasang banyak balon dan pita-pita yang membuat keadaan di sini menjadi ceria. Padahal tangga ini—kalian tahukan tempat pertama kali aku bertemu dengan Mingyu?—begitu menyeramkan. Aku lihat di atas kursi juga sudah ada kue tar berukuran sedang dengan bacaan “Selamat Hari Kelulusan”. Aku tidak tahan untuk mengeluaran isak tangisku. Aku menangis sambil memeluk tubuh dingin Mingyu sekencang-kencangnya.

“Jangan menangis! Apa yang kau tangisi huh?”tanya Mingyu dengan suara bergetar.

“Maafkan aku. Maaf..”isakku.

“Tidak apa yang jelas aku sedang karena aku sudah datang ke tempat ini dan melihat apa yang telah aku siapkan untukmu,”balas Mingyu.

Author POV

            Mingyu dan Sujeong duduk bersampingan namun satu pun dari mereka tidak ada yang membuka mulut. Tubuh Mingyu terasa begitu lemas karena udara dingin membuatnya—hampir—mati membeku sementara Sujeong masih larut dalam penyesalannya. Mingyu bergerak mengambil kue tart yang disiapkan dari tadi dan menyalakan lilinnya.

“Ah.. Ayo tiup lilinnya bersama!”ajak Mingyu.

Sujeong dan Mingyu saling pandang satu sama lain, keduanya tersenyum dan barulah meniup lilin bersama-sama. Setelah apinya padam Mingyu bertepuk tangan dengan riang seakan-akan dia dalam keadaan yang baik-baik saja—padahal sebenarnya dia tidak seperti itu kenyataannya.

“Mingyu-ya,”panggil Sujeong.

“Apa?”tanya Mingyu.

Chu~ Sujeong langsung mengecup bibir Mingyu yang urrgh rasanya seperti es batu (baca: begitu dingin). Mingyu sendiri mengedipkan kedua matanya tidak percaya bahwa Sujeong menciumnya duluan untuk yang pertama kalinya! Mingyu juga merasa bahwa udara pun seakan-akan menghembuskan hawa panas secara tiba-tiba.

“Maaf dan terima kasih untuk semuanya,”kata Sujeong dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Mingyu mengusap pucuk kepala Sujeong sembari tersenyum tipis kepada kekasihnya, “Tidak masalah Sujeong—Aaah Choo!”

Sujeong terkejut karena Mingyu tiba-tiba saja bersin. Sepertinya Mingyu terkena flu karena terlalu lama berada di luar.

Aigoo uri Mingyu sepertinya terkena flu..”gumam Sujeong.

Author POV END

.

“Jadi namamu Kim Mingyu? Kau anaknya Tuan Kim?”

Mingyu menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan dari ibuku. Aku yang baru saja dari dapur meletakan jahe hangat yang aku buatkan spesial untuk Mingyu di atas meja. Ibu tampak mengagumi Mingyu, maksudku ibuku tergila-gila dengan ketampanannya—itu si ucapan ibuku tadi saat membisikanya ke telingaku ketika aku memperkenalkan Mingyu. Kalian tahu? Ibuku tahu bahwa Mingyu pacarku dan dia sangat setuju dengan itu. Aku legah mendengarnya kalau begitu jadi tidak perlu berbohong atau backstreet, kan?

Ahjumma apa punya foto Sujeong saat masih kecil?”tanya Mingyu tiba-tiba.

Ya untuk apa?”tegurku.

“Tentu saja. Apa kau mau lihat?”kata ibuku.

Mingyu menganggukan kepalanya tanpa menghiraukan pertanyaanku barusan. Aii aku malu kalau dia melihat fotoku saat kecil!! Ibu bahkan penuh semangat mengambil album fotoku saat kecil ke kamarnya. Ah Mingyu!!

Ya untuk apa si?”tanyaku sebal.

“Memangnya salah aku mau melihat bagaimana rupa kekasihku saat dia masih kecil?”tanya balik Mingyu.

“Iya sangat salah!”jawabku ketus.

“Ah.. masa si?”godanya.

