[Ficlet-Mix] Unwritten Rules For Women

Unwritten Rules For Women

Unwritten Rules for Women

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ members

Cast : Find by yourself~

Type : Drabble—MIX

Genre : Friendship – Drama – Romance – School Life – Fluff – Etc

Rating : PG-15

.

.

.

.


Babysoul’s Story

[#1 Kamu dan temanmu, jangan pernah sukai satu pria yang sama]

…..

“Aku suka dengannya, Jung..” Lee Soojung mendadak tuli mendengar pengakuan sahabatnya—Yura. Baru saja perempuan cantik itu mengatakan kepadanya kalau dia menyukai Kim Myungsoo—si tampan dari kelas sebelah. Tidak, tidak ada yang aneh memang mendengar sahabatnya yang selama ini menutup hati untuk laki-laki lain kini memiliki tambatan hatinya. Namun tidak untuk kasus kalau Yura menyukai Myungsoo. Pasalnya Myungsoo juga orang yang Lee Soojung sukai!

“Baguslah kalau kau menyukai orang hehe,”balas Soojung dengan tawa yang datar.

.

            Soojung termenung di kasurnya, memikirkan tentangnya dan Yura yang menyukai Kim Myungsoo. Tapi Yura tidak pernah tahu jadi ini bukan salah Yura karena dialah yang berbohong mengatakan kalau tidak ada orang yang Soojung sukai di sekolah mereka. Perlahan Soojung menghembuskan nafasnya dan tersenyum lirih.

“Aku yang akan mengalah. Semoga Myungsoo juga menyukaimu Yura-ya,”gumamnya.

Jiae’s Story

[Jangan pernah tinggalkan temanmu dalam situasi apapun]

…..

            Pandangan Jiae hanya menatap datar apa yang sedang terjadi di depannya. Semua orang mengolok-olok seorang gadis yang hanya bisa bersujud di harapan mereka semua. Isak tangis yang keluar dari bibir Bang Minah membuat hati Jiae bergetar namun yang lain masa bodoh melihatnya. Sungguh, Yoo Jiae tidak tega melihat teman-temannya melemparkan segala macam sampah ke tubuh rapuh gadis bersuara indah tersebut.

“Sejak awal harusnya kita tahu kalau kau adalah gadis yang buruk!”

“Gila! Mencorong nama sekolah aja! Karena kau tetangga melihatku dengan pandangan sinis!”

“Bekerja di klub malam untuk seorang pelajar adalah hal tergila yang pernah aku ketahui di dunia ini. Dasar jalang!”

Hentikan!! Sumpah Jiae tidak sanggup mendengar olokan mereka kepada Minah. Perempuan itu tidak pantas menerima makian mereka. Satu persatu orang-orang pergi dari tempat ini. Tersisalah Jiae dan Minah di sana. Minah masih berada di posisi semula dan terus menangis tanpa sadar kalau masih ada Jiae di depannya.

“Kalian tidak tahu apapun. Semua yang kalian bilang itu fitnah,”isak kecil Minah yang dapat didengar oleh Jiae.

Jiae menghembuskan nafasnya perlahan dan berjongkok di depan Minah. Tangan mungil Jiae terulur untuk membersihkan cangkang telur yang merusak keindahan surai Minah yang bergelombang.

“Minah-ya aku percaya padamu,”kata Jiae.

Minah memberanikan diri untuk melihat teman sekelasnya, Jiae yang kini ada di depan matanya. Dia kembali menangis dengan sangat kencang sehingga Jiae terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Mi..Minah-ya kenapa?”tanya Jiae.

“Ternyata masih ada yang mempercayaiku. Gomawo Jiae-ya..Gomawo,”isak Minah.

Jisoo’s Story

[Pelajari semua hal yang kamu senangi. Wanita harus tetap pintar]

…..

