Manager, Captain & Cheerleader [1/2]

Manager, Captain and Cheerleader 2

Manager, Captain & Cheerleader

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Yein – BTS’ Jungkook – Seventeen’s Mingyu

Cast : The Ark’s Halla – April’s Hyunjoo – Ikon’s Chanwoo

Genre : Fluff – Romance – School Life

Type : Twoshoot

Rating : PG-15

“Aku adalah seorang manager. Dia adalah seorang kapten. Dan sainganku adalah seorang pemimpin regu cheers—yang katanya cantik itu.”

.

.

            Hari ini ada perlombaan basket yang diadakan di sekolahku. Pemainnya si terdiri dari regu sekolahku—yaitu sekolah Seungri dan regu dari SMA Yedang. Ini adalah pertandingan final untuk mendapatkan kejuaraan dan—hari ini aku benar-benar sibuk!

.

            Semua orang pada berteriak memanggil namaku untuk meminta bantuan, mengambilkan minuman, memberikan mereka handuk—hey apa kalian pikir aku adalah seorang pembantu? Tidak! Aku ini manager untuk tim basket SMA Seungri! Profesi ini begitu banyak diminati oleh gadis-gadis di sekolahku loh. Makanya aku bangga dengan pekerjaan ini, ya walaupun rasanya kepalaku mau pecah karena permintaan 10 orang anggota basket ini. Tidak sembarang orang bisa menjadi manager mereka dan yang terpilih hanyalah aku hahaha.

.

“Jung Yein ambilkan sebotol air mineral!”teriak seseorang.

Mendengar suara itu aku langsung otomatis berlari mengambil sebotol air mineral yang ada di dalam kardus. Akhirnya suara ini memanggil namaku! Setelah aku berdiri di depannya aku langsung membukakan tutup botol minuman itu dengan bersusah payah. Keras namun sebelum aku bisa membukanya tangan si pemilik suara yang memanggilku tadi sudah terlebih dahulu mengambilnya.

“Lama sekali!”cibirnya.

Aku mencebik bibir. Ah, aku tidak terlihat sempurnakan di mata Jeon Jungkook. Kalian tahu siapa laki-laki bernama Jungkook itu? Dia adalah seniorku yang merupakan kapten basket sekolah kami. Dan stttt dia adalah alasanku bertahan di antara sembilan laki-laki menyebalkan lainnya hanya untuk menjadi manager—dan bisa dekat dengan Jungkook oppa.

Oppa fighting!”seru Yein.

Eoh gomawo..”balas Jungkook.

Rasanya begitu menyenangkan bisa berbicara dengan orang yang aku suka tanpa rasa canggung seperti gadis-gadis lain. Hahaha disaat para penggemar Jungkook oppa yang lain hanya bisa berdiri di pinggir lapangan untuk menyerukannya aku bisa melakukan itu di depannya sendiri—

Oppa-ya semangat untuk tandingnya nanti! Aku akan mendukungmu dari pinggir lapangan!”celetuk seorang perempuan.

Oh well.. Jika suara itu telah terdengar akulah gadis yang paling menyedihkan di dunia ini. Suara itu, suara lengking yang membuat gendang telingaku sakit adalah suara milik Lee Halla. Dia adalah kapten cheers di sekolahku dan—hiks dia kekasihnya Jungkook oppa.

Gomawo chagi-ya,”balas Jungkook.

Jungkook oppa bahkan memanggilnya Chagi di depanku. Ahhhh menyebalkan! Memangnya dia tidak tahu aku cemburu—oh ya dia memang tidak tahu kalau aku suka dengannya, bagaimana bisa dia tahu kalau aku cemburu. Jeong Yein yang malang.

.

            Aku duduk di pinggir lapangan bersiap untuk menyaksikan pertandingan anggotaku sekaligus mengantisipasi kalau mereka membutuhkanku. Aku duduk bersama para memain cadangan lainnya. Sementara di sisi lapangan sudah ada Halla dan pasukannya yang akan berteriak mendukung mereka dengan tarian dan pakaian seksi itu. Ew.. aku si tidak mau memakai baju seperti itu dan loncat-loncat tidak jelas di pinggir lapangan.

.

            Setelah pertandingan berlangsung dengan sangat panas akhirnya tim sekolahku memenangkan pertandingan dan membawa piala emas itu untuk sekolah! Yuhuuu!! Jungkook oppa memang hebat. Aku membawakan sebotol minuman energi dan memberikannya kepada Jungkook oppa tapi—

“Biar aku saja yang berikan ini untuk Jungkook oppa,”celetuk Halla.