Kalau saja tidak berfikir dia sedang tidak enak badan, mungkin aku sudah menghabisi Mingyu habis-habisan. Dasar Kim Mingyu makluk menyebalkan!

“Mingyu-ssi ini albumnya. Ayo kita lihat bersama!”seru ibuku.

Aku menghembuskan nafasku bertanda bahwa aku sangat kesal. Terserah deh aku tidak peduli, mending aku kembali ke kamar dan tidur saja dibandingkan mendengarkan ejekan Mingyu nantinya melihat tampangku yang seperti alien saat aku kecil.

.

“Kau jelek!”

“Diam!”

“Kau chubby sejak dulu haha,”

“Mingyu tutup mulutmu!”

Sudah kubilangkan kalau Mingyu akan mengejekku? Dasar pacar menyebalkan. Harusnya dia memuji seperti: “Saat kau kecil, kau imut sekali Sujeong”. Tapi bukannya mengatakan hal manis dia malah mentertawakan masa laluku.

“Bercanda ah haha. Pacarku ini sejak dulu memang sangat imut,”katanya.

Mingyu langsung mencubit kedua pipiku dengan lembut namun terus mencubitnya walaupun aku berusaha melepaskan kedua tangannya itu.

“Y…ya berhenti!”titahku.

Mingyu berhenti melakukannya. Pyuh~ Akhirnya.

“Ryu aku pulang ya. Terima kasih untuk hari ini, aku sangat bahagia!”pamit Mingyu.

“Mingyu-ya ini untukmu,”

Aku memberikan bungkusan cokelat yang aku buat tadi bersama Eunwoo. Mingyu menerima bungkusan itu dan melihat apa isinya. Saat melihat cokelat dia menatapku penuh tanda tanya.

“Ah tadi aku pergi dengan Eunwoo—“

“Apa kau pergi dengan Eunwoo?!”potongnya.

Mampus aku! Kenapa aku malah keceplosan membicarakan masalah itu si? Kalau dia murka bagaimana?!

“Ryu jelaskan!”pintanya.

Aku mendorong tubuh Mingyu agar masuk ke dalam mobil yang telah menjemputnya. Mingyu berusaha payah memberontak namun aku tidak mau kalah. Kini aku telah berhasil memasukan Mingyu ke dalam mobilnya. Dengan santai aku melambaikan tanganku kepada Mingyu.

“Sampai jumpa lagi sayang!”kataku.

“Sujeong kau berhutang penjelasan padaku!”ocehnya.

Hehe.. tidak apalah berhutang penjelasan, yang jelas aku bisa menyiapkan kata-kata dibandingkan harus menjelaskannya saat ini juga. Mingyu..Mingyu.. Kau menyebalkan tapi kenapa aku menyukaimu si?

.

“Yebin-ah..”

Aku dan Yebin saling bertatap muka satu sama lain. Tidak ada senyuman di bibir kami karena ini akan menjadi perpisahan kami. Tidak selamanya berpisah si, karena bisa saja Yebin kembali ke Korea atau aku yang menyunjungi Paris untuk liburan sekaligus mengunjunginya. Tapi tetap saja walaupun begitu kami bersedih.

“Baik-baik di sana Yebin-ah,”kataku.

“Iya kau juga baik-baiklah di sini. Akur terus ya dengan Mingyu!”pesan Yebin.

Aku mengangguk dan beberapa detik kemudian aku dan Yebin bercucuran air mata.

.

Author POV

“Apa perempuan selalu mendramatisir perpisahan?”tanya Jungkook yang heran melihat Sujeong dan Yebin menangis tanpa mengetahui orang-orang yang lewat tengah memperhatikan mereka. Mendengar pertanyaan Jungkook barusan Mingyu, Eunwoo dan Seungwoo hanya bisa mengangkat kedua bahu mereka—yang berartikan tidak tahu apa jawabannya.

“Tidak ada orang yang bahagia berpisah dengan sahabatnya, bodoh!”celetuk Yuju. Iya, Yuju juga ada di sini karena menemani Eunwoo.