Bermodalkan sebuah lilin yang menerangi sebuah ruangan gelap gulita, seorang gadis fokus pada apa yang sedang dia lakukan. Seo Jisoo namanya. Jisoo terus memperhatikan deretan kalimat yang tertulis di dalam buku tebal itu. Walaupun pukul telah menunjukkan angka 12 (malam tentunya) Jisoo tetap diam dan tenang membaca di sebuah perpustakaan.

.

Mungkin kalian berpikir perpustakaan gila mana yang masih buka di tengah malam. Jawabannya tidak ada. Yang terjadi adalah Seo Jisoo diam-diam mengendap ke tempat ini agar dapat membaca seluruh buku yang ada di gudang ilmu ini. Diam-diam Jisoo pergi ke perpustakaan umum dekat rumahnya untuk mendapatkan pengetahuan yang selama ini sulit dia raih. Mungkin (lagi) kalian bertanya-tanya kenapa di jaman modern ini Jisoo sulit meraih pengetahuan? Jawabannya karena Seo Jisoo tidak memiliki kekuatan apapun di dunia ini yang dapat membawanya pergi menimbah ilmu di universitas seperti orang lain. Orangtuanya juga menyerah mencari uang untuk kehidupan mereka sehingga setelah tamat SMA Jisoo mencari pekerjaan untuk menafkahkan kedua orangtuanya yang telah tua siang dan malam, tak ada waktu untuk pergi ke universitas sekalipun dia mencari beasiswa. Walaupun begitu Jisoo yang gemar membaca tetap ingin mengetahui dunia luar melalui tulisan. Maka dari itu Jisoo setiap malam selalu menyelinap ke tempat (yang katanya angker) ini untuk membaca dan hanya bermodalkan sebatang lilin. Wanita tetap harus pintar ‘kan walaupun situasi tidak berpihak kepadanya?

Mijoo’s Story

[Jangan pernah ceritakan rahasia temanmu ke orang lain]

…..

            Sejak tadi Mijoo terus mendengar suara cekikikan gadis yang tengah mengelilinginya—atau lebih tepatnya perempuan-perempuan yang sedang berada di dekatnya. Mijoo terlalu malas untuk beranjak keluar dari kelas namun dia merasa terganggu dengan si tukang rumpi yang tiada henti-hentinya berbicara sejak tadi.

“Mijoo kau tidak mau gabung? Ayo ke sini!”tanya Youngji.

Mijoo tersenyum tipis dan beranjak dari tempatnya menghampiri Youngji. Agak tidak enak jika menolak ajakannya karena Youngji merupakan teman dekatnya saat kelas 10. Dan kini Mijoo sudah bergabung dengan Bae Sooji, Jung Soojung, Choi Jinri dan tentunya Youngji. Rasanya begitu asing berada di sekitar mereka. Gadis-gadis itu kembali melanjutkan obrolan hangat mereka sehingga Mijoo di sini hanyalah berstatuskan sebagai pendengar yang baik.

“Sumpah apa kau tidak muak dengan Seungyoon? Dia terus memperbaiki hidungnya yang aneh itu hahaha!”tawa Sooji.

Jinri dan Soojung ikut tertawa bersama Sooji begitu pula Youngji. Keempat perempuan itu terus bercerita tanpa ada jeda sedetik pun. Mijoo benar-benar mual mendengar gosip mereka semua. Mulai dari membicarakan Myungsoo—si sunbae tampan yang ditaksir oleh Sooji sampai dengan Minhyuk yang merupakan mantannya Soojung.

“Mijoo kau tidak ingin berbicara apapun?”tegur Jinri.

“Berbicara apa?”tanya Mijoo malas.

“Mungkin kau ingin membicarakan Seulgi. Hahaha bukannya akhir-akhir ini dia terlihat aneh dengan pita besar di kepalanya?”timpal Soojung.

Dasar keparat! Beraninya mereka membicarakan sahabatnya, Kang Seulgi dihadapannya seperti itu. Mijoo mengepalkan kedua tangannya lalu berdiri dari kursinya. Keempat siswi itu menjadi heran karena Mijoo tidak menjawab pertanyaan Jinri dan langsung berdiri seperti ini.

