[Freelance] Close Your Eyes

Standard

download.jsp

Close Your Eyes

Author: Fenny Huang

Cast: Jeong Yein, Koo Junhoe (iKon), Jeon Jungkook.

Support Cast: Lee Sungyeol.

Genre: Romance, Comedy.

PG: 13.

 

Anyeong….^^

This it’s my two FF dan kalo di FF pertama aku pake Mingyu sebagai cast kali ini aku memakai Junhoe, jreng, jreng… LOL!! I love 97 liners, xixixii… Kenapa Jungkook jd cast ketiga..??? Di baca dulu nanti baru tw kenapa Kookie jd cast ketiga disini, kekekee…:D FYI aja nie, untuk avatar dan game yg sedang di mainkan disini itu aku ke inspirasi dari film anime SAO alias Sword Art Online, jd kalo2 ada yg bingung dengan baju avatar atau semacam nya bisa search di google.. *plaaak* Oke, gk mau ngmong panjang lebar lgi, silahkan di baca FF nya…^^

 Ps: untuk tulisan tebal itu adalah isi pembicaraan melalui pesan.

 

 

“Yosh! Sedikit lagi sampai..!” seru Junhoe semangat dengan kedua tangan yang berada di atas keyboard komputernya.

   Kedua mata nya terus tertuju pada layar komputernya yang menunjukkan avatar game kepunyaan nya yang memakai jubah panjang berwarna putih dengan garis merah yang berada di sekitar leher dan lengan panjang nya, di bahu kanan nya terdapat gambar salib yang juga berwarna merah, ada sebuah pedang perak di pinggang nya yang membuat avatar tersebut terlihat seperti seorang kesatria. Disebelah avatar kepunyaan Junhoe, ada avatar lain yang memakai jubah panjang berwarna hitam polos berbanding terbalik dengan kepunyaan Junhoe, di balik punggung nya terdapat dua buah pedang dengan dua warna yang berbeda. Kedua avatar yang memiliki level berbeda tersebut berlari di sebuah kastil tua.

   Piiiip

Sebuah pesan muncul dilayar komputer Junhoe.

   ‘JK:
Kau ingin menaikkan level tapi HP-mu(
nyawa ) sudah tinggal sedikit, kita bahkan belum melawan Bos (sebutan lain untuk monster terakhir di setiap game)..

Junhoe mendengus membaca pesan masuk tersebut.

    ‘Junhoe:
Justru itu aku mengajakmu untuk Party (
bermain secara team), kau kan jago, kalau aku dalam posisi bahaya kau bisa melindungiku dari bos…:D’

   ‘JK:
Aku bukan player dengan bayaran murah, kau jelas tau itu kan?’
Kekehan keluar dari mulut Junhoe.

   ‘Junhoe:
Yya! Kita ini teman, kenapa perhitungan sekali?’

   ‘JK:
Cukup kirimkan beberapa gold padaku agar aku bisa membangun rumah di lantai 71, gampangkan..?:P’

   “Eii, bocah ini…” cibir Junhoe perlahan.

   ‘Junhoe:
Arra, arra.. Kita bicarakan lagi nanti, kita sudah sampai di ambang pintu..’

   ‘JK:
Jangan sampai mati..’

   “Tak perlu kau beritahupun aku sudah tau..” Junhoe melemaskan kedua sendi tangannya kemudian mulai memasang wajah seriusnya pada layar komputernya “Mwoya? Kenapa monster high level yang keluar?” gerutu Junhoe perlahan saat melihat identitas musuh yang saat ini tengah mereka hadapi.

   Setelahnya, Junhoe mulai larut dengan permainan nya dan beberapa umpatan kecil keluar dari mulutnya. Sedang kan diluar, Yein berjalan di lorong lantai dua rumah Junhoe, saudara nya, dengan wajah meringsut. Ia berhenti di depan kamar Junhoe kemudian bersiap untuk mengetuk pintu kamarnya.

