[Oneshoot] Adult

cats

Adult

By Fanita

Main Cast : Seventeen’s Mingyu & Lovelyz’ Sujeong

Cast : Oh My Girl’s Jiho – BTS’ Jungkook – DIA’s Yebin

Type : Oneshoot

Genre : Romance, Fluff, Friendship

Rating : PG-15

Hal yang ingin kulakukan saat kita beranjak dewasa adalah..

-Sequel of Resolusi 2016

.

.

.

            Benar-benar tidak terasa kalau sekarang sudah tahun 2016 itu berarti anak kelahiran tahun 1997 sudah resmi menjadi seseorang yang dewasa hari ini. Wah, benar-benar tidak diduga oleh 5 sahabat ini. Semuanya menghabiskan waktu liburan mereka diawal tahun bersama-sama di basecamp mereka yaitu rumahnya Yebin. Berhubung di rumah Yebin memiliki ruang yang tidak dipakai mereka merubah ruangan itu menjadi tempat nongkrong sehari-hari.

“Hmm kita sudah dewasa sekarang!” kata Yebin.

“Iya, kalian mau melakukan apa sebagai orang dewasa?” tanya Jiho.

“Aku ingin sekali pergi ke tempat yang dilarang saat kita masih di bawah umur,” gumam Jungkook.

“Diskotik maksudmu? Aku juga!”celetuk Mingyu.

Ketiga perempuan hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban Jungkook dan Mingyu barusan. Kini giliran Sujeong untuk menjawab apa yang ingin dia lakukan sebagai orang dewasa.

“Aku ingin sekali makan ayam dan minum soju bersama kalian! Bagaimana kalau kita makan itu bersama di tempat ini setelah lulus SMA? Call?!”seru Sujeong.

Call!!”sahut teman-temannya.

“Yebin-ah apa tidak ada cemilan?”tanya Jiho.

“Tidak ada. Ya Jiho ayo beli cemilan dulu ke mini market. Jungkook kau ikut kami juga untuk membawa barangnya!”kata Yebin.

Jungkook mengendus kesal giliran soal angkat barang bawaan pasti dia yang kena sasaran, tidak pernah Mingyu yang disuruh oleh Yebin. Karena keterpaksaan akhirnya Jungkook berdiri dan mengikuti Yebin dan Jiho yang sudah terlebih dahulu keluar dari ruangan ini.

.

            Tinggal Sujeong dan Mingyu yang ada di tempat ini. Sejak kejadian “resolusi” itu Mingyu dan Sujeong tidak pernah bertegur sapa atau berbicara satu sama lain. Keduanya memang selalu bertemu jika kumpul sahabat seperti ini namun tidak ada interaksi di antara keduanya. Sujeong mengeluarkan ponselnya dan tak lupa juga earphone miliknya untuk mendengarkan lagu. Sementara Mingyu hanya diam tak bergeming di tempatnya. Sujeong benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. Bahkan bergerak sedikit saja terasa tidak nyaman. Ah, harusnya dia saja yang pergi membeli cemilan bersama Yebin dan Jungkook.

“Aku tahu kau tidak mendengarkan lagu sepenuhnya,”celetuk Mingyu.

Sujeong membulatkan matanya. Sial! Bagaimana bisa Mingyu tahu kalau dia tidak benar-benar mendengarkan lagu? Yang membuat Sujeong semakin panik adalah Mingyu bergerak dari tempatnya untuk menghampirinya.

“Jangan! Jangan ke sini!”batin Sujeong.

Tapi sial, ternyata Mingyu benar menghampirinya malahan kini laki-laki itu sudah duduk di sampingnya. Mingyu menarik salah satu tali earphone Sujeong dan memasangkannya ke telinganya sendiri. Mingyu tersenyum miring karena dugaannya benar.

“Aku benarkan kalau kau tidak mendengarkan lagu. Kenapa? Kau mencoba menghindariku?”celetuk Mingyu.