“Kau kenapa?”tanya Youngji.

“Ah.. aku mau ke toilet dulu. Permisi!”pamit Mijoo.

Mijoo berbalik badan dan buru-buru keluar dari kelasnya. Lebih baik dia berdiam diri di perpustakaan atau atap gedung atau taman belakang sekolah dibandingkan harus ngerumpi dengan nenek-nenek sihir itu. Dan tadi apa? Mereka ingin dia membicarakan sahabatnya Seulgi yang sedang absen karena sakit? Gila! Mijoo tidak sudi melakukannya. Rahasia atau hal buruk Seulgi sama sekali tidak akan dia umbar kepada siapa pun sampai kapan pun itu.

Kei’s Story

[Hargai setiap pria yang mendekatimu meskipun kamu tidak suka dengannya]

…..

“Sedang apa Kim Jiyeon?” Mendengar namanya di sebut gadis bak boneka porselen itu langsung menoleh dan menghentikan aktivitasnya mewarnai buku mewarnainya. Dia tersenyum ramah kepada Hong Jisoo yang tadi menegurnya. Kini Jisoo sendiri sudah duduk di sampingnya dan memperhatikan apa yang baru saja dia kerjakan.

“Wah sangat rapi! Jiyeon menyukai aktivitas seperti ini ya?”tanya Jisoo.

“Iya Jisoo-ssi,”jawab Jiyeon.

“Apa tidak capek mewarnai?”tanyanya lagi.

“Capek si tapi namanya juga hobi hehe,”balasnya terkekeh pelan.

Hong Jisoo mengangguk tanda mengerti dengan balasan gadis yang dia sayangi itu. Tak lama kemudian sekelebat ide menghampiri dirinya. Jiyeon pasti capek jadi bukankah akan lebih baik kalau Jisoo membelikannya minuman dingin?

“Eh tunggu sebentar ya Jiyeon-ssi. Aku ingin membelikan minuman kaleng untukmu,”kata Jisoo.

“Eh tidak usah repot Jisoo-ssi,”tolak halus Jiyeon.

Gwenchana. Tunggu saja ya!”

Jiyeon tidak bisa berkata apapun karena Jisoo langsung berlari meninggalkannya secepat kilat. Jisoo tersenyum sendiri lalu kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu mewarnai. Namun kegiatannya kembali tertunda karena seseorang datang menghampirinya.

“Jiyeon-ah kau bilang sudah menolak Jisoo tapi kenapa kalian masih berbicara bersama seperti tadi?”celetuk Seungcheol—teman dekatnya.

“Memangnya ada yang salah?”tanya Jiyeon kepada Seungcheol.

Ani, hanya saja—“

“Kau tidak perlu khawatir Seungcheol-ah. Aku sudah mengatakan kepada Jisoo kalau aku tidak menganggapnya lebih dari teman jadi kalaupun aku bersikap baik kepadanya itu tidak lebih dari yang ada dibayanganmu kok. Jisoo pasti juga sudah mengerti,”

Seungcheol mengangguk paham. Laki-laki itu hanya takut kalau sahabatnya bisa saja terkena karma karena telah mempermainkan hati seorang laki-laki. Tapi mendengar penjelasan Jiyeon barusan sepertinya apa yang Jiyeon lakukan sudah benar. Toh jarang ada wanita seperti Jiyeon yang masih bisa bersikap normal walau telah menolak seorang laki-laki.

Orange untukmu Jiyeon-ssi!”seru Jisoo yang baru saja kembali.

Gomawo Hong Jisoo,”balas Jiyeon tersenyum.

JIN’s story

[Bedakan “kebutuhan” dengan “keinginan”, dan fokus pada “kebutuhan”]

…..