Aku hanya bisa diam di tempat sambil menggeretak gigiku. Startku dicuri oleh Halla. Menyebalkan!

.

            Setelah mengurus anggota-anggota yang kelelahan akibat bertanding aku memilih untuk kembali ke ruangan untuk mengambil tasku. Aku masuk ke ruangan yang sangat sepi itu dan terkejut saat melihat Jungkook oppa sedang mengganti pakaiannya di depan mataku!

“Oh ada Yein, aku pikir siapa,”katanya dengan santai.

Oh baiklah.. Sebenarnya pemandangan ini adalah hal yang biasa untukku. Tidak dapat aku hitung pakai jari sudah berapa kali aku melihat Jungkook oppa topless tapi yang tidak biasa adalah detak jantungku. Aku tidak bisa mengatur agar jantungku berdetak dengan normal. Gila!! Rasanya aku benar-benar gila!

Chukae oppa..”kataku.

Eoh gomawo semua juga karena kau yang memaksa kami latihan seperti sapi perah,”balas Jungkook oppa.

Aku terkekeh pelan, “Itu semua ‘kan untuk kebaikan kalian. Tuh lihat hasilnya kita menang!”seruku.

Jungkook oppa tersenyum padaku. Ah manisnya senyum oppa. Bisa-bisa aku benaran gila bila lama-lama memandang oppa seperti ini.

.

            Aku berjalan pulang ke halte bus seperti biasa untuk menunggu bus pulang yang bisa mengantarkan aku sampai rumah. Karena aku kelamaan jadinya bus sudah berangkat sejak tadi. Itu artinya aku harus menunggu 30 menit lagi untuk bus yang menuju ke daerah rumahku. Sembari menunggu aku beristirahat sajalah. Rasanya begitu lelah menjadi manager tim basket. Aku tidak pernah mengeluh tentang pekerjaan ini di depan orang lain terutama gadis-gadis di sekolahku. Sebenarnya ini mengasikan bisa bermain dengan anak basket, bukan hanya Jungkook oppa saja. Mereka anak yang baik dan sangat kompak. Mereka juga saling bantu satu sama lain terutama Mingyu oppa yang sering menolongku mengambilkan sesuatu ketika aku tidak sampai. Aku iri dengan tinggi Mingyu oppa yang benar-benar seperti tiang itu.

Tin…tin..

Aku langsung menoleh begitu mendengar suara klakson dari sebuah motor. Apa kalian tahu siapa itu? Ternyata Jungkook oppa!

“Yein-ah kau belum pulang?”tanyanya.

“Aku menunggu bus,”jawabku.

“Aku ingin mentraktirmu makan. Bagaimana?”

“Hah??”

“Aku bilang ingin mentraktirmu makan. Kau mau?”

G…guys.. Apa ini nyata? Jeon Jungkook ingin mentraktirku makan? Aku dan dia saja? Sumpah ini nyata? Bolehkah aku berteriak—

“Kalau tidak mau ya sudah—“

Andwae! Jelas aku mau hehehe…”

“Naik ke motorku,”

Aku menganggukan kepalaku dengan cepat dan buru-buru membawa seluruh barang bawaanku. Setelah itu aku naik di motor Jungkook oppa untuk pertama kalinya dalam hidupku! Tuhan ini nyatakan? Kalau juga ini mimpi tolong jangan bangunkan aku..

“Kau siap?”

Ne!!”

.

            Aku hanya bisa menatap datar apa yang ada di hadapanku saat ini. Jungkook oppa memang mentraktirku makan tapi apa kalian tahu apa yang dia traktir? Itu mitarashi dango. Rasa kenyal dari makanan itu membuatku tidak suka tapi siapa yang tahu kalau Jungkook oppa benar-benar menggilai makanan tersebut?

“Kau tidak makan?”tegur Jungkook.

“Aku makan,”

Aku mengambil satu tusuk dango lalu memakannya. Rasanya tidak buruk tapi seperti yang aku bilang kenyalnya itu loh yang membuatku tidak tahan. Tapi.. setidaknya berada di tempat ini aku bisa makan bersama Jungkook oppa dan tahu makanan favoritnya. Selama ini aku hanya tahu kalau dia maniak pizza namun tidak dengan dango.

“Ini makanan favoritku. Ah akhirnya ada juga yang bisa diajak makan dango bersama,”serunya.