“Si..siapa juga yang menghindarimu,”balas Sujeong ragu.

“Sudah 2 minggu lebih kau menggantungkan pertanyaanku,”kata Mingyu.

“Pertanyaan a..apa?”

“Jangan belagak lupa. Aku tahu kau masih ingat betul tentang itu,”

“Tapi kau tidak pernah bertanya apapun kepadaku saat itu!”jerit Sujeong.

Mingyu tertawa puas hahaha. Sujeong benar, dia tidak pernah bertanya apapun kepada Sujeong waktu itu tapi itu artinya Sujeong masih ingat betulkan kejadian di cafe itu?

“Ya aku tidak bertanya apapun tapi aku memberikan sebuah pernyataan padamu. Bagaimana menurutmu?”tanya Mingyu.

“Apa yang bagaimana? Aku tidak mengerti,”jawab Sujeong.

Sujeong benar-benar berharap kalau Kim Mingyu bisa musnah dari hadapannya saat ini. Mana lagi detak jantungnya tidak bisa diajak berkompromi di saat-saat seperti ini.

“Pernyataan kalau aku ingin menjadikan kau sebagai milikku tahun ini. Hey Ryu Sujeong kita sudah dewasa sekarang jadi bicarakan ini dengan serius!”

Mingyu memaksa Sujeong untuk menatap wajahnya saat ini. Sumpah ini adalah hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Sujeong seumur hidupnya. Mingyu mendekatkan wajahnya dengan Sujeong, terus dan semakin dekat sehingga hidung mereka bersentuhan. Bahkan Sujeong dapat merasakan hembusan nafas Sujeong.

“Aku menyukaimu sejak dulu,”aku Mingyu.

“Mingyu-ya..”lirih Sujeong.

Lelaki itu menatap manik mata Sujeong dengan tajam. Sujeong yang gerah berusaha agar Mingyu menjauh darinya tapi laki-laki itu lebih cekatan dibandingkan dirinya.

Malhae.. bilang kalau aku juga suka denganku, iya kan?”desak Mingyu.

“Aku tidak bisa menjawabnya,”lirihnya.

“Ayolah Ryu Sujeong beri aku kepastian..”mohon Mingyu.

“Aku tidak mau pertemanan kita berlima hancur hanya karena seperti ini! Aku suka kita bersahabat seperti ini namun untuk lebihnya aku tidak bisa membayangkan itu Kim Mingyu!”

Chu~

Mingyu langsung mencium Sujeong tanpa seizinnya. Dan—

Brug!!

Omona!!”pekik Yebin.

“Oh My God! Apa yang baru saja aku lihat!”jerit Jiho.

Ya kalian sok berbicara menjadi orang dewasa sepanjang jalan. Kenapa melihat orang berciuman jadi syok sendiri?”celetuk Jungkook.

Sujeong langsung mendorong Mingyu lalu pergi meninggalkan tempat ini. Bahkan saat berada di depan pintu dia menabrak Yebin, Jiho dan Jungkook seperti benteng tanpa memperdulikan reaksi mereka.

.

            Sujeong kini berada di toilet untuk membasuh mukanya termasuk bibirnya yang baru saja di cium oleh Mingyu. Dia benar-benar tidak suka dengan ini semua! Apalagi detak jantungnya yang tiada hentinya berdebar dengan sangat kencang. Sujeong sadar kalau dia memiliki perasaan yang sama dengan Mingyu tapi tetap saja dia tidak bisa merubah status sahabat menjadi pacar dalam waktu sedekat itu, “Apa yang harus aku lakukan?”gumam Sujeong sambil menatap bayangannya di cermin.

.

“Jadi kau menyukainya dari dulu?”

“Whoa Mingyu!”

Yebin dan Jiho tidak henti-hentinya berseru mendengar cerita Mingyu barusan. Mingyu membuka seluruh rahasianya tentang perasaannya kepada Sujeong di depan sahabat-sahabatnya secara terang-terangan. Tak lama kemudian Sujeong muncul dari balik pintu dan kembali menghampiri semuanya seakan-akan tidak terjadi apapun diantaranya dan Mingyu tadi.

