[Freelance] Jealous

Standard

Poster

Jealous

Author: Fenny Huang

Cast: Jeon Jungkook, Jeong Yein

Suport Cast: Kim Mingyu (Seventeen), Jeon Soo Yong (OC), Halla (The Ark)

Genre: Romance

Length: Oneshot

Rating : PG-15

   “Kurasa Jungkook Sunbae dan Halla Sunbae berpacaran…” Yein mengalihkan pandangannya dari buku sketsa nya saat ia mendengar pembicaraan tersebut, ia menoleh kesumber suara dan mendapati dua orang yeoja yang berdiri didepan rak buku tak jauh dari tempatnya duduk saat ini “anak kelas sebelah ada yang melihat mereka jalan berdua kemarin di Gangnam..”

“Jjinja? Berarti gosip itu benar? Aarrgghh!! Aku tak rela Jungkook Sunbae berpacaran..” Ujar yeoja satunya lagi yang berambut pendek.
“Geundae aku setuju saja dengan hubungan mereka, mereka berdua terlihat cocok bersama..”

 “Ehem!” Suara dehemman yang berasal dari pengawas perpustakaan membuat pembicaraan mereka terhenti “yang ingin berbicara silahkan keluar..”

   “Jeongsheohmnida..” Mereka berujar berbarengan kemudian keluar dari perpustakaan.

   Yein kembali melanjutkan menggambarnya tapi baru beberapa goresan, tangannya kembali berhenti bergerak, otaknya memutar pembicaraan kedua yeoja barusan. Jungkook dan Halla pergi berdua kemarin? Jadi itukah alasan kenapa Jungkook menolak ajakannya nonton DVD bersama beberapa hari yang lalu? Mungkin memang benar Jungkook menyukai Halla, Halla adalah yeoja cantik yang paling populer disekolahnya setiap namja pasti menyukainya termaksud Jungkook temannya sejak kecil. Tapi Yein tak menyangka kalau Jungkook menolak ajakan nya karena hal tersebut, segitu sukanya kah Jungkook pada Halla?

   “Apa yang kau bengongkan?”

   Mendengar suara yang amat dekat di telinga kanannya, Yein langsung dengan sigap menoleh kesamping. Bertapa terkejutnya Yein begitu menoleh ia bertatapan dengan Jungkook yang wajahnya berjarak amat dekat dengan wajahnya. Yein hampir berteriak karena terkejut tapi tertahan karena dengan cepat Jungkook membungkam mulut Yein dari samping.

   “Yya, neo mitcheosheo?!” Yein memukul Jungkook yang saat ini tengah terkikik geli ditempatnya.

   “Miane.. Sebenarnya aku tak berniat mengagetkanmu sampai begini, siapa suruh kau bengong..” Ujar Jungkook seraya mengacak rambut Yein dengan tangan kanannya yang tadi merangkul Yein.

   “Iizh!”

   “Apa yang kau bengongkan?” Tanya Jungkook seraya menarik bangku kosong disebelah nya agar dekat dengan Yein.

   “Eobseo..” Sahut Yein singkat, ia kembali menunduk melanjutkan gambarnya yang tadi sempat terhenti.

   “Woaah.. Gambarmu semakin bagus saja..” Seru Jungkook perlahan saat melihat apa yang Yein gambar “ah ya, nanti malam aku kerumah mu ya, kita nonton Maze Runner 2 nya bersama..” Ujar Jungkook dengan wajah semangatnya.

   Mendengar Jungkook berkata seperti itu, tangan Yein, lagi-lagi, berhenti bergerak diatas buku sketsanya. Seketika itu juga Yein langsung ingat dengan janji nya yang di tolak Jungkook karena namja itu pergi dengan Halla, mood Yein mendadak jelek karena mengingat hal tersebut.

   “Tak usah..” Yein menutup buku sketsa nya sedikit kasar seraya bangkit dari tempatnya.

   “Tak usah? Tak usah bagaimana?” Kedua mata Jungkook mengikuti pergerakkaan Yein yang mulai beranjak dari tempatnya, ia ikut berdiri dari tempatnya menyusul Yein “kau kan yang mengajakku menonton film itu bersama..”

   “Tak usah, aku sudah menontonnya..” Cetus Yein memperjelas.

