[Freelance] Sunflower (JIN ver)

sfl jin ver.

Sunflower [JIN ver.]

‘Kau kan gadis tomboy’

Author: ANi // Cast: Park Myung Eun(LOVELYZ’s) ,Kim Seok Jin(BTS’s) // Genre: Friendship // Rating: T // Length: Ficlet-779word

 This is my story, just mine. The cast’s is not mine. Warning Typo’s everywehere, guys. Don’t be plagiat and Siders, PLEASE…TT

Myung Eun, gadis dengan potongan rambut sebahu yang memakai seragam sekolah dasar sedang menatap tajam ke arah seorang pria di hadapan nya. Matanya yang menyipit dan hidung nya yang mengembang mengempis itu benar-benar lucu, di mata Seok Jin.

“Kau, kenapa sih?” Tanya Seok Jin.

“Oppa, harus belikan aku sepatu roda.” Paksa gadis kecil itu dan merengek.

“Ish, sepatu roda hanya untuk laki-laki. Kau beli saja rumah-rumahan di toko mainan.” Balas pria itu dan besedekap.

“Tapi teman-teman ku beli sepatu roda, buktinya Jiae eonni, dia kan wanita.” Katanya masih tetap bertahan pada keputusan awalnya.

“Jiae kan dibelikkan oleh Ayahnya. Masa aku harus belikkan sepatu roda untukmu, aku kan bukan Ayahmu.” Tolak Seok Jin dan menggeleng .

“Oppa!” Pekiknya dengan suara keras.

“Aku tidak mau.” Tegas nya.

“Oppa jahat.”

“Oppa jahat? Aku bukan pembunuh, Myung Eun sayang.” Lalu semburat merah muncul di pipi Myung Eun.

“Masih marah padaku?” Tanya Seok Jin yang memperhatikan tingkah laku gadis tomboy di samping nya.

“Menurut oppa, bagaimana? Sudah jangan lihat aku!” Dan gadis yang punya kekuatan sepert pria dewasa itu mendorong wajah Seok Jin dengan satu jari kanan nya.

Plak

“Aduh, sakit tau!” Myung Eun meringis pelan setelah dapat pukulan tepat di tangan gadis itu karena Seok Jin.

“Kau tidak sopan kepada orang yang lebih tua darimu.” Kata Seok Jin dan menatap Myung Eun garang.

“Oh, jadi oppa sudah berubah jadi kakek-kakek.” Ujar Myung Eun dan langsung kabur, menghindar dari ancang-ancang pria itu untuk menyentil dahi mulus nya.

“Park Myung Eun!”

“Apa itu? Bunga macam apa itu? Aku tidak suka.” Decih Myung Eun lalu memalingkan wajah nya dan berkeliling.

“Myung Eun, kau ini gadis atau pria sih? Masa yang seperti ini tidak suka, semua gadis atau wanita suka bunga.” Lalu Seok Jin menghampiri Myung Eun dengan satu pot bunga mawar.

“Aku benci bunga itu, mengerikan. Rasanya seperti di film-film, benar-benar dark dan menakutkan.” Myung Eun bergidik ketakutan dan menghindar dari Seok Jin.

“Myung Eun sayang, kau itu gadis, masa tak suka bunga?”

Saat pagi hari, bukan kebiasaan Myung Eun untuk mandi. Tapi karena Ibu nya yang punya suara dan kekuatan lebih darinya, dengan terpaksa ia mengikuti perintah Ibu nya. Dan dia juga tak ingin di sebut sebagai anak paling durhaka di dunia, itu bukan style miliknya. Style nya, dia adalah anak gadis yang baik tapi tomboy.

Jadi terpaksa, setelah mandi gadis itu berkeliling komplek dan menjelajah layak nya perantau yang tak punya rumah-dia tak punya kegiatan setelah mandi, jadi begitulah. Mengelilingi seluruh daerah komplek sampai tak sengaja ia melihat wanita yang berada di kisaran umur 20 tahun sedang berkebun.

“Anyeong.” Sapa Myung Eun dan mendekati wanita itu.

“Oh, Anyeong.” Balas wanita tersebut dan menatap Myung Eun dengan matanya yang seperti bulan sabit karena tersenyum.

“Maaf mengganggu, tapi bunga yang sedang eonni urus itu, nama nya apa?” Tunjuk Myung Eun dan melihat pada sepetak kebun kecil yang ditanami bunga. Sisanya adalah sayuran yang dibenci Myung Eun.

“Oh, tanaman ini namanya bunga matahari. Kau suka?” Tanya wanita itu dan mendekati Myung Eun.

“Warna nya cerah sekali, aku suka dengan perpaduan warna dari bunga itu.” Ujar Myung Eun.

“Wah senang ya kita bisa memiliki kesukaan yang sama. Mau tau cara merawatnya?” Dan tentu, Myung Eun mengangguk.

Tapi, siapa sangka kalau wanita yang ada di hadapan nya ini adalah kakak dari Kim Seok Jin, alias Kim So Eun. Oh satu lagi, pria dari adik So Eun itu saja sudah mengintip kebersamaan kakak nya dengan Myung Eun sedari tadi.

Myung Eun yang sibuk berkutat pada pr nya di halaman belakang rumah hanya bisa mendesah pelan saat ia tak bisa menjawab semua soal sulit yang ia kerjakan. Mungkin kalau di sekolah, semua anak-anak akan menyoraki gadis tomboy ini karena pintar. Tapi lihatlah sekarang, dia seperti ingin angkat tangan dari ‘perang nya’ melawan soal-soal.

“Myung Eun.” Suara lembut Ibu nya menyapu pendengaran Myung Eun yang benar-benar sepi.

“Ya?” Tanya gadis itu tapi tetap berkutat pada soal-soal.

“Gadis Ibu ini rajin sekali ya. Oh ya, di depan ada tamu.” Sahut Ibu nya dan memegang pundak gadis tomboy itu.

“Suruh saja dia kesini.” Acuh tak acuh Myung Eun menjawab. Disisi lain dia ingin keluar, tapi beban nya terlalu sulit.

“Ok, dia akan Ibu suruh kemari.”

“Itu apa?” Tanya Myung Eun.

“Masa sih tidak tau?” Tanya Seok Jin balik.

“Bunga matahari, setau ku.” Jawab Myung Eun dan memutar bola matanya.

“Nah, itu kau tau.” Kekeh Seok Jin dan memberikan nya pada Myung Eun.

“Untuk ku?”

“Iya. Masa aku berikan pada Ibumu sih. Semangat ya untuk mengerjakan pr nya, oh ya satu lagi, jaga bunga ini untukku, gadis tomboy.” Lalu Seok Jin berjalan keluar meninggalkan Myung Eun yang terdiam.

“Oppa! Aku bukan gadis tomboy!”

“Mengaku sajalah, kau kan gadis tomboy, Myung Eun sayang.”

Blush. Pipi nya berubah menjadi merah.

FIN

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s