[Freelance] Pink Chrysan

Standard

POSTER Pink Chrysan

Pink Chrysan

Author: imeirianp // Cast:  Lee Mijoo LOVELYZ, Kim Myungsoo INFINITE // Genre: General, Romance // Rating: T // Length: Vignette

Cerita ini 100% pemikiran Author yes. Cast diatas milik Tuhan. Please don’t be plagiat and silent reader. Comment kalian sangat berharga untuk kemajuan menulis author,, Oke. Happy reading!

Note: tulisan yang dicetak miring adalah perkataan dalam hati cast.

***

 

Sebagai anak yang pendiam, biasanya Myungsoo tidak akan keluar rumah saat sekolah libur, melainkan menemani Ibunya untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Sebenarnya Myungsoo punya banyak teman. Tapi, karena sifatnya yang introvert, dirinya agak risih saat bersama teman-temannya. Bukan karena mereka nakal atau gimana ya…. Yahh, hanya saja Myungsoo lebih suka ketenangan.

Sama seperti hari minggu yang lalu, Myungsoo diajak oleh Ibunya ke toko florist langganan mereka. Biasanya, Myungsoo membantu Ibunya memilih bunga-bunga segar untuk di letakkan di vas rumah. Bahkan Myungsoo punya beberapa vas cantik yang sengaja ia letakkan di dalam kamar tidurnya.

Tidak seperti hari minggu yang lalu, hari ini di MJ’s Florist lumayan ramai. Saat Ibu Myungsoo membuka pintunya, beberapa dentingan lonceng menyapa telinga Myungsoo. Disana ada beberapa karyawan toko dan seorang wanita memakai baju putih dengan beberapa aksen renda dan pita. Rambut wanita itu di sanggul sederhana dan diberi beberapa bunga segar, menambah anggun si wanita tersebut. Myungsoo mengenalinya, dia adalah pemilik toko ini.

“Omma, aku juga mau seperti itu. Aku juga tidak mau kalah cantik seperti omma. Kan ini pesta ulang tahunku.” Pinta seorang gadis tersebut sambil menunjuk riasan rambut milik Ibunya. Sepertinya gadis itu seumuran dengan Myungsoo.

Oohh ternyata itu anaknya pemilik toko florist ini. Dia sangat cantik seperti Ibunya. Matanya besar dan pipinya merona merah. Rambut hitamnya dikepang satu kesamping. Beberapa anak rambut tergerai natural di sekitar telinganya. Saat ini, tangan Ibunya sedang sibuk menaruh beberapa bunga krisan kecil warna pink di sela kepangannya. Selama 13 tahun aku hidup, belum pernah aku melihat seorang gadis kecil yang sangat cantik seperti dia.

 “Myungsoo, kau mau membeli bunga apa?” ucapan Ibu membuyarkan lamunan Myungsoo. Tak disangka, dengan cepat iya langsung menunjuk kearah gadis cantik itu.

“Aku mau yang itu, Bu. Dia sangat cantik sekali”. Kata Myungsoo polos.

“Apa kau yakin? Kau menunjuk gadis itu. Dia memang cantik sekali, tapi sayang dia tak bisa kita bawa pulang, Myungsoo…” ledek Ibu Myungsoo sambil tersenyum jahil.

“Ahh, Ibu salah mengerti. Aku mau bunga yang ada di kepangan gadis itu, Bu. Hahaha” ujar Myungsoo salah tingkah.  Akhirnya, setelah beberapa bunga segar dibeli, Myungsoo dan Ibunya pun pulang kerumah.

7 tahun kemudian………

“Duhh,, kenapa lagi kau, Blue?!” keluh Myungsoo pada motor vespa jadul warna biru kesayangannya. “Kau kan motor, hanya benda mati. Selalu deh, kalau gerimis seperti ini pasti mogok. Kau tak mau basah kuyup kehujanan hah??” oceh Myungsoo kepada motor miliknya. “Oke kalau kau inginnya begitu, kita istirahat disini dulu.” Kata Myungsoo sambil menuntun motornya meneduh di teras rumah milik seseorang. Teras itu sangat rimbun oleh tanaman merambat. Sampai-sampai, tanaman itu membentuk atap hijau yang cantik. Sesaat iya duduk di lantai teras, tiba-tiba Myungsoo dikejutkan dengan sesosok orang dari kejauhan yang sedang mengayuh sepeda dengan sangat kencang dan mengarah kearahnya saat ini. Tiba-tiba “Awaaasss” teriak orang tersebut sambil berusaha mengendalikan sepedanya. Akhirnya Myungsoo segera bangun dari duduknya dan dengan refleks memeluk Blue.

