[Ficlet] Happy Ending?

Standard

Untitled-1.jpg

Happy Ending? © burritown

Lee Soojung (Baby Soul), Kim Seokjin

Romance, General, Fluff?

Rating T

Ficlet (900 Words)

Warn! Typo(s), Weird, semi-plotless, (un) beta-ed, e.t.c

Summary: Happy endings are just stories that haven’t finished yet.

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I didn’t get any advantages from this fic

Lee Soojung meletakkan buku bacaannya di atas meja dengan sedikit kasar. Ekspresi mukanya jelas menunjukkan bahwa ia tidak sedang baik-baik saja, dengan muka sedikit ditekuk serta bibir mengerucut ke depan, guratan tidak puas terukir di wajah polosnya.

“Wow, kenapa cemberut?” Seorang laki-laki menjulang menghampirinya dengan dua gelas americano, lantas mengambil tempat di depan Soojung dengan sebuah senyuman tercetak di wajah tampannya. Pandangan Kim Seokjin—nama laki-laki itu—kemudian terfokus ke sebuah novel klasik yang tergeletak di atas meja, oh. Sekarang ia cukup mengerti kenapa ekspresi muka gadis di depannya ini berubah seratus delapanpuluh derajat dari beberapa menit yang lalu.

“Seokjin.” Suara lembut itu mengalun, memberikan kebahagiaan tersendiri ketika Lee Soojung menyebut namanya. “Kau lebih suka yang mana, novel happy ending atau sad ending?” Sebuah pertanyaan lolos dari bibir Soojung. Gadis itu lantas mengambil americano miliknya, meneguknya hingga tinggal separo.

Seokjin tampak berpikir beberapa jenak, “Memangnya kenapa?”

Soojung menghela napas, bahunya ia sandarkan ke belakang, menikmati empuknya sofa yang ia tempati. Sebenarnya interior kafe ini tidak terlalu buruk—cenderung nyaman, malah—dengan alunan musik klasik karya Chopin di setiap sisi dan aroma citrus yang khas benar-benar membuat Soojung ingin berlama-lama menghabiskan waktunya seharian disini.

“Namjoon merekomendasikan novel ini tempo hari yang lalu. Untuk mengisi waktu luang, katanya.” Sebelah tangannya meraih buku apik namun sedikit kusam yang tergeletak di atas meja, dan mengayun-ayunkannya. Sementara Seokjin masih tidak berminat untuk membuka suara, laki-laki itu lebih memilih untuk mendengarkan cerita Soojung hingga selesai—ah, benar-benar tipe pria yang baik.

“Dan Aku mulai membacanya kemarin. Awalnya kupikir si tokoh utama akan mendapatkan akhir bahagia, tapi setelah sampai di bagian tengah Aku sendiri tidak yakin.” Soojung melipat kedua tangannya di depan dada, kembali memasang raut muka cemberut itu lagi, membuat Seokjin semakin gemas dengan sikapnya.

“Kau pernah membacanya, bukan? Peach and Blue.” Soojung sedikit mendekatkan posisi duduknya, menopang dagu dengan sebelah tangan dan menatap Seokjin lurus-lurus, meminta suatu penjelasan lebih jauh.

Kim Seokjin bahkan sudah cukup hafal dengan segala perangai Soojung jika sudah menyangkut tentang buku. Gadis itu akan menggunakan segala cara demi meredam rasa kuriositasnya yang tinggi—seperti sekarang ini—. Soojung mencoba mengorek informasi darinya, dan tentu saja, Seokjin pernah membaca novel klasik tersebut, salah satu dari cerita klasik favoritnya (ia bertaruh Namjoon yang memberi tahu Soojung tentang hal ini). Tapi itu sudah sepuluh tahun lalu, ketika Seokjin masih seorang bocah limabelas tahun yang ingusan.

Seokjin meminum habis americanonya dalam sekali teguk. “Tentu. Tapi Aku tidak yakin,” Laki-laki itu mengusap-usap dagunya, berlagak seperti orang yang tengah berpikir keras. Seokjin mengingat-ingat bagaimana kisah buku favoritnya semasa kanak-kanak, kisah tentang seekor kodok biru dan buah peach. Kalau ditelisik lebih dalam lagi, Seokjin pernah dibuat menangis oleh buku itu—maksudku, benar-benar menangis, hingga Namjoon harus berkali-kali menepuk bahunya, dan berujung mengejek, tentu saja—.

“Ceritanya berakhir bahagia atau tidak?” Soojung benar-benar tidak dapat menekan rasa kuriositasnya, sehingga gadis itu menyembur Seokjin dengan berbagai pertanyaan. Ia menggigit pipi bagian dalam, merasa sedikit was-was dengan jawaban yang akan dilontarkan oleh laki-laki di depannya. Mencoba menyiapkan diri jika Soojung mendapat jawaban yang tidak sesuai dengan harapan.

Kim Seokjin melipat kedua tangannya, “Menurutmu?”

Ya, Kim Seokjin. Aku serius.”

“Lebih baik kau selesaikan dulu membacanya, Jung.”

Raut muka cerah yang ditunjukkan Soojung beberapa sekon yang lalu lumpuh sudah. Hei, lagipula ia hanya penasaran dengan akhir ceritanya saja (dan Soojung yakin bahwa laki-laki itu sedang mencoba mempermainkannya), tidak lebih.