   Jungkook yang sedari tadi berjalan dibelakang Yein berlari kecil agar bisa berjalan disebelah yeoja tersebut “kau sudah menontonnya? Sendirian? Memang kau berani?” Tanya Jungkook ketika ia mengingat Taehyung memberitahunya beberapa hari yang lalu kalau film kelanjutan yang akan mereka tonton tersebut menjadi sedikit menakutkan karena adanya zombie yang tiba-tiba muncul, Jungkook tau kalau Yein tak suka dengan film horor.

  Sebenarnya Yein belum menonton film itu sama sekali, ia sengaja menolak ajakkan Oppa nya Sungyeol yang waktu itu ingin menonton film tersebut bersama nya karena Yein ingin menonton nya dengan Jungkook. Tapi Yein sudah keburu dongkol dengan Jungkook begitu tau alasan kenapa Jungkook menolak ajakan nya kemarin.

  “Dengan Sungyeol Oppa..” Sahut Yein lagi-lagi ia hanya menyahuti Jungkook dengan jawaban singkatnya, ia sama sekali tak menatap Jungkook.

  “Mwo? Eii, padahal aku ingin menontonnya denganmu..” Cetus Jungkook dengan wajah cemberutnya, Jungkook melingkarkan lengan kanannya pada bahu Yein “kalau begitu pulang sekolah nanti temani aku mengambil pesannan di studio foto nee. Kemarin aku..”

   Wajah Yein mendadak masam mendengar kata kemarin, ia pasti ingin menceritakan acara jalan-jalannya dengan Halla. Yein melepas lengan Jungkook yang melingkar dibahunya “shireo, aku tak bisa..”

   Jungkook menatap Yein yang sudah berjalan didepannya “jakkaman, jakkaman..” Susul Jungkook seraya mengenggam pergelangan tangan Yein membuat yeoja itu berhenti berjalan, kemudian menatap Jungkook malas “wae? Ada apa denganmu? Apa ada yang membuatmu marah?”

   Nee, dan kau lah orangnya… Jawab Yein dalam hati “eobseo..”

   “Lalu? Kau marah padaku?” Tebak Jungkook mencoba melihat wajah Yein “Yein, lihat aku..” Jungkook menarik dagu Yein perlahan agar wajah yeoja itu mengalihkan pandangannya kearah lain.

   Yein hendak berontak melepas tangan Jungkook yang memegang wajahnya tapi tertahan ketika mendengar suara yeoja memanggil nama Jungkook.

   “Jungkook-ah..”

   Mereka berdua serempak menoleh kesumber suara dan mendapati yeoja berkulit putih dengan rambut panjang hitamnya berdiri tak jauh dari mereka, ia tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya pada Jungkook.

   Yein yang melihat kedua mata Jungkook saat ini tertuju pada yeoja tersebut langsung melepas tangan Jungkook membuat namja itu sontak menoleh padanya “pergilah, Halla memanggilmu..” setelah berkata seperti itu Yein dengan cepat beranjak meninggalkan Jungkook.

   “Yya, yya..”

  Jungkook yang baru berjalan beberapa langkah langsung berhenti melangkah mengejarnya, ia menatap punggung Yein yang mulai menjauh dengan kening berkerut dalam sekaligus keheranan. Apa ia berbuat salah pada Yein? Tapi apa? Atau mungkin yeoja itu memang sedang ingin sendirian saat ini. Mood Yein memang mudah berubah, kalau sedang marah Yein paling tidak suka di ganggu sedikit pun, yeoja itu akan lebih suka menyendiri dan larut akan buku sketsa nya sedangkan Jungkook hanya tinggal menunggu Yein datang kembali padanya kalau mood nya sudah membaik. Biasanya mood Yein akan membaik hanya dalam beberapa jam saja atau paling lama sehari, tapi untuk kali ini…

“Argh! Molla…” Desah Jungkook frustasi seraya menidurkan tubuhnya di atas rumput hijau yang berada di belakang sekolah mereka, ia menjadikan sebelah tangannya sebagai bantal sedangkan satunya lagi ia gunakan untuk menutup matanya.

   Mingyu yang sedari tadi duduk disebelahnya memainkan bola basketnya menoleh mendengar desahan Jungkook barusan “mwoya? Ada apa denganmu? Tiba-tiba berseru seperti itu..”

