[Freelance] Zebra Cross

PicsArt_1451566332133

for lovely lovelinus, by nightskies

zebra-cross ~ taehyung/sujeong ~ angst, drama, sad ~ ficlet ~ g

orang-orang menggunakan zebra-cross untuk menyebrangi jalan. tapi ryu sujeong menggunakan zebra-cross untuk menyebrangi waktu, kembali ke masa dimana ia dan kim taehyung masih bersama.

disclaimer: only the poster and storyline are mine, while the rest are not. but still, plagiarism is RESTRICTED.

*

Ryu Sujeong berdiri di samping tiang lampu merah sambil menatap ponselnya, mengecek jam. Hampir pukul empat sore. Ia sudah ditunggu oleh Yuju dan Jiho di restoran favorit mereka bertiga.

Kenapa lama sekali lampu hijaunya? gumam Sujeong tak sabar.

Lampu belum berganti merah saat Sujeong melihat truk furnitur melintas di depannya. Gadis itu tersenyum, itu pasti milik seseorang yang akan pindah rumah. Sujeong teringat saat ia kecil, truk seperti itu berjalan mengikuti mobil ayahnya untuk pindah rumah dari Daejeon ke Seoul.

Namun, begitu truk itu menjauh, pandangan Sujeong jatuh pada seorang pemuda di sebrang jalan yang baru saja ia sadari keberadaannya. Rambut lelaki itu kecoklatan, garis dagunya tajam, dan tubuhnya tinggi. Hanya saja, bukan fitur lelaki itu yang diatas rata-ratalah yang mengusik Sujeong.

Fakta bahwa nama lelaki itu adalah Kim Taehyung-lah yang mengusik gadis itu.

Sujeong tak tahu sudah berapa lama ia menatap lelaki itu, tapi saat disadarinya lampu telah berganti jadi hijau untuk pejalan kaki, Sujeong langsung tersadar dari lamunannya dan cepat-cepat menyebrang. Dalam hatinya, ia berharap tak perlu berpapasan dengan lelaki itu.

Harapannya nyaris jadi kenyataan, tapi pupus saat ia berada di tengah jalan. Pergelangan kanannya ditarik, membuatnya tubuhnya terputar balik 180 derajat.

Coba tebak siapa pelakunya.

“Oh, Taehyung-sunbaenim.” Gadis itu membungkuk meski tangannya masih dipegang.

Bila kau ada di sana, kau bisa lihat dengan jelas bahwa Sujeong sempat kehilangan konsentrasi selama… tidak sampai tiga detik.

Dan dalam dua lebih sekian milidetik itu, ingatan Sujeong kembali ke dua tahun lalu. Kembali ke saat-saat dimana ia dan “Taehyung-sunbaenim” punya hubungan khusus, yang membahagiakan hidupnya dan mewarnai hari-harinya.

“Maaf, sunbaenim. Bisakah kau lepaskan tanganku? Aku harus menyebrang.”

Sujeong sebisa mungkin mengucapkan sesuatu, apapun itu. Agar tak terhipnotis dengan tatapan Taehyung.

Bahkan, ampun, tangannya belum dilepas.

Sunbaenim, kita ada di tengah jalan, dan sebentar lagi lampunya akan hijau.”

Taehyung tak menjawab, dan Sujeong memilih untuk berbalik untuk menyebrang walau tangannya masih tetap digenggam, karena ia sadar jika berlama-lama, nanti ia akan diklakson puluhan kendaraan di hadapannya. Tepat saat ia menginjak trotoar,  lampu pejalan kaki berubah jadi merah.

Sunbaenim, aku harus pergi. Temanku sudah menunggu lama.”

“Aku tahu. Tak perlu repot, aku sudah menyuruh mereka pulang.”

Sujeong membelalak heran—bagaimana bisa lelaki ini, eh tapi tunggu dulu…—kemudian ia menggeleng. “Maaf, aku sedang buru-buru. Tolong lepaskan tanganku.”

“Sujeong,” panggilnya lembut. “Kau sungguh akan terus mengabaikanku?”

Sunbaenim, aku tak mengerti dengan apa yang kau bicarakan. Kumohon, lepaskan tanganku sebelum aku yang melepasnya.”

“Coba saja,” balas Taehyung datar.

Sujeong kemudian meraih tangan Taehyung dengan tangan kirinya, tapi tangan kanan Taehyung pun ikut memegang tangan Sujeong.