“Pelit sekali,” Soojung mencibir, kembali menyesap americanonya. Ekspresi mukanya jelas-jelas menunjukkan bahwa ia tidak sedang dalam mood yang baik, oh, bahkan mungkin sangat tidak baik.

Jung.” Seokjin kembali membuka suaranya, “Akhir bahagia itu adalah cerita yang masih belum sepenuhnya selesai, asal kau tahu.” Menopang dagu dengan sebelah tangan, Seokjin sedikit memajukan duduknya, menghapus beberapa inci jarak di antara mereka (laki-laki itu bahkan mampu menatap lurus atensi kecoklatan yang kerap membuatnya hilang kendali). Ucapan itu keluar begitu saja dari mulutnya, tidak berniat untuk menggurui, tentu saja—walaupun jauh di lubuk hatinya Seokjin merasa bangga—.

Lee Soojung mengerutkan dahinya, otaknya berputar untuk menelisik maksud dibalik ucapan Seokjin yang sekilas terdengar ambigu.

“Jadi kau mencoba mengatakan padaku bahwa Peach and Blue tidak memiliki akhir bahagia, begitu?” Terdapat sedikit nada sangsi dalam suaranya—kalau boleh jujur, Soojung lebih menyukai cerita yang memiliki akhir bahagia, seperti Rapunzel, misalnya—. Bagi Lee Soojung, akhir cerita yang tidak bahagia itu selalu membuatnya jengkel dan tidak bisa tidur semalaman hanya karena memikirkan sang tokoh utama yang tidak bahagia.

“Aku tidak membicarakan Peach and Blue disini. Hanya sedikit berkomentar.”

Soojung mengerutkan dahinya, “Aku tidak mengerti.”

“Kau tidak harus mengerti.” Seokjin menimpali. Laki-laki itu lantas bangkit dari tempat duduknya, memeluk bahu Soojung dari belakang, membuat gadis itu sedikit terkesiap dan mengerjapkan mtanya beberapa kali. Oh, bahkan ia mampu merasakan hembusan napas hangat dan bau mint yang menguar dari tubuh Seokjin. Membuatnya seakan kehilangan kendali sepenuhnya atas tubuh ataupun pikirannya—tolong ingatkan Lee Soojung untuk tetap memompa oksigen ke dalam paru-parunya.

“Lagipula, daripada kau memikirkan akhir kisah Peach and Blue, bukankah lebih baik memikirkan kelanjutan hubungan kita, eh?”

.

.

.

FIN

Finished on: 2016 January 10th, 10.57 WIB

.

.

.

A/N:

Ya ampun, kisah macam apa ini? Receh sekali ;~;

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] Happy Ending?

  1. Aihara

    Pertama kali baca fanfict babysoul-jin XD
    Bisa aja deh Jin ngalihin dari topik ‘ending peach and blue’–yang mengingatkanku dengan versi hyyh pt 2 /LOL abaikan/–jadi kelanjutan hubungan dia sama soojung XD hahaha:3 bisa bisa

    Like

  2. azeleza

    KYAA, SOUL JIN SOUL JIN! KYAAA ❤
    Sebagai Banglyz shipper aku entah knp lebih ngeship Jin sama Soul kyaa, apalagi abis liat mereka diri sebelahan kemaren kayak tiang listrik sama rumah kurcaci huee kiyowo bangeet :”)

    Niwei ini tidak receh sama sekali burritown, jauh dari kata receh malah. A perfect dose of sweetness, ku sukaaak :3

    Dan ini “Bagi Lee Soojung, akhir cerita yang tidak bahagia itu selalu membuatnya jengkel dan tidak bisa tidur semalaman hanya karena memikirkan sang tokoh utama yang tidak bahagia.” SO RELATEABLE! AKU BANGET WKWKWK!! #ParaPencintaAkhirBahagia #gakSukaYangGakBahagia Sekarang aku tinggal mengharapkan diriku juga dapet cowo macem Seokjin…#eak

    Yowes, ditunggu karyanya yang lain burritown. Semangat ❤

    Like

    • JinSoul abis sebelahan ku langsung jejeritan ;~; aihhh, momen langka BangLyz yang patut diabadikan :”D sayang,jungin berjauhan /nak/ iya, aku juga lebih prefer Jin sama Soul, huhu /wut/

      terimakasih (banget) ;~; walaupun sebenarnya fic ini masih banyak yang kurang sana-sini /dlosor/ :’)

      KIRAIN CUMA AKU DOANG YANG GAK SUKA AKHIR BAHAGIA :””) emang kalo kedapetan tokoh utama yang gak bahagia sukanya kepikiran sampek gak bisa tidur, dan lama2 kebawa mimpi, orz.
      yuk, kita cari cowok macem seokjin /pret/

      terimakasih (lagi) sudah mau baca ❤

      Liked by 1 person

      • azeleza

        Iya, iya, aku jg kek ngereplay itu video berkali-kali huf ._.

        wkwkk sama-sama, ditunggu karnyanya yg lain yah :3 kalo bisa yang happy ending aja yah, aku jg pernah tuh sampe kebawa mimpi =_=” trusn biasanya kalo abis nonton drama kece tapi sad ending, biasanya gak mau nonton drama lagi sampe 2-4 minggu :””) #timSusahMoveOn

        Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s