   “Aku benar-benar tidak mengerti yeoja..” Cetus Jungkook dengan kedua mata yang masih tertutup oleh lengannya.

   “Yeoja? Nugu?”

   “Yein..” Jungkook akhirnya mengangkat lengannya kemudian mengarahkan kepalanya menghadap pada Mingyu yang tengah menatapnya dengan penasaran “ini sudah hari ketiga tapi ia masih belum mau berbicara denganku, aku tanya padanya kenapa ia mendiami ku tapi tak mau jawab. Saat dikelas tadi saja Yein lebih memilih bertanya soal matematika pada Chanwoo kebanding denganku yang duduk disebelahnya, jelas-jelas nilai matematika ku lebih tinggi dari pada Chanwoo..” Cerocos Jungkook panjang lebar.

   Mingyu tertawa mendengar rentettan kata yang keluar dari mulut Jungkook barusan “ya memang sih nilai mu lebih tinggi darinya, tapi kalau Yein memang ingin bertanya padanya harus bagaimana lagi? Mungkin kau berbuat sesuatu yang membuat Yein kesal tanpa kau sadari..” Ujar Mingyu membuat Jungkook termenung, Mingyu ikut rebahan di sebelah Jungkook “coba kau pikirkan apa yang sudah kau perbuat pada Yein sampai ia mendiami mu, yeoja diam pada namja itu pasti ada alasan nya termaksud Yein..”

   “Geundae… Aku tak berbuat apa-apa padanya…” Tutur Jungkook dengan kening berkerut dalam.

   “Pasti ada, tak mungkin tidak..”

   “Arra, arra.. Aku akan memikirkannya..”

   “Tsk! Neo molla? Kau seperti namja frustasi karena yeojachingu nya yang sedang marah padanya tanpa sebab, kau bahkan tak suka Yein lebih memilih berbicara pada Chanwoo dari pada kau..” Celetuk Mingyu membuat cengiran terlukis diwajah Jungkook “neo nuguji? Memang nya Yein itu yeoja mu eoh?” Timpalnya seraya menepuk dada Jungkook dengan punggung tangan kirinya.

   Jungkook terkekeh pelan kemudian menatap langit biru yang yang dipenuhi awan putih di atas mereka dengan senyum merekah saat mengingat sesuatu.

   *flashback*

   “Jungkook-ah, kalau sudah besar nanti aku ingin berdiri disana denganmu memakai baju pengantin seperti Junsu Oppa dan Hyeri Unnie..” Seru Yein yang berumur 5 tahun dengan senyum lenya seraya mengarahkan telunjuknya kearah saudara nya Jungkook yang berdiri didepan altar bersama pasangan hidupnya mengucapkan janji suci.

   “Denganku?” Jungkook menatap punggung saudaranya dengan wajah berpikir “kalau begitu aku harus menjagamu sebagai yeojaku..”

   “Yeojamu?”

   “Eo..” Senyum merekah diwajah Jungkook saat bertatapan dengan Yein “Junsu Hyung pernah bilang padaku kalau suatu saat nanti aku harus menjaga yeojaku sendiri sama seperti Hyung yang menjaga Hyeri Noona yeojanya. Kalau kau ingin berdiri disana denganku itu berarti aku harus menjagamu..”

    “Jjinja? Baiklah, aku akan menjadi yeojamu dan kau harus terus menjagaku kapanpun..” Ujar Yein dengan senyum manisnya.

    “Tentu, itu sudah tugasku..”

    “Yagso?” Yein menyodorkan kelingking kanan nya pada Jungkook.
Jungkook mengaitkan kelingking nya pada Yein “eum, yagso..”

 

    *flashback off*

    “Yah, dia memang yeojaku..” Jungkook bersuara dengan senyum yang semakin mereka lebar karena mengingat kenangan manis nya dulu dengan Yein yang tak pernah ia lupa sampai sekarang.

                                                      ****

   ‘Yeollie Oppa:
Kalau kau sudah pulang, jangan lupa beli makanan Kuro nee… Aku lupa membelinya kemarin…’

    “Eii… Sebenarnya Kuro itu kucing siapa sih?” Cibir Yein saat membaca pesan dari Oppa nya.