“Waww,, menyenangkan sekali. HAHAHAHAHA.” kata orang tadi sambil men-standar sepedanya di depan Myungsoo. Wajah orang itu tidak merasa bersalah. Dia melirik Myungsoo yang wajahnya sudah pucat saat ini.

“Bisakah kau tidak seperti tadi. Kukira kau akan membunuhku tau!” kesal Myungsoo masih memeluk Blue.

“Ohh sori aku minta maaf.” sesal orang ini sambil menunduk. “ Tapi kau juga harus tau, ini rumahku. Sah – sah saja kalau aku mau menabrak tembok rumahku sendiri” lanjut orang tadi  tapi kepalanya terangkat sambil menyalahkan Myungsoo.

Hei, dia kan perempuan. Bisa tidak sih dia bersikap manis? Ku kira tadinya dia laki-laki. Memakai kaos putih kebesaran dengan celana jeans selutut. Rambut panjangnya iya gulung dan disembunyikan di balik snapback hitamnya. Sepatu putihnya sudah dekil dan terdapat beberapa coretan spidol. Apa dia tidak punya teman? Atau dia tidak punya uang untuk membeli buku diary? Sampai-sampai menulis curhatannya diatas sepatunya. Aku bisa membaca beberapa tulisan seperti I HATE U dan LIAR (pembohong) disana.

“Kau pemilik rumah ini? Asal kau tahu saja, aku kenal dengan pemiliknya. Dia pasti lebih manis dan cantik 100 kali daripada kau!” ledek Myungsoo sambil mengamati penampilan perempuan tadi.

“Apa kau ragu?? Ini buktinya!” balas perempuan itu sambil menunjukkan kalung inisial MJ miliknya.

“Mana? MJ? Apa kau ini Michael Jackson?” cecar Myungsoo tak mau kalah sambil tertawa sinis.

“Lihat saja kalau tak percaya. Aku Mijoo. Lee Mijoo, sama seperti tulisan yang ada di tiang itu” tunjuk perempuan itu agak sedikit santai.

Ohh, TIDAK! Apa dia Mijoo, anak yang punya toko florist ini? Memang bangunan ini sudah tidak jadi toko florist lagi. Tapi aku masih bisa mengenali bekas toko florist ini yang asri. Tapi sungguh! Aku sama sekali tak mengenali pemiliknya. Tapi entah kenapa, hatiku langsung menyetujuinya kala iya mengaku sebagai Mijoo. Aku mengetahui namanya saat kue ulang tahunnya diantar dari toko kue seberang toko florist ini. Lilin yang berbentuk huruf M-I-J-O-O itu menghiasi kue ulang tahunnya.

“Oh, kau Mijoo ya. Maaf aku tidak mengenalimu. Sudah 7 tahun lamanya. Apa kau pernah pindah ke tempat lain? Setelah florist ini tutup, aku tak pernah melihatmu lagi.” Ujar Myungsoo dengan sorot mata yang bertanya-tanya. Mijoo yang mendengarkan pun tidak mempercayainya. Bagaimana bisa ia bertemu dengan laki-laki asing yang tahu dirinya bahkan sejak dulu.

“Kau jangan sok tahu dan ingin tahu, ya! Aku bisa menghabisimu disini kalau kau macam-macam!”. pinta Mijoo dengan lantang dan segera maju beberapa langkah dari posisi sebelumnya.

“Maaf, aku hanya ingin mengenalmu saja. Saat kau ulang tahun ke-13, saat itu aku dan Ibuku mampir ke florist-mu. Aku bahkan masih ingat seperti apa cantiknya dirimu dengan gaun putih yang serasi dengan baju renda Ibumu. Kalian berdua terlihat mirip….”

“Stop. Kumohon jangan kau bandingkan aku dengan Ibuku. Kau tahu, aku membencinya sampai saat ini”. pinta Mijoo dengan air mata yang mencuat dari sudut matanya.

