[Ficlet] Love Sick?

Love Sick

Love Sick?

By Fanita

Lovelyz’s Babysoul as Lee Soojung – Infinite’s L as Kim Myungsoo

Sad – Hurt/Comfort – Romance – School Life

PG-15

Ficlet

.

.

.

Aku memandangi surat yang sudah ku remuk. Surat itu surat cintaku untuk seseorang yang kukasihi. Namun aku kalah sebelum berperang. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Air mata keluar dari pelupuk mataku saat ku mengingat bayangan sepasang manusia sedang bercumbu di perpustakaan itu. Lee Soojung, kau gadis yang sangat bodoh! Kenapa kau tidak percaya apa kata Amber jika dia memang berpacaran dengan Kim Yura gadis populer yang di gilai para laki-laki seantero sekolahan. Wajar jika Kim Myungsoo—laki-laki yang kini membuat lubang di hatiku itu terpicut padanya. Bukankah mereka pasangan sempurna yang laki-laki tampan dan perempuan cantik. Mereka juga sama-sama pintar dan juga populer? Cocok bukan?

.

Aku segera bangkit dari kursi dan surat yang sudah ku remuk itu aku buang ke tempat sampah yang ada di dekatku. Aku tersenyum getir dan menguatkan hatiku untuk tidak mengingat kejadian ini. Setelah itu kusandang tas sekolahku dan segera pulang karena sejak tadi aku tak pulang ke rumah. Aku sengaja meluapkan kesedihanku di sekolah karena jika aku menangis di rumah ibu akan khawatir kepadaku.

.

Keesokan harinya aku melangkahkan kakiku menuju sekolahan dengan perasaan datar. Aku tidak mau menunjukan kesedihanku terlebih di hadapan sahabatku, Amber. Amber akan heboh jika aku bersedih karena Myungsoo. Munafik bukan aku ini? Bisa jadi begitulah aku seseorang yang munafik! Kuletakan tasku di atas meja aku menghela nafas panjang dan segera duduk di kursiku. Amber langsung menghampiriku.

“Bagaimana?”tanyanya dengan semangat.

“Tidak jadi. Aku di telpon ibu untuk membantunya membuat kue. Jadi aku membatalkan janji itu.” Jawabku lesu.

“Oh begitu. Ya kau sudah tahu gosip terbaru?”ujar Jiae penuh semangat.

“Aku tidak tahu. Memang ada apa?”tanyaku.

“Kim Yu—“

KRING!!!

Belum lagi Jiae melanjutkan kata-katanya bel sudah berbunyi. Berhubung yang mengajar pelajaran pertama adalah Kang-Saem aku dan Amber langsung siap duduk di tempat masing-masing karena tak mau ambil resiko dengan guru terkejam di sekolahan ini!

.

Bel istirahat sudah berbunyi aku dan Amber langsung mengambil ancang-ancang untuk ke kantin. Saat di jalan menuju kantin Myungsoo lewat berlawanan arah denganku dan Jiae. Saat kami berdampingan Myungsoo menghentikan langkah kakinya. Aku penasaran apa yang dia lakukan tapi aku menyakinkan hatiku untuk tidak memperdulikannya. Namun kehendak hatiku tak bisa kuturuti saat suara berat khas miliknya itu memanggil namaku.

“Soojung-ssi.”

Aku dan Amber menoleh kebelakang. Aku mengeluarkan keringat dingin karena ini pertama kalinya Myungsoo menegurku duluan.

“Ada apa Myungsoo-ssi?” tanyaku.

“kenapa kau tidak datang?”Tanya balik laki-laki itu.

Aku menelan salivaku. Apa aku harus memakai alasan yang sama seperti alasan kepada Amber? Hmm aku rasa itu harus!

“Aku ditelpon ibu untuk segera pulang. Maafkan aku,”kataku sambil menundukan kepala.

“Oh begitu, tidak apa. Terus kapan kau mau membicarakan sesuatu itu?”kata Myungsoo.

“Tidak usah. Itu tidak perlu,”ujarku tanpa basa-basi.

Ye?”

“Aku sudah lapar kalau begitu aku akan ke kantin sekarang. Permisi,”pamitku terburu-buru.

.

Sesampainya di kantin aku dan Amber langsung memesan makanan dan duduk di meja kosong. Sembari menunggu pesanan datang aku memainkan ponselku asal-asalan tapi Amber malah merebutnya!

Ya!”kesalku.

“Kenapa? Ya kenapa kau membatalkannya!”tanyanya dengan nada tinggi.

“sudahlah Amber aku malas,”kataku lemas.

“Kenapa? Nyalimu menghilang eoh!”sindir Amber.

“Dia.. Dia sudah memiliki kekasih,”kataku lirih.

“Siapa?!”heboh Amber.

“Kim Yura. Bukankah kau yang bilang padaku?”ujarku.

“Oh itu.. sepertinya aku salah,”balas Amber dengan ekspresi santai.