    Ia baru saja bubar rapat Osis membicarakan acara festival yang akan diadakan sekolahnya dua minggu lagi. Ya, Yein di tunjuk sebagai salah satu panitia acara yang mewakili setiap kelas, sebenarnya kalau bisa Yein ingin menolak saat di tunjuk menjadi panitia oleh gurunya karena harus mengikuti rapat yang amat membuatnya mengantuk dan pulang terlambat seperti sekarang, tapi ia tak bisa menolak karena tak ada satupun teman sekelasnya yang mau menggantikan Yein.

    ‘Yein:
Arasheo, aku akan mampir ke supermarket sebelum pulang kerumah..’

Yein mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya yang lumayan sepi. Entah hanya perasaan nya saja atau memang koridor yang biasa nya terlihat sedikit terang karena terkena sinar matahari yang masuk melalui jendela kali ini menjadi meredup? Ia menolehkan kepalanya kebelakang memastikan kalau ia tidak sendirian di koridor ini. Perasaan kaget menyeliputinya saat ia merasakan getaran di tangannya yang ternyata berasal dari ponselnya.

   ‘Yeollie Oppa:
Kau masih disekolah? Kau bawa payungkan?’

    Kening Yein berkerut dalam membaca balasan Sungyeol. Payung? Untuk apa? Memang nya… Yein menoleh kearah pintu masuk sekolah saat samar-samar mendengar bunyi hujan, kedua bahu Yein melemas seiringan dengan langkahnya yang memelan begitu menyadari hujan turun dengan derasnya di luar sana.

    “Ah jjinja..” Umpat Yein perlahan saat menyadari kalau ia tidak membawa payung.

    Bagaimana ia bisa pulang kalau hujan turun deras begini? Yein melirik pergelangan tangannya yang memakai jam tangan, desahan keluar dari mulut Yein saat melihat jarum jam yang mengarah keangka 5. Mana mungkin ia menunggu hujan sampai reda disekolah, bisa-bisa ia pulang larut malam kalau begini ceritanya. Apa ia harus meminta Sungyeol menjemputnya? Tapi Oppa nya itu pasti sedang sibuk dicafe sekarang, ini sudah jam kerja part timenya. Menerobos hujan? Ya, sepertinya pilihan terbaik. Yein membalikan tubuhnya kembali masuk kedalam sekolah, ia mencoba mencari apakah ada jaket yang tertinggal didalam lokernyaa atau tidak, setidaknya itu bisa membantunya sedikit. Saat memutar kunci sandi lokernya, Yein berharap dalam hati kalau ada salah satu jaket nya yang tertinggal didalamnya. Begitu dibuka, kedua mata Yein berkedip saat ia melihat sebuah payung yang ada didalam lokernya. Seingatnya ia tak pernah menaruh payung didalam loker dan lagi kapan payung ini ada disini? Tangan Yein meraih payung transparan berwarna putih tersebut, saat melihat ada memo berwarna kuning yang tertempel disana.

    ‘Jangan sampai kau sakit nona Jeong..’

    Jantung Yein berdegup perlahan setelah membaca isi memo tersebut, payung kepunyaan Jungkook. Satu-satu yang mengetahui kunci sandi lokernya memang hanya Jungkook, Yein pun juga mengetahui sandi kepunyaan Jungkook tapi ia tak menyangka kalau namja itu akan menaruh payung kepunyaan nya di loker Yein. Kedua sudut bibir Yein terangkat keatas, ia tak bisa menyembunyikan rasa senang nya karena mengetahui Jungkook masih perhatian padanya. Sepertinya ia harus berterima kasih pada Jungkook besok, berkat namja itu ia tidak perlu kehujanan sekarang.

                                                            ****

    “Demam?”

    “Eo, memang nya kau tak tau?” Tanya Mingyu kepada Yein saat yeoja itu bertanya padanya apa Jungkook sudah masuk sekolah atau belum.

   “A…ani..”

   “Dia demam karena kemarin kan ia pulang tak memakai payung padahal seingatku Jungkook saat datang ke sekolah membawa payung nya, aneh..” Cetus Mingyu yang mulai sibuk dengan ponselnya.