            Jeon Wonwoo mendorong troli belanjaannya sambil menghela nafas berulang kali. Sudah lebih dari 1 jam dia berkeliling mini market ini dan tumpukan barang yang ada di dalam keranjang besi itu sendiri sudah sangat tinggi. Mungkin 4 atau 5 barang lagi akan membuat troli tersebut penuh. Berbeda dengan Wonwoo yang sudah tampak jenuh, si pemenuh barang troli alias Park Myungeun terus senang dan mencari-cari barang yang hendak dia tukarkan dengan uang terus menerus.

“Wonwoo-ya apa kau mau aku buatkan pudding cokelat?”tanya Myungeun dengan riang.

“Tidak, terima kasih.”jawab Wonwoo.

Myungeun mengendus kesal. Ah, masa bodoh kalau Wonwoo tidak ingin dibuatkan pudding yang jelas dia ingin menyantap itu sendirinya.

.

            Sejak sampai ke apartemennya Myungeun tidak henti-hentinya mengoceh sambil melihat struk hasil belanjanya barusan. Wonwoo tidak peduli yang jelas dia sangat capek karena membawa 6 bungkus barang belanjaan Myungeun sampai ke tempat ini. Hah.. tenanganya bahkan terbuang sia-sia hanya untuk barang-barang keinginan Myungeun itu.

“Wonwoo-ya bagaimana ini? Kalau ibuku tahu aku belanja sebanyak ini bisa dia potong uang bulanan sekolahku!”rengek Myungeun.

Bagi seorang siswi SMA Myungeun bisa dikategorikan gila untuk belanja kebutuhan mingguan (ingat ya mingguan bukan bulanan) sebanyak itu. Wajar saja kalau ibu dan ayahnya yang ada di Busan bisa saja memotong uang saku bulanan pacarnya.

“Sudah aku bilang beli saja kebutuhanmu bukan keinginanmu Park Myungeun!”

“Tapi… barang itu menggodaku!”rutuknya.

“Memangnya dia hidup sehingga bisa menggodamu,”omel Wonwoo.

“Kau tidak tahu si diskon-diskon di supermarket tadi membuat barang itu memiliki mata dan memandangku penuh kasihan agar aku membeli mereka. Kau tidak tahu itu ‘kan Jeon Wonwoo?”omel balik Myungeun.

Wah.. Wonwoo benar-benar speechless dengan balasan Myungeun barusan. Halusinasi macam apa yang membuatnya bisa boros seperti ini, hah?

“Dasar gadis selalu saja tergoda dengan diskon!”cibir Wonwoo.

Sujeong’s Story

[Kamu tidak segendut yang kamu kira]

…..

            Sujeong bertaruh kalau dia telah kehilangan 5 kilogram berat selama 1 bulan ini. Tapi berkurangnya massa tubuhnya tidak membuat Sujeong puas. Dia terus menatap kaca yang ada di depannya dan sama sekali Sujeong tidak mendapati perubahan bentuk tubuhnya bulan ini dibandingkan dengan bulan kemarin. Seseorang masuk ke dalam kelas untuk menjemput Sujeong (oh ya gadis itu berkaca dengan kaca yang ada di dalam kelasnya). Kelas Sujeong sudah sepi dan hanya ada Sujeong bersama laki-laki yang baru saja menjemputnya di tempat ini.

“Sedang apa yang?”tanya Kim Mingyu.

“Ah Mingyu..”rengek Sujeong.

Mingyu menghampiri Sujeong dan kini sudah berada di belakangnya. Dia dan Sujeong sama-sama menatap bayangan mereka yang terpancar dari cermin besar di depan mereka.

“Ada apa si?”tanya Mingyu sembari menggoda Sujeong dengan mencubit pipi chubby miliknya.

“Dietku gagal!”jawab Sujeong.

“Hah?”pekik Mingyu.

“Kau berteriak ditelingaku sayang?”tanya Sujeong skeptis.

“Hehe maaf sayangku,”balas Mingyu cengengesan.

Kini fokus Sujeong kembali tertuju pada tubuhnya. Apa dietnya sungguh gagal ya? Apa usahanya berminggu-minggu menolak ajakan Mingyu untuk maka junk food sia-sia? Menyadari kegundahan yang sedang dilanda oleh Sujeong membuat Mingyu bertanya kepadanya.