“Memangnya kau tahu bagaimana perpisah dengan seorang sahabat? Kau punya sahabat?”Tanya Mingyu.

Tatapan mata Yuju berubah menjadi sangat sengit mendengar pertanyaan Mingyu barusan. Eunwoo yang tahu suasana hati kekasihnya jadi buruk hanya bisa mengenggam tangan Yuju untuk menenangkannya.

.

Pengumaman telah mengatakan bahwa pesawat penerbangan ke Paris akan segera berangkat. Yebin buru-buru untuk segera mempersiapkan diri pergi meninggalkan tanah airnya. Kini Sujeong beserta yang lain melangkahkan kaki untuk meninggalkan bandara.

“Gwenchana, kau bisa bertemu dengan Yebin lagi kok.”kata Mingyu mencoba menenangkan Sujeong.

“Iya tapi siapa lagi temanku nanti?”rutuk Sujeong.

“Ryu Sujeong kau fikir aku ini apa?”celetuk Yuju.

Semua orang memandang ke arah Yuju yang tiba-tiba berbicara seperti itu. Ini benar-benar mengejutkan Sujeong karena… Choi Yuju secara tersirat mengatakan bahwa dia dan Sujeong berteman?

“Kau temanku?”tanya Sujeong yang tidak mengerti.

“Iyalah memangnya apa?”tanya balik Yuju.

Sujeong berlari menghampiri Yuju setelah itu Sujeong memeluk Choi Yuju dengan sangat erat! Yuju bahkan tidak bisa bernafas karena Sujeong mendekapnya begitu kencang.

“Ya kau mau membunuhku? Eunwoo enyahkan dia!”pekik Yuju.

Chingu-ya ayo kita isi hari-hari kita dengan penuh kesenangan!”seru Sujeong.

Setelah melepaskan pelukannya dari Yuju, Sujeong langsung menarik tangan Yuju dan mengajaknya berlari. Sumpah! Yuju benar-benar menyesal mengatakan kalau mereka adalah teman. F4 yang melihatnya dari belakang hanya bisa terkekeh pelan. Mereka berjalan dengan santai sampai akhirnya.

“ITU JEON JUNGKOOK! BTS JUNGKOOK!”

“KYAA JUNGKOOK OPPA!”

F4 saling memandangi satu sama lain. Tanpa membicarakannya mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.

“1..2..3 Ayo kita lari!”seru Eunwoo, Mingyu, Jungkook dan Seungwoo serentak.

Author POV END

.

2 Tahun Kemudian

            Aku membagikan undangan ulang tahunku kepada teman-teman sekelas. Dalam beberapa hari lagi aku akan merayakan ulang tahunku. Semua orang menerimanya dengan senang hati. Kalian tahu? Karena semenjak kuliah aku menjadi cukup populer kekeke.

“Ryu Sujeong!”

Aku menoleh kebelakang dan ternyata Jiho memanggilku. Aku langsung mencari kartu undangan yang aku tuliskan untuk Jiho. Setelah perempuan itu berada di depanku aku memberikan undangan kepadanya.

“Terima kasih Sujeong. Oh ya apa kau tahu kalau Mingyu ke Jepang?”tanya Jiho tiba-tiba.

Hah? Kim Mingyu ke Jepang tanpa memberitahu aku terlebih dahulu?!

“Se..serius?”tanyaku.

“Iya katanya dia ikut dengan orangtuanya untuk perjalanan bisnis ke sana. Bahkan dia absen di kelas kami tadi,”

Aku menggeretakan gigiku karena kesal. Bagaimana bisa dia tidak pamit terlebih dahulu kepadaku? Lalu… kenapa dia harus pergi di saat aku mau merayakan ulang tahunku, huh?

“Sujeong terima kasih ya undangannya! Aku akan datang.. dan aku pamit dulu ya karena harus pulang sekarang,”pamit Jiho.

Kupaksakan bibirku untuk tersenyum di hadapan Jiho. Setelah Jiho pergi dari hadapanku aku menghembuskan nafasku secara kasar dan langsung mengeluarkan ponsel untuk menghubungi seseorang.

Tut..tut..tut..