“Sepertinya kalian butuh waktu untuk berbicara lagi,”kata Jungkook.

“Kalau begitu kalian bisa pakai ruangan ini untuk berbicara sepuas kalian! Kami ke ruang tamu saja!”celetuk Yebin.

“Iya tapi bagi dua ya cemilannya kekeke,”timpal Jiho.

Ketiga orang itu keluar dari ruangan ini dan kembali hanya ada Sujeong dan Mingyu yang berada di dalam.

.

“Aku sudah mengatakan yang sejujurnya pada ketiga orang itu dan mereka setuju saja jika aku dan kau berpacaran,” Mingyu tanpa ragu mengatakan hal itu kepada Sujeong yang hanya bisa duduk diam di tempatnya. Sujeong benar-benar tidak tahu mau bagaimana menghadapi semua ini.

“Apa kau tahu kenapa aku menerima ajakan Jungkook untuk bergabung dengan kalian? Itu karena aku ingin mengambil kesempatan untuk dekat denganmu,”ujar Sujeong.

Jinjja?”

“Karena pada saat itu aku merasa akan baik-baik saja jika menjadi sahabat dari orang yang aku suka tapi lama-lama friendzone itu menyakitkan makanya aku berniat mengakui perasaanku kepadamu. Namun kau malah mengelak dan semakin menjauh tanpa memberikan kepastian kepadaku. Itu melukai perasaanku tahu..”

Sujeong tersenyum lirih mendengar celotehan Mingyu barusan. Dia menyesal telah membuat Mingyu merasakan friendzone karena sikapnya. Sujeong mengepalkan tangannya dengan erat dan mengungkapkan segala isi hatinya kepada Mingyu.

“Aku juga suka denganmu, Mingyu. Iya aku sangat suka makanya aku mencoba mengelak dari kenyataan ini tapi sepertinya aku gagal karena kau terus mencari cara agar aku tidak melupakan semua kejadian ini. Kau mau aku bagaimana lagi?”

“Permintaanku itu simple,”

“Iya apa permintaanmu itu?”

“Jadi pacarku,”

.

            Mingyu melewati Jungkook, Yebin dan Jiho yang ada di ruang tengah tanpa menyapanya sedikit pun. Mereka merasa ada yang tidak beres dengan perbincangan Sujeong dan Mingyu. Jiho tampak panik dan takut kalau akan terjadi hal buruk dalam persahabatan mereka namun Jungkook mengatakan sesuatu yang membuat Jiho terdiam.

“Kalau mereka menghancurkan pertemanan kita sama saja mereka belum beranjak dewasa. Kalau mereka dewasa pasti mereka bisa berpikir tentang hal ini dengan kepada dingin. Jadi kalian tenang saja aku yakin kalau Mingyu dapat mengatasi masalah ini,”

“Aku mengerti dengan Mingyu tapi bagaimana dengan Sujeong?”celetuk Yebin.

Molla..”balas Jungkook dengan enteng.

Ya aku baik-baik saja jadi berhentilah membicarakanku dari belakang. Aku pulang dulu ya!”celetuk Sujeong yang tiba-tiba saja muncul.

Jungkook, Yebin dan Jiho hanya bisa tersenyum kikuk karena mereka ketahuan membicarakan Sujeong dan Mingyu dari belakang. Dan kini Sujeong pun sudah pergi meninggalkan rumah Yebin.

.

            Sujeong yang sedang berbaring di kasurnya mendapatkan sebuah pesan. Buru-buru Sujeong membaca pesan itu dengan senyum yang muncul di bibirnya. Setelah membaca pesan tersebut Sujeong buru-buru keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu.

.

