[Freelance] Empty

Standard

empty-2

Empty

Poster by  yuliant storyposterzone

Author: ANi // Main Cast: Kim Ji Yeon or Kei (LOVELYZ’s), Do Kyungsoo (EXO’s) // Genre: School Life, Fluff(gagal), Friendship // Rating: T // Length: Vignette

This is my story, just mine. The cast’s is not mine. Warning Typo’s everywehere, guys. Don’t be plagiat and Siders, PLEASE…TT

Kei menatap kosong pada mangkuk berisi sup panas yang mengepul untuk makan siang nya di kantin.  Ditemani dengan semangkuk nasi juga, tangan nya terangkat untuk menyentuh sumpit yang tergeletak manis di sebelah sup.

“Kau mau makan atau mau melihat-lihat makanan, nona Kim?” Tanya Mijoo dan memajukkan tubuhnya ke hadapan Kei.

“Rasanya ada yang kurang.” Keluh Kei dan memelas pada Mijoo.

“Kau kan belum coba makanan nya, mana mungkin tau rasa dari sup itu.” Sahut Jisoo dan memandang Kei tak mengerti.

“Entahlah, itu yang kurasakan.” Balas Kei lemah dan memulai acara makan nya dengan pelan.

“Ya ya, aku mengerti arah nya kemana.” Yein tersenyum kecil dan mengikuti Kei yang mulai sibuk dengan acara makan nya.

Kei menatap kosong pada papan tulis di depan nya. Entah sudah yang ke berapa kali Kei melamun dengan tatapan kosong seperti itu. Untung saja kelas sudah tidak ada murid dan hanya Kei yang tersisa disana. Ya bel berbunyi sekitar 10 menit yang lalu dan Kei masih betah ada ada disana mungkin pantat nya sudah tertempel oleh lem di kursi.

Kei memiringkan  kepala nya ke arah kanan saat suara-suara gaduh datang dari luar kelas. Kalau tidak salah, suara gaduh itu akan datang jika sunbae nya mulai datang. Tapi bukan nya makin gaduh-seperti biasa-suara di luar tiba-tiba berhenti.

“Kenapa ya tidak gaduh lagi?” Gumam Kei lalu memangku wajahnya dengan satu tangan.

“Hei nona Kim, lihat tuh si Jong hitam menunggumu.” Jahil sunbae nya dengan suara keras dari luar. Begitu Kei memalingkan pandangan nya pada pintu kelas, 2 kepala manusia sudah ada di sana. Begitu tatapan mereka bertemu, Kei kembali menatap papan tulis dengan kosong.

“Yeol, kau tau si nona Kim itu kenapa? Kupikir dia menjadi gila.” Bisik salah satu pria.

“Tidak, mungkin dia akan kehilangan nyawa nya sebentar lagi.” Sahut pria yang di panggil ‘Yeol’ itu dengan tatapan menyelidik.

“Ah Yeol, dia sedang tidak asik di ganggu. Ayo pergi saja.” Ujar pria berawajah seperti bayi itu dan menarik teman nya.

“Mengganggu saja pekerjaan nya.” Desis Kei dan kembali memandang papan tulis nya.

Kei memandang lapangan basket dengan tidak berminat. Hari-hari nya sudah hancur karena mood nya ada di level terbawah garis standar. Dan itu menyebab Kei kembali menjalani aktifitas barunya, menatap kosong daerah sekitar. Ya kalau juga bukan karena dingin nya musim akhir tahun, sudah pasti Kei takkan menjadi sensitif, yang akan membawa petaka pula pada mood nya beberapa hari kedepan.

“Tuh lihat.” Ujar Soojung pada seorang pria yang menghampiri nya dan menunjuk Kei.

“Hhhh.” Desah Kei lemah. Dan Kei kembali memangku wajah nya seperti biasa.

“Nona Kim.” Sapa seseorang tepat di belakang punggung gadis itu.

“Ya, ada apa?” Tanya Kei malas dan memutar kedua bola matanya.

“Nona Kim.” Sapa nya ulang.

“Engh, ada apa?!” Gertak nya kesal tanpa memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang menyapa nya.

“Kim Ji Yeong.” Tegur pria itu.

“Yayayaya, ada apa Tuan?” Tanya Kei dengan masih bertahan pada posisi nya.

“Pria, em, Tuan Do ada disini.” Gumamnya tepat di belakang tubuh Kei.

“Candaan macam apa itu, sunbaemin?” Kali ini suara Kei mulai berubah tak lagi seperti tadi, malas.

Akhirnya tak ada lagi suara apapun di belakang tubuh Kei. Ia begitu malas hanya sekedar menyahut suara itu, apalagi melihat muka konyol sunbae nya. Ya siapa tadi, Tuan Do? Apa itu candaan lucu di dunia ini? Oke, itu tidak lucu.