“Salah? Bahkan aku melihat langsung bahwa mereka berciuman di perpustakaan!”kataku dengan nada pelan.

Aku memukul bibirku kenapa aku sangat bodoh dalam menyimpan rahasiaku sendiri eoh!

Ya Lee Soojung apa maksudmu?”tanya Amber dengan tatapan intimidasi.

Aku menundukan kepalaku pasrah dengan hati terukir perih akupun menceritakan semua yang kualami kepada Amber.

.

Setelah selesai menceritakan aku menangis sesegukan. Orang di kantin melihat ke arahku tapi aku tidak menghiraukan tatapan mereka. Makananku dan Amber pun menjadi korban karena tidak kami sentuh. Amber langsung duduk di sampingku dan langsung memelukku.

“Jangan menangis. Sepertinya kau salah paham,”kata dengan pelan.

“salah paham? Itu nyata tahu!”ujarku dengan nada tinggi.

“Tapi Yura sudah berpacaran dengan Howon sunbae,” balas Jiae.

“Apa maksudmu?”heranku.

“Aku tidak tahu Soojung-ah. Maaf aku menjadi sahabat yang tidak dapat kau andalkan dan memberikan informasi salah kepadamu,”lirih Amber.

“Amber yang terbaik. Sudahlah aku tidak apa,”kataku memenangkannya walaupun aku masih dalam keadaan menangis.

Bel istirahat sudah berakhir. Aku dan Amber segera kembali ke kelas. Amber membawa jus yang dia pesan untuk di minum saat berjalan menuju kelas.

.

Saat pulang sekolah, Amber berencana mengajak Soojung pulang bersama namun Soojung menolaknya. Jadi mereka pulang dengan jalan masing-masing. Namun sebelum pulang mereka saling menyapa satu sama lain.

Kalau kau tidak bisa ya tidak apa. Hati-hati dijalan Soojung-ah,”kata Amber.

Saat Amber keluar dari kelas dia kaget saat melihat Myungsoo menunggu di depan kelas mereka. Myungsoo yang melihat teman dekat Soojung langsung menegur dan bertanya pada Amber dimana Soojung.

Amber -ssi dimana Soojung?”Tanya Myungsoo.

Masih di kelas Myungsoo-ssi. Aku duluan,jawab Amber dan dia langsung buru-buru berjalan meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo menganggukan kepalanya tidak lama kemudian sosok yang dia tunggu sudah keluar. Soojung yang kaget berusaha menahan emosinya dan bertanya pada Myungsoo kenapa dia disini.

“Myungsoo-ssi ada apa?”tanya Soojung heran.

“Hm bolehkan aku berbicara denganmu?”tanya Myungsoo gugup.

“Tidak bisa aku ada urusan,jawab Soojung lalu gadis itu meninggalkan Myungsoo sendiri.

Myungsoo hanya diam sambil menghela nafas secara kasar melihat kepergian Soojung.

.

Soojung melangkahkan kakinya ke sebuah taman yang terkenal banyaknya burung merpati. Soojung mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan itu adalah pakan burung yang berupa jagung kering. Tanpa dia sadari Soojung seseorang sedang mengamatinya. Gadis manis itu menaburkan pakan burung itu ke tanah. Banyak burung berhamburan datang mengelilingi Soojung. Dia tertawa bahagia bagaikan tidak ada masalah menghampirinya. Ini adalah cara ampuh milik Soojung untuk menghilangkan kesedihan hatinya selama ini. Baginya taman ini sudah menjadi tempat wajib yang dia kunjungi dikalau kesedihan menerpa dirinya. Sementara itu orang yang memperhatikan Soojung tadi menghampirinya. Kini dia sudah berada di belakang Soojung. Dia memanggil nama Soojung sehingga perempuan itu membalikan badannya.

.

Seseorang memanggilku di saat aku sedang berbahagia dengan burung-burung merpati ini. Aku membalikan badanku dan alangkah terkejutnya aku saat mengetahui dia adalah Kim Myungsoo!

“Myungsoo-ssi.”kataku kaget.

“Hai Soojung-ssi.”

Aku membalas sapaannya dengan senyuman kikuk. Kini aku dan dia sedang memberi makan burung merpati. Jujur aku merasa canggung berada di dekatnya dan juga khawatir tentang rasa yang ada di hatiku.

“kenapa tidak jadi bicara?”Tanya Myungsoo mengungkit masalah itu kembali.

“Bukan apa-apa jika aku beritahu itu juga sia-sia saja,”jawabku.

“Apa? Sia-sia kenapa begitu?”tanya Myungsoo heran. Aku mengangguk lemah lalu menghela nafas kasar setelah itu aku dapat mendengar suaranya kembali. “Kenapa?”tanya Myungsoo lagi.

“Kau ‘kan bertemu dengan Yura di sana untuk apa aku bertemu denganmu,”ceplosku.