            Setelah dia membuka pintu Sujeong terkejut melihat Mingyu benar-benar datang dengan apa yang dia minta tadi. Pizza, burger, brownis, cokelat dan lain-lainnya. Melihat makanan yang dibawakan oleh Mingyu membuat mata Sujeong berbinar-binar dan tidak sabar untuk mencicipi segala makanan tersebut.

“Sudah lengkap nona?”tanya Mingyu.

“Masuklah. Aku akan memastikannya dulu,”jawab Sujeong.

.

            Di ruang tamu Sujeong menghitung satu persatu pesanannya. Wah gila! Sujeong tak menyangka kalau Mingyu akan membawakan semua ini untuknya padahal dia hanya memberikan sebuah syarat gila yang hanya asal-asalan dia katakan.

.

“Aku juga mau jadi pacarmu tapi aku punya permintaan,”

“Permintaan apa?”

“Permintaanku itu simple si..”

“Iya katakan apa permintaanmu Ryu Sujeong!”

“Aku ingin malam nanti kau bawakan aku pizza, burger, tteobeokki, brownis, cokelat—“

“Tunggu kau mau merampokkku?”

“Kau tidak mau?”

“Baiklah.. lanjutkan,”

“es krim, ayam goreng dan hmm yang terakhir aku ingin sekali sup rumput laut yang pernah kita makan saat ulang tahun Yebin itu loh!”

Mingyu menggaruk kepalanya karena bingung harus menghapal segala pesanan Sujeong. Tapi bisa tidak bisa dia harus tetap mengingat segala menu makanan itu agar menjadikan Sujeong sebagai kekasihnya. Mingyu lalu berdiri keluar dari ruangan namun suara Sujeong membuat laki-laki itu berhenti sejenak.

“Kau mau ke mana?”tanya Sujeong.

“Meminjam uang ke Jisoo hyung atau Seungcheol hyung atau Jeonghan hyung atau siapapunlah untuk membeli semua makanan itu. Nanti malam aku akan datang ke rumahmu. Tunggu saja Ryu Sujeong!”

Setelah selesai mengucapkan hal itu Mingyu kembali pergi untuk segera mencari uang pinjaman agar bisa membelikan segala makanan yang Sujeong inginkan. Sujeong sendiri tak bisa menahan senyumannya karena berhasil mengelabuhi Mingyu.

.

“Es krimnya mana?!”

Sujeong tidak melihat si manis yang dingin itu ada dibungkusan yang Mingyu bawa. Mingyu menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung harus bagaimana menjelaskannya.

“Es krimnya besok saja. Kalau aku beli sekarang pasti cair di jalan,”

“Kalau gitu semuanya gagal!”

“A..apa?! ya aku beli dulu es krimnya!”

Mingyu sudah mengambil ancang-ancang untuk pergi membeli es krim di mini market terdekat namun kakinya di tahan oleh Sujeong. Melihat ekspresi panik Mingyu saat ini membuat Sujeong tidak bisa menahan tawanya.

“Hahaha aku bercanda tahu. Besok saja es krimnya,”

Mendengar Sujeong berbicara seperti itu Mingyu kembali duduk di tempatnya. Laki-laki itu mengamati semua makanan yang ada di atas meja dan bertanya-tanya bagaimana bisa Sujeong menghabiskan semua makanan ini sendirian?

“Kau tidak protes saat aku meminta semua makanan ini?”tanya Sujeong.

“Tidak sama sekali. Kenapa?”

“Aku pikir laki-laki tidak suka dengan perempuan yang makan banyak. Ah.. sepertinya aku salah duga ya,”gumam Sujeong.

“Aku malah senang tahu. Kalau kau makan banyak resolusi 2016-mu gagal dan aku tidak akan diet atau apapun lah namanya jadinya pipimu akan terus seperti ini,”

Mingyu mencubit pipi Sujeong yang begitu elastis sehingga gadis itu merutuk kesal.

“Sujeong kau bisa menghabiskan semua makanan ini?”tanya Mingyu lagi.