Sudah berapa hari ya, pikir nya dan mulai menghitung hari. Jari-jari kecil nya mulai bergerak untuk menghitung. Oh tiga hari, lanjut batin nya dan Kei menghela napas pelan. Tapi duduk di atas tribun yang bersalju, bukan menjadi tempat mengenakan untuk Kei menghitung apalagi berpikir. Yang akhir nya membuat gadis-yang mirip dengan manekin-itu berdiri dan pergi dari lapangan.

“Kei, kau mau kemana?” Tanya Myung Eun dengan suara nya yang menggelegar.

“Mau jalan-jalan, aku bosan.” Jawab nya tanpa menoleh.

Dan disinilah ia, duduk manis di bangku kantin yang sepi dengan-teman-segelas teh hangat yang baru saja di pesan nya tadi. Kembali pada kegiatan nya, ia menatap kosong pada taman belakang yang seluruh nya berselimut putih lewat kaca besar disebelahnya.

“Aku duduk disini, ya?” Tanya seorang pria pada Kei.

“Hm.” Jawab nya singkat tanpa menoleh.

Sekitar 5 menit berselang, Kei baru menyesap teh nya yang sedikit mulai mendingin. Mungkin karena cuaca, entahlah. Tapi matanya tak lepas pada pemandangan serba putih di luar jendela sana. Begitu ia melirik sekilas pada tangan yang ada di depan teh nya, ia menyerngit.

“Kau baru sadar?” Tanya suara itu dengan dingin. Kei manatap ‘pasangan’ duduk nya di kantin dengan mata lebar. Mendengar pertanyaan nya barusan saja sudah membuat Kei berdegup kencang sekarang. Bukan karena suara itu begitu menusuk, tapi karena suara itu lah yang selama ini ia rindukan.

 Si wakil ketua OSIS dengan mata bulat itu adalah kakak kelas nya yang notabene ia sukai. Wajah nya yang-biasanya-jarang sekali mengumbar senyum, menurut Kei, sekarang tepat berhadapan dengan nya. Apa yang harus aku lakukan sekarang Tuhan, gusar nya dalam hati.

“Kau, mencari aku kan selama 3 hari ini?” Tanya sunbae nya itu masih dengan tatapan menusuk plus suara nya yang dingin. Oh ya ampun, Kei bisa mati detik ini juga.

“A-apa? Aku mencari sunbae selama ti-tiga hari ini?” Pekik Kei dan menunjuk diri nya sendiri cepat.

“Ya, kau mencari ku.” Kata pria itu cepat.

“Ya ampun, sunbae. Apa aku sedang bermimpi hari ini? Tentu saja aku tidak mencari Sunbae.” Tukas gadis itu cepat lalu meminum teh nya.

“Ya, mungkin aku yang bermimpi karena berharap kau akan mencari ku. Ah sudahlah itu tidak penting, aku pergi.” Sahut sunbae nya itu dan pergi. Kei yang mendengar nya hanya diam, menghentikkan aktifitas nya seketika. Lalu ia menggigit bibir bawah nya.

Dengan lemah, Kei menyusuri jalan setapak yang tertutupi salju. Tahun baru akan segara datang dan sekolah Kei sudah libur sejak 2 hari sebelum natal kemarin. Dan ada rasa bosan di beberapa hari menjelang tahun baru untuk Kei, yang menyebabkan gadis itu keluar rumah di saat salju turun dan gadis itu berkeliling di perumahan nya yang terletak di pinggiran kota.

Saat Kei menghampiri kedai es krim yang selalu ia datangi setiap pulang sekolah saat musim panas, matanya menangkap siluet Kim Jong In, pria hitam primadona sekolah, yang sedang membantu bibi nya yang membawa barang-barang. Kalau tidak salah ia dengar, pria hitam itu adalah kerabat dari Bibi dan Paman penjual es krim di kedai itu. Dan pria hitam itu adalah salah satu dari sekian banyak pria yang dekat dengan Do Kyungsoo.

Setelah itu, Kei kembali berjalan menuju taman lewat jalan-jalan kecil. Hari yang semakin gelap dan salju yang tidak sama sekali berhenti untuk turun tidak menyurutkan niat gadis itu untuk pergi ke taman. Begitu sampai, ia mendarat pada ayunan.

Dan entah ia akan pergi kapan, padahal hari sudah gelap dan hanya ada penerangan lampu jalan yang ada di dekat nya. Hanya diam, menatap ke arah depan nya kosong.

“Sebaiknya kau pulang, nona. Apa kau berniat untuk membunuh diri sendiri dengan diam disini?” Ujar seorang pria dan menyampirkan mantel hitam pada tubuh mungil Kei.

“Aku tidak tau apa yang ada di dalam pikiranmu, Kei.” Gumam pria itu dan duduk di ayunan sebelah Kei.

“Aku juga tidak.” Sahut Kei tanpa menoleh dengan suara nya yang bergetar.

“Berpikirlah yang jernih, Kim Ji Yeong.” Katanya tegas dan Kei menoleh. Menatap pasrah pada siluet disamping nya, Do Kyungsoo.

“Aku tidak bisa.” Rengek Kei dan mengundang gelak tawa dari pria itu.