   Tok… Tok… Tok…

   Hening, Yein sama sekali tidak mendengar sautan dari dalam. Bukan kah  seharusnya namja itu berada dikamarnya sekarang? Karena setelah acara makan  malam  rutin yang biasa keluarga mereka lakukan setiap Minggu, Junhoe langsung berpamitan untuk kekamarnya karena ia sudah berjanji bermain game online dengan temannya. Penolakkan keluar dari Ayahnya yang menurutnya tak sopan meninggalkan tamu yang berkunjung kerumahnya tapi pada akhirnya, ia berhasil lolos berkat Ayah nya Yein yang mengijin kan nya untuk kekamarnya terlebih dahulu, lalu kemana namja itu? Kenapa ia tidak menyahut saat Yein mengetuk pintunya? Kening Yein berkerut manakala ia mendengar umpatan kesal yang berasal dari dalam kamar, ia memutar knop pintu perlahan kemudian melongokkan kepalanya kedalam kamar saat pintu sudah terbuka. Kedua mata Yein langsung tertuju  pada Junhoe yang tengah sibuk didepan komputer, suara keyboard komputer yang terpencet asal terdengar di seisi kamar.

   “Aargh jjinja..!” pekik Junhoe seraya memukul meja nya kemudian mengacak rambutnya frustasi saat melihat avatarnya yang melebur menjadi serpihan berwarna merah lalu menghilang karena terkena tebasan monster “kenapa harus monster high class yang keluar?! Aku kan jadi gagal menaikkan level..!”

Yein menggelengkan kepalanya heran karena melihat saudaranya yang tengah mengumpat kesal hanya karena kalah bermain game “Oppa..” panggil Yein perlahan.

Junhoe mendongakkan kepalanya kemudian memutar kursi putarnya menghadap sumber suara “Oh Yein-ah, masuklah..” ajaknya lalu kembali memutar kursinya menghadap layar komputer guna meng-log out gamenya “kupikir kau sudah pulang..”

   “Ajig, Appa dan Samchon sedang membicarakan kedokteran di taman dengan Sungyeol Oppa..” Saut Yein yang mulai berjalan masuk lalu duduk selonjoran di atas ranjang Junhoe.

   Junhoe menarik bangku yang di pakainya mendekat pada ranjang nya agar ia bisa dengan mudah berbicara dengan Yein “lalu? Kenapa kau tidak ikut mendengar pembicaraan mereka? Siapa tau kau bisa menjadi dokter juga..”

“Shireo, kepalaku pusing mendengar pembicaraan tentang medis seperti itu, dan lagi aku lebih menyukai menggambar..” saut Yein dengan wajah meringsut.

   Junhoe tertawa karena melihat wajah lucu Yein “karena itukah kau kabur kekamarku?” tebak Junhoe.

   “Eum… Aku bosan…” Yein meraih bantal kepala kepunyaan Junhoe lalu memeluknya “tak apakan aku berada di kamar Oppa sampai pulang nanti?”

   “Tentu, aku akan menemanimu sampai Samchon memanggilmu untuk pulang…” Junhoe meraih ponselnya yang baru saja bergetar di atas meja komputernya, ia mendapat pesan Line dari Jungkook.

   ‘Jungkook:
Apa kataku, kau pasti mati kan?’

   Dengan cepat Junhoe membalas pesan Jungkook tersebut.

   ‘Junhoe:
Yya, kalau bos itu tidak high level aku pasti tidak akan mati tadi…-_- dan lagi, kau tidak menolongku…’

   ‘Jungkook:
Aku bahkan tak tau kalau ia menyerangmu, gerakan nya terlalu cepat. Mau bermain lagi atau tidak?’

   ‘Junhoe:
Besok saja, ada Yein disini..’

   ‘Jungkook:
Yein? Ia bersamamu sekarang?’

   Cengiran muncul di wajah Junhoe mengingat kalau teman baiknya tersebut sepertinya tengah tertarik pada Yein. Mereka berdua satu sekolah dengan Yein jadi ada kemungkinan besar mereka selalu bertemu secara tak sengaja entah itu saat jam istirahat ataupun saat jam pulang sekolah. Junhoe tau betul sifat Jungkook yang selalu cuek pada setiap yeoja di sekolahnya dan tidak terlalu memperdulikan mereka padahal ia cukup populer disekolah, tapi sifat cuek dan pendiam nya itu berubah saat ada Yein. Jungkook menjadi sedikit talkactive dan suka bercanda seperti yang biasa ia lakukan saat bersama Junhoe dan Mingyu, ia selalu bisa membuat Yein tertawa dengan berbagai cara. Saat Yein tertawa lepas itulah Junhoe mengetahui kalau Jungkook selalu suka melihat tawa tersebut, bahkan Junhoe juga sering mendapati kalau Jungkook diam-diam suka memperhatikan Yein dari kejauhan atau memberinya perhatian. Tapi bagaimana dengan Yein sendiri terhadap Jungkook? Saudaranya ini terlalu polos, ia bahkan tak mengetahui kalau ada banyak namja di sekolah mereka yang menyukainya. Haruskah ia mencaritahu siapa namja yang saat ini tengah Yein suka?