Sunbaenim, aku harus—“

“Sujeong, jika kukatakan bahwa aku dan Eunha tidak pernah punya hubungan apapun di belakangmu, akankah kau percaya?”

Sujeong nyaris saja menangis haru.

Jadi, selama ini dugaanku salah?

“Mungkin sekarang aku percaya. Tapi dulu kau tak katakan itu. Barangkali kau lupa? Aku pergi bukan karena aku marah atas perlakuanmu padaku. Tapi karena kau tidak mencegahku. Jadi, sekarang tolong lepaskan aku dan biarkan aku pergi. Seperti yang kau lakukan setahun lalu.”

Taehyung malah mengeraskan genggamannya di tangan kanan Sujeong, namun melepas tangan kiri gadis itu. “Aku saat itu bodoh, Sujeong. Hingga hari ini, detik ini, aku menyesal.”

“Aku juga menyesal telah marah padamu. Harusnya aku terus berpura-pura tidak tahu dan bertahan denganmu,” ujar Sujeong dengan sedikit sindiran.

“Sujeong, aku lelah seperti ini, sungguh. Aku lelah dihantui bayang-bayangmu. Aku masih saja tak bisa menghapus wajah sedihmu saat kita bertengkar malam itu. Aku ingin mengakhirinya, dengan bersamamu lagi.”

“Jadi kau ingin bersamaku hanya untuk menghentikan bayang-bayang itu?” tanya Sujeong, lagi-lagi sarkasme terdengar di kalimatnya. “Kenapa peranku dalam hidupmu tak pernah penting?”

Taehyung akhirnya melepas tangan kiri Sujeong. Pergelangan gadis itu kini sedikit memerah dan berkeringat, namun kehangatan itu masih terasa familiar.

Rasa hangat itu, dulu sekali, pernah masuk ke raganya melalui bahu belakang juga sela jemari tangannya.

Rasa hangat yang begitu Sujeong rindukan.

Dan pada detik itulah Sujeong sadar, ia tak pernah berhasil melupakan Taehyung walau ia selalu beranggapan bahwa dirinya sudah lupa.

“Baiklah, Sujeong. Aku tahu aku tak akan pernah mendapatkanmu kembali. Tapi, bisakah kita berteman, seperti sebelum kita berpacaran?”

Hati Sujeong mengangguk.

Aku bahkan ingin bersamamu lagi.

Tapi, kepalanya menggeleng. “Maa, tapi kita tidak bisa jadi teman. Sejak awal kita mengenal dan menjadi dekat, kebahagiaanmu bukan bersamaku. Jangan cari kebahagiaanmu di tempat yang sudah pernah kau lihat, namun hasilnya nihil.”

“Aku dulu bahagia denganmu, Sujeong.”

“Sungguh?” Secercah harapan muncul di hati Sujeong.

Jadi dulu bukan hanya aku yang mencintai dalam hubungan itu?

“Lalu kenapa harus ada Eunha?” lanjutnya getir

Sujeong mengulum bibirnya, berusaha menahan tangis. Ia tak mengerti kenapa otak dan hatinya tidak pernah sejalan, bahkan dalam hal Taehyung. Sujeong yakin bahwa dua tahun lalu, otak dan hatinya hanya terisi Taehyung, Taehyung, dan Taehyung. Jadi kenapa saat lelaki itu ada di hadapannya setahun setelah perpisahan mereka, otaknya tak pernah mengikuti kata hatinya?

Sunbaenim, aku benar-benar harus pergi.” Sujeong tak bisa berlama-lama di sini, atau ia akan benar-benar runtuh dan memeluk lelaki itu, mengabaikan peringatan otaknya.

“Sungguh tak ada sedikit pun kesempatan untukku?”

Sujeong tidak menggeleng atau mengangguk, ia justru tersenyum. ” Aku yakin kau akan temukan kebahagiaanmu di diri orang lain. Yang pasti, ia bukanlah Ryu Sujeong dan ia tidak pernah menjadi kekasihmu selama setahun.”

Gadis itu membungkuk tanda hormat, lalu berjalan meninggalkan Taehyung di trotoar itu.

Sujeong kemudian masuk ke dalam sebuah restoran dan sebelum kedua temannya sempat bertanya mengapa Sujeong lama sekali, gadis itu berkata, “Jika kita akan ke sini, bisakah salah satu dari kalian menjemputku? Aku tidak mau lewat zebra-cross di ujung sana.”