“Kali ini apa masalahmu yang?”tanya Mingyu.

“Aku sama sekali tidak merasa kurus. Ah bagaimana ini,”rengek Sujeong.

“Kamu tidak segendut yang kamu kira kok,”celetuk Mingyu.

“Apa?!”

Sujeong langsung berbalik badan dan menatap kekasihnya face to face dengan raut wajah yang kesal. Jadi kalau dia tidak segendut yang ia kira, segendut apalagi Sujeong di mata kekasihnya?

“Asal kau tahu saja Sujeong-ah.. melihat tubuhmu kurus begini membuatku sedih tahu. Kau lebih baik sebelumnya. Untuk apa diet? Kau sudah sangat sempurna. Tidak butuh diet segala,”

Ani..hanya saja….”

Ucapan Sujeong terhenti karena dia tidak tahu harus menjawab apa. Iya juga, untuk apa dia diet? Untuk Mingyu? Tapi ucapan Mingyu barusan mengatakan kalau dia tidak butuh diet.

“Jadi sekarang aku harus apa?”tanya Sujeong.

“Batalkan saja dietnya. Ayo makan sebanyak-banyaknya! Aku yang teraktir deh yang hehe,”kekeh Mingyu.

Call!!”seru Sujeong.

Yein’s Story

[Simpan air matamu untuk orang yang pantas mendapatkannya]

…..

            Patah hati untuk yang kesekian kalinya tengah Yein rasakan. Begitu sakit rasanya ditolak mentah-mentah oleh orang yang dia suka sejak pertama kali berkenalan dengannya. Yang menolak Yein barusan adalah Jeong Chanwoo—si tampan dari kelas sebelah. Yein kira selama ini Chanwoo juga menaruh hati padanya (karena selama ini Chanwoo selalu menghubunginya setiap saat) tapi kenyataannya itu hanya ilusi Yein. Mana pernah Chanwoo menyukainya yang ada laki-laki itu menghubunginya hanya untuk menghilangkan rasa sepi karena ditinggal Shannon kekasih hati Chanwoo yang sesungguhnya.

“Ini..”

Mendengar suara seseorang Yein langsung berhenti menangis dan melihat seseorang yang ternyata sudah berdiri di depannya. Orang berwajah rupawan itu menawarkan sapu tangannya kepada Yein. Yein menerimanya dan langsung mengusap air mata yang membanjiri pipinya. Jeong Yein sendiri kenal dengan si pemberi sapu tangan ini. Si Jeon Jungkook, seniornya yang juga satu organisasi dengannya.

“Sedang sedih ya?”tanya Jungkook yang sudah duduk di sampingnya.

“I..iya,”jawab Yein kikuk.

“Patah hati?”tebak Jungkook.

“I..iya,”lirih Yein.

“Simpan air matamu untuk orang yang pantas mendapatkannya,”celetuk Jungkook.

Ye?”

Dengan matanya yang merah dan sembab Yein memberanikan diri untuk melihat manik mata Jungkook yang ternyata tengah memandangnya juga! Jungkook memandang lembut adik kelasnya. Tak lama kemudian dia angkat bicara.

“Chanwoo tidak pantas membuatmu mengeluarkan air mata itu,”

Sunbae.. kau tahu?”

“Aku tahu. Yein-ah jangan menangis karena laki-laki itu lagi. Kau hanya pantas menangisi orang lain,”

“Hah orang lain?”tawa sinis Yein. Siapa lagi yang harus dia tangisi, huh. “Memangnya siapa?”tanya Yein.

“Aku,”

1 kata yang terdiri dari 3 huruf itu sukses membuat Yein tercenggang. Apa? Menangisi Jeon Jungkook? Apa-apaan ini—

“Tapi aku tidak akan pernah membuatmu menangis,”lanjut Jungkook.

Sunbae apa maksudmu?”tanya Yein.