Tidak aktif! Apa Kim Mingyu benaran mau menghilang tanpa kejelasan seperti ini hah?

.

            Aku yang sedang di jalan pulang kembali mengeluarkan ponselku untuk menghubungi seseorang. Kali ini bukan Mingyu yang aku hubungi, tapi Eunwoo. Tidak butuh waktu lama Eunwoo mengangkat panggilanku.

“Ya ada apa bbangdduck?”

“Mingyu di mana?”

“Jepang. Kau tidak tahu?”

“Ya apa dia sungguh ke Jepang?”

“Iya dia hanya sempat menghubungiku untuk mengizinkan dia absen. Hah kasihan sekali bbangdduck ini ditinggal kekasihnya,”

“Kau mati mati?!”

“Ya Sujeong kau mau membunuh Eunwoo-ku?”

Huh.. Gawat aku, pasti di sebelah Eunwoo sedang ada Yuju.

“Hanya bercanda. Aku tutup ya telfonnya, bye!”

Dasar jahat! Kim Mingyu benar-benar pergi meninggalkanku di saat hari pentingku akan diselenggarakan dalam beberapa hari lagi? Such a bad boy!

.

“Sangat cantik! Sujeong apa kau suka dress ini?”

Aku menatap dress hitam yang aku kenakan di depan cermin ini. Sangat cantik memang, tapi aku tidak semangat karena ya.. kalian tahulah apa alasannya. Aku benar-benar tidak ada tenaga sejak kemarin bahkan sampai hari ini tidak ada kabar dari Mingyu langsung. Jahat! Jahat! Jahat!!

“Sujeong?”tegur ibuku.

“Aku suka bu. Yang ini saja,”kataku.

“Baiklah kalau gitu lepaskan dressnya kita ambil yang ini saja,”balas ibuku.

.

            Hari ini aku pergi ke bandara sendiri. Bukan, bukan menjemput Mingyu tapi karena aku harus menjemput sahabatku yang terbang jauh dari Paris hanya untuk menghadiri ulang tahunku. Siapa lagi kalau bukan Baek Yebin, sahabatku yang pergi jauh untuk belajar tentang fashion.

“Sujeong-ah aku merindukanmu!!”

Aku dan Yebin langsung berpelukan tanpa memperdulikan orang-orang. Kyaa aku benar-benar merindukan Yebin. Sudah hampir 1 tahun aku tidak bertemu dengannya! Tahun kemarin aku sempat liburan ke Paris jadi aku bisa bertemu dengannya.

“Yebin-ah aku rindu kau tahu,”kataku.

“Sama! Sama! Ayo antar aku ke hotelku setelah itu aku akan membagikan oleh-oleh untukmu dan yang lain! Kajja!”ajak Yebin bersemangat.

Aku mengangguk lalu membantu Yebin untuk membawa barang bawaannya menuju hotel yang akan menjadi tempat beristirahatnya Yebin selama di Korea. Kenapa di hotel? Karena semua rumah Yebin yang ada di Korea telah dijual. Pada akhirnya ibu dan ayah Yebin bercerai. Setelah perceraian itu ibu Yebin memilih untuk menetap di Paris sementara ayahnya masih ada di Korea. Tapi Yebin tidak mau tinggal bersamanya maka dari itu memilih tinggal di hotel. Aku sudah menawarkannya untuk tinggal saja di rumahku namun Yebin menolaknya, katanya si takut merepotkan.

.

            Ruangan ini telah dihias dengan sangat cantik oleh event organizer yang aku tunjuk untuk mendekor pestaku yang bertemakan hitam putih ini. Tamu-tamu mulai berdatangan dan memberikan ucapan selamat kepadaku.

“Selamat ulang tahun ya Ryu Sujeong!”kata teman satu kelasku.

“Terima kasih. Semoga nyaman ya di sini, silakan nikmati hidangan yang ada.”sambutku.

Setelah mereka pergi dari hadapanku aku menghembuskan nafas. Bahkan setelah hari yang kutunggu-tunggu Mingyu masih belum datang. Ponselnya tidak bisa dihubungi dan sama sekali tidak ada ucapan selamat ulang tahun darinya. Apa Mingyu benar-benar mau mencampakanku seperti ini?