“Kenapa?” tanya Yuju.

“Karena… aku benci kembali ke masa lalu.”

Yuju dan Jiho berpandangan bingung.

“Apapun kemauanmu, jjakddu,” ucap Jiho. “Itu artinya kita tidak bisa sering-sering bertemu disini. Mobilku selalu dipinjam.”

“Tidak masalah.”

“Memang apa yang terjadi?”

“Aku bertemu Taehyung dan aku tak ingin mengalami hal itu untuk yang kedua kali.”

Sujeong yakin teman-temannya sudah paham maksudnya untuk tidak bertemu di restoran ini kecuali ia dijemput dengan melihat reaksi keduanya yang… bisa dibilang, sedikit berlebihan.

“Taehyung yang dulu selingkuh itu?” tanya Jiho kaget.

Sujeong mengangguk. “Kalian tahu, jika aku tidak ingat tentang perselingkuhan itu selama bicara dengannya, mungkin aku sudah kembali berhubungan dengannya.”

“Jangan sampai!” koor keduanya.

“Kau tahu dia bukan pria yang baik, Sujeong,” ujar Yuju tegas.

“Dia juga tidak pernah mencintaimu,” tukas Jiho.

“Kalian benar,” ujar Sujeong cepat, tak ingin kalimat bantahan keluar dari mulutnya. Karena, hei kalian tahu? Taehyung baru saja mengakui bahwa sebenarnya ia mencintaiku! tapi ia cukup waras untuk tidak melakukannya. “Sekarang, ayo pesan sesuatu. Kalian ingin malam Minggu kita dihabiskan dengan membicarakan… dia?”

Jiho meringis. “Kau benar. Ayo Yuju, kau mau pesan apa?”

*

 

Malam itu, Sujeong terbaring di tempat tidurnya dan menatap jendela kamarnya dengan nelangsa. Ia benci fakta bahwa ia tak pernah melupakan Taehyung, bahkan sedetik pun, meski ia sedang fokus pada hal lain.

Kau harusnya tidak pernah ada dalam hidupku, Taehyung, batin Sujeong, penuh sesal.

Sujeong menatap pergelangannya yang digenggam Taehyung lama sekali. Tak terasa, air matanya tiba-tiba mengalir. Hatinya lagi-lagi merasakan sakit, sementara otaknya terus mengulang memori yang sudah lama tidak ia mainkan dalam pikirannya.

Saat dimana jemari Taehyung dan Sujeong nyaris tak terpisahkan. Kemana pun mereka pergi, jemari itu akan selalu bertaut. Juga saat bahu Sujeong selalu disusupi kehangatan dari tubuh Taehyung. Ketika lelaki itu memeluknya, maka hanya perasaan tenang yang dapat ia rasakan.

Kenapa kau tak bahagia saat bersamaku? Kenapa kau harus mengkhianatiku? Taehyung… kenapa kau harus muncul lagi dalam hidupku? Kenapa…

Sujeong sadar kata “kenapa: tak akan habis berputar-putar di kepalanya. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidur. Mengabaikan rasa sakit di dadanya dan memori dua tahun lalu saat ia mengingat Taehyung yang membawa gadis lain dalam pelukannya, tepat di depan mata.

Mengabaikan sesakit apapun rasanya ketika mengulang memori itu, karena meski hatinya serasa ditikam beribu kali, hanya kenangan itulah yang tersisa. Taehyung mungkin pergi, tapi kenangannya tidak boleh.

Ia yakin, besok ia akan lupa dengan semua kejadian hari ini.

Semua rasa bahagia, juga rasa sakit ini. Pasti.