“Tidak tapi aku akan mengajak Jungkook, Yebin dan Jiho menghabiskan semua makanan ini—“

“Kami datang!!”

Sujeong dan Mingyu langsung menoleh begitu mendengar suara teman-teman mereka. Jiho yang melihat ada banyak makanan termasuk makanan favoritnya langsung berteriak histeris dan menghampiri kedua pasangan baru itu.

“Huaaaaaa cokelat dan ayam! Aku benar-benar suka!”jerit Jiho.

Omo.. apa itu tteobeokki dan sup rumput laut favoritku?”tanya Yebin histeris.

Eoh burger!”seru Jungkook.

Mingyu terheran-heran melihat apa yang sedang terjadi di depannya. Dia menatap Sujeong untuk meminta penjelasan atas semua ini.

“Aku sengaja tahu memintamu membelikan semua makanan ini. Ini’kan makanan favorit kita. Kau tidak sadar kalau kau juga membeli brownis kesukaanmu?”terang Sujeong.

Mingyu berusaha mencerna ucapan Sujeong barusan dan beberapa detik kemudian dia tertawa karena mulai paham kenapa Sujeong memintanya membeli semua ini.

Ya chingudeul kalian tahu? Aku sudah berhutang banyak dengan Seungcheol hyung untuk membeli makanan ini semua jadi habiskan, oke?”seru Mingyu

Ne!!”

Malam itu akhirnya Sujeong dan Mingyu resmi menjadi sepasang kekasih dan mereka sama-sama merayakan hari jadi mereka bersama sahabat-sahabat mereka. Sujeong ingin berbagi kebahagiaan dengan sahabat-sahabatnya di awalan yang baru dalam hidupnya makanya dia mengajak yang lain untuk bergabung merayakan hari jadinya bersama Mingyu di awal tahun ini.

.

.

.

The End

 

Advertisements

11 thoughts on “[Oneshoot] Adult

  1. wuah mingjeong kapel //atau apa namanya .-.// akhirnya ada yang buat cerita pake cast jiho omg ;-;

    sumpah di sini mingyu blak-blakan banget, mentang-mentang udah dewasa, minta dibejek pake botol aq*ua sumpah //ga//

    btw ini typenya bukan drabble, kak, ini masuknya bisa ke ficlet atau oneshot, vignette juga bisa sih .-.

    aku zy, 03 L, reader baru >.< keep writing ❤

    Like

    • Memangnya gak ada ya ff castnya Jiho?
      Kata orang si Minjeong tapi aku kadang nyebutnya Minryu :p haha apapun itu pairing-in aja/?

      Astagaaa type nya ketulis drabble wkwkw XD Soalnya rencana awal nulis ff bukan segini si panjangnya emang mau buat simple tapi ya idenya berkelanjutan di jadiin oneshoot. Thanks ka koreksinya XD
      .
      .
      .
      Salam kenal juga Zy 😀 thank you^^

      Like

  2. /ambil napas LUCUUUUU :”’3
    hehe, maaf ya!^^ salam kenal, I’m 98liner and if I’m not wrong, kita seumur kan?

    yeay I really love happy ending! apalagi ada acara makan bareng se-geng, aw lucuu :’3

    by the way, kamu ada typo deh kayaknya…
    “dia menabrak Yebin, Jiho dan Jungkook seperti benteng tanpa memperdulikan reaksi mereka.”
    ‘benteng’ dan ‘banteng’ itu dua kata yg berbeda, woollimstan-nim, hehe.

    itu aja sih, hehe… maaf ya aku sok kenal T.T

    keep up the good work! sampai jumpa di karyamu selanjutnyaa^^

    Liked by 1 person

  3. Huwaa huwaa huwaaa mau juga dpt Peje nya /plak sadar
    Ehem ehem ciee yg awal tahn jadian, mingyu kita sehati nih sama2 beranggapan ‘pipi chubby sujeong itu daya tariknya’ wkwkwk jdi makin gemes ke sujeong >.<

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s