Bbangdduck selamat ulang tahun!”

Happy birthday Sujeong!”

Eunwoo baru saja datang bersama dengan kekasihnya. Baru saja bertatap muka Eunwoo langsung memberikan sebuah kado yang berukuran cukup besar dan memaksaku untuk memegangnya sendiri.

“Ya tidak bisakah kau meletakannya di meja sana? Aku harus menyambut tamu!”dongkolku.

“Tidak..tidak.. Aku dan Yuju mau mencari Seungwoo. Sampai jumpa!”

“Bye Sujeong,”

Huh.. dasar pasangan yang menyebalkan! Terkutuklah kalian berdua! Kini aku jadi bersusah payah yang membawa kado pemberian mereka ke meja yang cukup jauh dari tempat aku menyambut tamu. Jahat hiks!

.

Agassi apa butuh bantuan?”

“I..iya tolong bantu,”

Tanpa melihat siapa lagi yang menawarkan bantuan aku langsung menerima saja tawarannya barusan. Aku memberikan kado yang menyusahkan itu kepada orang yang berniat membantuku. Belum sempat mengucapkan terima kasih orang itu membalikan badannya lalu pergi ke tempat pengumpulan kado.

Mwoya.. orang aneh,”gumamku.

.

Daebak!!”

Para gadis berteriak histeris melihat pertunjukan yang spesial aku berikan untuk mereka. Kalian tahu apa? Aku mengundang BTS untuk datang ke acara ulang tahunku. Sebenarnya ini idenya Jungkook, dia bilang bersedia untuk tampil di acara ulang tahunku. Aku si setuju saja dan pada akhirnya BTS datang untuk meramaikan acara ulang tahunku.

.

            Setelah tampil Jungkook langsung datang menghampiriku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Karena setelah sampai ke tempat ini Jungkook dan anggotanya yang lain sibuk untuk mempersiapkan penampilan mereka makanya dia tidak sempat mengucapkan ulang tahun secara langsung kepadaku. Orang-orang melihat kami dan tatapan mereka sangat iri. Siapa si yang tidak iri denganku dekat dengan seorang Jeon Jungkook yang semakin tahun semakin terkenal. Kalian tahu? Jungkook selalu mendapatkan posisi atas untuk idol laki-laki yang dikagumi oleh para remaja sejak awal debutnya hingga kini! Daebak, kan?

“Selamat ulang tahun Sujeong-ah,”kata Jungkook.

“Terima kasih Jungkook.. Sana gabung dengan yang lain,”

Jungkook tersenyum lalu menghampiri teman-teman kami. Baru saja Jungkook sampai di sana Yebin sudah menodong Jungkook untuk mengajaknya selfie. Ckckck Baek Yebin itu tidak tahu tempat sekali.

.

            Puncak acara kini sudah di mulai, aku berdiri di tengah-tengah ibu dan ayahku yang siap mendampingi aku untuk meniup lilin dan memotong kue bersama. Teman-teman menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku dan kami semua bernyanyi bersama. Tapi kalian tahu? Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat sedih karena orang yang aku sayang tidak ada di sini bersamaku.

“Tiap lilinnya..tiup lilinnya..tiup lilinnya sekarang juga.. sekarang juga.. sekarang juga!”

Aku mengucapkan wishes-ku di dalam hati sebelum meniup lilin yang ada di atas kue bertingkat 3 ini. Doaku aku tunjukan untuk orangtua, diriku sendiri, masa depanku, teman-temanku dan yang terpenting untuk urusan percintaanku bersama Mingyu.

Pyuh..

Aku meniup lilin itu hingga mati dan semua orang bertepuk tangan. Kini aku memotong kue dan potongan pertama aku berikan kepada ibu yang telah melahirkanku ke dunia ini. Setelah itu aku memberikan potongan kue yang kedua untuk pahlawanku, yaitu ayah.

“Sujeong-ah potongan ketiga untuk siapa?”seru Seungwoo.

