[Oneshoot] Muah

PicsArt_1449387978348

Muah

By Fanita

Main Cast : Seventeen’s Mingyu – Lovelyz’ Sujeong

Cast : CLC’s Yeeun – Lovelyz’ Yein – Seventeen’s DK – Oh My Girl’s Jiho – April

Genre : School Life – Romance – Fluff – Comedy

Type : Oneshoot

Rating : PG-15

You know? He is a good kisser!”

.

NB : Terinspirasi dari lagunya April – Muah kkk~

>< 

>< 

>< 

            Sujeong berdiam di pingging lapangan sembari memperhatikan seseorang yang membuatnya harus duduk diam di tempat ini. Dari kejauhan Sujeong melihat kapten basket di sekolahannya yang sedang menghabiskan waktu istirahatnya sembari bermain bola basket. Sementara dirinya sendiri menghabiskan waktu untuk menonton pertandingannya.

.

Drtt…

Saat merasa ponselnya yang ada di saku bergetar Sujeong langsung melihat pemberitahuan yang masuk. Oh! Ternyata ada pemberitahuan kalau April baru saja mengeluarkan lagu baru mereka. Sujeong lumayan suka dengan girlband rookie beranggotakan 5 orang itu makanya dia menyalakan notifikasi untuk mengetahui berita terbaru mereka.

.

Langsung saja Sujeong membuka link untuk melihat musik video mereka. Lagu bertajuk Muah itu mula-mula dibuka dengan para gadis yang sedang berkemah dan berusaha membangun tendanya. Sujeong melihat sekaligus mendengar lagunya dengan seksama tapi…. dibandingkan lagu Sujeong lebih fokus dengan lakon yang dilakukan oleh para anggota grup tersebut. Para gadis yang berkhayal mencium seorang pemuda tampan yang sempat menolong mereka membangun tenda. Namun saat sedang asik-asik menonton video itu tiba-tiba ponselnya mati sendiri. Sujeong merutuk kesal.

“Sudahlah mending memperhatikan Mingyu lagi,”batinnya.

.

Ryu Sujeong kembali memperhatikan gebetannya yang bernama lengkap Kim Mingyu. Wow! Baru saja Sujeong memandang ke arah lapangan ternyata Mingyu baru saja mencetak sebuah angka! Mingyu yang ada di lapangan tampak senang dan menjilat bibirnya sehingga terlihat brrrsexy. Sujeong mengedipkan matanya berulang kali. Apa katanya barusan? Bibir Mingyu sexy? I..iya betul bibirnya sexy dan bayangan Sujeong terbawa ke video yang baru saja dia tonton tadi.

“Ah.. kau gila Sujeong!”rutuknya.

Karena tak tahan dengan godaan Mingyu perempuan itu memilih untuk pergi saja dari lapangan.

.

            Sebelum masuk ke kelasnya Sujeong ingin buang air kecil maka dari itu dia mampir ke toilet. Saat masuk ke toilet dia dapat melihat ada Yeeun dan Yein, kedua adik kelasnya. Salah satu dari kedua perempuan itu adalah pacarnya Mingyu. Tak lain Yeeun lah yang merupakan kekasih dari gebetan Sujeong. Dengan penuh kekikukan Sujeong berusaha menghiraukan keberadaa mereka dan masuk ke dalam suatu bilik toilet.

“Yeeun-ah kau bilang mau menceritakan sesuatu kepadaku. Malhae!”kata Yein.

“Oh iya!”

“Apa yang mau kau bicarakan?”tanya Yein.

“Yein-ah.. Apa kau tahu? Dia itu good kisser!”seru Yeeun.

“Dia..dia..dia siapa? Mingyu oppa?”

“Geurom! Siapa lagi kalau bukan Mingyu oppa!”

“Kalian sudah berciuman? Whoa daebak!”

“Hahaha kemarin saat kencan. Ayo keluar dari toilet!”

Apa itu? Apa yang baru saja Sujeong dengar? Kim Mingyu dan Yeeun berciuman? Lalu Mingyu adalah.. ehemm.. good kisser? Astaga! Pikiran Sujeong ternodai saat ini. Sudahlah karena menonton musik videonya April, keseksian bibir Mingyu di lapangan dan kini pengakuan Yeeun yang mengatakan kalau dia adalah pencium yang baik! Benar-benar kotor pikiran Sujeong hari ini! Dan juga cemburu karena orang yang dia suka berciuman yaa walaupun memang wajar karena merasa sepasang kekasih.

