Posted in burritown, Ficlet, Fluff, Friendship, LFI FANFICTION, Romance, Teenager / Teen

[Ficlet] Consultancy

asdfghjk.jpg

Concultancy © burritown

Kim Jiyeon, Park Jimin

Romance, Friendship, Fluff?

Rating T

Ficlet (785 Words)

Summary: “Mantan pacarku nanti mau berkunjung ke rumah, katanya.”—Kim Jiyeon

Warn! AU, Typo(s), Out Of Character(s), (un) beta-ed, e.t.c

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I ain’t get any advantages from this fic

“Jimin-aa, bagaimana ini?”

Kim Jiyeon mengerucutkan bibirnya, surai gelap bergelombang itu tampak kusut seperti tidak dikeramasi selama beberapa hari, kedua alisnya nyaris bertaut membentuk garis lurus, jelas menunjukkan kalau gadis porselen itu tidak sedang baik-baik saja.

Agaknya Park Jimin—laki-laki sederhana dengan sejuta kebaikan di dalamnya—sudah hapal dengan seluruh gelagat gadis yang menjadi tetangganya selama hampir duapuluh satu tahun—. Jiyeon akan langsung berlari kepadanya ketika memiliki sesuatu yang mengganjal pikirannya. Laki-laki itu sengaja menunda responnya, lebih memilih untuk mendengarkan sebab-akibat Kim Jiyeon yang cukup rapih menjadi berantakan seperti kucing persia yang kehilangan tuan.

“Mantan pacarku nanti mau berkunjung ke rumah, katanya.” Kembali membuka suaranya. Jiyeon menundukkan kepalanya dalam-dalam, dia nyaris kehilangan kemampuan menghirup oksigen ketika mantan pacar sialannya tiba-tiba menghubungi kemarin, dan mengatakan bahwa dirinya akan mampir ke rumah Jiyeon—ingin bertemu sapa dengan Ayah dan Ibu Jiyeon, alasannya—. Busuk, memang.

Jimin menggigit ubi bakar kedua, mengunyahnya sehingga mengeluarkan suara jjeob yang cukup keras, persis seperti anak usia lima tahun yang baru saja mendapatkan tteokbokki spesial di ujung kompleks. “Mau apa lagi laki-laki brengsek itu?” Suara cemprengnya berucap datar, namun cukup sarat akan luapan kemarahan di dalamnya.

Tentunya Jimin ingat betul ketika mantan pacar Jiyeon memutuskan gadis itu secara sepihak dan—cukup menjengkelkan. Saat itu adalah musim dingin tahun lalu, ketika salju mulai menyelimuti daratan Busan dalam waktu semalam. Jiyeon tiba-tiba menghubungi Park Jimin dengan suara sedikit parau dan sesengukan, mengatakan bahwa pacarnya yang kedua baru saja memutuskannya. Alasannya sepele, karena Jiyeon terlalu baik untuk laki-laki itu—omong kosong. Sejemang kemudian, Jimin langsung berlari menuju taman kecil di kompleks perumahan mereka tanpa balutan busana musim dingin, untuk menenangkan gadis mungil itu (Ya, tentunya Jimin cukup hapal dengan gelagat Jiyeon yang selalu menyendiri di taman ketika sedang mendapat masalah).

“Entah.” Jiyeon menghembuskan napas berat di sela ucapannya, “Aku sudah muak dengannya.” Gadis itu mengilas balik kejadian dua bulan lalu, setelah dirinya resmi putus dengan sang mantan. Secara tiba-tiba laki-laki itu terus-menerus menghubunginya, memohon agar Jiyeon mau membangun kembali hubungan mereka seperti sedia kala (laki-laki brengsek itu juga mengatakan kalau sebenarnya dia tidak mampu melupakan Jiyeon sepenuhnya—gombal). Dan puncaknya adalah kemarin, ketika laki-laki itu tiba-tiba memutuskan akan mampir ke rumah Jiyeon.

“Seharusnya kau menolak.” Jimin sudah tidak berminat untuk menghabiskan ubi bakarnya. Untuk beberapa alasan, laki-laki bersurai oranye itu sudah merasa bosan dengan makanan favoritnya.

Jimin juga sangat mengetahui kalau Kim Jiyeon memang bukan tipe gadis sarkasme yang suka berbicara ceplas-ceplos mengenai sesuatu. Gadis itu lebih memilih untuk menjaga ucapannya supaya tidak menyakiti orang lain—melankolis, ya. Dan Jiyeon benar-benar tak sanggup untuk mengabaikan permintaan (lebih tepatnya pemaksaan) mantan pacarnya ketika laki-laki itu memutuskan untuk berkunjung ke rumah dalam beberapa jam ke depan. Dan—lagi, Sepertinya orangtua Jiyeon juga tidak mengetahui perihal berakhirnya hubungan mereka setahun yang lalu. Terkadang nyonya Kim secara terang-terangan menanyakan sebab-akibat laki-laki itu jarang mampir ke rumah, mengatakan sesuatu tentang rindu atau semacamnya.

Park Jimin mengacak rambutnya frustasi. Sungguh, dia sudah tidak tahan melihat ekspresi muka temannya yang sudah seperti baju kusut tidak di setrika—sama sekali bukan Kim Jiyeon—.