Oh Tuhan. Aku tak menyangka hal ini terjadi pada gadis cantik ini. Sudah terlihat jelas dari matanya bahwa ia memendam benci terhadap seseorang, bisa kulihat juga dari coretan di sepatunya. Tapi yang tidak aku percaya adalah ia membenci Ibunya. Ku kira ia akan hidup tenang damai bersama kedua orang tuanya, selalu menampilkan senyum manis diwajahnya. Bahkan tampilannya saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan terakhir kali aku melihatnya.

“Ayah dan Ibuku bercerai. Kalau kau benar-benar mengenalku, kau pasti tahu seberapa dekatnya aku dengan Ibuku. Bahkan saat pertama kali kau baru melihatnya. Tapi sayangnya, Ibuku malah menyuruhku untuk tinggal dengan ayahku yang super sibuk. Saat itulah aku benar-benar membenci Ibuku.” Kata Mijoo sedikit emosi.

“Mungkin Ibumu punya alasan khusus kenapa ia ingin kau hidup dengan Ayahmu.” Ujar Myungsoo berusaha menghapus titik-titik kebencian dalam hati Mijoo.

“Aku baru mengetahui alasan itu 1 tahun yang lalu. Ibuku meninggal karena sakit. Karena hal itu, tidak menjadikan hatiku luluh untuk memaafkan Ibuku. Sebaliknya aku sangat membencinya dan membenci diriku sendiri. Seharusnya ia bisa memberikan kesempatan terakhir kepadaku untu berada disisinya disaat-saat terakhirnya.”

“Kau harus bisa memaafkan Ibumu. Aku yakin bahwa Ibumu akan tenang meninggalkanmu saat hatimu bersih dari rasa benci ini. Tak baik membenci orang apalagi dia adalah Ibumu sendiri.” Kata-kata Myungsoo sedikit meredakan emosi Mijoo yang meluap.

“Ku harap aku bisa. Aku juga ingin hidup tenang tanpa terbebani rasa benci ini. Terima kasih ya, siapa namamu?” Tanya Mijoo sambil mengusap air matanya.

“Namaku Kim Myungsoo.”singkatnya.

“Kau bilang kau melihatku terakhir kali saat aku ulang tahun ke-13?” Tanya Mijoo lagi.

“Ahaha, iya. Saat itu aku menemani Ibuku membeli beberapa bunga segar disini.” Myungsoo sedikit malu-malu mengakuinya.

“Mungkin kau memang disana saat itu, tapi aku tak ingat sama sekali.” Kata Mijoo sedikit menyesal.

“Apa kau mau aku membuktikannya padamu lagi tentang satu hal yang selalu aku ingat selama ini?” ledek Myungsoo sambil cengengesan.

“Apa? Coba saja kalau kau tahu segalanya.” pinta Mijoo sedikit meremehkan Myungsoo.

“Kau tahu dan aku juga tahu. Hari ini hari ulang tahunmu kan? Tepat tanggal 10 Oktober. Selamat ulang tahun yang ke-20 Lee Mijoo. Semoga kau selalu bahagia.” Ucap Myungsoo dengan penuh bangga.

“Astaga, kau benar. Apa kau stalker? Atau secret admirer-ku, Myungsoo?”

DEG. Astaga. Jantungku rasanya hampir copot. Wajah cerianya kembali lagi. Persis saat terakhir kali aku bertemu dengannya. Dan klimaksnya adalah dia menyebut namaku dengan mimik lucu sambil meledek. Ahoiiiii,, Blue! Kau memang motor pembawa keberuntungan. Bertemu dengan seseorang yang selalu melintas di pikiranku, tepat di hari ulang tahunnya. Lega rasanya mengucapkan kata sederhana yang dulu belum pernah aku sampaikan.

“Terima kasih, Myungsoo. Apa kau sengaja menungguku disini, berpura-pura meneduh di depan rumahku?” goda Mijoo sampai-sampai tawanya meledak membuat Myungsoo malu dan menutupi semburat merah di wajahnya.

“Ya mungkin. Tapi sayangnya aku tidak membawakan kado buatmu.” sesal Myungsoo. Matanya melihat sekitar depan rumah Mijoo. “Aha! Tunggu sebentar, Mijoo. Tutup matamu.” Pinta Myungsoo.

“TARRAA!” seketika rangkaian daun dan bunga warna-warni menghiasi kepala Mijoo. Snapback Mijoo sengaja Myungsoo ambil dari kepalanya. Tampilannya seketika menjadi berbeda dari sebelumnya. Rambut gelombangnya menambah anggun tampilan Mijoo. Tiba-tiba wajah gadis itu muncul lagi, dengan mata dan senyum yang tak lekang oleh waktu.