.

            Saat pelajaran biologi Sujeong tidak fokus melihat penjelasan gurunya di papan tulis. Yang dia perhatikan adalah Mingyu yang sedang bermain-main sendiri di tempatnya. Sesekali Sujeong melihat Mingyu mengigit bibirnya atau berusaha mengeringkan bibirnya dengan menjilat bibirnya dengan lidah.

Andwaeee!!”pekik Sujeong.

Krik!!

Suasana kelas mendadak sunyi saat mendengar suara teriakan Sujeong. Semua orang memperhatikan gadis berpipi chubby itu termasuk Kim Mingyu. O..owh.. Sujeong tidak tahu harus melakukan apa saat ini selain tertawa kikuk.

“A..aku tadi mimpi buruk,”kata Sujeong.

“Mimpi? Kau bahkan tidak tidur. Pasti kau sedang membayangkan hal yang bukan-bukan, iya kan?”celetuk Seokmin.

Aniya!”elak Sujeong tapi pipinya tidak bisa diajak untuk berkompromi.

Ya pipimu merah. Mengaku saja!”goda Seokmin.

Aniyo! Saem aku permisi ke toilet dulu,”

Sujeong buru-buru berdiri namun matanya tetap saja mencuri pandang ke arah Mingyu. Tanpa diduga Mingyu melihat ke arahnya dan tersenyum penuh art kepadanya. Aigoo rasanya Sujeong bisa saja terkena serangan jantung mendadak!

.

            Sujeong mencuci mukanya secara kasar agar segala bayangan buruk yang menghampirinya lenyap. Ya ampun sepertinya Sujeong diguna-guna oleh Mingyu sehingga sampai segila ini memikirkannya. Sujeong menatap wajahnya yang ada di kaca. Dia benar-benar terlihat sangat menyedihkan menyukai orang sampai segitu tapi orang tersebut tak memiliki perasaan apapun kepadanya.

“Kenapa harus Mingyu? Kenapa harus playboy itu si yang kau sukai Sujeong!”rutuknya.

Yup! Mingyu adalah seorang playboy yang sering kali berganti pacar. Baru putus beberapa hari saja dia sudah memiliki gadis yang lain. Wajar si banyak orang yang mengantri untuk jadi kekasihnya termasuk Ryu Sujeong, “Menyebalkan!”rutuk Sujeong.

.

            Saat istirahat Sujeong memilih untuk menyantap sepotong roti dan susu kotak yang dia beli dan memakannya sendiri di kelas. Suasana kelas memang sangat sepi bahkan tidak ada orang setiap keluar main tiba. Sujeong membuka bungkus roti berisikan selai cokelat itu dan tiba-tiba saja—

“Kau sendirian?”

Deg..deg..deg.. Jantung Sujeong langsung berdetak dengan tidak normal saat mendengar suara orang yang baru saja bertanya kepadanya. Yang lebih membuatnya kaget adalah orang itu menghampiri dan duduk tepat di depannya!

“Kau tidak makan nasi? Memangnya kenyang hanya dengan memakan roti?”tanya Mingyu.

Eoh.. Aku hanya ingin makan roti saja,”jawab Sujeong kikuk.

“Ngomong-ngomong kau tadi kenapa?”tanya Mingyu lagi.

“Apa yang kenapa?”tanya balik Sujeong.

Sujeong benar-benar tidak fokus dengan pertanyaan Mingyu. Mata Sujeong kini sibuk mengamati bibir Mingyu apalagi ada noda es krim yang lengket di sana. Sepertinya Mingyu baru saja memakan es krim vanila.

Ya kau sedang apa si?”tegur Mingyu.

Eoh.. itu di bibirmu,”kata Sujeong.

Mingyu langsung menyentuh bibirnya dan merasa ada sesuatu yang ganjal. Dia mengelap noda itu dari bibirnya lalu setelah itu tersenyum kepada Sujeong.

“Ah tadi Yeeun memaksaku untuk mencicipi es krimnya. Apa sudah hilang?”