-E N D-

A/N: *bow 90 degrees* annyeong! dengan nightskies, 98liner disini! please take care of me well, and here it is, my debut ff! *CLAPS LOUD*

[rogoh saku] [keluarin kertas yang menjulur entah sampai mana] [berdeham]

pertama-tama… *claps once more biar berasa kayak idol beneran* /huee/ terima kasih banyak udah baca ff ini, reader-deulnim! seperti yang kubilang sebelumnya, ini ff debut-ku! well, meski cuma jadi freelancer sih… [suara perlahan memelan di ujung kalimat]

kedua, have a blissful new year lovelinus!!! semoga wins-nya lovelyz di berbagai music shows atau award shows bakal banjir di tahun ini! [karena lovelinus mana(?) yang ga pengen liat biasnya megang hape :’D], juga berharap semoga individual schedules-nya makin banyak!

ketiga, this ff is [shamelessly] published as an appreciation for authors that replied my comment with nice words :’) makasih banyak, sunbaedulnim! [though I’m just a rookie(?) and that almost-mentioned authors might not remember me, but an appreciation is still an appreciation] aku pernah bilang bahwa karya kalian menginspirasiku, bukan?

keempat, komentar dan pemikiranmu soal ff-ku ini amat diapreasi! namanya juga ff debut, pasti banyak kurangnya. karena aku ingin jadi author (FREELANCER!) /terisak perlahan yang lebih baik ke depannya, jadi aku amat butuh komen dan saran membangun dari kalian semua!

[gulung lagi kertasnya] [terus buang ke tempat sampah karena membuang sampah sembarangan itu TIDAK BOLEH] [HIDUP GO GREEN!!!]

sekali lagi, terima kasih banyak!!! *bow 180 degree*

Advertisements

24 thoughts on “[Freelance] Zebra Cross

  1. 안녕하세요, nightskies-nim. /bow 90 degrees/
    You said that it’s your ff-debut, right? But I didn’t find a rookie feel in here. YOU (AND THIS FF) ARE ABSOLUTELY AMAZING.
    I love the way you wrote all the story. The way you chose the words, is so beautiful.
    Well, i love this ff.
    Eventho it’s sad that TaeJeong ended up drifting apart… Plus you made my TaeTae looks bad here 😦 But it’s ok since the genre is angst lol
    I didn’t found any mistakes, except there are some typos I think.
    However, the typos didn’t change anything. Your ff is still great 😉
    I bet you’ll be a very good author in the future.
    Keep writing, nightskies-nim. make a fist in the air
    화이팅!!!!

    Like

    • thanks for reading+reviewing! also, good night from nightskies, eunsi-nim! /bow 180 degrees… if possible 😐

      NOOO YOU HAVE TO BELIEVE ME, I’M A ROOKIE. this is my first-ever published ff, that’s why I’m a rookie

      I also love your comment, it encourages me so much and I really thank you for that!! /bows/

      about your TaeTae(?) I’m sorry eunsi-nim for making him look bad in here 😦 next time I’ll make happy-fluffy TaeJeong to “heal” his image, don’t worry!^^

      right, the typos /sighs/ I was too excited to post this, so I didn’t do mutiple-checks before sending it. thanks for the correction!

      once again, THANK YOU SO MUCH! /bows… again/ please anticipate more from me in the near future! I’ll be a good author just like eunsi-nim hoped for!^^

      Like

    • hai shofi!^^

      waaah ketemu arwah taehyung(?)
      tadinya pengen kayak gitu /nah lho/ cumaaa aku ga tega bikin taehyung jadi gentayangan(?) kasian ntar sujeong jejeritan(?) kalo tangannya dipegang hantu…

      makasih udah baca dan ninggalin jejak!^.^

      Like

    • hai asaliaerpeu!^^

      ayooo move on! karena sesuatu yang baru biasanya menjanjikan hal-hal yang jauh lebih menarik dibanding yang lama 😉

      makasih udah mampir dan berkomentar!><

      Like

  2. hai nightskies, aku juga 98L :D. salam kenal yaa..

    ff mu ini sukses menusuk hatiku, kenapa rasa sakitnya Sujeong juga masuk kedada ya ??

    untuk debutnya semoga sukses ya, ff yang sangat keren untuk rookie 😀 oh ya, diksi nya juga bisa dimengerti dengan baik, ga hanya menunjukan ekspresi tapi suasana juga ikut menyerap di diksinya
    Semangat!!

    btw ga niat bikin sequel ini kah ?? mungkin flashback nya mereka 😀 hehehe

    Like

    • hai adelia. wah seumuran kita!^^ salam kenal kembali…

      menusuk hati?:( mungkin sujeong ingin pembaca ikut ngerasain sakit hatinya akibat diselingkuhin(?) sama taehyung /duh ini sih ngasal

      makasih bnyk adelia! sejujurnya, ini kusebut ff debut karena aku baru pertama kali ngirim ff ke blog, bukan karena ini ff yg pertama kali kubuat^.^ [aku sengaja bilang bahwa aku rookie supaya pada ‘wah’ aja… /ngumpet/]
      makasih, sekali lagi :’)

      sequel…? /mikir/ aslinya sih ga ada [gaada ide maksudnya] tapi idemu boleh kucoba. makasih sarannya!