“Aku membuka pintu hatiku lebar-lebar jika kau ingin mencari pelarian Yein-ah. Datanglah, aku tidak akan melarangnya kok. Dan aku pastikan aku tidak akan membuatmu sedih dan menangis seperti yang telah dilakukan oleh Jeong Chanwoo,”tekad Jungkook.

FIN~


Pertama-tama saya mau mengucapkan belasungkawa atas apa yang terjadi di ibu kota. Mungkin readers sekalian ada yang tinggal di daerah sana? T_T Stay safe semuanya. Stay strong. #KitaTidakTakut! :”)
Oh yang kedua, fanfic ini dapat terciptakan karena sebuah foto dari www.gen20.xyz yang saya dapat dari line dengan judul “10 Unwritten Rules For Women” =D
Oke last.. give a comment ya kalau sudah baca^^;;;
Dan untuk Ayumu-Chan –kalau baca fanfic ini—itu png punya kamu gak si? Minjam ya XD Harus boleh 😛 /maksa/
Advertisements

21 thoughts on “[Ficlet-Mix] Unwritten Rules For Women

  1. jajajaja, saya mau berkomentar x3 /iya,terus?/
    aturan pertama memang bener tuh, jangan sampek suka sama orang yang sama–pasti berujung dramatis :’) /apasi/ semoga mbak soojung dapet cowok yang lebih baik lagi~
    trus yang kedua, emang teman itu paling penting–kita gak tau kapan dia bakal balik buat nolong kita jadi jangan pernah ninggalin teman dalam situasi apapun, ohoho, mbak jiae, nais!
    ketiga, setuju banget. jadi wanita gak cuma harus modal tampang, dkk. tapi juga harus punya wawasan yang luas biar gak dipandang sebelah mata sama dunia 🙂 mbak jisoo semangat yhaa o/
    keempat, saya setuju sama pola pikirnya mijoo disini. gimanapun temen juga punya privasi yang gak kudu diumbar ke orang lain :’)
    kelima, menghargai pria memang perlu-karena mungkin saja melalui hal itu banyak pria yang akan respek dengan kita, sehingga tidak memandang kita sebagai wanita yang nggak2 /iningomongapasi/
    keenam, ini cewek banget. kalo udah ketemu sama yang namanya diskon pasti dah lupa sama segalanya XD myungeun, astaga! wkwk
    ketujuh, sujeong–pls, kamu walaupun gembul gitu pipinya masih tetep cantik kok ;~;
    dan terakhir, kadang cewek emang sukanya nangisin hal yang gak penting (nangis pas nonton drama, misalnya /gak). dan–ya ampun, jjk kamu disini modus banget sih :v segitu pengennya dapet yein kah? /digeplak/

    oke, maafkeun. komentarnya semakin kesini semakin ngaco–dan panjang ;~; /mojok/
    pokoknya nice ff, aku sukaak banget T-T tetep semangat buat nulis yaaa 😀
    shalom!

    Like

  2. Ih baguuus….. Itu crita jeong-in mirip strobe edge deeh, bukan nya aku mw bilang ngikutin ya karena kamu nulis ini pasti pyur dr ide kamu sndiri, tp aku suka…><!!! Gk nyangka kookie bakal ngmong bgtu, bayangin nya aja tuh udh… Aaaarggghh… Next ff ya di tunggu…^^

    Liked by 1 person

  3. Semoga Jisoo-nya cepet move on yah… sini ke aku aja Mz #laah
    Sujeong jg gitu…mana gendutnya :”) Tapi kayaknya berat badan Sujeong gara2 pipi embulnya deh wkwkwkkw xD
    Dan Jungkook terlihat sangat modus di mata aku huf, anak muda ._.” #apasihIni

    Nice one, Fan. Ditunggu yg lain~ :3

    Liked by 1 person

  4. Ini cewe semua isinya, diskon ampe bikin mata ijo-ijo/? mah idaman semua wanita. Terus itu tuh si jungkook, kode keras nya ga mempan. yein anak kecil, dia udah gede. Aku suka sama ff nya, keep writing😊