“Ya sudah hilang,”

Benar-benar menyebalkan mendengar Mingyu membicarakan kekasihnya tepat di depan wajahnya.

“Ryu Sujeong apa aku boleh memiliki nomormu?”tanya Mingyu tiba-tiba.

“Nomor apa?”heran Sujeong.

“Nomor ponselmu. Ayo sebutkan berapa nomor ponselmu!”titah Mingyu.

Huh?! Rasanya benar-benar seperti mimpi! Kim Mingyu meminta nomor ponselnya? Meminta itu duluan? Whoaa benar-benar tidak diduga oleh Ryu Sujeong, “Ah gomawo. Nanti malam aku akan menghubungimu,”ujar Mingyu setelah itu dia pergi meninggalkan Sujeong sendiri. Yang ditinggal seorang diri pun terheran-heran dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, “Menghubungiku.. nanti malam?”bisik Sujeong.

.

“Whoaa chukae!!”

Mendengar sahabatnya mengucapkan selamat Sujeong jadi heran sendiri. Kenapa tiba-tiba Jiho memberikannya ucapan selamat? Padahal Sujeong hanya menceritakan kejadian di sekolahnya mulai dari masalah bibir sampai Mingyu meminta nomornya.

“Kenapa selamat?”tanya Sujeong.

“Itu artinya dia tertarik denganmu!”jawab Jiho riang.

“Tertarik? Mingyu tertarik denganku?!”pekik Sujeong.

“Iyalah. Laki-laki kalau meminta nomor perempuan terlebih dahulu itu tandanya dia tertarik.. Hhuaaa Sujeong kau harus mencari bahan omongan untuk nanti malam ni!”goda Jiho.

“Ah Jiho-ya jangan membuatku nge-fly!”ujar Sujeong sambil menutupi kedua pipinya yang memerah.

“Aku doakan kau bisa bersama laki-laki idamanmu itu apalagi dia good kisser. Ehemm…”

Sujeong hanya bisa tertawa malu mendengarnya. Wah kalau benar yang dikatakan Jiho kalau Mingyu tertarik dengannya.. itu benar-benar jackpot di dalam hidup Sujeong karena orang yang dia suka juga tertarik dengannya.

“Aku mau pulang ke rumahku dulu lah untuk berpikir apa yang harus aku bicarakan nanti malam dengan Mingyu. Annyeong Jiho-ya!”

“Semoga sukses ya!”seru Jiho.

.

            Malam hari sudah tiba. Sujeong sangat siap dengan ponselnya menunggu Mingyu untuk menghubunginya. Ibu Sujeong memanggilnya untuk makan malam dan Sujeong pun membawa serta ponselnya untuk ikut pergi ke ruang makan bersamanya.

.

            Sujeong terus melirik ponselnya yang ada di atas meja makan mana tahu saja ada pesan masuk dari Mingyu tapi hasilnya nihil. Ayah Sujeong yang menyadari gerak-gerik mencurigakan Sujeong menegur anak perempuannya.

“Ada apa melihati ponselmu terus?”tanya ayah.

“Ah? Aniyo appa. Hanya saja aku bertanya pada teman tentang sesuatu tapi belum dibalasnya sampai sekarang hehe,”dusta Sujeong.

“Apa itu penting sekali?”tanya ibu Sujeong.

Ne! Sangat penting!!”seru Sujeong.

“Habiskan makanmu dulu baru kembali fokus dengan ponselmu,”tegur ayah Sujeong.

Ne appa..”tunduk Sujeong.

.

            Jam sudah menunjukan pukul 9 malam tapi tidak juga panggilan dari Mingyu. Bahkan Sujeong telah selesai membaca sebuah novel sejak tadi tapi tak ada juga panggilan dari Mingyu. Ah.. sepertinya Mingyu membodohinya. Mana mungkinlah orang yang sudah memiliki kekasih mau menghubungi gadis lain. Bodoh, Sujeong bodoh!

.

Drttt..drt…drtt…

            Samar-samar Sujeong merasakan bahwa ponselnya bergetar. Dengan kesadaran yang hanya setengah Sujeong meraba ponselnya yang ada di kasur lalu mengangkat panggilan yang tidak dia ketahui dari siapa. Dia benar-benar kesal siapa si yang berani menganggu jam tidurnya?