Aku mendadak bingung. Potongan ketiga akan aku berikan ke siapa? Di sini tidak ada Mingyu apa aku harus memberikanya ke Yebin? Di saat aku sedang berfikir keras kepada siapa potongan ketiga akan aku berikan, 2 orang pelayan mendorong sebuah hadiah yang sangattttt besar ke tempatku. Apa? Apa ada orang yang memberikanku alat eletroknik sehingga kadonya sebesar itu?

“Agassi kado ini di kirim dari Tuan Kim Mingyu,”kata pelayan itu.

“Min..Mingyu?”

Tanpa basa-basi aku langsung meletakan kue itu. Persetanlah dengan potongan ketiga yang jelas saat ini aku ingin melihat apa yang Mingyu berikan kepadaku. Dia bisa mengirim barang sebesar itu namun tidak bisa hadir ke pestaku.

.

            Aku membuka bungkus kado yang sangat besar itu dengan ligat. Semua orang memandangku karena juga penasaran apa yang akan aku dapatkan dari kado sebesar itu. Ketika aku akan membuka tutup kado itu, alangkah kagetnya dari dalam kado itu terbuka sendiri dan timbullah badut berbentuk pororo. Mwoya.. apa ini?

“Selamat ulang tahun Ryu Sujeong. Selamat ulang tahun!”

“Nuguseyo?”tanyaku.

Badut itu membuka bagian kepalanya dan tampak jelaslah wajah tampan kekasihku. Iya, kekasihku seorang Kim Mingyu! Keringat bercucuran di mana-mana bahkan raut wajahnya tampak keletihan.

Ya!”

“Selamat ulang tahun pacarku tersayang. Kado untukmu adalah…. aku!”seru Mingyu.

Ya!”

“Apa..apa?”tanya Mingyu.

“Keluar dari sana! Ppali!”pekikku.

Seungwoo, Eunwoo dan Jungkook berlari membantu untuk mengeluarkan Mingyu yang tampak kesusahan untuk keluar dari sana. Sudahlah kotaknya begitu tinggi, dia memakai pakaian badut seperti. Biarlah Mingyu menderita karena dia juga membuatku tersiksa selama beberapa hari ini!

Y-ya kau marah?”tanya Mingyu.

“Menurutmu?”ketusku.

Aigoo.. cepat berikan dulu potongan ketiga kuemu untukku. Aku lapar tahu hahaha,”

Di saat seperti ini dia bahkan masih menagih potongan ketiga dari kueku? Yang benar saja Kim Mingyu. Memang dia tidak pernah berubah dari dulu. Mingyu yang selalu menyebalkan.

“Eunwoo-ya kemarilah!”panggilku.

Eunwoo yang tampak kebingungan langsung maju mendekatiku. Aku meninggalkan Mingyu sendiri lalu mengambil kembali piring yang sempat aku tinggalkan tadi. Aku memotong sedikit kue yang ada lalu menyuapkannya ke Cha Eunwoo. Lalu dengan polosnya Eunwoo menerima suapan kue yang aku berikan untuknya.

Ya!!”pekik Mingyu dan Yuju.

Masa bodoh kalau kedua orang ini akan murka yang penting aku ingin membuat Mingyu jadi kesal. Biarin dia marah karena dia sendirilah yang membuat jadi kesal seperti ini.

            Setelah selesai acara para tamu pulang ke rumahnya masing-masing. Yang ada di sini hanyalah aku dan teman-teman terdekatku. Baru saja aku kembali dari mengambil minuman Mingyu tiba-tiba saja menyeretku pergi keluar dari tempat ini.

            Aku duduk di taman ini dengan perasaan yang sangat sebal. Masih sangat marah dengan Mingyu yang tidak menghubungiku selama 5 hari belakangan ini. Namun sepertinya Mingyu tidak sadar kalau aku marah padanya.

Ya kenapa malah Eunwoo yang kau berikan? Harusnya aku tahu!”rutuk Mingyu.

“Biarin! Salah sendiri kenapa kau pergi tanpa memberitahu aku. Aku marah Kim Mingyu!”

“Aku tahu kau marah padaku,”balasnya.