“Oppa tidak pernah pergi dengan Halla?”

“Tidak. Dia tidak suka makan jadi aku tidak pernah mengajaknya untuk makan makanan seperti ini,”

“Oh begitu..”

Aku memperhatikan Jungkook oppa yang ada di depanku. Dia terlihat begitu sempurna dan saat ini dia benar-benar seperti bocah yang sedang lahap memakan es krim sampai-sampai belepotan ke mana-mana. Aku mengambil tisu yang ada di atas meja lalu mengulurkan tanganku untuk mengusap dagu oppa yang terkena saos dango.

“Oh.. wae?”heran Jungkook.

“Ah mian. Ada saos yang lengket di dagu oppa,”balasku.

“Ah.. gomawo kalau begitu,”

Aku tersenyum tipis. Seandainya saja dia milikku. Itulah yang selalu muncul di pikiranku setiap kali aku melihat ke arah Jungkook oppa. Sejak awal aku masuk ke SMA ini, saat aku memperhatikan dia bermain basket di lapangan aku mulai jatuh hati kepadanya. Maka dari itu aku berusaha mati-matian mencari cara agar bisa kenal dengannya. Dan pada akhirnya aku mengikuti audisi untuk menjadi manager tim basket hanya untuk dekat dengan Jungkook oppa walaupun sebenarnya di tim basket sendiri ada Jeong Chanwoo yang merupakan mantan kekasihku saat SMP—sekarang kami adalah musuh jadi setiap kali aku melayaninya dialah yang paling membuatku sengsara menjadi manager tim basket. Oppa seandainya kau tahu perjuanganku huhuhu.

.

            Setelah sampai di depan rumahku aku turun dari motor Jungkook oppa dan membuka helm oppa yang dia pinjamkan untukku. Aku benar-benar senang bisa pulang diantar oleh Jungkook oppa. Apa ini ya rasanya menjadi Halla yang terkadang diantar pulang oleh Jungkook oppa saat dia pulang latihan cheerleading?

“Oppa terima kasih sudah mengantarkan aku pulang,”kataku sambil membungkukan sedikit badan.

“Oh iya sama-sama,”

“Kalau begitu hati-hati di jalan,”

Aku tersenyum tipis kepada Jungkook oppa dan dia membalas senyumanku. Namun dia masih tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya bahkan dia belum menyalakan kembali mesin motor kerennya.

“Yein-ah..”panggil Jungkook oppa.

“A—apa?”tanyaku kaget.

“Kalau aku mengajakmu makan di tempat itu lagi apa kau mau? Sepertinya kau suka dango,”kata Jungkook oppa.

“Tentu saja!”seruku.

Karena terlalu bersemangat aku kehilangan kontrol dan terlihat seperti orang aneh di depan oppa. Ah, dia mentertawakanku saat ini.

“Kalau begitu kapan-kapan aku akan mengajakmu makan dango lagi,”

Aku tidak bisa mengontrol senyumanku. Aku benar-benar tersenyum sampai-sampai rasanya bibirku ini pegal karena tersenyum begitu lebar. Jungkook oppa kini telah pergi dari hadapanku bersama motornya yang keren—tapi si pemilik jauh lebih keren kok. Aku masuk ke dalam rumah dengan perasaan berbunga-bunga. Hwaa hari ini aku benar-benar pengagum rahasia yang super duper beruntung!

.

            Keesokan harinya aku sekolah seperti biasa. Kini jam istirahat sehingga aku bersama sahabatku yang super cantik yaitu Hyunjoo pergi ke kantin bersama. Hyunjoo lah yang selama ini menyuruhku untuk menjadi manager tim basket agar aku bisa dekat dengan Jungkook oppa. Mungkin kalau bukan karena nasehat—atau lebih tepatnya dumelannya setiap hari kepadaku—aku tidak akan menjadi bagian dari tim basket itu.

.

            Setelah mendapatkan makanan kami, aku dan Hyunjoo pergi mencari tempat kosong. Kami telah mendapatkan tempat yang pas dan kini waktunya untuk mengisi perut kami yang keroncongan. Aku dan Hyunjoo tidak suka berbicara saat makan jadi kami hanya menyantap makanan dengan cepat agar segera pergi dari kantin dan kembali menghabiskan waktu istirahat dengan mengobrol. Kebetulan si aku ingin memberitahu Hyunjoo kalau aku dan Jungkook oppa kemarin—

“Jangan dekati dia!”