“Yeoboseyo? Nuguseyo?”

“Naya..”

“Naya? Nugu?”

“Aigoo kau sangat lucu Sujeong-ah. Apa kau sudah tidur? Apa aku menganggumu? Ini aku Mingyu!”

BAM!!

Mata Sujeong langsung terbuka seutuhnya dan dia mengecek panggilan itu. Memang benar ada panggilan masuk ke dalam ponselnya itu berarti dia tidak mengigaukan?

“Sujeong?”

“Eoh.. Mingyu maaf aku pikir siapa,”

“Apa tadi kau sudah tidur?”

“A..aniya! Aku sedang memakai masker jadi tidak bisa melihat dengan jelas layar ponselku!”

“Oh baguslah, aku merasa bersalah jika menganggumu. Tadi aku terlalu asik telponan dengan Yeeun jadi sempat lupa untuk menghubungimu,”

Yeeun lagi.. Yeeun lagi.. Sujeong benar-benar dongkol mendengar nama itu keluar dari mulut Mingyu. Apalagi dia pamer baru saja telponan dengan pacarnya itu dan keasikan pula!

“Gwenchana..”

“Sujeong-ah ngomong-ngomong untuk apa kau pakai masker?”

“Ya..ya untuk kecantikanlah!”

Duh gila deh Sujeong! Seumur-umur mana pernah dia pakai masker tapi entah kenapa alasan seperti itu tiba-tiba saja keluar dari bibirnya.

“Geundae… tanpa memakai masker kau sudah cantik kok!”

Ah… Gila! Gila! Gila! Jantung Sujeong berdebar sangat kencang saat ini. Berani taruhan pipinya kini sudah merah seperti kepiting rebus!

“Aniya aku tidak seperti itu kok.. Mingyu..”

“Hehehe.. Yang benar ini aku tidak menganggumu?”

“Tidak kok. Kenapa?”

“Aku hanya ingin mengobrol denganmu. Boleh tidak?”

“Tentu saja boleh…”

Kini komunikasi terus berlangsung tanpa peduli kalau sekarang sudah pukul 12 malam. Ah.. demi berbicara dengan gebetan tidak tidur semalaman pun bisa Sujeong lakukan. Yang terpenting dia bisa berbicara dengan Mingyu seakan-akan keduanya sangat dekat.

.

            Saat masuk ke dalam kelasnya Sujeong melihat Mingyu duduk di tempatnya. Dia tampak sibuk menyalin pekerjaan rumah milik Seokmin. Sujeong berjalan ke tempat duduknya lalu mengeluarkan buku PR miliknya juga. Hehehe karena sibuk menunggu panggilan dari Mingyu semalam Sujeong lupa kalau dia ada PR.

“Sujeong kau belum buat PR-mu?”tanya Mingyu tiba-tiba.

“I..iya belum,”jawab Sujeong.

Mingyu menghampiri Sujeong dan tak lupa membawa buku miliknya dan juga milik Seokmin.

“Ayo kerjakan bersama!”seru Mingyu sambil tersenyum.

Gomawo.. Mingyu-ya,”lirih Sujeong.

.

            Hari demi hari hubungan Sujeong dan Mingyu sangat dekat. Tentu saja Sujeong suka dengan hal ini. Kali ini Mingyu dan Sujeong memiliki janji untuk pergi jalan-jalan sepulang sekolah. Kalian tahu? Hanya mereka berdua! Pastinya Sujeong sangat senang dan menunggu momen-momen berharga. Tidak peduli deh kalau Mingyu pacar orang.

“Kita naik taksi saja gimana? Biar cepat sampai?”ajak Mingyu.

“Ya.. boleh saja,”kata Sujeong.

Mingyu memberhentikan sebuah taksi setelah itu membukakan pintu dan mempersilakan Sujeong untuk masuk terlebih dahulu. Sujeong tersenyum tipis dan masuk ke dalam taksi setelah itu barulah disusul oleh Mingyu.

.

