[My Boyfriend Series] Shy

tumblr_nz7gg1T4h01u2ju4io2_500

 Happy 1st Anniversary Lovelyz Fanfiction Indonesia!^^ 😀

.

.

˪ My Boyfriend Series ˥

#3 Shy

.

.

A fanfiction by Ayumu-Chaan

Yoo Jiae [Lovelyz] & Lee Sungjong [INFINITE] || Romance? || Ficlet (812 words) || General / G

Blog: http://ayumuchaan.wordpress.com

Disclaimer: This is my story and just in my imagination. I’m sorry if there same any title or character. Plot and story is mine. But, the cast(s) isn’t mine.

Previous: (Teaser) – (#1 Annoying) – (#2 Nerd) –

-ooo-ooo-

“Sungjong-ah.”

“Ehm?” Seorang laki-laki bertubuh tinggi ini menoleh kepada seorang gadis yang berdiri di sampingnya.

“Kamu sakit?” tanya gadis itu sambil meletakkan tangan kanannya di dahi lelaki bernama Lee Sungjong itu. Gadis itu pun merasa tangan kanannya sedikit panas saat memegang dahi kekasihnya itu.

“Ah, aku tidak apa-apa kok, Jiae,” balas Sungjong sambil tersenyum. Namun, ada yang berbeda dengan senyuman lelaki itu. Senyuman itu disertai dengan semburat merah yang muncul di kedua pipi lelaki berwajah cantik itu.

Gadis yang bernama Yoo Ji Ae itu mengangguk-ngangguk.

“Oke. Kalau begitu, ayo kita jalan lagi. Sebentar lagi kita akan sampai. Waktu itu kamu yang bilang, kan, ingin mencoba makan kue di kafe tempatku bekerja?”

“Iya..” balas Sungjong pelan. “Tetapi, tidak apa-apa kalau hari ini kamu tidak bekerja?” lanjut Sungjong sekaligus bertanya.

Jiae tersenyum. “Tidak apa-apa kok. Lagipula kafe itu milik temanku dan aku hanya pekerja part-time.”

Kini giliran Sungjong yang mengangguk-ngangguk. Masih tetap dengan semburat merah yang muncul di kedua pipinya. Akhirnya, saat berjalan dengan Jiae, lelaki itu memilih berjalan sambil menatap ke arah lain.

“Nah, sudah sampai.”

Setelah berjalan selama beberapa menit. Akhirnya, Jiae dan Sungjong sampai juga. Kini mereka berdua berdiri di depan kafe yang bernama “Moexliberoz Café”. Sungjong memperhatikan desain kafe itu. Sebuah kafe yang dindingnya berwarna cokelat muda namun terkesan keren dan minimalis. Terdapat satu jendela besar yang memperlihatkan keadaan kafe dari dalam.

“Kenapa diam saja?” tanya Jiae. Sungjong tersentak.

“Ayo, masuk!” Jiae menarik tangan Sungjong untuk berjalan mengikutinya memasuki kafe.

Cling! Cling!

Begitulah bunyi saat pintu kafe itu dibuka oleh Jiae. Kini sepasang kekasih yang sudah bersama-sama selama tiga bulan  itu mulai memasuki kafe.

“Hai, Jiae. Kau datang?” tanya Kyungsoo selaku manajer kafe. “Bukannya  hari ini bukan jadwal kerjamu?” lanjutnya.

“Hai, Kyungsoo! Ehm, hari ini aku tidak bekerja tetapi kekasihku ingin makan kue di kafe ini. Jadi, aku mengajaknya. Tidak apa-apa, kan?” tanya Jiae.

Lelaki bermata bulat itu tersenyum, “Tidak apa-apa kok. Oke, selamat berkencan!’

Setelah itu Kyungsoo berjalan pergi meninggalkan Jiae dan Sungjong. Jiae menoleh kepada Sungjong di belakangnya.

“Kamu ingin pesan apa, Sungjong? Khusus hari ini biar aku yang akan mempersiapkannya untukmu,” tanya Jiae sambil tersenyum manis.

Sungjong tersentak begitu melihat Jiae menatapnya sambil tersenyum manis. Terlalu manis malah. Seperti gula. Ehm, lagi-lagi semburat merah muncul di kedua pipi lelaki itu.

Sungjong menutup wajahnya dengan tangan kirinya sambil menoleh ke arah lain, “E-eng… Aku ingin pesan–“

“Pasti Sungjong ingin pesan chocolate mouse cake dan green tea latte, kan? Akan aku siapkan! Nah, sekarang Sungjong cari tempat duduk yang nyaman, oke?” Jiae memotong ucapan Sungjong dan bergegas berjalan meninggalkan Sungjong.