   Yein terdiam mencoba untuk memproses kata-kata Mingyu barusan. Jungkook demam karena kehujanan saat pulang kemaren, padahal ia membawa payung. Kenapa namja itu tidak memakai payung nya? Karena Jungkook meminjamkan nya untuk Yein. Yein menghela napas keheranan, padahal Jungkook yang mengatakan padanya agar tidak sakit tapi kenapa sekarang malah namja itu yang sakit?

   “Kau jenguk saja Yein-ah begitu pulang nanti..” Suara Mingyu mengalihkan perhatian Yein “kurasa demamnya akan membaik setelah bertemu denganmu. Ah ya, akhir-akhir ini ia banyak mengeluh padaku..” Tambahnya dengan senyum yang merekah diwajahnya.

   “Mengeluh? Tentang?”

   “Kau tanyakan saja padanya nanti..”

Kening Yein berkerut melihat Mingyu yang terus tersenyum padanya, senyum nya terlihat errr… Aneh.

                                                         *****

   Ting Tong!

   Yein menekan pintu bel rumah Jungkook, ia menuruti perkataan Mingyu yang mengusulkan nya untuk kerumah Jungkook yang hanya berbeda beberapa blok saja dari rumahnya.

    “Unnie Anyeong..” Sapa Yein saat seorang yeoja bertubuh kecil keluar membuka kan pintu untuk nya.

    “Oh Yein-ah, anyeong…” Soo Yong Noona nya Jungkook mempersilahkan Yein untuk masuk “kau ingin bertemu Kookie?”

   “Eum, kudengar ia demam..”

   “Eo, tapi demamnya sudah mulai menurun. Naiklah, Kookie ada dikamarnya..” Ujar Soo Yong seraya berjalan mendahului Yein, ia berjalan menuju dapur.

   “Nee, gomawo Unnie..”

   Yein melesat kelantai atas. Saat berjalan menuju kamar Jungkook yang berada di ujung lorong, kedua mata Yein tertuju pada sebuah bingkai foto berbentuk pohon yang baru ia liat diatas meja tengah-tengah lorong ini. Yein menunduk mengamati bingkai foto tersebut, senyumnya merekah saat melihat didalam bingkai foto tersebut ada banyak foto Soo Yong mulai dari saat yeoja itu kecil sampai sekarang. Bisa Yein tebak pasti ini pemberian namjachingunya Soo Yong karena ada banyaknya pesan-pesan kecil di setiap foto. Ada satu foto yang menarik perhatian Yein, foto dirinya dan Soo Yong yang tengah berjalan berdua di sebuah jembatan, foto tersebut diambil dari belakang saat mereka berdua sama-sama menoleh satu sama lain dan saling tertawa. Kapan foto ini diambil? Pikir Yein dalam hati, ada tulisan ‘nae yeoja’ di bawah foto mereka, kedua mata Yein mengedip membacanya. Apa iya ini namjachingu nya Soo Yong yang mengambil? Tapi kapan? Kenapa ia tak tahu. Yein kembali berjalan seraya menebak-nebak kapan pacarnya Soo Yong mengambil foto tersebut. Pikiran Yein menyentak begitu ia dihadapkan dengan pintu kamar Jungkook, apa ia harus memanggil namja tersebut? Tapi bagaimana kalau ia sedang tertidur? Yein datang kerumah Jungkook tanpa pemberitahuan sama sekali dan lagi, bukankah ia sedang mogok berbicara pada Jungkook? Yein mengangkat tangan kanannya kemudian mengetuk pintu kamar Jungkook perlahan, setelah mengetuk, Yein mendekatkan telinganya kedaun pintu mencoba mencaritahu apa namja tersebut mendengar ketukan nya atau tidak.

“Masuk…”

   Setelah mendengar suara saung yang menyahut dari dalam, Yein memutar knop pintu perlahan.

   “Yein?” Jungkook yang sedari tadi tiduran di ranjang nya langsung bangun saat melihat ternyata Yein yang datang kekamarnya dan bukan Noonanya.

   “Andwe, jangan bangun, kau tiduran saja..” Tukas Yein seraya berjalan masuk, ia menarik bangku yang berada didepan meja belajar kemudian duduk disebelah Jungkook dengan wajah meringsut “yya! Kau yang bilang padaku agar tidak sakit kemarin tapi kenapa sekarang malah kau yang berbaring di ranjang seperti ini?”