Aish, kau dan sisi melankolismu memang menyebalkan, Kei. Seharusnya kau bertindak lebih tegas lagi terhadapnya. Lagipula, laki-laki sialan itu juga tidak tahu malu sama sekali! Berani-beraninya dia menghubungimu dan tiba-tiba mengatakan akan mampir ke rumah, sedangkan dia sendiri yang memutuskanmu pada awalnya.” Jimin menarik napas panjang, “Ingin sekali rasanya kurobek muka tebalnya yang mirip seperti pantat babon itu!”

Jiyeon melongo. Dia sama sekali tidak menduga kalau Jimin bisa cukup emosi ketika membahas laki-laki mirip monyet itu. Hei, seharusnya Jiyeon yang lebih emosi karena harga dirinya secara tidak langsung terinjak-injak disini tapi—kenapa malah Jimin?

Wow.” Jiyeon bahkan tak mampu harus merespon seperti apa, dia cukup terkesan dengan celotehan panjang Jimin yang nyaris seperti kereta.

“Kei.” Jimin lantas bangkit dari tempat duduknya, melupakan sepiring ubi bakarnya yang masih menggunung, “Cepatlah pulang berbenah dan dandan yang cantik. Aku akan memberikan pelajaran kepada laki-laki sialan itu.” Laki-laki itu memegang kedua bahu Jiyeon yang mungil, dan membuat kontak langsung dengan atensi gelap yang cantik tersebut. Seutas senyum terlukis di wajahnya,  membuat iris gelap Jimin tenggelam digantikan oleh sebuah garis lurus. Sungguh, demi apapun Jimin benar-benar tidak bisa membiarkan harga diri teman paling berharganya diinjak-injak oleh laki-laki brengsek yang tak tahu malu.

Sebuah ide cemerlang tiba-tiba saja menghampiri otaknya yang terbilang pas-pasan.

“Aku akan berpura-pura jadi pacarmu.”

.

.

.

FIN

(finished on 2016 January 17th, 10.27 AM)

.

.

.

A/N:

Very first Jimin – Kei fanfiction ;~; /sujud sukur/ huhu, pasangan ini oenyeoh banget sumpah—aku jatuh cinta sama mereka /lalalala/

Dan—well, mumpung lagi liburan kuliah jadi banyak-banyakin bikin fic, sekalian ngasah kemampuan nulis :’D lalu, maafkan jika masih banyak yang kurang di fic ini ;~; kalau ada kritik dan saran tentang fic ini silahkan tumpahkan di kolom komentar o/

 

Advertisements

Author:

bangtan and lovelyz enthusiasts | S from Sougo stands for Sadist and Ship(s)

8 thoughts on “[Ficlet] Consultancy

  1. Jengjeng, tiba-tiba the end. Beuh pantat babon ya, apakah ff ini mengandung unsur comedy tingkat tinggi? Terus itu kaya nya jimin modus deh/ngek sok tau/. Pokoknya aku ga bisa berkata-kata baca ini, abis Kei terlalu melankolis sih/apa hubungan nya/ sekian aja/ting, lalu menghilang/….
    #nyeburkelaut^^

    Like

    1. hiks, memang sengaja diputus pas bagian itu :’) /alesan/
      tadi pas ngetik tiba2 kepikiran sama pantatnya babon soalnya :’) /ngek/ jimin kan emang tukang modus :’) /mojok/
      iyasih, si kei terlalu melankolis sampek2 mantannya mau balikan lagi /apaan/
      yey! terimakasih sudah mau baca dan meninggalkan jejak 😀 shalom!

      Like

  2. BOONG CUMA PURA2 PACARAN??? BOONG BANGET MIN!!! #GARUKGARUKMEJA #GARUKGARUKJIMIN

    INI APAAAA INI APAAAAA~~~ AAAGH, GREGETAN SUKAAK ❤ ❤ ❤ BENTAR DUH AKU HILANG AKAL DIBUATNYA #AZEK

    Kritik nihil aku maah. Iya aku mah apa wkwkwkwk. Tp aku suka sama gaya penulisan kamu yg kek lagi ngomong ke aku gitu, dan nuansa bete2 ngebahas mantan nyebelinya aduhai sekali.

    Sekali lagi, BOONG BANGET MIN CUMA PURA PURA JADI PACAR?? #SUPERTIDAKSANTAI

    Niwei, aku jg lg libur kuliah #trsKnp wkwkwkwk ditunggu yg lain lah Rito ❤

    Like

    1. JIMIN KAN EMANG SUKANYA BOONG KAK :(( JADI JANGAN PERCAYA SAMA DIA /DLOSOR/

      HUHU, TERIMAKASIH BANGET SUDAH SUKA SAMA KARYA RECEH INI ;~;

      wkwk, terimakasih (lagi) dan–ya, memang masih perlu belajar nulis lagi biar jadi lebih baik ke depannya o/ huhu, emang kalo ngebahas mantan suka bete /ngek/

      yey, kita sama2 libur kuliah 😄 /trus?/
      iyaaaa, kak azel juga ❤

      Like

  3. “Aku akan berpura-pura jadi pacarmu.” serius?? kenapa ngga beneran wkwk 😄
    kebayang deh Jimin yang melupakan sepiring ubinya untuk siap-siap menghajar mantannya Kei 😄 hahahahaa

    Like

    1. serius? jimin kan sukanya boong 😦 modus doang itu mah, jangan percaya :v
      Yakin deh, nanti pacarnya pasti dikentutin sama jimin :’) /apaan/

      yosh, makasih ya udah mau baca :’D

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s