“Waw,, terima kasih. Ini hadiah terindah dari seseorang yang belum ku kenal. Upps, maksudnya secret admirer-ku.” Ujar Mijoo sambil menautkan tangannya ke tangan Myungsoo.

Astaga. Lagi-lagi aku hampir mati berdiri. Dia benar-benar gadis yang susah ditebak. Sebenarnya dia bukan seseorang pendendam. Hatinya mudah luluh oleh sesuatu yang simple. Contohnya saja seperti mahkota bunga buatanku ini. Aku berharap saat ini aku bisa membawanya pulang ke rumah. Akan aku jadikan dia milikku selama-lamanya. Mijoo, you are my first love. Ku harap kau berhenti membenci Ibumu karena, dialah yang membuat kau terlihat cantik sehingga aku langsung jatuh hati padamu. I LOVE U ❤

Mijoo POV [Flashback ke 7 tahun  yang lalu]

Di depanku sudah terdapat kue tart coklat dengan 13 batang lilin menyala dan namaku diatasnya. Saat Ibuku meminta padaku untuk mengucapkan harapan, harapanku adalah:

“Ya Tuhan, semoga hidupku selalu bahagia bersama kedua orang tuaku. Aku juga ingin memiliki pasangan yang menyayangiku, sama seperti cinta ayah dan Ibu. Ku harap di masa depanku nanti aku akan bersama-sama dengan orang yang aku cintai.”

Saat aku membuka mata setelah selesai berdoa, ku lihat sesosok anak laki-laki dengan kemeja biru dan jeans sepanjang lutut menggenggam bunga krisan berwarna merah muda, persis sama seperti yang ada di riasan rambutku. Matanya yang tajam seperti elang sama sekali tidak menakutkan karena hatiku tersihir oleh senyum manisnya. Astaga, apakah aku tertarik padanya? Mana mungkin, aku baru saja melihatnya hari ini.

Tapi, Kenapa rasanya hatiku sudah terpaut dengan dirinya karena menatapnya barang beberapa detik. Ya Tuhan, jikalah memang hatiku telah terpaut dengan laki-laki ini bukan karena perasaan labil remaja pada umumnya, ku harap aku bisa bertemu dengannya di masa datang.

 

FLASHBACK END [ masa sekarang]

Tuhan, terima kasih kau telah mengabulkan doaku 7 tahun yang lalu. Walau tidak semua doa dapat terkabul, tapi satu doaku benar-benar terkabul tepat disaat ulang tahunku ke-20. Bertemu dengan laki-laki yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat ini aku berharap, jangan pisahkan aku dengannya dan jadikan dia milikku selama-lamanya.

.

.

.

HOLAW para penghuni LOVELYZ Fanfiction Indonesia >0<

imeirianp disini dari 95line,, salam kenal semuanya. Ini ff pertamaku lho. Sorry kalo gajenya gak ketulungan. Sebenernya mau pairing Yein sama Kookie. Tapi di cerita ini lebih pas kalo Mijoo dan Myungsoo yg memerankan HAHAHA. Silahkan Comment sebanyak-banyaknya ya. Kritik dan saran kalian sangat ditunggu buat kemajuan saya dalam berkarya. Bye bye … Annyeong ~

Btw, posternya gaje banget. Berasa baru tau corel draw aja. Maapkeun ya 

Advertisements

4 thoughts on “[Freelance] Pink Chrysan

  1. ANi

    Aku mau komen apa ya, bingung. Halo kak imei/? aku suka sama ceritanya. Pair nya myung-myung ama mijoo pula, jarang ya kayanya pair yang ini. Biasanya mijoo ma woohyun, kan ya…
    Aku ngerasa kayanya myung agak cheesy kaya keju yang manis nya melebihi takaran gula pada cupcakes/aduh laper/ dan bikin tepar seketika, cocok sih ganteng gitu myungsoo nya. Pokoknya aku suka sama karakternya mijoo disini, suka banget😊
    #cukupsekian
    #nyeburkelaut

    Like

  2. Hai makasih ANi udh nyempetin baca dan komen di ff gajelas gini.
    Iya panggil imei juga gapapa..
    Masih tahap blajar dari para author lainnya,,
    Iya emg mau bikin myungsoo kayak gitu dan mijoo yang cantik tapi pecicilan wkwk
    makasih ya udh suka 😀

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s