            Sepanjang jalan di taksi suasananya cukup sunyi. Hanya terdengar suara lagu yang dihidupkan oleh supir taksi. Sujeong meletakan tangannya di pinggir dan melihat ke arah luar tapi tiba-tiba saja dia merasakan seseorang menyentuh tangannya. Ah.. tidak, rutuk Sujeong. Efek itu kembali dirasakan olehnya. Bagaimana dia tidak merasa deg-degan karena saat ini Mingyu sedang menggenggam tangannya?

Gwenchana?”tanya Mingyu.

Eoh.. gwenchana,”balas Sujeong malu-malu.

Sujeong tidak punya keberanian untuk melihat wajah Mingyu saat ini makanya dia memilih untuk melihat terus ke arah jendela. Sementara Mingyu sendiri hanya bisa tersenyum dan terus menggenggam tangan Sujeong dengan erat.

.

            Sujeong dan Mingyu mampir ke sebuah kedai es krim untuk mencairkan siang yang sangat panas ini. Mingyu mengantri untuk memesan es krim untuk mereka. Sementara Sujeong duduk sendiri di salah satu meja tangannya yang berada di bawah bergetar dengan sendirinya. Tangan yang sejak tadi disentuh Mingyu itu kini berkeringat dingin. Ya Tuhan, suasana panas karena cuaca hari ini semakin menjadi-jadi kegerahan yang Sujeong dapatkan. Saat berjalan-jalan tadi tidak henti-hentinya Mingyu mengenggam tangannya. Sujeong benar-benar tidak dapat mengontrol perasaannya saat ini!

“Strawberry untuk Ryu Sujeong dan cokelat untuk Kim Mingyu,”

Ternyata Mingyu sudah kembali sambil membawa es krim pesanan mereka. Saat Mingyu sudah duduk di depannya Sujeong pun berterimakasih kepadanya.

Gomawo Mingyu,”kata Sujeong.

“Sama-sama! Ah.. aku sangat senang!”seru Mingyu.

“Senang kenapa?”tanya Sujeong.

“Akhirnya aku bisa makan es krim rasa cokelat. Bosan makan es krim rasa vanila terus,”cerocos Mingyu.

“Kalau kau bosan makan es krim rasa vanila kenapa memakannya?”heran Sujeong.

“Karena cewek itu terus memaksaku untuk memakan es krim vanilanya,”balas Mingyu.

“Cewek? Nugu?”

“Yeeun. Jang Yeeun..”jawab Mingyu.

Ya diakan pacarmu jadi untuk membuatnya senang ya tidak apalah,”

“Larat!”

“Hah?”

“Bukan pacar tapi mantan,”

Sumpah! Detik ini juga Sujeong benar-benar kehilangan akal sehatnya. Bibirnya membentuk huruf O setelah mendengar pengakuan Mingyu barusan bahkan Yeeun sekarang bukan pacar melainkan mantannya.

“Kenapa diam?”tegur Mingyu.

Ani.. bukan apa-apa,”balas Sujeong. Dia berusaha menahan senyumnya karena kabar bahagia ini!

“Kalau begitu makan cepat es krimmu. Nanti cair loh!”kata Mingyu.

Ne!!”seru Sujeong.

.

            Sebelum pulang Mingyu mengajak Sujeong untuk mampir ke sebuah taman dekat mall yang baru saja mereka kunjungi. Di taman ini banyak sekali pasangan yang datang berkunjung tentu saja ini membuat Sujeong minder karena dia datang ke sini bukan dengan ‘pasangannya’ melainkan teman ‘biasa’.

“Bagaimana kalau duduk di sana?”ajak Mingyu.

“Oh boleh!”

Kajja!”

Mingyu kembali mengenggam tangan Sujeong dan mengajaknya untuk segera pergi ke tempat duduk yang kosong di pojok sana. Sujeong tak dapat menahan senyumnya, dia benar-benar merasa bahagia saat ini!

.

“Sujeong-ah..”panggil Mingyu.

“Ya ada apa?”tanya Sujeong.

“Apa kau punya pacar?”

Sujeong tidak pernah menduga kalau pertanyaan itu akan ditanyakan oleh Mingyu. Selama ini dia pikir Mingyu tidak akan tertarik dengan kehidupan ‘percintaannya’.

Opsoyo..”balas Sujeong.

Assa!”seru Mingyu.

W…wae?”heran Sujeong.