Hah? Kalau dia tahu kenapa dia bersikap seperti ini? Harusnya dia berusaha membuat hatiku lunak bukannya malah membuat moodku semakin memburuk.

“Aku puas kau marah karena itu memang sudah bagian dari rencanaku. Tapi sayang kau malah menghancurkan ending dari rencanaku!”oceh Mingyu.

Y..ya rencana apa huh?”heranku.

Mingyu berjongkok di hadapanku dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Kalian tahu itu apa? Sebuah cincin! Dia menunjukan cincin itu di depanku lalu mengucapkan kalimat yang setiap kali dia katakan akan membuat detak jantungku berdebar 10x lebih kencang dari biasanya.

Saranghae..”

“Mingyu ini semua apa?”tanyaku.

“Aku ingin melamarmu—ah tidak melamar adalah kata yang berat untuk kita saat ini. Aku ingin orang-orang tahu kalau kau adalah milikku jadi anggaplah cincin ini sebagai tanda kalau kita bertunangan detik ini juga,”jawabnya.

Perlahan tanganku yang bergetaran ini mengambil cincin itu. Kuperhatikan cincin berhiaskan berlian di atasnya. Apa aku pantas menerima ini semua? Melihat tidak ada reaksi apapun dariku Mingyu bergerak mengambil cincin itu dari tanganku dan memasangkanya ke jari manisku.

“Pas di jarimu. Kau suka?”tanyanya.

“Mingyu-ya apa aku pantas?”tanya balikku.

“Tentu. Kau tidak mau menerima ini? Aku memberikan ini karena aku tidak mau kehilanganmu sebagai orang yang aku cinta,”

Mendengarnya mengucapkan hal seperti itu membuatku tersentuh. Aku memeluk Mingyu dengan erat seakan-akan aku tidak mau kehilanganya. Kuhirup aroma khas tubuhnya yang aku rindukan beberapa waktu belakangan ini.

“Aku juga tidak mau kehilanganmu,”kataku.

Ketika pelukan kami terlepas aku dan Mingyu saling pandang satu sama lain setelah itu kami tertawa bersama. Aku merasa aku dan Mingyu adalah pasangan tergila yang pernah ada. Tadi kami bertengkar dan sekarang kami tertawa bersama.

“Pilih aku atau F4?”tanyaku.

“Kau, Ryu Sujeong!”jawabnya lantas.

Ya kau pengkhianat ya Kim Mingyu!”teriak Jungkook.

Kami melihat F4, Yebin dan Yuju yang berjalan menghampiri kami. Raut wajah Mingyu tampak bingung untuk mengatasi amukan F4 nantinya. Kekekeke aku suka ekspresi paniknya, begitu menggemaskan!

Ya kau ini pengkhianat sekali!”oceh Seungwoo.

“Dasar pengkhianat!”timpal Eunwoo.

“A..ah tidak seperti itu tahu!”kata Mingyu gerogi.

“Sujeong-ah aku pilih aku atau F4?”tanya Yebin.

Aku memandang Mingyu lalu memberikan senyuman termanisku untuknya. Setelah itu aku kembali melihat Yebin dan menjawab pertanyaan dari sahabatku yang tercinta.

“Tentu saja aku memilihmu, Yebin-ah!”seruku.

“Sujeong-ah!”rengek Mingyu.

Aku dan teman-teman tertawa karena Mingyu terlihat sangat menyedihkan saat ini. Hahahaha.. Rasanya begitu bahagia berkumpul dan bercanda gurau bersama sahabat terdekatmu. Mingyu dan Yebin adalah pilihan yang cukup gampang untukku. Karena pada dasarnya mereka berdua adalah sahabat untukku. Mingyu walaupun statusnya adalah kekasihku, dia bersikap bagaikan sahabat untukku juga. Bagiku sahabat adalah hal yang sangat penting di dunia ini. Sahabat adalah nomor 1. Teman-teman, terima kasih sudah bersamaku di hari kelahiranku. Kalian adalah kado terbaik untukku. Jangkauan hidup kita kini sudah luas. Ayo lakukan apa yang ingin kita lakukan sebagai orang dewasa bersama-sama!