    Like

  5. ceritanya Babysoul nyesek /.\
    jangan sampai suka sama orang yang sama itu susah, hehuheu /.\
    Cewek suka diskon, bener banget! kalau nemu diskon aja, langsung samber, tau taunya uanghabis, sakit kan hiks 😥

    Like

  6. Baru liat ff ini hmmm
    Itu yg babysoul bener banget, jangan sampai punya gebetan yg sama. Kan kalo rebutan gebetan sama sahabat sendiri kan lucu wkwk
    Yang jin jujur itu aku banget 😂 Gak bisa bedain kebutuhan dengan keinginan wkwk
    Btw yein jangan nangis cuman karena ditolak 😂 Lah apalah aku yang ditolak terus ampe dibully biasa aja wkwk #curhat #cewekstrong

    Like

  7. Kak, aku salpok sama triangle love (emang iya?) nya si Joshua-Kei-Seungcheol… argh… bolehkah aku jadi Kei-nya? haha
    Hihi… ngomong soal diskon atau keinginan, hadeh aku banget tuh. Pasti selalu gak kuat liat ada barang diskonan apalagi barang itu barang yang udah lama aku pengen…
    Aduh… ada most couple tuh… si Jeong-In (Bukan Jongin si Kamjjong loh ya haha… soalnya aku mesti salpok sama nama couple itu haha)
    Udah deh.. keliatannya dateng-dateng aku cerewet banget ya haha… see ya, kak ^^

    Like

  8. Aku suka semua storynya, dari mulai baby soul bahkan sampai Yein!><
    Semuanya tuh pengen aku teriakin ‘truuuuuue!’ setiap habis baca karena memang fakta baget dan aku pun setuju
    Btw itu Jungkook-nya kode keras banget XD

    Like

  9. NAMBER WAN TULUNGQ ITU KOK BENER BANGET HAHA

    artinya anak yang sedang mengetik komen ini, harus merelakan orang yang dia suka buat sahabatnya hiks :’)

    aduh kok aku jadi baper kak, tanggung jawab kak, hayolho/?

    keep writing kak ❤

    Like

  10. WAAAAA INI SUMPAH BAGUS BANGET FANFITCTNYA :”)

    Yang pertama, kisah Soul eonni. Sering banget kayanya aku ngalamin kaya gini juga huhu ;w; (?)

    Yang kedua, fix disini Jiae keren banget ngebelain sahabatnya sendiri. Mau deh punya sahabat yang setia kaya Jiae :’)

    Yang ketiga, kita sebagai pelajar emang udah sewajarnya belajar setinggi mungkin. Gaboleh nyia-nyian kerja keras ortu yang udah nyekolahin kita 8′)

    Yang keempat, Mijoo eonni daebaaakkk! Ini baru yang namanya temen, gaada yang namanya two face walaupun si temen gaada 🙂

    Yang kelima, duh Kei. Emang bener kata Seungcheol, perlakuan Kei ini bisa bikin si cowo naro harapan lagi. Tapi, Kei nya juga gasalah karena kapan lagi coba si cewe tetep ramah sama cowo yang dia tolak?

    Yang keenam, pls Myungeun bikin ngakak :’) Wonwoo juga pasrah banget kayanya punya pacar unik gitu wkwk.

    Yang ketujuh, awww Mingyu manis banget! Harusnya cowo tuh gitu sama cewenya ‘v’ ! Ngesupport dia dan gabikin cewenya mati-matian diet cuma buat terlihat bagus dimata cowonya.

    Yang kedelapan, quotesnya ngena banget hehe. Dan suka banget sama Jungkook yang perhatian banget sama Yein yang lagi patah hati wkwk. Iya Yeina, kamu tuh gaboleh nangisin cowo yang udah bikin kamu nangis!

    Mungkin segitu aja dari aku, ayo dibuat seri lain yang kaya gini thor! :3

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s