Mingyu tiba-tiba saja mencengkram kedua bahu Sujeong. Mereka berhadapan satu sama lain. Mingyu menatap lekat kedua mata Sujeong lalu memberikan senyum mautnya kepada gadis itu.

Naekkeohaja!”celetuk Mingyu.

“Hah?!”jerit Sujeong.

“Aku bilang jadilah milikku!”ulang Mingyu.

Ya.. Aku sedang bermimpikan?”

Sujeong mencubit tangannya sendiri dan awww terasa sangat sakit ketika dia menarik kulitnya! Mingyu langsung memegang tangan Sujeong dan menciumnya dengan ekspresi wajah yang panik.

Gwenchana? Kenapa kau mencubit dirimu sendiri si?”tanya Mingyu khawatir.

Ani.. ini.. ini benaran? Aku tidak bermimpi?”tanya balik Sujeong.

Aniya.. Ini nyata kok,”jawab Mingyu.

Heol.. lalu aku harus apa?”tanya Sujeong dengan polosnya.

Mendengar pertanyaan Sujeong barusan membuat Mingyu tertawa, “Ya harus menjawab mau atau tidak,”

“Kalau aku mau ba..bagaimana?”

Mingyu terdiam sejenak sehingga Sujeong terheran sendiri. Tak lama kemudian Mingyu mendekatkan wajahnya ke Sujeong dan—

Muah

pemuda berparas tampan itu baru saja mencium Sujeong tepat di bibirnya! Mata Sujeong membulat tidak percaya bahwa laki-laki yang dia suka saat ini sedang menciumnya. Perlahan Sujeong memejamkan matanya begitu pula dengan Mingyu. Tanpa mempedulikan ini tempat umum kedua anak SMA itu terus bercumbu tapi… Sujeong merasa ada yang aneh? Rasanya berbeda saat Taehyung—mantan kekasihnya—menciumnya saat mereka berpacaran dulu dengan Mingyu menciumnya sekarang.

“Kalau kau mengatakan iya itu artinya kau jadi kekasihku detik ini juga,”ujar Mingyu setelah selesai berciuman.

“Aku.. sangat senang karena orang yang aku suka akhirnya menjadi pacarku,”kata Sujeong malu-malu.

“Apa? Kau bilang kau menyukaiku? Whoah! Sejak kapan?”tanya Mingyu penasaran.

Kepo!”kata Sujeong sambil menjulurkan lidahnya.

Ya kau nakal!”kekeh Mingyu.

Ah sungguh.. Sujeong begitu senang hari ini karena Mingyu pada akhirnya menjadi miliknya bukan milik si Yeeun itu lagi. Oh ngomong-ngomong saat Sujeong dan Mingyu berciuman tadi ada perasaan yang mengganjal di hati Mingyu. Bukan, bukan karena dia menyesal hanya saja ada yang aneh. Walaupun dia baru sekali berciuman dengan Taehyung di masa lalu tetap saja merasa berbeda dengan ciuman Mingyu barusan.

“Sujeong-ah ayo pulang!”ajak Mingyu.

Ne kajja!”seru Sujeong.

.

.

.

.

Pada malam hari Yeeun merasa sangat kesepian! Ah.. semenjak putus dengan Mingyu tidak ada lagi yang di ajak untuk berbicara melalui telpon di malam hari. Tapi setidaknya Yeeun legah juga putus dari orang itu. Yeeun melihat sebuah boneka yang tergeletak di atas mejanya. Melihat boneka bertuliskan “kiss me” itu membuat Yeeun kesal.

“Kiss me.. kiss me.. Dasar bad kisser! Aku menyesal memberikan ciuman pertamaku padamu Kim Mingyu bodoh dan aku lebih kesal karena harus berpura-pura kalau ciumanmu itu enak! Sial!!!”

.

.

.

The END

Advertisements

7 thoughts on “[Oneshoot] Muah

  1. Demi apa ‘-‘ pas liat summarynya langsung cepet-cepet bca ni fanfic (pervertmodeon) wkwkwk 😄 kyaaa! Suka bangett sma ini ff 😘😘😘 dari awal smpai akhit senyum-senyum kek orng gila,untung lagi sendirian hmm 😁 Keep writing eakk.👍

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s