“Ayo. Mau tidak mampir ke rumah ku? Kebetulan tadi Ibuku buat kue kering dan cokelat panas.” Katanya dan menarik tangan Kei, menggenggam tangan kecil itu.

“Ibu sunbae mana?” Tanya Kei dan melirik takut pada Kyungsoo yang duduk disamping nya.

“Ibuku ada di atas, dia sedang membereskan barang-barang.” Sahut Kyungsoo dan kembali hening. Hanya ada suara kayu yang terbakar dan menyisakkan percikan kecil api.

Begitu Ibu Kyungsoo datang dan melihat anak nya, “Kyungsoo, bisa bantu Ibu sebentar?”, Tanya Ibu nya dan mengagetkan Kei yang sedang melamun.

“Ya.” Jawab Kyungsoo dan berdiri. Lalu ia melirik Kei, “Tunggu disini.” .

“Siapa namamu?” Tanya Ibu Kyungsoo sambil menyesap teh hangat.

“Aku Kim Ji Yeon, ahjumma. Tapi biasanya aku dipanggil Kei.” Jawab nya ramah dan tersenyum pada Ibu Kyungsoo. Wajah nya yang sedikit keriput itu masih terlihat cantik, dan beliau tersenyum kecil pada Kei.

“Sudah lama mengenal putraku?” Tanya Ibu Kyungsoo dan Kyungsoo datang membawa kue kering yang seperti ia bilang di taman tadi.

“Dia, kekasihku. Kami sudah lama saling mengenal, dan baru-baru ini kami menjalin hubungan.” Potong Kyungsoo dan melirik pada Kei yang diam dengan jawaban Kyungsoo. Tak lama rona pipi Kei mulai muncul.

“Ya, Ibu mengerti. Temani dia, ya? Ibu sudah mengantuk, mau tidur. Kei-ssi, aku pergi ke atas ya? Kalian berdua jangan sampai melakukan hal yang aneh-aneh.” Ujar Ibu Kyungsoo dan tertawa kecil.

Setelah Ibu Kyungsoo pergi ke kamar nya, hanya ada Kyungsoo dan Kei yang tersisa.

“Kenapa sunbae bilang begitu? Kenapa sunbae bilang kalau aku kekasih sunbae?” Tanya Kei tanpa melihat air muka Kyungsoo.

“Karena aku ingin mengatakan nya. Sebenarnya, itu juga harapanku.” Jawab Kyungsoo.

“Apa yang sunbae ingin katakan?” Tanya Kei lagi dengan melihat Kyungsoo. Awal nya Kyungsoo yang diam dengan perasaan nya, akhirnya menoleh. Melihat Kei dengan air matanya.

“Yang ingin kukatakan adalah, seorang Kim Ji Yeong adalah kekasihku. Dia, adalah milik ku. Dan jika Tuhan menghendaki, aku ingin doa ku selama ini terkabul.” Katanya dan menghapus air mata Kei.

“Sunbae, itu candaan yang tidak lucu.”

“Aku punya waktu untuk bercanda dengan teman-teman ku. Tapi untuk saat ini, kata-kata ku adalah sebuah keseriusan.” Tegas Kyungsoo dan menatap manik Kei yang masih terus menteskan air mata.

“Jadi?”

“Jadi? Jadilah kekasihku, kau harus mau.” Paksa Kyungsoo.

“Tidak romantis.” Ejek Kei dan tertawa renyah, mengakhiri tangisan nya.

“Aku memang tidak romantis, kenapa?”

“Tidak. Oke, aku mau.” Kata Kei dan kembali tertawa disusul dengan Kyungsoo yang tersenyum.

“Dasar anak muda.” Kekeh Ibu Kyungsoo dibalik tembok menuju tangga.

“Ada apa?” Tanya seorang pria paruh baya.

“Lihat mereka.” Ujar Ibu Kyungsoo dan melirik ke arah Kyungsoo juga Kei.

“Ya, aku jadi rindu masa muda.”

FIN

Advertisements

5 thoughts on “[Freelance] Empty

  1. Ternyata Kei menunggu ditembak D.O ya? udh mukanya kayak manekin, kalo bengong terus,, lama2 jadi manekin beneran loh wkwk.

    mau request boleh?? Pliss bikinin ff pairingnya lovelyz sama Jun Seventeen dong. Gausah banyak2. drabble atau ficlet aja gapapa
    #komenmacamapaini

    Like

    • ANi

      Iya dia nunggu ditembak…sama D.O.
      Request? Em boleh, cuman kayanya ga dalam waktu dekat ini kak, gapapa? Tapi pair nya jun sama member lovelyz yang mana nih kalo kata aku jun cocok sama semua member😊
      Makasih kaka sebelum nya udah baca dan komen😁

      Like

    • ANi

      Jadi sad atau hurt gitu? Sama-sama kak. Ga banyak tugas dan ujian sih, lagi kena WB aja. Sibuk sekolah aja sama bolak-balik les sana-sini doang ko. Makasih kak semangat nya, kak imei juga semangat

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s