Brag!!

Seseorang menggebrak meja sehingga aku dan Hyunjoo terkejut bukan main. Untung saja kami tidak mati keselek makanan karena mendengar teriakan dan dihadiahkan dengan gebrakan meja barusan. Aku melotot saat tahu siapa yang menghampiriku. Lee Halla.

“A…apa?” tanyaku berpura-pura tidak tahu.

“Kau pikir aku tidak tahu kalau aku kemarin pulang bersama Jungkook oppa? Ya Jeong Yein sadarlah dia itu pacarku!” bentak Halla.

Seisi kantin kini memperhatikan aku dan Halla. Bagaimana ini? Kenapa Halla bisa tahu. Apa yang harus aku jelaskan kepadanya?

Ya Halla apa salah Yein?” tanya Hyunjoo.

“Diam! Kau tidak usah ikut campur!” bentaknya.

“Jungkook oppa—“

“Kau tidak pantas memanggil pacarku oppa!”

“Jungkook sunbae—“

“Kenapa kalian menyebut namaku?”

Aku, Halla dan Hyunjoo langsung menoleh ketika suara Jungkook oppa terdengar di telinga kami. Waktu yang pas. Aku menatap Jungkook oppa meminta pertolongan kepadanya agar menjelaskan apa yang terjadi.

“Halla-ya ada apa?” tanya Jungkook.

“Aku hanya ingin menegurnya agar tidak menganggu kau lagi, oppa..”

Geureu? Ayo lebih baik kita makan saja dibandingkan membicarakan hal tidak penting ini,”

DEG!

Tunggu, aku tidak salah dengarkan kalau Jungkook baru saja mengucapkan kalimat yang sama saja berartikan dia mengabaikan estitensiku. Hal tidak penting katannya? Halla dan Jungkook kini pergi dari pandangannya namun rasa perih masih terasa dengan sangat jelas di hatiku. Rasanya begitu sakit. Harusnya aku sadar kalau kekasih Jungkook itu Halla bukan dia. Untuk apa dia berharap laki-laki itu membelaku, toh Jungkook bukan siapa-siapa bagiku.

“Yein-ah ayo makan—“

Tanpa mendengar lebih lanjut ucapan Hyunjoo aku langsung pergi meninggalkan sahabatku itu. Aku ingin menangis di tempat yang tidak akan orang lain ketahui. Hiks.

.

Hiks…hiks…

Aku terus menangis tanpa mempedulikan orang lain akan mendengar. Lagi pula aku berada di tempat tertutup dan aku rasa tidak akan ada orang lain yang tahu aku ada di sini. Apa aku harus menyerah saja ya jadi penggemar rahasia Jungkook oppa? Rasanya begitu sakit apalagi Jungkook oppa tidak pernah melihat ke arahku. Dan juga apa aku harus berhenti saja jadi manager tim basket? Percuma aku menjadi bagian dari mereka padahal kenyataannya aku tidak memiliki kesempatan sedikit pun.

“Menyebalkan!” rutukku.

“Kau yang menyebalkan!”

Aku langsung membulatkan mataku saat mendengar seseorang menyahut ucapanku barusan. Lalu kuusap seluruh air mata yang lengket di pipiku. Astaga untuk aku tidak punya kebiasaan mendumel lebih atau mengumpat orang saat menangis. Kalau tidak pasti orang itu akan tahu kalau aku sedih karena Jungkook oppa dan Halla.

.

            Aku keluar dari tempat persembunyianku dan sangat kaget saat tahu yang mengatai aku menyebalkan tadi adalah Jeong Chanwoo. Kenapa dia ada di tempat ini si? Benar-benar alur cerita yang buruk, heol.

Aigoo menangis? Wajahmu jelek sekali,” ledeknya.

Ya. Aku sudah mengatakan kepada kalian ‘kan kalau Chanwoo dan aku adalah musuh? Hal yang dia lakukan kepadaku saat bertatap muka denganku pastilah mengejek, mencaci atau menjelek-jelekkan diriku. Moodku yang buruk menjadi tambah hancur karenanya.

“Kenapa kau di sini?” tanyaku ketus.

“Aku yang harusnya bertanya kenapa kau ada di sini? Kau menganggu tidur siangku, hidung meleber!”

Otomatis aku langsung menyentuh hidungku. Aahhhh karena menangis ingusku menyebar ke mana-mana. Kenapa hal ini harus terjadi di depan Chanwoo si? Ini akan menjadi bahan ejekkan yang baru untuknya.