Chocolate mouse cake dan green tea latte merupakan makanan dan minuman favorit Sungjong. Setiap akhir pekan, biasanya ia memakan makanan dan minuman itu. Tentunya Jiae hafal. Karena gadis berwajah imut seperti anak kecil ini tahu segala hal tentang Sungjong.

Lelaki itu mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah Sungjong mencari tempat  duduk yang menurutnya nyaman. Akhirnya, Sungjong duduk di kursi itu.

“Pesanan datang!”

Tidak sampai sepuluh menit, tiba-tiba Jiae datang sambil membawa nampan berisikan sepotong chocolate mouse cake, sepotong tiramisu, dan dua gelas green tea latte. Setelah itu, Jiae duduk di kursinya.

“Wah, Sungjong. Kau tahu? Ini merupakan salah satu tempat duduk favoritku. Kamu tahu saja..” ujar Jiae sambil tertawa kecil. Saat tertawa, kedua mata Jiae terlihat menutup sehingga membentuk eyesmile.

“Haha…” tawa Sungjong pelan. Kini lelaki itu menundukkan kepalanya sambil memegang dadanya dimana jantungnya berdetak sangat kencang.

Mungkin sedari tadi kalian berpikir, mengapa Sungjong selalu gugup saat Jiae tersenyum atau tertawa. Menurut Sungjong, senyuman Jiae terlalu manis melebihi gula. Apalagi saat Jiae tertawa, menurutnya itu seperti anak kucing.

Apabila Jiae tersenyum sambil tertawa? Hhh… Kelarlah hidup Sungjong. Sepertinya ia akan mati karena hatinya terlalu meleleh oleh senyuman dan tawa Jiae.

Hal yang dilakukan Sungjong sekarang ini kini menarik perhatian Jiae. Sebenarnya Jiae bingung, sejak awal mereka pacaran hingga sekarang, Sungjong sering sekali tersenyum malu-malu disertai semburat merah yang muncul di kedua pipi lelaki berwajah cantik itu. Selain itu, saat Jiae berbicara, lelaki itu sering sekali menatap ke arah lain. Apa karena wajah Jiae aneh, ya?

“Hm.. Sungjong-ah.”

“Ehm? Ada apa Jiae?”

“E-ehm, sebenarnya aku ingin menanyakan hal ini sejak dulu. Tapi, bolehkah aku ucapkan?”

Sungjong menatap Jiae lalu mengangguk.

“Ehm, ada apa denganmu Sungjong-ah? Kenapa wajahmu sering sekali merah saat berbicara denganku? Apa karena wajahku aneh? Jelek? Tidak enak dili–“

Brak!

.

.

            “Aku seperti ini itu karena kamu tahu! Senyum yang kamu miliki itu terlalu manis melebihi gula dan sehangat seperti matahari. Bagaimana bisa aku menahan rasa maluku ketika bersama-sama denganmu?

.

.

Sungjong berdiri dari tempat duduknya dan tanpa sadar menggebrak meja.

Jiae menatap Sungjong dengan wajah menganga (tapi tetap saja imut) sambil memegang sendok yang berisikan kue yang baru saja ia ingin suapkan ke mulutnya.

Tetapi, sepertinya rasa malu Sungjong akan semakin bertambah besar. Semburat merah di kedua pipi lelaki itu semakin merah.

Karena…

Mereka berdua menjadi pusat perhatian di kafe.

.

.

-E N D-

.

.

Enggak tahu mau ngomong apa lagi. Maaf kalau fictnya pendek. Sebenarnya mau post ini kemarin. Tapi sengaja ditahan sampai sekarang karena buat merayakan 1 tahun Lovelyz Fanfiction Indonesia :3

Bye :’D

Advertisements

5 thoughts on “[My Boyfriend Series] Shy

  1. JjongAe!!!!~~ Jangan malu-malu Sungjong :v
    .
    .
    .
    .
    Kyaa by the way happy first anniversary untuk Lovelyz Fanfiction Indonesia!!! >____< Semoga blog ini makin jaya, ramai dan menghibur orang banyak!><♥ congratulations..congratulations…congratulations…lation..lation..lation.. /ala lovelyz/

    Liked by 1 person

  2. Sungjoong~ pas bgt aku nge post ff jiae sama sungjong, eh pas liat author ini juga sama. Apa kita jodoh?? Btw happy anniv!! Smoga makin keren ya blog nya. Dan doain juga blog ku bisa kayak blogmuu~ laff💕

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s