Aku memukul mulutku lagi persis seperti dikantin. Tuh kan betapa bodohnya aku bisa-bisanya membongkar rahasia sendiri!

“Apa kau melihat saat aku dan Yura disaat kami… ya begitulah?”tanya Myungsoo dengan kikuk..

Tidak ada suara yang bisa aku keluarkan saat ini karena aku merasa sangat sedih mengingatnya. Aku dapat merasakan bahwa hatiku sangat sakit saat mendengar dia membenarkan bahwa dia berciuman dengan Yura saat itu.

“Apa kau memiliki hubungan dengan Yura?”tanyaku.

“Itu dulu sekarang tidak,”jawab Myungsoo dengan santai. Aku memicingkan mataku tidak percaya. “Aku resmi putus dengannya saat ciuman itu berakhir,”lanjut Myungsoo.

“Kenapa begitu?”tanyaku sedikit kaget.

“Aku dan Yura mencintai orang lain jadi tidak ada alasan untuk kami melanjutkan hubungan sia-sia itu,”balas Mungsoo.

Baru saja aku merasa legah jika dia tidak ada hubungan lagi dengan Yura kini aku harus mendengar langsung dari ucapannya bahwa dia mencintai orang lain. Tanpa kusadari air mata ini kini berjatuhan dari pelupuk mataku.

“Siapa memangnya?”tanyaku datar.

Dia melihat ke arahku dan dia yang mengetahui aku menangis pun langsung mengusap air mataku dengan ibu jarinya.

“Lee Soojung,”katanya.

“Aku tanya siapa?”bentakku.

Tangisanku semakin pecah! Hati ini sangat perih menahan kenyataan pahit ini. Nasibmu sangat malang Lee Soojung!

“Lee Soojung!”katanya lagi.

“Siapa Myungsoo-ssi?”kataku tajam.

“Lee Soojung!”

“berhentilah menyebut namaku! Siapa yang kau suka hah!”bentakku.

Myungsoo menghadapkan mukanya ke arahku. Dia semakin mencondongkan kepalanya dekat denganku dan saat semakin dekat bibir kami saling bersentuhan. Bibir kami saling bertautan untuk beberapa detik. Setelah itu Myungsoo melepaskannya. Aku memegangi bibirku tak percaya lalu aku melihat ke arah Myungsoo dengan tatapan frustasi..

“Aku mencintai perempuan lain dan namanya adalah Lee Soojung!”aku Myungsoo.

Aku melihatnya dengan tatapan tak percaya. Aku mendengar jelas apa yang dia katakan. Pasti aku bermimpi mulai dari dia mengikutiku kemari, menciumku dan bilang cinta padaku.

Chu..

Dia kembali menciumku, hanya ciuman sekilas yang tidak lebih dari 5 detik. Layaknya dapat membaca pikiranku dia berbicara pada sambil tersenyum manis.

“Ini bukan mimpi,”ujar Myungsoo sambil bersenyum.

Tanpa aku sadari aku mengeluarkan air mata lagi. Ini air mata kebahagiaan. Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Dia mencintaiku juga, ini cinta yang terbalaskan bukan? Myungsoo memelukku lalu membelai rambut panjangku yang terurai indah.

“Jangan menangis aku tidak suka perempuanku menangis.”katanya.

Aku melepaskan pelukan itu dan menatapnya tak percaya. Aku tak salah dengarkan dia bilang aku sebagai perempuannya?

“Mulai sekarang kau pacarku. Kau mengerti?”ucapnya dengan nada memerintah.

Aku menampilkan senyum bahagia. Lalu aku langsung memeluk Myungsoo dengan penuh kebahagian. Hangat, itulah yang aku rasakan dari pelukan Myungsoo. Kim Myungsoo terima kasih banyak. Cintaku terbalaskan olehmu. Kau harus tahu bahwa aku sungguh mencintaimu! Aku sangat mencintaimu Myungsoo.

.

END

 .


Hidup memang penuh teka-teki. Ada kalanya kita merasakan sedih sebelum bahagia. Dan percayalah bahwa di balik sebuah kesedihan akan ada segudang kebahagiaan yang dapat menghibur kita. Cinta tak akan di ketahui jika tak kita ungkapkan. Cinta tak akan berpaling, cinta akan datang di saat yang tepat. Cinta itu menyakitkan namun tak selamanya cinta itu identik dengan istilah sedih bukan? Cinta tak pernah salah, ingatlah tentang itu. Percayalah pada kekuatan cinta maka cinta itu sendiri akan indah pada waktunya!

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Love Sick?

  1. Ahhhh.. So sweeeeeeeettttt ^o^ Dari awal sampe akhir bikin baper teruss.. Di awalnya pengen ikut nangis juga, tapi pas mulai ke tengah-tengah cerita jadi s3 😀 (senyum-senyum sendiri). Ceritanya bagus banget.. ❤

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s