“Tanggap!”

Chanwoo melemparkan sesuatu kepadaku, yaitu sebuah sapu tangan. Aku dengan tangkas menangkap sapu tangan itu dan mengeggamnya dengan erat.

“Kenapa kau memberikan ini?” tanyaku.

“Jijik tahu. Lap hidungmu pakai itu tapi jangan kembalikan!” jawabnya.

Aku mengendus. Niatnya baik tapi kata-kata itu benar-benar menusuk di hatiku. Perlahan aku berjalan menghampiri Chanwoo. Tidak enak juga berbicara berjauhan seperti ini ‘kan?

“Biar aku tebak kau pasti patah hati karena Jungkook hyung,”

Apa itu tertulis di jidatku bahwa aku sedang patah hati karena Jungkook oppa? Kalau tidak tertulis bagaimana Chanwoo bisa tahu aku patah hati karena Jungkook oppa—TUNGGU! Chanwoo tahu aku suka Jungkook oppa?

“Kau! Kau tahu dari mana kalau aku patah hati dari Jungkook oppa? Kau tahu aku sukanya?” tanyaku menggebu-gebu.

“Ya aku sudah mengenalmu beberapa tahun. Aku juga hapal gerak-gerikmu saat jatuh cinta. Melihat tingkahmu ke Jungkook hyung megingatkan aku saat kau tergila-gila denganku dulu. Sama persis ckckckc,”

Oh my gosh! Berani taruhan pipiku sudah merah karena ucapannya barusan. Oke, benar aku dulu tergila-gila dengannya tapi itu adalah suatu kesalahan fatal dalam hidupku. Siapa sangkah kalau Jeong Chanwoo akan menjadi laki-laki yang paling menyebalkan di dunia ini?

“Jangan patah hati,” celetuk Chanwoo.

“Apa katamu?” tanyaku.

“Jangan patah hati Jeong Yein!” ulangnya.

“Kenapa tidak boleh patah hati?” tanyaku lagi.

“Karena patah hatimu itu hanya sia-sia. Ah sudahlah mending aku pergi tidur di tempat lain. Aura di sini jadi sangat tidak enak karena kedatangamu,”

Chanwoo berdiri dari tempatnya lalu berjalan meninggalkanku seorang diri di tempat ini. Well, kenapa dia mengatakan patah hatiku ini sia-sia? Memangnya kenapa kalau aku patah hati? Solma! Apa dia cemburu karena aku patah hati karena Jungkook oppa? Ckckckc sorry Jeong Chanwoo sampai kapanpun aku tidak mau lagi kembali denganmu.

.

TBC

 

Ahh.. Sepertinya ff ini gak terketik<?> sesuai harapanku T_T

Maafkuen kalau ceritanya mainstream zzz~

Dan sepertinya ini akan menjadi twoshoot.. tunggu aja ya nextnya :p

Dont forget untuk ninggalin komentarnnya. Bye~~

Advertisements

7 thoughts on “Manager, Captain & Cheerleader [1/2]

  1. jajajaja, setelah nunggu kapan fic ini datang–akhirnya bagian pertama muncul :’D /dlosor bareng mba kei/

    INI GAK JELEK KOK, BAGUS BANGET MALAH T-T AKU SUKA SAMA BAGIAN SATUNYA ❤ dek yein lagi patah hati, wkwk

    dan aku suka interaksinya yein-changwoo masa? ❤ walaupun bukan ship mereka tapi ucul banget–macem tom n jerry /wut/

    mz jeka kamu kapan peka toh? lelah aku nungguinnya 😦 /loh/
    dek halla juga overprotektif banget jadi pacar, huhuhu /kayang/

    ngomong2, mz mingyustastu (?) kapan munculnya nih? 😉 wkwkwk

    yosh, ditunggu bagian duanya :’D tetep semangat nulis yaahhh ❤

    Like

  2. Yeyy akhirnya publish dan kayaknya agak telat baca
    ahh kenapa halla jdi cewe rude menye2 sih huhh gyagyagyaaa ada chanwoo sama mingyuuuu
    lah ini ceritanya yein sama chanwoo mantan, gitu?
    ahh aku suka yg teenage2 gini ~
    kutunggu kak, semoga eksistensi chanwoo makin kentara deh di chapter selanjutnya XD semoga juga ada mingyu ^^ semangat kak fani ~

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s