      makasih udah mampir, kenalan, dan kasih saran!^^

      Like

  3. HUAAA SELAMAT DEBUT!!
    Keren deh, aku ga pernah ngerasain kaya Sujeong, tapi di sini feelnya berasa banget, jadi ikutan nyesek juga kaya Sujeong
    Bagus deh keputusan Sujeong buat ngga mau jatuh ke lubang yang sama, meskipun jadinya sakit banget ya </3 /tears
    Once again, SELAMAT DEBUT!
    Sukses selalu kak nightskies~ ditunggu karya selanjutnya^o^

    Like

    • halo aihara^^ yeay makasih atas sambutannya!

      hehe makasih lagi atas pujiannya :’) aku ga nyangka bakal ada yg nge-feel sebegitu dalamnya(?) sama ff ini :”’)

      jujur, aku jg ga pernah ngerasain yg kayak Sujeong(?) dan pas kelar buat ini lgsg cemas, takut jatohnya malah datar. tapi komenmu ‘menyelamatkanku’, jadi makasih sekali lagi^^

      sukses selalu utk aihara! sampai ketemu di ff-ku berikutnya^^

      Like

      • I am, Darl ❤
        Haloo, aku kembali setelah mengabaikan dunia demi marathon nonton drama :”) #CURHAT

        Aku pernah ngasih tau gak sih aku tuh bukan orang yang bisa komentar yang berguna eventho aku ngarepin itu dari orang lain? Heuheu, so ini bakal banyak hebohnya doang sih wkwkwk :”)

        Duh, mungkin pertama feel yang aku dapetin pas baca ini dulu kali ya. SEDIH, SIH. Apa ya, aku gak pernah diselingkuhin(WELL, YOU’VE NEVER BEEN IN RELATIONSHIP TO BE MORE EXACT, ZEL! #CURHAT?), cuma kok sedih ya…itu loh, usaha Sujeong buat ngelupain Taehyung(ku yang kena getahnya sendiri gara2 jelalatan) itu. Still, she loves him, right? Itu yang aku gak ngerti, em, kalo aku digituin mungkin aku akan ngasih kesempatan kedua buat Taehyung walopun semua gak akan sama lagi #CURHATLAGI? DUH APA YA, YANG PASTI SUJEONG DI SINI BIKIN AKU SEDIH, HUEE WAI? HOW ABOUT THE SECOND CHANCE OR SUMTIN LIKE THAT?

        Kedua, diksi? penulisan? Heeum, aku mah apa gak ngeh mah gituan, bcoz this ff doesn’t make me ngerasa ‘eng, ada yang aneh’, ato naikin alis gara2 bingung dan semacam2 itu. Trus baca ini tuh nyaman dan aku gampang gitu ngebaca bagian2 yang dapet penakanan…duh apa ya, kek kalimat yang dibuat terpisah dari yang lain. Eng, impactful gitu buat aku? Duh, maaf ya aku sendiri kurang paham apa yang aku coba jelasin wkwkwk. Ya intinya bagus!! hadeuh XD

        Ketiga, mungkin ada satu yang bikin aku bingung. “Taehyung mungkin pergi, tapi kenangannya tidak boleh.” aku nangkepnya, Sujeong bakal menjauh dari Tae, tapi dia bakal tetep inget sama kenangan2nya sama Tae, gitu? Jadi, eng, dia blm mau move on? Maafkan aku awam masalah percintaan jadi bingung :O Ato aku emng lg lemod tingkat akud ya entah :”)

        Keempat, I STRONGLY RECOMMEND YOU TO CLICK PAGE ‘BE AN AUTHOR’ TRUS ISI FORMULIRNYA ❤

        Terakhir, BEAUTIFUL DEBUT! CONGRATS <3. SEMOGA AKU BISA PIDATO PANJANG LAGI DI FF-FF KAMU YANG LAIN(DON’T EXPECT ME COMES WITH MANY USEFUL COMMENTS THO ._.”) SEMANGAT!