   Junhoe menegakkan tubuhnya yang sedari tadi menyender pada kursi “Yein-ah..”

   Yein yang ternyta juga tengah sibuk dengan ponselya menoleh pada Junhoe “hmm?”

   “Coba pejamkan matamu..”

   “Yee…?” beo Yein bingung.

   “Pejamkan saja, kau bilang bosankan? Aku akan membuatmu tidak bosan, tapi kau harus memejamkan kedua matamu dulu…” ujar Junhoe “gwaenchanha, aku tidak akan melakukan hal aneh padamu…” timpalnya saat Yein menatapnya curiga.

    “Janji?”

“Eum.. Kau bisa percaya pada Oppa mu ini..” cengiran muncul di akhir ucapannya.

    “Arasheo…” Yein akhirnya menuruti perkataan Junhoe memejam kan kedua mtanya setelah berpikir sejenak.

    “Cham! Eum…” Junhoe mencoba menyamankan posisi duduknya “bayangkan kalau kau sedang berada di sebuah pantai saat ini dengan cuaca yang cerah, pantai itu memiliki pasir putih dan air laut yang berwarna biru. Kau duduk di pinggir pantai tersebut menikmati semilir angin yang sejuk di temani suara deru ombak yang membuat mu perlahan merasakan nyaman…”

   Senyum merekah diwajah Junhoe karena ia melihat Yein rileks seketika karena membayang kan kata-katanya.

   “Geundae, ada perasaan lain yang juga membuatmu merasa nyaman…” jeda sesaat “perasaan nyaman itu berasal dari tangan seseorang yang menggenggam tangan kananmu dengan erat, awalnya kau kaget karena tiba-tiba ada yang menggenggam tanganmu, dan begitu kau menoleh kesamping, ternyata yang menggenggam tanganmu adalah seorang namja yang amat kau kenal..”

   Yein merasakan jantung nya berdegup manakala sosok seorang namja bertubuh tinggi dengan rambut hitam legam muncul di benak nya.

   “Begitu mata kalian bertemu, namja itu menatapmu dengan dalam lalu sebuah senyum terlukis diwajahnya, senyum yang amat kau sukai karena itu adalah salah satu alasan kenapa kau bisa menyukainya…”

   Kedua mata Yein terbuka sempurna bertepattan dengan ucapan terakhir Junhoe. Ia memegang dadanya yang masih berdegup kencang, bagaimana tidak? Saat membayangkan ucapan Junhoe barusan, wajah Jungkook muncul di benaknya terutama senyum namja tersebut. Dan apa itu? Kata-kata terakhir Junhoe terus terngiang di kuping nya, mungkinkah…

   “Wae? Ada seseorang yang muncul di benakmu kah?” tebak Junhoe yang membuat Yein menoleh padanya lalu sedetik kemudian semburat merah muncul diwajah Yein ketika mengingat wajah Jungkook yang tersenyum “oh! Aku benarkah? Aigoo… Uri Yein sedang jatuh cinta…” seru Junhoe senang.

    “M…mwo? Naega aniyo…” tukas Yein gelagalan.

    “Eii… Jangan berbohong padaku Yein-ah…” goda Junhoe seraya mencubit pipi bulat Yein yang membuat yeoja tersebut meringis sekaligus cemberut “nuguji? Kata kan pada Oppa siapa orang nya, apa aku mengenal orang itu?”

“Eum… Itu…” Yein memutar kedua bola matanya kesegala arah “aku… Masih tak tau apa aku benar-benar menyukainya atau tidak…” ujar Yein malu-malu.

   “Begini saja, selama kau mendengar kata-kataku tadi, jantungmu berdegupkan?” Yein menganggukan kepalanya dengan wajah polosnya “jantungmu tambah berdegup ketika kau teringat wajahnya, geutchi?”