.

.

.

“Sujeong-ah kau tidak sadar ya sebelum acara di mulai kau tadi berbicara denganku?”

“Hah? Maksudmu apa Mingyu?”

“Ryu orang yang membantumu tadi itu aku tahu,”

“Itu kau?”

“Iya hahaha. Aku memperhatikan ekspresimu, kau tampak kesepian tanpa ada aku di sana kekeke,”

“Ya berhenti meledekku!”

“Hehe maaf.. yang jelas aku tahu kalau begitu menyayangiku, iya kan? Iya kan?”

“Iya aku sayang,”

.

.

.

FINALE


 

Dont Forget our Special Edition :


 

.

.

.

HALO AKU KEMBALI!! Tapi akan berpisah juga dengan kalian di chapter ini :((

Maaf ya lamaaaa banget aku updatenya, salahkan laptopku yang rusak. Terus pas aku mohon-mohon untuk dibaikin selalu di pending;;; habis UAS baru deh diservice laptopnya hehe dan setelah laptop di tanganku aku langsung ngetik ff ini. Kalau ada yang heran “Kok author gak update F4 tapi selalu posting drabble / ficlet si?” jawabannya itu karena aku ngetik semuanya di note tab. Kalau ff chapter apalagi setengah sudah kuketik gak mungkin kan aku ngetiknya di tablet juga? Kkk~

Terima kasih support kalian untuk fanfic buatanku yang satu ini. Jujur ya aku baru pertama kali bikin Ff sesemangaaattt ini untuk ngetik dan mikirin idenya. Terutama untuk kalian yang selalu meninggalkan jejak di setiap chapter yang aku posting. Kalian tahu? Komentar kalian itu vitamin untuk aku~ aku bahkan hapal aja siapa yang ngomen di fanficku hehe.. Setiap baca komentar kalian aku selalu senyum gak jelas kkk~

Terima kasih untuk kecintaannya kalian pada couple MinRyu atau MinJeong atau apalah kita manggilnya. Awal aku buat ff Mingyu x Sujeong aku merasa gak bakalan ada yang baca karena couple ini begitu asing, ya kan? Orang biasanya prefer ke TaeJeong, ya ya ya? Hehe.. Tapi alhamdulillah ada juga peminatnya bahkan sekarang banyak yang bikin ff mereka *Hurayyyyy*

Maafkan pidato yang panjang ini… pokoknya AKU BERTERIMA KASIH YANG SANGATTT BANYAK KEPADA KALIAN SEMUA. Maafkan kalau ada typo, adegan atau apapun yang bikin kalian illfeel selama baca ff ini.

Last… Aku mau promosi fanficku terbaru tapi bukan ngepost di sini.. Mungkin ada yang sudah baca. Fanficnya adalah : WANNA BE IDOL. Cek ya ayo di baca hehehehe.

Sampai jumpa di fanfic berchapter berikutnya 😀

Advertisements

8 thoughts on “F4 – Graduation #9 Finale [Chapter]

  1. Akhirya setelah sekian lama menunggu ni ff muncul juga^^
    Akhgggg…akhirnya manis banget apalagi pas Mingyu ngasi hadiah ke Sujeong…hu so sweet…
    Pengen deh di kasi hadiah gtu juga dari MIngyu*plakberhayal –”
    Keren…keren…
    buat lagi ya ff MInJeong nya 😀

    Liked by 1 person

  2. Kyaa Taehyung muncul /eh salah fokus
    Jujur, sampe sekarang cast di FF ini yang masing dibayangkan sebagai ‘OC’ alias samar-samar itu Seungwoo, karena aku ngga hafal dia XD
    Dan itu Mingyu masih cemburu aja ya sama Eunwoo meskipun dia udah punya Yuju hahaha
    Selamat ya kalian udah lulus! /Teringat diri sendiri ngga lama lagi(sebetulnya masih satusetengahtahun lagi sih-_-) bakal lulus juga *amin*/
    Overall, good job author Fanita! 🙂 /eh, betul kan??/

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s