        ❤ ❤ ❤

        Like

    • hello ka! I’m here to thanking and answering your questions before!

      pertama, makasih lho ka udah mampir. seneng bgt liat ada nama kaka, like YEAH I GET NOTICED BY SENPAI!^^
      yap, sujeong sbnrnya masih cinta:( tp gara2 taehyungnya ngeduain dia, sujeongnya gabisa ambil risiko buat balik biar kata taehyungnya masih cinta juga(?)

      kedua, hihi aku lega dpt lolos dari penilaian kaka yg sedemikian rupa(?) sbnrnya aku sendiri agak ga PD sm diksi… tapi karena kaka udh bilang gitu yaa aku syukuri aja x)

      ketiga, yaa intinya sih ka… mind may forgets but heart will always remembers /laughs

      keempat… NOOO I don’t think I’m ready. aku gabisa menuhin syarat2 jd author jadi aku stay jadi freelancer aja^.^

      aaaawh thank you for the warm welcoming :’) and your not-very-useful comments is always worth to wait for ka… expect a lot from me in the future ya kaa!!^^

      Liked by 2 people

      • Here again to answer the fourth one with another question: kenapa gitu night? [iya, aku manggil kamu night! nightskies kepanjangan #semenaMena wkwkwk XD] gak ready karena apa tuh? #kepo

        soalnya awalnya aku ngerasa gak ready jg waktu ada yg ngasih semangat buat jadi author, karena takut ngilang gitu aja secara waktu itu niat nulis aku masih lemah bgt. tapi ternyata setelah jadi author, jd ada semacam ‘tekanan’ buat nulis terus? semacam itu? oh, dan jd tambah sering baca! #curhatMulu

        iya, jadi maksud aku curhat wkwkwk, kalo kamu belum ready kek pengalaman aku atau karena sifat kita yg emang agak ngeri sama ‘penolakan’ [talking about our past…huhu], mungkin curhatan aku bisa jadi pertimbangan wkwkwk #apaSihIni

        anyway, aku tentu menunggu FFmu yang lain ❤

        Like

    • aku ga yakin kakak bakal baca ini… karena tempat bales komennya udah abis tapi aku masih maksa bales >< aku tipikal orang yg selalu bales komen jadi aku harus mastiin bahwa komentar orang ga kuabaikan /halah/

      sebabnya… karena aku ga punya wordpress, ga ngerti cara mainnya T.T trus juga daerah rumahku lack of connection… jadi…
      ehe, selain itu juga, aku kan masih rookie ya, aku mau terbiasa dulu buat jadi freelancer karena jujur, pas aku ngirim ini tuh aku gabisa tidur krn kepikiran… kayaknya kalo aku jd author skrg ntar malah ga tidur2 /ga

      tapi setelah kakak maksa2 (actually kakaknya ga maksa sih, cuma ngasih pertimbangan ;)) jadi aku bakal pikirin gimana nantinya… tunggu aja ya ka. love you hihi

      Liked by 1 person

      • Hai, aku nongol lagi wkwkwk XD
        Iya, iya aku juga gitu, maunya ngebales semua or at least dilike hm hm hm…karena aku tau nulis komen merupakan suatu usaha sendiri #MANTANSILENTREADER wkwkwk XD

        Hooo, karena faktor eksternal hm hm. Kukira karena faktor kurang pede or semacem itu :”) Hihihi aku jg gituuu mikir ‘duh ada yg baca gak ya? duh ada yg suka gak ya? ada yg komen gak ya? udah dipost blm ya?’ Beuh bikin gak napsu fangirling /laaaah?/

        ❤ SEMANGAT NIGHT~ DITUNGGU FF FREELANCEMU YG LAIN ❤

        Like

  4. Ini ke2 kalinya baca ff ini lagi
    Ituuuu sujeong kenapa gak mau balikan lagi sih sama v.. V kayaknya udah mau berubah dan dia galau tuh
    Butuh yang versi v nya sih biar ngerasain feel nya dari v ke sujeong itu gimanaa
    Niicee ff..

    Like

    • hai emmalyana! demi apaaa baca yg kedua kali :3 makasih bgt yaaa

      emang si sujeong tuh ya, bukannya diterima aja si taehyung 😦

      v’s pov? wah, boleh juga tuh idenya. tp kutampung dulu yaaa. makasih udah baca dan utk kritiknyaa^^

      Like

  5. Pingback: [Fanfiction] Zebra Cross – as clear as summer night

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s