   “Aku lebih memilih aku yang terkena sakit dari pada kau..” Setelah berkata seperti itu, Jungkook tersenyum lebar dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Yein “kau sudah mau berbicara denganku Nona Jeong?”

   “M..mwo?”

   “Bukannya kau sedang mendiamiku? Apa aksi ngambekmu sudah selesai?” Goda Jungkook kemudian menyeringai.

   “Eiizh! Ya sudah aku tak ingin berbicara lagi denganmu..” Cibir Yein yang mulai mengambil ancang-ancang untuk beranjak dari tempatnya.

   “Andwe, andwe.. Berhenti mendiamiku..” Tahan Jungkook seraya menarik tangan Yein menyuruh yeoja itu kembali duduk ditempatnya semula “sekarang jelaskan padaku..”

“Menjelaskan apa?”

   “Menjelaskan kenapa kau terus menghindar dariku dan tak mau berbicara padaku..” Jelas Jungkook.

   Yein menggerakkan kedua bola matanya kesegala arah, ia bingung harus memberi alasan apa pada Jungkook. Sudah jelaskan alasan kenapa ia mendiami namja dihadapan nya ini karena Yein tak suka Jungkook dekat dengan Halla, apa kalau ia mengaku seperti itu akan terdengar aneh? Jujur saja Yein juga tak mau berlama-lama menyuekki Jungkook.

   “Yein-ah, aku menunggumu..” Ujar Jungkook perlahan.

   “Aku..” Yein menghela napas perlahan “aku sebal denganmu..”

   “Waeyo?”

   “Karena kau dekat dengan Halla..” Jeda sesaat, guratan kesal muncul diwajah Yein “kau menolak ajakkan ku karena ingin pergi dengan Halla, kau juga selalu bercanda dan berbicara pada Halla yang membuatku tak jadi berbicara padamu. Orang-orang bilang kalau kau cocok dengannya, memang sih Halla itu cantik kau juga terlihat suka berbicara dengannya geundae, aku tak menyangka kau menolak ajakkan ku karena lebih memilih pergi dengan Halla. Nappeun..!” Cerocos Yein panjang lebar dengan bibir yang mengerucut maju.

   Kening Yein berkerut saat Jungkook malah tertawa renyah ditempatnya, Yein menggerutu dalam hati menyesal karena sudah mengaku kalau ia tidak suka melihat Jungkook dengan Halla tau begini ia tidak akan mengaku!

   “Yein-ah, apa kau sudah melihat bingkai foto berbentuk pohon dimeja depan?” Tanya Jungkook setelah tawanya mereda.

   “Eh? Eum… Sudah..”

   “Dua hari yang lalu Noona berulang tahun kau tau itu kan?” Yein hanya mengangguk sebagai jawaban walau sebenarnya ia bingung kenapa tiba-tiba Jungkook membicarakan ini “bingkai foto itu adalah hadiah dariku. Kau tau, mencari bingkai foto berbentuk pohon itu ternyata cukup susah, awalnya aku bertanya pada Myungsoo Hyung apa ia punya bingkai semacam itu di galery nya tapi ternyata tak ada sampai pada akhirnya aku tak sengaja memasuki studio foto kepunyaan keluarga nya Halla..” Jungkook terbatuk sebentar membuat pembicaraan nya terhenti “di studio foto keluarga nya Halla juga tak menjualnya tapi Halla tau dimana tempat yang menjual bingkai-bingkai foto unik akhirnya ia mengantar ku ketempat tersebut, setelah mendapatkan nya aku mencuci semua foto Noona di kameraku dan memasukan nya kedalam bingkai berserta foto-foto Noona sewaktu kecil..”

  “Jadi itu bukan buatan namjachingu nya Unnie?” Tanya Yein pada akhirnya.

   “Ani, itu buatanku. Awalnya aku ingin menunjukan nya pertama kali padamu dan menyuruhmu membantuku membuatnya tapi kan kau menolak nya waktu itu, kau ingat?” Cetus Jungkook.