   Lagi-lagi Yein menganggukan kepala nya sebagai jawaban di sertai semburat merah.

   “Nah!” Junhoe menepuk kedua tangannya “Apa Jungkook yang muncul di benakmu?” tebak Junhoe seraya menuding Yein.

   “M…mwo?” kedua mata Yein berkedip mendengarnya.

   “Yya, aku benarkah?” Junhoe kembali bertanya tak percaya saat melihat wajah Yein merah padam padahal ia hanya asal menebak saja tadi, itu berarti… “neo joahae? Aigoo kyeopta...” seru Junhoe senang seraya bertepuk tangan disertai dengan tawanya yang pecah.

Yya Oppa! Geumanhajja..” ringsut Yein seraya memukul Junhoe dengan bantak kepala yang sedari tadi ia peluk.

    “Wae, wae? Kenapa memukulku?” kekeh Junhoe seraya mencoba merebut bantal yang di gunakan Yein untuk memukulnya.

   “Yein-ah…”

   Baru saja Yein ingin menyahut kata-kata Junhoe tapi tertahan saat mendengar suara tersebut membuat mereka berdua serempak menoleh kearah pintu kamar yang perlahan terbuka.

   “Kau sudah selesai bermain game Junhoe-ah?” ternyata Sungyeol yang masuk kekamar Junhoe.

   “Eo… Aku menemani nona manis ini yang katanya bosan mendengar pembicaraan tentang medis..” saut Junhoe seraya melirik kearah Yein yang dibalas tatapan sengit oleh yeoja tersebut yang membuat Sungyeol dan Junhoe tertawa.

   “Kajja, kita pulang…” ajak Sungyeol pada Yein.

   “Arrasheo..”

“Sampai bertemu Minggu depan Juhoe-ah…” pamit Sungyeol sebelum ia beranjak terlebih dahulu.

   “Nee Hyu..” kata-kata Junhoe terpotong ketika tiba-tiba Yein melayangkan pukulan diwajahnya dengan menggunakan bantal “yya, kenapa memukulku lagi?”

   “Biar saja..” Yein menjulurkan lidahnya meledek Junhoe kemudian buru-buru beranjak dari tempatnya “Oppa, kau harus berjanji satu hal padaku..” ujar Yein ketika ia hampir mendekati pintu kamar.

   “Mwonde?” tanya Junhoe penasaran.

   “Jangan beritahu hal tadi pada siapa pun..” ujar Yein serius.

   Junhoe terdiam memproses kata-kata Yein barusan “aah… Soal kau yang menyukai Jungkook kah?” tawa keluar dari mulut Junhoe melihat Yein lagi-lagi menatapnya sengit dengan semburat merah “arahseo, arahseo. Oppa tidak akan memberitahu pada siapapun, itu rahasa kita berdua mulai sekarang…”

    Yein menganggukan kepalanya lega “call.. Kalau begitu aku pulang dulu, anyeong Oppa..” Yein melambai sekilas pada Junhoe sebelum keluar.

   “Anyeong, sampai bertemu besok…”

   Sepeninggal Yein, Junhoe tersenyum puas di tempatnya. Setidaknya ia senang mengetahui kalau saudara yang sudah ia anggap adik kandung nya sendiri menyukai teman dekatnya yang sudah pasti akan menjaga Yein dengan baik. Ia kembali berkutat pada ponselnya membalas pesan Jungkook yang sempat ia diamkan tadi.

   ‘Junhoe:
Eo.. Tapi ia baru saja pulang… Aku habis melalukan suatu hal yang menyenangkan padanya…’

   Tanpa Junhoe duga, Jungkook membalas pesannya dengan cepat.

   ‘Jungkook:
Mwonde?

   Senyum merekah diwajah Junhoe.

  ‘Junhoe:
Aku tak bisa memberitahu siapapun karena sudah berjanji suatu hal pada Yein, apa lagi memberitahukan nya padamu..’

   ‘Jungkook:
Yya! Kau ingin membuatku penasaran ya?’

   ‘Junhoe:
Aniyo… Lagipula kau akan mengetahuinya suatu saat nanti…’

   “Saat kau menyatakan perasaanmu pada Yein..” celetuk Junhoe seraya terkekeh.

-FIN-

 

Yosh!! Comment nya di tunggu ya..><

Advertisements

2 thoughts on “[Freelance] Close Your Eyes

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s