   Aku? Menolaknya? Beo Yein dalam hati. Ah ya, itu adalah hari dimana Yein merasa kesal kepada Jungkook setelah mengetahui kalau Jungkook pergi dengan Halla dan menolak ajakkan nya waktu itu, jadi hari itu Jungkook mengajaknya mengambil hasil cucian foto nya dan memintanya membantu menyusun semua foto-foto tersebut kedalam bingkai? Yein jadi merasa sedikit menyesal sudah menghiraukan Jungkook waktu itu, kalau tidak kan ia juga ikut turun tangan membuat hadiah untuk Soo Yong yang sudah ia anggap Unnie nya sendiri.

  Tiba-tiba Jungkook mendudukan tubuhnya kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Yein yang membuat yeoja tersebut dengan sigap memundurkan sedikit wajahnya dengan kedua mata yang berkedip, tanpa sadar Yein menahan napas nya karena gugup “Neo bu reo wo?” Tebak Jungkook dengan nada menggoda.

   “Na..naega? Ani..”

   “Solma, neo bu reo wo..” Goda Jungkook lalu kembali tertawa “Aku tak menyukai Halla..”

   “Waeyo?”

   “Karena…” Senyum Jungkook lagi-lagi melebar “aku kan sudah berjanji pada seorang yeoja yang ingin berdiri didepan altar denganku nanti, aku berjanji akan terus menjaganya seumur hidupku..”

   “Berdiri didepan altar denganmu..?” Perkataan Yein memelan seiringan dengan otak nya yang mencerna kata-kata Jungkook barusan, sedetik kemudian semburat merah muncul dikedua pipi Yein “aaarrggh..” Geram Yein seraya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

   “Wae? Kenapa kau menutupi wajahmu?” Tanya Jungkook setelah terkekeh, ia menggenggam salah satu tangan Yein yang membuat yeoja tersebut akhirnya berhenti menutupi wajahnya.

   “Itukan aku hanya mengucapkan nya saat umur lima tahun tanpa pikir panjang..” Yein menundukkan kepalanya malu karena Jungkook terus menatapnya “kenapa kau masih mengingatnya sampai sekarang..?”

   “Tentu saja, itu adalah janji yang tak mungkin kulupakan..” Jungkook mengangkat tangan kirinya menyelipkan helaian rambut panjang Yein yang menutupi wajahnya kebelakang telinganya “aku tak mungkin menyukai siapapun karena aku sudah berjanji padamu, jadi berhenti mendiamiku seperti kemarin. Arasheo?”

   Mendengar kata-kata tersebut Yein yang masih menunduk perlahan menarik kedua sudut bibirnya “A…arasheo..”

   “Geundae… Aku suka kalau kau cemburu seperti itu..” Jungkook terkekeh saat Yein mendongakkan kepalanya dan memperlihat kan wajahnya yang meringsut.

   “Sudah kubilang aku tidak cemburu..!” Gerutu Yein.

   “Arra, arra.. Tapi karena kau cemburu itu aku jadi tau..” Ujar Jungkook perlahan.

   “Mwohae?”

   “Kalau ternyata kau mempunyai perasaan kepadaku..” Jantung Yein berdegup melihat Jungkook tersenyum dengan kedua mata yang menatapnya dalam “saranghae Yein-ah, nae yeoja..”

                                                           _FIN_

 

My First FF that I ever publish… Pertama-tama mau bilang gomawo dulu buat yg udh baca FF ini, karena ini FF pertama jd mau minta maaf dulu kalo kata-kata yang kurang tepat, cerita yang aneh atau ngegantung, jeongmal miane..-_-

Dimohon ya untuk meninggalkan jejaknya setelah membaca supaya aku tau ada yang kurang atau enggaknya dan bisa memperbaiki di lain FF, gomawo..^^

Advertisements

20 thoughts on “[Freelance] Jealous

  1. Senyum aja pas baca sampai akhir. Haha… 🙂 Bacanya enak, sih. Gak berbelit-belit. Gampang dipahami.
    Paling ada beberapa kata aja yang sedikit gak pas penempatannya. But, it’s okay. Overall aku suka. 🙂 Fighting author!

    Like

  2. neo bu reo wo /? < itu artinya apa,thor? ‘-‘

    FF-nya keren bahasanya juga mudah dipahami, tapi saran aku sih buat kata – kata dalam bahasa asing itu sebaiknya di italic /? biar rapi.

    Overallnya keren, keep writing and welcome ya ‘-‘)/

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s